Anda di halaman 1dari 30

ANEMIA APLASTIK

Disusun Oleh :
Shalikha Fitriah
1310221089

Pembimbing :
dr. Roedi Djatmiko Sp.A

SMF ILMU KESEHATAN ANAK


RST DR. SOEDJONO
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA
2014

IDENTITAS PASIEN
Nama

: An. PDR
Umur
: 7 tahun 2 bulan
Jenis kelamin : Perempuan
Berat badan : 21 kg
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Bambusari 013/002 Kajoran
Tanggal masuk RSMS : 06 Mei 2014
Tanggal periksa
: 09 Mei 2014
Ruang Rawat : Flamboyan
No. CM : 104098

Magelang

ANAMNESIS
Keluhan utama
Lemas
Keluhan Tambahan
Cepat capek
Muntah
Pusing
Pucat
Mual
Muncul bercak-bercak merah

Pasien mengaku cepat lelah sejak 2 minggu yang lalu


merasa pucat dan jika berjalan terlalu lama menjadi
pusing. Keluhan ini dirasa lebih parah . Pusing membuat
pasien bertambah lemas . Pasien juga mengeluh kan
mual dan muntah saat pusing.

Pasien menyangkal ada demam sebelum


keluhan timbul. Tidak pernah mempunyai
riwayat jatuh. Nafsu makan turun.

Riwayat Penyakit
Sekarang

Riwayat penyakit dahulu


Riwayat penyakit yang sama : disangkal
Riwayat hipertensi : disangkal
Riwayat DM
: disangkal
Riwayat penyakit jantung : disangkal
Riwayat asma : disangkal
Riwayat berpergian : disangkal

Riwayat penyakit keluarga


Riwayat keluhan yang serupa : disangkal
Riwayat hipertensi : disangkal
Riwayat DM: disangkal
Riwayat alergi : disangkal

Riwayat Sosial dan Exposure


Community : Pasien tinggal bersama orang tua
dan 1 orang adiknya. Pasien dan adiknya lahir
spontan dalam keadaan normal dan bayi berat
badan normal..
Occupational : Pasien seorang pelajar yang
masih duduk di sekolah dasar kelas 1 ssekolah
dasar.
Personal habits : pasien jarang main diluar
tetapi saat disekolah pasien membeli jajan diluar
sekolah yang kurang higienis.

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan tanggal 09 Mei 2014
Keluhan :
Pusing
Lemas sudah mendingan
Tidak ada mual dan muntah
Bab normal
Bak normal
Masih pucat
Keadaan umum : Sedang
Kesadaran : Composmentis
Vital sign tanggal 09 Mei 2014
N : 132x / menit
RR
: 24 x / menit
S : 35.0oC

kepala
Mata

Bentuk kepala : Mesocephal, simetris,


venektasi temporal (-)
Rambut
: Warna rambut hitam,
terdistribusi merata

Konjungtiva
: Anemis (+/+)
Sklera
: Ikterik (-/-)
Palpebra
: Oedem (-/-)
Reflek cahaya langsung/tidak
langsung
: (+/+)
/ (+/+)

Telinga

Simetris
Discharge (-)

Hidung

Discharge (-)
Nafas Cuping Hidung (-)

Mulut

Bibir sianosis : (-) anemis (+)


Lidah sianosis
: (-) anemis (+)
Lidah kotor : (-), papil lidah atrofi
(-)

Leher

deviasi trakea (-), pembesaran


kelenjar tiroid (-) JVP 5 + 2 cm H2O

Ekstremita
s

Superior dekstra/sinistra : Oedem


(-/-), anemis (+/+)
Inferior dekstra/sinistra : Oedem
(-/-),Anemis (+/+)

Paru

Jantung

Abdomen

Inspeksi
Palpasi

: Simetris, retraksi (-), ketinggalan gerak (-)


: Vokal fremitus lobus superior kanan = kiri
Vokal fremitus lobus inferior kanan = kiri
Perkusi
: sonor di seluruh lapang paru
Batas paru hepar di SIC V LMCD.
Auskultasi : Suara dasar vesikuler (+) Suara tambahan -

