Anda di halaman 1dari 16

HANDOUT

KEBUTUHAN DASAR IBU HAMIL

A.

OKSIGEN
Seorang ibu hamil sering mengeluh tentang rasa sesak dan pendek nafas. Hal ini

disebabkan karena diafragma tertekan akibat membesarnya rahim. Kebutuhan oksigen


meningkat 20 %. Ibu hamil sebaiknya tidak berada di tempat- tempat yang terlalu ramai
dan penuh sesak, karena akan mengurangi masukan oksigen.
B.

KEBUTUHAN GIZI IBU HAMIL


1. Kebutuhan gizi ibu hamil dengan bb normal
Kebutuhan energi pada kehamilan trimester I memerlukan tambahan 100 kkal/hari

(menjadi 1.900 2000 kkal/hari). Ini berarti sama dengan menambah 1 potong (50 gr)
daging sapi atau 2 buah apel dalam menu sehari. Selanjutnya pada trimester II dan III,
tambahan energi yang dibutuhkan meningkat menjadi 300 kkal/hari, atau sama dengan
mengkomsumsi tambahan 100 gr daging ayan atau minum 2 gelas susu sapi cair. Idealnya
kenaikan bb sekitar 500 gr/minggu.
Kebutuhan makan ibu hamil dengan bb normal per hari
Nasi 6 porsi, sayuran 3 mangkuk, buah 4 potong, susu 2 gelas, daging ayam/ikan/telur 3
potong, lemak/minyak 5 sendok teh, gula 2 sendok makan.
2. Kebutuhan gizi ibu hamil gemuk
Ibu hamil yang terlalu gemuk tak boleh mengkomsumsi makanan dalamn jumlah
sekaligus banyak. Sebaiknya berangsur angsur, sehari menjadi 4 5 kali waktu makan.
Penambahan energi untuk ibu hamil gemuk tidak boleh lebih dari 300 kkal/hari. Semestera
penambahan berat badan tidak boleh lebih dari 3 kg/bulan atau 1 kg /minggu.
Makanan yang harus dikurangi adalah yang rasanya manis, gurih dan mengandung
banyak lemak, seperti daging sapi, daging ayam dengan kulit, makanan berminyak dan
sejenisnya. Daging boleh dikomsumsi 100 gr atau 1 potong besar/hari. Buah buiahan
yang harus dibatasi adalah durian, nangka, advokad. Sedangkan untuk minyak paling
banyak 20 gr/hari. Makanan yang kaya serat lainnya disarankan banyak dikomsumsi.

3. Kebutuhan makan ibu hamil gemuk per hari

Nasi 2 gelas, sayuran 3 mangkuk, buah 4 potong, susu 4 sendok makan, telur 1 butir,
daging 1 potong sedang, ikan 1 potong sedang, tahu 1 potong sedang, gula pasir 3 sendok
makan, lemak/minyak 3 sendok teh, roti 2 iris.
4. Kebutuhan gizi ibu hamil kurus
Pengaturan makanan bagi ibu hamil kurus lebih sederhana. Yang harus diperhatikan
adala jumlah cairan yang terkandung dalam makanan. Air, baik air minum, jus atau
makanan yang mengadung kadar air tinggi, selain mudah mengenyangkan juga memacing
timbulnyarasa mual. Supaya kebutuhan ibu yang terlalu kurus tercukupi, disarankan
mengkomsumsi makanan dengan sedikit kuah. Setelah makan, beri jeda hingga 1 jam
sebelum minum. Mengenai jenis dan jumlah makanan tidak ada pantangannya.
Kebutuhan makan ibu hamil kurus per hari
Nasi 4 gelas, sayuran 3 mangkuk, buah 1 potong, susu 9 sendok makan, telur 2 butir,
daging 1 potong sedang, ayam 1 potong besar, ikan 1 potong sedang, tempe 3 potong
sedang, tahu 1 potong sedang, gula pasir 5 sendok makan, lemak/minyak 5 sendok teh, roti
4 iris, biscuit 6 keping.
5. Makanan yang aman dikomsumsi

Hindari makan daging/ayam mentah dan setengah matang, cuci perlengkapan masak
dan tangan sebersih mungkin setelah mengolah bahan tersebut.

Hindari ikan mentah seperti sushi

Hindari telur mentah dan makanan yang mengandung telur seperti mayones, Salmonella
sering dijumpai pada telur, produk hasil ternak, dan daging mentah.

