Anda di halaman 1dari 14

DESAIN

PRODUK DAN
JASA
MANAJEMEN OPERASI DAN PRODUKSI

A. PEMILIHAN PRODUK DAN JASA


1.

2.

Berbagai Pilihan Strategi Produk


Menunjang Keunggulan Bersaing
Pemilihan Produk adalah proses
pemilihan produk atau jasa untuk
dapat disajikan kepada pelanggan
atau klien
Siklus Hidup dan Strategi Produk
terbagi menjadi 4 fase yaitu:
a. Fase Perkenalan/Introduction.
adanya
Penelitian,Pengembangan
Produk, Modifikasi, dan perbaikan
proses serta pengembangan produk.
b. Fase Pertumbuhan/Growth.
adanya penambahan
Kapasitas/peningkatan kapasitas

c. Fase Kematangan/Maturity.
Adanya produksi dalam jumlah besar dan
inovatif serta pengendalian biaya
d. Fase Penurunan/Decline
manajemen perlu sedikit kejam pada fase ini
dengan menghentikan produksi.

3.

Analisi Produk Berdasarkan Nilai


yaitu mengurutkan produk secara menurun berdasarkan kontribusi
dollar setiap produk bagi perusahaan, dan juga kontibusi dollar tahunan
total dari suatu produk.

B. Menghasilkan
1.
2.

3.
4.
5.
6.

Produk Baru

Peluang dan pentingnya Produk Baru


Memahami pelanggan merupakan permasalahan dasar dalam
pengembangan produk baru.
Perubahan ekonomi menyebabkan meningkatnya tingkat kemakmuran
pada jangka panjang tetapi siklus ekonomis dan harga berubah pada
jangka pendek.
Perubahan secara sosiologis dan demografis mungkin muncul pada
beberapa faktor seperti berkurangnya ukuran keluarga.
Perubahan teknologi yang membuat segalanya mungkin, mulai dari
komputer genggam, telepon genggam hingga jantung buatan.
Perubahan politik/peraturan menghasilkan perjanjian perdagangan
yang baru, tarif, dan juga persyaratan kontrak dengan pemerintah.
Perubahan lain dapat muncul melalui kebiasaan pasar, standar
profesional, pemasok, dan distributor
dengan produk baru dapat meningkat keuntungan karena dapat
meningkatkan penjualan.

C. PENGEMBANGAN PRODUK
1.

2.

Sistem Pengembangan Produk


sebuah Stategi Produk yang efektif menghubungkan
keputusan produk dengan arus uang, dinamika pasar,
siklus hidup produk, dan kemampuan organisasi.
Quality Function Deployment (QFD)
Proses
menetapkan
permintaan
pelanggan
dan
menerjemahkan keinginan pelanggan ke dalam cara yang
dapat dipahami dan dilaksanakan oleh setiap bagian
fungsional.
suatu perangkat QFD adalah rumah kualitas (house of
quality) yaitu bagian dari proses penyebaran fungsi
kualitas yang menggunakan matriks perencanaan untuk
menghubungkan
keinginan
pelanggan
dengan
bagaimana perusahaan akan memenuhi keinginan ini.

3.

4.

Menyusun Organisasi untuk pengembangan


produk
Tim pengembangan Produk yaitu tim yang
bertanggung jawab mengubah permintaan
pasar menjadi suatu produk yang mencapai
tahap keberhasilan.
penggunaan tim ini disebut rekayasa stimulan
yaitu penggunaan tim yang terlibat dalam
aktivitas desain dan rekayasa.
Kemampuan untuk diproduksi dan rekayasa
nilai
yaitu aktivitas yang membantu meningkatkan
kualitas desain, produksi, pemeliharaan, dan
penggunaan dari produk.

D. PERMASALAHAN DESAIN PRODUK


1.

2.

3.

Desain yang tangguh


Desain yang dapat diproduksi sesuai persyaratan, bahkan
dengan adanya kondisi proses produksi yang tidak sempurna.
Desain moduler
yaitu desain dimana bagian atau komponen dari suatu produk
dibagi-bagi menjadi modul-modul yang dapat dipertukarkan dan
diganti dengan mudah.
Computer-aided design (CAD)
Adalah penggunaan komputer secara interaktif untuk
mengembangkan dan mendokumentasikan produk.
suatu perluasan dari CAD yaitu peranti lunak design for
manafucture and assembly (DFMA) yaitu peranti lunak yang
memungkinkan para perancang untuk melihat pengaruh dari
desain terhadap proses manufaktur produk.
Dan perluasan kedua adalah pemodelan objek 3 dimensi (3-D
Object Modeling) yaitu mengembangkan purwarupa kecil.

4.

5.

6.

7.

Computer-aided manufacture (CAM).


yaitu penggunaan teknologi informasi untuk
mengendalikan mesin.
Tekonologi virtual reality
Bentuk komunikasi visual dimana citra-citra
digunakan sebagai pengganti dari benda
aslinya, tetapi masih memungkinkan pengguna
untuk meresponsnya secara interaktif.
Analisis nilai (Value analysis)
Suatu tinjauan atas produk yang berhasil yang
dilakukan selama proses produksi.
Etika dan desain yang ramah lingkungan.

