Anda di halaman 1dari 47

Moch Dhofir

Perencanaan sistem proteksi petir diawali dari proteksi


eksternal (penangkap petir) dg penyediaan finial,
konduktor penyalur dan pentanahan (grounding),
setelah itu dilanjutkan dengan perencanaan proteksi
internal menggunakan konsep zoning (LPZ-Lightning
Protection Zone) dg penyediaan konduktor penyama
tegangan (PEB), arester dan perisaian.
Hal-hal yang penting diketahui dalam perencanaan
penangkap petir (eksternal) :
(a) Besarnya parameter-parameter petir
(b) Tingkat perlindungan
Tingkat perlindungan ditentukan oleh sifat, kondisi
bangunan, dan biaya yang tersedia.
Proteksi eksternal harus mampu mengurangi sekecil
mungkin adanya propagasi tegangan dan arus petir
yang memasuki bangunan (lewat kabel antene,
saluran telepon, listrik , pentanahan, dll)

Arus puncak impuls petir (Im), yaitu harga


maksimum atau puncak impuls petir.
Kecuraman arus petir (di/dt), yaitu laju
kenaikan arus petir terhadap waktu.
Muatan arus petir Q
( idt
), yaitu jumlah
muatan arus petir yg mengalir atau
integral arus petir terhadap waktu.
Arus kuadrat impuls/energi spesifikW( i dt
), yaitu suatu aksi integral yang R
bertanggung jawab thd terjadinya efek
pemanasan dan efek elektro-mekanis.
t

Puncak arus petir menentukan tingginya


jatuh tegangan pada tahanan
pentanahan obyek yang disambar.

U m I m RE

Tabel -1 adalah arus puncak petir


yang dapat digunakan untuk
menentukan penangkap petir sesuai
tingkat proteksi yang direncanakan
Uraian

IEC/TC
81

Persyaratan VG 96
90 1/4
Tinggi

Normal

Petir positif (kA)

200

200

100

Petir negatif pertama (kA)

200

200

100

50

25

Petir negatif berikutnya


50
(kA) Darveniza, Popolanky dan Whitehead, Electra 41, July74
Sumber:

Muatan Q arus petir menentukan jumlah


energi busur listrik W pada titik sambar .
Muatan ini menyebabkan pelelehan ujung
finial penangkap petir, kulit aluminium
pesawat terbang, atau melelehkan logam
yg digunakan sebagai titik sambar petir.
t

idt
0

(As atau Coulomb)

Tabel-2 menunjukkan nilai batas muatan


arus petir yg dapat digunakan untuk
menentukan dimensi penangkap petir
(Hasil pengukuran Berger).
Tingkat
proteksi
Penangkap
Petir

Nilai batas
muatan
Q (As)

Probabilitas
dilampauinya nilai
batas muatan arus
(%)
Petir
negatif

Petir
Positif

Normal

50

Tinggi

300

10

Sangat Tinggi

600

Volume metal yang meleleh :


W
1
Vol
[m3 ]
cw cs
Logam
meleleh
Q

Aluminium

Arus
Finial

W = Energi busur listrik [J]; = temperatur leleh [C]; cs = panas leleh spesifik [J/kg];
= kerapatan massa [kg/m3]; cw = kapasitas panas spesifik [J/kg.K]
UA,K = Tegangan kontak (biasanya diambil 30 volt)

Tabel-3 menunjukkan besaran material metal


Besaran

Aluminium

Besi

Tembaga

[kg/m3]

2700

7700

8920

658

1350

1080

356.103

272.103

209.103

908

469

385

[oC]
cs [J/kg]
cw [J/kg.K]

Untuk UA,K = 30 V dan, maka untuk setiap muatan arus petir 1 As


akan melelehkan material aluminium sebesar :
3
3
Vol
30
1
m
mm

11,5.10 9
12
Q
2700 908(658) 356.000
As
As

Vol
mm 3
4,4
(untuk besi )
Q
As
Vol
mm3
5,4
(untuk tembaga)
Q
As

Penentuan besarnya lubang akibat


tekanan busur listrik petir dapat dihitung
menggunakan rumusan R. Golde, 1973.

