Anda di halaman 1dari 6

A.

ANALISA DATA
NO
1

TANGGAL
SeptemberData Subjektif

2009

DATA

PROBLEM
ETIOLOGI
Kerusakan Mobilitas FisikNyeri sendi di kedua lutut

Klien mengatakan nyeri saat berdiri tegak, lutut ditekuk, dan saat menggerakkan kakinya
Data Objektif
Keterbatasan ROM, langkah sempit saat jalan

Nyeri akut

SeptemberData Subjektif

2009

Agen injuri fisik

Klien mengatakan nyeri saat Data Objektif


Klien menyeringai saat menggerakkan kakinya ketika mobilisasi, terdapatnya oedem, krepitasi
dan inflamasi di kedua lutut

SeptemberData subjektif

2009

Intoleransi aktifitas
imobilisasi

Klien mengatakan sulit untuk bergerak


Data objektif
Terlihat banyak mengeluarkan keringat pasca bergerak, Terjadi peningkatan Nada dan RR pasca
aktifitas

B. Diagnosa Keperawatan
1. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri akut
2. Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri fisik
3. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan imobilisasi
C. NCP
TGL/JAM
1 September 09/

NO DP

TUJUAN
INTERVENSI
Klin dapat melaporkan tingkat nyeri, mengontrol nyeri dan tingat kenyamanan. 1. Manajemen Nyeri/ Paint management
Kriteria Hasil :
Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan manajemen Kaji secara komphrehensif tentang nyeri, meliputi: lokasi, karak
intensitas/beratnya nyeri, dan faktor-faktor presipitasi
nyeri.
Observasi isyarat-isyarat non verbal dari ketidaknyamanan, khusus
Melaporkan kebutuhan tidur dan istirahat tercukupi
secara efektif
Mampu menggunakan metode non farmakologi untuk mengurangi nyeri Berikan analgetik sesuai dengan anjuran
NOC : Mengontrol nyeri dengan indikator:
Gunakan komunikiasi terapeutik agar pasien dapat mengekspresika
Mengenal faktor-faktor penyebab nyeri, mengenal onset nyeri, melakukan

tindakan pertolongan non-analgetik, menggunakan analgetik, melaporkan gejalagejala kepada tim kesehatan, mengontrol nyeri
NOC :Menunjukan tingkat nyeri dengan Indikator:
Melaporkan nyeri, Melaporkan frekuensi nyeri, Melaporkan lamanya episode
nyeri, Mengekspresi nyeri: wajah, perubahan respirasi rate, perubahan Heart
Rate, Perubahan tekanan Darah, Perubahan ukuran Pupil, Perspirasi, Kehilangan
nafsu makan

Kaji latar belakang budaya pasien


Tentukan dampak dari ekspresi nyeri terhadap kualitas hidup: po

relationship, pekerjaan, tanggungjawab peran


Kaji pengalaman individu terhadap nyeri, keluarga dengan nyeri k
Evaluasi tentang keefektifan dari tindakan mengontrol nyeri yang
Berikan dukungan terhadap pasien dan keluarga
Berikan informasi tentang nyeri, seperti: penyebab, berapa lama ter
Kontrol faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respo
temperatur ruangan, penyinaran, dll)
Anjurkan pasien untuk memonitor sendiri nyeri
Ajarkan penggunaan teknik non-farmakologi (seperti: relaksasi, gu
panas-dingin, massase)
Evaluasi keefektifan dari tindakan mengontrol nyeri
Modifikasi tindakan mengontrol nyeri berdasarkan respon pasien
Tingkatkan tidur/istirahat yang cukup
Anjurkan pasien untuk berdiskusi tentang pengalaman nyeri secara
Beritahu dokter jika tindakan tidak berhasil atau terjadi keluhan
Informasikan kepada tim kesehatan lainnya/ anggota keluarga sa
pendekatan preventif
Monitor kenyamanan pasien terhadap manajemen nyeri
2. Pemberian Analgetik/Analgesic Administration

Tentukan lokasi nyeri, karakteristik, kualitas,dan keparahan sebelu


Berikan obat dengan prinsip 5 benar
Cek riwayat alergi obat
Libatkan pasien dalam pemilhan analgetik yang akan digunakan
Pilih analgetik secara tepat /kombinasi lebih dari satu analgetik jika
Tentukan pilihan analgetik (narkotik, non narkotik, NSAID) berdas
Monitor tanda-tanda vital, sebelum dan sesuadah pemberian analge
Monitor reaksi obat dan efeksamping obat
Dokumentasikan respon setelah pemberian analgetik dan efek sam
Manajemen Lingkungan: Kenyamanan

Pilihlah ruangan dengan lingkungan yang tepat


Batasi pengunjung
Tentukan hal hal yang menyebabkan ketidaknyamanan pasien sepe
Sediakan tempat tidur yang nyaman dan bersih
Tentukan temperatur ruangan yang paling nyaman
Hindari penyinaran langsung dengan mata
Sediakan lingkungan yang tenang
Perhatikan hygiene pasien untuk menjaga kenyamanan

3.

