Anda di halaman 1dari 8

Perencanaan Pesisir

Critical Review
Pengembangan Kawasan Minapolitan Sebagai Daya Tarik Wisata Minat Khusu Di Kabupaten
Pacitan
(Jurnal Cakra Wisata Vol 13, No.1, 2013. LPPM-UNS)

Nama : Ramadhan Tirta Saputra


NRP : 3611100029

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota


Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Pendahuluan
Minapolitan merupakan konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikananberbasis
kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan. Minapolitan
merupakan konsep pengembangan kawasan perikanan yang sedang digalakkan oleh KKP
(KementrianKelautan dan Perikanan) sejak tahun 2009. Konsep minapolitan terdiri dari tiga sector
program yaitu minapolitan perikanan tangkap,perikanan budidaya dan garam. Minapolitan dinilai
sebagai salah satu jawaban dari beragam permasalahan pengembangan usaha perikanan tangkap
yang ada saat ini, dimana sektor perikanan tangkap merupakan salah satu sektor usaha padat karya
yang banyak menyerap tenaga kerja di kawasan pesisir.Penyerapan tenaga kerja yang terjadi pada
sektor ini cenderung bersifat musiman dan sangat bergantung pada kondisi alam. Kondisi yang
demikian dapat menimbulkan pengangguran musiman yang berdampak pada menurunnya tingkat
kesejahteraan pekerja disektor perikanan tangkap.
Pembangunan kawasan minapolitan di Kabupaten Pacitan harus selaras antara
pembangunan fisik dan sosial, karena permasalahan yang terjadi masyarakat hanya dijadikan
sebagai subyek pembangunan yang berperan pasif. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan upaya
pembangunan partisipatif. Upaya ini didasarkan pada pembangunan fisik fungsi wilayah dan
pengetahuan serta sikap masyarakat. Pentingnya upaya ini didasarkan atas kenyataaan bahwa
secara psikologis, pengetahuan dan sikap seseorang cenderung berpengaruh terhadap perilakunya.

Review
Jurnal Pengembangan Kawasan Minapolitan Sebagai Daya Tarik Wisata Minat Khusu Di
Kabupaten Pacitan merupakan hasil karya dari Rara Sugiarti. Bisa dilihat dari judulnya bahwa kajian
yang dilakukan penulis berlokasi di Kabupaten Pacitan, lokasi pastinya berada pada zona PPP
(Pelabuhan Perikanan Pantai) Tamperan Pacitan. Tujuan dari tulisan penulis ini adalah untuk
mengkaji potensi minapolitan pada kawasan zona inti PPP Tamperan dan sekitarnya yang dapat
dikembangkan sebagai daya tarik wisata daerah di Kabupaten Pacitan.
Sebagai pendahuluan, penulis memaparkan mengenai arti dari kata minapolitan yang
berasal

dari

Peraturan

Menteri

Kelautan

dan

Perikanan

Republik

Indonesia

Nomor

PER.12/MEN/2010. Dengan demikian pada dasarnya Kawasan Minapolitan merupakan kawasan


dengan pusat kegiatan utama ekonomi yang memanfaatkan, mengelola dan membudidayakan
sumber daya kelautan dan perikanan serta mempunyai keterkaitan fungsional dengan sistem
permukimannya yang dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan
menumbuhkan daya saing regional. Menurut penulis, banyak faktor yang menyebabkan
pembangunan dan pengembangan dari sumber daya kelautan belum optimal. Salah satu faktornya
adalah belum adanya perencanaan dan pengembangan yang komprehensif, integratif, dan
berkesinambungan. Salah satu bidang pembangunan yang berkaitan dengan sumber daya kelautan
dan perikanan ini adalah bidang pembangunan pariwisata, khususnya wisata bahari. Oleh karena itu
perlu adanya perencanaan yang komprehensif, integrative, dan berkesinambungan pada bidang
wisata bahari di Zona PPP Tamperan Pacitan.
Metode yang digunakan penulis untuk menjawab tujuan adalah dengan menggunakan
analisis Interaktif. Analisis ini memiliki tiga komponen yakni reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Dengan metode ini diharapkan kesimpulan yang pada awalnya kurang jelas,
kemudian meningkat secara eksplisit dan memiliki landasan yang kuat. Kesimpulan akhir baru dapat
dibuat apabila seluruh proses pengumpulan data mengenai pengembangan kawasan minapolitan
sebagai daya tarik wisata minat khusus di Kabupaten Pacitan.
Pada bagian selanjutnya penulis mencoba untuk memaparkan hasil dari kajian yang
dilakukan. Penulis memaparkan bahwa pada lokasi kajian terdapat beberapa potensi yang dapat
dikembangkan sebagai daya tarik wisata minat khusus di Kabupaten Pacitan. Potensi yang pertama
adalah potensi Minapolitan. Yang menjadi potensi minapolitan salah satunya adalah suasana pantai
dan lautan. Zona PPP Tamperan Pacitan mempunyai kondisi fisik membentuk formasi melengkung
yang indah. Selanjutnya potensi boga, penulis menuturkan bahwa pada kawasan PPP Tamperan
2