A
k mm
25S
Q
As

k = 0,9 untuk 0 S 0,9 mm


k = 1,5 untuk 0,9 S 1,5 mm
A = luas lubang metal (mm2)
Q : muatan dalam As
S : ketebalan pelat dalam mm

W
2
( R 0 i dt

Kuadrat arus impuls


) menentukan
tingginya pemanasan dan tekanan elektrodinamis pada hantaran yang dialiri arus
petir.
Untuk menentukan dimensi penangkap
petir , data-data kuadrat arus impuls dari
Berger (Tabel-3) dapat digunakan

Pemanasan

Gaya
Impuls
Penyalur arus
listrik

Pemanasan pada Konduktor

Tabel-4 Nilai batas kuadrat impuls (Berger, 1973)


Tingkat
proteksi
Penangkap
Petir

Nilai batas
2
kuadrat arus
i dt
impuls
(A2s atau J/)

Probabilitas
dilampauinya nilai
batas kuadrat arus
impuls (%)
Petir
negatif

Petir
Positif

Normal

106

Tinggi

10. 106

10

Sangat
EnergiTinggi
pemanasan

106 terjadi pada


- penghantar
1
W100.
yang
dengan tahanan R adalah sebesar :

W R i dt
2

Untuk arus 150 kA, tahanan 1 , diperoleh energi


petir pada tahanan sebesar :

W R i 2 dt 1.106 J 0,28 kWh


dan tegangan sebesar :

U m I m R 150.10 .1 150 kV
3

J
i dt 10
2

(Im = 150 kA)


Um

R=1

Kenaikan temperatur pada penghantar terhadap


media sekitar dihitung dengan rumus:
2
i
dt. .

1
[exp 2
1] dalam o K

q . .cw
dimana :
= koefisien temperatur dari tahanan, 1/oK
2
2
i
dt
=
kuadrat
arus
impuls,
A
s

= tahanan ohmik spesifik pada temperatur sekitar, .m


q = luas penampang penghantar, m2

Tabel-6 Besaran resistivitas dan koefisien temperatur


Besaran

Aluminium

Besi

Tembaga

[kg/m3]

2700

7700

8920

[1/oK]

4,0.10-3

6,5.10-3

3,92.10-3

[.m]

29.10-9

120.10-9

17,8.10-9

908

469

385

cw [J/kg.K]

2
6 2
i
dt

10
As

Tembaga

16 mm2
NYY

Kenaikan temperatur penghantar :

1
1.106.3,92.10 3.17,8.10 9
o

[exp

1
]

21
K
3
6 2
3,92.10
(16.10 ) .8920(385) w

Gaya Elektrodinamis per satuan panjang

10
Fdt 2s

i dt
2

[ Ns / m]

Gaya Elektrodinamis per satuan panjang

Integral kuadrat arus pada dua kawat paralel yang


dialiri arus petir akan menghasilkan gaya
elektrodinamis yang saling tarik-menarik per satuan
panjang sebesar :

10 7 2
Fdt 2s i dt

[ Ns / m]

S = jarak antara dua konduktor (m)


Untuk s = 10 cm dan panjang konduktor 1m, maka
besar gaya elektrodinamis sebesar :

10 7
6
Fdt 2.0,1 .10 .1 0,5 Ns

Kecuraman arus petir (di/dt) maksimum


menyebabkan timbulnya induksi
elektromagnetik pada loop yang terdapat
di dalam suatu instalasi atau konstruksi
yang tertutup atau yg terletak didekat
konduktor yang dialiri arus.
Loop dari penyalur petir itu sendiri dengan kemungkinan tembus
pada s1
Loop antara penyalur arus dengan peralatan di dalam gedung
dengan kemungkinan tembus di sela s2
Loop dengan instalasi terpisah dengan kemungkinan tembus di
sela s3

