Anda di halaman 1dari 11

IX.

HIDROGRAF SATUAN
Hidrograf satuan merupakan hidrograf limpasan langsung yang dihasilkan oleh
hujan mangkus (efektif) yang terjadi merata di seluruh DAS dengan intensitas tetap
dalam satu satuan waktu yang ditetapkan.
Hidrograf satuan (HS) => hidrograf khas untuk suatu DAS tertentu.
Konsep HS dikemukakan pertama kali oleh Sherman (1932) yang dipergunakan untuk
prakiraan banjir yang terjadi akibat hujan dengan kedalaman dan agihan (distribusi)
tertentu.
Dari definisi di atas, terdapat 2 (dua) andaian pokok dalam HS:
1. hujan yang merata
2. intensitas hujan tetap.
Selain itu HS juga didasarkan pada 3 landasan pemikiran:
3. linier system
4. time invariant
5. waktu dari saat berakhirnya hujan sampai akhir hidrograf limpasan langsung
selalu tetap.

9.1 Penurunan hidrograf satuan terukur


1. persamaan polinomial
2. coba-coba (metoda Collins)
3. least square method
4. program linier
5. dan sebagainya

Persamaan Polinomial
a. hidrograf muka air
Hidrograf (debit)
liku kalibrasi debit
b. pisahkan hidrograf dari aliran dasarnya untuk memperoleh hidrograf limpasan
langsung (HLL) dan

-index.

c. hitung hujan netto = hujan total -

-index

d. andaikan ordinat HS (U1, U2, ..., Un). Jumlah ordinat hidrograf satuan (OHS) =
jumlah ordinat HLL (nol tak dihitung) (OHLL) dikurangi lama hujan (TH) ditambah 1
(OHS = OHLL TH +1)
e. kalikan (d) dengan hujan netto
f.

persamakan HLL dengan (e), maka ordinat HS dapat dihitung.

R1

R1U1

R1U2

R1U3

R1U4

R2

R2U1

R2U2

R2U3

R2U4

R3

R3U1

R3U2

R3U3

R1U1

Q1

U1 = Q1/R1

Q2

U2 =

R1U2

R2U1

R1U3

R2U2

R3U1

Q3

U3 =

R1U4

R2U3

R3U2

Q4

U4 =

dst..

dst

Pemisahan aliran dasar (base flow)


1. straight line method

2. fixed base length method

3. variable slope method

Contoh:
Hujan efektif (kedalaman hujan dikurangi phi-index) berturut-turut 40, 0, dan 10 mm
dengan interval waktu 1 jam, menghasilkan hidrograf limpasan langsung (hidrograf
dikurangi dengan aliran dasar) sbb:
Jam ke3

HLL (m /s)

111

389

306

264

181

97

28

14

Tentukan hidrograf satuannya !


Penyelesaiannya :
Jumlah ordinat HS = (m n + 1) = 8 3 + 1 = 6
Misal ordinat HS dengan kedalaman 1mm adalah U1, U2, U3, , U6
R1 = 40

40 U1

40 U2

40 U3

40 U4

40 U5

40 U6

R2 = 0

0 U1

0 U2

0 U3

0 U4

0 U5

0 U6

R3 = 10

10 U1

10 U2

10 U3

10 U4

10 U5

111

389

306

264

181

97

28

HLL

40 U1

= 111

U1 = 2.78 m3/s

40 U2 + 0 U1

= 389

U2 = 9.73 m3/s

40 U3 + 0 U2 + 10 U1

= 306

U3 = 6.96 m3/s

40 U4 + 0 U3 + 10 U2

= 264

U4 = 4.17 m3/s

40 U5 + 0 U4 + 10 U3

= 181

U5 = 2.79 m3/s

40 U6 + 0 U5 + 10 U4

= 97

U6 = 1.39 m3/s

Dalam bentuk tabel :


HLL

Jam ke-

(m3/s)

U40(t 1)

