Anda di halaman 1dari 41

DEMOKRASI

Indonesia-ku tercinta..

PENGERTIAN DEMOKRASI
Pengertian Etimologis
demos (rakyat) + cratos/cratein
(pemerintahan/kekuasaan)

Langsung Demokrasi Tak langsung

Demokrasi Tidak Langsung atau


Demokrasi Perwakilan
Para pejabat membuat undang-undang dan
menjalankan program untuk kepentingan umum
atas nama rakyat
Hak-hak rakyat dihormati dan dijunjung tinggi
karena para pejabat dipilih dan diangkat oleh
rakyat.
Tidak dibenarkan adanya keputusan politik dari
pejabat yang dapat merugikan hak-hak rakyat
Tidak dibenarkan adanya kebijakan yang bertujuan
untuk menindas rakyat demi kepentingan penguasa.

DEMOKRASI
BERARTI PEMERINTAHAN RAKYAT
SESUNGGUHNYA ADALAH SEPERANGKAT GAGASAN
DAN PRINSIP TENTANG KEBEBASAN, TETAPI JUGA
MENCAKUP SEPERANGKAT PRAKTEK DAN PROSEDUR YANG
TERBENTUK MELALUI SEJARAH PANJANG DAN BERLIKULIKU.
MENGANDUNG MAKNA PENGHARGAAN TERHADAP
HAKEKAT DAN MARTABAT MANUSIA DAN MEMPUNYAI
TUJUAN MEMBERIKAN KESEJAHTERAAN DAN KEBAHAGIAAN
BAGI UMAT MANUSIA.

HAKEKAT DEMOKRASI
a. KEBEBASAN

MENYAMPAIKAN

BERORGANISASI,

PENDAPAT,

KEBEBASAN

PERS

BERKUMPUL,
(KEBEBASAN

INDIVIDU/KELOMPOK JUGA MENGAKIBATKAN KETERBATASAN


INDIVIDU/KELOMPOK YANG DIWUJUDKAN DALAM RAMBURAMBU ETIKA DAN MORAL KEHIDUPAN).
b. KESEDERAJATAN,

HAK

DAN

KEWAJIBAN

YANG

SAMA, KEDUDUKAN YANG SAMA DIDEPAN HUKUM.


c.

KETERBUKAAN,

KEPEMERINTAHAN

DAN

LANGKAH-

LANGKAH PENGELOLAAN KEPUTUSAN HARUS DIKETAHUI DAN


DISETUJUI RAKYAT (TRANSPARANCY).
d.

ETIKA

TINGGI.

DAN

NORMA

KEHIDUPAN,

HARUS

DIJUNJUNG

Norma-norma yang menjadi pandangan


hidup demokratis:
1.Pentingnya kesadaran akan pluralisme
2.Musyawarah
3. Pertimbangan moral
4. Pemufakatan yang jujur dan sehat
5. Pemenuhan segi-segi ekonomi
6. Kerja sama antar warga masyarakat dan
sikap mempercayai itikad baik masing- masing
7. Pandangan
hidup
demokratis
harus
dijadikan unsur yang menyatu dengan sistem
pendidikan.

KOMPONEN PENEGAK DEMOKRASI

1. NEGARA HUKUM (Rechtsstaat dan The Rule Of


Law):
Konsepsi negara hukum mengandung pengertian bahwa
negara memberikan perlindungan hukum bagi warga
negara melalui pelembagaan peradilan yang bebas
dan tidak memihak serta penjaminan hak asasi
manusia.
Konsep rechtsstaat (Kant dan Stahl):
a. Adanya pemisahan dan pembagian kekuasaan
negara untuk menjamin perlindungan HAM.
b. Adanya perlindungan terhadap HAM.
c. Pemerintahan berdasarkan peraturan.
d. Adanya peradilan administrasi.

Menurut Moh. Mahfud MD:

Sistem negara demokrasi mengandung pengertian 3 hal


penting yaitu :
1.Pemerintahan dari rakyat (Government Of The
People ).
Berhubungan
erat
dengan
legitimasi
pemerintahan (Legitimate Government) dan tidak
legitimasi pemerintahan (Unligitimate Government ) di
mata rakyat.
Pemerintahan
legitimasi
berarti
suatu
pemerintahan yang berkuasa mendapat pengakuan dan
dukungan rakyat.
Sebaliknya pemerintahan tidak legitimasi
berarti suatu pemerintahan yang sedang memegang
kendali kekuasaan tidak mendapat dukungan dan
pengakuan dari rakyat.

