Anda di halaman 1dari 5

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

REPUBLIK INDONESIA
SALINAN
KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
NOMOR : KEP-22/M.EKON/10/2009

TENTANG

KOMITE KEBIJAKAN PENJAMINAN KREDIT/PEMBIAYAAN


KEPADA USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH, DAN KOPERASI

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka peningkatan akses pembiayaan dan


mengembangkan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi
untuk penanggulangan/pengentasan kemiskinan dan perluasan
kesempatan kerja, telah ditandatangani Nota Kesepahaman
Bersama (Memorandum of Understanding) antara Departemen
Keuangan Republik Indonesia, Departemen Pertanian Republik
Indonesia, Departemen Kehutanan Republik Indonesia,
Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia,
Departemen Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian
Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik
Indonesia, dengan Perusahaan Umum (Perum) Sarana
Pengembangan Usaha, PT. (Persero) Asuransi Kredit Indonesia dan
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Mandiri
(Persero) Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank
Tabungan Negara (Persero), PT. Bank Bukopin Tbk, PT. Bank
Syariah Mandiri tentang Penjaminan Kredit/Pembiayaan Kepada
Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi pada tanggal 9
Oktober 2007 sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden
Nomor 6 Tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan
Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah,

b. bahwa untuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Nota


Kesepahaman Bersama sebagaimana dimaksud huruf a,
dilaksanakan oleh suatu Komite;

c. bahwa ...
MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
-2-
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian tentang Komite Kebijakan
Penjaminan Kredit/Pembiayaan Kepada Usaha Mikro, Kecil,
Menengah, dan Koperasi;

Mengingat : 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005


Tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara
Republik Indonesia, sebagaimana terakhir diubah dengan
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008;

2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005


Tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara
Republik Indonesia, sebagaimana terakhir diubah dengan
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2008;
3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun
2004 sebagaimana diubah dengan Keputusan Presiden Nomor
31/P Tahun 2007;

4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 58/M Tahun


2008;

5. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian


Nomor_:_PER-03/M.EKON/07/2007 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN


TENTANG KOMITE KEBIJAKAN PENJAMINAN KREDIT/PEMBIAYAAN
KEPADA USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH, DAN KOPERASI.

PERTAMA ...
MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
-3-
PERTAMA : Membentuk Komite Kebijakan Penjaminan Kredit/Pembiayaan Kepada
Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi, yang selanjutnya
disebut Komite dengan susunan keanggotaan sebagai berikut:

Ketua : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;


Anggota : 1. Menteri Keuangan;
2. Menteri Perindustrian;
3. Menteri Pertanian;
4. Menteri Kelautan dan Perikanan;
5. Menteri Kehutanan;
6. Menteri Perdagangan;
7. Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah;
8. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara;
9. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan
Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional;
10. Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan.

KEDUA : Disamping susunan keanggotaan sebagaimana dimaksud dalam


Diktum PERTAMA, Komite juga meliputi mitra kerja (counterpart)
dengan Gubernur Bank Indonesia.

KETIGA : Komite sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA


mempunyai tugas:
1. merumuskan dan menetapkan kebijakan, program, dan rencana
kerja, serta langkah-langkah dalam rangka pelaksanaan
penjaminan kredit/pembiayaan kepada usaha mikro, kecil,
menengah, dan koperasi;

2. melakukan ...
MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
-4-
2. melakukan evaluasi pelaksanaan Nota Kesepahaman Bersama
tentang Penjaminan Kredit/Pembiayaan Kepada Usaha Mikro,
Kecil, Menengah, dan Koperasi; dan
3. menetapkan langkah-langkah strategis untuk penyelesaian
permasalahan dalam pelaksanaan penjaminan
kredit/pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan
koperasi.

KEEMPAT : a. Pelaksanaan tugas Komite sebagaimana dimaksud dalam Diktum


PERTAMA, dibantu oleh Tim Pelaksana.

b. Tim Pelaksana sebagaimana dimaksud pada huruf a, diketuai


oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan,
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

c. Tugas dan susunan keanggotaan Tim Pelaksana sebagaimana


dimaksud pada huruf a, ditetapkan oleh Deputi Bidang
Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana.

KELIMA : Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Keputusan


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini ditetapkan oleh
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan,
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim
Pelaksana.

KEENAM : Masa kerja Komite terhitung sejak 2 Januari 2009 sampai dengan
31 Desember 2014.

KETUJUH : Segala biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas Komite


dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

KEDELAPAN ...
MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
-5-

KEDELAPAN : Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini mulai


berlaku pada tanggal ditetapkan dan berlaku surut sejak tanggal 2
Januari 2009.

Salinan sesuai dengan aslinya


Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 2 Oktober 2009
PLT. MENTERI KOORDINATOR
BIDANG PEREKONOMIAN,

ttd.

SRI MULYANI INDRAWATI