Anda di halaman 1dari 4

Kajian pengaruh pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit tanaman durian (Durio Zibethinus

Murr )

Pendahuluan

Durian merupakan tanaman spesifik tropis yang bernilai ekonomis cukup tinggi untuk
meningkatkan pendapatan petani, devisa negara, dan kebutuhan agribisnis. Pertanaman
durian yang ada saat ini umumnya berasal dari benih yang kualitasnya sangat beragam.
Penyediaan bibit varietas unggul sangat diperlukan untuk menunjang perluasan pertanaman
durian sehingga produksi durian Indonesia bisa bersaing dengan durian dari luar negeri.
Penyediaan bibit yang berkualitas merupakan salah satu faktor yang menentukan
keberhasilan budidaya durian. Perbanyakan tanaman secara vegetatif merupakan alternatif
untuk mendapatkan bibit berkualitas. Perbanyakan secara generatif pada umumnya
memerlukan waktu yang cukup lama, namun kelebihan perbanyakan dari benih adalah secara
umum batang pohon hasil benih lebih kokoh, sehat dan berumur panjang (Nazaruddin dan
Muchlisah, 1994). Salah satu cara yang digunakan dalam perbanyakan vegetatif adalah
dengan grafting yaitu menggabungkan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang
berbeda sehingga tercapai kombinasi dan persenyawaan yang akan tumbuh menjadi tanaman
baru (Wudianto, 1988). Faktor awal keberhasilan grafting adalah penyediaan batang bawah
yang memiliki pertumbuhan yang baik. Batang bawah asal benih

(semai) lebih

menguntungkan dalam hal jumlah, dan pada umumnya tidak membawa virus dari pohon
induknya, dan sistem perakarannya lebih bagus serta kuat (Ashari, 2006). Batang bawah yang
baik dapat diperoleh dengan menanam benih dengan posisi yang tepat.Posisi benih yang tepat
tersebut akan berpengaruh pada kecepatan berkecambah dan kekuatan tumbuh keseluruhan
bagian tanaman. Oleh karena itu perlu kiranya dilakukan kajian mengenai posisi tanam benih
durian sehingga akan didapatkan batang bawah yang berkualitas.
Kandungan gizi durian:
Nilai nurtrisi per 100 g (3.5 oz)
Energi 615 kJ (147 kcal)
Karbohidrat 27.09 g
- Serat pangan 3.8 g

Lemak 5.33 g
Protein 1.47 g
Air 65g
Vitamin C 19.7 mg (33%)
Potassium 436 mg (9%)
Hanya bagian yang dapat dimakan, mentah atau beku.
Brangkasan: 68% (Shell and seeds)
Sumber: USDA Nutrient database
Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa.
Selain mendapat julukan The King of Fruit durian juga mendapatkan julukan sebagai buah
bintang lima karena kandungan gizinya yang lengkap dibanding buah yang lain. Di antara
kandungan nutrisi yang penting tersebut adalah vitamin B, vitamin C, zat besi, kalium,
magnesium, fosfor, seng, thiamin, riblofavin, omega 3 dan 6. Selain itu durian juga banyak
mengandung phytonurient, polyphenol, phytosterol, antioksidan, organosulfur, dan
tryptophan. Disamping itu juga ada zat gizi utama seperti karbohidrat, lemak tak jenuh, dan
protein.
Menurut tim peneliti dari Ohio State University, phytonutrient yang terkandung dalam buah
durian diklaim mampu mematikan zat penyebab kanker, meningkatkan kekebalan tubuh,
mencegah kanker, diabetes, serta penyakit jantung.
Durian juga diperkaya dengan polifenol dan antioksidan seperti vitamin C. Kandungan
vitamin C pada buah durian bisa mencapai 200 mg/100 gr daging buah. Angka tersebut
merupakan

nilai

tertinggi

kandungan

vitamin

pada

buah.

