Anda di halaman 1dari 23

OBSTRUKSI SALURAN

KEMIH

dr. HANS MARPAUNG, SpB,FISA

Retensi Urine

Urine tidak bisa dikeluarkan dari buli buli atau


tidak bisa miksi.
Ada yang membagi :
- retensi urine total : penderita sama sekali
tidak
dapat mengeluarkan urine.
- retensi urine parsial : penderita masih bisa
mengeluarkan urine tetapi terdapat
sisa urine
yang cukup banyak di buli buli.

Retensi Urine

Berdasarkan kejadiannya dibagi :


- Akut : gangguan terjadi secara tiba tiba.
- Kronik : gangguan terjadi perlahan lahan
dalam
waktu yang lama.

Urinary Retention

History :
age,
general health
premorbid voiding symptoms
history of urethral strictures
previous episodes of retention
prior urologic manipulation or surgery (TURP, radical
prostatectomy)
medication (sympathomimetics, anticholinergics)

incontinence

Urinary Retention
Etiology

Anatomic obstruction :
1.
2.
3.
4.

BPH (most common)


Urethral stricture
Bladder neck contracture
Prostate Ca (uncommon)

Functional obstruction :
1.
2.
3.
4.

Neurologic disease (CNS or peripheral)


Medication side effect
Pain (nociceptive retention) post op, post trauma
Psychogenic

Irreversible bladder
changes
Thickening of the bladder
wall
Recurrent haematuria
Bladder diverticulum
formation
Repeat urinary tract
infections
Bladder stone formation
Upper tract dilatation
Renal impairment

Anatomi buli buli

Buli buli terletak di rongga pelvis, diluar


peritoneum.
Buli buli dibagi menjadi 2 bagian :
- korpus / body : di bagian atas muara
ureter
- basis : trigonum yaitu segitiga kedua
muara
ureter dan uretra.
Terdiri dari tiga lapisan :
- mukosa : transisional sel
- otot : otot polos tiga lapis, longitudinal,
sirkuler,

Fungsi buli buli :

Menampung urine ( bladder filling and urine


storage )
Mengeluarkan urine ( emptying / voiding )

Anatomi Urethra

Urethra dibagi menjadi 2 bagian :


- Urethra anterior :
- fossa navicularis / meatus
pendulans
- bulbosa
- Urethra posterior :
- prostatika
- membranacea

Diameter lumen urethra

Laki laki : 24 ch ( charrier )


Wanita : 30 ch
Anak anak : umur + 1 ch
1 ch = 0,3 mm
Lumen urethra normal laki laki 7,2 mm
Lumen urethra normal wanita 9 mm

Two-phase concept of micturation


1. Bladder filling / storage :
- bertambahnya volume urine, tekanan
intravesika tetap rendah, dan mempunyai
sensasi.
- bladder outlet tetap tertutup walaupun
terjadi
tekanan intra abdominal.
- tidak terdapat kontraksi buli buli diluar
kontrol.

Two-phase concept of micturation


2. Bladder emptying / voiding :
- kontraksi yang terkoordinasi dari otot buli
buli,
cukup kuat dan cukup lama.
- bersamaan dengan relaksasi sphincter
fungsional dan sphincter anatomi.
- tidak terdapat obstruksi anatomi.

Voiding disfunction

Storage failure :
- bladder abnormality : - kontraksi buli buli
involunter
- low compliance
- hipersensitif
- outlet failure : intermitent atau continuous
decrease
outlet resistence
- kombinasi

Voiding disfunction

Emptying failure :
- bladder abnormality :
kontraksi otot detrusor tidak cukup kuat
dan tidak cukup lama.
Hal ini dapat disebabkan karena neurogenic
bladder atau pengaruh obat obatan seperti
antikolinergik, antagonis kalsium
psikofarmaka,
alkohol dll.

Voiding disfunction
- outlet abnormality :
- obstruksi anatomi : pembesaran prostat,
batu
di leher buli buli atau uretra, striktura
urethra,
meatostenosis, phimosis.
- sphincter dyssynergi
- kombinasi.

Diagnosa retensi urine

Anamnesa : tidak bisa miksi.


Pemeriksaan fisik :
- terlihat / teraba benjolan didaerah
suprapubik.
- terdapat fluktuasi.
- perkusi : pekak.

Diagnosa retensi urine

Retensi urine akut :


- Nyeri hebat didaerah supra simfisis
- Volume buli buli 400 cc
Retensi urine kronik :
- tidak ada rasa nyeri didaerah supra
simfisis
- volume buli buli lebih dari 400 cc

Tindakan pada retensi urine

Merupakan kasus emergensi.


Pasang kateter 16 atau 18 F.
Bila kateter tidak masuk : sistostomi dengan
cara trokar atau terbuka.

Pengobatan retensi urine

Pengobatan pada penyebabnya.


Bila penyebabnya bladder abnormality :
- neurogenik : atasi neurogeniknya.
- karena obat obatan : stop obat obatnya.
Bila penyebabnya outlet abnormality :
- obstruksi anatomi : hilangkan
obstruksinya
- sphincter dyssynergi : obatnya masih
dalam tahap penelitian.

Thank you.........

23