2. Pemerintahan oleh rakyat (Government By The


People).
Berarti
pemerintahan
yang
menjalankan
kekuasaan atas nama rakyat dan pengawasannya
dijalankan oleh rakyat atau lembaga kekuasaan
yang ditunjuk pemerintah.
3. Pemerintahan untuk rakyat (Government For
People).
Adalah suatu pemerintahan yang mendapat
mandat kekuasaan yang diberikan oleh rakyat
digunakan untuk kesejahteraan mereka.

SYARAT DASAR PENYLENGGARA


PEMERINTAH YG DEMOKRATIS
BERDASAR RULE OF LAW
1. Perlindungan konstitusional menjamin
hak2 individu & menentukan prosedurnya.
2. Badan kehakiman bebas tdk memihak.
3. Pemilu bebas.
4. Kebebasan menyatakan pendapat.
5. Kebebasan berserikat & beroposisi.
6. Pendidikan kewarganegaraan (civic
education).
Komisi Internasional Ahli Hukum, konferensi di Bangkok, 1965.

NILAI (KULTUR) DEMOKRASI


1. Menyelesaikan pertikaian damai &
sukarela.
2. Menjamin terjadinya perubahan damai.
3. Pergantian penguasa teratur.
4. Penggunaan paksaan sesedikit mungkin.
5. Pengakuan & penghormatan nilai
keanekaragaman.
6. Menegakkan keadilan.
7. Memajukan iptek.
8. Pengakuan & penghormatan kebebasan.
Henry B. Mayo dlm Miriam Budiardjo (1990)

LEMBAGA (STRUKTUR) DEMOKRASI


1. Pemerintahan yg bertanggungjawab.
2. DPR mewakili gol/kepentingan masy
dipilih mell pemilu bebas &
rahasia.
Dewan control thdp pemerintah.
3. Organisasi politik lbh dr 1 partai.
4. Pers bebas menyatakan pendapat.
5. Sistem peradilan bebas menjamin HAM
& memperthankan keadilan.
Miriam Budiardjo (1997)

Suatu negara dapat dikatakan demokratis


apabila:
kekuasaan mayoritas digandengkan dengan
jaminan atas HAM.
Kelompok mayoritas dapat melindungi kaum
minoritas.
Hak-hak minoritas tidak dapat dihapuskan
oleh suara mayoritas
Semua kelompok, golongan atau warga
negara hendaknya mendapat perlindungan
hukum atau mendapat jaminan menurut
undang-undang

DEMOKRASI KONSTITUSIONAL
Suatu gagasan pemerintahan demokratis yang
kekuasaannya terbatas dan pemerintahnya tidak
dibenarkan bertindak sewenang-wenang.
Dibatasi
KONSTITUSI
PEMERINTAHAN BERDASARKAN KONSTITUSI
(CONSTITUTIONAL GOVERNMENT, LIMITED
GOVERNMENT atau RESTRAINED
GOVERNMENT)

Pembatasan dalam sistem pemerintahan


(demokrasi konstitusional) sangat penting
mengingat sering kali makna demokrasi
diidentikkan dengan kebebasan.

Lord Acton : Power tends to corrupt, but


absolute power corrupts absolutely
Artinya
Setiap orang yang mempunyai kekuasaan
cenderung untuk menyalahgunakan
kekuasaannya, tetapi orang yang mmepunyai
kekuasaan tak terbatas sudah pasti akan
menyalahgunakan kekuasaannya

Awal pelaksanaan Demokrasi


Konstitusional:
Adanya
pembatasan
yuridis
mengandung
prinsip-prinsip dan pelaksanaan yang kaku (rigid)
bukan hanya di bidang politik nelainkan pula dalam
bidang ekonomi.
Demokrasi konstitusional yang menjunjung
tinggi supremasi hukum ditafsirkan seolah-olah
negara
hanya
sebagai
penjaga
malam
(Nachtwachterstaat), negara tidak mau ikut
campur dalam urusan lain kecuali dalam bidang
ketertiban dan keamanan umum.

