Anda di halaman 1dari 20

Prinsip-Prinsip Tao Zhu-gong, Pelajaran Bisnis Modern dalam Falsafah klasik oleh

Wee Chow Hou


Buku ini membahas 12 prinsip bisnis Tao Zhu-gong dan memperlihatkan penerapannya
dalam situasi korporasi masa kini. Prinsip-prinsip ini mengungkapkan 12 kemampuan vital
yang dibutuhkan seseorang untuk meraih sukses bisnis. prinsip-prinsip ini mencakup cara
menangani pelanggan dan karyawan, cara mengelola sebuah perusahaan dan produkproduknya hingga cara membuat keputusan-keputusan bisnis. Hampir semua bidang yang
perlu untuk pengembangan bisnis.
Keduabelas prinsip bisnis ini berasal dari masa 2000 tahun lalu. Meskipun demikian, prinsipprinsip bisnis ini tetap memiliki arti penting yang besar sehubungan dengan cara menjalankan
bisnis yang sifatnya universal dan kompleks itu. Buku ini juga mendemontrasikan relevansi
prinsip-prinsip tersebut pada bisnis berukuran apapun, mulai dari toko kelontong, korporasi
internasional, hingga perusahaan-perusahaan dot.com.
Tao Zhu-gong sendiri, adalah seorang ahli strategi militer yang mengundurkan diri dari
kedudukan tinggi seorang perdana mentri untuk menjadi seorang pebisnis. Dengan
menerapkan apa yang telah dipelajarinya ketika masih aktif dimiliter, ia membangun
kekayaannya yang setara dengan kekayaan Bill Gate dijaman modern. Dimasa hidupnya, Tao
Zhu-gong menyusun 12 prinsip ini, yang, sayangnya, bukan hanya tidak dikenal didunia
Barat, tetapi juga oleh ornag-orang Cina sendiri. Baik di Timur atau di Barat, setiap pebisnis
akan mendapatkan banyak masukan dari 12 prinsip bisnis Tao Zhu-gong.

Sebuah buku yang harus dibaca oleh setiap pebisnis yang tertarik untuk memahami rahasia
sukses bisnis orang Cina. Hikmat yang terkandung dalam falsafah Tao Zhu-gong sangat
relevan dengan dunia TI / bisnis modern. Saya sangat terkesan oleh kelihaian penulis dalam
menerapkan ajaran dari masa lampau kedalam situasi di ruang direksi jaman modern.
Vijay Mahajan, John P. Harbin Centennial Chair in Business, The University of Texas at
Austin, USA
Buku ini menawarkan kombinasi langka antara pemahaman perseptif budaya Cina, bahasa
dan sejarah serta kepakaran pemasaran modern dalam tradisi Levitt, Drucker, Porter dan
Ohmae. Pembaca akan terkagum-kagum melihat bagaimana Profesor Wee menjembatani
dua dunia pemikiran strategis klasik dan modern, dan menawarkan pelajaran-pelajaran

praktis dan serat makna bagi lingkungan bisnis global masa kini. Profesor Wee patut
mendapat penghargaan untuk tulisannya yang secara ilmiah tajam tetapi juga prakmatis.
Lys S. Amine, Professor of Marketing and International Business, Saint Louis University,
USA. Distinguished Fellow of the Academy of Maketing Science.

Tahun 1978, Cina membuka diri terhadap dunia luar. Sejak itu, perekonomian Cina mulai
tumbuh secara signifikan dan investasi asing semakin banyak masuk ke Cina. Setelah hampir
30 tahun, kini Cina tampil sebagai raksasa ekonomi baru dalam tataran global. Banyak buku
yang menulis mengenai fenomena kemajuan ekonomi Cina yang luar biasa saat ini, namun
saya tertarik kepada sebuah buku dari Bapak Wee Chow Hou yang berjudul: Prinsip-prinsip
Tau Zho-gong, Pelajaran bisnis modern dalam falsafah klasik. Dengan referensi buku
tersebut, saya ingin mencoba menuliskan beberapa poin penting dalam buku tersebut yang
berkenaan dengan dunia bisnis.
Jika kita melihat sepak terjang ekonomi Cina dewasa ini, dengan pertumbuhan ekonomi
sekitar 10% pertahun, tentu banyak membuat bangsa lain terkagum-kagum, bahkan beberapa
Negara maju gerah dengan kemajuan ekonomi Cina yang luar biasa ini. Oleh karena itu, tak
salah kiranya jika kita mencoba belajar dan memahami ekonomi Cina, penting untuk juga
mempelajari peradabannya, hal ini dikarenakan:
Pertama, bahwa peradaban Cina telah berlangsung dan tidak terputus untuk kurun waktu
yang panjang, yaitu 2.500 tahun. Dan peradaban tersebut telah mengatasi berbagai ujian
ketahanan, baik perang, bencana alam, proses distorsi budaya dan lain sebagainya, namun
peradaban ini tetap bertahan sampai saat ini. Di dunia ini, dalam sejarah kehidupan umat
manusia, telah banyak suku, peradaban, bangsa, ras dan budaya yang telah musnah. Sejak
dari zaman kaisar pertamanya, Qin Shi-huang, peradaban Cina mengalami masa-masa
cemerlang dan gelap, dan peradaban Cina telah bertahan dalam ujian waktu. Dengan
demikian, tentu banyak hal berharga yang dapat diperoleh dengan mempelajari peradaban
Cina ini.
Kemampuan untuk bertahan hidup juga berlaku didalam dunia bisnis. Ukuran keberhasilan
sebuah perusahaan tidak dapat hanya diukur dari moment-moment penjualan yang tinggi,
atau pengsa pasar atau kuntungan semata. Sebaliknya, kesuskesan sebuah perusahaan dinilai
dari kemampuannya untuk bertahan dalam berbagai tantangan pasar, kompetisi, aplikasi

