Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan


prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga
merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian
merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah
pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk
menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.
Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek
yang mendorong untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi
yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing.
Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu
bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha
untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan
pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi
motivasi untuk melakukan penelitian.
Karakteristik penelitian adalah memperoleh pengetahuan yang dapat
menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan atau dapat memecahkan suatu
permasalahan dengan mengkaji ketentuan mengenai metode-metode yang
digunakan

dalam

penelitian

tersebut.

Penelitian

dan

ilmu

merupakan

operasionalisasi dari metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan


ilmiah.
3.1 Teknik Pengumpulan Data
48

49

Adapun Teknik Pengumpulan Data yang ditempuh oleh penulis selama


melaksanakan penelitian adalah sebagai berikut:
3.1.1

Observasi
Observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang
sedang dilakukan. Melalui observasi penganalisis dapat memperoleh
pandangan-pandangan mengenai apa yang sebenarnya dilakukan,
melihat langsung keterkaitan diantara para pembuat keputusan di
dalam organisasi, memahami pengaruh latar belakang fisik terhadap
para pembuat keputusan, menafsirkan pesan-pesan yang dikirim oleh
pembuat keputusan lewat tata letak kantor, serta memahami pengaruh
para pembuat keputusan terhadap pembuat keputusan lainnya.
Data

yang

dikumpulkan

melalui

observasi

cenderung

mempunyai keandalan yang tinggi. Penganalisis melalui observasi


dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaanpekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk dijelaskan dengan
kata-kata. Melalui observasi, penganalisis dapat mengidentifikasikan
kegiatan-kegiatan yang tidak tepat yang telah digambarkan oleh teknik
pengumpulan data yang lain.
Berdasarkan sumber data ada yang dinamakan sumber primer
yang langsung memberikan data dan sumber sekunder yang tidak
langsung memberikan data. Pada penelitian ini penulis mengambil
sumber data primer, seperti mengambil data kelas rawat inap, data
ruangan, data kamar, dan data alur bisnis sistem langsung diberikan

50

oleh pihak instansi sebagai bahan referensi yang sangat penting agar
bisa diolah pada sebuah aplikasi perangkat lunak.
3.1.2

Studi Pustaka
Penulis mengambil landasan teori-teori dari buku-buku ilmiah,
jurnal, dan website yang credible serta kajian-kajian pustaka lainnya.
Ketika mengambil definisi sistem, analisis, perancangan, pemodelan
berorientasi objek, dan teori aplikasi yang digunakan langsung
mengambil pengertiannya dari buku ilmiah yang bertemakan teknologi
dan informasi, dan mengutip beberapa definisi dari buku-buku yang
ada di perpustakaan kampus.
Kemudian penulis mengambil beberapa definisi aplikasi sistem
yang dibahas dari website seperti Wikipedia, URL Ilmu Komputer, dan
lain-lain. Selain itu, juga mengambil sebagian referensi kode program
dari contoh program yang sudah jadi.

3.2 Metode Pengembangan Perangkat Lunak


Pengembangan perangkat lunak dapat diartikan sebagai proses
membuat suatu perangkat lunak baru untuk menggantikan perangkat
lunak lama secara keseluruhan atau memperbaiki perangkat lunak yang
telah ada. Agar lebih cepat dan tepat dalam mendeskripsikan solusi dan
mengembangkan perangkat lunak, juga hasilnya mudah dikembangkan
dan dipelihara, maka pengembangan perangkat lunak memerlukan
suatu metodologi khusus. (Rogers S. Pressman, 2002:28).
Adapun metode pengembangan perangkat lunak yang penulis
gunakan adalah metode Waterfall (Air Terjun).

51

Gambar 3.1 Metode Pengembangan Waterfal


Sumber : Jogiyanto H.M (2010:59)
3.2.1

Tahapan-Tahapan Waterfall
Adapun tahapan-tahapan yang ada dalam metode pengembangan
waterfall adalah sebagai berikut:
1. Requirement
definition

(Analisis

Kebutuhan

dan

pendefinisiannya)
Pengumpulan kebutuhan dengan fokus pada perangkat
lunak, yang meliputi: Domain informasi, fungsi yang
dibutuhkan, unjuk kerja/performansi dan antar muka. Hasilnya
harus didokumentasi dan di review ke pelanggan.
Pada perangkat lunak yang akan dikembangkan ini
penulis menganalisis kebutuhan yang harus dipenuhi untuk
mengembangkan aplikasi rawat inap, diantaranya harus ada
master data dokter, data kelas, data ruangan, data kamar, data
perusahaan penanggung jawab, kategori pasien dan user.
Supaya pengolahan data rawat inap bisa terlaksana dengan

52

baik, maka data-data master tersebut harus disimpan dalam


sebuah manajemen database yang baik pula.
2. System and Software Design (Perancangan perangkat lunak
dan sistem)
Fokus pada 4 hal : desain database, arsitektur PL, interface,
dan algoritma prosedural. Proses desain menerjemahkan
kebutuhan ke dalam representasi PL sebelum dimulai coding.
Pada tahap ini penulis mendesain interface dari perangkat
lunak rawat inap yang akan dikembangkan. Dan juga
merancang database dan tabel yang di butuhkan oleh perangkat
lunak yang akan di kembangkan.
3. Implementation and unit testing (Implementasi dan unit
testing)
Menerjemahkan desain ke dalam bahasa yang dimengerti
mesin. Setelah kode program selesai testing dapat dilakukan.
Proses pengujian berfokus pada logika internal perangkat lunak
serta memastikan apakah hasil yang diinginkan tercapai atau
tidak.
Pada tahap ini penulis melakukan coding pada setiap
interface yang telah dirancang pada tahap sebelumnya dan
memastikan bahwa perangkat lunak yang telah di coding
berfungsi dengan baik.
4. Integration and system Testing (Integrasi dan pengujian
sistem)

53

Menyambungkan seluruh modul yang ada dalam setiap unit


dan Tahap pengujian dilakukan terhadap perangkat lunak yang
telah dibangun. Testing memfokuskan pada logika internal dari
perangkat lunak, fungsi eksternal dan mencari segala
kemungkinan kesalahan dan memriksa apakah sesuai dengan
hasil yang diinginkan.
Pada tahap ini penulis menghubungkan semua modul yang
telah dirancang agar dapat menjadi sebuah sistem yang
bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja
dari karyawan RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat.
5. Operation and maintenance (Pengoperasian dan perawatan)
Merupakan bagian paling akhir dari siklus pengembangan
dan

dilakukan

setelah

perangkat

lunak

dipergunakan.

Pemeliharaan perangkat lunak mengaplikasikan lagi Setiap fase


program sebelumnya dan tidak membuat yang baru.
Pada tahap ini penulis melakukan perawatan dengan cara
memeriksa setiap fungsi dari sistem secara rutin agar sistem
yang di bangun tetap pada fungsi yang seharusnya.