Anda di halaman 1dari 139
Said Muniruddin azZahir BASIC T C RAINING (Latihan Kader - 1) Pengurus Besar HIMPUNAN MAHASISWA
Said Muniruddin azZahir
BASIC
T
C
RAINING
(Latihan Kader - 1)
Pengurus Besar
HIMPUNAN
MAHASISWA ISLAM
www.hmi.or.id
A COMPREHENSIVE GUIDE TO IMPLEMENT BASIC TRAINING (LK-1)
- 1) Pengurus Besar HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM www.hmi.or.id A COMPREHENSIVE GUIDE TO IMPLEMENT BASIC TRAINING (LK-1)
Untuk mereka para penerus tugas Nabi, Yang keringatnya bercucuran di HMI
Untuk mereka para penerus tugas Nabi, Yang keringatnya bercucuran di HMI
Untuk mereka para penerus tugas Nabi, Yang keringatnya bercucuran di HMI
Untuk mereka para penerus tugas Nabi, Yang keringatnya bercucuran di HMI
Untuk mereka para penerus tugas Nabi, Yang keringatnya bercucuran di HMI
Untuk mereka para penerus tugas Nabi, Yang keringatnya bercucuran di HMI
Untuk mereka para penerus tugas Nabi, Yang keringatnya bercucuran di HMI
Untuk
mereka para penerus tugas Nabi,
Yang keringatnya bercucuran di HMI
Said Muniruddin azZahir Instruktur, HMI Cabang Banda Aceh T BASIC C R AINING (Latihan Kader

Said Muniruddin azZahir

Instruktur, HMI Cabang Banda Aceh

T

BASIC

C
C

RAINING

(Latihan Kader - 1)

A COMPREHENSIVE GUIDE TO IMPLEMENT BASIC TRAINING (LK-1)

… KATA PENGANTAR …
… KATA PENGANTAR …
… KATA PENGANTAR … Said Muniruddin azZahir SE., Ak., M.Sc Lahir: Tijue - Sigli, Aceh 27.12.1979
… KATA PENGANTAR … Said Muniruddin azZahir SE., Ak., M.Sc Lahir: Tijue - Sigli, Aceh 27.12.1979
Said Muniruddin azZahir SE., Ak., M.Sc Lahir: Tijue - Sigli, Aceh 27.12.1979
Said Muniruddin azZahir
SE., Ak., M.Sc
Lahir:
Tijue - Sigli, Aceh
27.12.1979
SE., Ak., M.Sc Lahir: Tijue - Sigli, Aceh 27.12.1979 Pendidikan: SDN Masjid Lameue, Sakti - Pidie.
Pendidikan: SDN Masjid Lameue, Sakti - Pidie. SMPN 6, Lampineueng - Banda Aceh. MAN 1,
Pendidikan:
SDN Masjid Lameue, Sakti - Pidie.
SMPN 6, Lampineueng - Banda Aceh.
MAN 1, Banda Aceh.
Fakultas Ekonomi, UNSYIAH, Banda Aceh.
M.Sc in Accounting and Finance, Birmingham - the UK.
Pengalaman:
o
Young Moslem Leader Exchange, Australia (2005).
o
Tsunami Paintings Exhibition, Norwegia (2005).
o
Leadership for Social Justice Training, England (2006).
o
Islamic Heritage Study, Spain - Andalucia (2006).
o
Regional Economic Development Expert Training (RED),
Germany (2007-2008).
Pekerjaan:
Dosen FE Universitas Syi’ah Kuala, (sejak 2003).
Tutor Kaligrafi Aceh (sejak 2001).
Training di HMI:
• Basic Training (LK-1), Banda Aceh, Th.1997
• Intermediate Training (LK-2), Banda Aceh, Th.1999
• Seniour Course (Instruktur), Banda Aceh, Th. 2000
• Advanced Training (LK-3), Palembang, Th. 2001
Jabatan di HMI:
• Ketum HMI Fekon – UNSYIAH (1999-2000)
• Ketum HMI Cab. Banda Aceh (2000-2001)
Contact:
said_azzahir@yahoo.com
Kepada ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Suci segala puji saya persembahkan. Lalu kepada Muhammad
Kepada ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Suci segala puji saya persembahkan. Lalu kepada
Muhammad SAW beserta seluruh Ahlul Bait sucinya, Shalawat & Salam secara tulus saya haturkan.
INSTRUKTUR adalah kelompok elit di HMI. Kode etiknya jelas. Mereka memerankan citra kekaderan
serta peran-peran keilmuan. Tanggung jawab terhadap pembinaan komisariat juga mereka emban.
Ketika sedang menjadi fungsionaris himpunan, disaat itu pula mereka dapat menjadi aktifis kampus
serta tampil di arena-arena pengembangan diri lainnya. Instruktur adalah sekumpulan ulama HMI
yang bertugas ‘menghamili’ dan melahirkan kader-kader pejuang. Kekuatan komitmen dan dedikasi
mereka adalah alasan mengapa HMI masih ada sampai saat ini. Menurut saya, mereka inilah barisan
pertama dari ulama HMI, pewaris para Nabi, yang akan masuk surga nanti.
Sementara itu, BADAN PENGELOLA LATIHAN (BPL) / HMI CABANG adalah struktur lain di HMI yang
memiliki kekuatan dominan terhadap tegaknya kontinuitas perkaderan. Jika institusi ini cukup handal
dalam mengelola training maka baiklah output perkaderan. Namun apakah institusi utama ini
profesional menjalankan itu semua masih dapat kita pertanyakan. Jika pedoman sudah lengkap
namun perkaderan masih acak-acakan, berarti kemungkinan masalah terbesarnya ada pada
keihklasan, komitmen, keseriusan atau kemauan para pengelolanya.
Buku “BASIC TRAINING: a Comprehensive Guide to Implement Basic Training (LK-1)” ini,
saya pikir cocok buat para instruktur, BPL, Cabang, juga untuk Komisariat. Di dalamnya berisi
konsep-konsep penting tentang perkaderan Basic Training. Secara terperinci, buku ini menguraikan
Siklus Basic Training (tahapan-tahapan penting pelaksaan LK–1), yang dimulai sejak fase pemasaran
HMI sampai dengan evaluasi dan monitoring keseluruhan training dan aktifitas-aktifitas pasca
training. Lebih jauh lagi, buku ini dilengkapi berbagai lembaran isian atau formulir-formulir yang
sering dibutuhkan dalam mengelola sebuah Basic Training. Sebagian formulir mungkin sudah akrab
dengan kita. Sementara sebagian besar lainnya saya rancang baru sesuai kebutuhan bersama. Dan
buku ini juga berisi sejumlah kompilasi materi dan teknis LK - 1 lainnya.
Buku ini saya susun dari berbagai referensi, mulai dari Buku Pedoman Perkaderan, Hasil-Hasil
Kongres, tradisi-tradisi HMI, dan diskusi–diskusi. Disamping itu, hasil pengayaan dan pengalaman
pribadi penulis turut memperkaya kedalaman panduan ini. Model penyajian dalam format “visualisasi
skematis” - yang lebih mempermudah cara kerja otak dalam membaca dan memahami, adalah sisi
lain keunikan tampilan panduan ini. Terakhir, patut diingat bahwa tampilan bahan ini lebih
merefleksikan pengalaman lokal HMI di Aceh, Banda Aceh khususnya, dalam mengelola LK-1.
Tentunya juga cocok bagi HMI cabang lainnya untuk dijadikan sebagai input baru atau literatur
komparasi.
Semoga hal kecil yang saya lakukan ini bermanfaat bagi HMI. Tidak ada sedikitpun upah yang saya
minta dari kontribusi kecil ini, kecuali keikhlasan dan profesionalitas kita semua dalam mengelola
training-training di HMI. Mohon ma’af atas segala kekurangan.
Billaahit Taufiq Walhidaayah,
as_Salaamua’leikum War.Wab.
Said Muniruddin azZahir
10 Muharram 1431 H /
27 Desember 2009
i
DAFTAR ISI Kata Pengantar ………. i E. POLA UMUM PERKADERAN ………. 2 Beberapa Terminologi Para
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ………. i
E. POLA UMUM PERKADERAN ………. 2
Beberapa Terminologi Para Pelaksana Basic Training (LK – 1) ………. 3
Buku Panduan asli yang bukan
bajakan adalah full colour,
(bukan hitam putih
atau hasil foto copian).
Demi kepuasan penggunaan,
milikilah edisi yang asli!
A. SIKLUS BASIC TRAINING (LK – 1) ………. 5
Basic Training:
1. Pemasaran Basic Training ………. 6
2. Screening Test ………. 7
A Comprehensive Guide to
Implement Basic Training
3. Analisa Kebutuhan Training ………. 8
(LK-1)
4. Persiapan Akhir Basic Training ………. 9
Penerbit:
5. Pelaksanaan Basic Training: Materi dan Kurikulum Basic Training ………. 10
6. Monitoring dan Evaluasi (M & E) Basic Training ………. 13
7. Program Pengembangan Kader Pasca Basic Training ………. 14
Guntomara
“the Kingdom of Art”
Jl. T. Nyak Arief No. 159 G
Lingke, Banda Aceh, Aceh
Indonesia
B. ALUR & METODOLOGI BASIC TRAINING (LK – 1)
15
• Alur Materi Basic Training
16
Hak Cipta ©:
• Alur Pembukaan Basic Training (Model Alternatif & Model Lama)
17
Said Muniruddin azZahir
• Alur Penutupan Basic Training (Model Alternatif & Model Lama)
19
Penulis:
• Metodologi Basic Training
23
Said Muniruddin azZahir
• Kontrak Belajar
24
Design Cover dan Layout:
• Teks Bai’at
25
Guntomara
“the Kingdom of Art”
C. VISUALISASI SKEMATIS MATERI BASIC TRAINING (LK – 1) ………. 26
• Sejarah HMI ………. 27
Foto Cover oleh:
Said Muniruddin azZahir
• Tafsir Mission ………. 28
• Tafsir Tujuan ………. 29
Contoh Metode Penyampaian Tujuan HMI ………. 30
Percetakan:
Guntomara
“the Kingdom of Art”
• Tafsir Independensi ………. 34
• Sejarah Perumusan Nilai – Nilai Dasar Perjuangan (NDP) ………. 35
Kirim Saran & Support ke:
• Tafsir Bintang ‘Arasy (Nilai-Nilai Dasar Islam dalam NDP………. 36
Said Muniruddin azZahir
said_azzahir@yahoo.com
• Makna “Islam Universal” dalam NDP ………. 37
• Mahasiswa Sebagai Inti Kekuatan Pembaharuan ………. 38
• Kepemimpinan, Manajemen dan Organisasi:
- Kepemimpinan ………. 39
- Manajemen dan Organisasi ………. 40
• Makna Lambang HMI ………. 41
ii
• Lagu-Lagu HMI ………. 42
• LAMPIRAN – LAMPIRAN Cetakan I: - Lampiran I: Maret 2007 • Contoh-Contoh Pertanyaan Screening
• LAMPIRAN – LAMPIRAN
Cetakan I:
- Lampiran I:
Maret 2007
• Contoh-Contoh Pertanyaan Screening Test ………. 44
Cetakan II:
Desember 2009
• Alat - Alat Monitoring dan Evaluasi (M & E):
- Formulir Pendaftaran Basic Training ………. 45
Cetakan III:
Juli 2010
- Kartu Kendali Screening Test ………. 47
- Lembaran Penilaian Screening Test ………. 48
- Absensi Harian Basic Training ………. 53
- Grafik Keaktifan Peserta Basic Training ………. 56
- Formulir Respon Harian Peserta ………. 58
- Lembaran Laporan Pelaksanaan Basic Training ………. 59
• Formulir Perencanaan Sesi ………. 65
• Formulir Penilaian Presentasi Instruktur ………. 66
• Formulir Biodata Pemateri ………. 68
• Absensi Follow - Up ………. 70
2. Lampiran II:
• Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP)
o
Original “Cak Nur” Version ………. 74
Plus: Teks & Arti Ayat-Ayat dalam setiap Bab NDP ………. 85
o
New Complementary Version ………. 99
• Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ………. 109
.:.
Jenjang Karier ke-Instrukturan ………. 132
.:. Back Cover: Bahan - Bahan untuk dibagikan kepada Peserta Basic Training
Warning!!!
Buku Panduan ini merupakan
dokumen internal HMI,
tidak untuk disebarluaskan kepada
pihak-pihak eksternal organisasi.
Barangsiapa dengan sengaja
menyiarkan, memamerkan, atau
mengedarkan kepada masyarakat
umum di luar Himpunan,
maka HARAM hukumnya.
Sebaliknya, sah-sah saja jika
didistribusikan kepada teman-
teman internal HMI yang
bertanggungjawab dan konsern
pada perkaderan
iii
A. Pola Umum Perkaderan • Pola Umum Perkaderan • Beberapa Terminologi Para Pelaksana LK-1 (Konteks
A. Pola Umum Perkaderan
A. Pola Umum Perkaderan
• Pola Umum Perkaderan • Beberapa Terminologi Para Pelaksana LK-1 (Konteks Aceh)
• Pola Umum Perkaderan
• Beberapa Terminologi Para Pelaksana LK-1
(Konteks Aceh)
D. LANDASAN PERKADERAN (SUMBER INSPIRASI & MOTIVASI): B. KADER: A. PERKADERAN: 1. LANDASAN TEOLOGIS •
D. LANDASAN PERKADERAN
(SUMBER INSPIRASI & MOTIVASI):
B. KADER:
A.
PERKADERAN:
1. LANDASAN TEOLOGIS
• Ketauhidan yg Fitrah (Rum:30, ’Araf:172), Kejadian
Primordial, Peniupan Ruh Tuhan.
“A small group of people who are
specially trained for a particular
purpose” (AS Hornby, ‘Oxford
Advanced Learner’s Dictionary’).
• Potensi Ilahiyah sbg basis Fungsi Kekhalifahan.
KARAKTER KADER:
• Materialisasi Ruh mereduksi Nilai2 Ketuhanan.
• ‘Being’ Counciousness ’Becoming’.
• Syahadat sbg ‘Liberation Force’.
“Usaha organisasi yg dilakukan secara
sadar & sistematis, selaras dengan
pedoman perkaderan, sehingga
memungkinkan seorang agg HMI
mengaktualisasikan potensi dirinya
menjadi seorang kader MUSLIM –
INTELEKTUAL – PROFESIONAL, yg
memiliki 5 KIC”.
• Perjuangan membela yg lemah.
1. Bergerak & TERBENTUK dlm
org., Mengenal aturan2
permainan org., Tdk bermain
menurut selera pribadi.
2. LANDASAN IDEOLOGIS.
• Ideologi Islam mampu menjadi system keyakinan dlm
melawan penindasan.
2. Memiliki KOMITMEN
permanent.
3. Memiliki BOBOT/KUALITAS.
• Muhammad Nabi yg ‘Ummi’ (dari kelas rakyat).
• Cita2 ideal Islam: UNIVERSAL BROTHERHOOD
(Hujurat:13), EQUALITY (Hujurat:13), SOCIAL
JUSTICE (Qashash:5, ‘Araf:137, Nisa’:75, Anfal:39,
Nisa’:148), ECONOMICAL JUSTICE (Ma’un:1-7,
Hasyr:7, Humazah:1-9, Taubah:34, Baqarah:275-279,
Rum:39, Ali Imran:110, An’am:162-163).
4. Punya VISI tentang dinamika
social & mampu melakukan
SOCIAL ENGINEERING.
POLA UMUM PERKADERAN
.:. BASIC TRAINING (LK – 1) .:.
Extracted from: Pedoman Perkaderan, 2000
• Ideologi butuh PENGIKUT yg SETIA.
3. LANDASAN KONSTITUSI.
• Tujuan HMI (5 KIC)
• Asas (Islam: Qur’an & Sunnah)
• Sifat (Independen)
• Status (Org. Mhs)
C. TUJUAN LK - 1:
• Fungsi (Org. Kader)
• Peran (Org. Perjuangan)
4. LANDASAN HISTORIS.
• Permasalahan BANGSA (Penjajahan & Perjuangan
Kemerdekaan)
“Terbinanya KEPRIBADIAN MUSLEM
yg berkualitas AKADEMIS, sadar akan
fungsi & perannya dlm ORGANISASI,
serta hak & kewajiban sebagai KADER
UMMAT & BANGSA”.
• Permasalahan Islam (Syiar kepada Kebenaran).
TARGET LK - 1:
5. LANDASAN SOCIO – KULTURAL.
• Islam agama Universal.
1. Memiliki kesadaran menjalankan
AJARAN ISLAM.
• Islam masuk mengubah kultur masyarakat menjadi
kultur Islam.
2. Mampu meningkatkan PRESTASI
AKADEMIS.
• Islam masuk ke Indonesia dengan cara damai.
• Islam telah meng-indonesia.
3. Memiliki kesadaran akan TG.JWB.
KEUMMATAN & KEBANGSAAN.
• Sekarang Islam mendapat tantangan globalisasi
(Prgamatisme, Permissivisme Ekonomi & Politik).
4. Memiliki kesadaran
BERORGANISASI.
• Dengan keuniversalan nilai2 Islam, HMI tampil di
panggung juang untuk membentengi ummat dari
pengaruh negative globalisasi.