Nasionalisme:

Paham yang bersifat politik dan sosial dari suatu


bangsa yang menempatkan kesetiaan tertinggi
dari rakyatnya kepada bangsa dan negaranya.
Liberalisme:
Paham
kebebasan
yang
menghendaki
kebebasan Individu dalam bidang politik,
ekonomi dan agama.
Sosialisme
:
Aliran yang digunakan sebagai dasar untuk
menentang kepemilikan secara individu atau
paham yang bertujuan membentuk negara
kemakmuran dengan usaha kolektif dan
membatasi milik perseorangan.
Demokrasi:
Suatu paham yang mengakui segenap rakyat
dalam pemerintahan rakyat.

Macam-macam demokrasi:
Demokrasi ditinjau dari cara penyaluran kehendak rakyat:
a) Demokrasi langsung
Dipraktikkan di negara-negara kota (polis, city state)
pada zaman Yunani Kuno. Pada masa itu, seluruh
rakyat
dapat
menyampaikan
aspirasi
dan
pandangannya secara langsung. Dengan demikian,
pemerintah dapat mengetahui secara langsung pula
aspirasi dan persoalan-persoalan yang sebenarnya
dihadapi masyarakat. Tetapi dalam zaman modern,
demokrasi langsung sulit dilaksanakan karena:
sulitnya mencari tempat yang dapat menampung
seluruh rakyat sekaligus dalam membicarakan
suatu urusan;
tidak setiap orang memahami persoalan-persoalan
negara yang semakin rumit dan kompleks;
musyawarah tidak akan efektif, sehingga sulit
menghasilkan keputusan yang baik.

b) Demokrasi tidak langsung atau demokrasi


perwakilan
Sistem demokrasi (menggantikan demokrasi langsung)
yang dalam menyalurkan kehendaknya, rakyat memilih
wakil-wakil mereka untuk duduk dalam parlemen.
Aspirasi rakyat disampaikan melalui wakil-wakil mereka
dalam parlemen. Tipe demokrasi perwakilan berlainan
menurut konstitusi negara masing-masing.
Sistem pemilihan ada dua macam, yaitu: pemilihan
secara langsung dan pemilihan bertingkat. Pada
pemilihan secara langsung, setiap warga negara yang
berhak secara langsung memilih orang-orang yang
akan duduk di parlemen. Sedangkan pada pemilihan
bertingkat, yang dipilih rakyat adalah orang-orang di
lingkungan mereka sendiri, kemudian orang-orang
yang terpilih itu memilih anggota-anggota parlemen.

c) Demokrasi perwakilan dengan sistem referendum


Dalam sistem demokrasi ini rakyat memilih para wakil
mereka untuk
duduk di parlemen, tetapi parlemen
tetap dikontrol oleh pengaruh rakyat dengan sistem
referendum (pemungutan suara
untuk mengetahui
kehendak rakyat secara langsung). Sistem ini digunakan
di salah satu negara bagian Swiss yang disebut Kanton.

Demokrasi ditinjau dari titik berat perhatiannya:


a) Demokrasi Formal (Demokrasi Liberal)
Demokrasi formal menjunjung tinggi persamaan dalam bidang
politik tanpa disertai upaya untuk mengurangi atau menghilangkan
kesenjangan rakyat dalam bidang ekonomi. Dalam sistem
demokrasi yang demikian, semua orang dianggap memiliki derajat
dan hak yang sama. Namun karena kesamaan itu, penerapan
azas free fight competition (persaingan bebas) dalam bidang
ekonomi menyebabkan kesenjangan antara golongan kaya dan
golongan miskin kian lebar. Kepentingan umum pun diabaikan.

Demokrasi formal/ liberal sering pula disebut demokrasi Barat


karena pada umumnya dipraktikkan oleh negara-negara Barat.
Kaum komunis bahkan menyebutnya demokrasi kapitalis
karena dalam pelaksanaannya kaum kapitalis selalu
dimenangkan oleh pengaruh uang (money politics) yang
menguasai opini masyarakat (public opinion).
b)

Demokrasi Material (Demokrasi Rakyat)