Masukkan ke kulkas semua makanan matang, makanan beku dan produk peternakan

Masak makanan siap saji atau hasil ternak siap makan sampai matang, jangan
memakannya dalam keadaan dingin atau hangat

Jangan minum susu sapi, kambing atau biri biri yang tidak dipasteurisasi

Cuci dengan seksama buah buahan, sayuran dan salad

Buang makanan yang berjamur dan kentang yang sudah berakar.

C.

PERSONAL HYGENE
Kebersihan diri selama kehamilan penting untuk dijaga oleh seorang ibu hamil.

Personal hygene yang buruk dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin.
1. Sebaiknya ibu hamil mandi, gosok gigi dan ganti pakaian minimal 2 kali sehari
2. Menjaga kebersihan alat genital dan pakaian dalam
3. Menjaga kebersihan payudara
D.

PAKAIAN
Pakaian yang baik bagi wanita hamil adalah :

1. Longgar, nyaman, dan mudah dikenakan


2. Gunakan kutang/BH dengan ukuran sesuai ukuran payudara dan mampu menyangga
seluruh payudara
3. Untuk kasus kehamilan menggantung, perlu disangga dengan stagen atau kain bebat di
bawah perut
4. Tidak memakai sepatu tumit tinggi. Sepatu berhak rendah baik untuk punggung dan
postur tubuh dan dapat mengurangi tekanan pada kaki.
E.

ELIMINASI
Ibu hamil sering buang air kecil terutama pada trimester I dan III kehamilan.

Sementara frekuensi buang air besar menurun akibat adanya konstipasi. Kebutuhan ibu
hamil akan rasa nyaman terhadap masalah eliminasi juga perlu mendapat perhatian.
1. Ibu hamil akan sering ke kamar mandi terutama saat malam sehingga mengganggu
tidur, sebaiknya intake cairan sebelum tidur dikurangi
2. Gunakan pembalut untuk mencegah pakaian dalam yang basah dan lembab sehingga
memudahkan masuk kuman
3. Setiap habis bab dan bak, cebok dengan baik
F.

SEKSUAL
Wanita hamil dapat tetap melakukan hubungan seksual dengan suaminya sepanjang

hubungan seksual tersebut tidak menganggu kehamilan. Ada beberapa tips untuk wanita
hamil yang ingin berhubungan seksual dengan suaminya :
1. Pilih posisi yang nyaman dan tidak menyebabkan nyeri bagi wanita hamil
2. Sebaiknya gunakan kondom, karena prostaglandin yang terdapat dalam semen bisa
menyebabkan kontraksi
3. Lakukanlah dalam frekuensi yang wajar, + 2-4 kali seminggu.
G.

MOBILISASI/ BODI MEKANIK


Pertumbuhan rahim yang membesar akan menyebabkan peregangan ligamen-

ligamen atau otot-otot sehingga pergerakan ibu hamil menjadi terbatas dan kadangkala
menimbulkan rasa nyeri. Mobilisasi dan bodi mekanik untuk ibu hamil harus
memperhatikan cara- cara yang benar antara lain :
1. Melakukan latihan/ senam hamil agar otot-otot tidak kaku
2. Jangan melakukan gerakan tiba-tiba/ spontan
3. Jangan mengangkat secara langsung benda-benda yang cukup berat, jongkoklah terlebih
dahulu baru kemudian mengangkat benda
4. Apabila bangun tidur, miring dulu baru kemudian bangkit dari tempat tidur
H.

