Anda di halaman 1dari 4

Urolithiasis/Kencing Batu Pada Anjing dan Kucing

11:54:00 Wignyo Kusumo

Urolithiasis adalah penyakit yang disebabkan adanya urolit (batu) atau calculi atau
kristal yang berlebihan dalam saluran urinaria. Sama seperti batu manusia batu
kristal ini bisa berada dimanapun dalam saluran urinasi di anjing, meliputi ginjal,
uretra, atau bisa ditemukan di kandung kemih (Anonim b, 2006); Fossum 1992).
Saat urin mengalami tigkat kejenuhan yang tinggi, yang disertai dengan kelarutan
garam, garam tersebut mengalami presipitasi dan membentuk kristal (crystalluria).
Jika kristal itu tidak dikeluarkan maka akan terbentuk agregat yang disebut dengan
kalkuli (Fossum, 1992). Urolith terbentuk karena banyak kristal-kristal yang saling
bergabung menjadi satu. Terdapat beberapa jenis batu ginjal yang berbeda, di mana
perawatan dan pencegahanya berbeda pula. Kejadian ini sangat menyakitkan dan
membutuhkan pertolongan medis. Diagnosis urolithiasis dibuat berdasar hasil
anamnesa (riwayat kasus), pemeriksaan fisik, radiografi, ultrasonografi dan urinalisis
(Anonim b, 2006).

Anamnesa
Tanda-tanda klinis urolithiasis tergantung pada letak urolith, derajad dan lama
obstruksi atau iritasi dinding mukosa traktus urinarius yang disebabkan oleh urolith,
kristal atau karena infeksi traktus urinarius. Gejala klinis yang nampak pada anjing
yang menderita urolithiasis menurut Osborne (1999) adalah sebagai berikut :
1.

Gejala klinis yang terlihat apabila terjadi obstruksi pada urethra adalah ;
1. Sering berusaha urinasi, namun urin yang dikeluarkan sedikit atau
hanya menetes
2. Terlihat tegang saat urinasi (dysuria/stranguria).
3. Tidak mampu untuk urinasi (anuria) jika terjadi obstruksi sempurna
4. Hematuria
5. Vesica urinaria menggelembung karena penuh urin

6. Terjadi ruptur di vesica urinaria yang dapat mengakibatkan terjadinya


ascites
2.

Gejala klinis bila terjadi cystic calculi (urolithiasis pada vesica urinaria) ;
1. Dysuria/stranguria
2. Hematuria
3. Gejala sistemik biasanya tidak nampak

3. Gejala klinis bila terjadi renal atau ureteral kalkuli antara lain ;
1. Kesakitan pada bagian abdominal
2. Hematuria
3. Hydronephrosis mengakibatkan terjadinya pembesaran ginjal, apabila
kalkuli menghambat aliran urin
4. Nampak gejala sistemik, terjadi anorexia, depresi dan demam
5.

Pemeriksaan Fisik
1. Palpasi abdominal :
Palpasi abdominal dilakukan untuk merasakan adanya batu yang terdapat di dalam
vesika urinaria. Palpasi dapat dilakukan dengan kedua tangan, dengan posisi tangan
kanan dan kiri menekan bagian vesica urinaria, sampai ujung jari dari kedua tangan
saling bersentuhan. Apabila anjing merasa kesakitan, kemungkinan terjadi obstruksi
di vesica tersebut, dan jika terdapat batu atau kalkuli maka akan terasa adanya
benda asing yang keras di vesica urinaria. Palpasi abdominal, terutama di daerah
vesica urinaria kadang-kadang terasa tebal dan kasar. Urolith yang cukup besar
biasanya dapat dipalpasi, sedangkan urolith yang multiple biasanya dapat dikenali
karena teraba kasar. Multipel urolith juga sering terdapat di sepanjang traktus
urinarius.
2. Katetrisasi
Jika ada sumbatan pada urethra, vesica urinaria akan menggembung dan
menimbulkan rasa sakit (dinding vesika urinaria jarang robek, tetapi jika robek maka
tidak akan dapat dipalpasi). Letak kalkuli yang menyebabkan sumbatan pada urethra
dapat dideteksi dengan melewatkan kateter ke dalam saluran urethralis. Pada anjing
jantan adanya urolith dapat diketahui jika kateter yang dimasukkan lewat urethra,
tidak dapat mencapai vesica urinaria.