Demokrasi
material
menitikberatkan
upaya-upaya
menghilangkan perbedaan dalam bidang ekonomi sehingga
persamaan dalam persamaan hak dalam bidang politik kurang
diperhatikan, bahkan mudah dihilangkan. Untuk mengurangi
perbedaan dalam bidang ekonomi, partai penguasa (sebagai
representasi kekuasaan negara) akan menjadikan segala
sesuatu sebagai milik negara. Hak milik pribadi tidak diakui.
Maka, demi persamaan dalam bidang ekonomi, kebebasan dan
hak-hak azasi manusia di bidang politik diabaikan. Demokrasi
material menimbulkan perkosaan rohani dan spiritual.
Demokrasi ini sering disebut demokrasi Timur, karena
berkembang di negara-negara sosialis/ komunis di Timur,
seperti Rusia, Cekoslowakia, Polandia dan Hongaria.

c)

Demokrasi Gabungan
Demokrasi ini mengambil kebaikan dan membuang
keburukan demokrasi formal dan material. Persamaan
derajat dan hak setiap orang tetap diakui, tetapi
diperlukan
pembatasan
untuk
mewujudkan
kesejahteraan seluruh rakyat. Pelaksanaan demokrasi
ini bergantung pada ideologi negara masing-masing
sejauh tidak secara jelas kecenderungannya kepada
demokrasi liberal atau demokrasi rakyat.
Demokrasi ditinjau dari hubungan antar alat perlengkapan
negara:

Demokrasi Parlementer, adalah suatu demokrasi yang


menempatkan kedudukan badan legislatif lebih tinggi dari pada
badan eksekutif. Kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang
Perdana Menteri. Perdana menteri dan menteri-menteri dalam
kabinet diangkat dan diberhentikan oleh parlemen. Dalam
demokrasi parlementer Presiden menjabat sebagai kepala negara.

Demokrasi

dengan sistem pemisahan kekuasaan,


dianut sepenuhnya oleh Amerika Serikat. Dalam sistem ini,
kekuasaan legislatif dipegang oleh Kongres, kekuasaan
eksekutif dipegang Presiden, dan kekuasaan yudikatif
dipegang oleh Mahkamah Agung.

Demokrasi melalui Referendum

Yang paling mencolok dari sistem demokrasi melalui


referendum adalah pengawasan dilakukan oleh rakyat
dengan cara referendum. Sistem referendum menunjukkan
suatu sistem pengawasan langsung oleh rakyat. Ada 2 cara
referendum, yaitu referendum obligator dan fakultatif.
Referendum obligator atau wajib lebih menekankan pada
pemungutan suara rakyat yang wajib dilakukan dalam
merencanakan pembentukan UUD negara, sedangkan
referendum fakultatif, menenkankan pada pungutan
suara tentang rencana undang-undang yang sifatnya tidak
wajib.

DEMOKRASI
di
INDONESIA
?

Perkembangan demokrasi di Indonesia


1945 1949

UUD 45, Perjuangan fisik, Lemb. Demokrasi tidak terbentuk,


sistem kabinet presidensiil, Demokrasi PS Liberal.

1949 1950

RIS 1949, Quasi parlementer, Ada PM, Demokrasi Liberal.

1950 1959

UUDS 1950, Kompromisasi, Demokrasi liberal multipartai,


Kabinet 7x, Konstituante gagal bentuk UUD baru, Dekrit
Presiden 5 Juli 59.

1959 1965

Formula demokrasi suai Sila IV PS, Pertarungan politik ideologi,


lemb. Demokrasi dibentuk prosedur hukum, Konsep Nasakom,
Demokrasi terpimpin (-).

1966 1998

Orde baru, Penyederhanaan parpol, penyalahgunaan wewenang &


kekuasaan, SP 11 Maret 1966, PKI & ormasnya dilarang,
Demokrasi Ps (-).

1998 sekarang Reformasi, Presdien tidak sentralistik, Parpol mulai berfungsi : 48


24, Amandemen UUD 1945 4x, KKN masih banyak,
Demokrasi Ps (+).