U0(t 1,1)

U10(t 2,1)

U1(t, 1) = HS

111

111

2.775

U1

389

389

9.725

U2

306

278.25

27.75

6.956

U3

264

166.75

97.25

4.169

U4

181

111.44

69.56

2.786

U5

97

55.31

41.69

1.383

U6

28

~0

27.86

14

~0

13.83

9.2 Hidrograf satuan sintetik


Untuk DAS tak terukur (ungauged catchment), data AWLR tidak tersedia dengan
demikian HS terukur tidak dapat diturunkan. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan
HSS yaitu dengan menghitung unsur-unsur pokok hidrograf satuan (Qp, Tp, dan Tb)
sebagai fungsi karakteristik DAS.
Contoh HSS, al:
1. Snyder (US, 1938)
2. Nakayasu (Jepang)
3. GAMA I(Jawa, 1985)
4. dll

HSS GAMA I

Hidrograf satuan untuk Prakiraan Banjir Rancangan

9.3 Patokan rancangan (design criteria)

Besaran rancangan diperlukan dalam perancangan bangunan hidraulik. Salah satu


hasil dalam analisis hidrologi adalah besaran banjir rancangan untuk perancangan
bangunan hidrolik.
Missal :

Bangunan yang berkaitan dengan pengembangan SDA

Penetapan tinggi lantai jembatan

Banjir Rancangan (design flood)


Banjir rancangan merupakan besaran banjir yang digunakan untuk mendimensi
bangunan hidraulik dan struktur kaitannya sedemikian rupa sehingga kerusakan yang
ditimbulkannya baik langsung maupun tidak langsung tidak boleh terjadi selama
besaran banjir tidak terlampaui.

Kala ulang, T (return period) adalah waktu hipotetik dimana hujan / debit dengan
besaran tertentu akan disamai atau dilampaui sekali dalam jangka waktu tersebut

T(Q) = rata-rata (

Banjir rancangan dapat berupa :

,)

Debit puncak

Volume banjir

Tinggi muka air

Hidrograf

Penetapan banjir rancangan didasarkan pada :

Ukuran dan jenis proyek

Ketersediaan data

Kemampuan ekonomi

Daerah yang dilindungi

Kebijaksanaan politis

Banyak metoda untuk memperkirakan banjir rancangan, pemilihan metoda sangat


dipengaruhi :

Ketersediaan data

Tingkat ketelitian yang dikehendaki

Kesesuaian DASyang ditinjau

Misal :
1. Tidak tersedia data hidrologi

Dengan memanfaatkan tanda-tanda bekas banjir (banjir maksimum terukur),


menggunakan persamaan hidraulik (slope area method)

Informasi kala ulang tidak ada

2. Rumus empirik (Q = fungsi (karakteristik DAS))


Q = c An
c, n

: konstanta, spesifik untuk DAS yang bersangkutan

tidak ada informasi kala ulang

3. Rumus rasional (Q = fungsi (karakteristik DAS dan hujan))

Q=CIA

: koefisien limpasan

: intensitas hujan untuk waktu t yang dikehendaki

Kala ulang

: luas DAS

4. Analisis dengan model

Hidrograf satuan

Model hujan aliran

Kala ulang banjir biasanya diambil sama dengan kala ulang hujan

5. Cara statistik

Analisis frekuensi berdasarkan data debit terukur di sungai

Ada informasi kala ulang

6. Probable Maximum Flood, PMF : besaran banjir maksimum


yang dapat terjadi

PMF digunakan untuk perancangan bangunan hidraulik dimana kegagalan


membahayakan kehidupan manusia, missal : spillway

Bila tidak tersedia data debit dapat diperkirakan dengan PMP (probable
maximum precipitation) dan model hujan aliran

PMP =

: nilai rata-rata hujan maximum di stasiunyang ditinjau

: konstanta(10 20)

: simpangan baku

Anda mungkin juga menyukai