Anda di halaman 1dari 11

PENGARUH MATA PELAJARAN UMUM KHUSUSNYA

MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI DAN STANDAR


PENILAIAN KELULUSAN SISWA SEKOLAH ISLAM
KHUSUSNYA DI SEKOLAH ALWATHONIYAH SALAFIYAH 06

SKRIPSI
Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata I
untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam
Oleh :

Nama

: Mahmurodhi

NIM

Program Studi : Pendidikan Islam

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM


NAHDLATUL ULAMA
(STAINU) JAKARTA
2010

BAB I

A.

PENDAHULUAN

Rasa takut terhadap pelajaran matematika seringkali


menghinggapi perasaan siswa di Sekolah Dasar. Hal ini antara
lain disebabkan oleh penekanan berlebihan pada penghafalan
semata, penekanan pada kecepatan berhitung, pengajaran
otoriter, kurangnya variasi dalam proses belajar mengajar dan
penekanan berlebihan pada prestasi individu. Padahal
matematika bisa dan mudah untuk dimengerti, tetapi agar siswa
menjadi cermat, teliti dan cepat dalam berhitung siswa harus
dilatih secara kontinu. Untuk itu diperlukan kemampuan
aritmatika yang optimal. Untuk menjadikan matematika sesuatu
yang menarik bagi siswa adalah dengan melibatkan secara
intensif kemampuan intelektual siswa dan menantangnya untuk
berfikir.
Pada dasarnya siswa mampu mencapai tingkat kepandaian yang
optimal dalam aritmatika, mampu berfikir secara cepat dan tepat
dengan adanya konsentrasi yang tinggi. Dewasa ini ada berbagai
pendekatan untuk belajar matematika secara efektif, misalnya
metode montazeri dan sempoa. Selain itu ada beberapa alat
peraga yang dapat diciptakan untuk meningkatkan

kemampuan berhitung matematika. Menurut R. Soedjadi dan


Masriyah (dalam Suyitno, 2004 : 52), ciri- ciri matematika adalah
matematika memiliki objek yang abstrak, mendasarkan diri pada
kesepakatan-kesepakatan, sepenuhnya menggunakan pola piker
deduktif dan dijiwai dengan kebenaran konsisitensi. Jika dilihat
dari konsep dan penalaran diatas, sulit bagi siswa SD untuk
memahaminya. Oleh karena itu perlu diadakan pemilihan dan
penyesuaian

materi

matematika

sehingga

dapat

diberikan

kepada siswa SD.


Matematika

yang

tercantum

matematika

yang

disesuaikan

dengan

Mengajarkan

matematika

telah

dalam

dipilih

kurikulum

dan

perkembangan
kepada

SD

adalah

disederhanakan

dan

berfikir

SD.

siswa

SD

siswa

sesungguhnya

tidaklah terlalu sulit. Hal utama untuk menarik minat belajar


siswa terhadap matematika adalah menciptakan suasana senang
dalam belajar matematika. Salah satu caranya adalah dengan
memasukkan materi pelajaran dalam
suasana

permainan.

Keberhasilan

dari

suatu

pembelajaran

merupakan tujuan utama


seorang guru sebagai pelaksana pendidikan di sekolah. Oleh
karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk mencapai tujuan
tersebut. Dalam pembelajaran komponen utamanya adalah guru
dan

siswa

disamping

komponen-komponen

lain

sebagai

pendukung.
Ditinjau dari komponen guru, maka seorang guru harus mampu
membimbing
pengetahuannya

siswa

sehingga

sesuai

dengan

dapat
mata

mengembangkan
pelajaran

yang

dipelajarinya. Dalam hal ini guru harus menguasai sepenuhnya

materi yang diajarkan dengan menggunakan metode yang tepat


dan menyenangkan sehingga membantu siswa dalam menguasai
pelajaran.
Ditinjau dari komponen siswa , keberhasilan belajar sangat
ditentukan oleh kemauan berlatih dan juga konsep-konsep awal
yang

telah

diterima

sebelumnya.

Pada

kenyataannya

ketidakberhasilan siswa dalam belajar seringkali diakibatkan


karena kemauan berlatih sangat kurang dan minimnya konsep
awal

yang

diterima.

Seringkali

kita

mendengar

bahwa

matematika dipandang sebagai mata pelajaran yang kurang


diminati atau bahkan dihindari oleh sebagian siswa, padahal
siswa seharusnya menyadari bahwa kemampuan berfikir logis,
rasionalis, kritis, cermat dan efektif yang menjadi ciri matematika
sangat dibutuhkan. Karena itu, kreativitas dalam mengajarkan
matematika merupakan faktor kunci agar matematika mejadi
pelajaran yang menarik di kelas.
Menurut informasi guru kelas II Sekolah Dasar Trayu 01, dalam
pelajaran matematika masih banyak siswa yang mengalami
kesulitan

dalam

menyelesaikan

soal-soal

penjumlahan

dan

pengurangan bilangan cacah. Hal ini bisa dilihat pada pekerjaan


siswa (rata-rata hasil ulangan harian) dalam 3 tahun terakhir
yaitu dibawah 6,50.
Kenyataan

diatas

menunjukkan

bahwa

mata

pelajaran

mudah

dipahami.