teknologi, tuntutan costomer dan lain sebagainya. Sebagai contoh, tahun 1998, Citibank
melakukan merger dengan Travelers. Travelers adalah sebuah perusahaan asuaransi yang
berdiri sejak tahun 1864 dan telah berusia lebih dari 130. Pada saat kedua perusaan tersebut
bergabung, nama Citigroup di pakai sebagai entities baru kedua perusahaan tersebut, dan
nama Travelers dihapuskan sama sekali. Padahal, pada tahun sebelumnya Traveler barusan
mengakuisisi Solomon (sebuah bank investasi). Bukan hanya Travelers satau-satunya nama
yang telah terkubur dalam sejarah oleh karena merger atau akuisisi perusahaan. Beberapa
nama lain yang juga terkenal juga bernasib serupa, seperti: Seagram, MCI dan Donalson.
Seperti peradaban, hanya perusahaan yang berjalan atas prinsip yang paling sehat dan paling
kuat yang akan menang. Dan perusahaan-perusahaan yang lemah suatau saat akan berakhir,
entah terserap melalui merger atau hancur melalui akuisisi.
Kedua, supaya dapat memahami pola pikir para ahli strategi Cina, pemahaman yang dalam
bisa didapatkan dengan mempelajari karya-karya klasik dan falsafah Cina. Karena sejarah
Cina yang terentang begitu panjang, banyak sekali falsafah yang masih terpelihara dengan
baik, dimana falsafat tersebut telah dipelajari dengan baik dan telah teruji dalam rentang
tahun yang panjang. Umumnya diketahui bahwa pemikiran, perencanaan dan strategi
manajemen bersumber dari kalangan militer. Cina, dengan sejarahnya yang panjang, adalah
salah satu negara yang paling banyak mengalami perang sepanjang sejarahnya. Tak
mengherankan pula bahwa perjanjian militer paling tua yang tertulis sekitar tahun 400 - 320
SM dibuat oleh Sun Zi yang menulis buku Sun Zi bing fa (seni perang). Buku tersebut
menjadi buku bacaan wajib di banyak akademi militer diseluruh dunia, dan juga merupakan
buku yang banyak mempengaruhi banyak praktek bisnis. Pribahasa populer orang Cina:
Dunia bisnis tak ubahnya sebuah medan pertempuran (Shang chang r chang)
Jadi, memang pada masa-masa awal, para pebisnis Cina cenderung menggunakan perspektif
militer dalam berbisnis. Dan tentu saja, sikap demikian dapat menghasilkan kemunduran
yang besar dan dapat mempengaruhi sikap umum dalam urusan bisnis. Dan sebagai
akibatnya, sewaktu Cina pertama kali membuka diri terhadap investor Barat, mereka
cenderung memperlakukan para investor asing dengan penuh kegamangan, sketisime dan
kecurigaan. Baru beberapa tahun terakhirlah Cina menghargai pentingnya investasi asing.
Apalagi dengan masuknya Cina ke World Trade Organization pada akhir tahun 2001, Cina
telah mampu memahami aturan-aturan persaingan internasional dengan lebih baik. Bahkan
saat ini, Cina telah berkembang menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia.

PENDAHULUAN
Dalam dunia bisnis, hanya sedikit orang yang tidak mengenal nama Bill gates. Saat ini, Bill
Gates, pendiri microsoft adalah orang terkaya nomor 3 di dunia, dengan kakayaan sebesar
US$ 58 milyar menurut majalah Forbes. Sedangkan posisi nomor satu manusia terkaya
didunia saat ini ditempati Warren Buffett dengan kekayaan senilai US$ 62 milyar. Dari 500
orang terkaya didunia menurut majalah forbes, hanya sebagian kecil berasal dari Asia, dan
jumlah kekayaan mereka masih jauh lebi kecil dari para miliuner barat. Jelas orang Cina dan
Asia masih harus menjalani perjalanan panjang untuk menduduki peringkat lebih tinggi
dalam kelompok multi-miliuner tersebut.
Yang menarik, sejak terbukanya Cina terhadap dunia barat sejak akhir tahun 1970, terjadi
perubahan besar terhadap masyarakat Cina. Mereka sangat ingin belajar bagaimana caranya
berhasil dalam usaha dan bisnis. Banyak pemuda Cina mulai belajar praktik bisnis modern
dari dunia Barat. Permintaan program MBA dan program bisnis lainnya tidak pernah
berkurang. Hampir semua universitas di Cina saat ini, dengan agresif bersaing menawarkan
berbagai macam pelatihan bisnis yang kebanyakan mengikoti pola Barat. Tiba-tiba saja
seluruh pemuda Cina terinspirasi untuk menjadi pengusaha dan menjadi miliuner atau
setidaknya jutawan. Dengan adanya internet serta menjamurnya perusahaan dot.com,
keinginan untuk segera menjadi orang kaya telah mencapai titik yang belum pernah ada. Saat
ini, orang hanya perlu memasuki toko-toko buku di Shanghai, Shenzen, Guangzhou, atau
Beijing untuk menyadari betapa gigihnya orang Cina mencari pengetahuan. Mereka tidak
hanya haus akan buku-buku komputer dan bisnis, tetapi juga terlihat aktif bertukar
pengetahuan di toko buku tersebut. Mereka sangat tekun belajar, terutama dari Amerika. Dan
hasilnya seperti yang kita ketahui sekarang, perekonomian Cina mulai menyamai
perekonomian Amerika.
Untuk mencari gaya berbisnis yang lebih baik, perlu meneliti lebih jauh ke dalam sejarah
Cina. Bagi komunitas bisnis Cina diluar negeri ada dua karakter usahawan Cina masa lampau
yang sangat di hormati. Kedua orang ini adalah Guan Gong dan Fan Li. Guan Gong dan
Guan Yun-cang sangat dikenal oleh orang Cina yang ada diluar negeri, sedangkan Fan Li
dikenal oleh mereka yang benar-benar mengenal sejarh Cina. Kebanyakan pengusaha Cina
sangat mengenal nama Tao Zhu-gong. Sebenarnya, Tao Zhu-gong dan Fan Li adalah orang
yang sama. Namun, sejalan dengan waktu, orang Cina cenderung lebih akrab dengan nama
Tao Zhu-gong , sebab kebanyakan pengusaha Cina di Asia tenggara pada tahun 1950-an

sampai 1970-an selalu memajang prinsip Tao Zhu-gong dikantor mereka. Bahkan orang
dengan mudah dapat membaca 12 prinsip yang umum dikenal dengan sebutan Prinsip Bisnis
Tao Zhu-gong dalam bentuk poster berbingkai yang digantung di dinding kedai minum dan
toko-toko makanan. Sayangnya, menjelang tahun 1990-an, poster-poster itu mulai
menghilang, penyebabnya ada berbagai alasan.
Pertama, dalam usaha mencari bentuk praktis bisnis modern, prinsip bisnis Tao Zhu-gong
lambat laun dianggap kuno, ketinggalan zaman dan kolot, sebab prinsip-prinsip tersebut
ditulis sekitar abad 500 sebelum masehi. Kedua, penggunaan bahasa Cina yang tergeser oleh
bahasa lainnya, terutama bahasa Inggris. Misalnya di Singapura, bahasa Inggris sangat cepat
mengantikan bahasa Cina sebagai bahasa pengantar pendidikan. Selain itu, disaat banyak
pengusaha Cina memajang poster-poster prinsip bisnis Tao Zhu-gong, hampir tidak ada usaha
dari kaum cendikiawan untuk membantu mencerna kekayaan maknanya, implikasi dan
bagaimana aplikasi prinsip-prinsip tersebut dalam bisnis.
Dengan tampilnya Cina sebagai kekuatan ekonomi baru, sejak tahun 1980-an, dan semakin
kuat sejak tahun 2000, minat terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah Cina
kembali muncul di seluruh dunia, termasuk dinegara-negara Asia Tenggara. Lukisan Cina,
Kaligrafi, barang-barang antik, pahatan batu giok, dan lain-lain terus-menerus diburu oleh
para kolektor diseluruh dunia. Dengan semakin makmurnya negara Cina, semakin banyak
pula perusahaan multinasional yang menginvestasikan modalnya besar-besaran di Cina. Saat
ini Cina merupakan penerima investasi terbesar diseluruh dunia. Karena itu, tidak heran jika
semkin banyak pengusaha non-Cina yang juga mulai berminat untuk mencoba memahami
cara berfikir dan strategi bisnis pengusaha Cina. Misalnya, tahun-tahun terakhir ini, seminar
seni berperang Sun Zi (Sun Z bing f) dan 36 strategi orang Cina (san sh li j) sangat
populer didunia Barat. Penulis sendiri, secara teratur memimpin berbagai seminar tersebut
diberbagai perusahaan eropa dan Amerika.
Prinsip bisnis Tao Zhu-gong merupakan pelajaran filosofi bisnis yang perlu diperhatikan dan
dipelajari. Tidak seperti strategi Cina kuno, prinsip yang ditawarkan Tao Zhu-gong
berhubungan langsung dengan bisnis karena ia merupakan pengusaha sukses pada zamannya.
Bahkan Tao Zho-gong dikenal sebagai Taipan atau multi-milyuner pertama di zaman Cina
kuno.
Guan Gong