Pacitan terdapat potensi boga yang belum dimaksimalkan. Potensi boga apabila dimaksimalkan
dapat membantu daya tarik wisata dan memerikan kontribusi secara nyata kepada masyarakat.
Potensi boga yang dimaksud oleh penulis adalah adanya beberapa tempat makan yang berjajar di
kawasan pantai. Selanjutnya tempat pelelangan ikan yang berada di kawasan zona inti PPP
Tamperan. Menurut penulis hal yang paling menarik adalah adanya kapal-kapal yang membawa
tangkapan ikan dalam ukuran yang cukup besar. Akan tetapi hal tersebut dicatat penulis bersifat
musiman. Sentra pengolahan hasil laut menjadi potensi minapolitan yang dimiliki PPP Tamperan.
Sentra pengelolaan ini menghasilkan berbagai macam produk olahan ikan khas kota ikan.
Langkah selanjutnya yang diambil penulis adalah melakukan inventarisasi fasilitas penunjang
pengembangan kegiatan pariwisata Minapolitan di TPP Tamperan . Fasilitas pendukung yang didata
oleh penulis antara lain penginapan, biro perjalanan wisata, pusat informasi pariwisata, pusat
rekreasi dan lain sebagainya.
Setelah melakukan inventarisasi fasilitas, penulis memaparkan hasil temuan penulis
mengenai faktor pendorong pengembangan Minapolitan sebagai daya tarik wisata minat khusus.
Yang menjadi faktor pendorong kegiatan pariwisata minat khusus di PPP Tamperan ini adalah
komitmen yang cukup tinggi dari Pemerintah Kabupaten Pacitan, Program Pemerintah Pusat melalui
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang mendukung pengembangan pariwisata, partisipasi
masyarakat yang relative cukup baik, partisipasi yang baik dari pihak swasta, posisi strategis dari
Kabupaten Pacitan dengan adanya pengembangan Jalur Lintas Selatan (JLS).
Selain faktor pendorong pengembangan Minapolitan, penulis juga memaparkan hasil
temuannya mengenai Faktor yang menghambat pengembangan kegiatan pariwisata di kawasan
Minapolitan. Yang menjadi faktor penghamba adalah masih terbatasnya aksesbilitas dan sarana
pendukung, terbatasnya dana pengembangan minapolitan dengan program pengembangan
pariwisata masih terbatas, karakter laut dengan gelombang tinggi dan belum adanya rencana induk
(Masterplan) pengembangan kawasn Minapolitan.
Setelah melakukan kajiannya penulis menuturkan beberapa simpulan. Menurut penulis
kawasan PPP Tamperan dan sekitarnya mempunyai potensi menjadi daya tarik wisata yang bisa
berkontribusi bagi pendapatan daerah Kabupaten Pacitan. Untuk menjadikan kegiatan pariwisata di
kawasan tersebut berkelanjutan, penulis memberikan masukan untuk meningkatkan fasilitas atau
sarana prasarana yang mendorong pembangunan kawasan Minapolitan sebagai daya tarik wisata
minat khusus.

