Anda di halaman 1dari 34

Lampiran 1 :

MATERI AJAR
Pertemuan 1-2

Perkembangan Sistem Operasi Closed Source


Setiap perangkat komputer memiliki platform atau sistem operasi yang
berbeda-beda, fungsi dari sistem operasi seendiri adalah sebagai perangkat
lunak yang bertugas untuk menjembatani antara user manusia dengan
perangkat keras komputer, dimana sistem operasi menjadi penterjemah agar
user dapar melakukan konfigurasi kepada hardware yang ada. sistem operasi
pada masa lalu hanyalah berbasis text, dimana user mempunyai
keterbatasan dalam menkonfigurasi suatu hardware, sistem operasi masa
lalu juga mempunyai keterbatasan dalam menampilkan suatu grafik
interface, namun setelah mulai dikembangkan perangkat keras yang
mendukung aktifitas grafik barulah mulai deikembangkan sistem operasi
yang memilik kemampuan berbasis GUI atau graphic user interface.Berikut
ini adalah rangkaian dari sejarah sistem operasi:
1980 * QDOS : Tim Paterson dari Seattle Computer menulis QDOS yang
dibuat dari OS terkenal pada masa itu, CP/M. QDOS (Quick and Dirty
Operating System) dipasarkan oleh Seatle Computer dengan nama 86DOS karena untuk prosesor Intel 8086. * Microsoft : Bill Gates dari
Microsoft membeli lisensi QDOS dan menjualnya ke berbagai perusahaan
komputer.
1981 * PCDOS : IBM meluncurkan PC DOS yang dibeli dari Microsoft untuk
komputernya yang berbasis prosesor Intel 8086. * MSDOS : Microsoft
menggunakan nama MS DOS untuk OS ini jika dijual oleh perusahaan
diluar IBM.
1983 * MS DOS 2.0 : Versi 2.0 dari MS DOS diluncurkan pada komputer PC
XT.
1984 * System 1.0 : Apple meluncurkan Macintosh dengan OS yang
diturunkan dari BSD UNIX. System 1.0 merupakan sistem operasi pertama
yang telah berbasis grafis dan menggunakan mouse. * MS DOS 3.0 :
Microsoft meluncurkan MS DOS 3.0 untuk PC AT yang menggunakan chip
Intel 80286 dan yang mulai mendukung penggunaan hard disk lebih dari
10 MB. * MS DOS 3.1 : Microsoft meluncurkan MSDOS 3.1 yang
memberikan dukungan untuk jaringan.
1985 * MS Windows 1.0 : Microsoft memperkenalkan MSWindows, sistem
operasi yang telah menyediakan lingkungan berbasis grafis (GUI) dan
kemampuan multitasking. Sayangnya sistem operasi ini sangat buruk
performanya dan tidak mampu menyamai kesuksesan Apple. * Novell
Netware : Novell meluncurkan sistem operasi berbasis jaringan Netware
86 yang dibuat untuk prosesor Intel 8086.
1986 * MS DOS 3.2 : Microsoft meluncurkan MS DOS 3.2 yang
menambahkan dukungan untuk floppy 3.5 inch 720 KB.
1987 * OS/2 : IBM memperkenalkan OS/2 yang telah berbasis grafis,
sebagai calon pengganti IBM PC DOS. * MS DOS 3.3 : Microsoft
meluncurkan MS DOS 3.3 yang merupakan versi paling populer dari MS
DOS. * Windows 2.0 : Windows versi 2.0 diperkenalkan. * MINIX : Andrew
S. Tanenbaum mengembangkan Minix, sistem operasi berbasis Unix yang
ditujukan untuk pendidikan. MINIX nantinya menginspirasi pembuatan
Linux.
1988 * MS DOS 4.0 : Microsoft mengeluarkan MSDOS 4.0 dengan suasana
grafis. * WWW : Proposal World Wide Web (WWW) oleh Tim BernersLee.
1989 * NetWare/386 (juga dikenal sebagai versi 3) diluncurkan oleh Novell
untuk prosesor Intel 80386.
-1-

Materi Ajar Sistem Operasi

-2-

1990 * Perpisahan : Dua perusahaan raksasa berpisah, IBM berjalan


dengan OS/2 dan Microsoft berkonsentrasi pada Windows. * Windows 3.0 :
Microsoft meluncurkan Windows versi 3.0 yang mendapat sambutan
cukup baik. * MSOffice : Microsoft membundel Word, Excel, dan PowerPoint
untuk menyingkirkan saingannya seperti Lotus 123, Wordstar, Word
Perfect dan Quattro. * DR DOS : Digital Research memperkenalkan DR
DOS 5.0.
1991 * Linux 0.01 : Mahasiswa Helsinki bernama Linus Torvalds
mengembangkan OS berbasis Unix dari sistem operasi Minix yang diberi
nama Linux. * MS DOS 5.0 : Microsoft meluncurkan MSDOS 5.0 dengan
penambahan fasilitas full-screen editor, undelete, unformat dan Qbasic.
1992 * Windows 3.1 : Microsoft meluncurkan Windows 3.1 dan kemudian
Windows for Workgroups 3.11 di tahun berikutnya. * 386 BSD : OS
berbasis Open Source turunan dari BSD Unix didistribusikan oleh Bill Jolitz
setelah meninggalkan Berkeley Software Design, Inc (BSDI). 386 BSD
nantinya menjadi induk dari proyek Open Source BSD lainnya, seperti
NetBSD, FreeBSD, dan OpenBSD. * Distro Linux : Linux didistribusikan
dalam format distro yang merupakan gabungan dari OS plus program
aplikasi. Distro pertama Linux dikenal sebagai SLS (Softlanding Linux
System).
1993 * Windows NT : Microsoft meluncurkan Windows NT, OS pertama
berbasis grafis tanpa DOS
didalamnya yang direncanakan untuk server
jaringan. * Web Browser : NCSA memperkenalkan rilis pertama Mosaic,
browser web untuk Internet. * MS DOS 6.0 : Microsoft memperkenalkan
MSDOS 6.0 Upgrade, yang mencakup program kompresi harddisk
DoubleSpace. * Slackware : Patrick Volkerding mendistribusikan Slackware
Linux yang menjadi distro populer pertama di kalangan pengguna Linux. *
Debian : Ian Murdock dari Free Software Foundation (FSF) membuat OS
berbasis Linux dengan nama Debian. * MS DOS 6.2 : Microsoft
meluncurkan MSDOS 6.2. * NetBSD : Proyek baru OS berbasis Open
Source yang dikembangkan dari 386BSD dibuat dengan menggunakan
nama NetBSD. * FreeBSD : Menyusul NetBSD, satu lagi proyek yang juga
dikembangkan dari 386BSD dibuat dengan nama FreeBSD.
1994 * Netscape : Internet meraih popularitas besar saat Netscape
memperkenalkan Navigator sebagai browser Internet. * MSDOS 6.22 :
Microsoft meluncurkan MSDOS 6.22 dengan program kompresi bernama
DriveSpace. Ini merupakan versi terakhir dari MS DOS. * FreeDOS : Jim
Hall, mahasiswa dari Universitas WisconsinRiver Falls Development
mengembangkan FreeDOS. FreeDOS dibuat setelah Microsoft berniat
menghentikan dukungannya untuk DOS dan menggantikannya dengan
Windows 95. * SuSE : OS Linux versi Jerman dikembangkan oleh Software
und System Entwicklung GmbH (SuSE) dan dibuat dari distro Linux
pertama, SLS. * Red Hat : Marc Ewing memulai pembuatan distro Red Hat
Linux.
1995 * Windows 95 : Microsoft meluncurkan Windows 95 dengan lagu
Start Me Up dari Rolling Stones dan terjual lebih dari 1 juta salinan dalam
waktu 4 hari.* PC DOS 7 : IBM memperkenalkan PC DOS 7 yang
terintegrasi dengan program populer pengkompres data Stacker dari Stac
Electronics. Ini merupakan versi terakhir dari IBM PC DOS.* Windows CE :
Versi pertama Windows CE diperkenalkan ke publik.* PalmOS : Palm
menjadi populer dengan PalmOS untuk PDA.* OpenBSD : Theo de Raadt
pencetus NetBSD mengembangkan OpenBSD.
1996 * Windows NT 4.0 : Microsoft meluncurkan Windows NT versi 4.0
1997 * Mac OS : Untuk pertama kalinya Apple memperkenalkan
penggunaan nama Mac OS pada Mac OS 7.6.
1998 * Windows 98 : Web browser Internet Explorer menjadi bagian
penting dari Windows 98 dan berhasil menumbangkan dominasi Netscape
Materi Ajar Sistem Operasi

