Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL INTERVIEW

SETTING INDUSTRI
Self Efficacy Mahasiswa Antropologi Universitas Padjajaran Dalam Perannya Sebagai
Mahasiswa dan Pegawai di Clothing U
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Praktikum pada Mata Kuliah
Psikodiagnostik III Wawancara

Dosen Pembimbing :
Nita Rohayati, S. Psi.

Disusun Oleh :
Asri Permata Legina
1001987

JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2012

1.1 Tujuan Umum


Bandura (1997) mendefinisikan self-efficacy sebagai keyakinan seseorang
terhadap kemampuannya untuk mengatur dan melaksanakan tindakan-tindakan
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, dan berusaha untuk menilai tingkatan dan
kegiatan di seluruh kegiatan dan konteks. Selain itu, Schunk (dalam Komandyahrini
& Hawadi, 2008) juga mengatakan bahwa self-efficacy sangat penting perannya
dalam memengaruhi usaha yang dilakukan, seberapa kuat usahanya dan
memprediksi

keberhasilan

yang

akan

dicapai.

(http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20422/4/Chapter%20II.pdf)
Self-efficacy (Bandura, 1997) adalah evaluasi seseorang terhadap kemampuan
atau kompetensinya untuk melakukan sebuah tugas, mencapai tujuan, atau
mengatasi hambatan. (Baron, Robert A. & Byrne, Donn. 2003)
Umumnya mahasiswa menghabiskan sebagian waktunya untuk belajar atau
mengerjakan berbagai tugas yang diberikan, dengan tujuan untuk mencapai nilai
yang bagus. Banyaknya mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa membuat tugas
dan ujian yang harus dihadapi juga semakin banyak. Berdasarkan penelitian
Geinberger dan Steinberg (dalam Santrock, 1990), dapat diketahui adanya dampak
negatif yang dialami oleh individu yang sekolah sambil bekerja. Hal tersebut
dikarenakan individu yang kuliah sambil bekerja mengalami kesulitan dalam
menyeimbangkan waktu diantara tuntutan kerja dan kuliah.
Subjek disini adalah seorang mahasiswa jurusan Antropologi Universitas
Padjajaran (UNPAD) yang bukan hanya berperan sebagai mahasiswa namun ia
juga memilih untuk bekerja menjadi salah satu pegawai di clothing Uncle/347.
Masalah yang dialami oleh subjek pada saat menjalankan kedua peran yang
berbeda ini yaitu kelelahan dan kesulitan untuk membagi waktunya bekerja dan
mengerjakan tugas perkuliahan. Walaupun subjek menghadapi masalah pada saat
pelaksanaan kedua tugasnya sebagai mahasiswa dan sebagai pegawai, namun
subjek tetap menekuni kegiatannya sebagai mahasiswa yang kuliah sambil bekerja.
Buktinya, selain bekerja di Uncle subjek juga pernah bekerja pada clothing yang
lain.
Bukanlah hal yang mudah untuk menjalani dua kehidupan berbeda pada waktu
yang sama. Bagaimana ia bisa mengatur dan melaksanakan peran serta tugasnya
sebagai mahasiswa dan pegawai. Dengan adanya self-efficacy dalam dirinya, maka

individu tersebut akan dapat menjalani kedua tuntutan peran tersebut secara
bersamaan dan memberikan hasil yang baik sehingga semua dapat dijalankan
dengan seimbang sesuai tujuan yang diinginkan.
Melihat penjelasan di atas, self-efficacy sangat penting bagi seorang individu
untuk mejalankan kegiatannya, tidak terkecuali mahasiswa yang memilih kuliah
sambil mencari penghasilannya sendiri dengan bekerja. Oleh karena itu, interview
ini dilaksanakan untuk menggali informasi bagaimana self-efficacy pada diri subjek
dalam menjalani perannya sebagai mahasiswa sekaligus juga sebagai pegawai.
1.2 Tujuan Khusus
Interview ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Self-efficacy pada diri
seorang mahasiswa Antropologi UNPAD yang kuliah sambil bekerja sebagai
pegawai di Clothing Uncle. Self-efficacy yang dimaksud dilihat berdasarkan tiga
dimensi, yaitu:
1. Level, berkaitan dengan derajat kesulitan tugas yang dihadapi.
2. Generality, berkaitan dengan penguasaan individu terhadap bidang atau
tugas pekerjaannya.
3. Strength, berkaitan dengan tingkat kekuatan dan kementapan individu
terhadap keyakinannya.
1.3 Landasan Teori
A. Konsep Dasar Self-Efficacy
Bandura (1997) mendefinisikan self-efficacy sebagai keyakinan seseorang
terhadap kemampuannya untuk mengatur dan melaksanakan tindakan-tindakan
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, dan berusaha untuk menilai tingkatan
dan kegiatan di seluruh kegiatan dan konteks. Hal ini sejalan dengan yang
diungkapkan oleh Woolfolk (1993) bahwa self-efficacy merupakan penilaian
seseorang terhadap dirinya sendiri atau tingkat keyakinan mengenai seberapa
besar kemampuannya dalam mengerjakan suatu tugas tertentu untuk mencapai
hasil tertentu.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa self-efficacy adalah
keyakinan seorang individu terhadap kemampuannya untuk mengatur dan
melaksanakan tindakan untuk mencapai suatu tujuan dimana individu merasa
mampu untuk menghadapi tantangan dan mampu memprediksi seberapa besar
usaha yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Efikasi diri (dalam Feist & Feist. 2010) bervariasi dari satu situasi ke
situasi lain, tergantung pada kompetensi yang dibutuhkan untuk kegiatan yang
berbeda; ada atau tidaknya orang lain; kompetensi yang dipersepsikan dari
orang lain tersebut, terutama apabila mereka adalah competitor; predisposisi dari
orang tersebut yang lebih condong terhadap kegagalan atas performa daripada
keberhasilan; kondisi psikologis yang mendampinginya, terutama adanya rasa
kelelahan, kecemasan, apatis, dan ketidakberdayaan.
B. Dimensi Self-Efficacy
Bandura (1997) mengungkapkan ada tiga dimensi self-efficacy, yaitu:
1. Level (Tingkat)
Level berkaitan dengan derajat kesulitan tugas yang dihadapi.
Penerimaan dan keyakinan seseorang terhadap suatu tugas berbedabeda. Persepsi setiap individu akan berbeda dalam memandang
tingkat kesulitan dalam setiap tugas. Ada yang menganggap suatu
tugas itu sulit, namun ada juga yang tidak menganggap demikian.
Individu yang memiliki self-efficacy yang tinggi cenderung untuk
memilih

