Anda di halaman 1dari 24

KELOMPOK 2

IMMOBILISASI LIMBAH
RADIOAKTIF AKTIVITAS
TINGGI DENGAN BAHAN

IMMOBILISASI LIMBAH
RADIOAKTIF AKTIVITAS
TINGGI DENGAN BAHAN
SYNROC

PENDAHUL
UAN

Limbah Radioaktif

Pendahul
uan

Zat radioaktif dan atau bahan serta peralatan yang telah terkena radioaktif
atau menjadi radioaktif karena pengoperasian Instalasi Nuklir atau
Instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion yang tidak dapat digunakan
lagi

KLASIFIKASI

Menurut PP No 27 Tahun 2002 :


Limbah Aktifitas Rendah
Limbah Aktifitas Sedang
Limbah Aktifitas Tinggi

Pendahul
uan
Pengelolaan
Limbah Aktivitas Tinggi Biasanya Dikelola
dengan cara Immobilisasi. Beberapa Cara
Immobilisasi yang dikenal:
Sementasi (semen)
Vitrivikasi (gelas)
Keramikisasi (keramik)
Polymerisasi
SHTM (Super High Temperature Methode)
Synroc

Synroc

Pendahul
uan

Synroc, "Synthetic Rock di kembangkan oleh Dr. Ted


Ringwood mulai tahun 1978 dari Australian National
University dan hingga kini masih terus dikembangkan.
Adalah suatu bahan imobilisasi limbah dalam fase
kristal-kristal titanat yang stabil.
Fasa mineral utama dalam synroc adalah hollandite
[Ba(Al,Ti)2Ti6O16],
zirconolite
(CaZrTi2O7),
dan
perovskite (CaTiO3), selain itu terdapat fase titanoksida dan fase-fase paduan dalam jumlah lebih kecil.

Aplikasi
Synroc

Pendahul
uan

1. Limbah proses olah ulang bahan bakar bekas (mengandung kelompok unsur
transuranium dan aktinida)
2. Limbah yang mengandung radionuklida yang memiliki waktu paro panjang
(Cs-135, Tc-99 dan Sr-90)
3. Limbah Pu yang berasal dari persenjataan nuklir
4. Limbah produksi Mo-99
5. Limbah kegiatan uji pasca iradiasi elemen bakr nuklir
6. Limbah sludge yang mengandung logam tanah jarang, aktinida, Sr-90, dan
garam alkali
7. Limbah yang bersifat kontaminan tinggi non radioaktif

Pendahul
uan
Tabel 1. Variasi Synroc Berdasarkan
Jenis Kandungan Limbahnya.
Jenis synroc

Jenis limbah

Synroc-C standar

LAT tipe purex, radionuklida hasil fisi, aktinida dan


logam tanah jarang

Synroc-C
zirconolite

kaya LAT tipe purex, kaya aktinida

Synroc kaya pyrochlore

Limbah mengandung Pu dan U

Synroc kaya
hollandite/perovskite

Limbah Tc dan Cs/Sr (volatil) hasil pemisahan sari limbah


purex

Synroc-D (modifikasi
synroc-C kaya
hollandite)

Limbah sludge (LAT) mengandung Cs dan kontaminan


tinggi Na2O, SiO2 dan besi oksida

Synroc gelas komposit


kaya zirconolite dan
perovskite

Limbah sludge (LAT) mengandung logam tanah jarang,


aktinida, Sr dan garam alkali

PROSES
PEMBUATA
N

Proses
Proses I
Dilakukan dengan mereaksikan precursor oksida
(Al2O3 5,4% ; BaO 5,6% ; CaO 11% ; TiO2 71,4% dan
ZrO2 6,6%) dengan LCAT. Campuran dikeringkan,
dikalsinasi dan di press-panas pada suhu 1200 oC.
Hasilnya 20% berat LAT masuk ke dalam mineral
synroc.

Proses
Proses 2
Dilakukan dengan menggunakan campuran slurry
(Ba,Ca hidroksida dan alkoksida dari Al, Ti dan Zr)
dengan LCAT. Campuran dikalsinasi dalam kondisi
atmosfer gas H2/N2 pada suhu 750 oC. kemudian 2%
logam titan dicampurkan dan di press-panas pada suhu
1150 oC. Hasilnya 30 % berat LAT masuk ke dalam
mineral synroc.

Proses
Proses 3
Bahan yang digunakan tidak berupa partikel
halus melainkan dalam bentuk sol-gel yang
sifatnya dikontrol oleh proses kimia, sehingga
tidak menimbulkan debu dalam proses
pembuatan.

Prose
s

IMMOBILISASI LIMBAH
RADIOAKTIF AKTIVITAS
TINGGI DENGAN BAHAN

HASIL
&
PEMBAHASA
N

Tabel 4. Hasil Analisis Pelindihan


Terhadap Limbah Synroc

Akibat Radiasi

Pembah
asan
Adaptasi di BATAN
Di Indonesia, LAT yang dihasilkan
adalah :
LCAT dari IRM berupa limbah dari
kegiatan uji pasca iradiasi elemen
bahan nuklir yang mengandung
radionuklida hasil fisi dan aktinida dan
LAT dari IPR berupa limbah dari
produksi Mo-99.

LCATAlternatif
Alternatif
Penyimpanan
FasaImmobilisasi
LCARImmobilisasi

Pembah
asan

Gambar 3. Adaptasi
Teknologi Immobilisasi
Synroc untuk LCAT dari
produksi 99Mo di Instalasi

LCATAlternatif
Alternatif
LCATImmobilisasi
LCTRU
Immobilisasi
Immobilisasi

Pembah
asan

Gambar 4. Adaptasi
Teknologi Immobilisasi
Synroc untuk LCAT dari
produksi 99Mo di Instalasi

Kesimpu
lan
Kesimpulan
Synroc dapat digunakan sebagai alternatif dari
metode vitrifikasi karena memiliki kestabilan
geokimia dan cakupan immobilisasi kolektif yang
lebih luas
Laju pelindihan dan kerusakan akibat radiasi
terhadap synroc dapat diterima.
Synroc masih dapat dikembangkan tergantung
pada kandungan radionuklida pada limbah.
Di Indonesia, Synroc dapat digunakan untuk
limbah yang berasar dari kegiatan uji pasca
irradiasi elemen bakar nuklir dan produksi
radioisotop 99Mo

-TERIMAKASIH
Mohon maaf atas segala
kekurangan..