Anda di halaman 1dari 12

REFLEKSI KASUS

PERSALINAN LAMA KALA 2 TAK MAJU

Disusun oleh
NIKE RATNA KEMALA
20090310007
Dosen Pembimbing : dr. Hary Sp. OG

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN


RSUD MUNTILAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2013

HALAMAN PENGESAHAN

Telah disetujui dan disahkan


Refleksi kasus dengan judul
PERSALINAN LAMA KALA 2 MEMANJANG

Disusun oleh :
Nike Ratna Kemala
20090310007

Stase Ilmu Kebidanan dan Kandungan


RSUD Muntilan

Mengesahkan
Dosen Pendidik Klinis

Dr. Hary Sp.OG

REFLEKSI KASUS
PERSALINAN LAMA KALA 2 MEMANJANG

I.

IDENTITAS
a. Nama
: SA
b. Usia
: 33 tahun
c. Pekerjaan
: Ibu rumah tangga
d. Status perkawinan : Menikah
e. Alamat
: Muntilan
f. Masuk RS
: Tanggal 3/11/2013 pk. 12.00

II.

ANAMNESIS
Pasien datang ke IGD dengan keluhan kenceng-kenceng makin sering. Keluar air
seperti ketuban dari jalan lahir sejak pukul 02.00 wib tanggal 3/11/2013. Kencengkenceng dirasakan sejak pukul 23.00 wib tanggal 2/11/2013, sehari sebelum masuk
RS. Pasien diperiksa di bidan jam 10.00 wib, dibidan sudah ada pembukaan 4 cm.
Pukul 12.00 pasien tiba di IGD RSUD Muntilan
HPHT
: pasien lupa
HPL
: tidak diketahui
UK
: tidak diketahui
Riwayat kehamilan : Hamil 1 laki-laki, 6 tahun, BBL 3,5 kg, lahir spontan di
bidan
Hamil 2 perempuan, 2 tahun, BBL 3,5 kg, lahir spontan di
Riwayat menstruasi

bidan
: umur menarke 13 thn, teratur, siklus 28 hari, lamanya 7 hari,

2-3x ganti pembalut sehari


Riwayat gynecologyc : keputihan (-), kista (-), mioma (-)
Riwayat operasi
: (-)
RPD
: Hipertensi (-), DM (-), asma (-), alergi (-)
RPK
: Hipertensi (-), DM (-), asma (-), penyakit jantung (-)
Riwayat pijat perut (-), riwayat koitus (+), riwayat minum jamu-jamuan (-)
III.

PEMERIKSAAN FISIK
KU
: Baik
Kesadaran : Compos Mentis
Vital sign
: TD : 120/80 mmHg

RR : 20x/mnt

Nadi: 84 x/mnt
Suhu : 36,50C
DJJ: 153 x/mnt
His 3x/10/30
: normocephal
: Sklera ikterik (-/-), Conjungtiva Anemis (-/-)

Kepala
Mata
Abdomen
Inspeksi : tidak ada kelainan
Palpasi
:
Leopold 1 dibagian fundus teraba bulat, keras, melenting, jika digerakan

badan tidak ikut bergerak


Leopold 2 punggung kanan
Leopold 3 presentasi bokong
Leopold 4 divergen
TFU
: 31 cm
TBJ
3024,5 gram
Auskultasi : DJJ 153 x/mnt

Ekstremitas

: turgor baik, akral hangat, edem ekstremitas atas (-/-), edem


ekstremitas bawah (-/-), sianosis (-)

Px obstetri

: vulva vagina tenang, dinding vagina licin, serviks tebal lunak,


STLD (+), Kulit ketuban (+) menonjol, Air ketuban (+), lendir
darah (+), VT pembukaan 4 cm.

Diagnosis

: Inpartu kala 1 fase laten multigravida G3P2A0

Evaluasi Jam 16.00


Vital sign
His

: 3x/10/40

DJJ : 142 x/mnt

TD

: 100/70 mmHg

Nadi : 80 x/mnt

: 36,60C

Suhu

RR

: 20 x/mnt

Px. Obstetric : vulva vagina tenang, dinding vagina licin, portio lunak, lendir darah
(+), VT pembukaan lengkap, bagian terendah janin turun di hodge 2
Diagnosis

: inpartu kala 2

Evaluasi Jam 16.20:


bayi belum lahir, bagian terendah janin masih tetap di hodge 2, VT mekonium banyak
warna coklat kental, DJJ = 158 x/mnt
diagnosis : kala 2 memanjang
Terapi : usus SC emergency
19.00 telah dilakukan Sc emergency dan MOW atas indikasi kala 2 macet, presbo
dan cukup anak pada P3A0
Terapi post operasi :
-

Awasi KU, Vital sign sampai stabil


Cek Hb 6 jam post operasi
Balance cairan
Medikamentosa : injeksi vicilin 3x1 gram
Injeksi ketorolac 3x30 gram
Drip oksitosin 1 A dalam 500 ml RL 20 tpm s/d 12 jam post
operasi

IV.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Px Lab tanggal 03/11/2013

AL
AE
HB
HMT

hasil
16,87
5,06
12,6
36,2

AT
MCV
MCH
MCHC

hasil
162
71,5
24,9
34,8

AT
MCV
MCH
MCHC

hasil
146
74,1
25,5
34,4

Px Lab tanggal 04/11/2013


AL
AE
HB
HMT
V.
VI.

