Anda di halaman 1dari 2

JUMP SHOOT DALAM BASKET

Basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim
beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin
dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Agar dapat memasukkan bola
kedalam keranjang lawan, pemain basket harus menembakkan atau biasa dikenal
dengan men-shoot bola basket ke keranjang lawan. Hal ini sebenarnya terlihat
mudah untuk orang awam. Namun, kebanyakan orang yang mulai mendalami
basket sering bertanya-tanya tentang Bagaimana cara paling efektif dan akurat
untuk memasukkan bola ke arah ring?
Ada banyak cara untuk memasukkan bola atau men-shoot bola yang lazim
digunakan untuk bermain basket dewasa ini. Lay-up shoot, Jump shoot, dan hook
shoot adalah contoh jenis-jenis shooting yang sering digunakan para pemain basket
di lapangan. Dari kesemua jenis shooting di atas, Jump shoot adalah cara paling
aman dan efektif untuk memasukkan bola kedalam ring. Karena dengan jump shoot
kita menjadi lebih seimbang dan dapat lebih mudah mengatur jalannya bola ke ring.
Tiap pemain basket sebenarnya memiliki cara atau ciri khas masing masing untuk
melakukan jump shoot. Disini saya akan menjelaskan cara melakukan jump shoot
yang benar, sesuai dengan penelitian sport science terakhir sehingga dapat lebih
mudah membantu kita untuk menembak bola basket menjadi lebih efektif dan
akurat
Dalam hasil penelitian sport science terbaru ditemukan rumus B.E.E.F
sebagai cara dasar untuk melakukan jump shoot. BEEF merupakan akronim dari
Balance - Elbow - Eye - Follow Through. Untuk mencapai ke-empat rumus jump
shoot diatas ada beberapa hal yang harus dilakukan pemain basket. Yang pasti
sebelum memulai praktek ini kita memerlukan sebuah bola basket dan sebuah ring
basket yang terpasng.

Pertama untuk mendapat keseimbangan (balance), buatlah kuda-kuda


dengan membuka kedua kaki selebar bahu dengan kedua telapak kaki
menghadap lurus ke ring, tidak membentuk sudut 45 derajat seperti
yang biasa dilakukan kebanyakan pemain. lalu tekuk kedua lutut
sampai separuh berjongkok namun badan tetap tegak. Untuk pemain
kidal, letakkan kaki kiri setengah langkah lebih maju agar kuda-kuda
lebih kuat, dan begitu pula sebaliknya dengan pemain yang normal
Kedua, pegang bola dengan kedua telapak tangan didepan dada
dengan posisi tangan kanan dibawah bola membentuk mangkuk, yaitu
merentangkan dengen maksimal ibu jari dan kelingking sehingga
menguasai penuh bola dan membentuk huruf L antara ibu jari dan
telunjuk, dengan sedikit jarak antara telapak tangan dan bola sehingga
bola tidak bersentuhan langsung dengan telapak tangan. Tangan kiri
berada di samping bola sebagai pengarah bola

Ketiga, angkat siku (elbow) tangan kanan menjadi membentuk sudut


90 derajat disamping kepala dan bola tetap dipegang seperti posisi
awal di depan dada namun diposisikan di samping kanan kepala tepat
diatas mata. Disinilah banyak perbedaan penempatan bola oleh tiap
pemain basket. Namun, jika bola diletakkan sedikit di samping kanan
kepala, kita akan lebih seimbang mengendalikan bola ketika kita telah
melompat dan berada di udara

Keempat, Fokuskan pandangan mata (eye) tepat di tengah-tengah ring


atau dibagian belakang ring. Jangan memfokuskan pandangan pada
bola, kesalahan ini yang banyak di lakukan sehingga kita tidak focus
terhadap ring dan bola tidak dapat bergerak lurus menuju ring.
Kelima, melompatlah menggunakan tenaga dari tekukan lutut dan otot
perut sehingga tubuh menjadi tegak di udara. Jangan melompat ke
samping kanan atau kiri ataupun ke belakang. Ini agar tubuh menjadi
lebih seimbang di udara
Keenam, setelah tubuh mencapai titik tertinggi loncatan, lepaskan
tangan kiri dari bola dan lontarkan bola menggunakan ujung-ujung jari
dan menggunakan telunjuk sebagai jari poros, atau jari terakhir yang
terlepas dari bola. Fungsi telunjuk untuk memutar dan mengarahkan
bola sehingga pada akhirnya tangan akan berbentuk seperti leher
angsa dengan telapak tangan menghadap kebawah (Follow through).
Bola dilepaskan dari tangan tanpa tambahan hentakan dari otot
lengan, tapi dengan menggunakan tenaga yang mengalir dari lutut
ketika meloncat. Release atau pelepasan bola terjadi ketika tangan
berada di jam 11 dan letak siku berada disamping depan mata,
sehingga menghasilkan bola yang melengkung ke atas membentuk
parabola sebelum menuju ring

Sebenarnya teori BEEF merupakan teori fundamental yang sudah teruji


dalam sport science. Namun, kebanyakan pelatih di Indonesia mengajarkan
cara shooting yang salah. Seperti membentuk sudut 45 derajat pada kaki
ketika membentuk kuda-kuda, meletakkan bola ditengah kepala sebelum
meloncat, memegang bola dengan posisi tangan diatas bola, dan lain
sebagainya. Sehingga masih banyak pebasket pemula yang salah kaprah
mulai awal belajar sehingga menimbulkan kebiasaan buruk atau bad habit
yang akan susah dihilangkan. Semoga dengan adanya teks ini dapat
membantu anda untuk menjadi lebih mudah melakukan jump shoot yang
baik dan benar