Inspeksi : Ictus Cordis terlihat di SIC V, 2 jari lateral LMCS


Palpasi : Ictus Cordis teraba SIC V, 2 jari lateral LMCS, kuat
angkat Perkusi : Batas kanan atas SIC II LPSD
Batas kanan bawah SIC IV LPS
Batas kiri atas SIC II LPSS
Batas kiri bawah SIC VI, 2 jari lateral LMCS
Auskultasi : S1 > S2 di apeks reguler, murmur (-), gallop (-)

Inspeksi : Cembung
Auskultasi : Bising usus (+) normal.
Palpasi
: Nyeri tekan (+) suprapubik, hepar dan lien tidak
teraba membesar, undulasi (-)
Perkusi
: Timpani- redup, pekak alih (-), pekak sisi (-)

Pemeriksaan
Penunjang
Pemeriksaan

Tanggal 06-05-2014

Tanggal 11-05-2014

Hemoglobin

3,4 L

11,2 L

Lekosit

4,5

4,8

Trombosit

9L

25 L

Heatokrit

7,8 L

30,3 L

Eritrosit

0,83 L

3,58 L

MCV

94,5

84,7

MCH

41,6H

31,3 H

MCHC

43,9L

37,0 L

RDW

17,8 H

14,2 H

LED

1 Jam >140

laboratorium
Darah

Pemeriksaan Laboratorium Sitomorfologi


darah
Hasil sitomorfologi darah
Kesan Eritrosit : anisositosis ringan normositik
sebagian mikrositik normokromik polikromasi positif,
NRBC positif .
Kesan leukosit : Jumlah cukup dominasi limfosit,
limfosit reaktif, blait like limfosit
Kesan trombosit : Jumlah sangat menurun dan
morfologi sulit dinilai.
Kesan sitologi : Observasi bisitopenia dengan
dominasi lymfosit dengan sudpect : viral
infection dengan perdarahan, on going anemia
aplastik.

Pemeriksaan Ro Thorax

Kesan :
paru

dalam batas normal


konfugurasi cor membesar
sistem tulang intak

DIAGNOSIS

KERJA
Anemia Gravis e.c Anemia aplastik
DIAGNOSIS BANDING
Anemia Defisiensi besi

PENATALAKSANAAN
IVFD

KAEN 3B 500 cc/ 24 jam


Tridicef 3x500mg inj
Sanmol 2x3cth oral
Tranfusi PRC : 120 cc pemberian pertama, 170 cc
pemberian kedua, 200 cc pemberian ketiga
Pre transfusi : inj lasix 20 mg
Post transfusi : inj ca glukonas 2ml
PENYAKIT YANG MENYERTAI
kardiomegali

PROGNOSIS
Ad

vitam
: Dubia ad bonam
Ad fungsionam
: Dubia ad bonam
Ad sanamtionam : Dubia ad bonam

Tinjauan pustaka
ANEMIA
Kadar Hb dlm darah kurang dari normal
Gejala umum : pucat, cepat lelah,
pusing, nafsu mkn berkurang, sesak
nafas, tidak bertenaga berhubungan
dengan berat dan lamanya anemia
Penatalaksanaan : sesuai dengan
etiologi

KELOMPOK UMUR

NILAI (g/dl)

Anak usia 6 bulan - 5 thn

11,0

Anak usia 5 - 11 thn

11,5

Anak usia 12 - 13 thn

12,0

Wanita dewasa

12,0

Wanita hamil

11,0

Laki-laki

13,0

KLASIFIKASI
Anemia Pasca Perdarahan (Post Hemorrhagic)

Terjadi akibat perdarahan yang masif (seperti kecelakaan, luka operasi,


persalinan dan sebagainya)

Anemia Hemolitik
Terjadi akibat penghancuran (hemolisis) eritrosit yang berlebihan. Hal ini
dibedakan menjadi dua faktor yaitu :
Faktor intrasel
Misal talassemia, hemoglobinopatia (talassemia HbE, sickle cell anemia),
sferositos congenital, defisiensi enzim eritrosit (G-6PD, piruvat kinase,
glutation reduktase).
Faktor ekstrasel
Misal intoksikasi, infeksi (malaria), imunologis (inkompabilitas golongan
darah, reaksi hemolitik pada transfusi darah).

