Anda di halaman 1dari 5

LATIHAN SOAL HUKUM WARIS ADAT

1.

Pada tahun 1950 Anwar kawin dengan Asti di Surabaya. Dalam perkawinannya mereka
dikaruniai 3 orang anak yaitu Bimo, Cici, dan Dila. Sebelum kawin, Anwar telah bekerja
sehingga mampu membeli tanah senilai Rp.100 juta. Selama perkawinannya, Anwar dan Asti
mampu membeli rumah senilai Rp.200 juta, mobil senilai 300 juta, serta tabungan atas nama
Asti senilai Rp.50 juta. Tahun 1965 Asti memperoleh pembagian warisan dari bapaknya
berupa sawah senilai Rp.70 juta yang kemudian diatasnamakan Asti. Tahun 1970, Bimo
mengawini janda bernama Gita yang membawa seorang aak dari perkawinan pertamanya
yaitu Heru. Namn sayangnya setelah 7 tahun berumah tangga, Bimo meninggal dunia tanpa
meninggalkan anak. 2 tahun kemudian Asti meninggal dunia. Setelah setahun kematian Asti,
Anwar mengawini Ani, seorang janda yang membawa 2 orang anak dari perkawinan
pertamanya yaitu Leo dan Rangga. Selama perkawinan Anwar dan Ani dikaruniai 3 orang
anak yaitu Eko, Edi, dan Femi. Tidak ada pertambahan harta apapun dalam perkawinan
Anwar yang kedua ini, bahkan mereka menempati rumah Ani yang merupakan hibah dari
bapaknya senilai Rp.250 juta. Pada tahun 1999, Anwar meninggal dunia dan 2 tahun
kemudian Ani pun meninggal dunia juga. Akhirnya para ahli waris bersepakat membagi harta
peninggalan.
Pertanyaan:
a. Harta apa saja yang terdapat dalam perkawinan tersebut di atas? Jelaskan!
b. Bagaimana penyelesaian kasus di atas? Jelaskan dengan membuat skema ahli waris dan
bagian warisan tiap-tiap ahli waris yang ada!

2.

Pada Tahun 1977Prasojo kawin dengan Kartinah seorang janda, dengan membawa 2
(dua) orang anak, Shanti (angkat) dan Baskoro (kandung). Mereka telah dikaruniai 3 (tiga)
orang anak yaitu Aryo, Bambang dan Camelia. Bambang telah meninggal lebih dulu
daripada Prasojo dan meninggalkan

2 (dua) orang anak yaitu Ratih dan Wulan yang

sekarang tinggal bersama Ibunya, Jamilah. Walaupun telah mempunyai anak, Prasojo dan
Kartinah sepakat mengangkat seorang anak bernama Ningsih. Tahun

2007 Kartinah

meninggal dunia. Pada bulan Januari tahun 2000 Prasojo menerima warisan dari orang
tuanya 2 ha tanah sawah senilai Rp 270 juta. Dalam perkawinannya dengan Kartinah, Prasojo
1

berhasil membeli sebuah rumah seharga Rp 500 juta, sebuah mobil seharga Rp 280 juta dan
tabungan di Bank Mandiri atas nama Kartinah sebesar Rp 100 juta.. Kartinah mempunyai 1
(satu) ha tanah seharga Rp 300 juta yang merupakan bagian dari perkawinannya yang
pertama. Sebelum meninggal dunia Kartinah mendapat warisan dari orang tuanya, 2 ha tanah
sawah senilai Rp 600 juta. Tahun 2010 Prasojo meninggal dunia. Akibat kematian Prasojo,
para ahli waris sepakat membagi harta peninggalan.
Pertanyaan :
a. Harta apa sajakah yang ada pada perkawinan tersebut di atas ? Rincilah dengan tepat !
b. Bagaimanakah penyelesaian kasus di atas ? Siapakah ahli warisnya ? Berapakah bagian
masing-masing? Jelaskan!
3.

