Anda di halaman 1dari 8

TUGAS BIOLOGI

1. Jelaskan 4 macam proses pengeluaran yang terjadi didalam tubuh!


2. Jelaskan fungsi 4 macam alat ekskresi pada tubuh manusia!
3. a. Gambarkan ginjal dan bagian-bagiannya!
b. Jelaskan 3 proses pembentukan urin!
c. Jelaskan gangguan fungsi ginjal!
4. a. Gambarkan penampang kulit dan bagiannya!
b. Jelaskan gangguan/penyakit kulit pada manusia!
c. Jelaskan sebab bila cuaca dingin banyak mengeluarkan urin, dan bila cuaca
panas banyak mengeluarkan keringat!
5. Jelaskan sistem ekskresi ikan dan serangga!
JAWAB :
1.

2.

4 macam proses pengeluaran yang terjadi didalam tubuh :


1. Ekskresi, yaitu proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak
digunakan lagi oleh tubuh.
2. Sekresi, yaitu proses pengeluaran berupa getah yang masih digunakan oleh
tubuh,misalnya hormon, enzim dan sebagainya.
3. Defekasi, yaitu proses pengeluaran sisa pencernaan makanan (feses).
4. Eliminasi, yaitu pengeluaran dari rongga tubuh baik rongga kecil
(saluran air mata) maupun dari rongga yang besar (usus).
a. Fungsi paru-paru
Untuk mengambil udara pernafasan sekaligus mengeluarkan zat sisa berupa
karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O).
b.Fungsi hati
1.Tempat menyimpan gula dalam bentuk glikogen ( gula otot)
2.Mengatur kadar gula dalam darah
3. Membunuh kuman penyakit dan menawarkan racun
4. Mengubah provitamin A menjadi vitamin A
5. Tempat pembentukan protombin dan fibrinogen yang penting
dalam pembekuan darah
6. Tempat pembentukan urean dari perombakan protein.
c. Fungsi Ginjal
1. sebagai menyaring darah sehingga menghasilkan urine
2. Membuang zat-zat yang membahayakan tubuh (urea, asam urat)
3. Membuang zat-zat yang berlebihan dalam tubuh (kadar gula)
4. Mempertahankan tekanan osmosis cairan ekstraseluler
5. Mempertahankan keseimbangan asam dan basa

d. Fungsi kulit
1. Alat pengeluaran keringat
2. Pelindung tubuh dari pengaruh luar
3. Sebagai indera pareba
4. Tempat penyimpan kelebihan lemak
5. Tempat pembentukan vitamin D
3. a.

b. 1. Penyaringan (filtrasi) :
Zat-zat yang difilltrasi ginjal dibagi dalam 3 bagian yaitu :
1. non elektrolit
2. elektrolit
3. air.
Oleh karena itu, 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus
kontortus proksimal. Pembentukan kemih dimulai dengan filtrasi plasma pada glomerulus.
Seperti kapiler tubuh lainnya, kapiler glumerulus secara relatif bersifat impermiabel
terhadap protein plasma yang besar dan cukup permabel terhadap air dan larutan yang
lebih kecil seperti elektrolit, asam amino, glukosa, dan sisa nitrogen. Aliran darah ginjal
(RBF = Renal Blood Flow) adalah sekitar 25% dari curah jantung atau sekitar 1200
ml/menit.Sekitar seperlima dari plasma atau sekitar 125 ml/menit dialirkan melalui
glomerulus ke kapsula bowman.Ini dikenal dengan laju filtrasi glomerulus (GFR =
Glomerular Filtration Rate).Gerakan masuk ke kapsula bowmans disebut filtrat.Tekanan
filtrasi berasal dari perbedaan tekanan yang terdapat antara kapiler glomerulus dan
kapsula bowmans,Tekanan hidrostatik darah dalam kapiler glomerulus mempermudah
filtrasi dan kekuatan ini dilawan oleh tekanan hidrostatik filtrat dalam kapsula bowmans
serta tekanan osmotik koloid darah.Filtrasi glomerulus tidak hanya dipengaruhi oleh