VII.

hasil
14,88
4,02
10,9
31,7

DIAGNOSIS
Kala 2 memanjang pada presbo, G3P2A0
TERAPI
injeksi vicilin 3x1 gram
Injeksi ketorolac 3x30 gram
Drip oksitosin 1 A dalam 500 ml RL 20 tpm s/d 12 jam post operasi
MASALAH YANG DIKAJI
Bagaimana penegakan diagnosis kala 2 memanjang, apakah sudah tepat? Apakah
penyebab dari partus kala 2 memanjang pada kasus ini?

VIII. ANALISIS MASALAH


Menurut beberapa teori pengertian partus lama sebagai berikut:
1. Persalinan yang lama
Persalinan di katakan lama jika berlangsung lebih dari 24 jam. Persalinan harus
dinyatakan lama jika terjadi keterlambatan 2-3 jam di belakang partograp normal.
2. Persalinan lama
-

Fase laten lebih dari 8 jam

Persalinan telah berlangsung 12 jam atau lebih atau lebih tanpa


(persalinan lama)

Dilatasi serviks di kanan garis waspada pada partograf.

3. Persalinan Disfungsional

kelahiran bayi

Yaitu meliputi semua keadaan persalinan dengan terhambat atau terhentinya


kemajuan pembukaan serviks pada fase aktif atau terhambatnya dan terhentinya
bagian terendah janin penurunan pada kala II.
4. Persalinan lama atau persalinan kasep
Adalah persalinan yang berjalan lebih dari 24 jam untuk primigravida dan atau 18
jam bagi multigravida.
5. Persalinan lama
Adalah persalinan aktif dengan kontraksi uterus yang teratur dan dilatasi servikal
progresif, yang terjadi lebih dari 12 jam.
Persalinan yang lama disebabkan oleh :
1. Kontraksi (Power) abnormal
a. His tidak adekuat (inersia uteri)
Dalam inersia uteri his bersifat biasa dalam arti bahwa fundus berkontraksi
lebih kuat dan lebih dahulu daripada bagian-bagian lain, peranan fundus tetap
menonjol. Kelainannya terletak dalam hal bahwa kontraksi uterus lebih aman,
singkat, dan jarang daripada biasa.
b. Kontraksi kuat yang sering (kontraksi hipertonik)
His terlampau kuat atau juga disebut hypertonic uterine contraction. Walaupun
pada golongan coordinated hypertonic uterine contraction bukan merupakan
penyebab distosia, namun hal ini dibicarakan juga di sini dalam rangka kelainan his.
His yang terlalu kuat dan terlalu efisien menyebabkan persalinan selesai dalam waktu
sangat singkat. Partus yang sudah selesai kurang dari tiga jam, dinamakan partus
presipitatus; sifat his normal, tonus otot di luar his uga biasa, terjadinya perlukaan

luas pada jalan lahir, khususnya serviks uteri, vagina dan bagian tersebut mengalami
tekanan kuat dalam waktu yang singkat.
c. Aktivitas uterus yang tidak terkoordinasi
Kontraksi uterus yang tidak teratur dan akibatnya terjadi aktivitas uterus yang
tidak terkoordinasi. Aktivitas uterus yang tidak terkoordinasi menghasilkan tonus
yang buruk dan kontraksi uterus yang kuat dan menyakitkan. Tidak adanya
koordinasi antara kontraksi bagian atas, tengah dan bawah menyebabkan his tidak
efisien dalam mengadakan pembukaan.

2. Faktor janin (passenger).


Terdapat tiga faktor utama :

a.

Janin terlalu besar


Janin besar adalah bila berat badan melebihi dari 4000 gram. Frekuensi bayi

yang lahir dengan berat badan lebih dari 4000 gram adalah 5,3% dan yang lebih
dari 4500 gr adalah 0,4%.
b. Malpresentasi
Malpresentasi adalah semua presentasi lain dari janin selain presentasi
verteks. Macam-macam diagnosis malpresentasi :
1)

Presentasi Dahi terjadi karena ekstensi parsial kepala janin sehingga


terletak lebih tinggi dari sinsiput (gambar 1). Pada pemeriksaan
abdomen, kepala janin 3/5 di atas simfisis pubis. Oksiput lebih tinggi
dari sinsiput. Pada pemeriksaan vagina, teraba fontanella anterior dan
orbita.