Pada tahun 1979, Rahmanto seorang duda dengan dua orang anak, yaitu Danang dan
Dani, kawin dengan Rukmini. Dalam perkawinannya dikaruniai dua orang anak yaitu, Citra
dan Maya. Walaupun sudah mempunyai anak mereka sepakat mengangkat seorang anak
bernama Anggoro. Tahun 1985 Danang mengawini Sinta dan mereka dikaruniai dua orang
anak yaitu Sheila dan Aditya, namun mereka tetap mengangkat seorang anak bernama Rina.
Sebelum kawin dengan Rahmanto, Rukmini mempunyai deposito sebesar 250 juta dan
mendapat perhiasan emas senilai 50 juta dari ibunya. Pada tahun 1986, Rahmanto menerima
warisan dari ayahnya berupa dua hektar tanah sawah senilai 360 juta. Selain itu Rahmanto
mempunyai tabungan 280 juta yang merupakan bagian dari harta bersama dengan isteri
pertamanya. Selama perkawinan, mereka membeli sebuah rumah seharga 600 juta dan satu
mobil seharga 250 juta dan memiliki tabungan sebesar 50 juta. Tahun 1993 Danang
meninggal dunia dan meninggalkan seorang anak angkat dan dua orang anak kandung yang
sekarang tinggal bersama ibunya. Tahun 2006, Rahmanto meninggal dunia. Tahun 2009
Rukmini meninggal dunia. Akibat kematian Rukmini semua ahli waris sepakat untuk
membagi harta peninggalan.
Pertanyaan:
a. Harta apa sajakah yang ada pada perkawinan tersebut di atas? Rincilah dengan tepat!
b. Bagaimanakah penyelesaian kasus di atas? Siapakah ahli warisnya? Berapakah bagian
masing-masing? Jelaskan!

4.

Ali, seorang duda dengan dua orang anak yang bernama Dodi dan Eli, mengawini Beti,
seorang janda dengan tiga orang anak yang bernama Heni, Ira, dan Julia pada tahun 1950 di
Surabaya. Dalam perkawinannya, Ali dan Beti dikaruniai dua orang anak yaitu Dina dan
Doni, namun mereka tetap mengangkat seorang anak bernama Feni. Pada tahun 1975 Dodi
mengawini Cika, karena tidak dikaruniai anak maka mereka mengangkat anak bernama
Kirani. Baru tiga tahun berumah tangga, Dodi meninggal dunia. Tahun 1980, Heni dikawini
Gito dan setahun kemudian mereka dikaruniai seorang anak bernama Lita. Sebelum kawin,
Ali telah memiliki tanah senilai 100 juta dan rumah senilai 200 juta yang kemudian
disewakan selama lima tahun seharga 50 juta serta sawah yang merupakan hasil pembagian
harta gono gini dengan perkawinan pertamanya senilai 50 juta. Pada tahun 1965, Beti
menerima pembagian warisan dari bapaknya berupa perhiasan emas senilai 90 juta dan Beti
juga memiliki rumah hasil pembagian harta gono gini dari perkawinan pertamanya senilai
300 juta yang selama ini ditempati Ali dan Beti sekeluarga. Selama perkawinan mereka
berhasil membeli mobil senilai 200 juta dan ada tabungan deposito atas nama Beti senilai 200
juta. Tahun 1998, Ali meninggal dunia dan setahun kemudian Beti juga meninggal dunia.
Akhirnya para ahli waris bersepakat untuk membagi harta peninggalan.
Pertanyaan:
a. Harta apa saja yang terdapat dalam perkawinan tersebut di atas? Jelaskan!
b. Bagaimana penyelesaian kasus di atas? Jelaskan dengan membuat skema ahli waris dan
bagian warisan tiap-tiap ahli waris yang ada!

5.

Pada tahun 1950 Amir mengawini Bella, mereka dikaruniai 3 orag anak yaitu Evi, Fandi,
dan Heru. Sebelum kawin, Amir telah bekerja dan berhasil membeli rumah seharga 200 juta
dan pada tahun 1953 menerima warisan dari bapaknya berupa sawah senilai 100 juta. Bella
menerima hibah dari ibunya berupa perhiasan emas senilai 50 juta ketika perkawinanya
dengan Amir memasuki tahun ke 2.Tahun 1968 Evi kawin denga Doni, tapi belum dikaruniai
anak, Evi meninggal dunia pada tahun 1971. Setahun kemudian Fandi kawin dengan Gita
dan dikaruniai 2 orang anak yaitu Rina dan Reni namun mereka tetap mengangkat Roni
sebagai anak. 5 tahun kemudian Fandi meninggal dunia. Selama perkawinan, Amir berhasil
membeli mobil senilai 300 juta dan Bella memiliki tabungan di bank senilai 60 juta.pada
tahun 1980 Amir meninggal dunia dan 2 tahun kemudian Bella kawin lagi dengan Cahyo
3

