Anda di halaman 1dari 8

PRINSIP DASAR GEOLOGI STRUKTUR

IV
MEKANISME PEMBENTUKAN
REKAHAN DAN PATAHAN
KONSEP DASAR
Kondisi dan mekanisme pembentukan rekahan (fracture) dapat dipelajari
dari hasil percobaan deformasi batuan di laboratorium. Tujuan dalam
melakukan percobaan ini adalah untuk mendapatkan suatu batasan atau
hukum pembentukan rekahan. Percobaan laboratorium pada umumnya
dilakukan dalam dua sistem uji, yaitu : (i) uji tensile strength dan (ii) uji
compressive strength (Gambar 4.1). Hasil dari percobaan ini dituangkan dalam
diagram Mohr agar dapat lebih mudah untuk dimengerti secara grafis.
Percobaan dilakukan dalam berbagai kondisi, dan data nilai titik pecahnya
batuan (point of failure) dicatat dan digabungkan dalam sebuah diagram
Mohr sehingga membentuk amplop (envelope of failure). Garis amplop
menunjukkan batasan antara daerah stabil dan daerah tidak stabil untuk
jenis batuan tertentu (Gambar 4.2).

Gambar 4.1. Cara pengujian deformasi batuan untuk (A) tensile strength dan
(B) compressive strenght (Davis dan Reynolds, 1996).
Lab. Geodinamik Program Studi Teknik Geologi

Pembentukan Fracture dan Patahan - 72

PRINSIP DASAR GEOLOGI STRUKTUR

Gambar 4.2. A. Diagram Mohr untuk mentukan keadaan stress, tanda


bintang menunjukkan harga dimana batuan akan pecah.
B. Data uji deformasi batuan pada beberapa kondisi differential
stress diplot pada diagram Mohr sehingga didapatkan batas
pecah (failure envelope).
(Davis dan Reynolds, 1996).

Lab. Geodinamik Program Studi Teknik Geologi

Pembentukan Fracture dan Patahan - 73

PRINSIP DASAR GEOLOGI STRUKTUR

Percobaan dari deformasi brittle menghasilkan dua jenis fractures ; extension


fracture (Mode I) dan shear fracture (Mode II). Dimana kedua jenis fracture
ini berbeda dalam hal relatif orientasi bidangnya terhadap sumbu utama
stress minimum (3) dan sejajar terhadap sumbu utama stress (1) serta
pergerakannya relatif normal terhadap bidang permukaan fracture.
Extension fracture adalah tension fracture apabila stress minimum (3)
bersifat tensile seperti dalam kasus uniaxial tension. Shear fracture terbentuk
dalam regim kompresi dengan sudut lebih kecil dari 45 terhadap sumbu
utama stress (1), serta pergerakannya relatif sejajar terhadap permukaan
fracture.
Kriteria untuk Tension Fractures
Tensile fracture terjadi apabila stress dalam hal ini tensile (stress negatif atau
3) melewati atau sama dengan kekuatan regangan atau tensile strength (T0)
dari material dalam hal ini batuan. Dalam diagram Mohr daerah stabil dan
tidak stabil untuk tensile fracture disebut sebagai tension fracture envelope
(Gambar 4.3). Amplop (fracture envelope) ini diwakili oleh garis yang tegak
lurus n (normal stress) dititik T0 yang secara matematis digambarkan
sebagai berikut :
n = T0
Dimana n adalah harga normal stress kritis yang diperlukan untuk
membuat fracture. Dalam uniaxial tension n adalah 3. Jadi dapat
dikatakan dari persamaan diatas bahwa batuan akan pecah dalam bentuk
fracture Mode I (extension) apabila harga stress utama terkecil (least
principal stress) sama atau lebih besar dari kekuatan tensile (T0) dari batuan
tersebut.
Apabila dalam percobaan triaxial test ini dilakukan kombinasi test tension
dan kompresi pada sample batuan, maka akan didapatkan kondisi fracture
spesifik yang disebut sebagai amplop parabola pecahnya batuan (parabolic
failure envelope). Hasil experiment dengan merubah kondisi tekanan
(confining pressure) dapatkan bahwa tensile fracture terjadi pada harga
confining pressure (1) maksimum 3T0. Tetapi apabila harga confining
pressure (1) berkisar 3T0 dan 5T0 maka batuan akan pecah secara
kombinasi extension dan shear (Gambar 4.4). Respon ini dikenal sebagai
kondisi tensile transisi atau transitional tensile behavior (Suppe, 1985).

Lab. Geodinamik Program Studi Teknik Geologi

Pembentukan Fracture dan Patahan - 74

PRINSIP DASAR GEOLOGI STRUKTUR

Gambar 4.3. Lingkaran Mohr yang menunjukkan percobaan tensile strength.


Tensile stress, sejajar sumbu contoh batuan, semakin besar sampai pada
batas dan pecah.