OLAHRAGA
1. Jalan kaki

Aktifitas jalan kaki bisa dilakukan ibu sejak awal kehamilan hingga menjelang
persalinan. Dengan melakukan secara rutin dan teratur, jalan kaki bisa membuat badan
sehat, bugar dan menenangkan. Sesudah berolahraga, tubuhpun lebih relaks sehingga
ibu hamil merasa lebih bersemangat dan percaya diri. Carilah waktu yang tepat.
Misalnya di pagi hari ketika udara masih segar. Hal yang penting diperhatikan, kenakan
pakaian longgar dan menyerap keringat. Selain itu berhentilah bila denyut nadi
berdenyut cepat atau melampaui 140 x/menit.
2. Renang
Selain untuk melenturkan otot, olahraga renang baik untuk melatih penafasan
agar tidak mudah lelah dan sukses mengedan kala bersalin. Renang cukup aman, karena
beban tubuh saat berada didalam air jauh lebih ringan daripada didarat. Renang juga
sangat baik untuk melatih paru paru dan jantung. Ibu tidak perlu takut suhu panas
tubuh akan melonjak, karena berenang membuat suhu tubuh terjaga kestabilannya.
Meski begitu, hindari melakukan gerakan gerakan berlebihan saat berenang. Setelah
janin berusia 7 bulan, berenang sebaiknya dilakukan dengan lebih berhati hati.
3. Speda statis
Speda statis sangat bermanfaat untuk melatih otot panggul, pinggul, dan
punggung. Otot tersebut harus dilatih, hingga proses persalinan bias berlangsung
dengan lancer. Isilah perut sebelum berolahraga, 15 atau 30 menit sebelum pemanasan.
Jika tidak nyaman, lakukan 1 jam sebelummnya. Lakukan latihan secara bertahap.
Untuk awalnya cukup lakukan 5-10 menit. Berikutnya lanjutkan 15 menit. Lamanya
berolahraga bagi ibu hamil sebaiknya tidak lebih dan kurang dari 1 jam. Tidak
disarankan melakukan olah raga ini diusia 7 bulan keatas.
I.

RELAKSASI
1. Yoya
Yoga adalah olah fisik yang mengandalkan pernafasan dan pemusatan pikiran.
Teknik pengaturan nafas yang dilakukan dalam yoga menimbulkan rasa relaks dan
kelak sangat membantu dalam proses persalinan. Umumnya kesalahan yang sering
terjadi adalah ketidakmampuan mengatur nafas saat mengedan, dengan yoga
diharapkan ibu tidak kehabisan nafas saat mengedan. Selain itu gerakan yoga yang
lambat juga dapat mengelola otot tubuh termasuk otot pelvic sehingga saat bersalin
kelak, rasa sakit dapat dikurangi.

2. Tidur

Ibu hamil sebaiknya memiliki jam istirahat/tidur yang cukup. Kurang istirahat/
tidur, ibu hamil akan terlihat pucat, lesu dan kurang gairah. Usahakan tidur malam + 8
jam dan tidur siang + 1 jam. Umumnya ibu mengeluh susah tidur karena rongga
dadanya terdesak perut yang membesar atau posisi tidurnya jadi tidak nyaman. Tidur
yang cukup dapat membuat ibu menjadi relaks, bugar dan sehat. Solusinya saat hamil
tua, tidurlah dengan menganjal kaki (dari tumit hingga betis) menggunakan bantal.
Kemudian lutut hingga pangkal paha diganjal dengan satu bantal. Bagian punggung
hingga pinggang juga perlu diganjal bantal. Letak bantal bias disesuaikan. Jika ingin
tidur miring kekiri, bantal ditaruh sedemikian rupa sehingga ibu nyaman tidur dengan
posisi miring kekiri. Begitu juga bila ibu ingin tidur posisi ke kanan.
Posisi tidur yang paling dianjurkan adalah tidur miring ke kekiri, posisi ini
berguna untuk mencegah varices, sesak nafas, bengkak pada kaki, serta dapat
memperlancar sirkulasi darah yang penting buat pertumbuhan janin. Bila ibu sulit tidur,
cobalah mendengarkan musik lembut yang akan mengirirng perasaan dan pikiran
menjadi lebih tenang sehingga tubuh dan perasaan jadi lebih relaks.
3. Mendengarkan musik
Selain menimbulkan perasaan relaks dan nyaman saat mendengarkan, ternyata
alunan musiknya sendiri dapat memberikan stimulus pada perkembangan janin.
Rangsangan ini diyakini dapat menjadi stimulus awal perkembangan otak janin. Jenis
musik yang dipilih boleh musik klasik, musik daerah yang memiliki alunan konstan dan
menyenangkan, musik rohani dan doa. Semua ini bermanfaat yang sama untuk relaksasi
bagi ibu selama menjalani kehamilannya dan memberikan rangsangan pra kelahiran
yang sangat baik bagi janin.
4. Meditasi dan berdoa
Berdoa dan meditasi merupakan relaksasi ringan yang dapat dilakukan semua
ibu hamil. Manfaatnya dapat menenangkan pikiran agar terpusat pada satu hal, yaitu
kesehatan janinnya. Ini akan menolong calon ibusiap secara emosi menghadapi
persalinannya.
5. Pijat
Pijat adalah terapi tradisional yang dapat mengusir kelelahan fisik,
memperlancar peredaran darah dan menghilangkan ketegangan pikiran. Pemijatan yang
aman dilakukan pada bagian tubuh leher, kaki, dan kepala.