seorang duda beranak 2 yaitu Novi dan Parto. Selama kawin, Bella dan cahyo dikaruniai 3
orang anak yaitu Indah, Julia, dan Kamto namun mereka tetap mengangkat Lita sebagai anak.
Cahyo memiliki rumah sebagai pembagian harta bersama perkawinan pertamanya senilai 400
juta yang selama ini ditempati mereka sekeluarga. Pada tahun 1990 Bella meninggal dunia
dan 3 tahun kemudian Cahyo juga meninggal dunia. Akhirnya para ahli waris bersepakat
membagi waris.
Pertanyaan :
a. Harta apa sajakah yang ada pada perkawinan tersebut di atas ? Rincilah dengan tepat !
b. Bagaimanakah penyelesaian kasus di atas ? Siapakah ahli warisnya ? Berapakah bagian
masing-masing? Jelaskan!
6.

Tono mengawini Mira tahun 1967 di Surabaya. Selama perkawinan, mereka dikaruniai 4
orang anak yaitu Hendra, Hary, Hesti, dan Heny. Selama perkawinan telah dimiliki sejumlah
harta sebagai berikut:
1 rumah pemberian ayah Tono senilai 300 juta
2 ha tanah sawah pemberian ayah Tono senilai 100 juta
1 rumah yang dibeli di dalam perkawinan mereka seharga 300 juta yang kemudian

ditempati mereka bersama keempat anak-anaknya


1 mobil yang dibeli Mira dari hasil kerjanya sebelum kawin 100 juta
1 rumah hibah dari orang tuanya Mira senilai 200 juta

Tahun 1980 Tono meninggal dunia dengan meninggalkan istri, anak-anak dan hartanya.
Pada tahun 1983 Mira kawin lagi dengan Udin seorang duda dengan membawa 2 orang anak
yaitu Tini dan Tio. Selama perkawinan tidak ada tambahan harta apapun tapi mereka sepakat
mengangkat anak bernama Bambang. Dalam perkawinannya yang kedua Mira menempati
rumah milik Udin hasil perkawinan dengan istri pertamanya senilai 150 juta. Kemudian
awal tahun 2000 Mira meninggal dunia dengan meninggalkan anak kandung, anak angkat,
anak tiri, dan seorang suami serta sejumlah harta. Akibat kematian Mira, para ahli waris
sepakat untuk membagi harta peninggalan tersebut.
Pertanyaan:
a. Harta apa saja yang terdapat dalam perkawinan tersebut di atas? Jelaskan!
b. Bagaimana penyelesaian kasus di atas? Jelaskan dengan membuat skema ahli waris dan
bagian warisan tiap-tiap ahli waris yang ada!

7.

Pada tahun 1970, Antonmengawini dengan Bita, sehingga dalam perkawinan tersebut
mereka dikaruniai dua orang anak perempuan yakni Dina dan Eny. Pada tahun 1990, Dina
dikawini seorang laki-laki bernama Chandra dan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama
Gery, sedangkan pada tahun 1991 Eny dikawini seorang duda bernama Farid yang sudah
memilki anak laki-laki bernama Iskak dari perkawinan sebelumnya. Dalam perkawinan Eny
dan Farid tidak terdapat anak kandung, sehingga mereka berdua mengangkat anak
perempuan bernama Heni. Dalam perkawinan Chandra dan Dina, berhasil dibeli sebuah
rumah seharga Rp. 500 juta dan sebuah mobil seharga Rp. 200 juta, sedangkan Chandra
sebelum kawin dengan Dina sudah memiliki sepetak tanah perkebunan senilai Rp. 100 juta.
Dalam perkawinan Eny dan Farid, berhasil dibeli sebuah mobil senilai Rp. 300 juta,
sedangkan mereka sekeluarga tinggal di rumah senilai Rp. 800 juta yang didapat Farid dalam
pembagian harta bersama dalam perkawinan sebelumnya. Anton dan Bita meninggal secara
berturut-turut pada tahun 1995 dan 1996, sedangkan mereka memilki rumah yang mereka
beli bersama senilai Rp. 1 milyar. Pada tahun 2000, Farid, Dina dan Eny meninggal bersama
dalam suatu kecelakaan, dan dengan meninggalnya mereka para pihak sepakat membagi
waris.
Pertanyaan :

a.
b.

Harta apa sajakah yang ada dalam seluruh perkawinan di atas? Rincilah dengan tepat!
Bagaimanakah penyelesaian waris atas kasus di atas? Hitunglah bagian masing-masing
ahli waris dengan tepat!
---Selamat Mengerjakan---