HMI Cabang

Penanggungjawab utama perkaderan.

Membuka / menutup acara Bastra.

Beberapa Terminologi

PARA PELAKSANA Basic Training (LK-1)

.:. Konteks Aceh .:.

Panitia • Anggota Komisariat yang menyelenggarakan Bastra. • Bertugas mengatur konsumsi, akomodasi, transportasi,
Panitia
• Anggota Komisariat yang menyelenggarakan Bastra.
• Bertugas mengatur konsumsi, akomodasi, transportasi, dan
hal-hal teknis lainnya.
• Bertanggungjawab terhadap Komisariat.
Pemateri • Diundang untuk menyampaikan materi Bastra. • Biasanya para Alumni, pengurus cabang, atau mereka
Pemateri
• Diundang untuk menyampaikan materi Bastra.
• Biasanya para Alumni, pengurus cabang, atau
mereka yg bukan Instruktur.
Instruktur Muda (Instruktur Magang/ Pemandu) • Fasilitator Bastra yg baru lulus Training SC. • Masih
Instruktur Muda (Instruktur Magang/ Pemandu)
• Fasilitator Bastra yg baru lulus Training SC.
• Masih memiliki peran terbatas karena sedang dalam
proses memenuhi syarat sebagai Instruktur Penuh.
• Bertanggungjawab kepada MoT
sebagai Instruktur Penuh. • Bertanggungjawab kepada MoT BPL (Badan Pengelola Latihan) • Memimpin rapat

BPL (Badan Pengelola Latihan)

Memimpin rapat instruktur untuk penyusunan alur/ pengelolaan forum Bastra.

meng-SK-kan MoT dan Instruktur yang bertugas.

meng-SK-kan kelulusan peserta Bastra.

Bertanggungjawab kepada HMI (Bidang PA) cabang.

MoT (Master of Training / Instruktur Senior) Instruktur Senior (berpengalaman/ telah lama lulus training SC)
MoT (Master of Training / Instruktur Senior)
Instruktur Senior (berpengalaman/ telah lama lulus training SC)
Dipilih dalam rapat instruktur menjelang pelaksanaan Bastra.
Penanggungjawab utama Bastra yang sedang berlangsung.
Pimpinan para Instruktur yang bertugas pada Bastra yg sedang
berlangsung.
Bertanggungjawab kepada BPL.
Instruktur (Instruktur Penuh/ Pemandu) • Mereka yg sudah mengikuti training SC, dan telah selesai magang
Instruktur (Instruktur Penuh/ Pemandu)
• Mereka yg sudah mengikuti training SC, dan telah
selesai magang sebagai Instruktur Muda.
• Fasilitator Bastra yg memiliki peran penuh dalam
mengelola forum.
• Mendampingi pemateri (peran moderasi), atau
menggantikan pemateri yg tidak hadir.
• Bertanggungjawab kepada MoT.
• Mendampingi pemateri (peran moderasi), atau menggantikan pemateri yg tidak hadir. • Bertanggungjawab kepada MoT. 3
B. Siklus Basic Training (LK – 1) • Pemasaran Basic Training • Screening Test •
B. Siklus Basic Training (LK – 1)
B. Siklus Basic Training (LK – 1)
• Pemasaran Basic Training • Screening Test • Analisa Kebutuhan Training • Persiapan Akhir Basic
• Pemasaran Basic Training
• Screening Test
• Analisa Kebutuhan Training
• Persiapan Akhir Basic Training
• Pelaksanaan Basic Training: Materi dan Kurikulum
• Monitoring dan Evaluasi (M & E) Basic Training
• Program Pengembangan Kader Pasca Basic Training
SIKLUS BASIC TRAINING: SIKLUS BASIC TRAINING / LK – 1 (BASIC TRAINING CYCLE) • Tahapan
SIKLUS BASIC TRAINING:
SIKLUS BASIC TRAINING / LK – 1
(BASIC TRAINING CYCLE)
• Tahapan - tahapan yang membentuk sebuah proses training.
• Langkah-langkah dalam merancang & mengimplementasikan Basic Training.
Source: HMI Tradition and Own Research
“SIKLUS” artinya: Hasil akhir dari training menjadi input baru thd proses training selanjutnya.
PEMASARAN BASIC TRAINING (MARKETING HMI) MONITORING & EVALUASI SCREENING TEST (RECRUITMENT / SELECTION)
PEMASARAN BASIC TRAINING
(MARKETING HMI)
MONITORING & EVALUASI
SCREENING TEST
(RECRUITMENT / SELECTION)
MAHASISWA-i
PROGRAM PENGEMBANGAN KADER
(CADRE DEVELOPMENT PROGRAMS / CDP)
.:. Follow - Up, Pelatihan2, Up-Grading, Aktifitas2 .:.
ANALISA KEBUTUHAN TRAINING
(TRAINING NEED ANALYSIS / TNA)
& PERSIAPAN AKHIR BASIC TRAINING
PELAKSANAAN BASIC TRAINING
.:. Plus Monitoring & Evaluasi .:.
C. MARKETING MIX (4Ps): 1. PRODUK “Menyediakan (menginfokan) apa yg dibutuhkan oleh mhs-i (e.g., keIslaman,
C. MARKETING MIX (4Ps):
1. PRODUK
“Menyediakan (menginfokan) apa yg dibutuhkan oleh mhs-i (e.g.,
keIslaman, Leadership, Intelektualitas, etc).
2. PRICE
• “Menetapkan ‘Harga’ Bastra (‘sisi pentingnya’ Bastra tsb bagi
seorang mhs-i), atau ‘Harga’ dlm arti ‘Biaya Pendaftaran’ & ‘Biaya
Penyelenggaraan’ secara keseluruhan”.
• Membuat Harga lebih menarik (e.g., plus stiker, dsb).
3. PLACE
“Cara agar PRODUK yg dibutuhkan mhs-i tsb dpt dijangkau”.
• Tempat pendaftaran yg mudah dijangkau, strategis & menarik.
• Tempat Training yg representative.
• Tempat screening test (Kampus / Cabang)
• Petugas pendaftaran yg OK!
4. PROMOTION
• Pilih KELOMPOK SASARAN yg tepat (e.g., mhs-i baru, yg
potential / berbakat / cerdas / berani, dsb)
• Pilih KODE KOMUNIKASI yg tepat:
- Singkat, jelas, teratur.
- Komunikatif, menekankan manfaat kunci.
- Atraktif.
- Terang, bersih.
- Kreatif, beda, unik.
- Jujur, dari hati ke hati, sopan dan ramah.
• Pilih JALUR / ALAT KOMUNIKASI yg tepat:
- Pendekatan personal.
- “Words of mouth”.
- Maperca
- Papan pengumuman.
- Poster.
- Brosur.
- Spanduk (“Slamat dtg mhs-i baru”, “hr2 besar agama”, dsb.”
- Stiker
- Media massa (artikel, kliping, siaran pers, dll).
- “Class to Class”.
- Balliho.
- TV, Radio.
- Internet / e-Mail.
- Undangan langsung
- Aksi langsung
- Accessories HMI: pin, ballpoint, key ring, bendera, baju, dsb.
- Kartu nama.
- Pameran, foto2.
- Telpon langsung,
- Dll.
PEMASARAN HMI (BASIC TRAINING) Source: HMI Tradition and Own Research
PEMASARAN HMI (BASIC TRAINING) Source: HMI Tradition and Own Research

PEMASARAN HMI (BASIC TRAINING)

Source: HMI Tradition and Own Research

A. MARKETING HMI / LK - 1: “Segala sesuatu yg dilakukan oleh HMI (Cabang/Komisariat) utk
A. MARKETING HMI / LK - 1:
“Segala sesuatu yg dilakukan oleh HMI (Cabang/Komisariat) utk menjangkau mahasiswa-i
kampus agar tertarik masuk HMI”.
MENGAPA PENTING?
a. Melakukan SEGMENTATION & Mengidentifikasi TARGET GROUP (kelompok yg
tepat / punya bakat minat – THE BEST INPUTS) utk masuk HMI.
b. Mengefisienkan & mengefektifkan sumberdaya org. yg terbatas (e.g., anggota / dana)
dlm mempromosikan HMI.
PENDEKATAN:
1. TINGKAT PRA – PERGURUAN TINGGI
• Membentuk opini positif awal
• Membentuk rasa simpati & minat ingin tau lebih jauh.
(e.g., Leadership Training untuk anak2 SMU/MAN, aktifitas2 Lembaga Kekaryaan,
dsb.)
2. TINGKAT PERGURUAN TINGGI (Fokus Utama).
dsb.) 2. TINGKAT PERGURUAN TINGGI (Fokus Utama). B. PENELITIAN PASAR: “Mendapatkan info tentang minat
B. PENELITIAN PASAR: “Mendapatkan info tentang minat mhs-i & keberadaan org. saingan lainnya”. • Apa
B. PENELITIAN PASAR:
“Mendapatkan info tentang minat mhs-i & keberadaan org. saingan lainnya”.
• Apa isu2 tentang HMI?
• Apa yg diinginkan oleh mhs-i? Mengapa mereka menginginkannya?
• Berapa biaya pendaftaran yg bersedia dibayar? Gmn kalau gratis?
• Kapan mereka bersedia ikut Bastra?
• Siapa ‘Pesaing’ HMI di kampus?
- Apa produk / isu yg mereka tawarkan?
- Bagaimana cara mereka promosi?
- Siapa orang2nya?
- Berapa jumlah anggota mereka?
- Berapa sering mereka buat pelatihan? Kapan? Apa isi Pelatihannya?
Informasi tentang Mhs-i & Pesaing penting utk: “Membuat keputusan / strategi yg lbh baik
tentang 4Ps: PRODUCT, PRICE, PLACEMENT, PROMOTION.”
1. Ketegasan / kelebihan PRODUK yg dimiliki HMI (e.g., Ke-Islam-an, Kepemimpinan,
Intelektual).
2. HARGA yang pantas dibayar utk produk tsb.
3. CARA MENYAMPAIKAN Produk tsb kepada mhs-I (e.g. model LK 1 yg
dilaksanakan)
4. Cara PROMOSI yg menarik
A. KRITERIA UTAMA PESERTA BASTRA HMI / LK - 1: Prioritas pada “ASPEK KUALITAS” tanpa
A. KRITERIA UTAMA PESERTA BASTRA HMI / LK - 1:
Prioritas pada “ASPEK KUALITAS” tanpa mengabaikan “ASPEK KUANTITAS”.
BEBERAPA PERTIMBANGAN, mis:
a. Potensi Akademik (IP / IPK), ilmu yang luas (Q.S. 2:247).
b. “Ketokohan” / Kwalitas Kepemimpinan.
SCREENING TEST LK - 1
(RECRUITMENT / SELECTION)
c. Memiliki keinginan untuk terus berubah, motivasi.
Source: HMI Tradition and Own Research
d. Memiliki bakat tertentu / unik.
e. ‘Dapat’ baca Qur’an.
f. Prioritas kepada mahasiswa-i baru.
g. Cantek / Ganteng, punya penampilan / kekuatan fisik (Q.S. 2:247).
h. Tidak mengidap penyakit berbahaya yg dapat kambuh sewaktu2.
i. Tergantung score screening test (e.g., wawasan, sikap, & retorika).
j. Dll.
D. PENGUMUMAN KELULUSAN:
Setelah Screening Test, Jadwal Pengumuman (Waktu & Tempat)
diberitahukan kepada peserta.
Pengumuman: TERTULIS dan/atau TELPON.
B. PROSES SELEKSI:
SCREENING TEST:
Ada tenggang waktu yg cukup buat peserta untuk persiapan diri
antara waktu pengumuman dg dimulainya LK – 1 (Pilihan lain: LK-1
dimulai segera setelah pengumuman).
1. TEMPAT.
- Kantor HMI Cabang (Untuk alasan ‘Sense of Belonging’ thd HMI).
CHECKLIST PERLENGKAPAN yg harus dibawa peserta
diinformasikan pada saat pengumuman. Misalnya:
- Kampus (Untuk alasan kepraktisan bagi peserta).
1. alQur’an, lengkap dengan Terjemahan.
- dll.
2. Baju Secukupnya (e.g., Baju Berkerah, Pakaian Olah Raga).
3. Memakai Sepatu (disarankan juga membawa sandal).
2. MATERI (contoh pertanyaan Screening Test lihat LAMPIRAN).
4. Perlengkapan Mandi (e.g., handuk, sabun, odol, dll).
o
Ke -ISLAM - an.
5. Pakaian Sopan untuk laki2 & Wanita (tidak ketat).
o
Ke - HMI –an.
6. Membawa Alat2 Tulis (buku, ballpoint, dll).
o
Management, Kepemimpinan & Organisasi (MKO).
7. Tidak membawa kendaraan ke tempat training.
o
Perguruan Tinggi & Kemahasiswaan (PTKM).
8. Tidak membawa perhiasan & membawa uang secukupnya.
o
Stadium General.
9. Membawa satu lembar foto copy KRS.
10. Membawa dua (2) lembar Pas Foto ukuran 3 x 4.
11. Membawa obat2 generik kebutuhan pribadi (bagi yang
penyakitan).
C. ALAT-ALAT SELEKSI:
1. KARTU KENDALI SCREENING TEST
(Screening-Test Control Card)
2. LEMBARAN PENILAIAN SCREENING TEST
(Screening Test Valuation Form).
(untuk contohnya Lihat LAMPIRAN, Hal. 47 & 48)

B. ALAT-ALAT TRAINING NEEDS ANALYSIS (TNA):

1. FORMULIR PENDAFTARAN (Basic Training Entry Form)

2. LEMBARAN PENILAIAN SCREENING TEST (Screening Test Valuation Form).

(untuk contohnya Lihat LAMPIRAN, 45 & 48)