J.

TRAVELING

1. Umumnya perjalanan jauh pada 6 bulan pertama kehamilan dianggap cukup aman.
Bila anda ingin melakukan perjalanan jauh pada 3 bulan terakhir kehamilan,
sebaiknya dirundingkan dengan dokter.
2. Wanita hamil cenderung mengalami pembekuan darah di kedua kaki karena lama
tidak aktif bergerak. Kalau ingin bepergian dengan mobil pribadi, buatlah rencana
berhenti tiap jam untuk meregangkan badan dan berjalan-jalan agar sirkulasi darah
lancar
3. Gunakan sabuk pengaman
4. Apabila bepergian dengan pesawat udara, ada resiko terhadap janin antara lain :

Bising dan getaran

Dehidrasi, karena kelembaban udara yang rendah

Turunnya oksigen karena perubahan tekanan udara

Radiasi kosmik pada ketinggian 30.000 kaki.

5. Wanita hamil yang dilarang melakukan perjalanan

K.

Pada awal kehamilan

Pada bulan terakhir kehamilan

Pre- eklamsia dan eklamsia


PERSIAPAN LAKTASI

Bidan mempunyai peranan penting dalam penatalaksanaan pemberian ASI.


Sebagaian besar aspek penatalaksanaan pemberian ASI adalah didasarkan pada pemahaman
atas perubahan antomis dan fisiologi yang terjadi pada wanita post partum. Secara vertikal
payudara terletak diantara kosta II dan VI. Secara horizontal mulai dari pinggir sternum
sampai linea aksilaris medialis
Dukungan bidan dalam pemberian ASI
1. Biarkan bayi bersama ibunya segera sesudah dilahirkan selama beberapa jam pertama
2. Ajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah masalah umum
yang timbul
3. Bantulah ibu pada waktu pertama kali memberi ASI
4. Bayi harus ditempatkan dekat ibunya pada kamar yang sama (roming-in)
5. Memberi ASI pada bayi sesering mungkin, BBL minum ASI setiap 2-3 jam atau
10-12 x/24 jam
6. Hanya berikan kolostrum dan ASI saja
7. Hindari susu botol dan kempengan/dot

Manfaat pemberian ASI

Bagi bayi

Mengandung ab yg
Kuat utk mencegah
Infeksi

Mpy kandungan nutrisi


Yg dibutuhkan bayi

Mengandung campuran
Yg tepat utk bayi

Asi mudah dicerna

Segar, bersih setiap minum

Selalu tersedia dg suhu yg optimal

Bahaya alergi tidak ada


Bagi ibu dan keluarga

Membantu memulihkan diri

Dr proses persalinan

Mengurangi perdarahan

Post partum

Kemungkinan utk hamil kecil

Asi selalu tersedia dan gratis

Pemberian asi tdk menuntut


Persiapan khusus

Menjalin hubungan yg erat antara bayi dengan ibunya

Komposisi asi

Asi adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktose dan garam-garam
organik yang disekresi oleh kedua payudara ibu sebagai makanan utama bayi

Kolostrum adalah cairan pertama yang diperoleh bayi dari ibunya sesudah
dilahirkan

Asi mulai muncul hari ke 3-4 setelah kelahiran

Kolostrum berubah menjadi asi yang mature 15 hari sesudah bayi lahir

Air 88 %

Protein 2 gr/100 ml asi

Karbohidrat 6,42 gr/100 ml asi

Lemak 3,2 gr/100 ml asi

Laktoferin

Imunoglubulin

Alfa laktalbumin

Antimikrobial

Mineral fe, kalsium, kalium, natrium, fosfat dll

Vitamin a,d, c, b

Bagaimana cara mendapatkan asi dalam jumlah yang cukup ?


