Anda di halaman 1dari 1

Perbandingan UU Nomor 11 Tahun 1974 Dan UU Nomor 7 Tahun 2004 Mengenai

Sumberdaya Air Berdasarkan Sisi Sistematika Dan Isi

Jika dilihat dari sisi sistematika UU nomor 11 tahun 1974 dan UU nomor 7 tahun 2004
mempunyai perbedaan arti dan tujuan dari masing-masing segi penulisannya. Sisi sistematika ini
akan mempengaruhi isi dari kedua UU tersebut. Tujuan utama pembuatan UU nomor 11 tahun
1974 tentang pengairan katena pada periode tahun 1970-an Soeharto mencanangkan revolusi
hijau atau swasembada pangan. UU tersebut mengenai pengairan atau sumber daya air. Pada saat
itu penguasaan Negara pemerintah mengelola sendiri untuk pengelolaan pengairan sehingga
tidak cukup efektif karena Negara tidak mempunyai sumberdaya yang memadai untuk
melakukan pengelolaan tersebut. Maka pemerintah melakukan tindakan beralih pada tahap
selanjutnya yaitu meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta pada pengelolaan sumber
daya air.
UU nomor 7 tahun 2004 menggantikan UU nomor 11 tahun 1974 dikarenakan pada saat masa
reformasi UU nomor 11 tahun 1974 belum bisa merubah substansi kebijakan terutama pada
sektor air. Perbandingan sisi isi pada kedua UU tersebut UU nomor 7 pada tahun 2004 banyak
pasal yang mengindikasikan pada usaha komersialisasi dan privatisasi sumberdaya air. Pada UU
nomor 7 tahun 2004 lebih terpadu dalam mengatur pengelolaan air seperti ditekankan pada
fungsi konservasi. Selain itu

UU nomor 7 tahun 2004 juga menawarkan mekanisme

penyelesaian yang adil atas konflik pemanfaat air bahwa setiap masyarakat dan aparat
pemerintahan harus menjaga kepentingan sektor air demi kehidupan bersama. Namun UU nomor
7 tahun 2004 tentang sumberdaya air tampaknya didominasi oleh kepentingan ekonomis karena
air yang memang seharusnya dikelola bersama karena salah satu komoditas yang penting justru
dijadikan komoditas dengan potensi ekonomi yang tinggi.