matematika
merupakan
Rendahnya

mata

pelajaran

yang

tidak

penguasaan materi matematika dimungkinkan selain kurang


jelasnya guru
dalam memberikan penjelasan / dalam menerangkan materi
pada siswa, dapat
juga karena kurangnya alat peraga dalam kegiatan belajarmengajar dan
kurangnya minat siswa karena pembelajarannya yang kurang
menarik dan
menyenangkan.
Permainan kartu bridge bukan lagi permainan yang asing bagi
siswa
kelas II SD Trayu 01. Permainan empat satu, remi dan cangkulan
sudah akrab
bagi siswa kelas II SD Trayu 01. Permainan kartu bridge adalah
salah satu
permainan yang mengandalkan kemampuan berhitung dan
ketelitian. Secara
tidak langsung siswa dituntut untuk menguasai fakta dasar
penjumlahan
bilangan satu angka untuk bisa memainkan permainan kartu
bridge. Dengan
kartu bridge siswa sudah diperkenalkan dengan angka-angka.
Bentuk dari

kartu bridge yang menarik membuat siswa merasa senang


bermain meskipun
secara

tidak

langsung

sudah

mempelajari

matematika.

Permainan kartu bridge


juga merangsang kemampuan motorik siswa.
Menurut Drajat, bagi seorang anak, kebutuhan belajar biasanya
didasari oleh kemauan untuk memuaskan keinginantahuannya
dan didorong
oleh faktor-faktor yang menyenangkan dari yang diajarinya.
Karena hal-hal
yang paling penting bagi anak adalah bermain. Maka, pelajaran
yang bersifat
permainan akan lebih menarik perhatiannya. Menurut Martina
Rini S. Tasmin,
Dengan bermain, tidak hanya anak akan merasa senang dan
bahagia ketika

melakukannya, tapi potensi anak juga akan berkembang dan


anak akan
menjadi pintar lewat sarana permainan. Sedangkan menurut
Seto Mulyadi
(dalam Reni,2006) jika anak senang dan ada gerakan-gerakan
maka

kemampuan

kognitifnya

akan

berkembang.

Jadi,

dapat

disimpulkan bahwa
dengan bermain, anak akan merasa senang sekaligus anak
belajar lewat
permainan tersebut sehingga kemampuan kognitifnya akan
berkembang.
Berdasarkan

uraian

diatas

peneliti

merasa

perlu

untuk

melakukan
penelitian tindakan kelas dengan judul PENGARUH MATA
PELAJARAN UMUM KHUSUSNYA MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI
DAN KELULUSAN SISWA SEKOLAH BERBASIS ISLAM KHUSUSNYA
DI SEKOLAH SALAFIYAH 06 .

B. Rumusan Masalah
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini dapat dirumuskan
sebagai berikut :
1.

Mengapa

mata pelajaran umum khususnya matematika

merupakan salah satu standar penilaian kelulusan siswa


dalam sekolah islam?
2.

Apakah

mata

pelajaran

umum

khususnya

matematika

menjadi tolak ukur terhadap prestasi belajar siswa dalam


sekolah islam?
3.

dan bagaimana pengaruhnya mata pelajaran agama dalam


penilaian tingkat kelulusan siswa dalam sekolah islam ?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk :
1.

Mengetahui

alasan

mata

pelajaran

umum

khususnya

matematika menjadi salah satu standar penilaian kelulusan siswa


dalam sekolah islam.
2. Mengetahui apa yangmenjadi tolak ukur terhadap prestasi
belajar siswa dalam sekolah islam.
3.

Mengetahui

pengaruh

besarnya

mata

pelajaran

agama

terhadap penilaian tingkat kelulusan siswa dalam sekolah islam


disamping mata pelajaran umum khususnya matematika dalam
sekolah islam.
D. Manfaat Penelitian
Dengan

adanya

penelitian

tindakan

kelas

ini

memberikan

manfaat
yang besar bagi:
1. Guru
Dengan dilaksanakan penelitian tindakan kelas, guru dapat
mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi, termasuk
dalam
memilih metode dan media yang sesuai dengan tujuan dan
materi yang

akan diberikan. Sehingga masalah yang dihadapi guru yang


berhubungan
dengan materi dan siswa dapat diminimalkan.
2. Siswa
Dengan adanya penelitian tindakan kelas, siswa yang mengalami
kesulitan belajar dapat diminimalkan, yang selanjutnya hasil
belajar siswa
akan mengingkat.
3. Sekolah
Dari hasil penelitian dapat memberikan masukan bagi kepala
sekolah dalam usaha perbaikan proses pembelajaran para guru.
Sekolah
bisa menambah sarana dan prasarana sehingga mutu pendidikan
dapat
meningkat.
F. Sistematika Penulisan Skripsi
Sistematika skripsi ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu :
1. Bagian awal
Pada bagian ini memuat beberapa halaman yang terdiri dari
halaman judul, kata pengantar, daftar isi dan daftar lampiran.
2. Bagian Isi

Pada bagian ini memuat lima bab yang terdiri dari:


Bab I
Pendahuluan
Bagian pendahuluan berisi tentang Latar belakang masalah,
rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan
sistematika penulisan skripsi.
Bab II
Landasan Teori
Bagian ini berisi tentang landasan teoritis mengenai belajar,
motivasi,

perkembangan

anak,

pembelajaran

matematika,

permainan kartu bridge, kerangka berfikir dan hipotesis tindakan.


Bab III
Metode Penelitian
Bagian ini berisi tentang lokasi penelitian, subyek penelitian,
variabel penelitian, rencana tindakan dan indikator keberhasilan.
Bab IV
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bagian ini berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan.
Bab V
Simpulan dan Saran-saran
Bagian ini berisi tentang simpulan dan saran-saran.

3. Bagian Akhir
Bagian ini berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

Anda mungkin juga menyukai