Anda di halaman 1dari 19

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA


MODEL PEMBELAJARAN_ SIKLUS BELAJAR

Oleh :
I GUSTI PUTU RAI PRIAWIGUNA (0913041010)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA

2010
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah

: SMA Negeri 1 Negara

Mata Pelajaran

: Biologi

Kelas / Semester

: XI IA1 / II (Genap)

Alokasi Waktu : 1 x 45 menit


I. Standar Kompetensi:
I.1 Siswa dapat memahami sistem reproduksi manusia.
II. Kompetensi Dasar:
2.1 Mengaitkan struktur, fungsi, proses, dan kelainan/penyakit yang dapat
terjadi pada sistem reproduksi manusia.
III.

Indikator :
3.1 Mendeskripsikan pengertian sistem reproduksi manusia.
3.2 Menyebutkan organ - organ reproduksi manusia serta fungsinya.
3.3 Menjelaskan tentang fertilisasi dan kehamilan serta proses terjadi
kehamilan.
3.4 Menyebutkan kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi
manusia.

IV. Tujuan Pembelajaran


4.1 Siswa mampu mendeskripsikan pengertian sistem reproduksi manusia.
4.2 Siswa mampu menyebutkan organ reproduksi manusia serta fungsinya.
4.3 Siswa mampu menjelaskan proses terjadinya fertilisasi serta kehamilan.
4.4 Siswa mampu menyebutkan kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada
sistem reproduksi manusia.

V. Materi pelajaran :
A. Pengertian sistem Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi adalah suatu proses untuk menghasilkan keturunan yang
baru. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan
jenisnya agar tidak punah. Pada mananusia untuk mengahasilkan keturunan

yang baru diawali dengan peristiwa fertilisasi. Sehingga dengan demikian


reproduksi pada manusia dilakukan dengan cara generative atau sexual.
B. Organ Reproduksi Manusia
Organ Reproduksi Pria

Kantung Kemih

Vesikula seminalis

Vas Deferens
Tulang Kemaluan

Prostat

Penis
Glans Penis

Skrotum

Epididimis

Testis

Gambar : organ reproduksi pria


Organ reproduksi pria dibedakan menjadi alat kelamin luar dan alat
kelamin dalam.
Alat kelamin luar terdiri dari :
1. Penis merupakan organ kopulasi yaitu hubungan antara alat
kelamin jantan dan betina untuk memindahkan semen ke dalam
organ reproduksi betina. Penis diselimuti oleh selaput tipis yang
nantinya akan dioperasi pada saat dikhitan/sunat.
2. Scrotum merupakan selaput pembungkus testis yang merupakan
pelindung testis serta mengatur suhu yang sesuai bagi spermatozoa.
Alat kelamin dalam terdiri dari :
1. Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan
akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormone testosterone.
Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut tubulus
seminiferus. Panjang tubulus seminiferus bisa mencapai 250 meter
2. Saluran Reproduksi

a) Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang


keluar dari testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma
sementara dan mematangkan sperma.
b) Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang
mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi
untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis.
c) Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan
menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra.
d) Urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran
ejakulasi dan terdapat di penis.
3. Kelenjar Kelamin
a) Kantung mani (vesikula seminalis) merupakan tempat untuk
menampung sperma sehingga disebut dengan kantung semen,
berjumlah sepasang terdapat di belakang kantung kemih.
Menghasilkan getah berwarna kekukingan yang kaya akan
nutrisi bagi sperma dan bersifat alkali. Berfungsi untuk
menetralkan suasana asam dalam saluran reproduksi wanita.
b) Kelenjar Prostat merupakan kelenjar yang terbesar dan
menghasilkan getah putih yang

dialirkan ke saluran spema.

Kelenjar prostat berbentuk bulat dan terletak pada bagian atas


uretra di bawah kantung kemih.
c) Kelenjar Cowper/Cowpery/Bulbourethra merupakan kelenjar
yang menghasilkan getah (lendir) yang dialirkan ke uretra.
Kelenjar cowper memiliki bentuk seperti kacang polon, terletak
di belakang kelenjar prostat pada kedua sisi uretra. Berfungsi
untuk menetralkan suasana asam dalam saluran urethra.
Organ Reproduksi Wanita

Tuba Fallopi

Oviduk
Ovarium
Sigma usus besar
Uterus

Kantung Kemih
Public Bone
G-spots

Fornix
Serviks
Rektum

Klitoris/klentit
Anus
Uretra
Vagina

Organ reproduksi wanita terdiri dari alat kelamin luar dan alat
kelamin dalam.
Alat Kelamin Luar terdiri atas :

1. Vulva merupakan suatu celah yang terdapat dibagian luar dan


terbagi menjadi 2 bagian yaitu :

Labium mayor merupakan sepasang bibir besar yang terletak


dibagian luas dan membatasi vulva.