Guan Gong adalah pahlawan yang menjadi tokoh dalam kisah klasik Cina yang berjudul
Kisah Tiga Kerajaan (san gu yn y). Ia merupakan saudara angkat pendekar perang Liu
Bei dan Zang Fei. Sebagai seorang lelaki pemberani, Guan Gong dikagumi karena
kesetiaannya dan rasa keadilannya. Dia orang yang tidak pernah mengkhianati teman dan
rekannya. Sebagai seorang yang sangat dapat dipercaya, ia hanya mengabdi kepada satu
majikan. Dia hidup sangat rendah hati dan tidak pernah menyombongkan apa yang telah
dicapainya walaupun ia merupakan kesatria andal dan komandan militer yang hebat.
Guan Gong juga merupakan orang yang tidak pernah melupakan kebaikan yang dilakukan
orang untuknya. Dengan kata lain, dia adalah orang yang tahu balas budi. Disamping itu dia
berhati emas. Dia bersimpati kepada orang yang memerlukan bantuan. Guan Gong adalah
orang yang sangat berfikiran logis dan analitis. Karena itu, tidak heran jika ia sangat dihargai
masyarakat Cina di Hongkong, Taiwan, Singapura, dan Malaysia. Yang lebih hebat lagi, dia
diidolakan dan dipuja baik oleh mafia Cina maupun penegak hukum Cina!. Misalnya, di
Hongkong dan Taiwan, tak jarang ditemukan altar Guan Gong dipasang diperkantoran
penegak hukum maupun kelompok mafia. Jelas, baik penjahat maupun penegak hukum
sama-sama mengagumi kualitas Guan Gong.
Namun, Guan Gong bukanlah pengusaha. Ketenarannya di mata pengusaha Cina lebih
disebabkan karakter yang ia miliki. Dalam banyak hal kepribadian Guan Gong merefleksikan
hal-hal yang sangat di kagumi oleh pengusaha Cina. Seperti dijelaskan sebelumnya,
kesetiaannya (zhong chng), bisa dipercaya (xn y), keadilan (y q), keberanian (yong meng)
serta kebaikannya (rn c) merupakan hal-hal yang penting dalam dunia wairausaha. Halhal tersebut diatas membuat Guan Gong dipuja oleh banyak pengusaha Cina.
Tao Zhu-Gong atau Fan Li
Tidak seperti Guan Gong, Fan Li bukan hanya ahli strategi militer, tetapi belakangan juga
menjadi pengusaha. Dia adalah tangan kanan kaisar Yue, yaiu Gou Jian sekitar abad 500 SM.
Karena tidak mengikuti nasihat Fan Li, tahun 498 SM Gou Jian dan keluarganya ditangkap
dan dijadikan budak oleh Kaisar Wu, Fu Chai. Selama beberapa tahun, Gou Jian bekerja di
kandang kuda dan merawat kuda-kuda Fu Chai. Karena kebaikan sikapnya, Gou Jian
akhirnya diizinkan pulang. Kepulangan Gou Jian menandai masa mulainya Fan Li membantu
Gou Jian merencanakan perebutan kembali wilayah kekuasannya yang hilang. Salah satu
strateginya adalah memanfaatkan gadis Cina (mei rn z) yang kecantikannya sangat terkenal

untuk menaklukkan Fu Chai. Menyadari bahwa Fu Chai memiliki kelemahan terhadap wanita
cantik, Xi Shi, yang dikenal sebagai salah satu dari 4 wanita tercantik Cina kuno, dikirim
sebagai selir kaisar. Selama diam di kerajaan Wu, Xi Shi bertindak sebagai mata-mata Yue,
yang membantu menyulut perpecahan antara Fu Chai dan jendralnya yang sangat pintar dan
sangat dipercayainya, Wu Zi x u. Akhirnya, karena sangat terpukau dengan kecantikan Xi Shi
maka Fu Chai hanya mau mendengarkan nasihat Xi Shi. Wu Zi-xu tidak lagi berharga dimata
Fu Chai, dan bahkan ia akhirnya mati. Akhirnya Fu Chai kehilangan kerajaannya, direbut
kembali oleh Gou Jian.
Kisah diatas menunjukkan Fan Li, merupakan seorang yang hebat dalam menilai karakter
orang lain. Dia mengetahui kekuatan militer dan kekuasaan Fu Chai dan kecerdasan dan
kesetiaan Wu Zi-xu. Tak mudah menghancurkan kerajaan Wu dalam waktu yang singkat.
Tetapi ia juga mengetahui kelemahan Fu Chai terhadap wanita cantik. Fan Li tak hanya
mampu memanfaatkan kemampuannya dalam menilai kelemahan Fu Chai tetapi ia juga
mampu melakukan rencananya dengan penuh kesabaran (Fan Li memerlukan waktu
bertahun-tahun untuk melatih Xi Shi sebelum ia dikirim sebagai selir kaisar) sehingga
rencananya bisa berjalan dengan mulus. Penilaiannya yang sangat hebat terhadap karakter
tidak berhenti sampai pada menolong Gou Jian memperoleh kembali kerajaannya. Fan Li
mampu mengenali bahwa Gou Jian memang pemimpin hebat untuk diajak bekerja sama
dalam masa-masa sulit, tetapi bukan tuan yang baik dimasa jaya dan damai. Fan Li
mengundurkan diri dari tugasnya di pengadilan. Sebelum pergi, ia bahkan memperingatkan
sahabat dekatnya akan bahayanya mengabdi kepada Gou Jian karena zaman sudah berubah.
Sayangnya, teman baiknya itu tidak mendengarkannya dan akhirnya dihukum mati oleh Gou
Jian.
Fan Li mengembara ke berbagai darah di Cina, tetapi akhirnya menetap dan menjadi seorang
pengusaha. Belakangan ia mengganti namanya menjadi Tao Zhu-gong. Karena ia hebat
dalam menilai karakter, dia tidak mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain
dan memperoleh kepercayaan mereka. Tidak heran ia menjadi sangat sukses. Dia dikenal
umum sebagai multi-milioner pertama di Cina. Jika kekayaannya dihitung berdasarkan
nilainya saat ini, saya yakin kekayaan Fan Li tidak akan kurang dari kekayaan Bill Gates. Ke12 Prinsip Bisnis yang kita kenal sekarang biasanya dipandang berasal dari Fan Li. Ke-12
prinsip bisnis ini ditulis dalam bahasa Cina klasik dan merupakan kristalisasi dari filosofi Fan
Li. Prinsip-prinsip bisnis tersebut patut dipalajari karena, seperti yang akan dijabarkan

