Anda di halaman 1dari 25

ASKEB 4 ( PATOLOGI )

DETEKSI DINI KEHAMILAN, KOMPLIKASI


DAN PENYULIT PADA MASA KEHAMILAN,
PERSALINAN DAN MASA NIFAS

KELOMPOK 3
NAMA :

NPM

1. MONALISA
12300060
2. MUTIA SANTIKA PUTRI 12300061
3. NI PUTU OKTARIA
12300062

DETEKSI DINI TERHADAP KELAINAN, KOMPLIKASI DAN


PENYULIT PADA IBU HAMIL

Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta


perubahan sosial di dalam keluarga.
Sistem penilaian resiko tidak dapat memprediksi apakah ibu hamil akan
bermasalah selama kehamilannya. Oleh karena itu, pelayanan/asuhan
antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung
kesehatan ibu hamil dan mendeteksi kehamilan.
Setiap kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap
saat. Itu sebabnya mengapa ibu hamil memerlukan pemantauan selama
kehamilannya.
Kebijakan teknis yang dilaksanakan adalah :
1. Mengupayakan kehamilan yang sehat
2. Melakukan deteksi dini komplikasi, melakukan penatalaksanaan awal
serta rujukan bila diperlukan
3. Persiapan persalinan yang bersih dan aman
4. Perencanaan antisipatif dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika
terjadi komplikasi.

Pemeriksaan kehamilan dini (early anc detection)

Ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini


mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan
atau asuhan antenatal.
Ketika seorang ibu mulai mendapatkan tanda presumtif hamil seperti :
1. Amenorhe
2. Mual dan muntah
3. Mengidam
4. Pingsan
5. Pembesaran payudara dan lain-lain.
6. Atau ketika dia menemukan tanda mungkin hamil seperti :
7. Pembesaran perut
8. Tes kehamilan positif,
9. Tanda hegar
10.Tanda piscazek
11.Tanda pembesaran uterus dan lain-lain

Kontak dini kehamilan trimester 1


Kebijakan program untuk kunjungan ante natal minimal 4
kali selama kehamilan, terdiri dari
1. 1 kali pada trimester pertama
2. 1 kali pada trimester kedua
3. 2 kali pada trimester ketiga
Skrining untuk deteksi
1. Kunjungan I (16 minggu) dilakukan untuk :
a.Penapisan dan pengobatan anemia
b.Perencanaan persalinan
c.Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan
pengobatannya.

2. Kunjungan II (24 28 minggu), dilakukan untuk :


a.Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan
pengobatannya.
b.Penapisan preeklampsi, gemeli, infeksi alat
reproduksi dan saluran perkemihan
c.Mengulang perencanaan persalinan
3.Kunjungan III (32 minggu), dilakukan untuk :
a.Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan
pengobatannya.
b.Penapisan preeklampsi, gemeli, infeksi alat
reproduksi dan saluran perkemihan
c.Mengulang perencanaan persalinan

4.Kunjungan IV (36 minggu), dilakukan untuk :


a. Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III
b. Mengenali adanya kelainan letak dan
presentasi
c. Memantapkan rencana persalinan
d. Mengenali tanda-tanda persalinan.

PENYULIT PADA TRIMESTER I


DAN TRIMESTER II
1. Anemia Dalam Kehamilan
Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah
atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen)
dalam sel darah merah berada dibawah normal.
Ukuran hemoglobin normal:
a. Laki-laki sehat mempunyai Hb: 14 gram 18 gram
b. Wanita sehat mempunyai Hb: 12 gram 16 gram
Tingkat pada anemia :
a. Kadar Hb 10 gram 8 gram disebut anemia ringan
b. Kadar Hb 8 gram 5 gram disebut anemia sedang.
c. Kadar Hb kurang dari 5 gram disebut anemia berat.

a.Penyebab anemia umumnya adalah:


1. Kurang gizi (malnutrisi)
2. Kurang zat besi dalam diet
3. Malabsorpsi
4. Kehilangan darah yang banyak: persalinan yang lalu, haid dan
lain-lain.
5. Penyakit-penyakit kronis: tbc, paru, cacing usus, malaria dan lainlain.
2. Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah berlebihan
sehingga menimbulkan gangguan aktivitas sehari hari dan bahkan
membahayakan hidupnya.Wanita hamil memuntahkan segala apa
yang dimakan dan diminum hingga berat badannya sangat turun,
turgor kulit berkurang, diuresis berkurang dan timbul asetonuri,
keadaan ini disebut hiperemesis gravidarum.