INDIVIDUAL
LIBERAL
RAKYAT
PANCASILA

PEMERINTAH

PANCASILA
IDEOLOGI
DASAR NEGARA
CHECK & BALANCE

RAKYAT

DEMOKRASI MENGANDUNG NILAI-NILAI :


a. PENGAKUAN BAHWA DIDALAM MASYARAKAT TERDAPAT PERBEDAAN-2
PENDAPAT DAN KEPENTINGAN.
b. BAHWA PERLU DITEMUKAN CARA-2 PENYELESAIAN KONFLIK
KEPENTINGAN-2 YANG SALING BERTENTANGAN SECARA DAMAI.
c. PERLU CARA-2 PERGANTIAN KEPEMIMPINAN DALAM MASYARAKAT
SECARA TERATUR TANPA MENIMBULKAN GEJOLAK.
d. CARA-2 TIAP PENYELESAIAN TERSEBUT HARUS DILAKUKAN SECARA
TERTIB DAN ADIL
HANYA DAPAT DICAPAI MELALUI HUKUM.
DEMOKRASI PANCASILA.
BERMAKNA KETERPADUAN INDIVIDU DENGAN MASYARAKAT SECARA
DINAMIS (HUMANIZATION OF THE PEOPLE AND THE PERSON) .
a. HAKEKAT DEMOKRASI PANCASILA
1) KEDAULATAN ADA DITANGAN RAKYAT DAN DILAKUKAN SEPENUHNYA OLEH MPR
2) PENGERTIAN LAIN : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT
KEBIJAKSANAAN DALAM DAN SETERUSNYA.

b. ARTI DEMOKRASI PANCASILA


1) DEMOKRASI PANCASILA ADALAH DEMOKRASI ATAU KEDAULATAN RAKYAT
YANG DIDASARI DAN DIJIWAI OLEH SEGENAP SILA PANCASILA SECARA
INTEGRATIF.
2) DEMOKRASI PANCASILA ADALAH DEMOKRASI YANG BERDASARKAN
KEKELUARGAAN DAN KEGOTONG ROYONGAN YANG DITUJUKAN KEPADA
KESEJAHTERAAN RAKYAT.
3) DALAM DEMOKRASI PANCASILA SISTEM PENGORGANISASIAN NEGARA
DILAKUKAN OLEH RAKYAT SENDIRI ATAU DENGAN PERSETUJUAN RAKYAT.
4) DALAM DEMOKRASI PANCASILA, KEBEBASAN INDIVIDU TIDAK BERSIFAT
MUTLAK, TETAPI HARUS DISELARASKAN DENGAN TANGGUNG
JAWAB SOSIAL.
5) DALAM DEMOKRASI PANCASILA KEUNIVERSALAN CITA-2 DEMOKRASI
DIPADUKAN DENGAN CITA-2 HIDUP BANGSA INDONESIA YANG DIJIWAI
OLEH SEMANGAT KEKELUARGAAN (TIDAK ADA DOMINASI MAYORITAS).
c. ASPEK- ASPEK DEMOKRASI PANCASILA
1)
2)
3)
4)
5)
6)

ASPEK FORMAL
ASPEK MATERIL
ASPEK NORMATIF
ASPEK OTATIF (TUJUAN)
ASPEK ORGANISASI
ASPEK KEJIWAAN

d. POKOK-POKOK DEMOKRASI PANCASILA


1) SETIAP NEGARA MODERN YANG DEMOKRATIS ADALAH UNTUK
KEPENTINGAN UMUM
2) KEKUASAAN TERTINGGI ADA PADA RAKYAT
3) PENYALURAN ASPIRASI RAKYAT MELALUI LEMBAGA PERWAKILAN RAKYAT
4) BERDASARKAN HUKUM
5) PEMERINTAH BERDASARKAN KONSTITUSI
6) KEPALA NEGARA, ATAS NAMA RAKYAT (MANDATARIS)
7) MENGAKUI HAK DAN KEWAJIBAN (HAK ASASI).
8) MEMILIKI KELEMBAGAAN DAN PENGATURAN WILAYAH NEGARA
9) MENGANGGAP BAHWA DEMOKRASI BUKAN TUJUAN TETAPI SARANA UNTUK
MENCAPAI TUJUAN
10) MEMILIKI TATA CARA UNTUK MELINDUNGI DARI RAGAM DEMOKRASI
LAIN YANGTIDAK SESUAI.
e. PERBEDAAN PENDAPAT
* DALAM DEMOKRASI PANCASILA, PERBEDAAN PENDAPAT DIHORMATI DAN
DIBENARKAN
* NAMUN UNSUR TANGGUNG JAWAB MENDAPAT KEDUDUKAN YANG SAMA
(PERLU MEMELIHARA PERSATUAN DAN KESATUAN)
* YANG PALING PENTING ADALAH DALAM MENYALURKAN PENDAPAT DAN
KEINGINAN MELALUI WADAH YANG TELAH ADA DI PUSAT MAUPUN
DI DAERAH.