tekanan-tekanan koloid diatas namun juga oleh permeabilitas dinding kapiler.Jadi filtrasi
terjadi pada kapiler glomerulus pada kapsul Bowman.Di Glomerulus terdapat sel-sel
endotelium kapiler yang berpori (podosit) sehingga mempermudah proses
penyaringan.Beberapa faktor yang mempermudah proses penyaringan adalah tekanan
hidrolik dan permeabilitias yang tinggi pada glomerulus.Selain penyaringan, di glomelurus
terjadi pula pengikatan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian
besar protein plasma.Bahan-bahan kecil terlarut dalam plasma, seperti glukosa, asam
amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat, garam lain, dan urea melewati saringan dan
menjadi bagian dari endapan.Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus
atau disebut pula urine primer yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak
mengandung protein bahan makanan .Pada filtrat glomerulus masih dapat ditemukan
asam amino darah misal globulin , fibrinogen , glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam
lainnya yamng terlarut.
2. Penyerapan kembali (Reabsorbsi)
Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. Setelah filtrasi langkah
kedua adalah reabsorpsi selektif zat-zat tersebut kembali lagi zat-zat yang sudah
difiltrasi.dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus
distal.Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke
darah.Sisa sampah kelebihan garam, dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan dalam
urin.Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari 178 liter air, 1200 g garam, dan 150 g
glukosa.Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali.Setelah terjadi
reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan filtrat tubulus atau sering disebut dengan urin
sekunder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin primer.Pada urin sekunder, zatzat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi.Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa
metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya ureum dari 0,03 % dalam urin
primer naik pesat menjadi 2% dalam urin sekunder.Meresapnya zat pada tubulus ini
melalui dua cara. Gula dan asam mino meresap melalui peristiwa difusisedangkan air
melalui peristiwa osmosis.Reabsorbsi air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal.
3. Augmentasi/Sekresi
Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di
tubulus kontortus distal membentuk urine benar .Urine ini kemudian dialirkan ke Tubulus
Kolektivus .Komposisi urin ini yang dikeluarkan lewat ureter adalah 96% air, 1,5% garam,
2,5% urea, dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi
warna dan bau pada urin. Klik ini Urine itu kita kenal dengan sebutan Urine Benar karena
memang benar benar urine atau Urine sesungguhnya.
c. 1. Air yang Dikonsumsi
Jika seseorang banyak minum air maka kosentrasi protein darah akan
turun. Darah menjadi terlalu encer, sehingga sekresi ADH terhalang. Maka

penyerapan air oleh dinding tubulus kurang efektif, sehingga, terbentuk urin yang
banyak.
2. Hormon Anti Diuretik
Hormon ini dihasilkan kelenjar hipofisis bagian posterior.
Sekresi ADH dikendalikan oleh konsentrasi air dalam darah.Hormon antidiuretik
mempengaruhi proses penyerapan air oleh dinding tubulus. Bila
sekresi ADH banyak, penyerapan air oleh dinding tubulus akan meningkat,
sehingga urin yang terbentuk sedikit. Sebaliknya jika sekresi ADH kurang, maka
penyerapan air oleh dinding tubulus menurun, sehingga dihasilkan banyak urin.
3.Suhu
Ketika suhu panas atau banyak mengeluarkan keringat, konsentrasi air
dalam darah turun mengakibatkan sekresi ADH meningkat sehingga urin yang di
hasilkan sedikit. Sebaliknya jika suhu udara dingin konsentrasi air dalam darah
naik sehingga menghalangi sekresi ADH maka produksi urin banyak.
D. Penyakit pada ginjal :
a. Albuminuria, suatu penyakit yang ditandai dengan adanya albumin dan protein lain
pada urine akibat kerusakan alat filtrasi pada ginjal.
b. Nefritis, kerusakan pada glomerulus akibat infeksi kuman.
c. Polyura, suatu penyakit yang ditandai dengan produksi urine sangat banyak dan encer
akibat gagalnya reabsorpsi nefron.
d. Oligoura, penyakit yang ditandai dengan produksi urine sangat sedikit karena beratnya
kerusakan ginjal.
e. Batu ginjal, penyakit akibat mengendapnya kristal kalsium fosfat menjadi batu ginjal
yang dapat menghambat pengeluaran urine.
f. Diabetes mellitus, atau kencing manis yaitu suatu penyakit yang disebabkan kurangnya
hormon insulin yang ditandai dengan adanya glukosa pada urine.
g. Diabetes insipidus, penyakit yang ditandai dengan kencing terus menerus karena
kurangnya hormon ADH.
h. Sistitis, peradangan pada saluran kantong seni akibat infeksi.

