Anda di halaman 1dari 6

Prinsip-prinsip Etika Lingkungan

Sebagai pegangan dan tuntunan bagi prilaku kita dalam


berhadapan dengan alam , terdapat beberapa prinsip etika
lingkungan yaitu :
1. Sikap Hormat terhadap Alam
Hormat terhadap alam merupakan suatu prinsip dasar bagi
manusia sebagai bagian dari alam semesta seluruhnya
2. Prinsip Tanggung Jawab
Tanggung jawab ini bukan saja bersifat individu melainkan juga
kolektif yang menuntut manusia untuk mengambil prakarsa,
usaha, kebijakan dan tindakan bersama secara nyata untuk
menjaga alam semesta dengan isinya.
3. Prinsip Solidaritas
Yaitu prinsip yang membangkitkan rasa solider, perasaan
sepenanggungan dengan alam dan dengan makluk hidup
lainnya sehigga mendorong manusia untuk menyelamatkan
lingkungan.
4. Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulian
Prinsip satu arah , menuju yang lain tanpa mengaharapkan
balasan, tidak didasarkan kepada kepentingan pribadi tapi
semata-mata untuk alam.
5. Prinsip No Harm
Yaitu Tidak Merugikan atau merusak, karena manusia
mempunyai kewajiban moral dan tanggung jawab terhadap
alam, paling tidak manusia tidak akan mau merugikan alam
secara tidak perlu
6. Prinsip Hidup Sederhana dan Selaras dengan Alam
Ini berarti , pola konsumsi dan produksi manusia modern harus
dibatasi. Prinsip ini muncul didasari karena selama ini alam
hanya sebagai obyek eksploitasi dan pemuas kepentingan hidup
manusia.
7. Prinsip Keadilan
Prinsip ini berbicara terhadap akses yang sama bagi semua
kelompok dan anggota masyarakat dalam ikut menentukan
kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian alam,
dan dalam ikut menikmati manfaat sumber daya alam secara
lestari.
8. Prinsip Demokrasi

Prinsip ini didsari terhadap berbagai jenis perbeaan


keanekaragaman sehingga prinsip ini terutama berkaitan
dengan pengambilan kebijakan didalam menentukan baikburuknya, tusak-tidaknya, suatu sumber daya alam.

9. Prinsip Integritas Moral


Prinsip ini menuntut pejabat publik agar mempunyai sikap dan
prilaku moral yang terhormat serta memegang teguh untuk
mengamankan kepentingan publik yang terkait dengan sumber
daya alam.

Konsep 5 R dalam Lingkungan


Berikut ini dijelaskan tentang konsep 5 R:
1.

Recycle
Recycle atau mendaul ulang adalah kegiatan mengolah
kembali atau mendaur ulang. Pada perinsipnya, kegitan ini
memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah
materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya
adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk
dijadikan pupuk kompos.

2.

Reuse
Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan
menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak
pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantng kertas
yang umumnya didapa dari hasil kita berbelanja, sebaiknya
tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali
saat dibutuhkan. Contoh lain ialah menggunakan baterai isi
ulang.

3.

Reduce
Reduce atau Pengurangan adalah kegiatan mengurangi
pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi
produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang
berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur
yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang
masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang
dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah
tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknay
sampah wadah produk di rumah Anda.

4.

Replace
Replace atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti
pemakaian suatu barang atau memakai barang alernatif yang
sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali.
Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang
mempercepat produksi sampah. Contohnya mengubah
menggunakan kontong plastik atau kertas belanjaan dengan
membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain.

5.

Replant
Replant atau penamanan kembali adalah kegiatan melakukan
penanaman kembali. Contohnya melakukan kegiatan kreatif
seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di pekarangan
rumah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan
akanmenjadi indah dan asri, membantu pengauran suhu pada
tingkat lingkungan mikro (atau sekitar rumah anda sendiri),
dan mengurangi kontribusi atas pemanasan global.

SEKOLAH ADIWIYATA
Apa itu Adiwiyata ? Adiwiyata adalah salah satu program
Kementrian Lingkungan Hidup dalam upaya rangka mendorong
terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dahulu
dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini
diharapkan setiap warga sekolah dapat ikut terlibat dalam
kegiatan
sekolah
menuju
lingkungan
yang
sehat
dan
menghindarkan dampak lingkungan yang negatif.

