Anda di halaman 1dari 1

Cara penularan penyakit kusta sampai saat ini masih merupakan tanda tanya.

Tetapi ada yang


mengatakan bahwa penularan penyakit kusta adalah :
1. Melalui sekret hidung, basil yang berasal dari sekret hidung penderita yang sudah
mengering, diluar masih dapat hidup 27 x 24 jam.
2. Kontak kulit dengan kulit. Syarat-syaratnya adalah harus dibawah umur 15 tahun, keduanya
harus ada lesi baik mikoskopis maupun makroskopis, dan adanya kontak yang lama dan
berulang-ulang (Handayani, 2000).
Dua pintu keluar dari Mycrobacterium leprae dari tubuh manusia adalah kulit dan mukosa
hidung. Telah dibuktikan bahwa kasus lepromatosa menunjukkan adanya sejumlah organisme di
dermis kulit. Bagaimanapun masih belum dapat dibuktikan bahwa organisme tersebut dapat
berpindah ke permukaan kulit. Walaupun terdapat laporan bahwa ditemukanya bakteri tahan
asam di epitel deskuamosa di kulit, Weddel melaporkan bahwa mereka tidak menemukan bakteri
tahan asam di epidermis. Dalam penelitian terbaru, ditemukan adanya sejumlah Mycrobacterium
leprae yang besar di lapisan keratin superfisial kulit di penderita kusta lepromatosa. Hal ini
membentuk sebuah dugaan bahwa Mycrobacterium leprae tersebut dapat keluar melalui kelenjar
keringat (Zulkifly, 2003).
Pentingnya mukosa hidung telah dikemukakan oleh Schffer pada 1898. Jumlah dari
bakteri dari lesi mukosa hidung di kusta lepromatosa, menurut Shepard, antara 10.000 hingga
10.000.000

bakteri.

Pedley

melaporkan

bahwa

sebagian

besar

pasien

lepromatosa

memperlihatkan adanya bakteri di sekret hidung mereka. Davey dan Rees mengindikasi bahwa
sekret hidung dari pasien lepromatosa dapat memproduksi 10.000.000 organisme per hari (Cole,
2001).
Pintu masuk dari Mycrobacterium leprae ke tubuh manusia masih menjadi tanda tanya.
Saat ini diperkirakan bahwa kulit dan saluran pernapasan atas menjadi gerbang dari masuknya
bakteri. Rees dan McDougall telah sukses mencoba penularan kusta melalui aerosol di mencit
yang ditekan sistem imunnya. Laporan yang berhasil juga dikemukakan dengan pencobaan pada
mencit dengan pemaparan bakteri di lubang pernapasan. Banyak ilmuwan yang mempercayai
bahwa saluran pernapasan adalah rute yang paling dimungkinkan menjadi gerbang masuknya
bakteri, walaupun demikian pendapat mengenai kulit belum dapat disingkirkan (Zulkifly, 2003).