Anda di halaman 1dari 18

Koagulasi Flokulasi

Apa itu Flokulasi Koagulasi?


Koagulasi adalah peristiwa pembentukan atau pengumpulan partikel partikel
kecil dengan menggunakan zat koagulan. Biasanya proses koagulasi
berlangsung selama 1 3 menit
Flokulasi adalah proses penggabungan inti flok menjadi flok-flok yang lebih
besar karena adanya penambahan flokulan (bahan kimia) sehingga berat jenis
dari flok-flok meningkat dan dapat mengendap dengan sendirinya.
Mikroflok yang terbentuk pada saat proses flokulasi sebagai akibat penetralan
muatan, dimana akan saling bertumbukan dengan adanya pengadukan lambat
dan menghasilkan flik berukuran besar.
Bahan Bahan Koagulan dan Flokulan:
-

Tawas/Alum

Na- Aluminat

Poly Aluminium Chloride (PAC)

Perbedaan proses Koagulasi dg Flokulasi


Koagulasi:
- Destabilisasi pertikel koloid
- Penambahan bahan kimia (koagulan: Misal: Tawas)
- Dilakukan pengadukan cepat (rapid mixing) selama 30 -90 detik
- Proses berlangsung secara hidrolis (terjunan/hidrolik jump) atau secara
mekanis (penggunaan batang pengaduk)
Flokulasi:
- Pembentukan dan pembesaran flok
- Dilakukan pengadukan lambat (slow mixig) selama 15 30 menit
- Proses berlangsung secara pneumatic, mekanis, hidrolik
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Proses Koagulasi Flokulasi
- Dosis koagulan
- Jenis Koagulan
- pH
- Suhu

Beberapa daya yang menyebabkan stabilitas


koloid
Gaya Elektrostatik, yaitu gaya tolak menolak
terjadi jika koloid koloid mempunyai muatan
yang sejenis.
Bergabung dengan molekul air ( reaksi Hidrasi )
Stabilisasi yang disebabkan oleh molekul besar
yang diadsorpsi pada permukaan.
Suspensi atau koloid bisa dikatakan stabil jika
semua gaya tolak menolak antar partikel lebih
besar daripada gaya tarik massa, sehingga dalam
waktu tertentu tidak terjadi agregasi. Untuk
menghilangkan kondisi stabil tersebut, maka
harus merubah gaya interaksi diantara koloid
dengan pembubuhan bahan kimia ( sebagai
donor muatan ) supaya gaya tarik menarik
menjadi lebih besar.

Koagulan
adalah zat kimia yang menyebabkan
destabilisasi muatan negatif partikel
di dalam suspensi
Zat ini merupakan donor muatan
positip yang digunakan untuk
mendestabilisasi muatan negatip
partikel.
pengolahan air sering dipakai garam
dari Aluminium, Al (III) atau garam
besi (II) dan besi (III).

The three main types of


coagulants
inorganic electrolytes (such as alum,
lime, ferric chloride, and ferrous
sulfate),
organic polymers, and
synthetic polyelectrolytes with
anionic or cationic functional groups.

Koagulan yang umum digunakan pada


pengolahan air

:
NAMA
OPTIMUM

FORMULA

BENTUK

REAKSI

DENGAN AIR

Aluminium sulfat,
Alum sulfat, Alum,
Salum Al2(SO4)3.xH2O
7,8
Sodium aluminat

x = 14,16,18 Bongkah, bubuk


NaAlO2 atau
Na2Al2O4 Bubuk

Polyaluminium
Chloride, PAC Aln(OH)mCl3n-m

pH

Asam
Basa

Cairan, bubuk Asam

Ferri sulfat Fe2(SO4)3.9H2O Kristal halus


Ferri kloridaFeCl3.6H2O Bongkah, cairan
Ferro sulfat FeSO4.7H2O
Kristal halus

Asam
Asam
Asam

6,0
6,0 7,8
6,0 7,8

49
49
> 8,5

Alum/Tawas
Tawas/Alum adalah sejenis koagulan
dengan rumus kimia Al2S04 11 H2O atau 14
H2O atau 18 H2O umumnya yang
digunakan adalah 18 H2O. Semakin banyak
ikatan molekul hidrat maka semakin
banyak ion lawan yang nantinya akan
ditangkap akan tetapi umumnya tidak
stabil.
Pd pH < 7 terbentuk Al ( OH )2+,
Al ( OH )2 4+, Al2 ( OH )2 4+. Pada pH > 7
terbentuk Al ( OH )-4. Flok flok Al ( OH )3
mengendap berwarna putih.
Reaksi alum dalam larutan dapat