diseluruh buku ini, prinsip-prinsip bisnis tersebut sangat komprehensif. Prinsip bisnis yang
disumbangkan Fan Li jauh melebihi guanzi yang dipraktekkan Hu Xue-yan semasa Dinasti
Qing.
Selama bertahun-tahun, para sarjana berusaha mengembangkan 12 prinsip bisnis tersebut
dengan menambahkan 12 pantangan bisnis dan 16 pelajaran bisnis. Hal ini menimbulkan
kebingungan karena kebanyakan orang menganggap seluruhnya dihasilkan oleh Tao Zhugong. Pada saat yang sama, penambahan berupa ke-12 pantangan bisnis dan 16 pelajaran
bisnis tersebut menyebabkan larutnya dampak filosofi bisnis Tao Zhu-gong. Sesungguhnya,
bagi orang yang benar-benar mengerti sastra Cina, tidak sulit membedakannya. Ke-12 prinsip
bisnis yang asli ditulis dalam bahasa Cina klasik, sementara tulisan yang muncul belakangan,
khususnya 16 pelajaran bisnis ditulis dalam bahasa Cina modern. Disamping itu, terdapat
bukti-bukti yang menunjukkan bahwa ke 12 pantangan bisnis dan ke 16 pelajaran bisnis
tersebut bukanlah karya yang memiliki ciri khas tulisan yang umum dipakai sekitar abad 500
SM (semasa hidup Fan Li). Misalnya, hurup Cina untuk pantangan bisnis ke-12 (wu chi huo),
jelas bukan merupakan cara penulisan klasik. Kata ch adalah cara penulisan Kantonis, dan
Chi hu merupakan ciri khas Kantonis yang mengekspresikan kepercayaan yang berlebihan
terhadap produk yang ada.
Selain isu keaslian, penting juga dijelaskan bahwa cara orang Cina menanamkan ilmu
pengetahuan cenderung lebih filosofis dan artistik. Biasanya mereka memilih pendekatan tak
langsung. Berdasarkan alasan ini, seorang guru biasanya tidak langsung memberitahu
muridnya bagaimana cara menyelesaikan permasalahan. Guru cenderung akan memberikan
beberapa konsep, ide dan pendapat yang filosofis agar murid memikirkan penyelesaiannya.
Bila murid sudah dapat menangkap makna dan hal yang tersirat dibalik masing-masing
filsafat tersebut, maka kemungkinan menerapkan apa yang dipelajarinya menjadi tidak
terbatas. Bangsa Cina berpendapat bahwa sang guru berada didalam diri murid. Bagi mereka
bila murid siap belajar, maka guru akan muncul dengan sendirinya (dang xu shen xiang xu
x de shi hu, lao shi z rn hu chu xn). Jelasnya, sang guru ada ditengah-tengah kita jika
kita siap belajar.
Sebaliknya, cara belajar orang Barat cenderung terpusat pada bagaimana. Pendekatan
belajar yang digunakan bersifat analitik, logis, sistematik dan saintifik. Tentu saja pendekatan
seperti ini tidak salah. Bahkan melihat keberhasilan bisnis dan ekonomi Barat saat ini, ada
banyak hal yang dapat kita pelajari dari institusi pendidikan dan korporasi mereka. Pasti

mereka melakukan berbagai hal dengan lebih baik dari orang Timur. Namun yang penting
disadari adalah ada lebih dari satu pendekatan dalam belajar. Masing-masing sistem
pendekatan memiliki kekuarangan dan kelebihan. Yang menjadi tantangan adalah
bagaiamana menyaring yang terbaik dari masing-masing pendekatan tersebut, dan
menggabungkannya menjadi sesuatu yang dapat diterapkan dalam organisasi anda.
Disamping itu, penting diketahui bahwa walaupun prinsip dan filosofi bisnis yang
disampaikan Tao Zhu-gong sudah berusia hampir 2.500 tahun, namun prinsip bisnis tersebut
tidak kadaluarsa. Seperti yang akan diilustrasikan dalam buku ini, sangat menakjubkan
bahwa aplikasi prinsip-prinsip bisnis ini mampu menembus waktu, ruang bahkan ruang
lingkup berbagai jenis bisnis dan industri. Meskipun kita tinggal dalam abad teknologi tinggi
serta jaringan kerja yang berdasarkan ilmu pengetahuan, namun prinsip bisnis dan filsafat
bisnis Tao Zhu-gong mudah ditemui didalam berbagai ruang rapat korporasi.
12 PRINSIP BISNIS TAO ZHU-gong (Tao Zhu-gong shang xun shi er ze)
Seperti dijelaskan sebelumnya, ada 12 prinsip bisnis Tao Zhu-gong. Masing-masing prinsip
dimulai dengan tiga karakter Cina klasik dan diperkuat oleh delapan karakter tambahan.
Untuk memahami masing-masing prinsip, saya menganjurkan pembaca, saya menganjurkan
pembaca untuk memusatkan perhatian ada ketiga karakter pertama, karena karakter inilah
yang membentuk inti masing-masing prinsip. Bahkan menurut pendapat saya, kedelapan
karakter tambahannya cenderung membatasi cakupan dan interpretasi ketiga karakter inti
yang mendahuluinya. Sama halnya seperti 12 pantangan bisnis dan 16 pelajaran bisnis, ada
alasan yang tepat untuk mencurigai bahwa kedelapan karakter tambahan tersebut ditambahi
oleh sarjana-sarjana sesudahnya. Saya akan mengilustrasikan hal ini melalui penjelasan ke-12
prinsip Tao Zhu-gong. namun, agar tetap konsisten dengan literatur dan publikasi yang ada
tentang Tao Zhu-gong, saya akan mencantukan ke -12 prinsip bisnis tersebut secara lengkap
berikut ini:
Prinsip bisnis ke 1: Kemampuan mengenali orang: mengetahui karakter orang akan
menjamin kestabilan keuangan anda. (neng shi ren: zhi ren shan e, zhang mu fu)
Prinsip bisnis ke 2: Kemampuan menangani orang, memperlakukan orang dengan rasa
hormat akan membuat anda diterima dikalangan luas dan membuat bisnis berkembang. (neng
jie na: li wen xiang dai, jiao guan zhe zhong)

