Anda di halaman 1dari 5

KAJIAN TEORITIK DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

NAMA
NIM
MATA KULIAH
PENGAMPU

: FLORENTINA R PASARIBU
: RSA1C412014
: METODOLOGI PENELITIAN
: Dr. EVITA ANGREREINI. M.Si

Jurnal PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MODEL PROBLEM


BASED LEARNING PADA POKOK BAHASAN PENCEMARAN LINGKUNGAN
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI
GRUJUGAN BONDOWOSO
Lemahnya proses pembelajaran membueat senmangat dan dorongan diri anak juga
menjadi kurang. Akibatnya dalam pembelajaran, anak kurang didorong unutk mengembangkan
kemampuan berpikirnya. Guru, sebagai tenaga pengajar dituntut harus mampu untuk
mengembangkan RPP. Salah satu yang merupakan elemen dari RPP adalah sumber belajar.
Bebrbagai topic dan materi pebmelajaran biologi sangat menuntut siswa untuk berpikir
kritis sehingga dapat memecahkan masalah yang muncul pada kenadaan sebenarnya. Sehingga
model pembelajaran yang berorientasi untuk pengembangan keterampilan berpikir sangat
dibutuhkan untuk dikembangkan yaitu Model Problem Based Learning.
Analisis deskriptif : data diperoleh dari validator, bersifat deskriptif berupa saran dan
komentar. Data diolah dengan rumus :

Kerangka berpikir penelitian : penelitian dilakukan

dengan mengembangkan suatu

produk baru atau penyempurnaan produk yang telah ada sebelumnya (Research and
Development). Penelitian mengacu pada pengembangan bahan ajar 4-D (four-D model) yang
melibatkan analisis materi dan analisis tugas dalam menentukan tujuan pembelajaran.model 4-D
dalam penelititan dilakukan dengan tahap :
1.
2.
3.
4.

Tahap pendefinisian (define)


Tahap perencanaan (design)
Tahap pengembangan (develop)
Tahap penyebaran (disseminate)

Skripsi PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS


KEARIFAN LOKAL DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI UNTUK SMA/MA
KELAS X MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI
Hutan merupakan kawasan yang memiliki sumber keanekaragaman hayati yang sangat
besar. Keanekragaman hayati di Gunung Merapi mempunyai nilai keragaman yang sangat tinggi,
dan banyak spesies yang sudah masuk daftar hewan yang harus dilindungi. Kawasan TNGM
juga telah menciptakan peran ekosistem yang beasar bagi masyarakat sekitar. Masyarakat
berkembang namun tetap menjaga kelestarian kearifan local mereka untuk menjaga dan
melestarikan lingkungan.
Aktivitas masyarakat tidak begitu beragam di sekitar TNGM. Namun,dunia pendidikan
dan

aktivitas berbagai aktivitasnya tidak dapat lepas dari kehidupan masyarakat. Proses

pembelajaran adalah suatu aktivitas yang melibatkan sesorang dengan tujuan untuk mendapatkan
ilmu pengetahuan, keterampilan dan nilai nilai positif melalui pemanfaatan sumber belajar.
Sumber belajar diperoleh dari apa saja. Lingkungan dan kawasan TNGM menjadi sumber belajar
yang besar dan melimpah khususnya untuk materi keanekaragaman hayati di sekolah sekolah.
Besarnya peran kearifan local untuk menjaga kelestarian lingkungan dapat dikembangkan
dan dijadikan sebagai sumber belajar. Berbagai materi dan sumber belajar dapat dikembangkan
menjadi sumber pembelajaran sehingga dapat menjadi salah satu materi yang dapat diajarkan
untuk pembelajaran biologi, pokok bahasan keanekaragaman hayati.
Analisis deskriptif : penelitian merupakan penelitian pengembangan (research and
development). Penelitian dilakukan dengan spesifikassi produk berupa modul pembelajaran
biologiberbasis kearifan local di TNGM yang berisi materi keanekaragaman hayati untuk
SMA/MA. Modul berupa media cetak yang dapat digunakan sebagai bahan ajar.

Thesis PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM BERBASIS MASYARAKAT


DALAM UPAYA KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI
Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dilakukan untuk mengatur hubungan timbal
balik antara sumber daya alam dalam DAS dan manusia agar terwujud kelestarian ekosistem
serta menjamin keberlanjutan manfaat sumber daya alam tersebut bagi manusia. Artinya, setiap
bentuk pemanfaatan sumber daya alam dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek
kelestarian DAS. Dengan demikian manusia dapat memperoleh manfaat sumber daya alam dan
jasa lingkungan secara berkelanjutan dari generasi ke generasi. Jaminan keberlanjutan DAS
tersebut dapat tercapai apabila setiap aktivitas pengelolaan dijalankan berdasarkan prinsip
kelestarian yang memadukan keseimbangan antara produktivitas dan konservasi untuk mencapai
tujuan pengelolaan DAS sebagai berikut:
(1) meningkatkan stabilitas tata air
(2) meningkatkan stabilitas tanah, termasuk mengendalikan proses degradasi lahan,
(3) meningkatkan pendapatan petani, dan
(4) meningkatkan perilaku masyarakat ke arah kegiatan konservasi yang mengendalikan aliran
permukaan dan banjir.
Analisis deskriptif : penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini
memerlukan data tentang pengelolaan sumber daya alam yang direncanakan dan dilakukan oleh
masyarakat. Artinya informasi yang diperlukan dalam bentuk deskripsi yang berperspektif emik,
yaitu berupa cerita rinci atau uraian detail yang diungkapkan oleh narasumber berdasarkan
bahasa dan pandangan narasumber. Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari
masyarakat Desa Keseneng yang terlibat atau mengetahui pengelolaan sumber daya alam serta
pihak luar yang terkait. Sedang data sekunder diperoleh dari dokumentasi berupa data dokumen
terkait kelembagaan, desa, kecamatan, kabupaten dan organisasi. Penelitian ini menggunakan
analisis data deskriptif kualitatif. Secara garis besar analisis dibagi dalam tiga kegiatan yang
dilakukan secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Analisis data dilakukan secara terus-menerus mulai saat penyusunan konseptual penelitian, saat
pengumpulan data di lapangan dan sesudahnya.

Kerangka berpikir penelitian :