Anda di halaman 1dari 22

ANALISI

S PROFIL

Kelompok 3
Dony Saputra
Mas Uliyah
Diana Rosyida
Betty Woro Pratiwi
Tririn Delita
125090500111023
Rose Kusuma D. T.
Nur Aminah
Hafid Ardiansyah
Rohmanus Shandy

115090500111001
125090500111005
125090500111008
125090500111013

125090500111036
125090501111001
125090507111005
125090

Analisis Profil
Serangkaian
p
perlakuaan
yang
dikenakan terhadap dua populasi atau
lebih untuk mengetahui pengaruh
perlakuan yang satu dengan yang
lainnya untuk setiap populasi.

Morisson (1991):
Analisis profil merupakan suatu bagian dari
pengujian hipotesis terhadap nilai tengah dari
peubah ganda (multivariate) dengan
menggunakan prinsip grafik. Tetapi hanya dengan
melihat grafik saja tidaklah cukup, kita juga perlu
mengetahui seberapa besar arti kesejajaran
(kemiripan) dari populasi itu.

Asumsi-asumsi Analisis
Profil

1.

2.

3.

Setiap perlakuan untuk populasi yang


berbeda bersifat saling bebas satu
dengan lainnya.
Seluruh respon dari peubah-peubahnya
harus dinyatakan dengan satuan yang
sama agar dapat dibandingkan dan
dijumlahkan.
Nilai galatnya menyebar multinormal
dengan rataan 0 dan ragam .

Pertanyaan atau Hipotesis


1.

Apakah profil profil itu sejajar atau setara dengan


H0: 1I- 1I-1 = 2I-2I-1 untuk I= 2,3,4,p?

2.

Jika profil itu sejajar, apakah profile-profile itu


saling berhimpit atau setara dengan H0 : 1I =
2I untuk I= 1,2,3 p?

3.

Jika profil-profil itu saling berhimpit apakah profilprofil itu memiliki besaran yang sama atau setara
dengan H0 : 11 = 22 = = 1p = 21 = 22
= = 2p (sejajar dengan sumbu X )?

Uji Kesejajaran (Parallel Test)


Bentuk umum hipotesis:

untuk dua populasi yang menyebar normal dapat dituliskan


H01 : C1 = C2 dimana C merupakan matriks kontras
sedemikian sehingga membuat persamaan seperti pada
bentuk umum hipotesis
kesejajaran diatas

S adalah matriks koragam (Covarian) dari peubahpeubahnya.


Hipotesis nol ditolak jika nilai dari T2 > c2. Dengan nilai
dari c2 tergantung dari nilai tabel sebaran F dengan db1=
p-1 dan db2=n1 + n2 p pada ()

Uji Keberhimpitan (Coincident Test)


Bentuk Umum Hipotesis:

untuk dua populasi yang normal maka bentuk


hipotesis nolnya adalah H0 : 11 = 12

Pengujian hipotesis ini baru dapat dilakukan setelah uji pada


kesejajaran dapat di terima. Statistik uji untuk pengujian
hipotesis keberhimpitan dapat ditulis sebagai:

Hipotesis nol ditolak apabila nilai dari statistik uji T 2 > t2 n1+n22(/2) (t2 tabel)
Atau T2 > Fp-1,n1+n2-p () (F tabel)

Uji Kesamaan (Level Test)


Ketika kesejajaran dan keberhimpitan dapat diterima,
maka vektor rataan dapat diduga dengan
menggunakan n1+n2 observasi sebagai berikut:

Bentuk Hipotesis:

Atau dapat juga dituliskan sebagai H03 :


C =0

Statistik uji yang digunakan:

Hipotesis nol ditolak jika statistik uji F > F p-1,n1+n2-p () (F


tabel)

pekerja
an
1
2
1
2
1
2
1
1
2
1
1
2
1
2
1
1
2
2
1
2
1= tani

mat
35
54
31
58
35
62
39
41
68
45
47
74
51
78
57
61
88
94
71
98
2= PNS

fis
36
58
33
62
37
66
41
43
72
47
49
78
53
82
59
63
92
98
73
82

bio
38
60
34
64
38
68
42
44
74
48
50
80
54
84
60
64
76
82
74
86

Contoh Soal:
Kita akan melakukan penelitian yang
berjudul "Pengaruh Pekerjaan Orang
Tua Terhadap Nilai Ujian Matematika,
Fisika dan Biologi Siswa Kelas 6 SD A".
Terdapat 4 variabel yang diteliti:
1. Pekerjaan Orang Tua
2. Nilai Ujian Matematika
3. Nilai Ujian Fisika
4. Nilai Ujian Biologi
Pekerjaan
merupakan
variabel
independen, yang bertipe kategorik
atau skala data nominal atau
kualitatif. Terdiri dari 2 kategori: Tani
dan PNS.
Nilai
Ujian
semuanya
variabel
dependen yang bertipe numerik atau
kuantitatif
atau
skala
data
interval/Rasio.

Antara pekerjaan sebagai petani dan PNS terjadi


perbedaan yang signifikan.
Akan dilanjutkan dengan analisi profil

90
80
70

SEJAJAR
dan
TIDAK
BERHIMPIT

60
50

tani

40

pns

30
20
10
0
mat

fis

bio

Jenis
Pekerjaan

Nilai Ujian
Terendah

Tertinggi

Tani

Matematika

Biologi

PNS

Mat dan Bio

Fisika

Uji Kesejajaran Profil

Matrik kontras,
Matrik Varian kovarian,

Statistik uji: , Hipotesis nol ditolak jika nilai dari

, Terima

Beberapa nilai statistik dapat juga digunakan sebagai


dasar untuk pengambilan keputusan uji kesejajaran.
Nilai statistik tersebut antara lain: wilkslamda, pillais
trace, Hottelling-lawleytrace dan Roys greatest root.
Keempat nilai statistic tersebut dapat diperoleh
menggunakan PROC GLM pada software SAS.

Dengan menggunakan = 0.05, maka dapat disimpulkan profile


antara kelompok tersebut adalah sejajar (nilai Pr>F lebih besar
dari 0.05).
Profile antara kelompok (pekerjaan) tersebut adalah sejajar. Atau
dengan kata lain bahwa nilai ujian kedua kelompok tersebut
mengalami penambahan dan pengurangan dengan proporsi yang
sama.
Kesimpulan ini juga didukung oleh tampilan grafik diatas.
Setelah hipotesis mengenai kesejajaran diterima, maka langkah
selanjutnya adalah uji mengenai keberhimpitan.

Uji Keberhimpitan Profil

Statistik uji: , Hipotesis nol ditolak jika nilai dari

, Tolak

Uji keberhimpitan dapat juga dilihat dari hasil analisis ragam


untuk tiap-tiap mata pelajaran.

Dengan menggunakan = 0.05, maka dapat


disimpulkan profile kedua kelompok itu tidak saling
saling berhimpit(nilai Pr>F lebih kecil dari 0.05).
Hal ini menunjukkan bahwa nilai ujian matematika,
fisika dan biologi tidak sama untuk kedua jenis
pekerjaan orang tua.
Karena kedua kelompok tersebut tidak saling
berhimpit maka tidak perlu menggunakan uji
kesamaan profil

TERIMAKASIH