4. a.

b. a. Skabies
Skabies disebut pula seven-year itch. Penyakit tersebut disebabkan oleh parasit
insekta yang sangat kecil (Sarvoptes scabies) dan dapat menular pada orang lain.
b. Eksim
Eksim merupakan penyakit kulit yang akut atau kronis. Penyakit tersebut
menyebabkan kulit menjadi kering, kemerah-merahan, gatal-gatal, dan bersisik.
c. Jerawat
Jerawat merupakan gangguan umum yang bersifat kronis pada kelenjar minyak.
Penyakit tersebut umumnya dialami anakanak masa remaja. Jerawat biasanya
menyerang bagian wajah, dada atas, dan punggung. Bekas jerawat dapat
menimbulkan bopeng. Pemijitan jerawat secara tidak benar perlu kamu hindari,
sebab hal tersebut dapat menyebabkan infeksi. Cara pencegahan timbulnya jerawat
yang paling mudah yaitu makan makanan yang seimbang, cukup tidur dan olah
raga, serta rajin menjaga kebersihan kulit.
d. Biang keringat
Biang keringat dapat mengenai siapa saja; baik anak-anak, remaja, atau orang tua.
Biang keringat terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang
tidak dapat terbuang secara sempurna. Keringat yang terperangkap tersebut
menyebabkan timbulnya bintik-bintik kemerahan yang disertai gatal. Daki, debu, dan
kosmetik juga dapat menyebabkan biang keringat.Orang yang tinggal di daerah
tropis yang kelembapannya tidak terlalu tinggi, akan lebih mudah terkena biang
keringat. Biasanya, anggota badan yang terkena biang keringat yaitu daki, leher,
punggung, dan dada.Agar kamu tidak terkena biang keringat, aturlah ventilasi
ruangan dengan baik. Selain itu, jangan berpakaian yang terlalu tebal dan ketat.
Namun, jika kamu sudah terlanjur terserang biang keringat, taburkan bedak di

sekitar biang keringat. Apabila bintikbintik biang keringat sudah mengeluarkan


nanah, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
e. Pruvitus kutanea, penyakit kulit dengan gejala rasa gatal yang dipacu oleh saraf
sensori perifer.
c. Sebagian besar dari tubuh kita ini tersusun atas air. Pada cuaca dingin tubuh menjadi
sedikit sulit dalam berkeringat, karena selain pori-pori kulit menjadi mengecil juga dari
fungsi dasar dari keringat itu sendiri untuk menstabilkan suhu tubuh. Keringat keluar jika
suhu tubuh kita naik entah itu karena kita melakukan aktivitas atau sebaliknya suhu udara
disekitar tinggi maka untuk mengurangi dampak kepanasan maka tubuh mengeluarkan
keringat
untuk
melawannya.
Dalam cuaca atau lingkungan sekitar yang dingin, tubuh manusia cenderung untuk tidak
mengeluarkan banyak keringat. Padahal tubuh membutuhkan jalan keluar cairan lain agar
jumlah cairan dalam tubuh tetap normal, salah satu caranya adalah dengan lebih sering
mengeluarkan
cairan
melalui
urin.
Sehingga cairan tubuh yang sudah tidak digunakan lagi itu yang seharusnya bisa keluar
dari tubuh melalui keringat, pernapasan, dan sekresi. Akan tetapi, lebih banyak keluar
melalui Sekresi (Air Seni). Makanya ketika kita berada dalam suhu dingin, misalnya seperti
saat musim hujan ini kita menjadi lebih sering Buang Air Kecil
Hal tersebut merupakan hal yang wajar sama seperti banyaknya keringat yang keluar saat
udara panas. Hal yang penting orang harus tetap mengonsumsi air yang cukup untuk
mengganti banyaknya cairan yang keluar melalui urin agar tidak terjadi dehidrasi.
5. Sistem Ekskresi pada Pisces
Sistem eksresi ikan seperti juga pada vertebrata lain, yang mempunyai banyak fungsi
antara lainuntuk regulasi kadar air tubuh, menjaga keseimbangan garam dan
mengeliminasi sisa nitrogenhasil dari metabolisme protein. Alat pengeluaran ikan terdiri
dari:
Insang yang mengeluarkan CO2 dan H2O
Kulit ; kelenjar kulitnya mengeluarkan lendir sehingga tubuhnya licin untuk memudahkan
gerak di dalam air.
Sepasang ginjal (sebagian besar) yang mengeluarkan urine.