MASA REPUBLIK INDONESIA I 1945-1959


DEMOKRASI PARLEMENTER
MASA REPUBLIK INDONESIA II 1959-1965
DEMOKRASI TERPIMPIN
MASA REPUBLIK INDONESIA III

DEMOKRASI PARLEMENTER
BADAN EKSEKUTIF PRESIDEN + PARA MENTERI
LEMBAGA PEMERINTAH BELUM TERBENTUK
KOALISI PARTAI TIDAK MANTAP
BEBERAPA KEKUATAN SOSPOL TIDAK
MEMPEROLEH SALURAN POLITIK

DOMINASI PRESIDEN
PENGARUH KOMUNIS BERKEMBANG
PENGANGKATAN PRESIDEN SEUMUR
HIDUP PEMBUBARAN DPR HASIL
PEMILU
PEMBREDELAN PERS
PRESIDEN SBG
BADAN YUDIKATIF
PENCABUTAN TAP MPR NO III / 1963
UU NO 19/1964 DIGANTI UU NO
14/1970
DPR SBG ALAT KONTROL
TNI + POLRI
ABRI
DFA
PESTA DEMOKRASI
BERJALAN

DEMOKRASI APA ?

DIJIWAI & DITUNTUN NILAI2X PANDANGAN


HIDUP BANGSA INDONESIA
MERUPAKAN TRANSFORMASI NILAI
FALSAFAH BANGSA
PRASYARAT UTAMA
ADALAH PEMAHAMAN PENGHAYATAN &
PENGAMALAN NILAI2x PANCASILA
MENGAMALKAN
PANCASILA MELALUI POLITIK
PEMERINTAHAN

CIRI POKOK D.P


MUSYAWARAH UNTUK
MUFAKAT TANGUNG JAWAB

CIRI PANCARAN MUSYAWARAH


UTK MUFAKAT
UTAMAKAN KEPENTINGAN NGR & MASY
HINDARI PEMAKSAAN KEHENDAK
KEPUTUSAN UTK BERSAMA
SEMANGAT KEKELUARGAAN
KEPUTUSAN HRS DIPERTANGGUNG
JWBKAN MUSYAWARAH DG AKAL SEHAT
LAKSANAKAN HSL KEPTSAN
MUSYAWARAH

REFORMASI
REFORMASI
PENGERTIAN
PENGERTIAN REFORMASI
REFORMASI
BERASAL
BERASALDARI
DARIKATA
KATATO
TOREFORM
REFORMYANG
YANGBERARTI
BERARTIMEBENTUK
MEBENTUK
KEMBALI
KEMBALIPADA
PADAKESEJATIAN,
KESEJATIAN,TIDAK
TIDAKASAL
ASALBERUBAH,
BERUBAH,ASAL
ASALBERBEDA
BERBEDA
(UMUM)
(UMUM)
PERUBAHAN
PERUBAHANRADIKAL
RADIKALUTK
UTKPERBAIKAN
PERBAIKANBID.SOSIAL,
BID.SOSIAL,POLITIK,
POLITIK,AGAMA
AGAMA
DI
DISUATU
SUATUMASY.
MASY.(KKBI-1991).
(KKBI-1991).
SUATU
SUATULANGKAH
LANGKAHPERUBAHAN
PERUBAHANTANPA
TANPAMERUSAK
MERUSAKATAU
ATAUPERUBAHAN
PERUBAHAN
SERAYA
SERAYAMEMELIHARA
MEMELIHARAYG
YGDIPRAKARSAI
DIPRAKARSAIOLEH
OLEHMEREKA
MEREKAYG
YGMEMIMPIN
MEMIMPIN
SUSTU
SUSTUSISTEM
SISTEM(PROF.RYAAS
(PROF.RYAASRASYID)
RASYID)
PERUBAHAN
PERUBAHANMENYELURUH
MENYELURUHASPEK
ASPEKKEHIDUPAN
KEHIDUPANSECARA
SECARAKONSEPTUAL
KONSEPTUAL
KONSTITUSIONAL,
KONSTITUSIONAL,BERTAHAP,
BERTAHAP,SIMULTAN
SIMULTANDAN
DANTERPADU
TERPADUBAIK
BAIK
STRUKTURAL
STRUKTURALMAUPUN
MAUPUNKULTURAL
KULTURALDGN
DGNAGENDA
AGENDAYANG
YANGJELAS
JELAS
MENCAKUP
MENCAKUPTUJUAN,
TUJUAN,SASARAN,
SASARAN,TAHAPAN,
TAHAPAN,URGENSI
URGENSIDAN
DANPRIORITAS
PRIORITAS
(POKOK-POKOK
(POKOK-POKOKPIKIRAN
PIKIRANABRI)
ABRI)
REFORMASI
REFORMASICHANGE
CHANGESUATU
SUATUPERUBAHAN
PERUBAHANYANG
YANGTERJADI
TERJADIKAPAN
KAPAN
SAJA
SAJADAN
DANMERUPAKAN
MERUPAKANHAL
HALYANG
YANGTIDAK
TIDAKDAPAT
DAPATDIHINDARI
DIHINDARI

