Anda di halaman 1dari 1

Nicholo Machiavelli : The Prince,

Selama empat belas tahun sesudah itu, dia menulis beberapa buku,
dua diantaranya yang paling masyhur adalah The Prince, (Sang
Pangeran) ditulis tahun 1513, dan The Discourses upon the First Ten
Books of Titus Livius (Pembicaraan terhadap sepuluh buku pertama
Titus Livius). Diantara karya-karya lainnya adalah The art of war (seni
berperang), A History of Florence (sejarah Florence) dan La Mandragola
(suatu drama yang bagus, kadang-kadang masih dipanggungkan
orang). Tetapi, karya pokoknya yang terkenal adalah The Prince (Sang
Pangeran), mungkin yang paling brilian yang pernah ditulisnya dan
memang paling mudah dibaca dari semua tulisan filosofis. Machiavelli
kawin dan punya enam anak. Dia meninggal dunia tahun 1527 pada
umur lima puluh delapan.

The Prince dapat dianggap nasihat praktek terpenting buat seorang


kepada negara. Pikiran dasar buku ini adalah, untuk suatu
keberhasilan, seorang Pangeran harus mengabaikan pertimbangan
moral sepenuhnya dan mengandalkan segala, sesuatunya atas
kekuatan dan kelicikan. Machiavelli menekankan di atas segalagalanya yang terpenting adalah suatu negara mesti dipersenjatai
dengan baik. Dia berpendapat, hanya dengan tentara yang diwajibkan
dari warga negara itu sendiri yang bisa dipercaya; negara yang
bergantung pada tentara bayaran atau tentara dari negeri lain adalah
lemah dan berbahaya.

Machiavelli menasihatkan sang Pangeran agar dapat dukungan


penduduk, karena kalau tidak, dia tidak punya sumber menghadapi
kesulitan. Tentu, Machiavelli maklum bahwa kadangkala seorang
penguasa baru, untuk memperkokoh kekuasaannya, harus berbuat
sesuatu untuk mengamankan kekuasaannya, terpaksa berbuat yang
tidak menyenangkan warganya. Dia usul, meski begitu untuk merebut
sesuatu negara, si penakluk mesti mengatur langkah kekejaman
sekaligus sehingga tidak perlu mereka alami tiap hari kelonggaran
harus diberikan sedikit demi sedikit sehingga mereka bisa merasa
senang."