KLASIFIKASI
Anemia Defisiensi
Karena kekurangan faktor pematangan eritrosit
(besi, asam folat, vitamin B12, protein,
piridoksin, eritropoetin, dan sebagainya).
Anemia Aplastik
Disebabkan terhentinya pembuatan sel darah
oleh sumsum tulang.
Menegakkan diagnosis anemia harus
digabungkan pertimbangan morfologis dan
etiologi

Jenis anemia yang paling sering kita temui


adalah Anemia Kekurangan Besi (AKB)
yang disebabkan kurangnya zat besi untuk
sintesis hemoglobin.

ANEMIA APLASTIK
Definisi
Aneimia yang disertai oleh pansitopenia
pada darah tepi yang disebabkan oleh
kelainan primer dalam sum-sum tulang
dalam bentuk aplasia atau hipoplasia
tanpa adanya infiltrasi, supresi atau
pendesakan sumsum tulang

Klasifikasi anemia aplastik


Anemia aplastik didapat (acquired aplastik anemia)
Karena bahan kimia atau fisik
Bahan-bahan yang dose dependent
Bahan-bahan yang dose independent
Anemia aplastik/ hipoblastik karena sebab-sebab lain : infeksi virus
(dengue,hepatitis) infeksi mikobakterial, kehamilan, penyakit Simmond,
sklerosis tiroid.
Idiopatik
Anemia aplastik karena kongenital
Pansitopenia konstitusional Fanconi
Defisiensi pankreas
Gangguan herediter pemasukan asam folat ke dalam sel

Anemia aplastik tergolong penyakit yang


jarang ditemukan. Insidennya 3-6 kasus/ 1
juta penduduk / tahun.

ETIOLOGI
Penyebab

anemia aplastik sebagian


besar (50-70 %) tidak diketahui, atau
bersifat idiopatik. Kesulitan dalam
mencari penyebab penyakit ini
disebabkan oleh proses penyakit yang
berlangsung perlahan-lahan

PATOFISIOLOGI
Mekanisme terjadinya anemia aplastik
diperkirakan melalui :
Kerusakan sel induk (seed theory)
Kerusakan lingkungan mikro (soil
theory)
Mekanisme imunologik, menjadi
penyebab dasar dari kerusakan sel
induk atau lingkungan mikro sumsum
tulang.

GEJALA KLINIS
Gejala klinis anemia aplastik timbul akibat adanya
anemia, leukopenia, trombositopenia. gejala nya dapat
berupa;
Syndrom anemia : gejala anemia bervariasi mulai dari
ringan sampai berat
Gejala perdarahan : paling sering timbul dalam bentuk
perdarahan kulit seperti petechie dan echymosis.
Perdarahan mukosa subkonjungtiva, perdarahan gusi, dll.
Tanda-tanda infeksi berupa ulserasi mulut atau
tenggorokan selulitis leher, febris, dan sepsis atau syok
septik.
Organomegali tidak ditemukan

LAB
Kelaianan pada laboratorik
Kelainan laboratorik yang dijumpai pada anemia aplastik adalah :
Anemia normokromik normositer dengan retikulisitopenia
Anemia sering berat dengan kadar Hb < 7 g/dl
Leukopenia dengan relatif limfosistosis, tidak dijumpai sel muda
dalam darah tepi.
Trombositopenia, yang bervariasi dari ringan sampai berat
Sumsum tulang : hipoplasia sampai aplasia. Aplasia tidak
menyebar secara merata pada seluruh sumsum tulang
sehingga sumsum tulang yangnormal dalam satu kali
pemeriksaan tidak dapat menyingkirkan diagnosis anemia
aplastik, harus diulangi pada tempat-tempat yang lain
Besi serum normal ataumeningkat, TIC normal, HbF meningkat

terapi
4 yaitu terapi
Kausal
terapi suportif,
terapi untuk memperbaiki fungsi sumsum tulang (terapi iniuntuk
merangsang pertumbuhan sumsum tulang), serta terapi definitif
yang terdiri atas pemakaian anti-lymphocyte globuline,
transplantasi sumsum tulang
Usaha untuk mengatasi anemia. Berikan tranfusi packed red cell
atau (PRC) jika hemoglobin <7 g/dl atau ada tanda payah
jantung atau anemia yang sangat simtomatik. Koreksi sampai Hb
9%-10% tidak perlu sampai Hb normal, karena akan menekan
eritropoesis internal. Pada penderita yang akan dipersiapkan
untuk transplantasi sumsusm tulang pemberian transfusi harus
lebih berhati-hati.

TERIMA KASIH