Anda di halaman 1dari 8

GIZI PADA LANSIA

Siapakah Lansia ?
Lansia adalah orang yang berumur 55 tahun keatas, walaupun dari WHO yaitu
lebih dari 60 tahun keatas.
Apa yang terjadi pada lansia ?
Pada saat lansia :
1. Seseorang menjadi sakit
2. Kehilangan gigi sehingga sakit untuk mengunyah
3. Gangguan perut dan saluran pencernaan
4. rasa haus dan selera makan berkurang
5. penuruan daya cipta rasa
6. penurunan koordinasi otot dan syaraf
7. faktor psikologis dan depresi, sehingga lansia seringkali tidak mampu
mengatasi masalah sendiri
beberapa penyakit lebih banyak ditemukan pada lansia :

penyakit gangguan gizi seperti gizi lebih, gizi kurang termasuk anemia
gizi..

osteoporosis yaitu karena berkurangnya massa tulang, sehingga tulang


menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

Penyakit Rheumatik.

Penyakit degeneratif seperti hypertensi, jantung koroner, diabetes meletus.

Penyakit keganasan (kanker)

Penyakit infeksi, paru-paru menahun, Bronchopneumonia.

Gizi pada lansia


Keadaan gizi yang baik pada lansia sangat diperlukan agar tetap sehat, produktif
dan ceria di hari tua.

1. makanlah aneka ragam bahan makanan

hidangan yang beraneka ragam, adalah hidangan sehari-hari yang


minimal terdiri dari 4 jenis bahan makanan yaitu : makanan pokok
(nasi/penggantinya), lauk pauk, sayuran dan buah.

Dianjurkan untuk makan dari hidangan yang terdiri dari campuran


dari berbagai bahan makanan, karena dapat memberi manfaat yang
besar bagi kesehatan sesuai dengan slogan : makin beragam
hidangan yang dimakan makin banyak mutu makanannya

2. makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi (tenaga)

pada lansia zat gizi tidak diperlukan untuk pertumbuhan fisik, tetapi
lebihbanyak

mengganti

jaringan

tubuh

yang

rusak

dan

mempertahankan derazat kesehatan.

Semua kegiatan fisik misalnya membaca, berolahraga, rekreasi dan


aktivitas lainnya yang biasa dilakukan membutuhkan energi yang
diperoleh dari makanan.

Karbohidrat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi, karbohidrat


diperoleh dari makanan pokok seperti nasi, roti, mie, ubi jalar, jagung
dan singkong.
Dianjurkan porsi nasi yang dikonsumsi tidak lebih dari 1 piring (200
gr) setiap kali makan

Makan makannan yang terlalu manis juga tidak dianjurkan, karena


gula tidak mengandung zat-zat gizi lain serta dapat menimbulkan rasa
kenyang. Akibatnya dapat mengurangi peluang terpenuhinya zat gizi
lain.

Untuk mengetahui apakah telah mencukupi kebutuhan energi dapat


dilihat dari berat badan
Gemuk :konsumsi energi terlalu banyak
Kurus : konsumsi energi kurang

Konsumsi energi yang baik bagi lansia adalah konsumsi energi yang
tidak berlebihan, tetapi juga tidak kekurangan, hal tersebut ditandai

dengan berat badan usia lanjut. Cara mengetahui berat badan yang
normal dengan mengguanakan perhitungan indek massa tubuh (IMT).
3. batasi konsumsi lemak dan minyak

konsumsi lemak yang berlebihan tidak dianjurkan karena dapat


meningkatkan kadar lemak dalam tubuh, khususnya kadar kolesterol
darah.

Hindari makanan yang banyak mengandung kolesterol terutama bahan


makanan yang berasal dari hewan: otak, kuning telur, ginjal, hati,
limfa, jantung, daging jenis kerang (udang, kepiting), susu penuh dan
hasil-hasil susu (mentega , keju dsb).

Makanan yang mengandung lemak jenuh seperti hewan : lemak sapi,


kambing, susu penuh, cream, keju dan mentega.

Batasi penggunaan kelapa, minyak kelapa, minyak kelapa sawit,


margarine.

Gunakan minyak yang berasal dari tunbuh-tunbuhan : minyak kacang


tanah, minyak biji bunga matahari, minyak jagung, minyak kedelai.

4. makanlah suber zat besi dan kalsium

zat besi
zat besi adalah salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel
darah merah. Kekurangan zat besi dalam menimbulkan penyakit
kurang darah (anemia gizi)
sumber utama zat bagi adalah bahan makanan yang berasal dari
hewani, tempe, tahu, kacang hijau, dan sayuran yang berwarna hijau.

Kalsium
Kebutuhan kalsium yang dianjurkan adalah 500 mg/org/hari untuk
yang menderita osteoporosis pemberian kalsium dianjurkan sejumlah
800 mg/org/hari.

Bahan makanan sunmber kalsium antara lain ikan teri, tahu, daun
katuk, keju dan susu rendah lemak.

5. kurang penggunaan garam dapur dan makanan yang diawetkan.


Batasi makanan yang mengandung banyak garam atau yang diawetkan
seperti :

roti, biscuit, kraker, cace dan kue lain yang dimasak dengan garam
dapur/soda.

Dendeng, abon , cornet beef, daging asap, ikan asin, ikan pindang,
sarden, ebi, udang kering, telur asin, telur pindang.

Keju margarine, mentega yang beragam

Acar, asinan sayuran, sayuran dalam kaleng.

Asinan buah, manisan buah, buah dalam kaleng.

Garam dapur, vetcin, soda kue, kecap maggi, terasi, petis tauco kecap,
bumbu kaldu.

6. banyak makan sayuran sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai sumber


vitamin dan serat.
Konsumsi vitamin dan serat dalam jumlah yang cukup dibutuhkan, guna
pemeliharaan dan mendukung kelancaran proses dalam tubuh, agar
berjalan secara normal.

Vitamin yang dibutuhkan antara lain vitamin A,B1,B12,B6,c,d,e, dan


K.

Bahan makanan yang banyak mengandung vitamin dan serat adalah


sayuran yang berwarna dan buah-buahan matang dan segar.

Contoh menu sehat untuk lansia


Pagi

Bubur Ayam

1 mangkuk

Jam 10.00

Puding pisang

1 potong

Siang

Nasi

1 piring

lapis daging cincang

pepes tahu

1 buah

sup kimlo

1 mangkuk

semangka

1 potong

Jam 16.00

bubur kacang hijau

1 mangkok

Malam

Nasi

1 piring

ikan bakar(kembung

tempe bacem

1 potong

soto bandung

1 mangkuk

pepaya

1 potong

susu rendah lemak

1 gelas

jam 21.00

kebutuhan cairan minimal 2 liter per hari

1 potong

1 ekor

DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Bina Gizi Masyarakat
Direktorat Jendral Pembinaan Kesehatan Masyarakat. Departemen Kesehatan RJ.
1998

KEBUTUHAN GIZI BAGI LANSIA

Diajukan Dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Ilmu Gizi
Pada Program Khusus Akademi Keperawatan Poltekes-Tasikmalaya

Disusun Oleh Kelompok III :


POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES RJ TASIKMALAYA
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
JALUR KHUSUS RSU dr. SLAMET GARUT
TAHUN 2005

KATA PENGANTAR