Anda di halaman 1dari 2

PEMBELAJARAN II

Dalam pembelajaran ini digunakan tiga model media Braille untuk melatih
tactual pada siswa tunanetra. Media tersebut yakni:
1. Media yang berisi sederet huruf Braille yang ditulis huruf berbeda dan
berdekatan tanpa spasi serta memiliki panjang yang berbeda.
2. Media dengan sederet huruf Braille namun diberi jarum di awal dan
akhir tiap baris.
3. Media dengan sederet huruf Braille yang di tengah-tengah di beri garis
vertical untuk memisahkan antara baris kiri dan kanan.
Langkah-langkah
1. Media pertama:
a. Kertas tetap diberi lipatan pada bagian kiri atas kertas untuk
menandai bagian atas kertas.
b. Kertas di letakan di atas punggung tangan siswa.
c. Siswa menelusuri halaman hingga menemukan ujung kertas yang
dilipat serta mencari ujung kiri atas garis Braille.
d. guru menginstruksikan siswa untuk menelusuri tiap-tiap garis
dengan kedua tangan dan dengan empat jari dari masing-masing
tangan.
e. Kemudian anak ditanya mengenai apa yang dirasa dalam setiap
perabaannya, apakah ada yang berbeda dan apa perbedaan itu.
Dari penerapan penggunaan media yang pertama ini, Kertas masih bergerak
dan anak terkadang masih menggunakan satu tangan pada beberapa baris.
2. Media kedua
a. Kertas tetap diberi lipatan pada bagian kiri atas kertas untuk menandai
bagian atas kertas.
b. Kertas di letakan di atas punggung tangan siswa.
c. Siswa menelusuri halaman hingga menemukan ujung kertas yang
dilipat serta mencari ujung kiri atas garis Braille.
d. Siswa diminta untuk menelusuri tiap garis yang telah diberi jarum
pada awal dan akhir tiap garis dari kiri ke kanan dengan cepat
kemudian kembali lagi ke garis paling atas.
Dari penerapan media yang ke dua ini, anak masih belum bisa menelusuri garis
dengan cepat, masih perlahan. Ketika anak menelusuri garis, garis yang ditelusuri
tersebut belum sampai pada ujung garis kanan tangan siswa sudah pindah ke garis
berikutnya.
3. Media ketiga

a. Kertas tetap diberi lipatan pada bagian kiri atas kertas untuk menandai
bagian atas kertas.
b. Kertas di letakan di atas punggung tangan siswa.
c. Siswa menelusuri halaman hingga menemukan ujung kertas yang
dilipat serta mencari ujung kiri atas garis Braille.
d. Siswa diminta untuk menelusuri garis yang terdapat huruf Braille secara
bersama-sama kedua tangan, kemudian ketika menemukan garis vertical
di tengah-tengah halaman, tangan kanan tetap melanjutkan hingga ujung
kanan baris sedangkan tangan kiri berhenti di garis vertical kemudian
bergerak ke bawah untuk mencari garis berikutnya; dan begitu seterusnya.
Dari penerapan media yang ketiga ini, tidak ada melakukan kesalahan
seperti melewati garis, atau menelusuri dengan satu tangan saja.
Analisis
Dari ke tiga media Braille dalam pelajaran dua ini anak semakin lancer
dalam merespon ketika diberikan kertas di atas punggung tangannya
dan menelusuri halaman hingga mencari ujung atas kiri dari garis.
ketika ada instruksi menelusuri garis dengan cepat, anak belum dapat
bergerak cepat dalam menelusuri garis dikarenakan perabaannya yang
belum peka. Perabaan anak masih berat Karen kertas masih bergerakgerak ketika menelusuri garis-garis, dan tactual anak belum peka serta
kurang konsentrasi ketika menelusuri garis karena terkadang anak
masih menggunakan satu tangan dalam proses pembelajaran dan tidak
menyelesaikan perabaannya hingga ujung tapi sudah pindah ke garis
berikutnya.