Labium minor merupakan sepasang bibir kecil yang terletak


di bagian dalam dan membatasi vulva

Alat Kelamin dalam terdiri atas :


1. Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan
tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran
persalinan (keluarnya bayi) sehingga sering disebut dengan liang
peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara.
2. Ovarium merupakan organ utama pada wanita. Berjumlah sepasang
dan terletak di dalam tongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri
dan kanan. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormone
wanita seperti :

Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder


pada wanita, serta juga membantu dalam proses pematangan
sel ovum.

Progesterone yang berfungsi dalam melihat masa kehamilan.

3. Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum


yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum
menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya.
4. Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk sperti
buah pir dengan bagian bawah

yang mengecil. Berfungsi sebagai

tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah


simpleks yaitu dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin.
Uterus mempunyai 3 macam lapisan dinding yaitu :

Perimetrium yaitu lapisan yang terluar yang berfungsi sebagai


pelindung uterus.

Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan


berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar
dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya.

Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel


darah merah. Bila tidak terjadi pembuahan maka dinding
endometrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan sel
ovum matang.

5. Klitoris merupakan tonjolan kecil yang terletak di depan vulva. Sering


disebut dengan klentit.
OOGENESIS
Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam
ovarium. Di dalam ovarium terdapat oogonium (oogonia = jamak) atau sel
indung telur. Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23
pasang kromosom. Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara
mitosis membentuk oosit primer. Saat memasuki masa pubertas, anak
perempuan akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit
primer melanjutkan meiosis tahap pertamanya. Oosit dalam oogonium
berada di dalam suatu folikel telur. Folikel telur (folikel) merupakan sel
pembungkus penuh cairan yang menglilingi ovum. Pada masa ovulasi,
folikel tersier berkembang menjadi folikel de Graaf (folikel matang).
Setelah oosit sekunder lepas dari folikel, folikel akan berubah menjadi
korpus luteum. Jika tidak terjadi fertilisasi, korpus luteum akan mengkerut
menjadi korpus albikan.
SIKLUS MENSTRUASI
Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari
uterus yang disertai pelepasan endometrium. Menstruasi terjadi jika ovum
tidak dibuahi oleh sperma. Siklus menstruasi sekitar 28 hari. Untuk
periode atau siklus hari pertama menstruasi, ovulasi terjadi pada hari ke-14
terhitung sejak hari pertama menstruasi. Siklus menstruasi dikelompokkan
menjadi empat fase, yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi,
fase pasca-ovulasi.
1. Fase Menstruasi
Pada fase ini, esterogen dan progesteron mengalami reduksi, yaitu
sekitar lima hari pertama menstruasi. Reduksi hormon tersebut
menyebabkan sel telur tertanam di bagian endometrium uterus

melepaskan diri bersamaan dengan robeknya endometrium (meluruh).


Hal tersebut menyebabkan dinding uterus menjadi sangat tipis. Pada
umumnya peluruhan endometrium disertai dengan darah.
2. Fase praovulasi
Pada fase ini, FSH dan LH merangsang sel-sel folikel untuk
menghasilkan esterogen dan progestereon. Kedua hormon ini
diperlukan untuk merangsang pertumbuhan endometrium yang robek
pada waktu menstruasi kembali menebal.
3. Fase Ovulasi
Fase ini terjadi biasanya sekitar hari ke-14 dari waktu menstruasi.
Produksi esterogen yang tinggi dapat menghambat FSH dan memicu
produksi LH. Akibatnya, sel telur menjadi matang dan terjadi ovulasi.
4. Fase pascaovulasi
Proses pascaovulasi ini berlangsung dari hari ke-15 sampai hari ke28. Namun, bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus
luteum akan berubah menjadi korpus albikan. Korpus albikan memiliki
kemampuan produksi estrogen dan progesteron yang rendah, sehingga
konsentrasi estrogen dan progesteron akan menurun. Pada kondisi ini,
hipofisis menjadi aktif untuk melepaskan FSH dan selanjutnya LH,
sehingga fase pascaovulasi akan tersambung kembali dengan fase
menstruasi berikutnya.

