Anda di halaman 1dari 9

4.

DAUR BIOGEOKIMIA
4.1

PENGERTIAN DAUR BIOGEOKIMIA


Dalam lingkungan, unsur-unsur kimia termasuk juga unsur protoplasma yang

penting akan beredar di biosfer mengikuti jalur tertentu yaitu dari lingkungan ( tanah,
air, dan udara ) masuk ke organisme melalui rantai dan jaring-jaring makanan, dan dari
organisme kembali lagi ke lingkungan.
Ditinjau dari unsur kimia, maka makhluk hidup tersusun terutama oleh 6 (enam)
unsur kimia yang merupakan 95% dari massa organisme, yaitu Carbon C, Oksigen (0),
Hidrogen (H), Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Belerang (S). Tetapi masih ada 40 unsur
kimia lain penyusun kehidupan antara lain Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan Kalium
(K). Aliran unsur-unsur kimia tersebut dalam bentuk daur sehingga disebut daur
biogeokimia.
Karena rantai makanan merupakan saluran dari aliran energi, maka daur
biogeokimia dan aliran energi merupakan dua proses utama yang terjadi dalam
ekosistem.
Istilah Bio adalah organisme hidup dan geo berarti batu, udara, dan air dari bumi.
Sedangkan geokimia adalah ilmu pengetahuan alam penting yang membahas
komposisi kimia bumi dengan pertukaran unsur antara berbagai bagian dari kulit bumi
dan lautannya, sungai dan perairan lainnya.
Hutchinson (1944), biogeokimia ialah pengkajian pertukaran atau perubahan
yang terus menerus dari bahan-bahan antara komponen biosfer yang hidup dan yang
tidak hidup.

Universitas Gadjah Mada

Keterangan :
PG

= Gross Production

PN

= Net Primary Production

= Secondary Production

= Respirasi

(Odum,E.P.1983)

4.2. MACAM DAN GANGGUAN DAUR BIOGEOKIMIA


Daur Biogeokimia dibedakan 3 macam yaitu :
1.

Daur gas : meliputi daur C, O dan N. Reservoir utamanya adalah udara.

2.

Daur sedimenter yaitu meliputi daur P, S, Ca, Mg dan K. Perjalannya melalui


daratan menuju lautan kembali ke daratan dan memakan waktu yang lama.

3.

Daur hidrologik meliputi perputaran air di alam.

Daur Carbon
C selalu berikatan dengan O membentuk CO2 pada saat proses respirasi dan
fotosintesis berlangsung. Dalam peristiwa ini cahaya matahari menjadi motor
penggerak daur C dan O. Dengan adanya

Daur CO2

energi cahaya matahari maka CO2 clan H2O diubah menjadi karbohidrat di dalam
tubuh tanaman hijau melalui proses fotosintesis. Melaui rantai makanan, karbohidrat
ditransfer ke tubuh hewan, dan dengan proses respirasi terjadi CO 2 (di udara maupun
di air) dan H2O (dalam tanah). Pada scat tanaman dan hewan mati oleh decomposer
melalui proses pembusukan dihasilkan pula CO2, dan ini akan dipakai kembali untuk
kelangsungan fotosintesis.
Gangguan terhadap daur CO2 dapat terjadi karena adanya peningkatan
penggunaan bahan bakar pada kendaraan bermotor dan berkembangnya industri. Bila
kadar CO2 melampaui kadar normal CO2 di atmosfer maka akan terjadi apa yang
disebut greenhouse effect. Greenhouse effect ialah terbentuknya lapisan CO2 yang
berperan menghambat pemancaran kembali panas cahaya matahari ke atmosfer.
Ada pendapat mengenai dampak gereenhouse effect :
Pendapat yang pertama mengatakan bahwa kenaikan temperatur bumi rata-rata dua
derajad sesius dapat menyebabkan mencairnya es di kutub-kutub bumi sehingga akan
mengalami masa es (Miller, 1975). Pendapat lain mengatakan bahwa kenaikan
temperatur justru akan menyebabkan peningkatan pembentukan awan dan kenaikan
jumlah awan penutup bumi sebesar 2% saja dapat menurunkan temperatur bumi
setara dengan kenaikan temperatur yang disebabkan oleh bertambahnya jumlah CO 2
dua kali lipat (Holgate, 1979).
Daur Nitrogen
Unsur nitrogen sangat penting dalam kehidupan manusia karena nitrogen
merupakan indicator yang sensitive. Sebagian besar fungsi utama dalam tubuh
memerlukan molekul yang bernitrogen seperti misalnya protein, asam nukleat, vitamin,
ensim, dan hormon. Kekurangan protein (terutama tersusun oleh nitrogen) akan
menyebabkan gangguan terhadap kesehatan.
Di atmosfer mengandung sekitar 80% gas nitrogen (N2) merupakan jumlah yang
cukup tinggi, tetapi kebanyakan hewan dan tumbuhan tidak dapat rnengkonsumsi N2
dalam bentuk gas. Dalam hal ini

Gambar : Daur Nitrogen (Tanjung, 1984)