Berkembang dua tipe ginjal pada ikan, yaitu;

Pronefros,
Ginjal pronefros adalah yang paling primitif, meski terdapat pada perkembangan embrional
sebagian besar ikan, tetapi saat dewasa tidak fungsional, fungsinya akan digantikan oleh
mesonephros. Perkecualian pada ikanhagfish(Myxine) dan lamprey.
Mesonefros
Ginjal ikan bertipe mesonefros, berfungsi seperti opistonefros pada embrio
emniota.Keduanya mirip, perbedaan prinsip adalah kaitannya dengan sistem peredaran
darah, tingkat kompleksitas, dan pada efisiensinya. Jumlah glomerulus ikan air tawar lebih
banyak dan diameternya lebih besar dibandingkan dengan ikan laut. Ikan beradaptasi
terhadap lingkungannya dengan cara khusus. Terdapat perbedaan adaptasi antara ikan air
laut dan ikan air tawar dalam proses eksresi. Keduanya memiliki cara yang berlawanan
dalam mempertahankan keseimbangan kadar garam di dalam tubuhnya. Air garam
cenderung menyebabkan tubuh terdehidrasi, sedangkan pada kadar garam rendah dapat
menyebabkan naiknya konsentrasi garam tubuh. Ginjal ikan harus berperan besar untuk
menjaga keseimbangan garam tubuh. Beberapa ikan laut memiliki kelenjar eksresi garam
pada insang, yang berperan dalam mengeliminasi kelebihan garam. Ginjal berfungsi untuk
menyaring sesuatu yang terlarut dalam air darah dan hasilnya akan dikeluarkan lewat
korpus renalis. Tubulus yang bergulung berperan penting dalam menjaga keseimbangan
air. Hasil yang hilang pada bagian tubulus nefron, termasuk air dan yang lain, diabsorpsi
lagi ke dalam aliran darah. Korpus renalis lebih besar pada ikan air tawar daripada ikan air
laut, sehingga cairan tubuh tidak banyak keluar karena penting untuk menjaga over dilusi
(agar cairan tubuh tidak terlalu encer). Elasmobranchii, tidak seperti kebanyakan ikan air
laut, memiliki korpus renalis yang besar dan mengeluarkan air relatif banyak, seperti pada
ikan air tawar. Bangunan seperti kantung kemih pada beberapa jenis ikan hanya untuk
penampung urine sementara, dan umumnya hanya berupa perluasan dari bagian akhir
duktus ekskretori.
Alat ekskresi pada Belalang (Insekta)
Alat ekskresi pada belalang adalah pembuluh Malpighi, yaitu alat pengeluaran yang
berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh Malphigi berupa kumpulan benang
halus yang berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding
usus. Di samping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk
mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti
paru-paru pada vertebrata. Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus
memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. Amonia yang diproduksinya diubah menjadi
bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. Asam urat berbentuk kristal yang tidak
larut. Pembuluh Malpighi terletak di antara usus tengah dan usus belakang. Darah

mengalir lewat pembuluh Malpighi. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh
Malpighi, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air
dan berbagai garam diserap kembali biasanya secara osmosis dan transpor aktif. Asam
urat dan sisa air masuk ke usus halus, dan sisa air akan diserap lagi. Kristal asam urat
dapat diekskresikan lewat anus bersama dengan feses.
Nama : Meitri Rizky W
Kelas : XI IPA 2
No. Absen : 23