HAKEKAT
HAKEKAT

REFORMASI
REFORMASI

MUNCULNYA
MUNCULNYA TEKAD
TEKAD DAN
DAN SPIRIT
SPIRIT UNTUK
UNTUK HILANGKAN
HILANGKAN
DAN
DAN BUANG
BUANG JAUH-JAUH
JAUH-JAUH SEMUA
SEMUA SIKAP
SIKAP DAN
DAN PRILAKU
PRILAKU
DI
DI MASA
MASA LALU
LALU YANG
YANG TIDAK
TIDAK BAIK.
BAIK.

NILAI-NILAI LAMA
LAMA YANG
YANG POSITIF
POSITIF DIPERTAHANKAN,
DIPERTAHANKAN,
NILAI-NILAI
DITINGKATKAN
DITINGKATKAN DAN
DAN DIMANTAPKAN.
DIMANTAPKAN.

TEMUKAN
TEMUKAN NILAI-NILAI
NILAI-NILAI BARU
BARU YANG
YANG PALING
PALING COCOK
COCOK
DENGAN
DENGAN KONDISI
KONDISI DAN
DAN TUNTUTAN
TUNTUTAN ZAMAN
ZAMAN UNTUK
UNTUK
MAJU
MAJU KEDEPAN
KEDEPAN DENGAN
DENGAN PARADIGMA
PARADIGMA BARU
BARU

HAL
HAL POSITIF
POSITIF DENGAN
DENGAN REFORMASI
REFORMASI
YANG
YANG SUDAH
SUDAH BERJALAN
BERJALAN

TUMBUHNYA
TUMBUHNYADEMOKRATISASI
DEMOKRATISASI

KEBEBASAN
KEBEBASAN PERS
PERS
(MASY,TDK
(MASY,TDK TAKUT
TAKUT KONTROL
KONTROL SOSIAL
SOSIAL EFEKTIF)
EFEKTIF)

OTONOMI
OTONOMI DAERAH
DAERAH
(PERUBAHAN
(PERUBAHAN SISTEM
SISTEM GAR
GAR PEM.NEG)
PEM.NEG)

PERUBAHAN
PERUBAHAN LAINNYA
LAINNYA
(AMANDEMEN
(AMANDEMEN UUD
UUD 1945
1945 1945,
1945, BEBERAPA
BEBERAPAPERATURAN
PERATURAN
PERUNDANGAN
PERUNDANGAN S/D
S/D PEMILIHAN
PEMILIHAN LANGSUNG).
LANGSUNG).