a. TRAINING NEEDS ANALYSIS (TNA): “Proses utk menilai NEED (KEBUTUHAN) dan WANT (KEINGINAN) Peserta”. TUJUAN:
a. TRAINING NEEDS ANALYSIS (TNA):
“Proses utk menilai NEED (KEBUTUHAN) dan WANT (KEINGINAN) Peserta”.
TUJUAN:
Mengidentifikasi kelemahan2 peserta dan kesenjangan antar peserta.
.:. Dengan demikian dpt dirancang intervensi / strategi yang dpt menutupi
kelemahan / kesenjangan tersebut.
Membantu memahami harapan2 peserta (ini tdk sama dengan apa yang
sebenarnya mereka butuhkan).
.:. Dengan demikian dpt dirancang pendekatan kurikulum LK – 1 yg tepat.
Mengumpulkan informasi2 yg diperlukan berdasarkan karakteristik peserta.
.:. Mengantisipasi jika terjadi hal2 yg tak terduga (e.g., sakit, ujian, midtest,
dsb).
.:. Menyiapkan bobot materi yang lebih mendalam jika peserta telah memiliki
kadar ilmu yg memadai (e.g., peserta dari institusi agama / latar belakang
pesantren memiliki wawasan islam lebih tinggi, maka bobot NDP harus
lebih tajam).
Membuat penyesuaian2 yg diperlukan.
.:. e.g., membuat dua kelas jika terlalu banyak peserta, sekaligus pembagian
peran instruktur.
etc.
ANALISA KEBUTUHAN TRAINING
(TRAINING NEEDS ANALYSIS / TNA)
Source: Own Research and Other Sources
C. MERANCANG STRATEGY PEMBELAJARAN: 1. Menyelesaikan Jadwal Training, Menentukan Materi & Pemateri. 2. Penentuan
C. MERANCANG STRATEGY PEMBELAJARAN:
1. Menyelesaikan Jadwal Training, Menentukan
Materi & Pemateri.
2. Penentuan MoT.
3. Merancang Strategy Training berdasarkan acuan
kepada TNA (berdasarkan Form Pendaftaran &
hasil Wawancara / Screening).
4. Pertemuan pra-Training antar instruktur untuk:
• Mendiskusikan pengaturan training.
• Pengalokasian Topik & Tanggung Jawab.
• TNA: Pemahaman profil2 peserta, dsb.
• Instruktur mempersiapkan bahan2 untuk
disampaikan dalam forum.
PEMBOBOTAN LK-1:
o
Kognitif
: 30 %
o
Afektif
: 50 %
o
Psikomotorik : 20 %
D.
PERANCANGAN
SCHEDULE BASIC TRAINING
E. MENGIDENTIFIKASI PEMATERI:
Pemateri adalah orang ahli dibidang materi yang
akan disampaikan. Pemateri adalah orang HMI.
Menginformasikan / menghubungi pemateri sebelum
dilaksanakan Basic Training.
Pemateri diberikan OUTLINE KURIKULUM MATERI
& REFERENSI yg harus disampaikan agar tdk bias
dari Topik / Tema / Tujuan Pembelajaran.
Instruktur pendamping bertanggung jawab
mengambil alih forum jika pemateri tdk hadir.
Pemateri dikonfirmasi kehadirannya sehari sebelum
mengisi forum, & pagi hari pada hari pemateri
mengisi forum (biasanya tugas Panitia).
etc.
sehari sebelum mengisi forum, & pagi hari pada hari pemateri mengisi forum (biasanya tugas Panitia). etc.
D. PEMERIKSAAN AKHIR & KOORDINASI DENGAN PESERTA: C. MATERIAL & PERALATAN LK-1: 1. MATERIAL dpt
D. PEMERIKSAAN AKHIR &
KOORDINASI DENGAN PESERTA:
C. MATERIAL & PERALATAN LK-1:
1. MATERIAL dpt berupa:
MoT (Instruktur / LPL) memeriksa kembali:
• Ketersediaan pemateri.
- HANDOUT MATERI2 LK-1 (NDP, AD / ART,
Lagu2, Tafsir Sejarah, Tafsir Tujuan, Tafsir
Mission, Tafsir Independensi, Struktur
Organisasi, Makna Lambang HMI, dll).
PERSIAPAN AKHIR
BASIC TRAINING (LK – 1)
• Ketersediaan semua material & peralatan / bahan2
training.
Source: Own Research and Other Sources
• Pengaturan tempat pelatihan.
- BUKU PEDOMAN bagi instruktur (Hasil2
Kongres, Pedoman Perkaderan, dll).
MoT ((Instruktur / LPL) melakukan Briefing tentang
TANGGUNGJAWAB, HAK & KEWAJIBAN panitia,
misalnya:
• Tdk membocorkan rahasia2 training (e.g., schedule,
kapan selesai) kpd peserta.
• Tdk terlau dekat, juga tdk terlalu jauh dengan peserta.
- FORMULIR2 Kelengkapan Training (
Absensi, Form Reaksi Harian, Grafik
Keaktifan Peserta, Form Penilaian Presentasi
Instruktur, Biodata Pemateri, Form Laporan
Kegiatan LK-1, dll).
(Untuk Materi & Formulir2, lihat LAMPIRAN)
A. MEMILIH TEMPAT PELATIHAN:
• Menghubungi pemateri.
2. BAHAN2 & PERALATAN LAINNYA, mis:
• Menjaga akhlak.
• Menyediakan konsumsi tepat waktu.
- Alat2 Tulis (Buku tulis, ballpoint, pensil,
penghapus, map, ruler, etc).
• Mengantarkan surat izin kuliah peserta (meminta KRS
sama peserta).
- Papan tulis / whiteboard.
1. LOKASI
‘Nyaman’ bagi peserta utk
mendorong kehadiran penuh
waktu.
Menjaga hak privacy penduduk di
sekitarnya.
- Spidol whiteboard (warna-warni).
• Mengatur piket (masak / konsumsi, membangunkan
sholat subuh peserta, memimpin ngaji, memimpin
senam).
- Flipchart.
- Kertas Plano.
- Papan temple & kertas metaplan.
• Melakukan pemeriksaan rutin ke kamar2 peserta
(mengecek yg tidur ketika forum sedang berlangsung).
2. UKURAN RUANG
Cukup luas untuk kerja2
kelompok, games, Sholat, dsb.
- Perekat, lem, selotip.
- Pisau, gunting, pembolong kertas.
• Mencatat peserta yg pulang tanpa izin.
- Keranjang alat2 tulis.
• Melaporkan perkembangan2 training / peserta lainnya.
- Kertas HVS.
• Tdk mengambil keputusan2 yg berkaitan dengan
training / peserta yg seharusnya diputuskan oleh MoT.
- Badge nama
- Palu sidang.
• Melakukan evaluasi harian terhadap kinerja panitia.
- OHP, LCD / Infocus.
• Dll.
- TV & Video, Tape.
3. KONDISI RUANG / TEMPAT
Memiliki penerangan yg baik.
Memiliki ventilasi yg baik.
Memiliki tingkat kebisingan yg
rendah.
Memiliki peralatan2 pendukung
(e.g., listrik, air, dll).
- Obat2an, dll.
E. SEREMONIAL PEMBUKAAN LK-1:
SUSUNAN ACARA:
- Pembukan, oleh MC.
B. MENGINFORMASIKAN
PESERTA:
- Pembacaan Ayat2 Suci.
- Menyanyikan “Hymne HMI” (peserta dimohon berdiri).
- Laporan Ketua Panitia.
- Sambutan Ketua Komisariat.
- Sambutan Dari HMI Cabang.
- Penyerahan Peserta dari Panitia kpd MoT.
- Do’a Penutup.
- Penutup, oleh MC.
- Acara diserahkan ke MoT.
Pastikan peserta baca / tau semua
informasi yg disampaikan saat
pengumuman kelulusan.
Jika ada peserta yg lulus namun tdk
hadir saat pembukaan, maka dpt
ditelpon / diberitau, untuk
memastikan dia membaca
pengumuman.
- Pengantar dari MoT.
- Break.
1. SEJARAH PERJUANGAN HMI Alokasi Waktu: 8 Jam (Standar Pedoman Perkaderan, 2000). TPU: Peserta Memahami
1. SEJARAH PERJUANGAN HMI
Alokasi Waktu: 8 Jam (Standar Pedoman Perkaderan, 2000).
TPU: Peserta Memahami Sejarah & Dinamika Perjuangan HMI
TPK: 1. Peserta dpt Menjelaskan Latar Belakang Berdirinya HMI.
2. Peserta dpt Menjelaskan Gagasan & Visi Pendiri HMI
3. Peserta dpt Mengklasifikasikan Fase2 Perjuangan HMI.
POKOK / SUBPOKOK BAHASAN:
1. Pengantar Ilmu Sejarah
1.1 Pengertian Ilmu Sejarah
1.2 Manfaat & Kegunaan Mempelajari Sejarah
2. Misi Kelahiran Islam
2.1 Masyarakat Arab pra-Islam
2.2 Periode Kenabian Muhammad
2.2.1 Fase Makkah
2.2.2 Fase Madinah
3.
Latar Belakang Berdirinya HMI
3.1 Kondisi Islam di Dunia
3.2 Kondisi Islam di Indonesia
3.3 Kondisi Perguruan Tinggi & Mahasiswa Islam
3.4 Saat Berdirinya HMI
4.
Gagasan & Visi Pendiri HMI
4.1 Sosok Lafran Pane
4.2 Gagasan Pembaharuan Pemikiran Keislaman
4.3 Gagasan & Visi Perjuangan Sosial Budaya
4.4 Komitmen ke-Islam-an dan Kebangsaan sbg Dasar Perjuangan HMI
5
Dinamika Sejarah Perjuangan HMI
5.1 Fase Perjuangan Fisik
5.2 Fase Pertumbuhan & Konsolidasi Bangsa
5.3 Fase Transisi Orde Lama & Orde Baru
5.4 Fase Pembangunan & Modernisasi bangsa
5.5 Fase Orde Reformasi
REFERENSI:
1. Agussalim Sitompul, “Sejarah Perjuangan HMI (1947-1975)”. Bina ilmu.
2. Agussalim Sitompul, “Historiografi HMI”. Tintamas. 1995.
3. Badri Yatim, “Sejarah Peradaban Islam I, II, III”. Rajawali Pers.
4. BJ Boland, “Pergumulan Islam di Indonesia”. Grafiti Pers.1985.
5. Deliar Noer, “Gerakan Modern Islam Indonesia (1902-1942)”. LP3ES.1980.
6. Hasil - Hasil Kongres.
7. M.Rusli Karim, “HMI MPO Dalam Pergumulan Politik di Indonesia”. Mizan.1997.
8. Muhammad Kamal Hasan, “Modernisasi Indonesia, Respon Cendikiawan Muslim Masa Orde Baru”. LSI.1987.
9. Muhammad Husein Haikal, “Sejarah Hidup Muhammad”. Litera Antar Nusa.
10. Moksen Idris Sirfefa et al., “Mencipta dan mengabdi”. PB HMI.1997.
11. Ramli Yusuf (ed), “50 Tahun HMI Mengabdi Republic”. LASPI. 1997.
12. Ridwan Saidi (ed), “Biografi A.Dahlan Ranuwiharjo”. LSPI.1994.
13. Said Muniruddin azZahir, “Basic Training: A Comprehensive Guide to Implement Basic Training”.
Guntomara ‘the Kingdom of Art’, Banda Aceh. 2007.
14. Sejarah Kohati.
15. Sharsono, “HMI dalam Lingkaran Politik Umat Islam”. CIIS.1997.
16. Sulastomo, “Hari-hari yang Panjang”. PT Gunung Agung. 1988.
17. Thomas W.Arnold, “Sejarah Dakwah Islam”.
18. Victor I. Tanja, “HMI, Sejarah & Kedudukannya di Tengah Gerakan Muslim Pembaharu Indonesia”. Sinar
Harapan. 1982.
19. Literatur lain yg relevan.
2. KONSTITUSI HMI: Alokasi Waktu: 10 Jam (Standar Pedoman Perkaderan, 2000). TPU: Peserta Memahami Ruang
2. KONSTITUSI HMI:
Alokasi Waktu: 10 Jam (Standar Pedoman Perkaderan, 2000).
TPU: Peserta Memahami Ruang Lingkup Konstitusi & Hubungannya
dg Pedoman Pokok Organisasi HMI lainnya.
TPK:
1. Peserta dpt Menjelaskan Ruang Lingkup Konstitusi HMI &
Hubungannya dg Pedoman Pokok Organisasi lainnya.
2. Peserta dpt Mempedomani Konstitusi HMI & Pedoman2 Pokok
Organisasi dlm Kehidupan Berorganisasi.
POKOK / SUBPOKOK BAHASAN:
1. Pengantar Ilmu Hukum
1.1 Pengertian & Fungsi Hukum
1.2 Hakekat Hukum
1.3 Pengertian Konstitusi & Arti Pentingnya dlm Organisasi
2. Ruang Lingkup Konstitusi HMI
2.1 Makna Mukaddimah AD HMI
2.2 Makna HMI sbg Organisasi yg Berasaskan Islam
2.3 AD & ART HMI
2.3.1 Masalah Keanggotaan
2.3.2 Masalah Struktur Kekuasaan
2.3.3 Masalah Struktur Kepemimpinan
3. Pedoman-Pedoman Dasar Organisasi
3.1 Pedoman Perkaderan
3.2 Pedoman Kohati
3.3 Pedoman Lembaga Kekaryaan
3.4 Pedoman Atribut HMI
3.5 GPPO dan PKN
4. Hubungan konstitusi (AD/ART) dg Pedoman2 Organisasi Lainnya
REFERENSI:
1. Chainur Arrasjid, “Dasar-Dasar Ilmu Hukum”. Sinar Grafika,
Jakarta. 2000.
2. Hasil - Hasil Kongres.
3. Mochtar Kusumaatmadja, dan B.Rief Sidharta, “Pengantar Ilmu
Hukum: Suatu Pengenalan Pertama Berlakunya Ilmu Hukum”.
Alumni, Bandung. 2000.
4. Said Muniruddin azZahir, “Basic Training: A Comprehensive
Guide to Implement Basic Training”. Guntomara ‘the Kingdom of
Art’, Banda Aceh. 2007.
5. UUD 1945 (untuk perbandingan).
6. Zainal Abidin Ahmad, “Piagam Muhammad”. Bulan Bintang. t.t.
7. Literatur lain yg relevan.
MATERI & KURIKULUM BASIC TRAINING (LK – 1) Source: Pedoman Perkaderan, 2000
MATERI & KURIKULUM
BASIC TRAINING (LK – 1)
Source: Pedoman Perkaderan, 2000

10

3. MISSION HMI: Alokasi Waktu: 8 Jam (Standar Pedoman Perkaderan, 2000). TPU: Peserta Memahami Missi
3. MISSION HMI:
Alokasi Waktu: 8 Jam (Standar Pedoman Perkaderan, 2000).
TPU: Peserta Memahami Missi HMI dan Hubungannya dg Status, Sifat, Asas, Tujuan,
Fungsi, dan Peran Organisasi HMI secara Integral.
TPK:
1. Peserta dpt Menjelaskan Fungsi & Perannya sebagai Mahasiswa.
2. Peserta dpt Menjelaskan Tafsir Tujuan HMI.
3. Peserta dpt Menjelaskan Hakekat Fungsi & Peran HMI.
4. Peserta dpt Menjelaskan Hubungan Status, Sifat, Asas, Tujuan, Fungsi, & Peran.
POKOK / SUBPOKOK BAHASAN:
1. Makna HMI sebagai Organisasi Mahasiswa
1.1 Pengertian Mahasiswa
1.2 Mahasiswa Sebagai Inti Kekuatan Perubahan
1.3 Dinamika Gerakan Mahasiswa
2. Hakekat Keberadaan HMI
2.1 Makna HMI sbg Organisasi yg Berasaskan Islam
2.2 Makna Independensi HMI
3. Tujuan HMI
3.1 Arti Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi, Bernafaskan Islam, serta Bertanggung
Jawab
3.2 Arti Masyarakat Adil Makmur yg Diridhai Allah Swt
4. Fungsi dan Peran HMI
4.1 Pengertian Fungsi HMI sbg Organisasi Kader
4.2 Pengertian Peran HMI sbg Organisasi Perjuangan
4.3 Totalitas Fungsi dan Peran sebagai Perwujudan dari Tujuan HMI
5. Hubungan Antara Status, Sifat, Asas, Tujuan, Fungsi, dan Peran HMI secara Integral
REFERENSI:
1. AD / ART HMI.
2. Ade Komaruddin dan Muchriji Fauzi (ed), “HMI Menjawab Tantangan Zaman”. PT
Gunung Kulabu. 1992.
3. Agussalim Sitompul, “Pemikiran HMI & Relevansinya dlm Pembangunan Nasional”.
Bina Ilmu. 1986.
4. Ali Syari’ati, “Ideologi Kaum Intelektual: Suatu Wawasan Islam”. Mizan. 1992.
5. Asghar Ali Engineer, “Islam dan Teologi Pembebasan”. Pustaka Pelajar. 1999.
6. BJ. Bolan, “Pergumulan Islam di Indonesia 1945-1972”. Grafiti Pers. 1985.
7. Chrisbianto Wibisono, “Pemuda dlm Dinamika Sejarah Bangsa”. Menpora. 1986.
8. Deliar Noer, “Partai Islam di Pentas Nasional”. Grafiti Pers. 1984.
9. Fachri Ali dan Bachtiar Effendi, “Merambah Jalan Baru Islam”. Mizan. 1986.
10. Francois Railon, “Politik dan Ideology Mahasiswa Indonesia”. LP3ES. 1985.
11. Jalaluddin Rakhmat, “Rekayasa Sosial: Reformasi atau Revolusi?”. Rosdakarya. 1999.
12. M.Dawam Raharjo, “Intelektual, Intelegensia, dan Prilaku Politik Bangsa”. Mizan. 1992.
13. Muhammad Kamal Hasan, “Modernisasi Indonesia”. Lingkaran Studi Indonesia. 1987.
14. M.Rusli Karim, “HMI MPO dalam Pergulatan Poltik Indonesia”. Mizan. 1997.
15. Moeslim Abdurrahman, “Islam Transformatif”. Pustaka Firdaus. 1997.
16. Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI
17. Ramli H. M. Yusuf (ed), “50 Tahun HMI Mengabdi Republik”. LASPI. 1997.
18. Ridwan Saidi, “Mahasiwa dan Lingkaran politik”. Mappusy UI. 1989.
19. Said Muniruddin azZahir, “Basic Training: A Comprehensive Guide to Implement Basic
Training”. Guntomara ‘the Kingdom of Art’, Banda Aceh. 2007.
20. Victor I. Tanja, “HMI, Sejarah dan Kedudukannya di Tengah Gerakan Muslim
Pembaharu Indonesia”. Sinar harapan. 1982.
21. Literature lain yang relevan.
4. NILAI –NILAI DASAR PERJUANGAN HMI (NDP) Alokasi Waktu: 14 Jam (Standar Pedoman Perkaderan, 2000).
4. NILAI –NILAI DASAR PERJUANGAN HMI (NDP)
Alokasi Waktu: 14 Jam (Standar Pedoman Perkaderan, 2000).
TPU: Peserta Memahami Latar Belakang Perumusan & Kedudukan NDP serta
Substansi Materi NDP secara Garis Besar Dalam Organisasi.
TPK: 1. Peserta dpt Menjelaskan Sejarah Perumusan NDP & Kedudukannya
dlm Organisasi.
2. Peserta dpt Menjelaskan Hakekat Sebuah Kehidupan.
3. Peserta dpt Menjelaskan Hakekat Kebenaran.
4. Peserta dpt Menjelaskan Hakekat Penciptaan Alam Semesta.
5. Peserta dpt Menjelaskan Hakekat Penciptaan Manusia.
6. Peserta dpt Menjelaskan Hakekat Masyarakat.
7. Peserta dpt Menjelaskan Hubungan antara Iman, Ilmu dan Amal.
POKOK / SUBPOKOK BAHASAN:
1. Sejarah Perumusan NDP & Kedudukannya dlm Organisasi HMI
1.1 Pengertian NDP
1.2 Sejarah Perumusan & Lahirnya NDP
1.3 NDP sebagai Kerangka Global Pemahaman Islam dlm Konteks
Organisasi HMI
1.4 Hubungan antara NDP & Mission HMI
1.5 Metode Pemahaman NDP
2. Garis Besar Materi NDP
2.1 Hakekat Kehidupan
2.1.1 Analisa Kebutuhan Manusia
2.1.2 Mencari Kebenaran sbg Kebutuhan Dasar Manusia
2.1.3 Islam sbg Sumber Kebenaran
2.2 Hakekat Kebenaran
2.2.1 Konsep Tauhid “Laailaaha illa Allaah”
2.2.2 Eksistensi & Sifat - Sifat Allah
2.2.3 Rukun Iman sbg Upaya Mencari Kebenaran
2.3 Hakikat Penciptaan Alam Semesta
2.3.1 Eksistensi Alam
2.3.2 Fungsi & Tujuan Penciptaan Alam
2.4 Hakekat Penciptaan Manusia
2.4.1 Eksistensi Manusia & Kedudukannya diantara Makhluk Lainnya
2.4.2 Kesetaraan & Kedudukan Manusia sbg Khalifah di Muka Bumi
2.4.3 Manusia sbg Hamba Allah
2.4.4 Fitrah Kebebasan & Tanggung Jawab Manusia
2.5 Hakekat Masyarakat
2.5.1 Perlunya Menegakkan Keadilan dlm Masyarakat
2.5.2 Hubungan Keadilan & Kemerdekaan Manusia
2.5.3 Hubungan Keadilan & Kemakmuran
2.5.4 Kepemimpinan utk Menegakkan Keadilan
2.6 Hakekat Ilmu
2.6.1 Ilmu sbg Jalan Mencari Kebenaran
2.6.2 Jenis – Jenis Ilmu
3. Hubungan antara Iman, Ilmu dan Amal
REFERENSI (Bersambung ………………………………………………………… )