Department of Pharmacology & Toxicology, School of Medicine, State University of New


York di Buffalo juga memberikan catatan penting tentang kandungan durian. Berdasarkan
hasil riset mereka, kandungan zat phytosterol dalam durian berguna antara lain untuk
memperbaiki reaksi anti tumor pada tubuh, memperbaiki daya tahan tubuh terhadap serangan
kanker, dan membantu menghambat pertumbuhan tumor.
Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang mengandung unsur
hara utama nitrogen, fosfor, dan kalium.Pupuk NPK merupakan salah satu jenis pupuk
majemuk yang paling umum digunakan.

Pupuk NPK mempunyai berbagai bentuk. Yang paling khas adalah pupuk padat yang
berbentuk granul atau bubuk. Ada juga pupuk NPK yang berbentuk cair, beberapa
keuntungan dari pupuk cair adalah efek langsung dan jangkauannya yang luas.
Nitrogen digunakan oleh tanaman untuk menghasilkan pertumbuhan berdaun dan
pembentukan batang dan cabang. Tanaman yang paling membutuhkan nitrogen meliputi
rumput dan sayuran berdaun seperti kol dan bayam. Pada dasarnya, tanaman yang
memghasilkan daun lebih, kebutuhan nitrogennya juga lebih tinggi.
Fosfor tetap berada di tanah selama dua atau tiga tahun setelah aplikasi sehingga jumlah
dalam pupuk umum mungkin cukup. Tambahkan sebelum tanam selama periode
pertumbuhan.
Kalium ini mendorong produksi bunga dan buah dan sangat penting untuk menjaga
pertumbuhan tanaman dan membantu melawan penyakit. Ini digunakan dalam proses
pembentukan pati dan gula sehingga diperlukan dalam sayuran dan buah-buahan. Wortel,
lobak, kentang, tomat dan apel semua membutuhkan banyak kalium untuk tanaman juga.
Pertumbuhan tanaman merupakan hasil dari berbagai proses fisiologi, melibatkan
faktor genotipe yang berinteraksi dalam tubuh tanaman dengan faktor lingkungan.[1][2] Proses
tersebut yaitu pertambahan ukuran, bentuk, dan jumlah.[1] Ciri-ciri pertumbuhan pada
tanaman

yang

tampak

sebagai fenotipe utamanya

dipengaruhi

oleh faktor genotipe,

sedangkan ciri-ciri lainnya ditentukan oleh pengaruh lingkungan sehingga pertumbuhan


merupakan fungsi dari genotipe x lingkungan.[2] Dalam usaha pertanian, aspek pertumbuhan
tanaman mengacu pada tujuan utamanya yaitu memaksimalkan laju pertumbuhan dan hasil
panen melalui manipulasi genetik dan

lingkungan

Secara

umum, pertumbuhan didefinisikan sebagai proses pembelahan dan pemanjangan sel.


[2]

Pertumbuhan tanaman dalam arti terbatas menunjuk pada pertambahan ukuran yang

tidak dapat balik, mencerminkan pertambahan protoplasma dan bobot kering pada tanaman.[2]
[3]

Pertambahan bobot kering umumnya digunakan sebagai penunjuk ciri pertumbuhan karena

pada umumnya
[2]

hal tersebut mempunyai kepentingan ekonomi yang paling besar.

Adapun parameter lain di antaranya adalah tinggi, volume, dan luas daun juga dapat

digunakan untuk mendeteksi adanya pertumbuhan pada tanaman.[2] Adapun parameter lain

yaitu bobot basah tidak banyak digunakan karena angkanya berfluktuasiwalaupun pada
kepentingan tertentu, parameter ini menjadi penting daripada bobot kering (digabung dengan
faktor kualitas) terutama pada studi dan produksi hortikultura.
Rumusan masalah
1. Apakah pupuk NPK berpengruh terhadap pertumbuhan bibit tanaman durian ?
Tujuan
Mengetahui peran pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit durin.