EFEK
EFEK NEGATIF
NEGATIF REFORMASI
REFORMASI
POLITIK
PRAKTEK
PRAKTEK KEBEBASAN
KEBEBASAN && DEMOKRATIASI
DEMOKRATIASI DIRASAKAN
DIRASAKAN
MENYIMPANG,
MENYIMPANG, DOMINASI
DOMINASI LEGISLATIF
LEGISLATIFATAS
ATAS EKSEKUTIF
EKSEKUTIF DAN
DAN
YUDIKATIF.
YUDIKATIF.
KEKUASAAN
KEKUASAAN LEGISLATIF
LEGISLATIF CENDERUNG
CENDERUNG DIMANFAATKAN
DIMANFAATKAN
UNTUK
UNTUK KEPENTINGAN-2
KEPENTINGAN-2 KELOMPOK
KELOMPOK SEHINGGA
SEHINGGATIDAK
TIDAK
SEDIKIT
SEDIKIT PRODUK
PRODUK LEGISLATIF
LEGISLATIF YANG
YANG DITOLAK
DITOLAK MASY.
MASY.
BERLAKUNYA
BERLAKUNYASISTEM
SISTEM POLITIK
POLITIK MULTI
MULTI PARTAI.
PARTAI.
TERJADI
TERJADI PERPECAHAN
PERPECAHAN DALAM
DALAM TUBUH
TUBUH PARPOL
PARPOLBESAR
BESAR DAN
DAN
MUNCULNYA
MUNCULNYARATUSAN
RATUSAN PARPOL
PARPOLBARU.
BARU.
TINGKAT
TINGKATKEPERCAYAAN
KEPERCAYAAN RAKYAT
RAKYATTERHADAP
TERHADAPPEMIMPIN
PEMIMPIN
MEROSOT
MEROSOT (SOCIAL
(SOCIALDISTRUST)
DISTRUST)

EFEK
EFEK NEGATIF
NEGATIF REFORMASI
REFORMASI
EKONOMI

INVESTASI
INVESTASI MENURUT
MENURUT DAN
DAN TERJADI
TERJADI EXODUS
EXODUS INVESTOR
INVESTOR
HUTANG
HUTANG LUAR
LUAR NEGERI
NEGERI DAN
DAN DALAM
DALAM NEGERI
NEGERI TAMBAH
TAMBAH BESAR
BESAR
PERTUMBUHAN
PERTUMBUHAN EKONOMI
EKONOMI RENDAH,
RENDAH, PENGANGGURAN
PENGANGGURAN DAN
DAN
KEMISKINAN
KEMISKINAN MELUAS.
MELUAS.
KEBOCORAN
KEBOCORAN DALAM
DALAM PENGELOLAAN
PENGELOLAAN KEUANGAN
KEUANGAN NEGARA,
NEGARA,
KKN
KKN DAN
DAN ISU
ISU SUAP
SUAPMERAJALELA.
MERAJALELA.
PELAKSANAAN
PELAKSANAAN OTONOMI
OTONOMI DAERAH
DAERAH MASIH
MASIH TERSENDAT
TERSENDAT
INDONESIA
INDONESIASUBUR
SUBUR TAPI
TAPI PENGIMPOR
PENGIMPOR BERAS
BERAS TERBESAR
TERBESAR
DUNIA
DUNIABAHAN
BAHAN KEBUTUHAN
KEBUTUHAN POKOK
POKOK LAINNYA
LAINNYA(IRONIS)
(IRONIS)

EFEK
EFEK NEGATIF
NEGATIF REFORMASI
REFORMASI
HANKAM
GEJOLAK
GEJOLAK VERTIKAL
VERTIKAL(ACEH,
(ACEH, PAPUA,
PAPUA, MALUKU)
MALUKU) DAN
DAN KONFLIK
KONFLIK
HORIZONTAL
HORIZONTAL(MALUKU,
(MALUKU, POSO.
POSO. SAMBAS,
SAMBAS, SAMPIT),
SAMPIT),
FANATISME
FANATISME KEDAERAHAN
KEDAERAHAN DAN
DAN PRIMORDIAL
PRIMORDIALSEMPIT.
SEMPIT.
LEPASNYA
LEPASNYATIMTIM,
TIMTIM, PULAU
PULAU SIPADAN
SIPADAN DAN
DAN LIGITAN
LIGITAN
(PIL
(PILPAHIT)
PAHIT)
LEGAL
LEGALASPEK
ASPEK PELIBATAN
PELIBATAN TNI
TNI BANTU
BANTU POLRI
POLRI
(SIKAP
(SIKAPRAGU,
RAGU, RANCU)
RANCU)
KRIMINALITAS
KRIMINALITAS MENINGKAT,
MENINGKAT,MASY.
MASY.MAKIN
MAKIN KHAWATIR
KHAWATIR
JAHTERA
JAHTERAAPARAT
APARATRENDAH,
RENDAH, MORAL
MORALDAN
DAN PROF.
PROF.MENURUN
MENURUN
GAKKUM
GAKKUM DAN
DAN HAM
HAM MASIH
MASIH LEMAH
LEMAH

TERIMA KASIH