Anda di halaman 1dari 4

Nama : Octavia Uriastanti

NIM

: 4311412064

Prodi : Kimia
Spektrum UV Vis senyawa klorofil
Ada beberapa jenis klorofil yang dijumpai sebagai hasil fotosintetik, tetapi jenis yang
umum dijumpai pada tanaman tingkat tinggi adalah klorofil a dan b. Kedua jenis klorofil, baik
klorofil a maupun klorofil b memiliki serapan cahaya pada dua daerah panjang gelombang, yaitu
pada panjang gelombang 400 nm - 490 nm dan pada rentang panjang gelombang 620 nm sampai
680 nm.

Pada serapan klorofil, cahaya biru dan merah dari sinar matahari merupakan panjang gelombang
yang paling efektif untuk menghasilkan eksitasi elektron. Spektrum serapan tersebut juga
menunjukkan bahwa hanya panjang gelombang cahaya tertentu saja yang aktif dalam proses
fotosintesis. Bagian radiasi cahaya yang aktif dalam proses fotosintesis dikenal dengan istilah
Photosynthetic Active Radiation (PAR), yaitu pada rentang panjang gelombang 400 nm sampai
700 nm .
Spektrum UV Vis senyawa terpenoid
senyawa yang mempunyai transisi * (tidakberkonjugasi) mengabsorpsi cahaya
pada panjang gelombang 190 nm. Karena adanya gugus yang tak jenuh di dalam senyawa pada
saat pengukuran ,maka mengakibatkan panjang gelombangnya bergeser ke arah yang lebih besar.
Spektrum UV senyawa terpenoid menunjukkan serapan maksimum pada panjang gelombang

maks 206 nm dapat dilihat pada gambar 1. Hal ini mengindikasikan adanya ikatan rangkap
yang tidak berkonyugasi yang terdapat pada senyawa terpenoid.

Spektrum UV Vis senyawa flavonoid


Dari spektrum yang tampak, terdapat dua pita yang dihasilkan oleh snyawa flavonoid.
Pita pertama mempunyai panjang gelombang 290,00 nm dan pita kedua mempunyai panjang
gelombang 216,00 nm. Serapan pada panjang gelombang 290,00 nm diduga adanya transisi
elektron-elektron yang tidak berikatan ke orbital anti ikatan (n *) oleh suatu gugus C=O.
Serapan ini terjadi pada panjang gelombang yang panjang dan intensitasnya rendah
(Sastrohamidjojo, 2001). Sedangkan serapan pada panjang gelombang 216,00 nm diduga adanya
transisi elektron n* yang disebabkan oleh suatu ausokhrom yang tidak terkonjugasi yang
mengabsorpsi cahaya pada panjang gelombang sekitar 200 nm yang memiliki gugus OH
(Creswell, dkk 2005).

Panjang gelombang (nm)

Spektrum UV Vis senyawa alkaloid


Spektrum ultraviolet senyawa alkaloid memberikan serapan pada daerah panjang gelombang
max = 282,5 nm dan 237,5 nm, dengan adsorben masing-masing 0,174 dan 0,350, dapat dilihat
pada Gambar 1 berikut.

Serapan panjang gelombang pada 282,5 nm disebabkan pengasaman dari amina menghasilkan
suatu muatan positif pada nitrogen sehingga terjadi geseran serapan 270-290 nm (Silverstein et
al, 1984 dalam Lusiana, 2009). Hal yang sama juga diungkapkan oleh Fessenden & Fessenden
(1999) dalam Maryanti (2006) bahwa adanya serapan maksimum pada panjang gelombang 282,5
nm yang memberikan indikasi adanya transisi n* dari elektron n menyendiri pada atom N
yang terjadi pada daerah panjang gelombang lebih besar dari 270 nm. Menurut Silverstein et al
(1984) dalam Lusiana (2009) mengemukakan serapan antara 220-230 nm adalah serapan untuk
imina terkonyugasi transisi *. Hal senada juga dikemukakan oleh Silverstein et al (1986)
dalam Maryanti (2006) bahwa diena terkonyugasi muncul pada serapan 215-230 nm. Adanya
serapan pada panjang gelombang 282,5 nm mengalami transisi n* merupakan serapan
spektrum suatu senyawa aromatik yang memiliki transisi * pada serapan panjang
gelombang 237,5 nm, sehingga transisi n*akan bergeser ke panjang gelombang yang lebih
panjang dengan adsorbennya rendah. Gambar mempunyai serapan yang intensitasnya tidak
terlalu besar (menyerupai bahu) yang merupakan serapan yang khas untuk senyawa alkaloid
indol (Nessel, 2008).

Spektrum UV Vis senyawa aromatik


Serapan cahaya oleh molekul dalam daerah UV tergantung pada struktur elektronik dari
molekul. Spektra UV dari senyawa-senyawa organik berkaitan erat dengan transisi-transisi
diantara tingkatan-tingkatan tenaga elektronik (Sastromidjojo, 2001). Senyawa hasil isolasi
dianalisis dengan spektrofotometer UV menggunakan pelarut metanol. Panjang gelombang yang
diukur yaitu 200-700 nm. Hal ini dikarenakan informasi spektra UV yang ditampilkan berupa
transisi * maupun n * terjadi pada panjang gelombang tersebut.

Spektra UV senyawa diatas memperlihatkan puncak serapan pada maks 257 nm dan 323 nm.
Pada maks 257 nm menunjukkan adanya eksitasi elektron dari * ini merupakan kromofor
yang khas untuk suatu sistem ikatan rangkap tekonjugasi (-C=C-C=C-) dari suatu cincin
aromatik (Najiyah, 2008). Serapan pada daerah maks 323 nm menunjukkan adanya eksitasi
elektron n * yang memperlihatkan adanya ikatan terkonjugasi dari heteroatom dengan sistem
aromatik (-C=C-C=C-C=O) (Wahjuni, 2008),