PAC ( Poly Aluminium


Chloride )
Senyawa Al yang lain yang penting
untuk koagulasi adalah
Polyaluminium chloride (PAC),
Aln(OH)mCl3n-m.
PAC adalah suatu persenyawaan
anorganik komplek, ion hidroksil
serta ion alumunium bertarap
klorinasi yang berlainan sebagai
pembentuk polynuclear).

keunggulan yang dimiliki PAC


dibanding koagulan lainnya
adalah
1. PAC dapat bekerja di tingkat pH yang lebih luas, dengan
demikian tidak diperlukan pengoreksian terhadap pH,
terkecuali bagi air tertentu.
2.Kandungan belerang dengan dosis cukup akan
mengoksidasi senyawa karboksilat rantai siklik membentuk
alifatik dan gugusan rantai hidrokarbon yang lebih pendek
dan sederhana sehingga mudah untuk diikat membentuk
flok.
3. Kadar khlorida yang optimal dalam fasa cair yang
bermuatan negatif akan cepat bereaksi dan merusak
ikatan zat organik terutama ikatan karbon nitrogen yang
umumnya dalam truktur ekuatik membentuk suatau
makromolekul terutama gugusan protein, amina, amida
dan penyusun minyak dan lipida.

4. PAC tidak menjadi keruh bila pemakaiannya berlebihan,


sedangkan koagulan yang lain (seperti alumunium sulfat, besi
klorida dan fero sulfat) bila dosis berlebihan bagi air yang
mempunyai kekeruhan yang rendah akan bertambah keruh. Jika
digambarkan dengan suatu grafik untuk PAC adalah membentuk
garis linier artinya jika dosis berlebih maka akan didapatkan hasil
kekeruhan yang relatif sama dengan dosis optimum sehingga
penghematan bahan kimia dapat dilakukan. Sedangkan untuk
koagulan selain PAC memberikan grafik parabola terbuka artinya
jika kelebihan atau kekurangan dosis akan menaikkan kekeruhan
hasil akhir, hal ini perlu ketepatan dosis.
5.PAC mengandung suatu polimer khusus dengan struktur
polielektrolite yang dapat mengurangi atau tidak perlu sama sekali
dalam pemakaian bahan pembantu, ini berarti disamping
penyederhanaan juga penghematan untuk penjernihan air.
6.Kandungan basa yang cukup akan menambah gugus hidroksil
dalam air sehingga penurunan pH tidak terlalu ekstrim sehingga
penghematan dalam penggunaan bahan untuk netralisasi dapat
dilakukan.
7.PAC lebih cepat membentuk flok daripada koagulan biasa ini
diakibatkan dari gugus aktif aluminat yang bekerja efektif dalam
mengikat koloid yang ikatan ini diperkuat dengan rantai polimer
dari gugus polielektrolite sehingga gumpalan floknya menjadi lebih
padat, penambahan gugus hidroksil kedalam rantai koloid yang
hidrofobik akan menambah berat molekul, dengan demikian
walaupun ukuran kolam pengendapan lebih kecil atau terjadi overload bagi instalasi yang ada, kapasitas produksi

Feri khlorida:
Reaksi :
2FeCl3 + 3 Ca(CO3)2 - 2Fe(oh)3 +
3CaCl3 + 6CO3
Jika alkalinitas alami tidak cukup
maka harus ditambahkan alkalinitas.
Biasanya pH optimum yang didapat
berkisar 4 12.

Aluminum Chlorohydrate
(ACH)
larutan polyaluminum hydroxychloride
dengan konsentrasi tinggi. ACH
mempunyai kadar aluminat (Al2O3) 23%
dengan basicity 83%. ACH merupakan
alumunium terpolimerisasi tinggi, garam
alum/ alumunium khlorida, dan produk
aluminium lainnya dengan muatan positif
(kation). Daya kerja koagulasinya pada pH
diatas 9,5 dengan dosis yang lebih rendah
disbanding dengan koagulan garam logam
lainnya.

Mekanisme Proses Koagulasi - Flokulasi

Percobaan Koagulasi _ Flokulasi