1. Menjaga kesehatan sebaik mungkin
2. Mulailah menyusui segera setelah persalinan
3. Susuilah sesering mungkin pd bebrapa hari pertama dg kedua payudara
4. Jangan lewatkan waktu pemberian susu
5. Jangan berikan makanan tambahan sampai usia 6 bln
6. Minum dalam jumlah yang cukup
7. Makan makanan yg bergizi
8. Istirahat yang cukup
9. Jumlah asi yang diproduksi bergantung:

Dlam keadaan normal, payudara akan memproduksi


Susu sesuai dg apa yang dibutuhkan bayi

Jika bayi minum seluruh asi tsb maka payudara


Akan mulai membuat lagi

Jika bayi tidak minum seluruhnya, maka payudara


Akan membuat susu dalam jlh yg sedikit

Bagaimana mengetahui
Bayi mendapatkan
Asi yang cukup ?
Merasakan rasa geli krn aliran asi setiao mulai menyusu
Payudara terasa lembut & kosong setiap menyusui
Bayi menyusu min 10 x/24 jam
Bb naik
200 gr /mg
Bayi kelihatan pulas
Bayi mengompol > 7x sehari
Bab berwarna kekuningan berbiji
Asi eksklusif
Pemberian asi selama 6 bulan
Tanpa makanan pendamping/tambahan

L.

PEKERJAAN
1. Pekerjaan rumah tangga

Pekerjaan rutin dapat dilaksanakan

Bekerjalah sesuai kemapuan

Makin dikurangi dengan semakin tua kehamilan

2. Wanita pekerja di luar rumah

Wanita hamil boleh bekerja, tapi jangan terlalu berat

Istirahatlah sebanyak mungkin

Menurut uu perburuhan, wanita hamil berhak mendapat cuti hamil selama 3


bulan, yaitu 1,5 bulan sebelum bersalin dan 1, 5 bulan sesudah bersalin.

Selama hamil perhatikan hal-hal yang dapat membehayakan kandungan dan


segera memeriksakan diri

Pada minggu-minggu terkahir kehamilan, beritahukan tanda-tanda permulaan


persalinan

M.

PENILAIAN KEADAAN JANIN


Penilaian keadaan janin dalam uterus untuk mendeteksi masalah yang selalu timbul.

misalnya

pada

kehamilan

dengan

kelainan

yang

membahayakan

janin

perlu

dipertimbangkan tindakan induksi persalinan atau tidak, dalam hal ini penting mengetahui
apakah janin matur atau tidak.
Untuk mengetahui apakah janin cukup matur atau tidak :
1. Pembuatan foto rontgen janin
2. Ultrasonografi
3. Amnioskopi
4. Dengan menganalisa air ketuban yang didapatkan melalui amniosentesis
5. Ultrasonografi
6. Perbandingan lesitin-stingomielin
7. Nst ( non stress test )
8. Oxytocin challenge test ( o.c.t )
9. Gerakan janin
1.

Pembuatan foto rontgen janin


Menentukan tua janin dari panjang tulang, adanya pusat-pusat oksifikasi tertentu dll.

(dewasa ini pemakaian sinar rontgen tidak dibenarkan bila tidak perlu sekali karena
pengaruh buruk terhadap janin maupun ibunya)
2.

Ultrasonografi

Pada kehamilan 6 mg terlihat kantong janin dan mudigah tidak lama setelah itu.
Pada kehamilan 13 mg, kepala janin dan denyut jantung janin dapat dideteksi.
3.

Amnioskopi
Melakukan inspeksi likuor amnii pada ketuban yang utuh dengan menggunakan

amnioskop dimasukkan melalui kanalis servikalis. Dapat membantu seleksi kasus secara
cermat untuk dilakukan induksi persalinan bila pada antenatal ditemukan resiko janin
Dengan menganalisa air ketuban yang didapatkan melalui amniosentesis
4.

Menentukan secara spektroskopik kadar bilirubin


Dasar pemeriksaan, ditemukan pigmen menghilang sekonyong-konyong pada

minggu ke 36, tapi mekonium atau darah dalam air ketuban menyulitkan penilaian.
Pemeriksaan ini juga penting untuk diagnosis iso-imunisasi rh.
5.

Kadar kreatinin
Dengan tuanya janin, kadar kreatinin likuoramnii meningkat. Bila mencapai 2mg

per 100ml berarti janin sudah tua.


Sitologi air ketuban

Sejumlah sel yang dapat dipulas dengan pewarnaan khusus lemak. (sel-sel berasar dari
gladula sebasea).