Tujuan Program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik


bagi sekolah agar menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran
warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga
dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung
jawab dalam upaya upaya penyelamatan lingkungan dan
pembangunan berkelanjutan.
Program Adiwiyata dikembangkan berdasarkan norma norma
dalam berperikehidupan yang antara lain meliputi: kebersamaan,
keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian
fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam.
Sebagai salah satu penghuni planet bumi ini, kita berkewajiban
menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Mengikuti pesan KH.
Abdulah Gymnasiar yaitu dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal
yang terkecil, dan dimulai saat ini juga.
Empat aspek yang harus menjadi perhatian sekolah untuk dikelola
dengan cermat dan benar apabila mengembangkan Program

Adiwiyata yakni ; Kebijakan, Kurikulum, Kegiatan, dan Sarana


Prasarana. Sehingga secara terencana Pengelolaan aspek-aspek
tersebut harus diarahkan pada indikator yang telah ditetapkan
dalam program Adiwiyata.
1)
2)
3)
4)

Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan,


Kurikulum Berbasis Lingkungan,
Kegiatan Berbasis Parisipatif dan
Sarana dan Prasarana Pendukung Ramah Lingkungan.

1. Pengembangan Kebijakan Sekolah.


Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya
lingkungan maka diperlukan model pengelolaan sekolah yang
mendukung dilaksanakannya pendidikan lingkungan hidup oleh
semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar
Program Adiwiyata yakni Partisipatif dan Berkelanjutan.
Pengembangan Kebijakan Sekolah yang diperlukan untuk
mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan tersebut
antara lain ;
a.
Visi dan Misi Sekolah yang Peduli dan Berbudaya
Lingkungan.
b.
Kebijakan Sekolah dalam mengembangkan Pendidikan
Lingkungan Hidup.
c.
Kebijakan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) baik
Pendidikan maupun tenaga Kependidikan di bidang
Pendidikan Lingkungan Hidup.
d.
Kebijakan Sekolah dalam hal penghematan Sumber Daya
Alam
e. Kebijakan Sekolah yang mendukung terciptanya Lingkungan
Sekolah yang Bersih dan Sehat.
f.
Kebijakan Sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan
dana bagi kegiatan yang terkait dengan lingkungan hidup.
2. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para peserta didik
dapat dilakukan melalui kurikulum belajar yang bervariasi,
dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang
lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan
sehari-hari. Pengembangan kurikulum berbasisi lingkungan
hidup mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan
dapat dicapai dengan melakukan hal-hal berikut ini :
a. Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran,
b. Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan
lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar,
c. Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan
budaya,

d.

Pengembangan kegiatan kurikuler untuk peningkatan


pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.

3. Pengembangan Kegiatan Berbasis Parsitipatif


Untuk mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan,
warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas
pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga
diharapkan melibatkan masyarakat di sekitarnya dalam
melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik
bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya.
Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan oleh warga sekolah
dalam pengembangan kegiatan berbasis partisipatif antara lain :
1) Menciptakan kegiatan ekstrakurikuler/kurikuler di bidang
lingkungan hidup berbasis partisipatif di sekolah,
2) Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan
oleh pihak luar,
3) Membangun
kegiatan
kemitraan
atau
memprakarsai
pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.
4) Pengelolaan dan atau pengembangan Sarana Pendukung
Sekolah

Dalam mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan


sarana prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan
lingkungan hidup. Pengelolaan dan pengembangan sarana
tersebut antara lain :
1) Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada
untuk pendidikan lingkungan hidup,
2) Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di
luar kawasan sekolah,
3) Penghematan sumberdaya alam (listrik, air dan ATK),
4) Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat,
5) Pengembangan sistem pengelolaan sampah..
Ada
beberapa
penghargaan
dalam
program
Adiwiyata.
Penghargaan Adiwiyata terbagi dalam 3 kategori yaitu Sekolah
Adiwiyata Mandiri, Sekolah Adiwiyata, dan Sekolah Calon
Adiwiyata. Adiwiyata Mandiri diberikan kepada sekolah-sekolah
yang mampu mempertahankan program-program lingkungan
hidup mereka selama tiga tahun berturut-turut. Meski demikian
pada dasarnya program Adiwiyata tidak ditujukan sebagai suatu
kompetisi atau lomba. Penghargaan Adiwiyata diberikan sebagai
apresiasi kepada sekolah yang mampu melaksanakan upaya
peningkatan pendidikan lingkungan hidup secara benar, sesuai
dengan kriteria yang telah ditetapkan. Sebagaimana disebutkan
diatas, penghargaan adiwiyata tahapan pemberdayaan (selama
kurun waktu kurang dari 3 tahun) dan tahap kemandirian (selama

kurun waktu lebih dari 3 tahun). Pada tahap awal, penghargaan


Adiwiyata dibedakan atas dua kategori, yaitu :
- Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang dinilai telah
berhasildalam melaksanakan Pendidikan Lingkungan Hidup.
- Calon sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang dinilai telah
berhasil dalam pengembangan lingkungan hidup.
Capaian akhir program adiwiyata adalah diharapkan terbentuk
sekolah berwawasan lingkungan. Sekolah berwawasan lingkungan
hidup adalah sekolah yang menerapkan nilai-nilai cinta dan peduli
lingkungan pada sekolahnya. Pengajaran yang berbasisi
lingkungan dan kesadaran warga sekolah akan pentingnya
lingkungan merupakan bagian terpenting dari sekolah berwawasan
lingkungan hidup.