Anda di halaman 1dari 4

METODE PENETAPAN HARGA JUAL

1. Metode Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing Method)


Pada metode ini, cara penentuan harga jual per unit dari suatu produk adalah dengan
menghitung jumlah seluruh biaya per-unit ditambah jumlah tertentu untuk menutup laba yang
di inginkan pada unit produk tersebut, atau disebut marjin.
Rumusnya:
Biaya Total + Marjin = Harga Jual
PT. SN Kreatif memproduksi produk celengan. PT. SN Kreatif pada bulan April
mendapatkan order sebanyak 300 buah celengan. Biaya yang dikeluarkan untuk
memproduksi celengan tersebut diperkirakan sebanyak Rp 3.945.000 dengan rincian sebagai
berikut :
Bahan Baku:
100 lembar Duplex

@Rp. 4.000

= Rp 400.000

Cat Minyak 30 Kaleng

@Rp.20.000

= Rp. 600.000

Lem Cair 30 Buah

@Rp.10.000

= Rp. 300.000

Lem Kayu 3 kaleng

@Rp.15.000

= Rp.

Bahan Penolong:

45.000

Biaya Gaji Karyawan

= Rp 2.000.000

Biaya Listrik dan Air

= Rp

300.000

Biaya Lain-lain

= Rp

300.000

Total Biaya Produksi

= Rp.3.945.000

Jika presentasi yang diinginkan adalah sebesar 20% dari biaya total maka:
Rp.3.945.000 + (20% x Rp.3.945.000)

= Rp.4.734.000

Harga Jual untuk satu buah celengan adalah:


Rp.4.734.000/300

= Rp 15.780

2. Metode Penetapan Harga Mark Up


Metode penetapan harga Mark Up adalah variasi dari metode cost plus.
Perhitungannya hampir sama, tetapi perbedaannya, metode ini diterapkan pada produk yang
dibeli untuk dijual kembali tanpa memerlukan proses lebih lanjut. Metode mark up banyak
dipakai oleh pedagang perantara sedangkan cost plus, produk dibuat sendiri dan kemudian
dijual. Mark up merupakan kelebihan harga jual produk di atas harga beli. Keuntungan

diperoleh dari sebagian mark up. Selain itu pedagang juga harus mengeluarkan sejumlah
biaya eksploitas yang diambilkan dari sebagian mark up.
Rumusnya:
Harga Beli + Mark Up = Harga Jual
PT. SN KREATIF memproduksi celengan. PT. SN KREATIF pada bulan ini
mendapatkan order sebanyak 300 buah celengan dari salah satu perusahaan dagang yaitu
Toko Pernak-Pernik. Jumlah biaya yang dibayarkan untuk 300 celengan adalah Rp
4.734.000, dengan harga per unit adalah Rp.15.780. Jika Pernak-pernik menentukan
keuntungan yang ingin diperoleh adalah Rp.1.220, Maka penentuan harga jual kembali oleh
Toko Pernak-pernik adalah sebagai berikut:
Rp 15.780 + 1.220 = Rp.17.000
Jadi, harga jual kembali gantungan kunci oleh Toko Mufidah adalah Rp.17.000 per
celengan.
3. Metode Penetapan Harga target Pricing
Rumusnya :
Target Pricing

= Harga Kompetitif Laba Target

Target Pricing

= 16.000 20% x 16.000


= 16.000 3.200
= 12.800

4. BEP (Break Even Point)


Jenis Break Event Point (BEP):
a. BEP Unit adalah titik pulang pokok (BEP) yang dinyatakan dalam jumlah penjualan
produk di nilai tertentu.
b. BEP Rupiah adalah BEP atau titik pulang pokok yang dinyatakan dalam jumlah
penjualan atau harga penjualan (P) tertentu.
Rumus/Cara Menghitung BEP :
a. BEP Unit

= (Biaya Tetap) / (Harga per unit Biaya Variable per Unit)

b. BEP Rupiah

= (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)

Keterangan :
BEP Unit / Rupiah = BEP dalam unit (Q) dan BEP dalam Rupiah (P)
Biaya Tetap = biaya yang jumlahnya tetap walaupun usaha anda tidak sedang
berproduksi.

Biaya Variable = biaya yang jumlahnya meningkat sejalan

peningkatan jumlah

produksi seperti bahan baku,


bahan baku pembantu, listrik, bahan bakar, dan lain-lain
Harga per unit = harga jual barang atau jasa perunit yang dihasilkan.
Biaya Variable per unit = total biaya variable perunit (TVC/Q)
Margin Kontribusi per unit = harga jual per unit - biaya variable per unit (selisih)
PT. SN KREATIF memiliki data-data biaya dan rencana produksi seperti berikut ini :
a. Biaya Tetap sebulan adalah sebesar Rp.2.000.000 yaitu terdiri dari :
Biaya Gaji Pegawai

Rp.2.000,000

b. Biaya Variable per Unit Rp. 5.333 yaitu terdiri dari :


Biaya Bahan Baku

Rp.1.333

Biaya Tenaga Kerja Langsung

Rp. 2.000

Biaya Listrik dan Air

Rp. 1.000

Biaya Lain

Rp.1.000

c. Harga Jual per Unit Rp.15.780


Cara Menghitung BEP dalam Rupiahnya
= Biaya Tetap / (Kontribusi Margin per unit : Harga per unit)
= Rp.2.000.000 / (Rp.10.447* : Rp. 15.780)
*15.780-5.333
= Rp.2.000.000 / 0.66
= Rp.3.030.303 Rp. 3.030.303/300 = 10.101
Cara Menghitung BEP dalam Unit
= Biaya Tetap / (harga per unit biaya variable per unit)
= Rp.2.000.000 / (Rp.15.780 Rp.5.333)
= Rp.2.000.000 / Rp.10.447
= 191 unit
Artinya perusahaan perlu menjual 191 unit atau uang penjualan yang harus diterima
Rp 3.030.303 agar terjadi Break Event Point (BEP). Pada penjualan unit ke 192, maka mulai
memperoleh keuntungan.
5. MOS

Rumusnya :
Mos Penjualan % = Penjualan yang dianggarkan Penjualan BEP x 100%
Penjualan yang dianggarkan
= 350 191
350
= 0,454 x 100
= 45,4 x 191
= 86,714