11

4. NILAI – NILAI DASAR PERJUANGAN HMI (NDP) REFERENSI (Sambungan
4. NILAI – NILAI DASAR PERJUANGAN HMI (NDP)
REFERENSI (Sambungan ………………………………………………………… )
1.
alQur’an dan Terjemahannya, Departemen Agama.
2.
A. Syafi’I Ma’arif, “Islam dan Masalah Kenegaraan”. LP3ES. 1985.
3.
Abdul Aziz A. Sachedina, “Kepemimpinan dlm Islam, Perspektif Syi’ah”.
Mizan. 1991.
4.
Alija Ali Izetbegovic, “Membangun Jalan tengah”. Mizan. 1992.
5.
Ali Syari’ati, “Ideologi Kaum Intelektual: Suatu Wawasan Islam”, Mizan.
1992.
6.
,
“Tugas Cendekiawan Muslim”. Srigunting. 1995.
7.
Alvin Toffler, “Gelombang Ketiga”. PT Pantja Simpati. 1989.
8.
, “Kejutan Masa Depan”. PT Pantja Simpati. 1989.
9.
, “Pergeseran Kekuasaan”. PT Pantja Simpati. 1992.
10.
Asghar Ali Engineer, “Islam dan Teologi Pembebasan”. Pustaka Pelajar.
1999.
11.
Asghar Ali Engineer, “Islam dan Pembebasan”. LKIS. 1993.
12.
Aswab Mahasin et al. (ed), “Ruh Islam dlm Budaya Bangsa”. Yayasan
Festifal Istiqlal. 1996.
13.
Budi Munawar Rahman (ed), “Konstektualisasi Doktrin Islam dlm Sejarah”.
Paramadina. 1995.
14.
Donald Eugene Smith, “Agama dan Modernitas Politik”. Rajawali Pers.
1985.
15.
Fazlur Rahman, “Membuka Pintu Ijtihad”. Pustaka Salman. 1984.
16.
,
“Islam Modernitas: Tentang Transformasi Intelektual”.
Pustaka. 1985.
17.
,
“Islam”. Binarupa Aksara. 1987.
18.
,
“Tema-tema Pokok alQur’an”. Pustaka. 1985.
19.
Hasan Hanafi, “Agama, Ideologi dan Pembangunan”. P3M. 1992.
20.
Hasan Hanafi, “Kiri Islam”. Lkis. 1995.
21.
Jalaluddin Rakhmat, “Islam Alternatif”. Mizan. 1987.
22.
Kuntowijoyo, “Identitas Politik Umat Islam Indonesia”. Mizan. 1995.
23.
M. Dawam Raharjo, “Ensiklopedia alQur’an”. Paramadina. 1996.
24.
Masdar F. Mas’udi, “Agama Keadilan: Risalah Zakat (Pajak) dlm Islam”.
P3M. 1993.
25.
Marchel A. Boisard, “Humanisme dlm Islam”. Bulan Bintang. 1982.
26.
Nabil Subhi ath-Thawil, “Kemiskinan & Keterbelakangan di Negara-Negara
Muslim”. Mizan. 1982.
27.
Nilai – Nilai Dasar Perjuangan – NDP (Referensi Pokok).
28.
Nurcholish Madjid, “Islam, Doktrin dan Peradaban”. Paramadina. 1995.
29.
, “Islam Agama Peradaban”. Paramadina. 1995.
30.
, “Islam Agama Kemanusiaan”. Paramadina. 1995.
31.
, “Masyarakat Religius”. Paramadina. 1997.
32. Said Muniruddin azZahir, “Basic Training: A Comprehensive Guide to Implement
Basic Training”. Guntomara ‘the Kingdom of Art’, Banda Aceh. 2007.
33. Syafi’i Ma’arif, “Islam dan Masalah Kenegaraan”. LP3ES. 1985.
34. Taufik Adnan Amal, “Islam & Tantangan Modernitas: Studi Atas Pemikiran
Hukum Fazlur Rahman”, Mizan. 1989.
35. Yustiono et al. (ed), “Ruh Islam dlm Budaya Bangsa”. Yayasan festifal
Istiqlal. 1993.
36. Ziauddin Sardar, “Rekayasa Masa Depan Peradaban Islam”. Mizan. 1986.
37. Literatur lain yang relevan.
5. KEPEMIMPINAN, MANAJEMEN & ORGANISASI: Alokasi Waktu: 8 Jam (Standar Pedoman Perkaderan, 2000). TPU: Peserta
5. KEPEMIMPINAN, MANAJEMEN & ORGANISASI:
Alokasi Waktu: 8 Jam (Standar Pedoman Perkaderan, 2000).
TPU: Peserta Memahami Pengertian, Dasar-Dasar, Sifat & Fungsi Kepemimpinan,
Manajemen, dan Organisasi.
TPK:
1. Peserta mampu Menjelaskan Pengertian, Dasar-Dasar, Sifat & Fungsi Kepemimpinan.
2. Peserta mampu Menjelaskan Pentingnya Fungsi Kepemimpinan, Manajemen & Org.
3. Peserta dpt Menjelaskan & Mengapresiasikan Kharakteristik Kepemimpinan dlm Islam.
POKOK / SUBPOKOK BAHASAN:
1. Pengertian, Tujuan dan Fungsi Kepemimpinan, Manajemen dan Organisasi.
2. Kharakteristik Kepemimpinan
2.1 Sifat - Sifat Rasul sebagai Etos Kepemimpinan
2.2 Tipe - Tipe Kepemimpinan
2.3 Dasar - Dasar Manajemen
2.4 Unsur Manusia dlm Manajemen
2.5 Model - Model Manajemen
3. Organisasi sebagai Alat Perjuangan
3.1 Teori - Teori Organisasi
3.2 Bentuk - Bentuk Organisasi
3.3 Struktur Organisasi
4. Hubungan antara Kepemimpinan, Manajemen dan Organisasi.
REFERENSI:
1.
Alfian, “Pemikiran dan Perubahan Politik di Indonesia”. Gramedia. 1996.
2.
Alvin Toffler, “Gelombang Ketiga”. PT Pantja Simpati. 1989.
3.
, “Kejutan Masa Depan”. PT Pantja Simpati. 1989.
4.
, “Pergeseran Kekuasaan”. PT Pantja Simpati. 1992.
5.
Amin Wijaya T, “Manajemen Strategik”. PT Gramedia. 1996.
6.
Buchari Zainun, “Manajemen dan Motivasi”. Balai Aksara. 1981.
7.
Charles J. Keating, “Kepemimpinan dlm Manajemen”. Rajawali Pers. 1995.
8.
,”
Kepemimpinan: Teori dan Pengembangannya”. Kanisius. 1997.
9.
Chrisbianto Wibisono, “Pemuda dlm Dinamika Sejarah Bangsa”. Menpora. 1986.
th
10.
Cole G. A., “Management: Theory and Practice (5
Ed.)”. Ashfor Colour Press Ltd,
London. 1996.
11.
S.B Hari Lubis dan Martani Hoesaini, “Teori Organisasi: Suatu Pendekatan Macro”.
UI. 1987.
12.
James L. Gibson, “Organisasi dan Manajemen”. Erlangga. 1986.
13.
J. Salusu, “Pengembangan Keputusan Strategik”. Gramedia. 1986.
14.
Marbun (ed), “Manajemen dan Kewirausahaan Jepang”. PPM. 1986.
15.
Miftah Toha, “Kepemimpinan dan Manajemen”. Rajawali Pers. 1995.
16.
Nilai Dasar Perjuangan HMI (NDP).
17.
Prajudi Atmosudiro, “Pengambilan Keputusan”. Ghalia Indonesia. 1987.
18.
Richard M. Steers, “Efektifitas organisasi (Seri Manajemen)”. Erlangga. 1985.
19.
Said Muniruddin azZahir, “Basic Training: A Comprehensive Guide to Implement Basic
Training”. Guntomara ‘the Kingdom of Art’, Banda Aceh. 2007.
20.
Winardi, “Kepemimpinan Manajemen”. Rineke Cipta. 1990.
21.
Referensi lain yang relevan.
A. TUJUAN: MONITORING & EVALUASI (M&E) BASIC TRAINING “Proses pengumpulan informasi utk menentukan tingkat
A.
TUJUAN:
MONITORING & EVALUASI (M&E)
BASIC TRAINING
“Proses pengumpulan informasi utk menentukan tingkat kemajuan /
keberhasilan dlm melaksanakan Basic Training sesuai dg tujuan / target
/ hasil yg direncanakan, sekaligus sbg bahan pengembangan kinerja”.
MONITORING:
o
Pengendalian kegiatan & pencapaian hasil2 tertentu.
o
Pengumpulan data yg berkesinambungan, terus-menerus.
B. ALAT-ALAT
MONITORING & EVALUASI (M & E)
o
Data dari hasil monitoring menjadi bahan masukan utk evaluasi.
EVALUASI:
(untuk contoh lihat LAMPIRAN)
o
Pengkajian kemajuan ke arah pencapaian tujuan dari kegiatan2.
o
Pengumpulan data secara interval berkala.
ALAT-ALAT M & E FUNGSI DIISI OLEH DIGUNAKAN SAAT 1. Seleksi Peserta. 1. FORMULIR PENDAFTARAN
ALAT-ALAT M & E
FUNGSI
DIISI OLEH
DIGUNAKAN SAAT
1. Seleksi Peserta.
1. FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA
(Lihat Lampiran, Hal. 45)
2. Alat TNA.
Peserta.
Pendaftaran.
3. Baseline data tentang background peserta.
2. LEMBARAN PENILAIAN SCREENING-TEST
(Lihat Lampiran, Hal. 48)
1. Seleksi / alat ukur kemampuan Peserta.
Instruktur.
Screening-test
2. Alat TNA.
3. KARTU KENDALI SCREENING-TEST
(Lihat Lampiran, Hal. 47)
Checklist utk materi2 yg sdh di screening.
Instruktur (td.tangan).
Screening-test.
4. ABSENSI HARIAN BASIC TRAINING
(Lihat Lampiran, Hal. 53)
Memeriksa kehadiran dan kedisiplinan peserta
Instruktur
Masuk dan Keluar Forum
5. FORMULIR RESPON HARIAN PESERTA
(Lihat Lampiran, Hal. 58)
Menilai tingkat kepuasan peserta setiap hari.
Peserta.
Akhir sesi setiap sore hari
1. Mencatat perkembangan harian forum.
6. BUKU CATATAN HARIAN
Instruktur.
Forum sedang berjalan.
2. Alat komunikasi instruktur di dlm forum.
7. GRAFIK KEAKTIFAN PESERTA
(Lihat Lampiran, Hal. 56)
1. Mencatat frekuensi / kuantitas bicara peserta.
Instruktur.
Forum sedang berjalan.
2. Alat pemerataan kesempatan bicara peserta.
8. INDIVIDUAL COUNSELING
Mengukur tingkat pemahaman individual
peserta tertentu / semuanya.
(Instruktur /
informal interview).
LK-1 sdg berlangsung (pd
peserta yg aneh, unik,
pendiam, butuh treatment)
9. EVALUASI AKHIR (POST TEST)
Menilai tingkat pemahaman peserta secara
keseluruhan.
Peserta.
Hari terakhir LK-1.
1. Dokumentasi peserta yg lulus.
10. LAPORAN KEGIATAN BASIC TRAINING
(Lihat Lampiran, Hal. 59)
2. Overview tentang Follow Up yg akan dibuat.
MoT.
Hari terakhir LK-1.
3. Deskripsi Umum tentang Basic Training.
4. Deskripsi keaktifan Instruktur.
1. Mencatat perkembangan forum di setiap sesi.
11. PLANO KOMUNIKASI INSTRUKTUR
.: Ditempel di Ruang Instruktur. :.
2. Informasi bagi instruktur yg akan bertugas.
3. Rekomendasi utk instruktur lainnya.
Setiap instruktur yg
bertugas.
Selesai mengelola satu
sesi forum.
4. Bahan analisa perkembangan Forum bg MoT.
SOURCE: HMI tradition, personal experience and other sources.
C. PELATIHAN- D. AKTIFITAS-AKTIFITAS: D. FOLLOW - UP: PELATIHAN: “Pendalaman materi-materi Basic Training”, utk
C.
PELATIHAN-
D.
AKTIFITAS-AKTIFITAS:
D. FOLLOW - UP:
PELATIHAN:
“Pendalaman materi-materi Basic Training”,
utk lebih mengoptimalkan:
1. AKTIFITAS ORGANISASIONAL
“Aktifitas yg bersifat organisasi yg dilakukan dlm lingkup
tugas organisasi”.
a. Pendalaman.
o
Intern (dlm lingkup tugas HMI)
b. Pengayaan.
o
Extern (dlm lingkup tugas oganisasi di luar HMI).
c. Perbaikan (remedial).
d. Peningkatan.
e. Aplikasi.
ADALAH: “Training-training
jangka pendek yg bertujuan
untuk membentuk &
mengembangkan
profesionalisme kader
sesuai dg latar belakang
disiplin ilmu masing-
masing”
2. AKTIFITAS KELOMPOK
“Aktifitas yg dilakukan dlm suatu kelompok yg tdk memiliki
hubungan structural dengan organisasi formal tertentu”
Sehingga Target LK-1 lebih tercapai:
o
o
Mengembangkan wawasan & Kesadaran
Keislaman.
Intern (dlm lingkup organisasi HMI yg tdk memiliki
hubungan structural / informal)
o
o
Meningkatkan prestasi akademik.
Extern (diluar lingkup organisasi & tdk memiliki
hubungan dg organisasi formal manapun)
o
Menumbuhkan semangat militansi kader.
o
Menumbuhkan semangat ber HMI.
o
Meningkatkan kualitas berorganisasi.
3. AKTIFITAS PERORANGAN
“Dilakukan oleh kader secara perorangan”.
o
Intern (dilakukan secara perorangan utk menyahuti tugas
& kegiatan organisasi HMI).
o
Extern (dilakukan secara perorangan diluar tuntutan
tugas & kegiatan organisasi HMI).
PROGRAM PENGEMBANGAN KADER Pasca LK-1
(CADRE DEVELOPMENT PROGRAMS / CDP)
Contoh:
- Kelompok Penkajian alQur’an.
“Kelanjutan / Kelengkapan Latihan dlm Keseluruhan Proses Perkaderan”
- Kelompok Belajar.
Extracted from: Pedoman Perkaderan, 2000.
- Kelompok Diskusi.
- Kekaryaan / Keorganisasian.
- Bakti Sosial.
E. PENGABDIAN KADER:
B. UP - GRADING:
ADALAH: “Media perkaderan yg menitik beratkan pada
pengembangan nalar, minat & kemapuan peserta pada
bidang tertentu yg bersifat praktis, sebagai kelanjutan
dari perkaderan yg dikemabangkan melaui LK-1”.
JALUR-JALUR PENGABDIAN:
• Jalur Akademis (pendidikan, penelitian & pengembangan).
• Jalur Dunia Profesi (akuntan, dokter, konsultan, pengacara, jurnalis, dll)
• Jalur Birokrasi Pemerintahan.
• Jalur Dunia Usaha (koperasi, BUMN, wirausaha, dll).
- Keprotokuleran
• Jalur Sosial Politik.
- NDP
• Jalur TNI / Kepolisian.
- Konstitusi
• Jalur Sosial Kemasyarakatan.
- Kepengurusan
• Jalur LSM.
- Kesekretariatan
• Jalur Kepemudaan.
- Kebendaharaan
• Jalur Olah Raga & Seni Budaya.
- Kepanitiaan
• Jalur Dakwah Keagamaan.
- Muatan2Lokal lainnya.
• Dsb.
Alur & Metodologi Basic Training (LK – 1) • Alur Materi Basic Training • Alur
Alur & Metodologi Basic Training (LK – 1)
Alur & Metodologi
Basic Training (LK – 1)
• Alur Materi Basic Training • Alur Pembukaan Basic Training (Model Baru & Lama) •
• Alur Materi Basic Training
• Alur Pembukaan Basic Training (Model Baru & Lama)
• Alur Penutupan Basic Training (Model Baru & Lama)
• Metodologi Basic Training
• Kontrak Belajar
• Teks Bai’at

