Anda di halaman 1dari 2

Nama: khasanatul marfuah

UB: 121097
MK: psikologi diagnosti
Kurangnya motifasi belajar
Motifasi adalah suatu dorongan yang muncul karna diberikan oleh seseorang kepada
orang lain atau diri sendiri, dorongan tersebut bermaksud agar orang tersebut menjadi orang yang
lebih baik dari yang sebelumnya. Motifasi juga dapat diartikan sebagai sebuah alasan yang
menjadi sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang.
Orang yang saya amati dengan nama:
Nama: mayriska putri
Usia: 13 tahun
Alamat: sungai bahar
Amatan saya, bermula ia anak yang kurang aktif bergerak dikarenakan badan yang sangat
gemuk, pemalas, tidak mau sekolah, tidak suka membaca buku, yang mengakibatkan banyaknya
pengetahuan-pengetahuan yang belum dipahami, dan terpengaruh oleh teman-teman yang lebih
dewasa.
1. Klien ini tidak mau sekolah dikarenakan satu alasan malas mikir. Seperti pada
pelajaran berhitung. Dan alasan ini telah tertanam dalam dirinya sehingga
mempengaruhi semua masalah yang dihadapinya.
2. Tidak mau sekolah, dikarenakan kurangnya motifasi baik dari diri sendiri maupun
orang lain (keluarga).
Sering bolos sekolah dan malas mengerjakan tugas. Kurangnya pengawasan orang tua
terhadap anak dan hanya mengikuti kehendak anak.

Kesimpulan
Dengan latar belakang pendidikan orang tua yang tidak tinggi, dan berpenghasilan yang
pas-pas an. Orang tua menginginkan anaknya berpendidikan yang lebih, tetapi anak tiak mau

sekolah formal, ia hanya mau belajar dan mengaji di pesantren yang keinginannya itu di ikuti
oleh orang tuanya.
Dan orang tua telah menyerahkan anaknya ke pesantren, tapi dikarenakan pesantrennya
untuk orang yang sudah memahami agama maka tidak ada pembelajaran khusus untuk anak yang
belum bisa melaksanakan praktek ibadah. seperti pelajaran tentang praktek sholat.
Dalam hal ini perlu bimbingan yang khusus buat anak yang mentalnya telah terganggu.
Walau dengan sedikit paksaan-paksaan yang diberikan kepadanya agar si anak tersebut tidak
tertinggal dengan teman-teman yang lain kami memberinya buku tentang tuntunan sholat, dan
mempraktekkannya sehari-hari. Walau apa yang kami ingikan itu kadang dilaksanakan dan
kadang tidak, karna masih terpengaruh teman yang lebih tua yang mengajarinya internetan
seperti facebookan. Dan kami telah memberi apa yang orang tua nya inginkanwalaupunbelum
semaksimal mungkin.
Demikian pengamatan kami.