-3-

Navigator.* Server Linux : Linux mendapat dukungan dari banyak


perusahaan besar, seperti IBM, Sun Microsystem dan Hewlet Packard.
Server berbasis Linux mulai banyak dipergunakan menggantikan server
berbasis WindowsNT.* Google : Search Engine terbaik hadir di Internet dan
diketahui menggunakan Linux sebagai servernya. * Japan Goes Linux :
TurboLinux diluncurkan di Jepang dan segera menjadi OS favorit di Asia,
khususnya di Jepang, China dan Korea.* Mandrake : Gael Duval dari Brazil
mengembangkan distro Mandrake yang diturunkan dari Red Hat.
1999 * Support : Hewlett Packard mengumumkan layanan 24/7 untuk
distro Caldera, Turbo Linux, Red Hat dan SuSE.* Corel Linux : Corel
pembuat program Corel Draw, yang sebelumnya telah menyediakan Word
Perfect versi Linux, ikut membuat OS berbasis Linux dengan nama Corel
Linux dan yang nantinya beralih nama menjadi Xandros.
2000 * Mac OS/X : Mac OS diganti dengan mesin berbasis BSD Unix
dengan kernel yang disebut sebagai Mac OS/X.* Windows 2000: Microsoft
meluncurkan Windows 2000 sebagai penerus Windows NT.* Windows Me :
Microsoft meluncurkan Windows Me, versi terakhir dari Windows 95.*
China Goes Linux : Red Flag Linux diluncurkan dari Republik Rakyat
China.* Microsoft vs IBM : CEO Microsoft Steve Ballmer menyebut Linux
sebagai kanker dalam sebuah interview dengan Chicago SunTimes. Di lain
pihak, CEO IBM Louis Gartsner menyatakan dukungan pada Linux dengan
menginvestasikan $ 1 milyar untuk pengembangan Linux.
2001 * Windows XP : Microsoft memperkenalkan Windows XP.* Lindows:
Michael Robertson, pendiri MP3.com, memulai pengembangan Lindows
yang diturunkan dari Debian. Nantinya Lindows berganti nama menjadi
Linspire karena adanya tuntutan perubahan nama oleh Microsoft.
2002 * Open Office : Program perkantoran berbasis Open Source
diluncurkan oleh Sun Microsystem.* OS Lokal : OS buatan anak negeri
berbasis Linux mulai bermunculan, diantaranya Trustix Merdeka, WinBI,
RimbaLinux, Komura.
2003 * Windows 2003 : Microsoft meluncurkan Windows Server 2003.*
Fedora : Redhat mengumumkan distro Fedora Core sebagai penggantinya.
Nantinya ada beberapa distro lokal yang dibuat berbasiskan Fedora,
seperti BlankOn 1.0 dan IGOS Nusantara.* Novell : Ximian, perusahaan
pengembang software berbasis Linux dibeli oleh Novell, begitu juga
halnya dengan SuSE yang diakuisisi oleh Novell.* LiveCD : Knoppix
merupakan distro pertama Linux yang dikembangkan dengan konsep
LiveCD yang bisa dipergunakan tanpa harus diinstal terlebih dahulu. Distro
lokal yang dibuat dari Knoppix adalah Linux Sehat dan Waroeng IGOS.
2004 * Ubuntu : Versi pertama Ubuntu diluncurkan dan didistribusikan ke
seluruh dunia. Ada beberapa versi distro yang dikeluarkan, yaitu Ubuntu
(berbasis Gnome), Kubuntu (berbasis KDE), Xubuntu (berbasis XFCE), dan
Edubuntu (untuk pendidikan).
2005 * Mandriva : Mandrake bergabung dengan Conectiva dan berganti
nama menjadi Mandriva.
2006 * Unbreakable Linux : Oracle ikut membuat distro berbasis Linux
yang diturunkan dari Red Hat Enterprise. * CHIPLux : Distro lokal terus
bermunculan di tahun ini, bahkan Majalah CHIP yang lebih banyak
memberikan pembahasan tentang Windows juga tidak ketinggalan
membuat distro Linux dengan nama CHIPLux, yang diturunkan dari distro
lokal PC LINUX dari keluarga PCLinuxOS (varian Mandriva). CHIPLux
merupakan distro lokal pertama yang didistribusikan dalam format DVD.
2007 * Vista : Setelah tertunda untuk beberapa lama, Microsoft akhirnya
meluncurkan Windows Vista. Windows Vista memperkenalkan fitur 3D
Desktop dengan Aero Glass, SideBar, dan Flip 3D.Sayangnya semua
keindahan ini harus dibayar mahal dengan kebutuhan spesifikasi
komputer yang sangat tinggi.
Materi Ajar Sistem Operasi

2008 * 3D OS : Tidak seperti halnya Vista yang membutuhkan spesifikasi


tinggi, 3D Desktop di Linux muncul dengan spesifikasi komputer yang
sangat ringan. Era hadirnya teknologi 3D Desktop di Indonesia ditandai
dengan hadirnya sistem operasi 3D OS yang dikembangkan oleh PC
LINUX.Ada beberapa versi yang disediakan, yaitu versi 3D OS untuk
pengguna umum serta versi distro warnet Linux dan game center Linux.

Pertemuan 3
Struktur Sistem Operasi
Komponen-komponen Sistem
Pada kenyataannya tidak semua sistem operasi mempunyai struktur yang sama.
Namun menurut Avi Silberschatz, Peter Galvin, dan Greg Gagne, umumnya sebuah
sistem operasi modern mempunyai komponen sebagai berikut:
Managemen Proses.
Managemen Memori Utama.
Managemen Secondary-Storage.
Managemen Sistem I/O.
Managemen Berkas.
Sistem Proteksi.
Jaringan.
Command-Interpreter system.
Managemen Proses
Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. Sebuah proses
membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. sumber daya
tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat
I/O.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan
managemen proses seperti:
Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses.
Menunda atau melanjutkan proses.
Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.
Managemen Memori Utama
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar
dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan.
Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Memori Utama berfungsi
sebagai tempat penyimpanan yang akses datanya digunakan oleh CPU atau
perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang sementara
(volatile), artinya data dapat hilang begitu sistem dimatikan.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan
managemen memori seperti:
Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang
menggunakannya.
Memilih program yang akan di-load ke memori.
Mengalokasikan dan meng-dealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan.
Managemen Secondary-Storage
Data yang disimpan dalam memori utama bersifat sementara dan jumlahnya sangat
kecil. Oleh karena itu, untuk meyimpan keseluruhan data dan program komputer
dibutuhkan secondary-storage yang bersifat permanen dan mampu menampung
banyak data. Contoh dari secondary-storage adalah harddisk, disket, dll.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan
dengan disk-management seperti: free-space management, alokasi penyimpanan,
penjadualan disk.
Managemen Sistem I/O
Sering disebut device manager. Menyediakan "device driver" yang umum sehingga
operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh:
-4-

Materi Ajar Sistem Operasi

pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada hard-disk,
CD-ROM dan floppy disk.
Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
Buffer: menampung sementara data dari/ ke perangkat I/O.
Spooling: melakukan penjadualan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien
(antrian dsb.).
Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi "rinci" untuk perangkat
keras I/O tertentu.
Managemen Berkas
Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan sesuai dengan tujuan
pembuat berkas tersebut. Berkas dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarkis
(direktori, volume, dll.). Sistem operasi bertanggung-jawab:
Pembuatan dan penghapusan berkas.
Pembuatan dan penghapusan direktori.
Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
Memetakan berkas ke secondary storage.
Mem-backup berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile).
Sistem Proteksi
Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh
program, prosesor, atau pengguna ke sistem sumber daya. Mekanisme proteksi
harus:
membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum.
specify the controls to be imposed.
provide a means of enforcement.
Jaringan
Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori
atau clock. Tiap prosesor mempunyai memori sendiri. Prosesor-prosesor tersebut
terhubung melalui jaringan komunikasi Sistem terdistribusi menyediakan akses
pengguna ke bermacam sumber-daya sistem. Akses tersebut menyebabkan:
Computation speed-up.
Increased data availability.
Enhanced reliability.

Command-Interpreter System
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang
membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: controlcard interpreter, command-line interpreter, danUNIX shell. Command-Interpreter
System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan
disesuaikan
dengan
tujuan
dan
teknologi I/O
devices yang
ada.
Contohnya: CLI, Windows, Pen-based(touch), dan lain-lain.
Layanan Sistem Operasi
Eksekusi program adalah kemampuan sistem untuk "load" program ke memori dan
menjalankan program. Operasi I/O: pengguna tidak dapat secara langsung
mengakses sumber daya perangkat keras, sistem operasi harus menyediakan
mekanisme untuk melakukan operasi I/O atas nama pengguna. Sistem manipulasi
berkas dalah kemampuan program untuk operasi pada berkas (membaca, menulis,
membuat, and menghapus berkas). Komunikasi adalah pertukaran data/ informasi
antar dua atau lebih proses yang berada pada satu komputer (atau lebih).
Deteksi error adalah menjaga kestabilan sistem dengan mendeteksi "error",
perangkat keras mau pun operasi.
Efesisensi penggunaan sistem:
Resource allocator adalah mengalokasikan sumber-daya ke beberapa pengguna
atau job yang jalan pada saat yang bersamaan.
Proteksi menjamin akses ke sistem sumber daya dikendalikan (pengguna
dikontrol aksesnya ke sistem).
-5-

Materi Ajar Sistem Operasi

Accounting adalah merekam kegiatan pengguna, jatah pemakaian sumber daya


(keadilan atau kebijaksanaan).