ALUR MATERI BASIC TRAINING (LK-1) “Pendekatan Islam & NDP sebagai ruh dalam Grand Sistem HMI”

ISLAM Landasan 1 UNIVERSAL Teologis Training dimulai dari pembahasan makna “Islam” yang paling elementer, serta
ISLAM
Landasan
1 UNIVERSAL
Teologis
Training dimulai dari pembahasan makna “Islam” yang paling elementer, serta
pemahaman doktrin-doktrin alQur’an tentang universalitas Islam.
2 SIRAH
Mengkaji Muhammad sbg rasul terakhir yang menyampaikan Islam,
visi & misi perjuangannya, serta sebagai role model yang sempurna
NABAWIYAH
3 SEJARAH HMI
Menelaah Sejarah Kelahiran dan Perjuangan HMI sebagai kelanjutan
perwujudan visi Islam & tugas kenabian dalam konteks Indonesia
Landasan
4 NDP HMI
Ideologis
Memahami NDP sebagai ideologi khas HMI, yang merupakan rumusan dari nilai-
nilai pokok Islam Universal dalam Quran & Hadist
Landasan
5 MISSION HMI
Filosofis
Menjabarkan aplikasi NDP dalam bentuk tugas atau misi, dalam konteks ke-Islam-
an dan ke-Indonesia-an, yang diemban kader HMI
KEPEMIMPINAN,
6 MANAJEMEN &
ORGANISASI
(KMO)
Institusionalisasi NDP dalam model kepemimpinan, manajemen &
organisasi yg efektif dan efisien dalam mewujudkan Misi HMI
Landasan
Sosiologis
7 KONSTITUSI HMI
Menelaah model organisasi HMI, aturan-aturan dasar, dan pedoman-
pedoman yang menjadi acuan gerakan dalam pencapaian visi dan
misi dalam format dan sistem organisasi yang rapi dan teratur
Cita-Cita
8 TUJUAN HMI
HMI
Pembahasan secara mendalam tentang model manusia & masyarakat yang menjadi
tujuan dari keseluruhan program, kegiatan & aktifitas perjuangan HMI, serta
relevansinya dg figur Muhammad serta masyarakat ideal yang menjadi cita-citanya

“ALUR PEMBUKAAN LK1: MODEL ALTERNATIF”

 

ALUR

PROSES & METODA

ALAT/MEDIA

PJ.

A. PRA PEMBUKAAN SIDANG

     

1. Pembagian Badge nama

Instruktur membagi badge nama kepada peserta

 

instruktur

2. Salam

“assalamu’alaikum wr.wb”

MoT

3. Muqaddimah

Pujipujian dan shalawat

 

MoT

4. Alfatihah

Membaca alFatihah, disedekahkan kp d Nabi, Ahlul Bait, Sahabat, ulama, orang tua, saudara, pejuang HMI & muslim sedunia

 

MoT

5. Istighfar

Peserta beristighfar 9x ( astagfir ullaahal’adhim), seraya memohon keampunan

MoT

6. Dzikir

Dilanjutkan dengan berdzikir ( Laailaahaillallaah ) sambil memegang dada, merasakan getaran getaran Tauhid

 

MoT

7. Baca alQur’an

Pembacaan alQur’an (al’A raf: 175179). Peserta memejamkan mata, menghayati makna

alQur’an

Panitia

8. Saritilawah

Pembacaan arti surah al’Ara f: 175 179.

alQur’an

Panitia

9. Sujud & Tasbih

Semua peserta bersujud dan bertasbih dalam hati

 

MoT

10.

Azan

Salah satu peserta mengumandangkan adzan ketika semua peserta masih dalam keadaan sujud

 

MoT

11.

Shalawat

Setelah selesai Azan semua peserta berdiri dan bershalawat kepada Nabi

 

B. PEMBUKAAN SIDANG

     

TRAINING

   

1. MoT Membuka training

 

Palu sidang

MoT

2. “Welcome note”

Ucapan selamat datang kepada para peser ta sebagai orangorang terpilih dan calon pejuang, Kader HMI

 

MoT

C. PERKENALAN PESERTA

Metodenya terserah instruktur, salah satunya adalah:

Crayon, plano,

MoT

a. Peserta menggambar wajah / diri sendiri & Asosiasi diri dengan objek/benda

lakban, spidol

b. Kekuatan & kelemahan di ri

c. Keadaan diri sekarang

d. Citacita yang belum terwujud

e. Tujuan hidup

f. Slogan diri

D. PELURUSAN MOTIVASI

Metodenya terserah instruktur, misalnya:

Metaplan,

MoT

a. Setiap peserta menuli skan dua motivasi mengikuti LK1

spidol, plano,

b. Menyusun berbagai jenis motivasi itu ke dalam format “hidup dibawah garis (motivasi negative), hidup diatas garis (motivasi positif), dan netral”

lakban

E. KONTRAK BELAJAR

Metodenya terserah instruktur, contohnya:

Plano, spidol,

MoT

a. Peserta dibagi kedalam tiga kelompok (i.e. metode suarasuara: ayam kambing harimau, dll)

lakban

b. Menyusun apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam forum

c. Kesepakatan untuk mengikuti aturan aturan

F. PEMILIHAN PEMIMPIN & TUGASNYA

Metodenya terserah instruktur, contohnya:

Plano, kertas

MoT

Pemilihan petugas: KPU (panitia pendaftaran), Panwaslu (pengawas), Pengajuan calon, Kampanye, Pemilihan, Pelantikan b. Penjelasan tugas –tugas pemimpin

a.

HVS, lakban

G. HARAPAN HARAPAN PESERTA

Metodenya beragam, contohnya: setiap kelompok menuliskan harapan harapan mendasar mengikuti LK 1

Metaplan

MoT

H. ORIENTASI MoT

a. Gambaran umum tentang Training LK 1: Tujuan pelaksanaan LK 1 dan kai tannya dengan Tujuan HMI, profil ideal seorang manusia/kader, dan tugas kekhalifahan

 

MoT

b. Materimateri, metode, & media training LK 1

c. Mazhab Training (cinta, keterbukaan, kekompakan, dan kesuksesan)

d. Evaluasi Training LK 1 (aspek penilaian, bobot dan kriteria kelulusan)

e. Harapan team pengelolan training (team MoT dan Panitia) terhadap peserta

Note: Alokasi waktu keseluruhan untuk pembukaan training adalah pukul 20.30 – 01.00

“ALUR PEMBUKAAN LK1: MODEL LAMA”

ALUR

PROSES & METODA

ALAT/MEDIA

PJ.

A. PRA PEMBUKAAN SIDANG

     

1. Pembagian Badge Nama

Instruktur membagi badge nama peser ta untuk digantungkan di leher/dada masingmasing

Badge nama

instruktur

2. Pelurusan Motivasi

Tanya jawab alasan, motivasi, tujuan atau mengapa ingin masuk HMI, serta mengkritisi atau menyalahkan semua alasan yang dikemukakan peserta

 

instruktur

3. Dinamika Sistem (DS)

DS singkatan dari "Dinamika Sistem". Apa saja aktifitas dan rekayasa training yang bisa membuat suasana yang kaku, stati s, bodoh dan jumud menjadi dinami s, aktif, tercerahkan, dan tersadarkan adalah DS. Caranya macam macam:

 

instruktur

Instruktur mengangkat topik diskusi yang kontroversial kemudian jawaban jawaban peserta didebat, disalahkan, dikritisi dengan logika dan argumen instruktur. Tujuan : merangsang peserta berfikir logis, rasional, dan argumentatif. Gaya diskusi Sokrates ini sangat intelek, karena peserta ditantang secara rasional dengan menggugat keyakinan pribadi mereka yang kadangkala masih bersifat dogmati s. Topiktopik panas seperti "Tuhan lebih dari 1", "Jilbab tidak wajib" dsb, adalah sekian dari banyak tema yang cukup memancing emosi peserta untuk kemudian semua terlibat aktif berbicara. Ketika semua sudah aktif berbicara, tidak ada lagi yang mengantuk atau diam, berar ti suasana atau sistem trainingnya sudah dinamis. Dengan demikian, mereka akan lebih siap dan berani untuk berbicara dalam sesisesi trai ning selanjutnya.

Instruktur marahmarah mencari salah peserta. Tujuan : membangun mental dan peser ta sadar akan kesalahannya. Cara ini sering dikrit ik karena dianggap kurang manusiawi.

4. Pendinginan

Usaha untuk mendinginkan atau mencairkan suasana setelah semua peserta menjadi tegang,malu, bahkan ketakutan karena tidak mampu menjawab pertanyaanpertanyaan kritis dari instruktur DS. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kembali semangat peserta. Ini dilakukan dengan metoda tanya jawab yang bersifat menggali semua perasaan tentang apa yang baru saja dialami oleh peserta (gaya psikiater), ser ta memberi arahan bagaimana seharusnya ke depan.

 

instruktur

5. Kontrak Belajar

Peserta menyusun kesepakatan, aturan aturan yang harus ditaati selama training (metodenya beragam, biasanya metode diskusi).

Spidol, plano,

instruktur

lakban

6. Pemilihan Ketua Kelas

Peserta memilih pemimpin atau ketua kelas untuk menjaga aturan yang disepakati berjalan dengan baik (metodenya beragam, diserahkan kepada peserta).

Spidol, plano,

instruktur

lakban

B. PEMBUKAAN SIDANG SIDANG TRAINING & ORIENTASI MoT

     

1. Welcome note

Ucapan selamat datang kepada para peserta, apresiasi sebagai caloncalon pejuang

 

MoT

2. MoT membuka SidangSidang Training

Ketukan palu 3x, MoT membuka sidangsidang training

Palu Sidang

MoT

3. Orientasi awal MoT

a. Gambaran umum tentang Training LK1: Tujuan pelaksanaan LK1 dan kaitannya dengan Tujuan HMI, profil ideal seorang manusia/kader, dan tugas kekhalifahan

 

MoT

b. Materimateri, metode, & media training LK 1

c. Mazhab Training (cinta, keterbukaan, kekompakan, dan kesuksesan)

d. Evaluasi Training LK 1 (aspek penilaian, bobot dan kriteria kelulusan)

e. Harapan team pengelolan training (team MoT dan Panitia) terhadap peser ta

4. Penugasan

Peserta ditugaskan membuat resume pengalaman hari1 dan dikumpulkan pada awal sesi pagi hari.

Kertas

MoT

HVS/kertas

buram

Note: Alokasi waktu keseluruhan untuk pembukaan training adalah pukul 08.30 – 01.00 WIB

“ALUR PENUTUPAN LK1: MODEL ALTERNATIF”

ALUR

PROSES & METODA

ALAT/MEDIA

PJ.

1. PRAPENUTUPAN

     

1. Evaluasi LK1 (Post Test)

Peserta menjawab sejumlah soal yang telah disiapkan oleh team Instruktur tentang materimateri yang telah didapatkan

Kertas HVS

Instruktu

r

2. Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Peserta dibagi dalam beberapa kelompok (i.e., 3 kelompok) dan mendiskusikan/ mempresentasikan:

Plano, spidol, lakban

Instruktu

1. Apa saja hal yang akan/harus dilakukan untuk membina atau mengembangkan diri setelah LK 1?

r

 

2. Apa saja hal yang akan/harus dilakukan untuk terus aktif di HMI?

3. Bagaimana cara membangun kekompakan dan koneksi (shilaturrahmi) yang berkelanjutan antar sesama peserta LK 1, dengan senior dan alumni?

2. Evaluasi Ketercapaian Tujuan dan Target LK1 & ORIENTASI AKHIR MoT

MoT mengulas kembali tujuan dan target LK1 dan kaitannya dengan perwujudan “profil ideal kader”. Kemudian mengevaluasi tingkat ketercapaian selama training serta harapan dimasa depan.

Dokumentasi “profil

MoT

ideal instruktur”

 

(Plano)

3. PENUTUPAN (inHouse)

     

1. Persiapan

Peserta diminta untuk menuliskan sifat sifat negative dan positif masing masing pribadi di dua lembar metaplan berbeda, serta mengklip 2 lembar uang Rp 1000 di metaplan yang berbeda.

Metaplan, spidol, dua lembar uang Rp 1000 / peserta, klip

MoT

2. Wudhu’

Semua peserta diminta berwudhu. Ditengah ruangan ditempatkan bendera HMI, satu drum air.

Bendera HMI, satu drum “Air Ruh Perkaderan”

MoT

3. Baca Yasin

Bersamasama alFatihah & Yasin. “Salaamun Qaulam mirrabbir Rahiim” diulang ulang 9x, serta menghembuskannya 3x ke “Air Ruh Perkaderan”.

alQur’an per peserta

MoT

4. PENUTUPAN (Outbound)

     

Persiapan

“Air ruh perkaderan” dibawa ke lapangan. Metaplan sifatsifat diri diletakkan disamping air tsb. Peserta diminta berbaris membentuk shaf.

 

MoT

Pelurusan Niat dan Doa: alFatihah, alFalaq, anNas, ayat Qursiy

Pelurusan niat. Mengirim kembali doa kepada Rasulullah, ahlul bayt suci, sahabat, ambiya, ulama, pendiri dan penerus HMI, orang tua, sahabat, dan kaum muslim.

 

MoT

Pembacaan Ayat Suci

Pengajian dan Saritilawah – anNur: 34 40 (oleh Panitia). Peserta melakukan kontemplasi.

Qur’an, lilin

Panitia

5. SIMULASI KEIMANAN & KEISLAMAN

     

1. SYAHADAH

Tarian sufistik “Rumi” (Laailaahaillallah Muhammadarrasulullah ‘alaihi shalatullah)

 

MoT &

Sujud (dipenghujung tarian Rumi)

CoMoT

Azan (oleh panitia, ketika peserta sedang sujud)

2. SHALAT

Peserta melakukan shalat cinta 2 raka’at. Kemudian melakukan simulasi dan penjelasan shalat:

Plano (sebagai

MoT

Berdiri tegak lurus (“tauhid”, “komitmen”)

sajadah)

Ruku’ (“visi keummatan”, “melihat kaum tertindas”)

 

Sujud (“penghambaan diri”, membunuh ego”)

   

Duduk antara dua sujud (“refleksi diri: kelebihan kekurangan”)

Tahyat akhir (menjadikan Muhammad, keluarga beliau & Ibrahim sebagai role model)

Salam (“melihat kembali keadaan masyarakat”, menebar kasih sayang)

3. PUAS A

Semua plano bekas sajadah dikumpulkan lalu dibakar, diikuti:

Korek, metaplan, uang kertas, plano bekas, 7 buah batu kecil, korek api

MoT

Pembakaran metaplan berisikan sifat negative, diikuti teriakan “Allaahu Akbar”.