Prinsip bisnis ke 3: Kemampuan berfokus pada bisnis: mengabaikan yang lama untuk
mendapatkan yang baru merupakan kutukan dalam bisnis.
Prinsip bisnis ke 4: Kemampuan mengorganisasikan: bila produk ditampilkan dengan baik,
ia akan menarik perhatian banyak orang. (neng zheng dun: huo wu zheng qi, duo ren xin mu)
Prinsip bisnis ke 5: Kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel: keengganan dan keraguan
akan menghasilkan kesia-siaan. (neng min jie: you yi bu jue, zhong gui wu cheng)
Prinsip bisnis ke 6: Kemampuan menagih pembayaran: rajin dan rewel akan memberikan
keuntungan bagi perusahaan (neng tao zhang: qin jin bu dai, qu tao zi duo)
Prinsip bisnis ke 7: Kemampuan memperkerjakan dan menempatkan sumber daya manusia:
memilih orang yang tepat untuk pembayaran yang tepat akan menjamin bahwa orang tersebut
dapat dipercaya dan diandalkan. (neng yong ren: yin cai qi shi, ren shi you lai)
Prinsip bisnis ke 8: Kemampuan berbicara: kepandaian berbicara bisa mendatangkan
keberuntungan dan memberikan pencerahan kepada orang lain. (neng bian lun: zuo cai you
dao, chan fa yu meng)
Prinsip bisnis ke 9: Kemampuan unggul dalam pembelian: dalam pembelian, menawar
sampai setiap ons-nya tidak akan mengurangi modal anda. (neng ban huo: zhi huo bu ke, shi
ben bian jing)
Prinsip bisnis ke 10: Kemampuan mendiagnosa dan menyambar peluang serta melawan
ancaman: Praktik bisnis yang bijaksana membutuhkan kemampuan untuk menjual dan
menyimpan pada waktu yang tepat. (neng zhi ji: shou zhu zui zhi, ke cheng ming zhe)
Prinsip bisnis ke 11: Kemampuan memulai dan menjadi contoh: persahabatan dan
kepercayaan akan muncul secara alami jika disiplin dan standar yang tinggi ditegakkan.
(neng chang lu: gong xing yi lu: qin gan zhi sheng)
Prinsip bisnis ke 12: Kemampuan melihat jauh ke depan: kapan harus mencari lebih banyak,
mengencangkan dan mengendurkan, tergantung pada situasi. (neng yuan shu: duo gua kuan
jin, zhuo zhong er xing)

12 PANTANGAN BISNIS
Seperti dijelaskan sebelumnya, ke 12 pantangan bisnis ditambahkan ke dlam 12 prinsip bisnis
oleh para sarjana dan komentator, lama setelah masa hidup Tao Zhu-gong. Tujuan
penambahan ini adalah untukmemperlihatkan kontras terhadap prinsip bisnis yang positif,
serta diharapkan menjadi peringatan kepada pengusaha. Beberapa analis berpendapat, bahwa
ke-12 pantangan bisnis ini mungkin ditambahkan pada zaman dinasty Qing, dan ada juga
yang berpendapat pada periode sebelumnya lagi. Jadi secara umum, para ahli sependapat
bahwa pantangan bisnis tersebut bukan merupakan karya Tao Zhu-gong ataupun diambil dari
zaman yang sama sekitar 500 SM. Tanda lain yang menunjukkan bahwa pantangan bisnis
tersebut bukan merupakan karya Tao Zhu-gong adalah tidak adanya pantangan yang
berhubungan langsung dengan tiga prinsip bisnis yang paling mencolok, yaitu prinsip
pertama, kedua dan ketujuh mengenai bagaimana mengenali, menangani dan menempatkan
orang.
Perhatikan juga bahwa ke-12 pantangan bisnis tersebut juga dimulai dengan tiga karakter
setiap pantangannya. Dalam usahanya untuk membuat pantangan bisnis tersebut lebih
otentik dan mirip dengan karya Tao Zhu-gong, beberapa publikasi yang kelewat antusias
bahkan menambahkan 8 karakter tambahan pada masing-masing pantangan tersebut. Untuk
kepentingan ilustrasi, saya membatasi ke-12 pantangan bisnis tersebut hanya untuk tiga
karakter pertama saja. Karena pantangan ini bukan berasal dari Tao Zhu-gong, saya tidak
akan membicarakannya secara rinci satu persatu. Tetapi, saya akan menunjukkan bagaimana
hubungannya dengan ke-12 prinsip bisnis Tao Zhu-gong. Berikut ini, secara ringkas saya
akan berikan komentar terhadap keduabelas pantangan bisnis tersebut:
Pantangan bisnis pertama: Jangan lamur dan berpandangan sempit (wu bi lou)
Pantangan bisnis ini dapat dengan mudah dikontraskan dengan prinsip bisnis ke-12, yaitu
kemampuan melihat jauh kedepan (neng yuan shu). Agar menjadi orang yang berpandangan
jauh kedepan, orang harus memiliki cara pandang yang luas dan mampu menganalisa serta
menghargai sesuatu secara keseluruhan. Sebaliknya orang yang lamur dan berfikiran sempit

akan mencemaskan hal-hal yang kecil. Dia tidak mungkin memiliki cara pandang seperti
helikopter yang sangat diperlukan ornag untuk melihat jauh dan membangun perspektif
jangka panjang.
Pantangan bisnis kedua: Jangan terlalu mengagungkan kebesaran. (wu xu hua)
Pantangan ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ketiga, yaitu kemampuan berfokus
pada bisnis (neng a n ye). Orang yang terlalu mengagungkan kebesaran cenderung mudah
digoyahkan. Dia akan cenderung didikte oleh kejadian dan perubahan-perubahan, bukan
mengendalikannya. Akibatnya, bisnisnya pasti kehilangan fokus, sehingga tidak mungkin ia
membangun kompetisi inti perusahaannya.
Pantangan bisnis ketiga: Jangan ragu-ragu. (wu you rou)
Pantangan bisnis ini dengan mudah dapat dikontraskan dengan prinsip bisnis ke-5, yaitu
kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie), dan prinsip ke-10 yaitu
kemampuan mendiagnosa, menyambar peluang dan melawan ancaman (neng zhi ji). Apabila
ornag rgau-ragu, dia tidak akan mungkin menangkap peluang walaupun sudah didepan mata.
Disamping itu, dia juga tidak akan memapu merespon ancaman dengan cepat. Untuk
mengambil keuntungan dari peluang yang ada dan untuk menyikapi ancaman dengan efektif,
orna harus tangkas dan fleksibel.
Pantangan bisnis keempat: Jangan malas (wu lan duo)
Ini merupakan pantangan bisnis yang cakupannya cukup luas, dapat dihubungkan dengan
berbagai prinsip bisnis, misalnya, dengan prinsip bisnis ke-4, kemampuan mengorganisasikan
(neng zheng dun). Organisasi yang efektif memerlukan kerja keras dan usaha. Kemalasan
tentu menjadi penghalang. Bermalasan juga berlawanan dengan prinsip bisnis ke-5.
Kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie). Orang yang malas juga tidak akan
mau menghabiskan waktu dan usaha untuk mendiagnosa peluang dan ancaman yang muncul
di lingkungannya (neng zhi ji) yang merupakan prinsip bisnis ke-10. Terakhir, kemalasan
juga dikontraskan dengan prinsip ke-11, kemampuan untuk memulai dan menjadi contoh
(neng chang lu). Tidak diragukan lagi, untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses, kerja
keras dan jiwa kepemimpinan yang patut dijadikan teladan merupakan kualitas yang penting.
Tidak ada ruang untuk diam berpangku-tangan.