System Calls
System call menyediakan interface antara program (program pengguna yang
berjalan) dan bagian OS. System call menjadi jembatan antara proses dan sistem
operasi. System call ditulis dalam bahasa assembly atau bahasa tingkat tinggi yang
dapat mengendalikan mesin (C). Contoh: UNIX menyediakan system call: read,
write => operasi I/O untuk berkas.
Sering pengguna program harus memberikan data (parameter) ke OS yang akan
dipanggil. Contoh pada UNIX: read(buffer, max_size, file_id);
Tiga cara memberikan parameter dari program ke sistem operasi:
Melalui registers (sumber daya di CPU).
Menyimpan parameter pada data struktur (table) di memori, dan alamat table
tsb ditunjuk oleh pointer yang disimpan di register.
Push (store)
melalui
"stack"
pada
memori
dan
OS
mengambilnya
melalui pop pada stack tsb.
Mesin Virtual
Sebuah mesin virtual (Virtual Machine) menggunakan misalkan terdapat sistem
program => control program yang mengatur pemakaian sumber daya perangkat
keras. Control program = trap System call + akses ke perangkat keras. Control
program memberikan fasilitas ke proses pengguna. Mendapatkan jatah CPU dan
memori. Menyediakan interface "identik" dengan apa yang disediakan oleh
perangkat keras => sharing devicesuntuk berbagai proses.
Mesin Virtual (MV) (MV) => control program yang minimal MV memberikan
ilusi multitasking: seolah-olah terdapat prosesor dan memori ekslusif digunakan MV.
MV memilah fungsi multitasking dan implementasiextended machine (tergantung
proses pengguna) => flexible dan lebih mudah untuk pengaturan. Jika setiap
pengguna diberikan satu MV => bebas untuk menjalankan OS (kernel) yang
diinginkan pada MV tersebut. Potensi lebih dari satu OS dalam satu komputer.
Contoh: IBM VM370: menyediakan MV untuk berbagai OS: CMS (interaktif), MVS,
CICS, dll. Masalah: Sharing disk => OS mempunyai sistem berkas yang mungkin
berbeda. IBM: virtual disk (minidisk) yang dialokasikan untuk pengguna melalui MV.
Konsep MV menyediakan proteksi yang lengkap untuk sumberdaya sistem,
dikarenakan tiap MV terpisah dari MV yang lain. Namun, hal tersebut menyebabkan
tidak adanya sharing sumberdaya secara langsung. MV merupakan alat yang tepat
untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Konsep MV susah untuk
diimplementasi sehubungan dengan usaha yang diperlukan untuk menyediakan
duplikasi dari mesin utama.
Perancangan Sistem dan Implementasi
Target untuk pengguna: sistem operasi harus nyaman digunakan, mudah dipelajari,
dapat diandalkan, aman dan cepat. Target untuk sistem: sistem operasi harus
gampang dirancang, diimplementasi, dan dipelihara, sebagaimana fleksibel, error,
dan efisien.
Mekanisme dan Kebijaksanaan:
Mekanisme menjelaskan bagaimana melakukan sesuatu kebijaksanaan
memutuskan apa yang akan dilakukan. Pemisahan kebijaksanaan dari
mekanisme merupakan hal yang sangat penting; ini mengizinkan fleksibilitas
yang tinggi bila kebijaksanaan akan diubah nanti.
Kebijaksanaan memutuskan apa yang akan dilakukan.
Pemisahan kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat penting; ini
mengizinkan fleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan diubah nanti.
Implementasi Sistem biasanya menggunakan bahas assembly, sistem operasi
sekarang dapat ditulis dengan menggunakan bahasa tingkat tinggi. Kode yang
ditulis dalam bahasa tingkat tinggi: dapat dibuat dengan cepat, lebih ringkas, lebih
mudah dimengerti dan didebug. Sistem operasi lebih mudah dipindahkan ke
perangkat keras yang lain bila ditulis dengan bahasa tingkat tinggi.
System Generation (SYSGEN)

-6-

Materi Ajar Sistem Operasi

Sistem operasi dirancang untuk dapat dijalankan di berbagai jenis mesin; sistemnya
harus di konfigurasi untuk tiap komputer. Program SYSGEN mendapatkan informasi
mengenai konfigurasi khusus dari sistem perangkat keras.
Booting: memulai komputer dengan me-load kernel.
Bootstrap program: kode yang disimpan di code ROM yang dapat menempatkan
kernel, memasukkannya kedalam memori, dan memulai eksekusinya.
ARSITEKTUR SISTEM OPERASI
Arsitektur perangkat lunak adalah struktur-struktur yang menjadi landasan
untuk menentukan keberadaan komponen-komponen perangkat lunak, cara
komponen-komponen saling berinteraksi dan organisasi komponen-komponen dalam
membentuk perangkat lunak. Arsitektur sistem operasiadalah arsitektur
perangkat lunak yang digunakan dalam membangun perangkat lunak sistem
operasi.
Arsitektur sistem operasi yang terkenal antara lain :
1.
Sistem monolitik
2.
Sistem berlapis
3.
Sistem client / server
4.
Sistem mesin maya
5.
Object Oriented System/ Sistem berorientasi objek
1. Sistem monolitik
Operating System/ Sistem operasi merupakan kumpulan prosedur bahwa
prosedur-prosedur di dalamnya dapat saling memanggil apabila perlu. Semua
layanan yang disediakan sistem operasi berisi karnel. Seluruh komponen sistem
operasi berada di satu ruang alamat.
Kelemahan :
Karena tidak dapat dipisahkan dan dilokalisasikan maka pengujian dan
penghilangan kesalahan sulit, namun praktik pemrograman yang berdisiplin
bagus dapat mempermudah pengembangan.
Dalam menyediakan fasilitas pengamanan tergolong sulit
Pemborosan apabila setiap komputer harus menjalankan kernelmonolitik
sangat besar sementara sebetulnya tidak membutuhkan semua layanan
yang telah disediakan kernel. Tidak fleksibel.
Mengakibatkan matinya seluruh sistem karena kekeliruan pemrograman di
satu bagian kernel
Keunggulan :
Layanan dapat dilakukan sangat cepat karena ada di suatu ruang alamat
2. Sistem berlapis
Operating System/ Sistem operasi dibentuk secara hirarki berdasarkan
lapisan-lapisan , dalam hal ini lapisan-lapisan bawah memberi layanan untuk
lapisan lebih atas. Masing-masing lapisan di satu ruang alamat tersendiri. Sistem
operasi berlapis yang pertama kali memakai sistem berlapis THE. THE dibuat
oleh Dijkstra dan mahasiswa-mahasiswanya. Sistem berlapis bertujuan untuk
mengurangiimplementasi sistem operasi dan kompleksitas rancangan. Tiap
lapisan memiliki antarmuka dan fungsional masukan keluaran dengan 2
lapisan bersebelahan dengan terdefinisi baik.
Kelemahan :
Fungsi fungsi sistem operasi yang harus diberikan ke masing-masing
lapisan harus dilakukan secara hati-hati.
Keunggulan :
Sistem berlapis memiliki semua keunggulan rancangan yang modular,
yaitu sistem terbagi dalam beberapa modul. Masing-masing lapisan atau modul
itu dapat dirancang, dikode, dan diuji secar independen. Pendekatan berlapis
menyederhanakan rancangan, spesifikasi, dan implementasi sistem operasi.
3. Sistem client / server
-7-

Materi Ajar Sistem Operasi

Sistem operasi merupakan kumpulan proses, dalam hal ini proses-proses


dikategorikan menjadi server dan client. Server danclient berinteraksi, saling
melayani yaitu :
Server adalah proses yang menyediakan layanan
Client adalah proses yang memerlukan / meminta layanan
Kelemahan :
Layanan dilakukan secara lambat karena harus melalui pertukaran pesan
Pertukaran pesan dapat menjadi bottleneck
Kelebihan :
Pengembangan dapat dilakukan secara modular
Kesalahan (bugs) di satu sub sistem (diimplementasikan sebagai satu proses
tersendiri) tidak merusak sub sistem-sub sistem lain sehingga tidak
mengakibatkan satu sistem mati secara keseluruhan.
4. Sistem mesin maya
Awalnya struktur ini membuat seolah-olah semua pemakai mempunyai
seluruh komputer sendirian. Teknik yang digunakan adalah degnan atas
pemroses yang digunakan. Sistem operasi melakukan simulasi banyak mesin
nyata. Mesin maya hasil simulasi digunakan pemakai. Mesin maya ini
merupakan tiruan seratus persen atas mesin nyata. Satu pemakai diberi satu
mesin maya. Semua pemakai diberi ilusi mempunyai satu mesin nyata(maya)
yang sama-sama canggih.
Kelemahan :
Implementasi yang efisien merupakan masalah yang sulit karena sistem
menjadi besar dan kompleks
Keunggulan :
Sistem mesin maya memberikan fleksibilitas tinggi sehingga sampai
memungkinkan sistem operasi-sistem operasi berbeda dapat dijalankan di mesin
maya mesin maya berbeda oleh pemakai-pemakai yang berbeda.
5. Sistem berorientasi objek
Sistem operasi yang merealisasikan layanan sebagai kumpulan proses disebut
sistem operasi bermodel proses. Pendekatan lain implementasi layanan adalah
sebagai objek-objek. Sistem operasi yang diinstruksikan berdasarkan paradigma
objek disebut sistem operasi berorientasi objek. Pendekatan ini dimaksudkan
untuk mengadopsi keunggulan teknologi berorientas objek.
Pertemuan 4-6
PENJADWALAN PROCESSOR
1. Istilah-istilah dan Konsep-konsep Penjadwalan
Bagian sistem operasi yang mengatur penjadwalan eksekusi proses-proses
disebut scheduler.
Algoritma yang digunakan disebut algoritma penjadulan (scheduling
algorithm).
Kriteria baik tidaknya suatu algoritma penjadwalan ditentukan oleh:
1. Fairness
2. Efficiency
3. Response Time
4. Turnaround Time
5. Throughput
Penjadwalan Proses

-8-

Antrian

Prioritas

Preempsi
Materi Ajar Sistem Operasi

Jangka penjadwalan

pendek

madya

panjang

Tujuan penjadwalan:

pelayanan yang adil untuk semua pekerjaan

memaksimumkan throughput

memaksimumkan pemakaian prosesor

meminimumkan waktu tunggu (overhead)

pemakaian sumber daya seimbang

tidak terjadi penundaan waktu tak hingga

kegiatan sumber daya dapat dideteksi terlebih dahulu

Perhitungan kerja prosesor


t

= lama proses pada prosesor

= lama tanggap pada prosesor

Waktu sia-sia (waktu antri) = T t


Rasio tanggap Rt = t / T
Rasio Penalti Rp = T/t

Penjadwalan Prosesor

-9-

Penjadwalan satu tingkat

Pertama Tiba Pertama Dilayani (PTPD)

Proses Terpendek Dipertamakan (PTD)

Proses Terpendek Dipertamakan Preempsi (PTDP)

Rasio Penalti Tertinggi Dipertamakan (RPTD)

Putar Gelang (PG)

Putar Gelang Prioritas Berubah (PGPB)

Penjadwalan multi tingkat

Antrian multitingkat

Antrian multitingkat berbalikan


Materi Ajar Sistem Operasi


2.