Pembakaran dosa dosa dan tuhan tuhan palsu (satu lembar uang Rp 1000), diikuti teriakan “Allaahu Akbar”.

Peserta melemparkan sisa api yang membakar metaplan dosa dengan 7 buah batu kecil sambil meneriakkan “Allaahu Akbar”.

 

4. ZAKAT

Peserta memasukkan uang ke dalam kotak infaq/ sedekah

Uang, kotak

MoT

5. HAJI

Kontemplasi: membayangkan warna, kesuksesan, bertemu dengan Allah

 

MoT

Peserta berjalan mengelilingi Ka’bah (Air Ruh HMI dan Bendera HMI) sambil meneriakkan “labbaikallaahumma labbaik”.

6. JIHAD

Peserta mengumandangkan takbir perjuangan, komitmen perlawanan tanpa henti.

 

MoT

6. PEMBAI’ATAN

     

A. Shalawat

Peserta berdiri melingkar dan membaca Shalawat Badar

   

B. Pem”berkatan”

Peserta maju satu persatu ke depan MoT, dan berjongkok di tanah

Bendera HMI, “Air Ruh Perkaderan”, kain ikat kepala bertuliskan “Allaahu Akbar”

MoT &

Tangan kiri peserta memegang bendera HMI, tangan kanan mengusap “air ruh perkaderan” ke wajah

CoMoT

Co MoT mengikat kain putih bertuliskan “Allaahu Akbar” ke kepala peserta

C. Kesankesan peserta

Peserta diminta menyampaikan kesan kesan selama training

 

Peserta

D. Pembai’atan

MoT membai’at peserta

 

MoT

E. Penutupan sidang

MoT menutup sidang sidang training

Palu sidang

MoT

sidang training

F. Salam salaman

Team MoT, instruktur dan diikuti panitia menyalami kader kader baru HMI

   

7. SEREMONIAL PENUTUPAN TRAINING (inHouse)

1. Pembukaan oleh MC (Panitia)

 

Panitia

2. Pembacaan ayat suci alQuran

 

3. Hymne HMI

4. Laporan Panitia

5. Sambutan Ketua Umum Komisariat

6. Sambutan Ketua umum HMI Cabang

7. Pembacaan SK Kelulusan Peserta oleh Co MoT

8. Penyerahan peserta dari MoT ke HMI Cabang

9. Do’a penutup

8. Perkenalan Instruktur

Seluruh instruktur memperkenalkan diri kepada para peserta di moderator oleh MoT

 

MoT

Note: Alokasi waktu keseluruhan untuk penutupan training adalah pukul 23.00 – 04.00 WIB

“ALUR PENUTUPAN LK1: MODEL LAMA”

   

ALUR

 

PROSES & METODA

 

ALAT/MEDIA

PJ.

1. PRA PENUTUPAN

     

1. Evaluasi LK1

Peserta menjawab sejumlah soal yang telah disiapkan oleh team Instruktur tentang materimateri yang telah didapatkan.

Kertas HVS/kertas

instruktur

(PostTest)

buram

2. Perkenalan Peserta

Metode perkenalan peserta disesuaikan, diarahkan suasana segembira mungkin.

 

instruktur

3. Dinamika Sistem (DS)

Intruktur ‘marahmarah’ atas tingkat keberhasilan peserta selama training, misalnya: ketidakmampuan menjawab soalsoal post test, suasana ria selama perkenalan, dsb. Tujuan: untuk mengingatkan ketidaksempurnaan peserta dan bahaya jika terus dalam kebodohan, kelalaian dan kegembiraan berlebihan, dsb.

Kertas hasil posttest, palu, dll.

instruktur

4. Pendinginan

Instruktur lainnya masuk mendinginkan suasana dan menetralisir ketegangan dengan menggali perasaan semua peserta atas apa yang baru dialami. Serta memberi motivasi baru untuk terus menjadi lebih baik, serta marah marah instruktur sebelumnya harus dipahami dalam konteks kebaikan, perhatian dan harapan kepada calon kader kader baru.

 

instruktur

2. ORIENTASI AKHIR MoT

MoT mengulas kembali tujuan dan target LK1 dan kaitannya dengan perwujudan “profil ideal kader” dan tugas kekhalifahan. Kemudian mengevaluasi tingkat ketercapaian selama training serta harapan dimasa depan.

 

MoT

3. PROSESI PENUTUPAN (inHouse)

     

1. Break & Wudhu’

Semua peserta diminta berwudhu

   

MoT

2. LaguLagu HMI

Peserta berdiri, berpegangan tangan, menyanyikan semua lagu lagu HMI yang telah diajarkan sampai lancar tanpa melihat teks.

 

instruktur

3. Shalawat Badar

Dipimpin instruktur, peserta membaca Shalawat Badar beberapa kali sampai suasana jadi tenang dan teduh.

 

instruktur

4. (… mati lampu…)

Diakhir Shalawat Badar lampu di arena/ruangan training dimatikan. Beberapa panitia ditempatkan di ruangan untuk mengantisipasi kesurupan.

   

5. Istighfar & Dzikir

Dilanjutkan dengan istigfar dan dzikir secukupnya.

   

MoT

6. Pembacaan Ayat Suci

Panitia membaca surah al’Araf: 175 179. Pembacaan alQuran dilakukan diluar ruangan training, diupayakan suaranya terdengar dalam ruangan dengan baik namun tidak terlalu keras.

alQur’an dan lilin

Panitia

7. Saritilawah

Dilanjutkan dengan saritilawah oleh panitia/petugas yang telah dipersiapkan lainnya. Sama halnya dengan pembacaan alQuran, ini juga dilakukan diluar ruangan training, diupayakan suaranya terdengar dalam ruangan dengan baik namun tidak terlalu keras.

alQur’an dan lilin

Panitia

8. Adzan

Panitia mengumandangkan adzan dari luar ruangan dengan posisi berpindah pindah, dan jaraknya juga berubah ubah.

 

Panitia

9. KesanKesan Peserta

Dimoderatori oleh instruktur, salah satu peserta yang telah dipersiapkan sebelumnya dipersilakan menyampaikan kesankesan selama training.

 

Peserta

10. PesanPesan MoT

Dimoderatori oleh instruktur, MoT menyampaikan pesan pesan terkahir kepada peserta. Isi Pesan:

 

MoT

-

Penyadaran diri dari kesalahan & dosa2.

 

- Mengingat Kematian.

   

- Permohonan Taubat utk kembali ke Jalan Nya.

- Dorongan menjalankan kembali ajaran2 Islam.

- Tanggungjawab diri terhadap Orang Tua.

- Mendorong utk berprilaku baik (Akhlaqul Karimah).

- Penguatan Motivasi utk hidup & terus maju.

- Nasehat untuk terus meningkatkan prestasi Akademis.

- Kesediaan utk hidup bersahaja & penuh dedikasi.

- Menanamkan kemauan utk terus berjuang.

- Kesadaran akan tanggung jawab Keummatan / Kebangsaan.

- Ajakan utk ta’at & aktif berorganisasi (ber HMI).

- Permohonan Ma’af atas “kekejaman” & kesalahan Instruktur / MoT / Panitia selama Basic Training.

11.

Ikrar Pembai’atan

Dimoderatori oleh instruktur, MoT menanyakan kesediaan peserta untuk di Bai’at lalu melakukan pembai’atan.

 

MoT

12.

MoT Menutup

Dimoderatori oleh instruktur, MoT menutup sidang sidang training.

Palu sidang

MoT

SidangSidang

Training

13. (… hidup lampu…)

Pada ketukan palu ke3 oleh MoT ketika menutup sidang sidang training, panitia menghidupkan kembali seluruh lampu di arena training.

 

Panitia

14. Salam Salaman

MoT, instruktur dan diikuti oleh panitia mengucapkan selamat dan menyalam seluruh kader baru HMI.

   

4. SEREMONIAL PENUTUPAN TRAINING

1. Pembukaan oleh MC (Panitia)

 

Panitia

2. Pembacaan ayat suci alQuran

 

3. Hymne HMI

4. Laporan Panitia

5. Sambutan Ketua Umum Komisariat

6. Sambutan Ketua umum HMI Cabang

7. Pembacaan SK Kelulusan Peserta oleh Co MoT

8. Penyerahan peserta dari MoT ke HMI Cabang

9. Do’a penutup

5. PERKENALAN

Seluruh instruktur memperkenalkan diri kepada para peserta di moderator oleh MoT

   

INSTRUKTUR

Note: Alokasi waktu keseluruhan untuk penutupan training adalah pukul 23.00 – 04.00 WIB

2. METODE PARTISIPATIF: 1. METODE DOKTRIN: o Tdk menceramahi peserta selama satu periode tertentu dlm
2. METODE PARTISIPATIF:
1. METODE DOKTRIN:
o
Tdk menceramahi peserta selama satu periode tertentu dlm satu sesi.
o
Mendorong input yg aktif dari peserta.
o
o
Tukar pengalaman.
o
Peserta lebih aktif: “peserta sbg nara sumber utama”.
Peneguhan komitmen, pengambilan
janji / sumpah utk taat kpd
Kebenaran.
o
BENTUK-BENTUK nya:
1. BRAINSTORMING (CURAH PENDAPAT)
Ceramah penanaman nilai2, spirit &
perspektif baru dlm berfikir dan
melihat sesuatu.
1. Metode utk menghasilkan ide2 (sebanyak mungkin).
o
2. Menstimulir peserta utk mencari cara2 berbeda dlm melihat / menyelesaikan suatu masalah.
Ceramah utk memfokuskan pikiran
peserta.
3. Memproduksi sebuah daftar alternative solusi atas suatu topic, lalu didiskusikan (+)/(-) dari setiap
jawaban.
o
4. Perhatian diberikan pd proses menghasilkan ide2, & bukan pd diskusi tentang ide2 itu sendiri.
Ceramah utk membangun dasar
pengetahuan utk memperoleh
pengetahuan bersama.
5. Pastikan semua terlibat. Sasaran utama adl peserta yg paling pendiam.
o
6. Kritik tdk diperbolehkan. Ide2 akan dievaluasi kemudian.
Proses ‘membenarkan’ ide2 yg
‘salah’ (Brainwashing).
7. Memaksa cara berfikir kreatif & meningkatkan derajat partisipasi yg tinggi.
o
Memompa semangat militansi yg
radikal dan terarah.
2. DISCUSSION (DISKUSI).
o
o
Pengetahuan, ide2 & pendapat kelas disampaikan antara peserta & instruktur.
Peserta cenderung pasif, hanya
mendengar saja.
o
Dlm DISKUSI TERBUKA: Peserta berpartisipasi, instruktur yg memfasilitasi & mengendalikan
diskusi.
o
Dlm DISKUSI KELOMPOK: peserta berdiskusi dlm kelompok2 kecil. Instruktur sbg pengamat &
pemberi input2 saat dibutuhkan.
o
Kelompok dikumpulkan & hasilnya didiskusikan scr terbuka.
o
(+): memberi feedback kpd instruktur atas apa yg dipahami / dipelajari peserta.
o
(-): Peserta boleh jadi keras kepala /bertahan sikap walaupun salah. Ada peserta yg tdk aktif dlm
kelompok. Maka harus dipantau.
METODOLOGI
BASIC TRAINING (LK – 1)
3. EXERCISE (LATIHAN).
Peserta diminta utk mengerjakan tugas tertentu.
Praktek /uji thd apa yg sudah dipelajari.
Dpt dilaksanakan scr berkelompok / individu.
(+): Bentuk pembelajaran aktif; praktek / uji penguasaan thdp hal2 yg telah diajarkan.
(-): Ada peserta yg mungkin kesulitan utk mengerjakan latihan. Maka pelatih perlu memberi
petunjuk2, bukan solusi.
Source: Own Research and Other Sources
3. METODE PEMBELAJARAN AKSI:
o
4. CASE STUDY (STUDY KASUS).
Adalah: “sebuah keadaan / kejadian dg rincian memadai yg perlu diperiksa / dipahami oleh
peserta”.
Peserta diminta utk mendiagnosa / menganalisa penyebab2 masalah tsb, lalu cari solusi.
Studi kasus cocok digunakan utk mendemontrasikan penerapan teknik2 penyelesaian masalah dlm
situasi / kehidupan nyata, walau kadangkala hal / intensitas masalah berbeda2.
Peserta dikondisikan utk
menerapkan PRAKTEK2 PRAKTIS
tertentu kedlm kehidupan mereka
(e.g., selalu tersenyum, duduk
tegap, bicara dg jelas, selalu
memulai dengan ‘salam’, tdk boleh
memiliki pendapat yg sama, dsb).
5. ROLE-PLAY (PERMAINAN PERAN).
o
a. Adalah: “dramatisasi apa yg mungkin terjadi dlm dunia nyata”.
b. Peserta ikut memainkan peran tertentu, utk menangani situasi tertentu.
c. Role-Play dpt memberi rasa percaya diri dlm menghadapi situasi nyata (maksimalisasi
psikomotorik).
d. Perlu perhatian jika ada peserta yg malu / tdk percaya diri, tdk serius dlm memainkan peran.
Peserta disuruh utk membuat
RENCANA2 AKSI utk menerapkan
apa2 yg sudah dipelajari kedlm
kehidupan mereka (rincian rencana
aksi ini dpt menjadi bahan dasar
counseling / follow -up pasca LK-1).
e. Instruktur memoderatori proses Role-Play.
A. BEBERAPA CATATAN PENTING TENTANG KB: KONTRAK BELAJAR (KB) .: KESEPAKATAN, KEBIJAKAN, PROSEDUR & PERATURAN
A.
BEBERAPA CATATAN PENTING TENTANG KB:
KONTRAK BELAJAR (KB)
.: KESEPAKATAN, KEBIJAKAN, PROSEDUR & PERATURAN .:.
Source: HMI Tradition and Own Research
D. MACAM POINT KONTRAK BELAJAR (KB):
Mengajak trainers membuat KB dg menanyakan
“Pedoman apa yg mereka anggap perlu utk
mendukung komunitas belajar”.
Tanggung jawab peserta akan lbh besar jk mereka
terlibat langsung dlm penyusunan KB.
Aturan2 penting harus ditawarkan oleh instruktur
dan diarahkan utk disepakati.
Patikan semua paham dengan setiap point KB.
Nyatakan konsekwensi dengan jelas & sepakat utk
patuh.
Tempel KB di dlm forum, ditempat yg strategis utk
dilihat.
Komunikasikan isi KB kpd semua instruktur.
1. Peserta memakai baju yg rapi (berkerah bagi laki2,’ tdk ketat’ bagi kerempuan, bersepatu).
2. Setiap peserta harus memiliki kelengkapan alat tulis, alQur’an & terjemahan.
3. Masuk forum tepat waktu – Disiplin.
4. Masuk pagi pukul 8.30, malam keluar terserah MoT.
5. Memulai Forum dengan pengajian alQur’an secara bergantian (diatur piketnya oleh ketua
kelas).
6. Menutup Forum dengan membacakan do’a secara bergantian (diatur piketnya oleh ketua
kelas).
B.
FUNGSI KONTRAK BELAJAR (KB):
1.
Menjaga ketertiban & menuntun tindakan peserta.
7. Peserta tdk diperkenankan utk merokok ketika Forum sedang berlangsung.
2.
Menjelaskan harapan instruktur kpd peserta.
8. Berbicara didahului dg mengangkat tangan, dan jika di izinkan berbicara oleh instruktur
maka diawali ucapan “Salam”.
3.
Sebagai pijakan aman bg peserta, karena jelas
parameternya.
9. Mendengarkan & memperhatikan dg tenang saat orang lain berbicara.
4.
10. Tidak boleh menerima HP selama dlm forum. HP non-aktif (silent).
Pedoman bertindak utk menghindari
kesalahpahaman.
11. Peserta harus aktif di forum, jujur, sopan, berani berpendapat, berbicara dengan tulus,
serius, bertanggung jawab.
5.
Komitmen dasar utk mengikuti Basic Training.
6.
Keputusan bersama sebagai Komunitas Belajar.
12. Memakai panggilan “Kanda Master of Training”, “Kanda Instruktur”, “Kanda Pemateri”,
“Kanda Panitia” kepada orang2 yg tepat.
7.
Menciptakan kepastian & kesatuan yg erat.
13. Tdk diperkenankan meninggalkan arena training tanpa izin MoT / Instruktur.
14. Keluar forum harus ada izin instruktur. Tdk diperbolehkan keluar lebih dari satu kali dlm
satu sesi.
15. Shalat selalu berjama’ah ditempat yg telah ditentukan.
16. Setiap selesai shalat 5 waktu, selalu ada “kultum” dari peserta secara bergantian (piket
diatur oleh Ketua Kelas).
C.
MACAM CARA MENYUSUN KONTRAK BELAJAR:
17. Khusus setelah shalat Subuh, selalu ada pengajian bersama.
18. Melakukan olah raga setiap pagi.
Bagikan kertas & minta tiap orang utk menuliskan 3
peraturan yg harus diikuti oleh semua peserta.
19. Ketua Kelas bersama peserta lainnya bertanggung jawab terhadap tegaknya KB ini.
20. Pelanggaran terhadap KB akan dikenakan sanksi berupa: Teguran Pemanggilan s.d
Pemecatan, sesuai kebijakan MoT).
Tempel daftar peraturan dari semua kertas di papan
tulis. Lalu minta peserta utk membuang yg tdk perlu,
dan menambah point2 lainnya yg dianggap penting.
Instruktur menawarkan point2 penting lainnya yg
merupakan keharusan2 (peraturan2) dasar training
yg tdk disebutkan peserta.
Minta kesepakatan verbal utk ta’at kpd KB.