Bila 2% dari seluruh sel, maka kehamilan belum mencapai 36mg (prematur, berat
2500 gram).

Sesudah 36mg, jumlah sel meningkat bila mencapai 20% atau lebih kemungkinan
prematuritas kecil sekali.
6.

Kadar enzim alkali fosfatase total dan kadar alkali fosfatase tahan panas
(hsap = heat stable alkaline phospatase)

dapat dipakai menilai tua kehamilan dan keadaan janin dan plasenta.

mulai kehamilan 26 mg 42 mg kadar hsap akan naik terus menerus tiap


minggunya.

- pada postmaturitas kadar hsap lebih rendah dari kehamilan normal

37

42mg
7.

Ultrasonografi
Dapat menentukan panjang distansia biparietalis kepala janin, umur janin dapat

diramalkan.
8.

Perbandingan lesitin-stingomielin

Mulai meningkat pada kehamilan 35 mg.

Pada waktu ini permukaan alveolus paru-paru ditemukan suatu bahan protein
fosfolipid yang memungkinkan alveolus-alveolus dapat mengembang luas untuk
pertukaran gas segera setelah bayi lahir.

Peningkatan dalam konsentrasi-lesitin sesudah kehamilan 35mg seakan


memberitahukan bahwa paru-paru janin telah matur

9.

Nst ( non stress test )

pada janin sehat yang bergerak aktif dapat dilihat peningkatan frekuensi denyut
jantung janin.

sebaliknya bila janin kurang baik, pergerakan bayi tidak diikuti oleh
peningkatan frekuensi denyut jantung janin.

10.

Oxytocin challenge test ( o.c.t )

adalah pemberian oksitosin intravena secara hati-hati pada kehamilan yang


diperkirakan dimana janin akan meninggal di dalam uterus.

biasanya dilakukan pada kehamilan : telah lewat waktu taksiran partus


(postdate), pre-eklampsia, hipertensi, diabetes mellitus, pertumbuhan janin intra
uterin yang lambat, adanya riwayat lahir mati, gravida berusia lanjut, adanya
penyakit ginjal menahun, anemia dll

11.

Gerakan janin

Penderita disuruh menghitung jumlah gerakan janin selama satu jam

pada

waktu pagi hari dan malam hari.

Jumlah dari keduanya disebut gerakan rata-rata janin perhari, rata-rata gerakan
yang normal 34 x / jam dan apabila 15 per jam maka dikatakan rendah

N.

KEBUTUHAN PSIKOLOGI IBU TRIMESTER I, II, DAN III


1. Support Dari Keluarga

Peristiwa yang sangat penting dalam psikologi kehamilan adalah hubungan


antara wanita hamil dengan ibunya dan dengan pasangannya

Jika hubungan dengan ibunya tidak menyenangkan atau buruk maka wanita
hamil akan mengembangkan sikap menyesali kehamilannya

Segala cinta kasih ataupun macam bentuk kebencian terhadap pasangannya akan
ditransfer terhadap bayi

Selanjutnya mutlak perlulah bahwa bayi sebagai objek harapan benar benar
diinginkan oleh ayah dan ibu

Iklim psikis akan memperkuat jasmani dan rohani ibu yang sedang hamil

2. Support Dari Tenaga Kesehatan

Masa

kehamilan

seharusnya

adalah

masa

bahagia

menanti

kedatangan anak yang diinginkan, diperlukan pengertian terhadap keadaan calon


ibu dan keluarga terutama suami

Perasaan takut dan penolakan yang dialami ibu selama kehamilan


dapat kita obati dengan memberikan penerangan mengenai fisiologi kehamilan,
persalinan dan nifas

Untuk menguragi rasa takut terhadap rumah sakit yang asing dapat
diberikan orientasi ruangan

Dapat juga diberikan support berupa penerangan dan pengertian


mengenai keinginan mempunyai anak, kasih sayang antar suami istri dan agama

Komunikasi yang baik akan sangat membantu hubungan pasien dan


penolong untuk memperoleh rasa saling percaya

Prinsip prisip komunikasi yang bisa dilakukan adalah :

Dengarkan keluhan keluhan ibu

Jangan ubah topik pembicaraan dan berpindah kemasalah yang lebih mudah
atau lebih menyakitkan, tetapi tunjukkan empati

Harus membantu ibu keluar dari persoalannya

Beri tahu ibu atau pihak keluarga menganai apa yang terjadio sebanyak
mungkin

Jujurlah, bila ada hal yang tidak diketahui dari pada berpura pura

Pastikan ibu didampingi oleh orang yang dia sukai baik keluarga ataupun
tenaga kesehatan.