3. Abortus
Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada
usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari
500 gram. Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran
hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan.
Jenis Jenis Abortus
Berdasarkan keadaan janin yang sudah dikeluarkan, abortus dibagi
atas :
1. Abortus Iminens
Abortus imminens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari
uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, di mana hasil konsepsi
masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.

2. Abortus Insipiens
Abortus insipiens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus
pada kehamilan sebelum 20 minggu, dengan adanya dilatasi
serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih berada di
dalam uterus.
3. Abortus Inkomplit
Abortus inkompletus adalah peristiwa pengeluaran sebagian hasil
konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu, dengan masih ada
sisa tertinggal dalam uterus.

4. Kehamilan Ektopik Terganggu ( KET )


Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi
di luar rongga uterus, tuba falopi merupakan tempat tersering untuk
terjadinya implantasi kehamilan ektopik. Sebagian besar kehamilan
ektopik berlokasi di tuba, jarang terjadi implantasi pada ovarium,
rongga perut, kanalis servikalis, tanduk uterus yang rudimenter, dan
divertikel pada uterus.

PENYULIT PADA TRIMESTER III PADA MASA


KEHAMILAN
1. Kehamilan Dengan Hipertensi
Hipertensi berasal dari bahasa latin yaittu hiper dan
tension. Hiper artinya tekanan yang berlebihan dan
tension artinya tensi. Hipertensi atau tekanan darah
tinggi adalah suatu kondisi medis dimana seorang
mengalami peningkatan tekanan darah secara kronis
( dalam waktu yang lama ) yang mengakibatkan anggka
kesakitan dan anggka kematian.

A. Hipertensi Esensial
Hipertensi Esensial adalah wanita yang telah menderita
hipertensi sebelum hamil, yang mungkin disebabkan
oleh faktor herediter serta dipengaruhi leh fakttor emosi
dan lingkungan.
B. Pre Eklamsia
Pre-Eklamsi Adalah Penyakit dengan tanda-tanda
Hipertensi, Oedema, dan Proteinuria yang timbul karena
kehamila. Penyakit ini biasanya timbul pada Triwulan ke3 kehamilan tetapi dapat timbul sebelumnya, misalnya
pada Mola Hidatidosa.

C. Eklampsia
Eklampsi merupakan serangan konvulsi yang biasa
terjadi pada kehamilan, tetapi tidak selalu komplikasi dari
pre eklampsi.Konvulsi dapat terjadi sebelum, selama,
dan sesudah persalinan. Jika ANC dan Inc mempunyai
standar yang tinggi, konvulsi postpartum akan lebih
sering proteinuria harus dilakukan dan dilanjutkan
selama periode postpartum.

DETEKSI DINI TERHADAP KELAINAN, KOMPLIKASI


DAN PENYULIT PADA IBU BERSALIN

Komplikasi pada Kala 1 dan Kala 2


1.

Distosia Karena Kelainan Presentasi

Presentasi Puncak Kepala


Pada persalinan normal, saat melewati jalan lahir kepala janin
dalam keadaan flexi dalam keadaan tertentu flexi tidak terjadi,
sehingga kepala deflexi.
Presentasi Dahi
Presentasi dahi adalah posisi kepala antara flexi dan deflexi,
sehingga dahi merupakan bagian terendah. Posisi ini biasanya
akan berubah menjadi letak muka/letak belakang kepala.

Presentasi Muka
Disebabkan oleh terjadinya ekstensi yang penuh
dari kepala janin. Yang teraba muka bayi = mulut,
hidung, dan pipi.
Presentasi Occipito Posterior
Dalam keadaan flexi bagian kepala yang pertama
mencapai dasar panggul adalah Occiput. Occiput
akan memutar kedepan karena dasar panggul dan
muculus levator aninya mementuk ruangan yang
lebih sesuai dengan occiput.