tugas

yang

tingkat

kesukarannya

sesuai

dengan

kemampuannya.
Berdasarkan penjabaran diatas, pada dimensi level akan digali
bagaimana penerimaan dan keyakinan subjek dalam menghadapi
tugas pekerjaan juga tugas perkuliahan, apakah tugas-tugas tersebut
terasa berat atau tidak. Analisis pilihan perilaku yang akan dicoba,
yaitu seberapa besar individu merasa mampu atau yakin untuk
berhasil menyelesaikan tugas dengan pilihan perilaku yang akan
diambil.
2. Generality (Keluasan)
Dimensi ini berkaitan dengan penguasaan individu terhadap bidang
atau tugas pekerjaan. Individu dengan self-efficacy yang tinggi akan
mampu menguasai beberapa bidang sekaligus untuk menyelesaikan
suatu tugas. Individu yang memiliki self-efficacy rendah hanya
menguasai sedikit bidang yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu
tugas. Generality merupakan perasaan kemampuan yang ditunjukkan

individu pada konteks tugas yang berbeda-beda, baik itu melalui


tingkah laku, kognitif, dan afektifnya.
Dalam dimensi generality ini akan digali informasi mengenai sejauh
mana individu yakin akan kemampuannya dalam berbagai situasi
tugas.
3. Strength (Kekuatan)
Dimensi yang ketiga ini lebih menekankan kepada tingkat kekuatan
atau kemantapan individu terhadap keyakinannya. Hal ini berkaitan
dengan ketahanan dan keuletan individu dalam pemenuhan tugasnya.
Pada dimensi strength ini, akan dicari apakah subjek memiliki
keyakinan dan kemantapan yang kuat terhadap kemampuannya untuk
mengerjakan suatu tugas atau tidak. Karena seorang yang memiliki
keyakinan dan kemantapan yang kuat terhadap kemampuannya untuk
mengerjakan suatu tugas akan terus bertahan dalam usahanya
meskipun banyak mengalami kesulitan dan tantangan.
Dalam praktikum wawancara kali ini, hal yang ingin digali yaitu mengenai
self-efficacy pada mahasiswa jurusan Antropologi Unpad semester 6 yang kuliah
sambil bekerja, yaitu meliputi :
Variabel

Dimensi

Self-efficacy

Indikator
Persepsi individu dalam memandang tingkat
kesulitan dari tugas yang dihadapi

Level (tingkat)
Perilaku yang diambil dalam menghadapi
tugas tersebut.

Generality
(keluasan)
Strength
(kekuatan)

Kemampuan individu untuk menyelesaikan


suatu tugas sesuai dengan situasi dan
kompetensi.
Meningkatkan usaha dan strategi saat
menghadapi rintangan dan kesulitan saat
pemenuhan tugas.

Adanya sikap positif dalam memandang


pengalaman yang sebelumnya.
1.4 Kerangka Wawancara
WHAT : Interview ini bertujuan untuk mengetahui self-efficacy pada seorang

mahasiswa yang kuliah sambil bekerja.


WHO : Interview ini akan dilakukan pada salah seorang mahasiswa Jurusan

Antropologi semester 6 Universitas Padjajaran.


WHERE : Interview ini akan dilakukan di tempat yang telah disepakati

bersama-sama dengan interviewee.


WHY : Interview mengenai self-efficacy yang terdapat dalam diri interviewee
yang kuliah sambil bekerja. Padahal menjalani kuliah sambil bekerja
merupakan hal yang sulit yang tentunya dalam pelaksanaannya akan
ditemukan banyak hambatan seperti halnya pengaturan waktu. Oleh karena itu
interview ini dilakukan agar diketahui sejauh mana self-efficacy yang dimiliki

oleh interviewee tersebut.