3. Rasa aman dan nyaman selama kehamilan

Kecemasan dan ketakutan dapat merusak keseimbangan persyarafan


dan dapat meningkatkan persepsi perasaan nyeri dan ini menimbulkan
ketidaknyamanan / nyeri saat persalinan

Ketakutan yang berlebihan dapat menyebabkan hyperemesis, kurang


tidur, his berlebihan, nyeri pada saat persalinan

Untuk mengatasi nyeri pada saat persalinan maka perlu dilakukan


psykoprofilaksis obstetrik, rasa aman dan nyaman ini dimulai pada saat
kehamilan

Persiapan mental ibu psykoprofilaksis dilakukan sbb :

Mempelajari keadaan lingkungan penderita : pikiran sehari hario

mengenai keluarga, keuangan, perumahan dan pekerjaan dapat menimbilkan


depresi dan perlu ditanggulangi
o

Pendidikan dan latihan

Mengurangi pengaruh yang negatif : Kecemasan dan ketakutan


sering menimbulkan oleh cerita cerita yang menakutkan mengenai
kehamilan dan persalinan, pengalaman yang menrugikan pada persalinan
yang terdahulu dan kurangnya pengetahuan mengenai proses kehamilan dan
persalinan

o Memperkuat pengaruh yang posisif : Latihan Latihan fisik berupa senam


hamil untuk memperkuat otot otot dan merangsang peredaran darah,
disamping itu diberikan latihan relaksasi, mengejan dan bernafas.
o Adaptasi tempat lingkungan tempat bersalin : Dilaksanakan dengan
melakukan orientasi ruangan bersalin, alat alat kebidanan dan tenaga
kesehatan.
4. Persiapan menjadi orang tua

orang tua harus diberikan pendidikan tambahan

faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran adalah motivasi, informasi


yang benar, cara menyampaikan informasi, lingkungan dan belajar dengan
contoh

pendidikan orang tua dapat diberikan di RS/Klinik atau rumah

wanita harus didorong untuk menghadiri kelas ini. Hal umum yang diberikan
adalah :
perubahan anatomi reproduksi selama kehamilan, ketidaknyamanan yang
timbul dan cara mengurangi rasa sakit
latihan

meningkatkan

ketidaknyamanan,

yang

relaksasi,
dipakai

latihan
selama

untuk

otot,

persalinan,

mengurangi

posisi,

latihan

pernafasanyang dikerjakan saat kontraksi, sikap tubuh, mekanis tubuh.


nutrisi
zat yang dilarang selama kehamilan
tubuh kembang janin
tanda tanda persalinan, proses dan kemajuan persalinan, kenyamanan,
kemana perngi, apa yang dilakukan, apa yang dibawa ke RS, apa yang
diharapkan.
O.

TANDA TANDA BAHAYA KEHAMILAN

Ketika bidan mengikuti langkah-langkah proses manajemen kebidanan, bidan harus


waspada terhadap tanda-tanda bahaya dalam kehamilan. Tanda-tanda bahaya ini jika tidak
dilaporkan atau terdeteksi, dapat mengakibatkan kematian ibu. Pada setiap kunjungan
antenatal bidan harus mengajarkan pada ibu bagaimana mengenali tanda-tanda bahaya ini,
dan menganjurkan untuk datang ke klinik dengan segera jika ia mengalami tanda-tanda
bahaya tersebut. Enam tanda-tanda bahaya selama periode antenatal adalah :
1.

Perdarahan vagina

2.

Sakit kepala yang hebat, menetap yang tidak hilang

3.

Perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur, rabun senja)

4.

Nyeri abdomen yang hebat

5.

Bengkak pada muka atau tangan

6.

Bayi kurang bergerak seperti biasa


1. Perdarahan vagina

Jarang yang normal dalam kehamilan

Pada awal kehamilan mungkin ibu akan mengalami perdarahan sedikit


(spotting) disekitar waktu terlambat haidnya. Perdarahan ini adalah perdarahan
implantasi dan ini normal terjadi.