Gambar : siklus menstruasi


C.
Fertilisasi dan Kehamilan

Tahapan waktu dalam fertilisasi :


1. Beberapa jam setelah fertilisasi zygote akan membelah secara mitosis
menjadi 2 sel, 4, 8, 16 sel.
2. Pada hari ke-3 atau ke-4 terbentuk kelompok sel yang disebut morula.
Morula akan berkembang menjadi blastula. Rongga balstosoel berisi
cairan dari tuba fallopi dan membentuk blastosit. Lapisan dalam blastosit
membentuk inner cell mass. Blastosit dilapisi oleh throhpoblast (lapisan
terluar blastosit) yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan
calon tembuni/plasenta/ari-ari. Blastosit akan bergerak menuju uterus
dengan waktu 3-4 hari.
3. Pada hari ke-6 setelah fertilisasi throphoblast akan menempel pada dinding
uterus/proses implantasi dan akan mengeluarkan hormone HCG (hormone
Chorionik gonadotrophin). Hormon ini melindungi kehamilan dengan
menstimulasi produksi hormone progesteron dan estrogen

sehingga

mencegah menstruasi.
4. Pada hari ke-12 setelah fertilisasi embrio telah kuat menempel pada
dinding uterus. Dilanjutkan dengan fase gastrula, yaitu hari ke-21 palsenta
akan terus berkembang dari throphoblast. Mulai terbentuk 3 lapisan
dinding embrio. Lapisan dinding embrio inilah yang akan berdiferensisai
menjadi organ-organ tubuh. Organ tubuh aka berkembang semakin
sempurna seiring bertambahnya usia kandungan.
D. Kelainan/Penyakit yang Terjadi Pada Organ Reproduksi Manusia
Gangguan pada organ reproduksi pria:
1. Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh
gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron.
Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya
tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi
hormon.
2. Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk
turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Hal

tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic


gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga,
dilakukan pembedahan
3. Uretritis
Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis
dan sering buang air kecil. Organisme yang paling sering
menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma
urealyticum atau virus herpes.

4. Epididimitis
Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi
pria. Organisme penyebab epididimitis adalah E. coli dan Chlamydia.
5. Orkitis
Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus
parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.
6. Prostatitis
Prostatitis adalah peradangan prostat. Penyebabnya dapat berupa
bakteri, seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri
Gangguan pada organ reproduksi wanita :
1.

Gangguan menstruasi
Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer adalah tidak
terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa
perkembangan seksual. Amenore sekunder adalah tidak terjadinya
menstruasi selama 3 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah
mengalami siklus menstruasi.

2.

Kanker genitalia
Kanker genitalia pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks dan
ovarium.

3.

Kanker vagina

Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan


terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus.
Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser.
4.

Kanker serviks.
Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di
seluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan
mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan
kelenjar limfe panggul.

5.

Kanker ovarium
Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas. Dapat berupa rasa
berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan atau
mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganan dapat dilakukan
dengan pembedahan dan kemoterapi.

6.

Endometriosis
Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat
di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh
di luar uterus, misalnya di paru-paru. Gejala endometriosis berupa
nyeri perut, pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi.
Jika tidak ditangani, endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi
kehamilan. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obatobatan, laparoskopi atau bedah laser.

7.

Infeksi vagina
Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal.
Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif. Penyebabnya antara
lain akibat hubungan kelamin, terutama bila suami terkena infeksi,
jamur atau bakteri.

Adapun penyakit yang dapat ditimbulkan oleh organ reproduksi adalah


PMS, HIV/AIDS, Herpes, Sifilis.
VI.
VII.

Model Pembelajaran : Siklus Belajar (Learning cycle)


Metode :
Metode yang digunakan antara lain metode diskusi dan tanya jawab.
VIII KBM
No

Tahap

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Waktu

Metode

1.

Kegiatan
awal

Memberikan salam
pembuka kepada

Membalas salam

5 menit

dari guru

siswa
Mengecek kehadiran
siswa
Mengetahui

kehadiran
Menjawab

kemampuan awal

pertanyaan dari

siswa tentang materi

guru tentang ciri-

yang akan disajikan

ciri seseorang yang

melalui pertanyaan :

mengalami masa

Apa ciri-ciri seseorang

Diskusi

Menyatakan

fubertas.

yang sudah mengalami


masa fubertas ?
Menjelaskan tujuan
pembelajaran,

Memperhatikan
Ceramah

dengan cermat

pentingnya pelajaran
dan mempersiapkan
2.

Kegiatan
Inti

siswa untuk belajar


Meminta kepada

Membagi diri

siswa untuk

membentuk

membentuk

kelompok, satu

kelompok heterogen

kelompok terdiri

yang terdiri dari 4-5

dari 4-5 orang

Penugasan

orang.
Membagikan LKS

Menerima LKS

kepada seluruh

dan

kelompok dan

mendiskusikannya

meminta siswa untuk

bersama

mendiskusikan LKS

kelompok.

