Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN


DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN
KEBUTUHAN NUTRISI
Di Ruang Dahlia 4 RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Tugas Mandiri
Stase Praktek Keperawatan Dasar

Disusun oleh :
FANIA SARI KINANTI
10/296486/KU/13627

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014
1

I.

KONSEP KEBUTUHAN NUTRISI


A. PENGERTIAN
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan
penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima
makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahanbahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan
sisanya. Nutrisi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan
zat lain yang terkandung, aksi, reaksi dan keseimbangan yang berhubungan
dengan kesehatan dan penyakit.
Karakteristik status nutrisi ditentukan dengan adanya Body Mass Index (BMI)
dan Ideal Body Weight (IBW).
1. Body Mass Index (BMI)
Merupakan ukuran dari gambaran berat badan seseorang dengan tinggi
badan. BMI dihubungkan dengan total lemak dalam tubuh dan sebagai
panduan untuk mengkaji kelebihan berat badan (over weigth) dan
obesitas.
Rumus BMI diperhitungkan :
BB(kg) atau
TB(cm)2

BB(pon) x 704,5
TB(inci)2

2. Ideal Body Weight (IBW)


Merupakan perhitungan berat badan optimal dalam fungsi tubuh yang
sehat. Berat badan ideal adalah jumlah tinggi dalam sentimeter dikurangi
100 dan dikurangi 10% dari jumlah itu.
Elemen nutrien / zat gizi terdiri atas :
1. Karbohidrat
2. Protein
3. Lemak
4. Vitamin
5. Mineral
6. Air
Karbohidrat, lemak dan protein disebut energi nutrien karena merupakan sumber
energi dari makanan sedangkan vitamin, mineral dan air merupakan substansi
penting untuk membangun, mempertahankan dan mengatur metabolisme
jaringan tubuh.
2

Fungsi zat gizi adalah :


a. Sebagai penghasil energi bagi fungsi organ, gerakan dan kerja fisik
b. Sebagai bahan dasar untuk pembentukan dan perbaikan jaringan
c. Sebagai pelindung dan pengatur
Malnutrisi adalah suatu keadaan terganggunya kemampuan fungsional, atau
defisiensi integritas struktural atau perkembangan yang disebabkan oleh
ketidaksesuaian antara suplai nutrisi esensial untuk jaringan tubuh dengan
kebutuhan biologis spesifik.
Malnutrisi dapat disebabkan oleh:
1.

Under nutrition, disebabkan karena kekurangan pangan secara relatif atau


absolut selama periode tertentu.

2.

Spesific deficiency, disebabkan karena kekurangan zat gizi tertentu,


misalnya kekurangan vitamin A, yodium, Fe, dll.

3.

Over nutrition, disebabkan karena kelebihan konsumsi pangan untuk


periode tertentu.

4.

Imbalance, disebakan karena disporposi zat gizi, misalnya kolesterol terjadi


karena tidak seimbangnya LDL, HDL dan VLDL.

B. NILAI-NILAI NORMAL
1.

Nilai normal pengkajian nutrisi


BMI : 19,8-26
Ketebalan lipatan kulit trisep (mm) :
Pria

12,5

Wanita

16,5

Lingkar lengan atas (cm) :


Pria

29,5

Wanita

28,5

Lingkar otot lengan atas (cm) :


Pria

25,3

Wanita

23,3

Albumin (g/dl)

3,5-5

Transferin (mg/dl)

230-400

Jumlah limfosit total (jumlah/mm3) 1500-4000


3

2.

Nilai normal kebutuhan kalori menurut umur


Umur
0-6 bulan
7-12 bulan
1-3 tahun
4-6 tahun
7-9 tahun
Pria
10-12 tahun
13-15 tahun
16-19 tahun
20-59 tahun

BB (kg)
5,5
8,5
12
18
24

TB (cm)
60
71
90
110
120

Energi (kkal)
560
800
1250
1750
1900

30
45
56
62

135
150
160
165

> 60 tahun
Wanita
10-12 tahun
13-15 tahun
16-19 tahun
20-59 tahun

62

165

2000
2400
2500
2800 (Ringan)
3000 (Sedang)
2200

35
46
50
54

140
153
153
156

> 60 tahun
Hamil
Menyusui
0-6 bulan
7-12 bulan
13-24 bulan

54

154

1900
2100
2000
2050 (Ringan)
2250 (Sedang)
2600 (Berat)
1850
+ 285
+ 700
+ 500
+ 400

C. HAL-HAL YANG PERLU DIKAJI PADA KLIEN YANG MENGALAMI


GANGGUAN KEBUTUHAN NUTRISI
1. Riwayat keperawatan dan diet
-

Anggaran makan, makan kesukaan, waktu makan

Apakah ada diet yang dilakukan secara khusus ?

Adakah penurunan dan peningkatan berat badan dan berapa lama


periode waktunya ?

Adakah status fisik pasien yang dapat meningkatkan diet seperti luka
bakar dan demam ?

Adakah toleransi makan / minum tertentu ?