Atur posisi pasien yang membuat nyaman


2 september 09

3 september 09

Klien mampu melakukan gerakan yang bertujuan, ROM yang dilakukan secara 1.
aktif, kemampuan untuk berjalan dari satu tempat ke tempat lain
Kriteria hasil :
Dapat mempertahankan dan meningkatkan kekuatan dan fungsi tubuh
Klien mendemonstrasi perilaku ynag memungkinkan melakukan aktivitas 2.

Exsercise promotion : yakinkan pasien dlm melakukan aktiv


membutuhkan latihan, Bantu identifikasi program latihan yg se
mengenai latihan yg tepat sesuai kesehatan, ajarkan ttg frekuensi,
pasien mentiapkan dlm program latihan.
Perawatan bedrest : meningkatkan keamanan dan keny
ketidakmampuan klien untuk bangundari tempat tidur.
Pertahankan tempat tidur bersi dan nyaman
Ubah posisi klien untuk mencegah dekubitus
Berikan fasilitas pada klien untuk aktivitas kesukaan klien di tempa
3. Positioning : mengubah tempat klien atau tubuh klien untuk m
psikologi
4. Fall precaution : tindakan mencegah resiko injuri atau jatuh
5. Terapi latihan : ambulasi : membantu meningkatkan k
mengembalikan fungsi otonomik dan voluntari tubuh selama tindak
Kaji kemmapuan fungsional untuk mengidentifikasi kelemahan ata
Beruikan jadwal program latihan utuk aktivitas secara bertahap
Mulailah latihan dari gerakan pasif menuju aktif pada semua ekstr
Sokong ekstremitas pada posisi fungsional
Evaluasi penggunaan alat bantu untuk pengaturan posisi selama
bertahap dan beri respon positif untuk setiap pencapaian aktivitas y
Libatkan keluarga dalam program terapi
Konsultasikan dengna ahli fisioterapi secara aktif, latihan resistif d
Intoleransi aktifitas
Klien dapat mengelolaan energi aktif untuk memulai dan memelihara aktivitas sesuai1. Terapi Aktivi
energi yang dimiliki
aktivitas fisik, kog
Kriteria
evaluasi
:
menentukan rentan
(ketidakcukupan energi secara fisiologis maupun psikologis
untuk meneruskan atau menyelesaikan aktivitas yang Bertoleransi terhadap aktivitas yang biasanya dapat didemonstrasikan dengankelompok.
Kaji tanda da
daya tahan, konservasi energi,dan perawatan diri ( ADL)
diminta atau aktivitas sehari-hari (adanya respon jantung
terhadap akti
dan paru )
Mendemonstrasikan konservasi energi ditandai :
perawat dan d
b/d imobilisasi, kelemahan fisik, ketidakseimbangan
- Menyadari keterbatasan energi
suplay O2 dgn kebutuhan.
Tingkatkan pe
- Menyeimbangkan aktivitas dan istirahat
Jelaskan pula
- Tingkat daya tahan adekuat untuk aktivitas
Buat jadawal
dan berikan pe
Berikan suppo
Berikan reinf
program latiha
Kolaborasi ah
2. Pengelolaan en
Pengaturan peng
kelelahan dan m

Bantu pasie
aktivitas

Rencanakan

mempunyai en

Bantu dengan

transfer, peru
kebutuhan
Batasi rangsa
untuk mening
Bantu pasien
dan menggun
dan energi ses
Tentukan fak
kardiorespirat
respon O2 thd
Ajarkan pasie
yang akan me
Ajarkan tent
mencegah kel
Bantu pasie
aktivitas
Bantu pelaks
pasien untuk m
3. Cardiac care :
RR, N )

D. IMPLEMENTASI
TGL/JAM

NO DP
1

IMPLEMENTASI

EVALUASI

PARAF

S:
O:
A:
P:

E. EVALUASI
TGL/JAM

NO DP

EVALUASI

PARAF

DAFTAR PUSTAKA
McCloskey, Joanne & Gloria M Bulechek, 2000, Nursing Outcome Classificatian (NOC), Second Ed, New York, Mosby.
_________, 2005, Nursing Intervention Classificatian (NIC), Second Ed, New York, Mosby.
Mosby, NANDA, 2005, Panduan Diagnosa Keperawatan, Jakarta, Prima Medika