Kajian Kritis
Kajian yang dilakukan oleh Rara Sugiarti mengenai Pengembangan Kawasan Minapolitan
Sebagai Daya Tarik Wisata Minat Khusu Di Kabupaten Pacitan memiliki beberapa kelebihan dan
kelemahan. Sebagai kelebihan, pada kajian yang ditulis oleh penulis ini adalah penulis telah mengkaji
tidak hanya dari sisi dalam kawasan tersebut. Tetapi juga mengkaji dari kawasan sekitar PPP
Tamperan. Kajian tersebut bisa dilihat pada saat proses inventarisasi fasilitas pendukung kegiatan
pariwisata minat khusus. Saat inventarisasi tersebut, penulis bersumber dari Disbudparpora
Kabupaten Pacitan tahun 2010. Metode analisis yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah
oleh penulis juga sama dengan metode yang dipakai oleh Nugroho,dkk dalam Jurnal Pengelolaan
Kawasan Wisata Berbasis Masyarakat Sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Lokal Dan Pelestarian
Sumber Daya Alam Di Kabupaten Karanganyar. Dalam jurnalnya Nugroho,dkk. Dalam luaran yang
dihasilkan oleh Nugroho, muncul rekomendasi kebersamaan. Hal tersebut juga terlihat pada luaran
yang didapat penulis. Penulis merekomendasikan untuk meningkatkan sarana atau fasilitas yang
mendorong pembangunan kawasan minapolitan sebagai daya tarik minat khusus.
Terdapat beberapa kelemahan dari jurnal yang ditulis Rara Sugiarti ini. Yang pertama adalah
penulis tidak melakukan analisa secara mendalam mengenai ekosistem yang ada disana. Lain halnya
dengan jurnal yang sejenis seperti jurnal Model Pengembangan Kawasan Minapolitan Sebagai Upaya
dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Lokal Kabupaten Pacitan. Jurnal yang ditulis oleh
Musiyam dkk melakukan analisis kondisi ekosistem kawasan pesisir Kabupaten Pacitan. Musiyam,
dkk menggali potensi ekosistem dari kawasan wilayah pesisir Kabupaten Pacitan dan membaginya
menjadi 4 bagian, yakni ekosistem mangrove, ekosistem terumbu karang, ekosistem padang lamun,
ekosistem rumput laut alami. Dengan menggunakan analisis potensi sedalam ini maka hasil yang
diharapkan dapat tepat. Lain halnya dengan yang dilakukan oleh penulis. Penulis hanya
menggunakan satu sub-bab potensi minapolitan untuk mengeksplor kondisi ekosistem yang ada di
Kabupaten Pacitan. Kondisi ekosistem perlu untuk dieksplor lebih lanjut mengingat bahwa kondisi
fisik dari suatu ekosistem mengingat tujuan penulis untuk mengembangkan kawasan PPP Tamperan
Kabupaten Pacitan untuk menjadi tujuan wisata. Selanjutnya pada aspek masyarakat, penulis hanya
menganalisis tingkat partisipasi masyarakat saja. Hal tersebut berlainan dengan yang dilakukan
dengan Roland, dkk dalam jurnal strategi pengembangan kawasan minapolitan rumput laut di
Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng. Roland, dkk mempertimbangkan aspek kualitas
sumber daya manusia juga dalam mengembangkan kawasan minapolitan. Menurut Roland, dkk
Bila dilihat dari metode yang dilakukan penulis, luaran yang dihasilkan penulis sudah cukup
untuk menjawab tujuan yang diharapkan. Akan tetapi ada baiknya untuk memperdalam dari hasil
4

kajian dengan menggunakan analisi SWOT yang dipakai oleh Harmony,dkk. Dalam jurnalnya yang
berjudul Kajian Potensi Gua Sebagai Arahan Wisata Minat Khusu Penulusuran Gua di Pulau
Nusakambangan, Harmony,dkk menggunakan alat analisis SWOT. Penggunaan alat analisis SWOT
pada kajian yang dilakukan Harmony,dkk bisa dilihat pada skema dibawah ini.

Skema Penggunaan Analisa SWOT


Bisa dilihat dari skema diatas bahwa analisa SWOT dilakukan setelah proses penggalian
potensi objek. Digunakan alat analisis ini untuk memperdalam kajian. Keuntungan dari analisis ini
adalah kita dapat menggunakan untuk mengembangkan luaran tidak pada penggalian potensi saja
akan tetapi sampai pada arahan pengembangan wisata. Keuntungan lain dari penggunaan analisis
SWOT ini adalah analisis SWOT dapat memeberikan gambaran yang membantu organisasi untuk
menyinkronkan kemampuan dan sumberdayanya (Strength and Weakness) dengan lingkungan luar
(Opportunities dan Threats)(free management e-book.2013)

Lesson Learned
Setelah melakukan kajian kritis terhadap Jurnal Pengembangan Kawasan Minapolitan Sebagai Daya
Tarik Wisata Minat Khusu Di Kabupaten Pacitan bisa didapat beberap pelajaran. Berikut adalah
beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kajian yang telah dilakukan :

Penggalian potensi dan permasalahan harus dilakukan secara mendalam khususnya terkait
mengenai kondisi fisik pesisir, mengingat ekosistem dari wilayah pesisir sangat kaya.

Penggalian potensi dan permasalahan dari segi fisik juga harus dilengkapi dengan kondisi
masyarakat.

Kualitas

sumber

daya

manusia

juga

harus

diperhitungkan

dalam

mengembangkan Minapolitan mengingat konsep pengembangan ini memerlukan partisipasi


masyarakat lokal.

Analisa SWOT diperlukan untuk menggali strategi yang tepat sasaran dan mendetail.

Daftar Pustaka
Nugroho, Purwanto Setyo., Aliyah, Istijabatul.2013. Pengelolaan Kawasan Wisata Berbasis
Masyarakat Sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Lokal Dan Pelestarian Sumber Daya Alam Di
Kabupaten Karanganyar.LPPM-UNS : Semarang
Musiyam, Muhhammad.dkk. 2011.Model Pengembangan Kawasan Minapolitan Sebagai
Upaya dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Lokal Kabupaten Pacitan.
Roland, Ikhsan.dkk. 2013. Strategi Pengembangan Kawasan Minapolitan Rumput Laut Di
Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng. UNHAS
Sugiarti, Rara. 2013. Pengembangan Kawasan Minapolitan Sebagai Daya Tarik Wisata Minat
Khusu Di Kabupaten Pacitan. LPPM-UNS : Semarang.
Team FME. 2013. SWOT Analysis : Strategy Skills. free management e-book.2013