A. BEBERAPA CATATAN TENTANG BAI’AT:

MoT / Instruktur & semua Peserta telah berwuduk.

melihat kita).

Dilakukan dalam keadaan tenang, hening, tidak ada

yang berbicara (mata terpejam, Allah hadir &

Beberapa Panitia telah berada dalam forum guna

mengantisipasi hal2 tak terduga (e.g., kesurupan). Peserta dibiarkan mengekspresikan isi terdalam

kesadaran jiwa dn mendorong utk menangis sepuasnya (“Menangis adl wujud kelembutan hati”). Fungsi:

- Penyadaran diri dari kesalahan & dosa2.

- Mengingat Kematian.

- Permohonan Taubat utk kembali ke Jalan-Nya.

- Dorongan menjalankan kembali ajaran2 Islam.

- Tanggungjawab diri terhadap Orang Tua.

- Mendorong utk berprilaku baik (Akhlaqul Karimah).

- Penguatan Motivasi utk hidup & terus maju.

- Nasehat untuk terus meningkatkan prestasi Akademis.

- Kesediaan utk hidup bersahaja & penuh dedikasi.

- Menanamkan kemauan utk terus berjuang.

- Kesadaran akan tanggung jawab Keummatan / Kebangsaan.

- Ajakan utk ta’at & aktif berorganisasi (ber-HMI).

- Permohonan Ma’af atas “kekejaman” & kesalahan Instruktur / MoT / Panitia selama Basic Training.

RITUAL PEMBAI’ATAN BASIC TRAINING (LK – 1) SOURCE: HMI Tradition, and Personal experience
RITUAL PEMBAI’ATAN
BASIC TRAINING (LK – 1)
SOURCE: HMI Tradition, and Personal experience
(LK – 1) SOURCE: HMI Tradition, and Personal experience .:. IKRAR PEMBAI’ATAN .:.
.:. IKRAR PEMBAI’ATAN .:. “BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM” “ASYHADU ALLAA ILAA HA ILLALLAAH WA ASYHADU ANNA
.:. IKRAR PEMBAI’ATAN .:.
“BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM”
“ASYHADU ALLAA ILAA HA ILLALLAAH
WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH”
“RADHIITU BILLAAHI RABBA, WABIL ISLAAMI DIINA,
WABI MUHAMMADIN NABIYYAU WARASUULA”
“Dengan nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
“Aku Bersaksi, bahwasanya tidak ada tuhan, selain ALLAH,
Dan sesungguhnya MUHAMMAD itu adalah Rasul ALLAH”
“Kami rela ALLAH Tuhan kami, ISLAM Agama kami,
dan MUHAMMAD sebagai Nabi dan Rasul ALLAH”
Kami anggota HMI, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, BERJANJI dan BERIKRAR:
• Bahwa kami, dengan kesungguhan hati, akan selalu menjalankan Ketetapan-Ketetapan
• serta Keputusan-Keputusan Himpunan.
B. PROSESI PEMBAI’ATAN (Model Lama):
• Bahwa kami, dengan kesungguhan hati, akan senantiasa menjaga nama baik Himpunan,
dengan selalu tunduk dan patuh kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
(AD / ART), dan Pedoman-Pedoman Pokok, beserta Ketentuan-Ketentuan HMI lainnya.
A.
Lagu-Lagu HMI
(Peserta berdiri, saling berpegangan tangan)
(Lampu dimatikan)
• Bahwa apa yang kami kerjakan dalam keanggotaan ini adalah untuk mencapai Tujuan HMI:
B.
“Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan
bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah swt”.
Shalawat Badar
(Semua peserta diberitahukan untuk tenang &
memejamkan mata)
C.
Istighfar & Dzikir (Dibimbing oleh MoT / instruktur)
INNA SHALAATI, WANUSUKI, WAMAHYAAYA, WAMAMAATI,
LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN”
Panitia Melakukan:
D.
“Sesungguhnya Shalatku, Perjuanganku, Hidup dan Matiku,
hanya untuk ALLAH Tuhan seru sekalian alam”
Pembacaan Ayat-Ayat Suci alQur’an
(al’Araf: 175 -179, tentang: “Perumpamaan Orang-
Orang yg Mendustakan Ayat-Ayat Allah”)
E.
Azan
MC / Instruktur:
F.
Kesan-Kesan Peserta Training (5-7 menit)
G.
Pesan-Pesan MoT
H.
Ikrar Pembai’atan
I.
MoT Menutup Sidang-Sidang Training
Visualisasi Skematis Materi Basic Training (LK – 1)
Visualisasi Skematis
Materi Basic Training (LK – 1)
• Sejarah HMI • Tafsir Mission • Tafsir Tujuan • Tafsir Independensi • Sejarah Nilai
• Sejarah HMI
• Tafsir Mission
• Tafsir Tujuan
• Tafsir Independensi
• Sejarah Nilai – Nilai Dasar Perjuangan (NDP)
• Makna “Islam Universal” dalam NDP
• Mahasiswa Sebagai Inti Kekuatan Pembaharuan
• Kepemimpinan, Manajemen dan Organisasi
• Makna Lambang HMI
• Lagu-Lagu HMI
C. LATAR KELAHIRAN HMI: 1. FASE PERKEMBANGAN HMI: SEJARAH HMI • PENJAJAHAN BELANDA & TUNTUTAN
C. LATAR KELAHIRAN HMI:
1. FASE PERKEMBANGAN HMI:
SEJARAH HMI
• PENJAJAHAN BELANDA & TUNTUTAN KEMERDEKAAN:
Extracted From: Agussalim S & Others
o
ASPEK POLITIK: Indonesia objek jajahan Belanda.
o
ASPEK PEMERINTAHAN: Indonesia dibawah kerajaan Belanda.
1. 1947 - 1965: Fase pengokohan
organisasi, mempertahankan keutuhan
bangsa & Islam, perjuangan bersenjata,
tantangan melawan PKI, dll.
o
ASPEK HUKUM: Perlakuan hukum yg diskriminatif.
o
ASPEK PENDIDIKAN: Campur tangan thd pddk Indy g merugikan.
A. HMI BERDIRI:
o
ASPEK EKONOMI: Indonesia dlm ekonomi lemah.
Jogyakarta, 14 RA 1366 (5 Feb 1947)
2. 1966-1984: Fase kebangkitan, Pelopor
ORBA,, modernisasi / pembangunan,
pembaharuan pemikiran keIslaman.
o
ASPEK BUDAYA: Masuk & berkembangnya budaya negative.
o
ASPEK AGAMA: Kristenisasi & marginalisasi Islam.
PENCETUS: LAFRAN PANE
3. 1985 - 1997: Saran & Kritik thd ORBA +
Golkar, koreksi & pembaharuan.
• KESENJANGAN & KEJUMUDAN SERTA KEBUTUHAN
PEMAHAMAN AGAMA:
Lahir di Padang Sidempuan: 5 Feb 1922.
Anak - 6 Sutan Pangurabaan Pane (Tokoh
Pergerakan Nasional Sipirok).
Adik Sanusi Pane & Armin Pane (Pelopor
Pujangga Baru).
Tidur di kaki 5, jualan karcis bioskop & es
lilin, main kartu, dll.
Sekolah pindah2 (Sipirok, Sibolga, medan).
Tahun 1937 pindah ke Jakarta.
Tahun 1942 kembali ke Padang Sidempuan,
diancam mati karena tuduhan memberontak
terhadap Jepang.
Tahun 1943 kembali ke Jakarta.
4. 1998 - dst : Membangun Indonesia
Baru, mengawal proses Reformasi.
o
Mayoritas penduduk tdk berpendidikan, lemah agama & ilmu umum.
o
Seolah2 Islam hanya mengurus Rukun Iman & Rukun Islam saja
(Buta POLEKSOSBUD).
o
Propaganda orientalis bahwa Islam sangat picik & sempit.
F. HMI MERESPON
TANTANGAN ZAMAN:
o
Penyaluran ke-islam-an mhs tdk ada (hanya ada wahana sosialis:
PMY, IO Vivat, Polonaise / dansa)
• MUNCULNYA POLARISASI POLITIK (Pihak Oposisi dg Sosialisasi)
• BERKEMBANGNYA KOMUNISME:
o
Sneevlit (ISDV / 1913 – PKI / 1920), Aidit, Tan Malaka.
o
Propaganda: “Agama adl Candu Masyarakat”, “Classless
Community”, NASIMAR, NASAKOM (Sukarno / 1926).
B. EFEK PENGEMBARAAN LAFRAN PANE:
• KEDUDUKAN PTKM YG STRATEGIS:
1. Mengalami konversi kejiwaan radikal.
o
SEGI AKADEMIS: Mencetak sarjana, intelektual, calon pemimpin,
dosen/guru, praktisi masa depan, dll.
2. Talenta Insal Kamil mulai tergugah.
3. Terdorong utk mencari Hakikat Hidup.
o
SEGI LEMBAGA: adl pusat kebudayaan, sentral perubahan, motor
pembaharuan, think thank berbagai agenda.
4. Keinginan utk kembali kpd keyakinan
mendasar.
o
SEGI INTRA & EKSTRA: Ajang pembentukan kader masa kini &
mendatang sesuai kepentingan.
5. Sering tafakkur.
o
Menguasai PTKM berarti menguasai masa depan bangsa.
o
System pendidikan yg secular – membutakan nurani.
o
PMY & SMI (Komunis & Kristen) menguasai lembaga2 mahasiswa.
E. CORAK PEMIKIRAN KE-ISLAM-AN &
KE-INDONESIA-AN HMI:
• PLURALITAS BANGSA:
1. SUBSTANTIF (Bicara hal pokok, non-teknis).
o
Keaneka ragaman SARA & Poleksosbud di tanah air.
2. PROAKTIF (Inisiatif sendiri, tanpa diminta).
o
Perbedaan aliran & pemikiran intra ummat Islam.
3. INKLUSIF (Meliputi kepentingan bangsa).
• TUNTUTAN MODERNISASI & TANTANGAN MASA DEPAN:
o
Pembaharuan Ibnu Taymiyyah v.s Pseudo-Sufisme (1263-1328).
Sayyid Jamaluddin alAfghani v.s Kolonialis (1838-1897).
Pemurnian Tauhid Muhammad Abdu Wahab (1703-1787).
Reformasi pddkn Muh. Abduh & Sayyid Rasyid Ridha (1856-1935)
4. INTEGRATIF (Penyatuan Islam dg
Indonesia, Islam sbg kekuatan perekat).
5. MODERNIS (Merombak pikiran usang).
o
SDI, Muhammadiyah NU, Masyumi, PUSA, dll.
o
HMI
6. ILMIAH (ada latar belakang, bertujuan,
realistis, ada factor pendukung, berimplikasi
luas, long-term orientation, diperdebatkan –
didiskusikan, diputuskan secara kolektif).
Pemberontakan PKI Madiun
(membentuk Corps Mahasiswa,
menumpas PKI dg senjata, bamboo, juru
penerangan, penghubung, intelijen, dsb).
Klarifikasi Pidato Sukarno tentang
“Nasionalisme lbh penting dr Islamisme”.
PEMILU ’55 (memilih partai Islam, partai
Islam jangan pecah, agg HMI aktif ikut
Pemilu).
Sidang Konstituante (Islam sbg dasar
Negara).
“Melunak” dg sukarno utk kelangsungan
HMI di masa Demokrasi Terpimpin.
Gestapu ’65 (Menumpas PKI bersama
ABRI & rakyat.
Pemilu ’71 (protes UU yg tdk demokratis,
agg HMI independen / bebas milih).
Mendukung rehabilitasi Masyumi &
berdirinya Partai Muslimin.
Mengutuk Malari (15 Jan ’74).
Penerimaan Asas Tunggal (Lahir HMI
MPO).
Protes thd Pemerintahan Suharto,
Golkar, demokratisasi, dll.
Gerakan Reformasi ’98.
Pemilu ’99 (penyusunan UU Pemilu, dll).
Mengawal proses reformasi &
demokratisasi, isu2 KKN, & BBM.
Menjatuhkan Gusdur (HMI Connection).
dll.
A. LAFRAN PANE (25 Th) Mhs Tk.I STI (UII) Lahir di Padang Sidempuan: 5 Feb
A. LAFRAN PANE (25 Th)
Mhs Tk.I STI (UII)
Lahir di Padang Sidempuan: 5 Feb
1922.
Anak - 6 Sutan Pangurabaan Pane
(Tokoh Pergerakan Nasional
Sipirok).
Adik Sanusi Pane & Armin Pane
(Pelopor Pujangga Baru).
Tidur di kaki 5, jualan karcis bioskop
& es lilin, main kartu, dll.
Sekolah pindah2 (Sipirok, Sibolga,
medan).
Tahun 1937 pindah ke Jakarta.
Tahun 1942 kembali ke Padang
Sidempuan, diancam mati karena
tuduhan memberontak terhadap
Jepang.
Tahun 1943 kembali ke Jakarta.
o Mengembangkan Islam / menegakkan Tauhid dlm kehidupan bangsa & negara melalui amar makruf –
o
Mengembangkan Islam /
menegakkan Tauhid dlm
kehidupan bangsa & negara
melalui amar makruf – nahi
mungkar.
o
Membina kader2 intelektual
pejuang berwawasan Islam,
kebangsaan, keilmuan,
independent, sebagai calon
pemimpin bangsa.
o
Menjaga shilaturrahmi & kesatuan
ummat.
o
Memberantas laten komunis &
ajaran lain yg kontra dengan nilai2
kemanusiaan / Islam.
o
Mengembangkan IPTEK utk
pembangunan masa depan.
o
Partisipasi aktif, konstruktif,
proaktif, inklusif, integrative utk
membangun peradaban agama,
Poleksosbud, dll.
B. EFEK PENGEMBARAAN LAFRAN PANE 1. Mengalami konversi kejiwaan radikal. 2. Talenta Insal Kamil mulai
B. EFEK PENGEMBARAAN
LAFRAN PANE
1. Mengalami konversi kejiwaan
radikal.
2. Talenta Insal Kamil mulai tergugah.
3. Terdorong utk mencari Hakikat
Hidup.
4. Keinginan utk kembali kpd
keyakinan mendasar.
5. Sering tafakkur.

C.

LATAR SEJARAH:

PENJAJAHAN BELANDA & TUNTUTAN KEMERDEKAAN.

KESENJANGAN & KEJUMUDAN SERTA KEBUTUHAN PEMAHAMAN AGAMA.

MUNCULNYA POLARISASI POLITIK.

BERKEMBANGNYA KOMUNISME.

KEDUDUKAN PTKM YG STRATEGIS.

PLURALITAS BANGSA (SARA / POLEKSOSBUD / dll).

TUNTUTAN MODERNISASI & TANTANGAN MASA DEPAN.

D. KOMITMEN / MOTIVASI DASAR KELAHIRAN HMI: (Jogya: 14 RA 1366 / 05 Feb 1947)
D. KOMITMEN / MOTIVASI DASAR
KELAHIRAN HMI:
(Jogya: 14 RA 1366 / 05 Feb 1947)
1. Mempertahankan NKRI &
Mempertinggi Harkat / Martabat
Rakyat Indonesia.
2. Menegakkan & Mengembangkan
Ajaran Islam.
 