2. Faktor yang mempengaruhi diet


-

Status kesehatan
4

Kultur dan kepercayaan, status sosial ekonomi

Faktor psikologis

Informasi yang salah tentang makanan dan cara berdiet

3. Pemeriksaan fisik
- Keadaan fisik : apatis, lesu
- Berat badan : obesitas, kurus (underweigth)
- Otot : flaksial/lemah, tonus kurang, tenderness, tidak mampu bekerja
- Sistem saraf : bingung, rasa terbakar, paresthesia, refleks menurun
- Fungsi gastrointestinal : anoreksia, konstipasi, diare, flatulensi,
pembesaran liver / lien
- Kardiovaskuler : denyut nadi lebih dari 100 kali / menit, irama abnormal,
tekanan darah rendah/tinggi
- Rambut : kusam, kering, pudar, kemerahan, tipis, pecah/patah-patah
- Kulit : kering, pucat, iritasi, petekhie, lemak disubkutan tidak ada
- Bibir : kering, pecah-pecah, bengkak, lesi, stomatitis, membran mukosa
pucat
- Gusi : perdarahan, peradangan
- Lidah : edema, hiperemis
- Gigi : karies, nyeri, kotor
- Mata : konjungtiva pucat, kering, exotalmus
- Kuku : mudah patah
- Pengukuran antropometri :
Berat badan ideal : (TB-100) +- 10 %
Lingkar pergelangan tangan
Lingkar lengan atas (MAC)
Nilai normal
Wanita : 28,5 cm
Pria : 28,3 cm
Lipatan kulit pada otot trisep (TSF) :
Nilai normal
Wanita : 16,5 18 cm
Pria : 12,5 16,5 cm
4. Laboratorium
- Albumin (N: 4-5,5 mg/100 ml)
5

- Transferin (N:170-25 mg/100 ml)


- Hb (N: 12 mg%)
- BUN (N: 10-20 mg/100 ml)
- Ekskresi kreatinin untuk 24 jam (N: laki-laki: 0,6-1,3 mg/100 ml, wanita:
0,5-1,0 mg/100ml)
II.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Beberapa diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada pasien dengan
ketidakseimbangan nutrisi antara lain:
1.

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d. ketidakmampuan


untuk mengunyah atau mengabsorbsi nutrisi dikarenakan faktor biologis,
psikologi atau ekonomi.

2.

Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh b.d. intake yang


berlebihan.

3.
III.

Resiko ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh.

RENCANA KEPERAWATAN
1.

Ketidakseimbangan
ketidakmampuan

nutrisi
untuk

kurang
mengunyah

dari
atau

kebutuhan

tubuh

mengabsorbsi

b.d.

nutrisi

dikarenakan faktor biologis, psikologi atau ekonomi.


NOC:
Status nutrisi intake makanan dan cairan, dengan kriteria hasil pasien memiliki:
Intake

makanan

peroral

yang adekuat

Intake NGT adekuat

Intake

cairan

peroral

adekuat

Intake cairan yang adekuat

Intake TPN adekuat

NIC:
Monitor intake makanan dan minuman yang dikonsumsi klien setiap hari
Tentukan berapa jumlah kalori dan tipe zat gizi yang dibutuhkan dengan
berkolaborasi dengan ahli gizi
6

Dorong peningkatan intake kalori, zat besi, protein dan vitamin C


Beri makanan lewat oral, bila memungkinkan
Kaji kebutuhan klien akan pemasangan NGT
Lepas NGT bila klien sudah bisa makan lewat oral
2.

Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh b.d. intake yang


berlebihan.
NOC:
Status nutrisi intake zat gizi, dengan kriteria hasil pasien mendapatkan intake
yang normal dari:
Kalori

Vitamin

Protein

Mineral

Lemak

Zat besi

Karbohidrat

Kalsium

NIC:
Diskusikan dengan pasien tentang kebiasaan dan budaya serta faktor hereditas
yang mempengaruhi berat badan.
Diskusikan resiko kelebihan berat badan.
Kaji berat badan ideal klien.
Kaji persentase normal lemak tubuh klien.
Beri motivasi kepada klien untuk menurunkan berat badan.
Timbang berat badan setiap hari.
Buat rencana untuk menurunkan berat badan klien.
Buat rencana olahraga untuk klien.
Ajari klien untuk diet sesuai dengan kebutuhan nutrisinya.
3.

Resiko ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh.


NOC: kontrol berat badan, dengan kriteria hasil pasien mampu:
Memonitor berat badan
Mempertahankan intake kalori harian secara optimal
Menyeimbangkan antara olahraga dengan intake kalori
Mempertahankan berat badan yang optimal
NIC:

Kaji kebutuhan kalori dan tipe nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan klien,
bekerjasama dengan ahli gizi.
Pastikan intake kalori klien sesuai dengan tipe tubuh dan gaya hidup.
Sesuaikan diet dengan gaya hidup klien.
Ajari klien untuk membuat catatan intake makanan setiap hari.
Berat badan klien pada angka yang tepat.
IV.

DAFTAR PUSTAKA.
Ellis, Janice, Elizabeth A. Noulis. 1994. Nursing Human Need Approach 5th Edition.
Philadelphia: J.B. Lippincott Company
Mubarak, W.I., Chayatin, N. 2005. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia: teori dan
aplikasi dalam praktik. EGC: Jakarta
North American Nursing Diagnosis Association. 2005. Nursing Diagnoses : Definition
& Classification 2005-2006. Philadelphia
Tarwoto dan Wartonah. 2007. Kebutuhan Dasar Manusi & Proses Keperawatan. Edisi
3. Salemba Medika. Jakarta
Taylor C., Lilis C., Le Mone P. 1997. Fundamentals of Nursing: The Art and Science of
Nursing Care. Philadelphia: Lippincott-Raven Publishers