Dalam waktu yang lain pada kehamilan perdarahan ringan mungkin pertanda
dari serviks yang rapuh (erosi).

Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah yang merah,
perdarahan yang banyak atau perdarahan dengan nyeri (abortus, mola atau hamil
ektopik)

Pada kehamilan lanjut perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak dan
kadang-kadang tetapi tidak selalu disertai dengan rasa nyeri (plasenta previa,
abrupsio plasenta).

Tanyakan pada ibu :

Karakteristik perdarahan, kapan mulai, seberapa banyak, apa warnanya, adakah


gumpalan dan lain-lain.

Apakah ibu merasakan nyeri/sakit ketika mengalami perdarahan.

Periksa tekanan darah, suhu, nadi dan denyut jantung janin

Lakukan pemeriksaan luar, rasakan apakah perut bag.bawah lembut pada


perabaan, lakukan pemeriksaan spekulum (jika mungkin)

Jangan melakukan pada untuk perdarahan pada trimester ketiga !!!


2. Sakit kepala yang hebat
Bisa terjadi selama kehamilan dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang
normal dalam kehamilan.

Menunjukkan suatu masalah yang serius bila sakit kepala hebat yang menetap
dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang penglihatan kabur atau
berbayang gejala pre eklamsi
Tanyakan pada ibu :

Jika mengalami edema pada muka / tangan atau masalah visual

Periksa tekanan darah, protein urine, refleks dan edema/bengkak

Periksa suhu dan jika tinggi lakukan pemeriksaan darah (adanya parasit
malaria).

3. Masalah penglihatan

Karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah dalam


kehamilan.

Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah


perubahan visual mendadak misalnya pandangan kabur atau berbayang (sakit
kepala hebat gejala pre eklamsi).

Periksa tekanan darah, protein urine, refleks dan edema/bengkak.

4. Bengkak pada muka atau tangan

Bengkak yang normal biasanya muncul pada kaki di sore hari (hilang setelah
beristirahat atau meninggikan kaki).

Bengkak menjadi masalah yang serius jika muncul pada muka dan tangan, tidak
hilang setelah beristirahat dan disertai dengan keluhan fisik yang lain (gejala
anemia, gagal jantung dan pre eklamsi).

Tanya pada ibu apakah ia mengalami sakit kepala/masalah visual, periksa


adanya pembengkakan, tekanan darah, protein urine, hemoglobin dan perhatikan
tanda anemia.

5. Nyeri abdomen yang hebat

Nyeri yang hebat

Menetap

Tidak hilang setelah beristirahat


Appendisitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang panggul,

persalinan preterm, gastritis, penyakit kantong empedu, uterus yang irritable,


abrupsi plasenta, penyakit hubungan seksual, inefksi salaluran kemih atau infeksi
lain.
Tanyakan pada ibu :

Karakteristik nyeri, kapan terjadi, seberapa hebat, kapan mulai dirasakan.

Apakah mempuny.tanda/gejala lain seperti muntah, diare, demam

Ukur tekanan darah, suhu, nadi

Lakukan pemeriksaan luar, pemeriksaan dalam, raba kelembutan abdomen

Periksa protein urine

6. Bayi kurang bergerak seperti biasa

Gerakan bayi dirasakan selama bulan ke-5 atau ke-6 dan biasanya juga lebih
awal.

Bayi tidur gerakan melemah

Bayi bergerak paling sedikit 3x dlm 3 jam

Akan >mudah terasa jika berbaring/beristirahat dan jika makan serta minum
dengan baik

jika bayi sebelumnya bergerak dan sekarang tidak bergerak, tanyakan pada
ibu :

Kapan terakhir bayinya bergerak ?

Raba gerakan bayi

Dengarkan denyut jantung janin.

Sumber
Cunningham, 2006, obstetric Williams, penerbit buku kedokteran ECG, Jakarta
Hilmansyah, 2007, Hamil, Sehat, Bugar Dan Cantik, Nakita, Jakarta
Hall, 2002, Petunjuk Medis Bagi Wanita Hamil, Dellapratasa, Jakarta
Imam, 2007, Hamil, Sehat, Bugar Dan Cantik, Nakita, Jakarta
Thompson, 2004, Kehamilan Dari Pembuahan Hingga Kelahiran, Dian Rakyat, Jakarta
Winkjosastro, 2002, Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,
Jakarta