2)

Presentasi muka disebabkan oleh hiperekstensi kepala janin sehingga


tidak teraba oksiput maupun sinsiput pada pemeriksaan vagina. Pada
pemeriksaan abdomen, teraba lekukan antara oksiput dan punggung
(sudut Fabre). Pada pemeriksaan vagina, teraba muka, mulut, dan
rahang. Jari tangan mudah masuk ke mulut janin.

3) Presentasi ganda (majemuk) terjadi jika prolaps tangan bersamaan


dengan bagian terendah janin, lengan yang mengalami prolaps dan kepala
janin terdapat di rongga panggul secara bergantian.
4) Presentasi Bokong (Sungsang) terjadi jika bokong dengan/atau kaki
merupakan bagian terendah janin. Ada 3 macam presentasi bokong:
complete breech (bokong sempurna), frank breech (bokong murni,

foothing breech (bokong kaki). Pada pemeriksaan abdomen, kepala


teraba di bagian atas, bokong pada daerah pelvis. Auskultasi
menunjukkan bahwa DJJ lokasinya lebih tinggi daripada yang diharapkan
dengan presentasi verteks. Pada pemeriksaan pemeriksaan vagina teraba
bokong atau kaki.
5)

Letak Lintang dan Presentasi Bahu terjadi jika sumbu panjang janin
terletak melintang. Bahu merupakan yang menjadi presentasi.

c.

Malposisi
Malposisi merupakan posisi abnormal dari verteks kepala janin (dengan

ubun-ubun kecil sebagai penanda) terhadap panggul ibu.


3. Distosia Karena Kelainan Panggul
Jenis-jenis kelainan panggul:
1) tipe gynaecoid : bentuk pintu atas panggul seperti ellips melintang kiri-kanan,
hampir mirip lingkaran. Diameter transversal terbesar terletak di tengah.
Dinding samping panggul lurus. Merupakan jenis panggul tipikal wanita
(female

type)

2) tipe anthropoid : bentuk pintu atas panggul seperti ellips membujur


anteroposterior. Diameter transversal terbesar juga terletak di tengah. Dinding
samping panggul juga lurus. Merupakan jenis panggul tipikal golongan kera
(ape

type)

3) tipe android : bentuk pintu atas panggul seperti segitiga. Diameter


transversal terbesar terletak di posterior dekat sakrum. Dinding samping
panggul membentuk sudut yang makin sempit ke arah bawah.

4) tipe platypelloid : bentuk pintu atas panggul seperti kacang atau ginjal.
Diameter transversal terbesar juga terletak di tengah. Dinding samping
panggul membentuk sudut yang makin lebar ke arah bawah.
Jadi penyebab kala 2 memanjang, pada kasus ini adalah presentasi bokong
yang menyebabkan penurunan terendah janin masih tetap sama setelah 20 menit
evaluasi ulang yakni di Hodge 2 setelah pembukaan lengkap. Seharusnya pada ibu
dengan paritas tinggi, yang vagina dan perineumnya sudah melebar, dua atau riga kali
usaha mengejan setelah pembukaan lengkap mungkin cukup untuk mengeluarkan
janin. Tetapi pada ibu dengan panggul sempit atau janin besar atau dengan gaya
ekspulsif akibat anesthesia regional atau sedasi yang berat, maka kala 2 dapat sangat
memanjang.
Diagnosis
Tanda dan gejala
Serviks tidak membuka

Diagnosis
Belum in partu

Tidak didapatkaan his/his tidak teratur.


Pembukaan serviks tidak melewati 4 cm sesudah 8 jam in Fase laten memanjang.
partu dengan his yang teratur.
Pembukaan servik

melewati kanan

garis waspada Fase aktif memanjang

partograp
Frekuensi his kurang dari 3 his per 10 menit dan lamanya Inersia uteri
kurang dari 40 detik
Pembukaan serviks dan turunya bagian janin yang Disproporsi sefalopelvik.
dipresentasikan tidak maju, sedangkan his baik
Pembukaan servik dan turunya bagian janin yang di Obstruksi kepala
presentasikan tidak maju dengan kaput, erdapat moulase
hebat,edema serviks, tanda rupture uteri imminens, gawat
janin.

Kelainan presentasi selainan verteks dengan oksiput Malpresentsi atau malposisi.


anterior)
Pembukaan serviks lengkap, ibu ingin mengedan, tetapi Kala II lama.
tidak ada kemajuan penurunan.

Kriteria diagnostik kelainan persalinan akibat persalinan lama atau persalinan macet

Pola persalinan

Nullipara

Multipara

Pembukaan

< 1,2 cm/jam

< 1,5 cm/jam

Penurunan

< 1,0 cm/jam

< 2,0 cm/jam

Tidak ada pembukaan

> 2 jam

> 2 jam

Tidak ada penurunan

> 1 jam

> 1 jam

Persalinan Lama (protraction disorders)

Persalinan Macet (arrest disorders)