Kecuraman
Besar tegangan induksi :

di
Um M

dt

Gedung
Penyalur petir

Arus petir

mak

Tabel-7 Nilai batas untuk (di/dt)mak


Tingkat
proteksi
Penangkap
Petir

Nilai batas
untuk (di/dt)
mak
(A/S)

Probabilitas
dilampauinya nilai
batas kuadrat arus
impuls (%)
Petir
negatif

Petir
Positif

Normal

60.109

Tinggi

80.109

0,5

10

100.109

0,1

Sangat Tinggi

CONTOH :

Tegangan induksi yg timbul


antara kawat disebut dengan
tegangan transversal
/melintang sangat
membahayakan peralatan
elektronik

CONTOH

Penaikan kecuraman gelombang di/dt


pada konduktor penangkap petir pada
gedung tinggi.
Besar perubahan kecuraman arus petir :

di di

dt dt

1 e
mak

t /

vo
. cos
t
l

vo = kecepatan cahaya, 300 m/s


T = konstanta waktu, detik
L = Induktansi konduktor, hendry
RA = Impedansi gelombang berjalan
tahanan pentanahan

A/ s

Instalasi penangkap petir pada


hakekatnya adalah instalasi yg dipasang
dengan maksud mencegah, menghindari
dan mengurangi bahaya yg ditimbulkan
oleh kejadian sambaran petir.
Bahaya yg ditimbulkan akibat sambaran
petir berupa bahaya langsung dan
bahaya tidak langsung baik di dalam
gedung maupun di luar gedung.

Yang dimaksud daerah lindung penangkap petir


adalah daerah yang dilindungi Finial Penangkap
Petir dari sambaran langsung.
Daerah lindung atau sudut lindung ditentukan oleh
jarak sambar yang ditentukan oleh tingginya
puncak arus petir. Teori yang mendasari penentuan
daerah lindung disebut teori Elektro-geometri.
Teori elektrogeometri adalah teori yg mengkaitkan
hubungan antara sifat listrik sambaran petir
dengan geometri sistem penangkap petir.
Ada dua jenis penangkap petir yaitu berbentuk
batang tegak (finial Franklin) atau penghantar
mendatar sangkar Faraday

Jarak Sambar :
Jarak sambaran petir ke obyek
hB
hB

hB 2.i 30.(1 e

i
6 ,8

) m

Hubungan ini memperlihatkan bahwa petir dengan


arus sambaran yang kecil memiliki jarak sambar
yang pendek dan terutama akan menyambar
bangunan serta obyek yang rendah.
Semakin tinggi tuntutan tingkat perlindungan
suatu proteksi eksternal, semakin kecil harga
puncak arus yang diperhatikan.
Tabel-8 Jarak sambar hB dg prosentase jumlah petir
Uraian

Prosentase arus petir


yg diperhatikan (%)

Prosentase arus petir

90

99

99,9

Harga minimal puncak petir (kA)

7,7

3,1

1,6

Jarak sambar hB dalam meter

36

17

Daerah lindung finial tegak


dengan h < hB

Sudut lindung finial tegak


dengan h < hB

arcsin(1

h
) dalam( o )
hB

Sudut lindung finial mendatar dengan h < hB


Daerah lindung finial tegak
dengan h > hB

Daerah lindung finial tegak


dengan h > hB

Sudut lindung finial mendatar


dengan h < hB

Daerah lindung dua finial datar

Sudut lindung dua finial mendatar

20 m
10 m

5m

20 m

30 m

Tentukan daerah lindung untuk level proteksi dengan arus puncak


petir 7,7 kA; 5,5 kA; 2 kA!
Buat skala 5m : 1 cm
Moch Dhofir-2011

43

50m

50m

20m

30m

10m

Tentukan daerah lindung untuk level proteksi dengan arus puncak


petir 7,7 kA; 5,5 kA; 2 kA!
Buat skala 5m : 1 cm
Moch Dhofir-2011

44