15 menit Diskusi

bersama kelompok.
Meminta siswa untuk
mempresentasikan

Mempresentasikan
hasil diskusi

10 menit
Diskusi

hasil diskusi
kelompok
Memberikan kasus

Memecahkan

dalam kehidupan

masalah yang

nyata yang

diberikan oleh

berhubungan dengan

guru dengan

sistem reproduksi.

menggunakan

5 menit

Diskusi

konsep yang telah


dimiliki.
3.

Kegiatan
Akhir

Mengecek
pemahaman siswa

Menjawab

10 menit Dikusi

pertanyaan

dengan memberi
umpan balik dalam
bentuk post test
Meminta kepada
siswa untuk

Menyimpulkan

Diskusi

hasil pembelajaran

menyimpulkan hasil
pembelajaran
Menutup
pembelajaran dengan

Mengucapkan
salam penutup

mengucapkan salam
penutup
IX Alat/bahan pembelajaran serta media belajar
Alat : spidol, papan tulis, penghapus, LCD, laptop
Bahan: LKS, buku panduan
X

Sumber belajar
Sudjadi, Bagod dan Laila, Siti.2005. Biologi Sains dalam Kehidupan 2B
Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Yudistira
Sudjadi, Bagod dan Laila, Siti.2007. Biologi 2 Untuk SMA/MA Kelas XI.
Jakarta: Yudistira
Syamsuri, Istamar,dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI Semester 2.
Jakarta: Erlangga

Ceramah

XI Penilaian kognitif
Jenis tagihan
: presentasi
Bentuk instrument : untuk diskusi
Instrument penilaian: hasil presentasi dan diskusi

LEMBAR KERJA SISWA


A.

Materi Pelajaran

: Sistem Reproduksi Manusia

B.

Standar Kompetensi : Siswa dapat memahami sistem reproduksi


manusia.

C. Kompetensi Dasar

: Mengaitkan struktur, fungsi, proses dan

kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.


D. Tujuan Pembelajaran
:
1. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian sistem reproduksi manusia.
2. Siswa mampu menyebutkan organ reproduksi manusia serta fungsinya.
3. Siswa mampu menjelaskan proses terjadinya fertilisasi serta kehamilan.
4. Siswa mampu menyebutkan kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada
sistem reproduksi manusia.
E.

Alokasi Waktu

F.

Soal

: 15 menit

Petunjuk :
Diskusikanlah soal berikut dengan kelompok kamu. Waktu 15 menit untuk
berdiskusi. Setelah selesai berdiskusi, satu kelompok maju untuk
mempersentasikan hasil diskusinya ke depan kelas.
1.

a.

3
4
6
5

Lengkapilah keterangan gambar di atas berikut sertakan penjelasannya secara


singkat !
1. ..................................................
Penjelasan :
2. .
Penjelasan :
3..
Penjelasan :
4 ..
Penjelasan :
5.
Penjelasan :
6.
Penjelasan :
b.
1

3
5
6
Lengkapilah keterangan
gambar di atas berikut
sertakan penjelasan secara
singkat !
................................................

1.

2.
3.
4.
5.
6.

..
Penjelasan :
.
Penjelasan :
..
Penjelasan :
..
Penjelasan :

Penjelasan :

Penjelasan :

Mengapa pada saat ereksi penis menjadi kaku dan tegang ?


Apakah pada wanita juga terjadi ereksi ? Kalau iya, kapan terjadinya ?
2. a. Apa yang menyebabkan mengapa bisa terjadinya gangguan kehamilan pada
wanita hamil, terutama yang sedang hamil muda?
b. Sebutkan ciri-ciri menarche !
c. Sebutkan dan jelaskan secara singkat fase-fase siklus menstruasi !

3.

a. Sebutkan jenis-jenis penyakit kelamin yang dapat menyerang manusia !


b. Mengapa pada daerah Provinsi Papua, terutama pada suku pedalaman,
kemungkinan tertularnya Penyakit Menular Seksual (PMS) baik itu
HIV/AIDS begitu besar ?
GooD LuCk......................^-^

Kunci Jawaban :
1. a.