Penjadwalan Satu Tingkat


Pertama Tiba Pertama Dilayani (PTPD)
First Come First Served (FCFS)
Penjadualan ini murni antrian.
Nama
Proses

Saat

Lama
Proses

Saat Mulai Saat Rampung

Lama
Tanggap

9
30
4
8
12

0
9
39
43
51

9
39
43
51
63
Jumlah

9
39
43
51
63
205

Rerata

41

Tiba
A
B
C
D
E

Pertama Tiba Pertama Dilayani (PTPD)


First Come First Served (FCFS)
Nama
Saat
Lama
Saat Mulai Saat Rampung Lama
Proses
Proses
Tanggap
Tiba
A
B
C
D

0
0
0
0
0

0
1
3
7

4
7
3
8

0
4
11
14

4
11
14
22
Jumlah

4
10
11
15
40

Rerata

10

Proses Terpendek Dipertamakan (PTD)


Shortest Job First (SJF)
Penjadualan ini adalah antrian dengan prioritas, yang menjadi prioritas adalah
proses yang terpendek (tersingkat).
Nama
Proses

A
B
C
D
E

-10-

Saat

Lama

Tiba

Proses

0
4
6
9
14

8
5
3
8
4

Nama
Proses

C
E
B
A
D

Proses Terpendek Dipertamakan (PTD)


Shortest Job First (SJF)
Nama
Saat
Lama
Lama
Proses

Tiba

Proses

Mulai

A
C

0
6

8
3

0
8

Saat

Lama

Tiba

Proses

6
14
4
0
9

3
4
5
8
8

Saat Rampung Lama


Tanggap

8
11

8
5
Materi Ajar Sistem Operasi

B
E
D

4
14
9

5
4
8

11
16
20

16
20
28
Jumlah

12
6
19
50

Rerata

10

Proses Terpendek Dipertamakan Preempsi (PTDP) Preemptive Shortest Job


First (PSJF)
Penjadualan ini dengan prioritas dan preempsi
Proses yang terpendek bisa didahulukan dengan cara membandingkan sisa
waktu proses yang sedang dilaksanakan dengan proses yang tiba, dan dapat
menyebabkan proses yang sedang berjalan terhenti untuk melaksanakan
proses yang lebih pendek/singkat.
Nama Proses
A
B
C
D

Saat Tiba
0
2
4
5

Lama Proses
8
5
7
1

Barisan saat
daftar Proses
Proses
A
B
C
D

Tiba
0
2
4
5

Proses
8
5
7
1

Mulai
0
2
14
5

Rampung
14
8
21
6
Jumlah
Rerata

Tanggap
14
6
17
1
38
9.5

Rasio Penalti Tertinggi Dipertamakan (PTD)


Highest Penalti Ratio Next (HPRN)
Tetap mendahulukan proses pendek ditambah dengan mempertimbangkan
rasio penaltinya, yang ditentukan berdasarkan lama waktu antriannya.
t = lama proses
T = lama tanggap
s = waktu sia sia (waktu antri)
s = (T-t)
Rp= (s+t)/t
Nama Proses
A
B
C

-11-

Saat Tiba
0
1
2

Lama Proses
4
2
5
Materi Ajar Sistem Operasi

D
E

3
4

8
4

Nama Proses
B
C
D
E

Tiba Selama
41=3
42=2
43=1
44=0

Rasio Penalti
(3 + 2) / 2 = 2,5
(2 + 5) / 5 = 1,4
(1 + 8) / 8 = 1,125
(0 + 4) / 4 = 1

Nama Proses
C
D
E

Tiba Selama
62=4
63=3
64=2

Rasio Penalti
(4 + 5) / 5 = 1,8
(3 + 8) / 8 = 1,375
(2 + 4) / 4 = 1,5

Nama Proses
D
E

Tiba Selama
11 3 = 8
11 4 = 7

Rasio Penalti
(8 + 8) / 8 = 2
(7 + 4) / 4 = 2,75

Daftar Proses

Nama

Saat

Lama

Lama

Proses

Tiba

Proses

Mulai

A
B
C
D
E

0
1
2
3
4

4
2
5
8
4

0
4
6
15
11

Saat Rampung Lama Tanggap

4
6
11
23
15
Jumlah

4
5
9
20
11
49

Rerata

9.8

Putar Gelang (PG)


Round Robin (RR)
Penjadualan ini tanpa prioritas & preempsi
Setiap proses dilayani selama quantum waktu tertentu secara bergiliran.
Nama Proses
A
B
C
D
E

Saat Tiba
0
1
5
6
7

Lama Proses
5
3
7
1
6

Kuantum waktu (q) = 2


Barisan saat

Daftar Proses
Nama

-12-

Saat

Lama

Lama

Saat Rampung Lama Tanggap

Materi Ajar Sistem Operasi

Proses

Tiba

Proses

Mulai

A
B
C
D
E

0
1
5
6
7

5
3
7
1
6

0
2
7
9
11

11
7
22
10
21
Jumlah

11
6
17
4
14
52

Rerata

10.4

Penjadwalan dengan prioritas berubah-ubah Putar Gelang Prioritas Berubah


(PGPB)
Selfish Round Robin (RR) Penjadualan yang menggunakan proiritas dapat
diubah-ubah menjadi prioritas lainnya.
p = prioritas
s = waktu sia sia
t = waktu proses
u = tarif sewa

a = koefisien untuk lama


b = koefisien untuk proses baru
b/a = 1 => prioritas sama
b/a = 0 => prioritas lama +

p = f ( s, t, u )
b/a < 1 => prioritas baru < lama
b/a > 1 => prioritas baru > lama

3.

Penjadwalan Multitingkat
Proses dibedakan tingkatnya berdasarkan kepentingannya.
Penjadualan pada tiap tingkat dapat bermacam-macam.
Pada antrian multitingkat berbalikan, tingkat satu dan lainnya saling
berhubungan.

4.

Metoda Evaluasi Penjadwalan


evaluasi analitik

Antrian Multitingkat (Multilevel queue)


Antrian Multitingkat Berbalikan
Feedback multilevel queue

pemodelan deterministik
analisis model antrian

simulasi

implementasi

Metode Pemodelan Deterministik


Pekerjaan sudah ditetapkan terlebih dahulu, menerapkan berbagai penjadualan
dan dievaluasi hasilnya.

-13-

Materi Ajar Sistem Operasi

Kelemahan: Hanya tepat untuk model yang sudah dicoba,


untuk model yang lain belum tentu.

Metode Analisis Model Antrian


Dengan menganggap sistem komputer sebagai suatu jaringan alat layanan.
Dianalisa berdasarkan model (rumus) yang diambil untuk tiap penjadualan.
Kelemahan: Pengambilan model cukup rumit untuk sistem tertentu dan model
tidak selalu cocok dengan keadaan yang sebenarnya.

Metode Simulasi
Metode ini berdasarkan sejumlah variabel yang disimulasikan sistem komputer
yang digunakan.

Metode Implementasi
Metode ini bekerja dengan cara mengamati hasil dari implementasi setiap
penjadualan.

Pertemuan 7-9
PROSES BOOTING
Definisi Booting
1. Istilah menghidupkan komputer
2. Proses pemeriksaan perangkat keras (hardware) computer sebelum
digunakan
3. Proses pemasukan arus listrik ke dalam perangkat computer sehingga
computer dapat berkomunikasi dengan pengguna.
Secara umum gambaran yang terjadi pada proses boot adalah sebagai berikut :

1. Saat computer dihidupkan, memorinya masih kosong. Belum ada


instruksi yang dapat dieksekusi oleh prosesor. Karena itu,
prosesor dirancang untuk selalu mencari alamat tertentu di BIOS
ROM. Pada alamat tersebut, terdapat sebuah instruksi jump yang
menuju ke alamat eksekusi awal BIOS. Setelah itu, proses
menjalankan power-on-self test(POST), yaitu memeriksa kondisi
hardware yang ada.