Pemeriksaan Radiografi
Pemeriksaan ini sangat membantu dalam mendiagnosa terhadap anjing yang diduga
menderita urolithiasis, karena dapat memberikan gambar yang sangat jelas tentang
ada tidaknya batu dan lokasi dari batu tersebut di saluran urinaria (Anonim a, 2004).
Persiapan pasien yang memadai guna pemeriksaan radiografi sangat penting untuk

pengamatan terhadap adanya kalkuli dan lesi pada traktus urinarius. Urolith kecil
sering tidak kelihatan, atau dapat terjadi kesalahan dalam interpretasi jika persiapan
pasien tidak memadai. Untuk mengetahui adanya kalkuli pada ginjal paling baik
hewan diletakkan dalam posisi ventrodorsal, sedangkan untuk mengetahui kalkuli di
dalam vesica urinaria dan urethra sebaiknya dalam posisi mediolateral

Pemeriksaan Ultrasonografi
Ultrasonografi (USG) merupakan teknik yang dapat dipergunakan untuk menentukan
ukuran ginjal dan mengevaluasi saluran-saluran pengumpul urin. Ginjal yang kecil
biasanya menunjukkan penyakit ginjal kronis, meskipun ukuran ginjal dapat tidak
berkurang pada beberapa proses menahun yang lazim.. USG juga bermanfaat
dalam evaluasi kegagalan ginjal akut (Woodley et al, 1995). Dalam pemeriksaan ini,
adanya batu dalam vesica urinaria juga dapat diketahui. Tujuan utama kajian
radiografi atau ultrasonografi adalah untuk menentukan jumlah kepadatan dan
bentuk urolith. Radiografi dan ultrasonografi merupakan teknik penting untuk
mendeteksi kemungkinan adanya abnormalitas dalam traktus urinarius (Anonim a,
2004).

Transvesicular percutaneous cystolithotomy for the


retrieval of cystic and urethral calculi in dogs and cats:
27 cases (20062008)
Jeffrey J. Runge, DVM, DACVS; Allyson C. Berent, DVM, DACVIM; Philipp D.
Mayhew, BVM&S, DACVS; Chick Weisse, DVM, DACVS
Department of Clinical Studies, School of Veterinary Medicine, University of
Pennsylvania, Philadelphia, PA 19104. (Runge); Department of Diagnostic and
Interventional Radiology, The Animal Medical Center, 510 E 62nd St, New York,
NY 10065. (Berent, Weisse); Department of Surgical and Radiological Sciences,
School of Veterinary Medicine, University of California-Davis, Davis, CA 95616.
(Mayhew)
Address correspondence to Dr. Runge (jrunge@vet.upenn.edu).

ObjectiveTo describe the use of transvesicular percutaneous cystolithotomy for the


retrieval of cystic and urethral calculi and to report the outcome in dogs and cats.
DesignRetrospective case series.
Animals23 dogs and 4 cats.
ProceduresMedical records were reviewed for signalment, procedure time, stone number,
stone location, pre- and postoperative radiographs, procedure-associated complications, and
short-term outcome. A ventral midline approach was made into the abdomen over the urinary
bladder apex. A screw cannula was inserted at the bladder apex for normograde rigid and
flexible cystourethroscopy. All uroliths were removed via a stone basket device and
retrograde flushing and suction. Long-term follow-up (1 year after surgery) information was
obtained by telephone or e-mail contact with owners.

Results27 animals with cystic and urethral calculi were included. Median patient weight
was 8.3 kg (18.3 lb; range, 1.8 to 42.6 kg [4.0 to 93.7 lb]). Urolith number ranged from 1 to >
35 (median, 7). Urolith size ranged from < 1 to 30 mm (median, 4.5 mm). Fifteen of the 27
animals had a previous cystotomy (range, 1 to 5 procedures). Median procedure time was 66
minutes (range, 50 to 80 minutes). All patients were discharged within 24 hours. No
postoperative complications were reported at the time of suture removal. At the time of longterm follow-up, the 22 clients that could be contacted were satisfied with the procedure.
Conclusions and Clinical RelevanceTransvesicular percutaneous cystolithotomy may
decrease the need for urethrotomy, serial transurethral endoscopic procedures, and abdominal
insufflation associated with other minimally invasive interventions currently available. This
procedure also provided excellent visualization for bladder and urethral luminal inspection.