Komplikasi pada kala 3 dalam persalinan


A. Atonia Uteri
B. Retensio Plasenta
C. Emboli Cairan Ketuban

A. Atonia Uteri
1. Pengertian
Atonia uteri didefinisikan sebagai suatu kondisi
kegagalan uterus dalam berkontraksi dengan baik
setelah persalinan, sedangkan atonia uteri juga di
definisikan sebagai tidak adanya kontraksi uterus segera
setelah plasenta lahir.
Atonia uteri ( relaksasi otot uterus ) adalah uteri tidak
berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan pemijatan
fundus uteri ( plasenta telah lahir )

B. Retensio Plasenta
1. Pengertian
Retensio plasenta adalah tertahannya
plasenta atau belum lahirnya plasenta
hingga atau melebihi waktu 30 menit
setelah bayi lahir

C.Emboli Cairan Ketuban


1.Pengertian
Emboli cairan ketuban merupakan sindrom
dimana setelah sejumlah cairan ketuban
memasuki sirkulasi darah maternal, tiba-tiba
terjadi gangguan pernafasan yang akut dan
shock. Sindrom cairan ketuban adalah sebuah
gangguan langka dimana sejumlah besar cairan
ketuban tiba tiba memasuki aliran darah.

DETEKSI DINI TERHADAP KELAINAN, KOMPLIKASI


DAN PENYULIT PADA IBU NIFAS
1. DETEKSI DINI KOMPLIKASI MASA NIFAS 2 JAM PERTAMA
Asuhan yang diberikan pada 2 jam pertama masa nifas yaitu :
Pantau tekanan darah, nadi, tinggi fundus uteri, kandung kemih dan
darah yang keluar setiap 15 menit selama satu jam pertama dan
setiap 30 menit selama satu jam kedua kala empat.
Masase uterus untuk membuat kontaraksi uterus menjadi baik
setiap 15 menit selama satu jam pertama dan setiap 30 menit
selama jam kedua kala empat.
Pantau temperatur tubuh setiap jam dalam dua jam pertama
pascapersalinan. Jika meningkat, pantau dan tatalaksana sesuai
dengan apa yang diperlukan.
Nilai perdarahan. Periksa perineum dan vagina setiap 15 menit
selama satu jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua
pada kala empat.
Minta anggota keluarga untuk memeluk bayi.
Lakukan asuhan esensial bagi bayi baru lahir.

2. DETEKSI DINI KOMPLIKASI MASA NIFAS 6 JAM MASA


NIFAS
Asuhan yang diberikan pada 6 jam masa nifas yaitu :
Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
Mendeteksi dan perawatan penyebab lain perdarahan serta
melakukan rujukan bila perdarahan berlanjut.
Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara
mencegah perdarahan yang disebabkan atonia uteri.
Pemberian ASI awal
Mengajarkan cara mempererat hubungan antara ibu dan bayi baru
lahir.
Menjaga bayi tetap sehat melalui pencegahan hipotermi.
Setelah bidan melakukan pertolongan persalinan, maka bidan harus
menjaga ibu dan bayi untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau
sampai keadaan ibu dan bayi baru lahir dalam keadaan baik.

3. DETEKSI DINI KOMPLIKASI MASA NIFAS 6 HARI


MASA NIFAS
Asuhan yang diberikan pada 6 hari masa nifas yaitu :
Memastikan involusi uterus barjalan dengan normal,
uterus berkontraksi dengan baik, tinggi fundus uteri di
bawah umbilikus, tidak ada perdarahan abnormal.
Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi dan
perdarahan.
Memastikan ibu mendapat istirahat yang cukup.
Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi dan
cukup cairan.
Memastikan ibu menyusui dengan baik dan benar serta
tidak ada tanda-tanda kesulitan menyusui.
Memberikan konseling tentang perawatan bayi baru
lahir.

4. DETEKSI DINI KOMPLIKASI MASA NIFAS 6


MINGGU MASA NIFAS
Asuhan yang diberikan pada 6 minggu masa
nifas yaitu :
Menanyakan penyulit-penyulit yang dialami
ibu selama masa nifas.
Memberikan konseling KB secara dini.

TERIMA KASIH...