Anda di halaman 1dari 2

Tahap pengumpulan data

1.Berbicara dengan client mengenai konsep website yang diinginkan


2.Menyesuaikan dengan paket yang client inginkan
3.Bila diperlukan, pihak web designer portfolio web yang sudah dibuat, atau
memberikan contoh layout web yang tersedia untuk mempermudah dlam
pembuatannya nanti
4.Mengambil data-data yang akan di tampilkan pada website, baik berupa artikel
maupun gambar-gambar yang diperlukan. Untuk isi konten selain dari data-data
yang telah diberikan oleh client, bisa juga mengambil dari brosur, kartu nama,
testimonial dari pihak luar, dan lain-lain
5.untuk data gambar, jika dirasa masih kurang, bisa dilakukan dengan pengambilan
gambar tambahan menggunakan kamera dari pihak web designer
Tahap perencanaan
1.mendiskusikan hasil pengumpulan data dan pembicaraan dengan client dengan
pihak pimpinan perusahaan
2.Penentuan Layout website. Pada tahap ini yang harus dilakukan adalah browsing
template cms ke situs-situs yang menyediakan template, baik template premium
maupun template gratis. Selain itu, ditentukan modul, component apa saja yang
diperlukan.
3.Perlu diperhatikan, dalam penentuan jenis template yang akan di pakai harus
disesuaikan dengan perpaduan warna yang di inginkan oleh client. Selain itu, jenis
template harus di sesuaikan dengan jenis client. Apakah client tersebut berupa
corporate, hotel, Restaurant, Perorangan, Mall, dan lain-lain karena setiap jenis
client tersebut memiliki cirri khas masing-masing dalam hal desain.
4.Menentukan perpaduan warna yang cocok dengan warna dasar yang di inginkan
client. Untuk mempermudah tahap ini, bisa dilakukan dengan mengunjungi websitewebsite yang menyediakan desain kombinasi warna(color combination) untuk
website

Tahap pra-perancangan
1.Membuat gambaran umum mengenai tata letak seluruh isi website, yaitu header,
logo, banner, content, modul, component, link menu, maupun animasi
2.Kuasai sepenuhnya template yang akan kita pakai, terutama modul position, fiturfitur utama nya, letak kode php ynag membangun template tersebut, style css yang
dipakai agar memudahkan dalam editing kode
3.Kuasai struktur dan kerja modul/component agar mepermudah dalam
mengeditnya
4.Untuk template yang telah kita dapat dari internet, diharuskan di lakukan
penamaan ulang(rename) agar tidak terlihat nama template aslinya. Caranya,
setelah template tersebut di ekstrak dari bentuk zip, tar.gz, dan lain-lain, ganti
nama foldernya. Kemudian cari dan buka file templateDetail.xml ganti nama
templatenya. Setelah itu, kompres ulang folder tersebut

Tahap perancangan
1.Membuat/mendesain header(jika memerlukan header). Hal ini bisa dilakukan
melalui gambar yang sudah ada dari pihak client yang dikombinasikan dengan
desain gambar yang kita buat ataupun gambar dari browsing
2.Mendesain logo
3.Merancang content perhalaman
4.Mendesain Frontpage
Mengatur tata letak modul dan component. Jika modul tersebut memerlukan
gambar(misalnya random image, banner, advertisement atau modul custome html),
terlebih dahulu lakukan editing gambar melalui software image editor, misalnya
Adobe Photoshop, CorelDraw, Firework, dll
Mengatur link menu di Frontpage yang akan mengakses artikel/content yang telah
dibuat
Tahap Finishing
1.Setelah proses pembuatan website selesai, lakukan cek ulang terhadap seluruh isi
website. Usahakan sedetail mungkin dalam pengecekan

Anda mungkin juga menyukai