2. Sesudah itu, BIOS mencari video card. Secara khusus, dia


mencari program BIOS milik video card. Kemudian sistem BIOS
menjalankan video card BIOS. Barulah setelah itu, video card
diinisialisasi.
3. Kemudian BIOS memeriksa ROM pada hardware yang lain, apakah
memiliki BIOS tersendiri apakah tidak. Jika ya, maka akan dieksekusi
juga.
4. BIOS melakukan pemeriksaan lagi, missal memeriksa besar memori dan
jenis memori. Lebih lanjut lagi, dia memeriksa hardware yang lain, seperti
disk. Lalu dia mencari disk dimana proses boot bias dilakukan, yaitu
mencari boot sector. Boot sector ini bisa berada di hard disk atau floppy
disk.
-14-

Materi Ajar Sistem Operasi

BIOS (Basic Input Output System ) dalam sistem komputerIBM PC atau


kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesorIntel x86) merujuk
kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal
berikut:
1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras(dalam
proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer
(tanggal,waktu,konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses
booting, kinerja,serta kestabilan komputer)
4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturanperangkat
keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan
dapatmengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena
kedekatannya
dengan
perangkat
keras,
BIOS
umumnya
dibuat
denganmenggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin
yang bersangkutan.
Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M,
yangmerupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses
bootingdimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat
keras(beberapa
mesin
yang
menjalankan
CP/M
memiliki
boot
loadersederhana dalam ROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah
berkasyang disebut IBMBIO.COM (IBM PC-DOS) atau IO.SYS (MS-DOS)
yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS
Macam macam Booting dibagi menjadi beberapa macam yaitu :
a. Cold Booting proses menghidupkan computer saat computer dalam
keadaan mati (dingin).
Tancapkan Kabel Power ke stop kontak
Pastikan peralatan komputer (monitor, keyboard, mouse, dll)terpasang
benar.
Tekan tombol power pada casing PC.
Proses yang terjadi adalah :
- PSU. Ketika arus listrik dalam keadaan baik, maka PSU (Power
Supply) akan mengirimkan sinyal ke chip-chip motherboard bahwa
komputer siap dinyalakan.
- BIOS ROOM. BIOS ROM akan mengluarkan program BOOT, yang
kemudian akan dicek dan dilihat oleh Processor untuk tahap
selanjutnya/
Jika ketika proses BOOT terjadi kesalahan maka BIOS akan memberikan
kode POST error seperti kode beep atau kode post pada layar. Dan
proses akan terhenti sampai masalah terselesaikan
BIOS pada VGA card akan mengecek keadaan VGA tersebut dan
kemudian mengidentifikasinya.
BIOS utama akan mencari hardware-hardware yang menggunakan
BIOS.
Start Up. BIOS akan menampilkan layar start up pada layar monitor.
Memory BIOS. BIOS akan menguji keadaan memori (RAM)
Hardware BIOS. BIOS akan mencari dan menguji hardware-hardware
yang tersambung dengan komputer.
PnP (Plug and Play) BIOS. BIOS akan membaca dan konfigurasi
hardware atau perangkat PnP (USB Flash Disk, Printer, USB Keyboard,
USB Mouse, dll) secara otomatis.
BIOS Screen Configuration. BIOS akan menampilkan kesimpulan
konfigurasi.
BOOT Drive. Bios akan mencari drive untuk melakukan boot seperti
yang diatur pada boot sequence.

-15-

Materi Ajar Sistem Operasi

BOOT Record. Setelah proses pencarian drive selesai, BIOS akan


mencari frist boot device dalam urutan yang memiliki MBR (Master Boot
Record) dalam Harddrive, Floppy, atau CD Drive.
Operating System. BIOS memulai proses boot pada sistem operasi
yang ada pada drive.
Jika BIOS tidak menemukan BOOT Table Hardware, maka sistem akan
berhenti.

b. Warm Booting booting computer dalam keadaan hidup


Pastikan komputer masuk pada sistem operasi. Lakukan lah restart
pada komputer anda dengan memilih menu yang ada pada OS.
Ketika komputer belum masuk ke OS, tekan tombol CTRL+ALT+DEL.
Tekan tombol reset yang ada pada casing PC.
Proses yang terjadi adalah :
- PSU. Ketika arus listrik dalam keadaan baik, maka PSU (Power
Supply) akan mengirimkan sinyal ke chip-chip motherboard bahwa
komputer siap dinyalakan.
- BIOS ROOM. BIOS ROM akan mengluarkan program BOOT, yang
kemudian akan dicek dan dilihat oleh Processor untuk tahap
selanjutnya/
Jika ketika proses BOOT terjadi kesalahan maka BIOS akan memberikan
kode POST error seperti kode beep atau kode post pada layar. Dan
proses akan terhenti sampai masalah terselesaikan
BIOS pada VGA card akan mengecek keadaan VGA tersebut dan
kemudian mengidentifikasinya.
BIOS utama akan mencari hardware-hardware yang menggunakan
BIOS.
Start Up. BIOS akan menampilkan layar start up pada layar monitor.
Memory BIOS. BIOS akan menguji keadaan memori (RAM)
Hardware BIOS. BIOS akan mencari dan menguji hardware-hardware
yang tersambung dengan komputer.
PnP (Plug and Play) BIOS. BIOS akan membaca dan konfigurasi
hardware atau perangkat PnP (USB Flash Disk, Printer, USB Keyboard,
USB Mouse, dll) secara otomatis.
BIOS Screen Configuration. BIOS akan menampilkan kesimpulan
konfigurasi.
BOOT Drive. Bios akan mencari drive untuk melakukan boot seperti
yang diatur pada boot sequence.
BOOT Record. Setelah proses pencarian drive selesai, BIOS akan
mencari frist boot device dalam urutan yang memiliki MBR (Master Boot
Record) dalam Harddrive, Floppy, atau CD Drive.
Operating System. BIOS memulai proses boot pada sistem operasi
yang ada pada drive.
Jika BIOS tidak menemukan BOOT Table Hardware, maka sistem akan
berhenti.
Pertemuan 10-12
Jenis-Jenis Partisi Harddisk & File Sistem
a.

-16-

Jenis Partisi Harddisk


Partisi disk merupakan suatu bagian logical dari disk drive. Setiap partisi dapat
dinyatakn oleh sebuah huruf dan akan menjadi drive yang bisa diakses pada
sistem operasi anda. Mengapa kita perlu membagi harddisk lebih dari satu? Hal
ini dapat mempermudah anda dalam melakukan pengorganisasian,
mempercepat kinerja harddisk, menjaga keamanan data anda dengan
pemisahan data dan sistem. Ketika sistem rusak, data tidak terpengaruh. Selain
itu, mempermudah anda dalam melakukan penginstalan beberapa sistem
operasi agar bisa dual boot.
Beberapa jenis partisi yang dikenal, sebagai berikut:

Materi Ajar Sistem Operasi

Partisi Primary atau partisi utama. Partisi ini dapat anda fungsikan untuk
menginstalasi sistem operasi utama anda dan harus diaktifkan terlebih
dahulu(active partition). Jumlah maksimal dari partisi ini maksimal empat.
Partisisi Extended adalah salah satu jenis dari primary partition. Jenis partisi
ini tidak bisa diisi dengan data, hanya sebagai wadah partisi logical. Jumlah
maksimal hanya satu.
Partisi Logical adalah partisi yang berada di dalam partisi Extended. Anda
dapat membuat partisi lebih dari empat.
b.

Jenis File Sistem


File sistem adalah metode penyimpanan dan pengaturan berbagai file dan datadata di dalam komputer agar mudah dicari dan diakses. Proses pembuatan file
sistem disebut dengan format. Sistem operasi pada umumnya menerapkan file
sistem yang berbeda satu sama lain.
Berikut adalah file sistem di microsoft windows:
FAT 16 adalah jenis file sistem yang mulai digunakan pada saat DOS. FAT 16
dapat menyimpan data hingga 2 GB.
FAT 32 adalah file sistem yang mulai diperkenalkan pada Windows 95. FAT 32
tidak menyediakan fasilitas enkripsi pada file sistem sehingga keamanan
operasi menjadi rentan.
NTFS adalah file sistem yang mulai diperkenalkan pada Windows NT.
Menggunakan beberapa fungsi tambahan kompresi, enkripsi, kuota, dan
kecepatan yang lebih baik dari pada FAT 32.
Berikut adalah file sistem di linux:
Ext2 adalah file sistem yang diperuntukan untuk Linux. Ext2 membagi file
sistem menjadiblocks. Secara teori dengan block 1 KB, Ext2 dapat
menyimpan satu file hingga 16 GB dengan besar partisi mencapai 4 TB( Tera
Byte).
Ext3 adalah penerusan dari Ext2 dengan penambaham fitur journaling file
system.
Journaling
file
system
adalah
file
sistem
yang
menyimpan log perubahan
di
jurnal
sebelum
ditulis
ke
dalam harddisk sehingga file sistem tidak corrupt ketika komputer mati tibatiba atau sistem yang crash.
Ext4 dirilis secara komplet dan stabil berawal dari kernel 2.6.28. Ext4
mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai
1EB=1,048,576 TB ukuran maksimum file size-nya, fast fsck, journal checksumming, dan defragmentation support.
Reiser file sistem memiliki jurnal yang cepat, mirip Ext3 file sistem. Dibuat
berdasarkanbalance tree yang lebih cepat dan efisien dalam pemanfaatan
disk. Jika kita menulis file100 bytes, hanya ditempatkan dalam satu blol. File
sistem lain menempatkannya dalam 100 blok dan menghemat disk sampai 6
%.
Swap adalah jenis file sistem yang digunakan sebagai virtual memori. Virtual
memori adalah bagian dari harddisk yang digunakan untuk menyimpan datadata memori apabilamemory full. Besar swap yang dibutuhkan 2 x kapasitas
RAM. Namun, bila anda memiliki memori yang besar, anda cukup gunakan 1
x kapasitas RAM atau lebih kecil
METODE - METODE MENGINSTAL SISTEM OPERASI
Sebuah OS diinstal pada hard disk, dan simpan pada sebuah partisi disk. Ada
berbagai metode untuk menginstal sebuah OS. Metode yang dipilih untuk
instalasi ini didasarkan pada sistem perangkat keras, OS yang diinstal, dan
kebutuhan pengguna. Ada empat pilihan dasar yang tersedia untuk instalasi
OS baru:
Clean Install
Metode ini dilakukan jika OS sebelumnya tidak bisa di upgrade sehingga
harus dilakukan pembersihan atau penghapusan OS sebelumnya dengan
cara menghapus semua data pada partisi tempat OS yang sebelumnya dan
membutuhkan software untuk menginstal OS yang baru. Proses ini juga
merusak OS yang sebelumnya.