 
 
 

KARAKTERISTIK HMI

1. Berasaskan Islam.

2. Berwawasan Kebangsaan.

3. Bertujuan terbinanya 5 KIC, yg beriman, berilmu, dan beramal maksimal utk kemanusiaan.

4. Bersifat Independen.

5. Berstatus sbg Organisasi Mahasiswa.

6. Berfungsi sbg Organisasi Kader.

7. Berperan sbg Organisasi Perjuangan.

8. Berhaluan Modernis.

E. MISSION HMI: 1. KE – INDONESIA – AN 2. KE – ISLAM – AN
E. MISSION HMI:
1. KE – INDONESIA – AN
2. KE – ISLAM – AN
MISSION HMI Extracted from: Hasil – Hasil Kongres
MISSION HMI
Extracted from: Hasil – Hasil Kongres
TUJUAN HMI 1. HMI HARUS TERATUR & TERARAH MEMILIKI TUJUAN: B. HAKIKAT HMI Extracted from:
TUJUAN HMI
1. HMI HARUS TERATUR & TERARAH
MEMILIKI TUJUAN:
B. HAKIKAT HMI
Extracted from: Hasil – Hasil Kongres
TUJUAN HMI:
1. MAN OF FUTURE
o
Berpikiran luas.
o
Berpandangan jauh.
“Terbinanya INSAN AKADEMIS,
PENCIPTA, PENGABDI yg
BERNAFASKAN ISLAM &
BERTANGGUNGJAWAB atas
terwujudnya Masyarakat Adil Makmur
yg Diridhai Allah Swt” (Pasal 4 AD).
Bukan organisasi massa (fisik /
kwantitatif).
Organisasi pengabdian, pengembangan
ide, bakat & potensi mendidik, memimpin
& membimbing anggota dg perjuangan
yg benar & efektif.
o
Terbuka.
o
Ahli dlm bidangnya.
o
Sadar akan cita2nya.
o
Tau cara mencari ilmu.
LIMA KUALITAS INSAN CITA (5 KIC):
o
Berjuang utk cita2nya.
1. INSAN AKADEMIS:
2. MAN OF INNOVATOR
• Berpendidikan tinggi.
o
Duta2 pembaharu.
C. PERUMUSAN TUJUAN
DIPENGARUHI OLEH:
• Berwawasan luas, ilmiah.
o
Penyuara “idea of
progress”.
• Berfikir rasional.
A. MOTIVASI, NILAI, & INSPIRASI:
o
“Voice of justice”.
• Objektif & kritis.
o
Pribadi seimbang.
2. INSAN PENCIPTA:
o
Kritis & dinamis.
- Islam sbg agama fitrah kemanusiaan,
yg menjamin kesejahteraan jasmani &
rohani.
o
Adil & jujur.
o
Tdk takabur.
o
Bertaqwa.
Inovatif, Penuh gagasan kemajuan, mencari perbaikan &
pembaharuan.
Independen & terbuka, tdk isolatif, potensi kreatifnya terus
berkembang, & melaksanakan kerja2 kemanusiaan.
- Kesejahteraan jasmani & rohani dpt
terwujud melalui: Iman yg benar + Ilmu
yg Benar + Kerja2 Kemanusiaan /
Amal Shalih (HAKIKAT TUJUAN HMI).
3. INSAN PENGABDI:
“INTELLECTUAL COMMUNITY”:
Ikhlas & berkarya utk manusia.
Mengusahakan agar diri sendiri & org lain menjadi lbh baik.
Pasrah pada cita2nya & ikhlas mengamalkan ilmu utk
manusia.
- Amal shalih mendatangkan
kebahagiaan bagi kehidupan seluruh
manusia.
“Manusia2 yg beriman, berilmu &
beramal dlm kwalitas yg maksimal”
- Hidup bahagia adalah hidup adil dan
makmur dibawah ridha Allah.
4. INSAN ISLAM:
2. BASIC DEMAND BANGSA :
TO BE INTELLECTUAL COMMUNITY:
Islam menjiwai pola pikir, prilaku & karya2nya.
Islam menjadi “unity of personality”, tdk “split personality”.
- Memperdalam kehidupan rohani.
- Periode Penjajahan: Kemerdekaan &
kebebasan hak asasi.
- Tidak pernah puas & selalu mencari
kebenaran.
5. INSAN BERTANGGUNG JAWAB:
- Jujur, tdk mengingkari hati nurani.
- Periode Revolusi: Solidarity &
Mobilitas Fisik melalui “Solidarity
Making”.
- Istiqamah, objektif & rasional.
- Kritis & bebas kreatif.
- Aktif dlm studi & kelompok2 diskusi.
Sanggup memikul akibat2 perbuatannya.
Sadar bahwa utk benar perlu keberanian moral.
Responsive menghadapi tugas, tdk apatis.
Bertanggung jawab & bertaqwa kepada Allah dg aktif berbuat
kpd masyarakat.
Korektif thd setiap langkah yg berlawananan dg usaha
membangun masyarakat cita.
Percaya diri & sadar sebagai “Khalifah Tuhan” untuk
memakmurkan bumi.
- Periode Membangun: “Mewujudkan
Masyarakat Adil Makmur” melalui
“Problem Solving”.
- Berani berpendapat.
- Hadir dlm forum2 ilmiah.
3. STATUS: ORGANISASI MAHASISWA
- Menjaga kesehatan badan, otak, emosi
& spiritual.
4. PERAN : ORGANISASI PERJUANGAN
- Perenungan mendalam terhadap ilmu2.
5. FUNGSI: ORGANISASI KADER

Contoh Metode Penyampaian: TUJUAN HMI

Durasi: (2 Jam/disesuaikan)

A. PERTANYAAN PENTING:

“Apa tujuan hidup kita? Dan apakah ada hubungannya dengan masuk dan aktif di HMI?”

B. GAMBARAN UMUM MATERI

Materi ini mencoba menumbuhkan kesadaran peserta LK-1 tentang perlunya satu Visi atau Tujuan Hidup. Tujuan hidup ini tidak hanya harus jelas, tapi juga harus benar. Selama proses diskusi/brainstorming, peserta di ajak berfikir untuk menentukan satu tujuan tertinggi dari hidup masing-masing. Kemudian instruktur meramu, mengarahkan dan meluruskan semua tujuan- tujuan hidup tersebut sepada satu kesimpulan tujuan tertinggi dari kehidupan manusia, yaitu: mencapai “Ridha Allah”, dan ini jauh lebih tinggi daripada sekedar ingin masuk syurga. Kemudian, dalam proses diskusi kelompok, setiap peserta diarahkan untuk menguraikan hal-hal apa saja (kegiatan/aktifitas/tugas) yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan hidup tersebut (Ridha Allah). Dalam proses evaluasi, fasilitator mencoba mengkategorisasikan semua ide-ide peserta ke dalam 5 item tujuan HMI, yaitu: terbinanya insan “Akademis”, “Pencipta”, “Pengabdi”, yang “bernafaskan Islam” dan “Bertanggungjawab”. Kesimpulan akhir adalah, tujuan hidup peserta sama persis dengan Tujuan HMI. Dengan terjadinya keselarasan tujuan ini, maka peserta di ajak untuk melihat HMI seperti melihat diri sendiri, berjuang dan aktif di HMI sama dengan memperjuangkan tujuan hidup pribadi. Intinya, pribadi dengan organisasi menjadi satu entitas yang tak terpisahkan, sama-sama bergerak untuk mencapai satu kesamaan tujuan yang mulia. Dan inilah salah satu bentuk tauhid dalam ber-HMI.

C. TUJUAN INSTRUKSIONAL

Selama penyampaian materi ini, peserta LK-1 akan:

Menyadari perlunya sebuah tujuan hidup;

Mengetahui

secara

ringkas

macam

tujuan

berdasarkan isme-ismenya;

hidup

manusia

di

dunia

Mengetahui dan memahami tujuan hidup masing-masing sebagai seorang Muslim dan kelebihannya dibandingkan isme-isme dunia lainnya.

Bekerja dalam kelompok untuk menentukan apa saja yang harus dilakukan untuk bisa mencapai tujuan hidup tersebut, dalam konteks sebagai mahasiswa maupun sebagai manusia umumnya;

Mampu menghafal Tujuan HMI secara benar dan lancar serta memahami konsep 5 KIC yang terkandung di dalamnya;

Menyadari bahwa tujuan pribadi mereka sama persis dengan tujuan HMI;

Tumbuh kesadaran untuk aktif ber-HMI karena adanya kesamaan tujuan.

D. BAHAN-BAHAN YANG DI PERLUKAN

1. Karton Metaplan;

2. Kertas Plano;

3. Papan Tulis;

4. Spidol;

5. AD/ART (Tujuan HMI) untuk masing peserta;

E. METODE PENYAMPAIAN

Diskusi Pembuka

Perkenalkan materi dengan mendiskusikan kutipan berikut ini:

“Hidup untuk makan. Makan untuk hidup” (unknown).

Seiring dengan berjalannya forum, lanjutkan diskusi dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Apakah kita perlu memiliki tujuan hidup?

2. Mengapa tujuan hidup itu penting?

3. Apakah ada orang yang tidak memiliki tujuan hidup?

4. Apa yang terjadi jika kita tidak memiliki tujuan hidup?

5. Apa yang terjadi jika kita memiliki tujuan hidup, tapi salah?

6. Pernahkah adek-adek sekalian melakukan atau mengikuti sesuatu tapi tidak memiliki tujuan yang jelas (misalnya, ikut-ikutan)? Apa yang terjadi? Ceritakan.

(Saran kepada instruktur: jangan menyalahkan, menertawakan atau mengejek peserta jika mereka memiliki pengalaman, atau jawaban yang salah).

Brainstorming “Tujuan Hidup”

1. Lanjutkan forum kepada pertanyaan:

“Apa tujuan hidup adek-adek sekalian?”

Masing peserta menjawab pertanyaan tersebut dengan menuliskannya di karton metaplan. Setelah selesai menulis, satu persatu peserta maju menempelkan jawabannya di depan serta menjelaskannya. Setelah satu peserta selesai lalu diikuti oleh peserta lainnya sampai habis.

(Saran kepada instruktur: sebaiknya jangan menunjuk siapa peserta yang harus maju ke depan, tumbuhkan kesadaran mereka untuk berani maju, tanpa perlu ditunjuk atau disuruh).

2. Instruktur menjelaskan macam-macam tujuan hidup manusia:

2 Pandangan Ateis;

3 Pandangan Eksistensialis;

4 Pandangan Humanisme;

5 Pandangan Nihilis;

6 Pandangan Positivis;

7 Pandangan Pragmatis;

8 Pandangan Transhumanis;

9 Pandangan Agama (Yahudi, Kristen, Hindu, Budha, dll).

3. Diskusikan bersama-sama, dari sejumlah jawaban yang sebelumnya telah disebutkan dan ditempelkan peserta di depan, mana yang merupakan tujuan tertinggi atau paling ideal dari hidup seorang Muslim. Jika mereka belum sampai kepada kesimpulan yang diharapkan, arahkan peserta bahwa tujuan hidup tertinggi seorang Muslim adalah “untuk mencapai Ridha Allah”.

4. Instruktur menjelaskan makna dari “Ridha Allah” serta perbandingan dan superioritasnya dibandingkan dengan isme-isme dunia lainnya.

Ridha berasal dari kata ”radhiya-yardha”, artinya: “menerima dengan lapang dada tanpa rasa kecewa atau tertekan”. Ridha tidak berarti pasrah dalam bentuk putus asa. Ridha berarti optimis, bukan fatalis.

Ridha Allah mengandung arti “memerima sepenuh hati ketetapan dan ketentuan Allah”. Menerima ketetapan Allah berarti memiliki komitmen untuk melaksanakannya. Oleh sebab itu, Ridha menuntut usaha aktif. Makanya, orang yang Ridha kepada Allah selalu bekerja, belajar, berjuang, berkorban, dan berbuat baik tanpa kenal lelah. Ridha kepada Allah selalu berada dalam konteks positif. Menerima ketentuan Allah dengan berbaik sangka dan tulus ikhlas. Karena keikhlasan inilah maka mencapai Ridha Allah mengandung arti melakukan sesuatu bukan karena pamrih, ingin pamer, menjilat, atau karena kepentingan sesaat;

Tujuan tertinggi manusia adalah mencapai Ridha Allah, bukannya masuk syurga. Menurut para sufi, mengharap syurga bisa dikategorikan syirik, karena syurga itu makhluk. Mengharap makhluk sama dengan syirik.

Mencapai Ridha Allah murni semata-mata untuk meraih kecintaanNya. Oleh sebab itu, memperoleh Ridha Allah adalah puncak segala kebahagiaan. Kalau Allah sudah ridha atau cinta, maka kita akan ditinggikan derajat dan kemuliaan”. Karena Ridha Allah juga mengandung makna Cinta. Maka ini merupakan stasiun atau makam tertinggi yang ingin dicapai oleh setiap hamba. Kalau Allah sudah ridha, rela atau cinta kepada kita maka kita sudah memiliki segala- galanya. Mencapai Ridha Allah berarti berusaha menjadi kekasihNya. Inilah tujuan hidup tertinggi dari seorang hamba.

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah Ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (Attaubah:100)

“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah Ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (Al Bayyinah:8)

Allah berfirman: “Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang- orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama- lamanya; Allah Ridha terhadapNya. Itulah keberuntungan yang paling besar.” (Al Maidah:119)

“Jikalau mereka sungguh-sungguh Ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata: “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah,” (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).” (At Taubah:59)

“Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, hai Musa?” Berkata, Musa: “Itulah mereka sedang menyusuli aku dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau Ridha (kepadaku).” (Thaahaa:83-84)

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah Ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”( Al Mujaadilah:22)

“Ridhallaah ridhal waalidaini’. Hadist (Ridha Allah diperoleh dari ridha ke dua orang tua). Membahagiakan orang tua, guru dan manusia secara umum adalah sebagian dari langkah-langkah untuk mencapai Ridha Allah.

Diskusi Kelompok “Cara mencapai Tujuan Hidup (Ridha Allah)”

1. Lanjutkan forum dengan pertanyaan:

“Apa yang harus kita lakukan (usaha/aktifitas/kegiatan) untuk mencapai “Ridha Allah”, dalam konteks sebagai mahasiswa maupun sebagai manusia umumnya?

Jelaskan bahwa sebuah tujuan tidak akan tercapai hanya dengan melamun, tidur-tiduran atau menjadi NATO -No action Talk only. Untuk mencapai Ridha Allah harus ada usaha/aktifitas/kegiatan yang mesti dilakukan secara konsisten dan tak kenal lelah. Aktifitas ini dapat berupa hal yang sifatnya umum (misalnya “rajin beribadah”) sampai kepada sesuatu yang spesifik (misalnya “tidak membuang sampah sembarangan”). Kegiatan ini juga dapat bernuansa relijius (misalnya “selalu melakukan sholat lima waktu”) sampai kepada hal yang sifatnya duniawi (misalnya “berfikir kritis dan rasional”). Namun kedua-duanya bertujuan untuk mencapai Ridha Allah.

2. Bentuk kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 orang (Jumlah kelompok atau jumlah peserta per kelompok dapat di sesuaikan);

3. Masing-masing kelompok menguraikan atau menuliskan 17 jenis kegiatan/aktifitas/usaha yang harus dilakukan untuk mencapai Ridha Allah. Jawaban dituliskan di karton metaplan dan ditempelkan di atas kertas plano.

4. Setelah selesai, plano ditempelkan di depan. Lalu masing perwakilan kelompok menjelaskan secara singkat jawaban-jawaban yang telah dituliskan;

(Saran kepada instruktur: berikan apresiasi atas pekerjaan dan jawaban-jawaban peserta. Komentari jawaban-jawaban yang sama antar kelompok sebagai satu kesamaan ide yang positif, serta perbedaan jawaban sebagai kekayaan cara berfikir).

Penugasan, Diskusi dan Penjelasan Tujuan HMI

Forum di break selama 5-10 menit. Peserta di suruh membuka Anggaran Dasar (AD) HMI dan ditugasi untuk menghafal pasal 4 (Tujuan HMI):

“Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah swt”.

Setelah break, lakukan pengecekan penugasan. Peserta satu persatu disuruh hafal Tujuan HMI. Jika masih terjadi kesalahan, di suruh hafal ulang, sampai tidak ada lagi peserta yang salah hafalan.

Instruktur menyuruh peserta untuk mengkategorisasikan konsep-konsep penting yang terdapat dalam statement Tujuan HMI.

Peserta terdiri dari dua orang (masing-masing berpasangan dengan teman disamping), mengkategorisasikan konsep-konsep penting yang ada dalam statement Tujuan HMI (waktu sekitar 5 menit);

Setelah selesai, instruktur menanyakan kepada setiap pasangan peserta tentang konsep-konsep penting yang ada dalam statement Tujuan HMI.

Instruktur kemudian menuliskan 5 konsep utama dalam Tujuan HMI

(insan “Akademis”, “Pencipta”, “Pengabdi”, yang “Bernafaskan Islam”

dan “Bertanggungjawab”) di atas 5 jenis warna berbeda karton metaplan,

dan menempelkannya di depan. Kemudian instruktur menerangkan konsep tersebut dengan memperkenalkan istilah khas HMI: “5 Kualitas Insan Cita”, “5 Wajah Insan Kamil”.

1. Instruktur menanyakan kepada peserta apa yang pemahaman mereka tentang “insan Akademis”, “insan Pencipta”, “insan Pengabdi”, “insan Bernafaskan Islam” dan “insan Bertanggungjawab”;