Anda di halaman 1dari 20

SISTEM

EKSKRESI
HEWAN
INVERTEBRATA & VERTEBRATA
RizkyRahmawati

INVERTEBRATA

PROTOZOA
Vakuola kontraktil/vakuola berdenyut
Pengeluaran sisa metabolisme bersamaan dengan
pengeluaran air
Selain sebagai alat ekskresi, VK juga berfungsi
sebagai pengatur tekanan osmosis
(osmoregulator) yang mengatur kadar air dalam
sel

COELENTERATA DAN
PORIFERA
Tidak memiliki alat ekskresi khusus
Difusi dari seluruh tubuh ke epidermis lalu ke
lingkungan

PLATYHELMINTHES
(PLANARIA/CACING PIPIH)
Berupa protonefridium (saluran /pembuluh
bercabang-cabang) dan cabangnya disebut
solenosit (sel-sel api)
Setiap solenosit memiliki cilia (bulu getar) yang
selalu bergetar

Proses Ekskresi Planaria


Cairan tubuh dan zat-zat sisa dalam
PROTONEFRIDIUM

Masuk ke SOLENOSIT dan di saring


Air dan zat sisa yang telah disaring
masuk ke DUKTUS EKSKRETORIUS oleh
dorongan CILIA
Air dan zat sisa dikeluarkan melalui
lubang NEFRIDIOFOR

ANNELIDA (CACING TANAH)


Berupa sistem nefridium (nefridia = jamak)
Setiap segmen tubuh cacing tanah mengandung
sepasang
nefridium
disebelah
kiri
dan
kanan
(metanefridia), kecuali pada tiga segmen pertama dan
satu segmen terakhir.
Setiap nefridium terdiri atas 3 bagian:
1. Nefrostoma, yaitu corong bersilia yang terdapat pada
rongga tubuh semu yang berfungsi menarik cairan ke
nefridium (pseudoselom).
2. Duktus ekskretorius/bladder yaitu saluran atau pipa
halus yang berliku yang mengumpulkan & mengalirkan
zat sisa ke nefridiofor.
3. Nefridiofor, merupakan lubang tempat muara sisa
metabolisme, terletak pada permukaan ventral tubuh
cacing, jumlahnya sepasang pada tiap segmen.

Cairan tubuh
ditarik
NEFROSTOM

PROSES
EKSKRESI
ANNELIDA

Masuk ke
NEFRIDIA

Dikeluarkan
melalui
NEFRIDIOFOR

Reabsorpsi
zat-zat
bermanfaat
oleh KAPILER
Sisa cairan
tubuh masuk
ke DUKTUS
EKSKRETORIU
S

INSEKTA (SERANGGA)
Berupa pembuluh malphigi
yang melekat pada pangkal
dinding usus
Pembuluh malphigi berupa
kumpulan benang halus yang
berwarna putih kekuningan
Bagian ujung pembuluh
malphigi menuju ke hemolimfa
(peredaran darah terbuka
serangga)
Selain badan malphigi serangga
juga memiliki sistem trakea
untuk mengeluarkan zat sisa
hasil oksidasi yang berupa CO2.

VERTEBRATA

PISCES (IKAN)
Alat ekskresi pada ikan berupa sepasang ginjal yang
memanjang (opistonefros) dan berwarna kemerah-merahan
Pada beberapa jenis ikan, seperti ikan mas saluran ginjal
(kemih) menyatu dengan saluran kelenjar kelamin yang
disebut saluran urogenital. Saluran urogenital terletak
dibelakang anus, sedangkan pada beberapa jenis ikan yang
lain memiliki kloaka.
Karena ikan hidup di air, ikan harus selalu menjaga
keseimbangan tekanan osmotiknya.
Pada ikan yang bernafas dengan insang, urin
dikeluarkan melalui kloaka atau porus urogenitalis, dan
karbon dioksida dikeluarkan melalui insang.
Pada ikan yang bernafas dengan paru-paru, karbon
dioksida dikeluarkan melalui paru-paru dan urin dikeluarkan
melalui kloaka.

MEKANISME EKSKRESI IKAN AIR TAWAR DAN AIR LAUT

Tabel Perbedaan Mekanisme Ekskresi


Ikan Air Laut dan Ikan Air Tawar
IKAN AIR LAUT

IKAN AIR TAWAR

Tubuh lebih hipotonis dari air laut sehingga air


banyak yang keluar dari tubuh.

Tubuh lebih hipertonis dari lingkungannya


sehingga air banyak yang masuk lewat
permukaan tubuhnya.

Akibatnya ikan laut banyak minum air laut


untuk menutupi kehilangan air yang besar

Akibatnya ikan air tawar sedikit minum air.

Urin yang dihasilkan sedikit dan pekat

Urin yang dihasilkan banyak dan encer

Ginjal memiliki sedikit glomelurus sehingga


penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan
lambat.

Ginjal dilengkapi sejumlah glomelurus yang


jumlahnya lebih banyak sehingga penyaringan
sisa hasil metabolisme berjalan cepat

Sebalknya pada air laut mengeksresksikan


sampah nitrogen berupa trimetilamin oksida
(TMO), mengekresikan ion-ion lewat insang
dan mengeluarkan urine sedikit.

Ikan air tawar mengeksreksi ammonia dan aktif


menyerap ion anorganik melalui insang serta
mengeluarkan urine dalam jumlah besar.

AMPHIBI
Alat ekskresi utama pada katak adalah sepasang ginjal
(opistonefros) yang terletak dikanan dan kiri tulang
belakang. Warnanya merah kecoklatan, bentuknya
memanjang dari depan ke belakang.
Zat sisa yang diambil oleh ginjal akan disalurkan melalui
ureter menuju ke kantong kemih yang berupa kantong
berdinding tipis yang terbentuk dari tonjolan dinding
kloaka. Fungsinya untuk menyimpan urine sementara.
Pada katak jantan, saluran ginjal dan saluran kelaminnya
menyatu, sedangkan pada katak betina tidak.
Katak mengekskresikan ammonia ketika dalam wujud
larva, kemudian setelah berudu hingga dewasa hasil
ekskresi berupa urea.

REPTIL

Sistem ekskresi pada reptil berupa sepasang ginjal


(metanefros) , paru-paru, kulit dan kloaka.
Reptil yang hidup di darat dan air tawar sisa hasil
metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan
dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih
seperti pasta dan juga ammonia
Reptil yang hidup di laut mengekskresikan garam melalui
kelenjar garam dikepala yang bermuara disudut mata.

AVES (BURUNG)
Alat ekskresi utamanya adalah sepasang ginjal (metanefros)
berwarna coklat yang menyatu dengan saluran kelamin pada
bagian akhir usus (kloaka). Selain itu, hati, paru-paru dan kulit
juga berfungfsi membantu sistem ekskresi.
Saluran ginjal, saluran kelamin, dan saluran pencernaan
bermuara pada sebuah lubang yang disebut kloaka.
Burung mengekskresikan zat berupa asam urat dan garam.
Hasil ekskresi disalurkan langsung melalui ureter menuju
kolaka. Sampah nitrogen dibuang sebagai asam urat
berbentuk kristal putih bercampur feses.
Kelebihan kelarutan garam akan mengalir ke rongga hidung
dan keluar melalui nares (lubang hidung).
Burung hampir tidak memiliki kelenjar keringat, tetapi
memiliki kelenjar minyak yang terdapat pada ujung ekornya.
Kelenjar minyak tersebut berguna untuk meminyaki bulubulunya.