Pantangan bisnis kelima: Jangan keras kepala (wu gu zhi)


Keras kepala menunjukkan ketidakluwesan, ketidakmauan untuk berubah dan menyesuaikan
diri. Karena itu, pantangan bisnis ini dapat dikontraskan dengan prinsip bisnis ke-5 yaitu
kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie), dan prinsip bisnis ke-10,
kemampuan mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji). Orang yang keras kepala tidak
akan mungkin mengenali peluang dan ancaman yang akan datang, apalagi untuk mengambil
tindakan pencegahan. Dari perspektif lain, orang yang keras kepala juga tidak mungkin
menjadi pemimpin yang baik. Karena itu, pantangan bisnis kelima ini, seperti pantangan
bisnis sebelumnya, juga dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-11, kemampuan untuk
memulai dan menjadi contoh (neng chang lu).
Pantangan bisnis keenam: Jangan terlalu argumentatif (wu qiang bian)
Pantangan bisnis ke enam ini dengan mudah dapat di gunakan untuk mendukung prinsip
bisnis ke-8, kemampuan berbicara (neng bian lun). Seorang pengusaha memang perlu
memiliki kepandaian berbicara agar dapat memanangkan perdebatan, adu pendapat dan
kesepakatan bisnis. Tetapi jika ia terlalu argumentatif, hasilnya akan berbeda. Terutama,
apabila ia bersikukuh mempertahankan pendapat dan pandangan pribadinya, tanpa didasari
fakta dan bukti kongkrit. Hal seperti ini bisa membuat teman-teman, pelanggan serta kontrak
bisnisnya menjauh. Seorang yang terlalu argumentatif mudah disalahmengerti sebagai orang
yang kasar, tidak sopan, dan tidak berperasaan. Ini semua merupakan faktor negatif yang
dapat mempengaruhi hubungan bisnis. Pada akhirnya, perlu dicamkan bahwa seseorang tidak
harus selalu memenangkan perdebatan. Sebaliknya, orang harus belajar kapan harus menang
dan kapan harus mundur dengan keanggunan.
Pantangan bisnis ketujuh: Jangan mudah membuka diri (wu qing chu)
Ada berbagai cara untuk menafsirkan apa yang dimaksud dengan mudah membuka diri.
Dalam mengelola bisnis, orang tidak boleh mengembangkannya dengan serampangan karena
hal itu dapat menyebabkan meningkatnya kerentanan, dan membuat perusahaan kehilangan
fokus terhadap inti bisnisnya. Dilihat dari perspektif diatas, pantangan bisnis ini dapat
dihubungkan dengan prinsip binsis ke-3, kemampuan memusatkan usaha (neng an ye). Dari
sudut pandang finansial, pada bagian akutansi penagihan, tidak perlu memberikan posisi
simpatik perusahaan terhadap keterlambatan pembayaran, juga tidak perlu membeberkan

informasi keuangan perusahaan. Karena itu, pantangan bisnis ini juga dapat dihubungkan
dengan prinsip bisnis ke-6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang).
Pantangan bisnis kedelapan: Jangan rakus akan pinjaman (wu tan she)
Dalam perspektif finansial, prinsip bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-3,
kemempuan untuk berfokus pada usaha (neng an ye), dan berlawanan dengan prinsip bisnis
ke-6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Jika pengusaha tidak mengetahui
cara agar tetap terfokus, dia akan mudah dipengaruhi oleh bermacam hal yang kelihatannya
seperti peluang bisnis yang besar. Dalam semangat yang berlebihan untuk berkembang, dia
mungkin ingin mengambil pinjaman yang tidak perlu sehingga terlalu membebani keuangan
perusahaan, apalagi jika kredit tersedia dengan mudah. Menggunakan kredit dalam bisnis
tidaklah salah, bahkan sudah merupakan cara yang biasa dalam transaksi bisnis. Tantangan
sebenarnya dalam menggunakan fasilitas kredit adalah kemampuan untuk menanganinya.
Disinilah pentingnya perancanaan dana cair. Karena itu, pengusaha yang mampu menagih
pembayaran biasanya menghargai pentingnya perencanaan kas serta dampaknya terhadap
operasional perusahaan. Kemungkinan besar, dia akan cenderung lebih bijaksana dalam
menggunakan kredit.
Pantangan bisnis ke sembilan: Jangan terlibat dalam persaingan yang tidak perlu (wu zheng
qu)
Apabila hurup Cina (wu zheng qu) digunakan untuk menggambarkan sesorang, maka
gambaran yang ditunjukkan adalah orang yang mudah tergoda dan suka melibatkan diri
dalam berbagai tindakan. Secara umum melukiskan orang-orang yang suka menjadi pusat
perhatian dan mengagungkan kebesaran (pantangan bisnis ke-2). Jadi, pantangan bisnis ini
berlawanan dengan prinsip bisnis ke-3, kemampuan berfokus pada usaha (neng an ye).
Seorang pengusaha yang sangat terfokus tidak akan mudah tergoda dan bergegas masuk ke
dalam pertempuran dengan kompetitornya.
Pantangan bisnis kesepuluh: Jangan melemahkan simpanan dan surplus (wu bo xu)
Prinsip ini sangat berhubungan dengan prinisip bisnis ke-6, kemampuan menagih
pembayaran (neng tao zhang). Jika perusahaan mampu menagih dengan tegas, maka
perusahaan akan mampu menyimpan lebih banyak, dan mengakumulasikan surplus untuk