-17-

Materi Ajar Sistem Operasi

Upgrade
Jika OS yang akan kita install masih dalam platform OS yang sama, kita
hanya melakukan upgrade. Dengan upgrade, sistem pengaturan konfigurasi,
aplikasi dan data tetap tersimpan.Metode Ini hanya menggantikan file OS
lama
dengan
file
OS
baru.
Multi-boot
Hal ini dimungkinkan untuk menginstal lebih dari satu OS di komputer untuk
membuat sistem multi-boot. Setiap OS terkandung dalam partisi sendiri dan
dapat memiliki file sendiri dan pengaturan konfigurasi. Pada start-up,
pengguna disajikan dengan menu untuk memilih OS yang diinginkan. Hanya
satu OS dapat berjalan pada satu waktu dan mengendalikan semua
perangkat keras
Virtualization
Virtualisasi adalah teknik yang sering digunakan pada server. Hal ini
memungkinkan beberapa salinan dari sebuah OS yang akan dijalankan pada
satu set perangkat keras, sehingga menciptakan banyak mesin virtual. Setiap
mesin virtual dapat diperlakukan sebagai komputer yang terpisah. Hal ini
memungkinkan sumber daya fisik tunggal untuk berfungsi sebagai sumber
daya beberapa logical.
Volume Cakram dan Format Cakram
Perlu dicatat bahwa Enkripsi Sistem Berkas (EFS) tidak tersedia di dalam Windows
XP Home Edition.
Memformat Ulang dan Memperbaiki Cakram Keras
Anda perlu memformat ulang dan mempartisi cakram keras apabila:
Anda hanya memiliki satu volume.
Anda harus menginstal setiap sistem operasi pada volume komputer yang
berbeda sehingga setiap penginstalan tetap memakai informasi berkas dan
konfigurasi.
Partisi boot tidak diformat dengan sistem berkas yang benar:
o Apabila Anda ingin membuat sistem multi-boot menggunakan MS-DOS,
Windows 95, Windows 98 atau Windows Me, Anda harus memformat partisi
sistem menggunakan FAT16 atau FAT32 karena sistem operasi tidak dapat
berjalan apabila partisi sistem adalah NTFS.
o Apabila Anda ingin membuat sistem multi-boot menggunakan Windows 95,
Windows 98 atau Windows Me bersama dengan Microsoft Windows XP, Anda
harus memformat partisi boot menggunakan FAT16 karena Windows 95,
Windows 98 dan Windows Me tidak mendukung sistem berkas NTFS.
o Apabila ingin menginstal Windows 95, Windows 98, atau Windows Me dengan
Windows NT 4.0, Windows 2000, atau Windows XP, Anda dapat memformat
partisi boot menggunakan FAT16 karena Windows NT 4.0 tidak mendukung
sistem berkas FAT32.
o Apabila ingin membuat sistem multi-boot menggunakan Windows 98 atau
Windows Me dengan Windows 2000, atau Windows XP, Anda dapat
memformat partisi boot menggunakan FAT32.
Catatan Apabila memformat volume Windows NT 4.0, Windows 2000, atau
Windows XP dengan sistem berkas selain NTFS, Anda akan kehilangan fitur
khusus NTFS. Ini termasuk beberapa fitur Windows XP seperti keamanan sistem
berkas, tataan Enkripsi Sistem Berkas (EFS), kuota cakram, dan Penyimpanan
Jarak Jauh. Demikian pula, Windows 95, Windows 98, dan Windows Me tidak
mengenali partisi NTFS dan mengidentifikasinya sebagai tidak dikenal. Oleh
karena itu, apabila Anda memformat partisi Windows 98 atau Windows Me
partition sebagai FAT, dan partisi Windows XP sebagai NTFS, berkas dalam partisi
NTFS tidak akan tersedia atau terlihat apabila Anda mencoba mengaksesnya
saat menjalankan Windows 98 atau Windows Me.
Sistem Berkas yang Didukung
Tabel berikut ini mencantumkan sistem berkas untuk sistem operasi Microsoft:
Sistem Operasi Sistem berkas yang didukung
----------------------------------------MS-DOS
FAT
-18-

Materi Ajar Sistem Operasi

Windows
Windows
Windows
Windows
Windows
Windows
Windows
Windows

3.1
FAT
NT
FAT, NTFS
95
FAT
95 OSR2 FAT, FAT32
98
FAT, FAT32
Me
FAT, FAT32
2000 FAT, FAT32, NTFS
XP
FAT, FAT32, NTFS

Tindakan pencegahan
Sebelum membuat konfigurasi multi-boot dengan Windows XP dan sistem operasi
lainnya, pelajari tindakan pencegahan berikut ini:
Sebelum berusaha membuat sistem multi-boot, pastikan Anda membuat
cadangan sistem dan semua berkas data.
Setiap sistem operasi harus diinstal pada volume yang berbeda. Microsoft tidak
mendukung penginstalan multi-sistem operasi pada volume yang sama.
Apabila Anda hanya memiliki satu volume di komputer tersebut, berarti Anda
harus memformat ulang dan membuat partisi cakram keras untuk memuat multivolume sebelum mulai membuat konfigurasi multi-boot, atau cukup instal salinan
Windows XP lainnya.
Jangan menginstal Windows XP pada kandar yang tidak dikompresi
menggunakan utilitas kompresi NTFS.
Anda harus menggunakan nama komputer yang berbeda untuk setiap sistem
operasi apabila komputer berada pada domain Windows 2000 atau Windows XP.
Instal sistem operasi dalam urutan berikut ini:
1. MS-DOS
2. Windows 95, Windows 98 atau Windows Me
3. Windows NT
4. Windows 2000
5. Windows XP
Untuk Membuat Sistem Multi-Boot Dengan Windows XP dan MS-DOS, Windows 95,
Windows 98, atau Windows Me
Catatan Anda hanya dapat menginstal item tunggal Windows 95, Windows 98, atau
Windows Me dalam konfigurasi multi-boot. Anda tidak dapat mengkonfigurasi
komputer menjadi multi-boot Windows 95, Windows 98, atau Windows Me karena
setiap platform ini menggunakan berkas boot yang sama. Contohnya, Anda dapat
menggunakan Windows 95, Windows 2000, dan Windows XP, tetapi tidak dapat
menggunakan Windows 95, Windows 98, dan Windows XP.
Anda harus menginstal Windows XP hanya setelah menginstal MS-DOS, Windows 95,
Windows 98, atau Windows Me untuk mencegah penimpaan sistem operasi sektor
boot Windows XP dan berkas permulaan Windows XP.
Untuk membuat sistem multi-boot dengan Windows XP dan MS-DOS, Windows 95,
Windows 98 atau Windows Me:
1. Pastikan bahwa cakram keras telah diformat dengan sistem berkas yang benar.
2. Instal sistem operasi multi menjadi beberapa volume terpisah, dengan urutan:
MS-DOS; Windows 95, Windows 98, atau Windows Me; kemudian Windows XP.
3. Lakukan salah satu dari berikut ini:
o Apabila Anda menghendaki sistem multi-boot dengan MS-DOS, Windows 95,
Windows 98 atau Windows Me bersamaan dengan Windows XP, instal MSDOS, Windows 95, Windows 98 atau Windows Me, kemudian instal Windows
XP.
o Apabila Anda menghendaki sistem dual-boot dengan Windows 95, Windows
98 atau Windows Me, bersamaan dengan Windows XP, Anda harus menginstal
Windows 95, Windows 98 atau Windows Me, kemudian instal Windows XP.
Instal setiap sistem operasi berdasarkan prosedur penginstalan standar.