WHEN : Interview ini dilakukan pada waktu yang telah ditentukan bersama-

sama dengan interviewee.


HOW : Interview ini dilakukan dengan teknik interview bebas terpimpin dan
menggunakan alat perekam dan catatan kecil.

1.5 Opening
1. Bismillah. Asalamualaikum wr.wb. Selamat siang. Apa kabar?
2. Perkenalkan nama Saya Asri Permata Legina. Saya mahasiswa Jurusan
Psikologi UPI angkatan 2010. Saya akan mewawancarai saudara dengan
tujuan mengambil data untuk mengetahui self-efficacy yang terdapat pada diri
Anda. Wawancara ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Psikodiagnostik III : Wawancara.
3. Namun, sebelum pelaksanaan wawancara dimulai, ada beberapa hal yang
perlu saya informasikan. Pertama, wawancara ini akan berlangsung selama
kurang lebih 45 menit. Oleh karena itu, saya mohon kesediaan Anda agar
dapat meluangkan waktunya. Selain itu, saya bermaksud memohon izin
untuk

menggunakan

alat

perekam

selama

pelaksanaan

wawancara

berlangsung. Anda tidak perlu khawatir karena seluruh informasi yang Anda

berikan hanya akan digunakan untuk keperluan praktikum mata kuliah dan
akan saya jamin kerahasiaannya. Apakah Anda berkeberatan?
4. Saudara tidak perlu merasa khawatir karena wawancara ini tidak memerlukan
persiapan apa-apa. Yang penting saudara menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang saya ajukan. Sampai disini ada yang mau ditanyakan?
5. Sebelum mulai wawancara, bolehkah saya meminta biodata diri saudara?
6. Nama lengkap saudara? Nama panggilan? Tempat lahir saudara dimana?
Tanggal, bulan dan tahun kelahiran? Suku bangsa?
7. Baik, biodata diri saudara sudah terisi. Untuk selanjutnya, saya akan
menanyakan mengenai self-efficacy yang saudara rasakan. Bisa kita mulai
sekarang?
8. Baik kita mulai dengan pertanyaan pertama.
VARIABEL

DIMENSI

SELF

Level (tingkat)

EFFICACY

INDIKATOR

PERTANY

Persepsi individu dalam

1. Bagaimana awalny

memandang tingkat kesulitan

untuk kuliah sambil


2. Bisa anda sebutkan

dari tugas yang dihadapi.

pokok anda dalam

dan perkuliahan?
3. Bagaimana anda m

tingkat kesulitan pa

tugas tersebut?
4. Bagaimana persep

memaknai setiap tin

tugas tersebut?
5. Bagaimana keyakin
menghadapi tugas
Perilaku yang diambil dalam

1. Bagaimana sikap a

menghadapi tugas tersebut.

menemukan kesulit

mengerjakan tugas
2. Bagaimana anda m

prioritas diantara ku

pekerjaan?
3. Bagaimana cara an

tugas?
4. Bagaimana anda m
tersebut?
Kemampuan individu untuk

1. Bagaimana pengua

menyelesaikan suatu tugas

kedua bidang peke


2. Bagaimana anda m

sesuai dengan situasi dan


kompetensi.

anda dalam menjal

tersebut?
3. Apakah anda mera

anda miliki sudah s


Generality (keluasan)

situasi pekerjaan te
4. Bagaimana anda m

antara kuliah dan b


5. Pernahkah anda m

untuk membagi wa
6. Bagaimana sikap a

mengatasi kesulitan
waktu?
Strength (kekuatan)

Adanya sikap positif dalam


memandang pengalaman yang
sebelumnya.

1. Selain pengalaman

sebelumnya pernah

sambil bekerja?
2. Bisa anda ceritakan

pengalaman anda s
3. Bagaimana anda m

pengalaman anda s
4. Apakah anda meng

yang sama pada pe

sebelumnya?
5. Pernahkah anda m

pada pengalaman s

Bagaimana pandan

hal tersebut?
6. Bagaimana sikap a

menghadapi kegag

7. Apa yang membua

kegagalan tersebut

Meningkatkan usaha dan

1. Bagaimana anda m

strategi saat menghadapi

stress yang muncu


2. Bisa anda ceritakan

rintangan dan hambatan saat


pemenuhan tugas.

rintangan/hambatan

pernah menghamp

pemenuhan tugas?
3. Bagaimana sikap a

dihadapkan pada ri

tersebut?
4. Pernahkah anda m

frustasi dalam men

tantangan/hambata

Mengapa?
5. Bagaimana usaha a

menghadapi rintang

tersebut?
6. Bagaimana strateg

terapkan?
7. Bagaimana cara an
usaha dan strategi

rintangan/hambatan

DAFTAR PUSTAKA

Baron, Robert A. & Byrne, Donn. 2003. Psikologi Sosial: jilid 1. Jakarta:

Penerbit Erlangga.
Feist, Jess & Gregory. 2010. Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20422/4/Chapter%20II.pdf