1. Uterus
Penjelasan : merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk
sperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai
tempat pertumbuhan embrio.
2. Tuba falopi (Saluran telur)
Penjelasan : merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang
bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus
dengan bantuan silia pada dindingnya.
3. Fimbria (Umbai saluran telur)
Penjelasan : Tempat muara saluran telur.
4. Ovarium
Penjelasan : merupakan organ utama pada wanita. Berjumlah sepasang
dan terletak di dalam tongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan
kanan. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormone wanita
seperti esterogen dan progesterone.
5. Serviks (Leher rahim)
Penjelasan : Penghubung antara vagina dan rahim.
6. Vagina
Penjelasan : merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus
dengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran
persalinan (keluarnya bayi) sehingga sering disebut dengan liang
peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara.

b. 1. Vesikula seminalis
Penjelasan : tempat penampungan sementara cairan semen, sebelum
menuju saluran ejakulasi.
2. Vas deferens

Penjelasan : merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke


atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma
menuju vesikula seminalis.
3. Penis
Penjelasan : Penis terdiri atas jaringan-jaringan otot, jaringan spons
yang lembut, pembuluh-pembuluh darah, dan jaringan saraf.

4. Saluran ejakulasi
Penjelasan : saluran reproduksi yang berfungsi menyalurkan sperma
dari kantong semen menuju uretra.
5. Epididimis
Penjelasan : Merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dari
testis.

Berfungsi

untuk

menyimpan

sperma

sementara

dan

mematanagkan sperma.
6. Testis (Buah zakar)
Penjelasan : Buah zakar terdiri dari kantung zakar (Kantong pelir) yang
di dalamnya terdapat sepasang testis dan bagian0bagian lainnya. Kulit
luar testis disebut scrotum.
Ereksi terjadi karena ada pengisian darah ke dalam ribuan rongga yang
ada dalam penis, akibatnya penis bias menjadi kaku, tegang serta
ukurannya menjadi lebih besar. Ereksi dapat terjadi secara spontan
maupun karena rangsangan. Ereksi lainnya adalah ereksi yang biasanya
terjadi pada pagi hari dikarenakan penuhnya kantong air kencing yang
menekan bagian prostat dan bagian belakang vesicular seminalis.
Ereksi pada wanita terjadi pada saat puncak orgasme. Pada wanita
ereksi seperti ini jauh lebih sedikit terjadi, karena wanita tidak punya
vesicular seminalis.
2.

a. Terjadinya gangguan pada saat kehamilan disebabkan karena


terjadinya perubahan metabolisme dalam tubuh untuk mencukupi
kebutuhan janin. Secara fisiologis disebabkan karena penurunan
kadar HB darah yang disebabkan oleh hemodilusi (pengenceran

kadar hemoglobin darah), mual muntah pada hamil muda dan sering
kencing pada awal serta akhir kehamilan.
b. Ciri-ciri menarche :
Seorang anak gadis mulai merasakan adanya cairan pada vagina.
Bulu-bulu halus mulai tumbuh disekitar pangkal paha.
2 tahun setelah payudara tumbuh membesar.
3.

a. Penyakit kelamin yang dapat menyerang manusia seperti herpes,


sifilis, kangker serviks, HIV/AIDS.
b. Kemungkinan tertularnnya Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti
HIV/AIDS di daerah suku pedalaman Papua sangat besar disebabkan
faktor kebiasaan penduduk disana cenderung memakai busana yang
terbuka, sehingga perlakuan seks bebas kemungkinannya sangat
besar dapat terjadi.
c. Fase-fase siklus menstruasi :
1. Fase Menstruasi
Pada fase ini, esterogen dan progesteron mengalami reduksi, yaitu
sekitar lima hari pertama menstruasi. Reduksi hormon tersebut
menyebabkan sel telur tertanam di bagian endometrium uterus
melepaskan diri bersamaan dengan robeknya endometrium (meluruh).
Hal tersebut menyebabkan dinding uterus menjadi sangat tipis. Pada
umumnya peluruhan endometrium disertai dengan darah.
2. Fase praovulasi
Pada fase ini, FSH dan LH merangsang sel-sel folikel untuk
menghasilkan esterogen dan progestereon. Kedua hormon ini
diperlukan untuk merangsang pertumbuhan endometrium yang robek
pada waktu menstruasi kembali menebal.
3. Fase Ovulasi
Fase ini terjadi biasanya sekitar hari ke-14 dari waktu menstruasi.
Produksi esterogen yang tinggi dapat menghambat FSH dan memicu
produksi LH. Akibatnya, sel telur menjadi matang dan terjadi ovulasi.
4. Fase pascaovulasi

Proses pascaovulasi ini berlangsung dari hari ke-15 sampai hari ke-28.
Namun, bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus luteum
akan berubah menjadi korpus albikan. Korpus albikan memiliki
kemampuan produksi estrogen dan progesteron yang rendah, sehingga
konsentrasi estrogen dan progesteron akan menurun. Pada kondisi ini,
hipofisis menjadi aktif untuk melepaskan FSH dan selanjutnya LH,
sehingga fase pascaovulasi akan tersambung kembali dengan fase
menstruasi berikutnya.