Gambar 4.4. Lingkaran Mohr menunjukkan harga confining pressure 3 kali


lebih besar dan lebih kecil 5 kali dari pada tensile strength. B. Gambaran
deformasi yang membentuk rekahan berpasangan, sebagian bersifat tensile
dan sebagian shear, membentuk sudut lancip (320).
Geometri dan posisi parabola dari amplop fracture dapat dinyatakan dengan
persamaan matematis yang dikenal dengan the Griffith law of failur yang

Lab. Geodinamik Program Studi Teknik Geologi

Pembentukan Fracture dan Patahan - 75

PRINSIP DASAR GEOLOGI STRUKTUR

menggambarkan kondisi daerah transisi. Dimana persamaannya adalah


sebagai berikut :
c = 4T0N - T02
c = harga shear stress kritis yang diperlukan untuk pecah (patah)
T0 = kekuatan tensile
N = normal stress
Kriteria untuk Shear Fractures
Shear fracture terbentuk dalam kondisi kompresi, untuk mengamati
pembentukannya percobaan deformasi batuan di laboratorium dilakukan
secara kompresi. Dimana conto batuan ditekan/kompresi (1) pada harga
confining pressure (3) yang berbeda-beda. Hasil percobaan diamati secara
grafis dengan menggunakan diagram Mohr (Gambar).
Hukum Fracture Coulomb
Hukum Coulomb adalah hukum pecahnya batuan dalam kondisi kompresi
yang didasarkan pada model mekanika dinamis yang dikembangkan oleh
Coulomb (1773) dan Mohr (1900). Hukum ini menggambarkan hubungan
linear antara ketinggian dan lereng/kecuraman dari amplop fracture untuk
batuan dalam kompresi (Gambar 4.5).
c = 0 + tan (0)
Dimana
c
= harga shear stress kritis yang diperlukan untuk pecah
(patah)
0
= cohesive strength

= sudut geser dalam (angle internal friction)


tan = coefficient of internal friction
N
= normal stress
Hukum Coulomb untuk fracture dapat digunakan untuk meramal kondisi
dimana suatu shear fracture akan terbentuk dalam kompresi.
Untuk deformasi pada kondisi tekanan batuan yang tinggi (high confining
pressure) Hukum Coulomb tidak berlaku karena pada kondisi ini batuan
tidak bersifat brittle lagi tetapi lebih bersifat ductile. Hukum yang
menggambarkan kondisi deformasi diatas batas brittle-ductile adalah criteria
von Mises (Gambar 4.6)
Apabila pada batuan sudah terdapat fracture sebelumnya (preexisting
fractures), patahnya batuan tidak dikontrol oleh harga kohesi maupun

Lab. Geodinamik Program Studi Teknik Geologi

Pembentukan Fracture dan Patahan - 76

PRINSIP DASAR GEOLOGI STRUKTUR

kekuatan batuan tetapi oleh daya tahan geser (frictional resistance) dari
rekahan-rekahan yang ada. Hukum yang menggambarkan kondisi dimana
fracture yang ada dalam batuan akan bergerak adalah Byerlees Law yaitu
modifikasi dari hukum Coulomb, dimana fungsi kohesinya dihilangkan
sehingga persamaan menjadi
c = tan (0)
Hukum ini menyatakan bahwa stress kritis yang menyebabkan reaktifasi
dari fracture yang telah ada sama dengan koefisien dari daya geser dikalikan
dengan normal stress yang bekerja pada permukaan fracture. Batuan akan
pecah pada arah fracture yang telah ada hanya apabila fracture tersebut
mempunyai orientasi, dimana hal ini dapat dengan jelas digambarkan dalam
diagram Mohr (Gambar 4.7).

Gambar 4.5. Hukum pecahnya batuan dari Coulomb, nilai kritis shear stress
yang diperlukan untuk memecahkan batuan adalah sebanding dengan
cohesive strength ditambah faktor normal stress dan koefisien geser batuan.

Lab. Geodinamik Program Studi Teknik Geologi

Pembentukan Fracture dan Patahan - 77

PRINSIP DASAR GEOLOGI STRUKTUR

Gambar 4.6. Gambaran yang menunjukkan confining pressure yang tinggi,


kriteria pecah Coulomb tidak berlaku, deformasi berubah menjadi ductile.

Lab. Geodinamik Program Studi Teknik Geologi

Pembentukan Fracture dan Patahan - 78

PRINSIP DASAR GEOLOGI STRUKTUR

Gambar 4.7. Diagram Mohr yang menunjukkan batas pecah Coulomb dan
sliding friction. (A) Perbedaan stress cukup besar untuk menyentuh batas
sliding friction. Apabila rekahan yang sudah ada sebelumnya mempunyai
sudut 250 terhadap arah tegasan utama, rekahan akan bergeser dan batuan
akan pecah. (C) Bila diasumsikan batuan tidak pecah dengan penambahan
stress deferensial, jumlah rekahan (pada interval di gambar kanan atas) yang
cenderung bergeser makin banyak. (D) Bila diasumsikan dengan stress
diperbesar dan batuan tidak pecah, maka lingkaran stress akan memotong
batas pecah Mohr, maka batuan akan pecah melalui rekahan gerus (shear
fractures) dengan sudut terhadap tegasan utama yang lebih kecil (300), tidak
pernah melampaui interval rekahan yang sudah ada (7.50 420).

Lab. Geodinamik Program Studi Teknik Geologi

Pembentukan Fracture dan Patahan - 79