Anda di halaman 1dari 1

Perbedaan berbagai derajat luka bakar : (Sjamsuhidajat, 2005)

a. Luka bakar derajat 1


Luka bakar derajat satu hanya mengenai epidermis dan biasanya sembuh dalam 5-7 hari.
Luka tampak sebagai eritema dengan keluhan rasa nyeri atau hipersensitivitas setempat.
Contohnya : tersengat matahari.
b. Luka bakar derajat 2
Luka bakar derajad 2 mencapai kedalaman dermis, tetapi masih ada elemen epitel sehat
yang tersisa. Elemen epitel tersebut misalnya sel epitel basal, kelenjar sebasea, kelenjar
keringat, dan pangkal rambut. Dengan adanya sisa sel epitel ini, luka dapat sembuh sendiri
dalam 2-3 minggu. Gejala yang timbul adalah nyeri, gelembung, atau bula berisi cairan
c.

eksudat yang keluar dari pembuluh karena permeabilitas dindingnya meninggi.


Luka bakar derajat 3
Luka bakar derajad 3 meliputi seluruh kedalaman kulit dan mungkin subkutis, atau organ
yang lebih dalam. Tidak ada lagi elemen epitel yang hidup yang tersisa yang memungkinkan
penyembuhan dari dasar luka. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kesembuhan harus
dilakukan cangkok kulit. Kulit tampak pucat abu-abu, gelap atau hitam, dengan permukaan
lebih rendah dari jaringan sekeliling yang masih sehat. Tidak ada bula dan tidak ada rasa
nyeri.
Luas luka bakar dinyatakan dalam persen terhadap luas seluruh tubuh :
1) Pada orang dewasa digunakan Rumus 9, yaitu luas kepala dan leher, dada, punggung,
perut, pinggang dan bokong, ekstremitas atas kanan, ekstremitas atas kiri, paha kanan,
paha kiri, tungkai dan kaki kanan, serta tungkai dan kaki kiri masing-masing 9%, sisanya
1% adalah daerah genitalia.
2) Untuk anak-anak digunakan rumus lain, kepala dan leher 15%, badan depan dan
belakang masing-masing 20%, ekstremitas atas kanan dan kiri masing-masing 10%,
ekstremitas bawah kanan dan kiri masing-masing 15%.
3) Untuk bayi digunakan Rumus 10, yaitu kepala dan leher 20%, badan depan dan
belakang masing-masing 20%, ekstremitas atas kanan dan kiri masing-masing 10%,
ekstremitas bawah kanan dan kiri masing-masing 10%.

Selain dalam dan luasnya permukaan, prognosis dan penanganan ditentukan oleh letak daerah yang
terbakar, usia, dan keadaan kesehatan penderita. Daerah perineum, ketiak, leher, dan tangan sulit
perawatannya, antara lain karena mudah mengalami kontraktur. Karena bayi dan orang usia lanjut
daya kompensasinya lebih rendah maka bila terbakar, digolnongkan dalam golongan berat (Lubis,
2004).