-19-

Materi Ajar Sistem Operasi

Untuk membuat Sistem Multi-Boot dengan Windows NT 4.0 dan Windows XP


Menggunakan sistem multi-boot dengan Windows NT 4.0 dan juga Windows XP tidak
disarankan sebagai solusi jangka panjang. Pemutakhiran NTFS di dalam Paket
Layanan 5 (SP5) untuk Windows NT 4.0 hanya disediakan untuk membantu Anda
mengevaluasi dan meningkatkan ke Windows XP.
Untuk membuat sistem multi-boot dengan Windows NT 4.0 dan Windows
XP:
1. Pastikan bahwa cakram keras telah diformat dengan sistem berkas yang benar.
2. Instal Windows NT 4.0 dan terapkan SP5, kemudian instal Windows XP ke volume
terpisah. Instal setiap sistem operasi berdasarkan prosedur penginstalan standar.
Catatan Apabila Anda ingin menginstal lebih dari satu sistem operasi yang terdiri
atas beberapa kombinasi Windows NT 4.0, dengan Windows 2000, ataupun Windows
XP sebagai satu-satunya sistem operasi yang terinstal, Anda harus memastikan
bahwa telah menginstal SP5 untuk Windows NT 4.0. Windows XP secara otomatis
meningkatkan semua partisi NTFS yang ditemukan di dalam sistem menjadi versi
NTFS yang digunakan di Windows 2000 dan Windows XP. Namun, Windows NT 4.0
memerlukan SP5 untuk membaca dan menulis volume yang diformat dengan versi
NTFS yang digunakan dalam Windows 2000 dan Windows XP.
Menginstal Program di Lebih Dari Satu Sistem Operasi
Apabila Anda menginstal program di lebih dari satu sistem operasi, Anda harus
memperlakukan setiap sistem operasi sebagai entitas terpisah. Program dan
pengandar yang ingin digunakan harus diinstal di bawah setiap sistem operasi yang
ingin digunakan. Contohnya, apabila Anda ingin menggunakan Microsoft Word di
komputer yang sama di bawah Windows 98 dan juga Windows XP, Anda harus
menjalankan Windows 98 dan menginstal Microsoft Word, dan kemudian, Anda
harus memulai ulang komputer di Windows XP dan menginstal ulang Microsoft
Word.
Catatan Windows 95 atau Windows 98 akan mengkonfigurasi ulang pengaturan
perangkat keras saat kali pertama digunakan, yang mungkin menyebabkan masalah
konfigurasi saat menjalankan Windows XP.
Menentukan Sistem Operasi Asali untuk Permulaan
Apabila Anda memiliki lebih dari satu sistem operasi di komputer, Anda dapat
menetapkan sistem operasi yang ingin digunakan sebagai asali saat menjalankan
komputer:
Klik Mulai menjalankan, klik Panel Kontrol, kemudian klik Sistem.
Di tab Lanjut, di Permulaan dan Pemulihan, klik Tataan.
Di Permulaan sistem, dalam daftar Sistem operasi asali, klik sistem operasi
yang ingin dijalankan saat menghidupkan atau memulai ulang komputer.
Centang kotak Tampilkan daftar sistem operasi untuk, kemudian ketik
jumlah detik durasi tampilan daftar tersebut sebelum sistem operasi asali dimulai
secara otomatis. Untuk mengedit berkas opsi boot secara manual, klik Edit.
Microsoft sangat menyarankan agar Anda tidak mengubah berkas opsi boot
(Boot.ini), karena melakukannya mungkin akan menyebabkan komputer tidak
dapat digunakan.
Pemecahan Masalah
Saat memulai Microsoft Internet Explorer, Explorer Anda akan ditutup dan akan
menerima pesan galat yang mirip dengan berikut ini:
iexplore menyebabkan Kesalahan Halaman Tidak Valid pada modul kernel32.dll
Galat ini bisa saja terjadi apabila Anda menginstal multi sistem-operasi pada
volume tunggal.
Untuk mengatasi masalah ini, instal setiap sistem operasi pada volume yang
terpisah.
Anda tidak dapat mengkonfigurasi komputer untuk memulai Windows 95 dan
juga Windows 98 (atau Windows Me).
Anda tidak dapat mengkonfigurasi komputer menjadi multi-boot Windows 95 dan
Windows 98 (atau Windows Me) karena setiap platform ini menggunakan berkas
boot yang sama. Oleh karena itu, sekaligus membuat multi-boot Windows 95,
Windows 98 dan Windows Me tidak didukung.
-20-

Materi Ajar Sistem Operasi

Saat memulai komputer, menu boot tidak ditampilkan dan Anda tidak dapat
memulai Windows XP. Masalah ini dapat terjadi apabila Anda menginstal
Windows 95, Windows 98 atau Windows Me setelah menginstal Windows XP.
Untuk mengatasi masalah ini, perbaiki, atau instal ulang Windows XP.
Virtual Box Adalah perangkat lunak virtualisasi, yang dapat digunakan untuk
mengeksekusi sistem operasi "tambahan" di dalam sistem operasi "utama".
Sebagai contoh, jika seseorang mempunyai sistem operasi MS Windows yang
terpasang di komputernya, maka seseorang tersebut dapat pula menjalankan
sistem operasi lain yang diinginkan di dalam sistem operasi MS Windows.
Bagi anda yang masih bingung dalam langkah atau cara penginstalan Sistem
Operasi pada Virtual Bix anda, Berikut ada beberapa langkah yang akan saya
berikan :
1. Instal Virtual Box, dan Siapkan Sistem Operasi yang akan dipasang baik berupa
CD atau CD Virtual .
2. Jalankan Virtual Box yang telah terpasang dalam Komputer Anda
3. Berikut Adalah tampilan Hime Virtual Box

4. Untuk mulai Memasang OS kita, klik Icon Baru


5. Klik Next kemudian pilih Sistem Operasi yang akan anda pakai . kebetulan disini
saya menggunakan Linux Fedora

6. Klik Next, dan dalam tampilan berikut akan ada pilihan jumlah RAM untuk
dialokasikan pada mesin Virtual disarankan mengalokasikan RAM anda sebesar
768 MB .

-21-

Materi Ajar Sistem Operasi

7. Kemudian pilih memori atau hardisk untuk penyimpanan program sebesar 8GB
Rekomendasi Creat New Hardisk klik Next

8. Kemudian pilih VHD (Virtual Hard Disk)

9. Pilih Dynamically Alocated klik Next

10.Kemudian Pilih Lokasi penyimpanan file dan pemberian kapasitas penyimpanan .


disini saya menyimpan pada partisi D:\ dan kapasitas penyimpanan 8GB

-22-

Materi Ajar Sistem Operasi

11.Klik Next dan kemudian klik Create

12.Sekarang penginstalan Sistem Operasi anda telah siap di eksekusi . tapi sebelum
Itu tentukan dulu lokasi Sistem Operasi yang akan di eksekusi
13.Masuk Setting > Storage > sebelah kanan pilih file lokasi Virtual CD atau DVD
OSnya, karena saya menggunakan Virtual Disk pada Osnya cari file dan pilih
Fedora.iso klik OK

14.Setelah itu klik Mulai .


15.Tunggu hingga Booting Sistem Operasi anda selesai and Finaly Sistem Operasi
Anda telah terpasang .

-23-

Materi Ajar Sistem Operasi

Anda bisa menggunakan fungsi Sistem Operasi yang anda pasang seperti anda
memasangnya tanpa mesin Virtual
Pertemuan 13-16
Administrasi sistem operasi
PERINTAH-PERINTAH DOS
MELIHAT DAFTAR PERINTAH YANG VALID DI COMMAND PROMPT: HELPUntuk
mengetahui perintah-perintah apa saja yang berlaku di Command Prompt, cukup
ketikkan HELP kemudian tekan Enter. Untuk mengetahui daftar parameter spesifik
untuk perintah tertentu, ketikkan spasi diikuti tanda /? di belakang perintah utama.
Misalnya, untuk mengetahui parameter-parameter apa saja yang dapat diberikan
untuk perintah DIR, cukup ketikkan DIR /? kemudian tekan Enter.Di bawah ini
diberikan ringkasan daftar perintah-perintah yang dapat digunakan di Command
Prompt, yang penyajiannya dibagi dalam tiga kategori: dasar, mengenah dan lanjut.
Pembagian ini diharapkan dapat memudahkan pembaca yang masih pemula untuk
memilih prioritas perintah-perintah mana yang perlu dipelajari terlebih dahulu,
terutama perintah-perintah yang paling sering digunakan. Sebenarnya tidak semua
perintah disajikan di sini, hanya seingat dan sesempat penulis saja
(halah).Perintah dasar:Perintah-perintah tingkat dasar diperuntukkan bagi mereka
yang masih dalam tahap belajar.
1. ATTRIB Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah atribut file
2. CLS Perintah internal. Untuk menghapus layar monitor
3. COPY Perintah internal. Untuk mengkopi file
4. DEL Perintah internal. Untuk menghapus file
5. DIR Perintah internal. Untuk melihat daftar file/folder di folder/direktori

tertentu

6. MD Perintah internal. Untuk membuat direktori/folder baru


7. RD Perintah internal. Untuk menghapus folder (folder kosong)
8. REN Perintah internal. Untuk mengubah nama file/folder
9. TYPE Perintah internal. Untuk melihat isi filePerintah menengah:

Perintah-perintah tingkat menengah diperuntukkan bagi mereka yang mulai


mempelajari langkah-langkah recovery ringan, seperti format/install ulang, bad
sector recovery.
1. EDIT Perintah eksternal. Untuk mengedit file teks (interaktif)
-24-

Materi Ajar Sistem Operasi

2. DISK Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/membuat partisi harddisk


3. FORMAT Perintah eksternal. Untuk memformat disket/harddisk
4. MORE Untuk mencegah tampilan menggulung terus-menerus
5. SYS Eksternal apa internal ya? Yang jelas untuk membuat disket/harddisk jadi
bootable

Perintah tingkat lanjut:


1. DEBUG Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah isi file dalam format
heksadesimal
2. REG Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/menghapus key/value registry
3. TASKKILL Perintah eksternal. Untuk menghentikan/membunuh proses yang
sedang berlangsung
4. TASKLIST Perintah
berlangsung

eksternal.