mengembangkan bisnisnya. Pantangan ini bisa juga dihubungkan dengan prinsip bisnis ke12, kemampuan melihat jauh ke depan (neng yuan shu). Bisnis harus terdorong untuk tumbuh
dan bertahan dalam waktu yang panjang. Pengusaha yang berwawasan kedepan akan
mengetahui pentingnya membangun surplus agar dapat digunakan saat muncul berbagai
peluang bisnis. Surplus juga diperlukan untuk mengatasi masa-masa sulit yang bisa muncul
kapan saja, dari waktu ke waktu.
Pantangan bisnis kesebelas: Jangan abaikan perubahan kondisi dan trend bisnis (wu mei shi)
Pantangan ini jelas berhubungan dengan prinsip bisnis ke-10, kemampuan untuk
mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji). Apabila trend dan kondisi bisnis berubah,
pengusaha yang bijak pasti segera menganalisis implikasinya. Apa peluang yang muncul dan
ancaman yang harus dihadapi, sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat. Jika ia terlalu
lamban, dia tidak hanya akan kehilangan peluang yang ada, tetapi ia juga bisa ditimpa oleh
ancamannya. kemampuan untuk mengetahui trend dan kondisi bisnis, dalam jangka pendek
maupun jangka panjang, merupakan keunggulan pengusaha yang mempu melihat jauh ke
depan, seperti yang tergambar dalam prinsip bisnis ke-12 (neng yuan shu). Dia mengetahui
bahwa agar bisnisnya tumbuh pesat, perusahaan tidak hanya harus beroperasi dalam
lingkungan yang sangat dinamis dan berubah-ubah, tetapi ia juga harus berinteraksi dengan
kondisi tersebut.
Pantangan bisnis keduabelas: Jangan terlalu mengandalkan produk yang ada (wu chi huo)
Terlalu mengandalkan produk yang ada menunjukkan bahwa anda berasumsi trend dan
kondisi bisnis , termasuk selera dan keinginan konsumen, tidak akan berubah. Sehingga pada
saat perubahaan tersebut terjadi, perusahaan akan menghadapi stok produk lama yang
melimpah, ancaman kadaluarsa dan ketinggalan zaman. Terlalu percaya akan produk yang
ada, juga dapat membuat perusahaan buta akan peluang keuntungan yang bisa didapat dari
produk-produk baru yang lebih baik. Yang jelas, salah satu cara menghindari hal ini adalah
dengan menerapkan prinisp bisnis ke-9; kemampuan unggul dalam pembelian (neng ban
huo).

16 PELAJARAN BISNIS

Tidak seperti 12 prinsip bisnis dan 12 pantangan bisnis, ke-16 pelajaran bisnis ini ditulis
dalam tulisan Cina modern. Karena itu, mereka yang mengerti bahasa Cina pasti tidak akan
sulit memahami ke-16 pelajaran bisnis ini. Pelajaran bisnis ini juga lebih mudah
diterjemahkan kedalam bahasa inggirs. Perlu diperhatikan bahwa dalam penulisannya ke-16
pelajaran bisnis ini, masing-masing dimulai dengan lima karakter yang membentuk suatu
frase yang membantu memberikan nasihat kepada para pengusaha. Enam karakter berikutnya,
menguraikan secara terperinci inlikasi ataupun konsekuensi dari nasihat tersebut. Karena itu,
dalam hal gaya penulisan, ke-16 pelajaran bisnis tersebut sangat perbeda dengan penulisan
prinsip dan pantangan bisnis. Pelajaran bisnis ini sudah pasti merupakan karya yang
ditambahkan jauh sesudahnya oleh para sarjana lain. Sama seperti keduabelas pantangan
bisnis, keenambelas pelajaran bisnis ini bertindak mendukung 12 prinsip bisnis Tao Zhu-gong
. pelajaran tersebut adalah sebagai berikut:
Pelajaran bisnis pertama: Dalam mengelola bisnis, diperlukan kerajinan, kemalasan akan
menghancurkan segalanya. (sheng yi yao qin jin, lan duo ze bai shi fei)
Pelajaran bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-5, kemampuan bersikap
tangkas dan fleksibel (neng min jie), prinsip ke-10, kemampuan mendiagnosa peluang dan
ancaman (neng zhi ji), dan prinsip ke-11, kemampuan menilai dan menjadi contoh (neng
chang lu)
Pelajaran bisnis kedua : Orang harus di hadapi dengan rasa hormat; temperamen pemarah dan
sikap yang buruk akan benar-benar menghilangkan penjualan.
Bisa dikatakan bahwa ke-12 pantangan bisnis tidak berisi ungkapan yang ada hubungnanya
dengan prinsip bisnis ke-7 mengenai: mengenali, menangani dan menempatkan orang.
Sebaliknya, pelajaran bisnis ke-2 ini langsung berhubungan dengan prinsip bisnis ke-2,
kemampuan menangani orang (neng jie na).
Pelajaran bisnis ketiga: Harga produk harus ditampilkan dengan jelas, harga yang samar akan
menyebabkan perdebatan dan perselisihan (yi jia yao ding ming, han hu ze zheng zhi duo)
Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke-4, kemampuan untuk
mengorganisasikan (neng zheng dun)

Pelajaran bisnis keempat: Rekening harus di cek dengan teliti dan dimonitor, kecerobohan
dan kesilapan akan membuat modal tak bergerak (zhang mu yao ji cha, dai ze zi ben zhi)
Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke-6, kemampuan menagih
pembayaran (neng tao zhang).
Pelajaran bisnis kelima: Produk harus ditata dan dipajang dengan baik, ketidakrapian akan
menimbulkan kesan kadaluarsa dan rongsokan (huo wu yao zheng li, san man ze bi fei can)
Seperti pelajaran bisnis ke-3, pelajaran bisnis in juga berhubungan dengan prinsip bisnis ke-4,
kemampuan mengorganisasikan (neng zheng dun)
Pelajaran bisnis keenam: Untuk mengabulkan kredit dan mengeluarkan dana diperlukan
kebijaksanaan dan perhatian, kecerobohan hanya akan mengakibatkan kerugian dan
kelemahan (chu na yao jin shen, da yi ze cuo lou duo)
Pelajaran bisnis ini langsung berhubungan dengan prinsip bisnis ke-6, kemampuan menagih
pembayaran (neng tao zhang). Cara perusahaan mengabulkan kredit yang diminta kliennya,
akan mempengaruhi mudah tidaknya proses dalam penagihan. Pelajaran bisnis ke-6 juga
dapat dihubungkan, jika perusahaan memiliki mekanisme yang efektif dalam menyaring
pelanggannya (yaitu, mengenal mereka secara mendalam), potensi gagal bayar akan semakin
kecil.
Pelajaran bisnis ketujuh: Pembayaran harus dilakukan pada waktu yang sudah disepakati,
penundaan akan menyebabkan hilangnya kredibilitas (qi yin yao yue ding, yan chi ze shi xin
yong shi)
Pelajaran bisnis ini merupakan kebalikan dari Prinsip bisnis ke-6, kemampuan menagih
pembayaran (neng tao zhang). Disatu sisi perusahaan harus berani meminta debitor untuk
membayar, namun disisi lain perushaan juga harus memiliki sikap bertanggung jawab
terhadap krediturnya. Pelajaran bisnis ke-7 ini dapat juga dihubungkan dengan prinsip bisnis
ke-12, kemampuan melihat jauh kedepan (neng yuan shu). Kredibilitas akan sangat
diperlukan jika perusahaan memasuki masa-masa keuangan yang sulit. Namun, kredibilitas
perlu dibina secara konsisten dalam waktu yang cukup lama dengan cara mendapatkan
kepercayaan para kreditur. Seorang pengusaha yang berfikiran jauh kedepan, pasti bisa
memahami pentingnya hal ini.