Gambar : Daur Nitrogen (Tanjung, 1984)

bacteria dan ganggang hijau tertentu dapat menggunakan N2 untuk membentuk


substansi organic. Substansi organic dalam bentuk nitrat (NO3) diserap oleh tumbuhan
untuk dijadikan asam nuldeat dan protein. Pada saatnya nanti hewan dapat
menggunakan protein nabati dalam bentuk asam amino (gugus NH2).
Hewan dalam aktifitas metabolismenya mengeluarkan ammonia (NH3) dan
ammonium (NH4+) yang dapat mengalami perubahan menjadi gas N2 di atmosfer,
sebagian menjadi nitrit (NO2) di dalam air tanah, dan sebagian yang lain dapat
digunakan oleh tumbuhan tertentu. NO2- oleh baktri akan diubah menjadi NO3- yang
siap dipakai oleh tumbuhan. Dalam perjalanan hidupnya tumbuhan dan hewan yang
mati akan diurai oleh organisme decomposer dan hasilnya adalah NH3 dan NH4+ Yang
selanjutnya akan mengalami daur kembali.
Daur Sedimenter
Daur sedimenter disebut juga daur benda-benda padat yang mengalami
perputaran yaitu dari daratan ke perairan, sungai atau laut, melalui udara dan kembali
lagi ke darat. Beberapa contoh daur sedimenter adalah daur fosfor (P) dan daur
belerang atau sulfur (S).
Daur P (Fosfor)
Fosfor merupakan bagian penting sebagai unsur penyusun tubuh flora dan fauna.
Gangguan terhadap daur P yaitu bila pemakaian pupuk buatan yang berlebihan, dan
hal ini akan menyebabkan pencemaran perairan.

Gambar : Daur Pospor

Daur Sulfur
Flora dan fauna yang sudah mati akan diurai oleh mikrobia. Hasil uraian
adalah S-organik dan H2S merupakan bentuk yang ada di alam. S-organik dan H2S
yang telah berubah menjadi SO4 dapat dipakai kembali oleh hewan dan tumbuhan dan
selanjutnya akan kembali ke alam setelah terjadi penguraian oleh mikrobia.
Manusia dengan segala aktifitasnya, banyak berdirinya industri akan menambah
jumlah oksida belerang di atmosfer, sehingga terjadi pencemaran yang beruntun
terhadap sumberdaya, yaitu :
1.

Pertama-tama sumberdaya udara tercemar SOx dan Nox (yang berasal dari
industri dan kendaraan bermotor), disebut sebagai pencemaran generasi
pertama.

2.

Selanjutnya udara yang tercemar ini akan mencemari hujan (kalau turun hujan)
sehingga ph air hujan lebih kecil dari 5,6 dan ini disebut pencemaran generasi
kedua.

3.

Tanah pertanian yang tadinya subur (produktivitasnya tinggi) disiram dengan air
hujan asam akan kehilangan nutrisinya, sehingga produktivitasnya menurun.
Disebut pencemaran generasi ketiga.

4.

Bersamaan dengan rusaknya tanah karena hara tercuci, logam berat yang
tadinya terikat dalam bentuk garam akan dilepaskan ke lingkungan. Sebagian
dari logam berat akan hanyut ke perairan dan akan menimbulkan pencemaran
perairan disebut sebagai pencemaran generasi keempat.

Daur Hidrologi
Daur hidrologi bermula terutama dari permukaan perairan. Energi cahaya
matahari akan mendorong terjadinya penguapan dari perairan, penguapan dari
permukaan tanah (evaporasi) dan penguapan dari vegetasi (transpirasi). Awan yang
terbentuk karena adanya evaporasi dan transpirasi pada saatnya akan menurunkan
hujan ke bumi. Dari pegunungan melalui selokan dan sungai air mengalir ke danau atau
laut untuk seterusnya akan menguap kembali. Sebagian air akan melakukan infiltrasi ke
dalam tanah, atau melakukan perkolasi, kemudian masuk ke bagian kedap air
sehingga menjadi air tanah, menempati ruang yang disebut aquifer.
Gangguan terhadap daur hidrologi akan menyebabkan timbulnya pencemaran
perairan. Ada tiga sumber pencemaran perairan yaitu kegiatan dari sektor pemukiman,
pertanian dan perindustrian.

Gambar : Daur Sulfur (Tanjung, 1984)

Gambar : Daur Sulfur (Tanjung, 1984)

L
Keterangan:
. dari taut
E aporas1
h
1
v
d ri lana
Evaporasl.
:ri
3
danau, Evaporas1.
d

2
:

4
.
5.
6.
7.
98
.

10.

sungal

spiras1

Tran ras.l dan. vegetas1


Evapo
. waktu hujan
Evaporahs -> vegetasi
Air lana
h
Air tana h --> tana
Air lana h --> suntga1

Air tana

h --> I'"

984)
. (Tanjung, 1
Gambar Daur Hidrologl

Universitas GadyahMada

Gambar Gangguan Daur Sulfur (Tanjung, 1984)

Gambar Dampak Hujan Asam (Tanjung, 1984)

Universitas Gadjah Mada