E. PERSAINGAN BERDASARKAN WAKTU


Adalah persaingan yang dipengaruhi oleh waktu,
mengembangkan produk dengan cepat dan
melemparkannya ke pasar, maka diperlukannya
adanya strategi pengembangan produk yaitu :
1. Strategi internal meliputi :
- Migrasi produk yang ada
- Perbaikan terhadap produk yang ada
- pengembangan produk secara internal
2. Strategi eksternal meliputi :
Membeli teknologi dengan cara mengakuisisi
perusahaan
Usaha patungan
Aliansi

F. MENDEFINISIKAN SUATU PRODUK


Sebuah barang/jasa didefinisikan dari segi
fungsinya yaitu apa yang dapat dilakukan olehnya.
Kemudian barang itu dirancang dan perusahaan
menentukan bagaimana fungsi tersebut dapat
tercapai.
Kemudian produk ditetapkan, dirancang dan
didokumentasikan. Hampir semua barang yang
diproduksi dan komponennya didefinisikan dengan
sebuah gambar yang biasanya disebut gambar
teknik(engineering drawing) yaitu gambar yang
menunjukkan dimensi, toleransi, bahan baku, dan
hasil akhir dari sebuah komponen.

G. DOKUMEN UNTUK PRODUKSI


Proses produksi dibantu oleh dokumen yang
bermacam-macam seperti :
1. Gambar perakitan (assembly drawing)
2. Diagram perakitan (aasembly chart)
3. Lembar rute (route sheet)
4. Perintah kerja (work order)
5. Engineering change noties (ECN) yaitu koreksi
atau modifikasi gambar teknik atau daftar
bahan baku.

H. DESAIN JASA
Desain jasa atau Desain pelayanan merupakan cara
perusahaan untuk memberikan pelayanan yang terbaik
terhadap konsumen. Tujuan dari desain pelayanan adalah
mengurangi tingkat komplain dari konsumen untuk
diantisipasi oleh perusahaan secara maksimal. Cara untuk
memaksimalkan pelayanan terhadap konsumen
dapat dilakukan dengan jalan :
1. Merencanakan desain pelayanan
2. Realisasi desain pelayanan
3. Membuat desain pelayanan
Biasanya dalam desain jasa partisipasi pelanggan dalam
dapat mempengaruhi perancangan dan produksi jasa.
Serta dalam desain jasa memerlukan Dokumen jasa yang
sering berbentuk perintah kerja eksplisit yang memerinci
apa yang akan terjadi pada momenth of truth.

I. POHON KEPUTUSAN DALAM DESAIN PRODUK


Pohon keputusan dipergunakan untuk memutuskan suatu
produk baru secara baik, banyaknya variasi yang dibutuhkan
sesuai dengan permasalahan manajemen. Bentuk pohon
keputusan dapat diikuti melalui prosedur berikut :
1. Mencari alternatif yang memungkinkan dan pernyataan
kebiasaan yang terjadi ke dalam pohon, termasuk
pernyataan alternatif dengan tidak melakukan apa-apa.
2. Setiap
hasil akan merupakan cabang dari pohon.
Merupakan tempat untuk mengembangkan hasil menjadi
penambahan cabang.
3. Pohon keputusan bertujuan untuk mengetahui pengaruh
nilai harapan (expected value) dari setiap keputusan yang
diambil. Selanjutnya, setiap keputusan uraiannya dimulai
dari kanan dari pohon keputusan, sedangkan titik cabang
keputusan dinyatakan dengan node.

J. TRANSISI MENUJU
PRODUKSI
Akhirnya,

suatu produk, baik itu berupa barang atau jasa, telah


dipilih, didesain, dan diterapkan. Produk telah berkembang dari
sebuah ide menjadi definisi yang fungsional, dan kemudian mungkin
menjadi sebuah desain. Sekarang, majemen harus membuat
keputusan untuk mengembangkan lebih lanjut dan memproduksi
atau menghentikan ide produk.
Saat keputusan dibuat, biasanya ada satu periode produksi
percobaan untuk memastikan desain benar-benar dapat diproduksi.
Ini merupakan uji kemampuan untuk diproduksi. Percobaan ini juga
memberikan staf operasi kemungkinan untuk mengembangkan
peralatan yang sesuai, prosedur pengendalian kualitas, dan
pelatihan karyawan untuk memastikan bahwa produk dapat dimulai
dengan sukses.
Pada akhirnya, saat produk dianggap dapat dipasarkan dan
diproduksi, manajemen lini akan melimpahkan tanggung jawab.
Beberapa perusahaan menunjukkan seorang manajer proyek,
sementara yang lainnya menggunakan tim pengembangan produk
untuk memastikan transisi dari pengembangan ke produk berjalan
dengan sukses.

KESIMPULAN
Produk yang dihasilkan perusahaan, dalam perjalanannya tentunya
mengalami tahapan seperti yang sesuai siklus hidupnya, sehingga
pemilihan produk, pendefinisian produk maupun desain produk perlu
secara terus menerus diperbaharui .
kemudian departemen rekayasa manuifaktur untuk merancang
produk, dilanjutkan departemen produksi yang memproduksi secara
masal produk tersebut.
Setelah berbagai produk dan jasa dirancang, spesifikasi-spesifikasinya
harus diterjemahkan ke berbagai sistem pemrosesan yang
menciptakan produk atau menyediakan jasa.
Disain proses phisik untuk produksi barang-barang dan jasa-jasa ini
menyangkut serangkaian keputusan tentang seleksi proses, pemilihan
teknologi dan perencanaan proses. Keputusan-keputusan harus dibuat
tentang tipe proses, derajat otomatisasi, macam mesin yang akan
digunakan, dan sebagainya.
Disain proses tidak semata-mata hanya merupakan masalah teknik
tetapi juga menyangkut pertimbangan-pertimbangan sosial, ekonomi
dan lingkungan.