Pelajaran bisnis kedelapan: Kejadian yang tidak diharapkan harus dihadapi dengan tanggung
jawab; mengabaikannya hanya akan mendatangkan lebih banyak kerugian (lin shi yao ze ren,
fang qi ze shou hai da)
Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke-3, kemampuan memusatkan usaha
(neng a n ye). Dengan kata lain, bila seseorang telah mendirikan suatu usaha, dia harus tetap
menekuninya, dan tidak mudah menyerah. Pelajaran bisnis ini dapat juga dihubungkan
dengan dua prinsip bisnis lainnya, yaitu, prinsip bisnis ke-5, kemampuan bersikap tangkas
dan fleksibel (neng min jie), dan prinsip bisis ke-10, kemampuan mendiagnosa peluang dan
ancaman (neng zhi ji).
Pelajaran bisnis kesembilan: Sumber daya harus digunakan secara cermat; pemborosan akan
mengikis kekayaan. (yong du yao jie jian, she chi ze yong tu jie)
Pelajaran bisnis ini ada hubungannya dengan Prinsip Bisnis ke-11, kemampuan untuk
memulai dan menjadi contoh (neng chang lu). Seorang pemimpin harus bisa menjadi contoh
moral melalui gaya hidupnya dan bagaimana ia mengelola sumber daya perusahaan. Jika dia
bersifat serampangan, maka harta perusahaan akan dikelola bagaikan usaha untung-untungan.
Pelajaran bisnis ini, dapat juga dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-3, kemampuan
memusatkan usaha (neng an ye), dan prinsip ke-12, kemampuan melihat jauh kedepan (neng
yuan shu). Jika bisnis perusahaan difokuskan dengan baik, kecil sekali kemungkinan
penggunaan dana untuk hal yang tidak perlu dan tidak membantu meningkatkan kompetensi
dan daya saing. Demikian juga bila pemimpin perusahaan mampu melihat jauh kedepan,
mereka akan mengetahui bagaimana menggunakan sumber daya dengan lebih hemat dan
menumbuhkembangkan bisnis.
Pelajaran bisnis kesepuluh: Penjualan harus dilakukan setiap saat; penundaan akan
menyebabkan hilangnya peluang (mai mai yao sui shi, ai yan ze ji hui shi)
Pelajaran bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-10, kemampuan
mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji), dan prinsip bisnis ke-5, kemampuan
bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie). Tidak bisa disnagkal bahwa bisnis adalah usaha
memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman sehingga bisa menghasilkan uang, dan
uang. Untuk mencapainya, pengusaha haruslah tangkas dan fleksibel sehingga dapat
memberikan respons dengan cepat dan efektif.

Pelajaran bisnis kesebelas: Debitur harus benar-benar dicermati, memberi pinjaman tanpa
seleksi akan mengakibatkan pengikisan modal (she qian yao shi ren, lan chu ze xue ben kui)
Pelajaran bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis pertama, kemampuan mengenali
orang (neng shi ren). Pada dasarnya dalam menjalankan bisnisnya pengusaha Cina sangat
bergantung pada guangxi (hubungan/ relasi), sebab itu mengenal baik pelanggannya sebelum
mengabulkan pemberian kredit menjadi sangat penting; jika tidak mereka akan terbebani oleh
utang yang tidak tertagih. Tak hanya itu, kekuatan finansial perusahaan juga akan sangat
terpengaruh.
Pelajaran bisnis keduabelas: Yang baik dan buruk harus dapat dibedakan dengan jelas,
kelalaian akan menyebabkan kekacauan dan kebingungan. (you lie yao fen qing, gou qie ze bi
hu tu)
Pelajaran bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-8, kemampuan berbicara
(neng bian lun). Untuk dapat berbicara dengan baik, orang harus memiliki pikiran jernih yang
mampu memisahkan kambing dari domba dan mempu memberikan argumen dengan cara
yang paling mudah dimengerti. Pelajaran bisnis keduabelas dapat juga diaplikasikan pada
prinsip bisnis ke-9, kemampuan unggul dalam pembelian (neng ban huo). Pada saat membeli,
orang harus mengetahui barang mana yang nantinya akan laku. Jika tidak, perusahaan bisa
menumpuk terlalu banyak barang dan produk tak terjual yang akhirnya menjadi kadaluarsa.
Pelajaran bisnis ketigabelas: Karyawan harus jujur dan tulus, karyawan yang licik dan tidak
jujur akan menyusahkan pimpinan. (yong ren yao fang zheng, gui jue ze shou qi lei)
Pelajaran bisnis ini hampir sama dengan prinsip bisnis ke-7, kemampuan menempatkan orang
(neng yong ren); dapat pula dihubungkan dengan prinsip bisnis pertama, kemampuan
mengenali orang (neng shi ren). Pemimpin yang tahu bagaimana memilih karyawan yang
tepat tidak akan terlalu ditimbuni berbagai masalah yang berhubungan dengan manajemen
sumber daya manusia.
Pelajaran bisnis keempatbelas: Barang-barang harus diteliti dengan baik; membeli dengan
serampangan dan tidak berhati-hati akan menyebabkan harga menjadi turun. (huo wu yao
mian yan, lan shou ze shou jia di)

Pelajaran bisnis ini jelas memiliki hubungnan dengan prinsip bisnis ke-9, kemampuan unggul
dalam pembelian.
Pelajaran bisnis kelimabelas: Masalah keuangan harus diatur dengan bijaksana, kecerobohan
akan menyebabkan masalah dan kesusahan ( qian cai yao qing chu, hu tu ze bi dou sheng )
Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisis ke-6, kemampuan menagih pembayaran
(neng tao zhang). Kemampuan mengutip pembayaran baru merupakan salah satu bagian dari
manajemen

keuangan yang

seimbang,

sedangkan bagian lainnya

adalah

belajar

mengendalikan dana secara bijaksana.


Pelajaran bisnis keenambelas: Pemimpin harus mantap dan tenang; kesembronoan dan
ketergesa-gesaan akan menyebabkan kesilapan dan kesalahan (zhu xin yao zen ding, wang
zuo ze wu shi duo).
Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke-11, kemampuan untuk memulai
dan menjadi teladan (neng chang lu)