Untuk

melihat

daftar

proses

yang

sedang

Perintah-perintah BATCH FILE @ ECHO REMProgram-program UtilitiesQuickBASIC,


PASCAL, TURBO C (bahasa pemrograman, program untuk membuat program)
Partition Magic for DOS (program partisi yang lebih mudah digunakan dibandingkan
FDISKMELIHAT DAFTAR FILE: DIRPerintah DIR berfungsi untuk melihat daftar
file/folder yang berada di direktori atau folder tertentu. Sebenarnya perintah DIR
mempunyai banyak sekali parameter perintah yang dapat kita gunakan untuk
membatasi daftar file/folder yang kita inginkan. Di antaranya, parameter-parameter
ini dapat kita gunakan untuk menentukan file, folder atau file dan folder yang ingin
kita lihat di direktori/folder tertentu, kemudian menentukan apakah kita akan
menampilkan file-file yang hidden atau tidak, kemudian mengurutkan berdasarkan
nama, tanggal, ukuran, dan sebagainya. Untuk mengetahui daftar parameter dan
cara penggunaannya, ketikkan DIR /? kemudian tekan Enter.Melihat daftar
file/folder dalam direktori/folder tertentu dir(tanpa parmenter).
Melihat daftar file sajaDIR /a-dMelihat daftar folder sajaDIR /adMelihat daftar file
yang tersembunyiDIR /a-dhMelihat daftar folder yang tersembunyiDIR /adhMelihat
daftar file/folder yang tersembunyiDIR /ahMENGETAHUI/MENGUBAH ATRIBUT FILE:
ATTRIBUntuk mengetahui daftar parameter untuk perintah ATTRIB, ketikkan
ATTRIB /?.Melihat attribut file/folderFormat umum: ATTRIB namafileContoh: ATTRIB
readme.txtUntuk melihat attribut dari beberapa file/folder, gunakan wildcards
character (*) pada namafile.Mengubah attribut file/folderATTRIB daftaratribut
namafileDaftar atribut yang valid: H, R, SGunakan tanda - di depan kode attribut
untuk menonaktifkan atributtertentu, gunakan tanda + untuk mengaktifkan atribut
tertentu.
Contoh pemakaian:Mengubah
+h README.TXT

atribut

file README.TXT menjadi

hiddenATTRIB

Perintah DOSPerintah DOS


adalah perintah-perintah yang dapat dijalankan di dalam sistem operasi
DOS

-25-

Materi Ajar Sistem Operasi

Dalam sistem operasi DOS, terdapat dua jenis perintah, yakni:

Perintah internal (internal command), yakni perintah-perintah yang telah


dimasukkan ke dalam COMMAND.COM

(interpreter perintah DOS), sehingga dapat langsung dieksekusi oleh kernel DOS,
di mana saja.

Perintah eksternal (external command), yakni perintah-perintah yang tidak


dimasukkan ke dalam COMMAND.COM, dan membutuhkan sebuah berkas yang
dapat dieksekusi (berupa program DOS) yang harus terdapat dalam
direktori aktif.Tabel berikut berisi perintah-perintah yang terdapat dalam MS-DOS.

Mengganti direktori
aktif ke direktori lainnya yang ditentukan dalam parameter. Jika dijalankan tanpa
parameter, maka perintah ini akan menampilkan lokasi di mana direktori aktif
berada.CHCPInternal
Jika dijalankan tanpa parameter, perintah ini akan menampilkan code page
(kumpulan karakter) dalam bentuk angka yang sedang digunakan. Perintah ini juga
dapat digunakan untuk mengganti code page untuk semua perangkat yang
mendukung pergantian kumpulan karakter.CLSInternal
Membersihkan layar dan menempatkan kursor pada pojok kiri layar. Perintah ini
tidak memiliki parameter.COPYInternal
Menyalin satu atau beberapa berkas dari satu lokasi ke lokasi lainnya yang
ditentukan. Perintah ini memiliki dua parameter, yakni parameter sumber berkas
dan tujuan ke mana berkas akan disalin.CTTYInternalChanges the terminal device
used to control your system. Perintah ini akan mengganti perangkat terminal (
terminal device
/
tty
) yang digunakan untuk DATEInternal
Perintah ini akan menampilkan tanggal saat ini. Perintah ini juga dapat mengeset
tanggal komputer.DEL atau ERASE
Internal

Menghapus berkas
yang ditentukan dalam parameter. Parameter dapat berupa nama berkas
atau
beberapa
nama
wildcard.DIRInternal

-26-

berkas

yang

disusun

menggunakan

karakter

Materi Ajar Sistem Operasi

Jika digunakan tanpa parameter, perintah ini dapat menampilkan daftar berkasberkas dan subdirektori yang terdapat di dalam direktori aktif. Berkas ini memiliki
satu parameter, yakni lokasi direktori di mana hendak menampilkan daftar isi
direktori
.EXITInternal
Keluar dari
shell
COMMAND.COM sekunder dan kembali lagi kepada COMMAND.COMprimer.LH atau
LOADHIGH
InternalMemuat sebuah program ke upper memory block
.LOCKInternal
Perintah ini mengizinkan akses langsung terhadap hard disk. Perintah ini
hanya dimiliki oleh MS-DOS
dalam Windows 95
/98
.MKDIR atau MD
Internal

Membuat sebuah direktori


dalam direktori aktif.PATHInternal
Menentukan di mana MS-DOS harus mencari berkas-berkas yang dapat dieksekusi
sebagai program.PROMPTInternalMengubah tampilan command prompt
MS-DOS
.RMDIR atau RD
Internal
Menghapus sebuah direktori kosong. Akan gagal bila direktori tersebut mengandung
berkas atau subdirektori lainnya. Gunakan perintah eksternal
DELTREE
untuk menghapus total sebuah tree
direktori
.REN atau RENAME
Internal

Mengubah nama
karakterwildcard).
-27-

sebuah

atau

beberapa

berkas

(dengan

menggunakan

Materi Ajar Sistem Operasi

SETInternal
Menampilkan, menghapus atau mengeset variabel-variabel lingkungan
. Umumnya, perintah ini dimasukkan ke dalam berkas AUTOEXEC.BAT
.TIMEInternalMenampilkan atau mengeset waktu saat ini.TYPEInternal
Menampilkan isi dari sebuah berkas (dalam bentuk teks) ke dalam standard output.
UNLOCKInternal
Menonaktifkan akses
hard disk
secara langsung. Perintah ini hanya dimiliki oleh MS-DOS dalam
Windows 95/98.VERInternalMenampilkan versi sistem operasi yang
Perintah DOS adalah perintah-perintah yang dapat dijalankan di dalamsistem
operasi DOS. Dalam sistem operasi DOS, terdapat dua jenis perintah, yakni:

Perintah internal (internal command), yakni perintah-perintah yang telah


dimasukkan ke dalamCOMMAND.COM (interpreter perintah DOS), sehingga dapat
langsung dieksekusi oleh kernel DOS, di mana saja.
Perintah eksternal (external command), yakni perintah-perintah yang tidak
dimasukkan ke dalam COMMAND.COM, dan membutuhkan sebuah berkas yang
dapat
dieksekusi
(berupa
program
DOS)
yang
harus
terdapat
dalam direktori aktif.

Tabel berikut berisi perintah-perintah yang terdapat dalam MS-DOS.


Jenis
perinta
Perintah h
Keterangan
BREAK

Mengeset pengecekan penekanan tombol Ctrl+C atau


Internal menggagalkannya.

CD atau
CHDIR

Mengganti direktori aktif ke direktori lainnya yang ditentukan


dalam parameter. Jika dijalankan tanpa parameter, maka
perintah ini akan menampilkan lokasi di mana direktori aktif
Internal berada.

CHCP

Jika dijalankan tanpa parameter, perintah ini akan


menampilkan code page (kumpulan karakter) dalam bentuk
angka yang sedang digunakan. Perintah ini juga dapat
digunakan untuk mengganti code page untuk semua
Internal perangkat yang mendukung pergantian kumpulan karakter.

CLS

Membersihkan layar dan menempatkan kursor pada pojok kiri


Internal layar. Perintah ini tidak memiliki parameter.

COPY

Menyalin satu atau beberapa berkas dari satu lokasi ke lokasi


lainnya yang ditentukan. Perintah ini memiliki dua parameter,
yakni parameter sumber berkas dan tujuan ke mana berkas
Internal akan disalin.

CTTY

Perintah ini akan mengganti perangkat terminal (terminal


Internal device/tty) yang digunakan untuk mengontrol komputer.

DATE

Perintah ini akan menampilkan tanggal saat ini. Perintah ini


Internal juga dapat mengeset tanggal komputer.

-28-

Materi Ajar Sistem Operasi

DEL atau
ERASE

Menghapus berkas yang ditentukan dalam parameter.


Parameter dapat berupanama berkas atau beberapa nama
Internal berkas yang disusun menggunakan karakter wildcard.

DIR

Jika digunakan tanpa parameter, perintah ini dapat


menampilkan daftar berkas-berkas dan subdirektori yang
terdapat di dalam direktori aktif. Berkas ini memiliki satu
parameter, yakni lokasi direktori di mana hendak
Internal menampilkan daftar isidirektori.

EXIT

Keluar dari shell COMMAND.COM sekunder dan kembali lagi


Internal kepada COMMAND.COM primer.

LH atau
LOADHIG
H

Internal Memuat sebuah program ke upper memory block.

LOCK

Perintah ini mengizinkan akses langsung terhadap hard disk.


Internal Perintah ini hanya dimiliki oleh MS-DOS dalam Windows 95/98.

MKDIR
atau MD

Internal Membuat sebuah direktori dalam direktori aktif.

PATH

Menentukan di mana MS-DOS harus mencari berkas-berkas


Internal yang dapat dieksekusi sebagai program.

PROMPT

Internal Mengubah tampilan command prompt MS-DOS.

RMDIR
atau RD

Menghapus sebuah direktori kosong. Akan gagal bila direktori


tersebut mengandung berkas atau subdirektori lainnya.
Gunakan perintah eksternalDELTREE untuk menghapus total
Internal sebuah tree direktori.

REN atau
Mengubah nama sebuah atau beberapa berkas(dengan
RENAME Internal menggunakan karakterwildcard).

SET

Menampilkan, menghapus atau mengesetvariabel-variabel


lingkungan. Umumnya, perintah ini dimasukkan ke dalam
Internal berkasAUTOEXEC.BAT.

TIME

Internal Menampilkan atau mengeset waktu saat ini.

TYPE

Menampilkan isi dari sebuah berkas (dalam bentuk teks) ke


Internal dalam standard output.

UNLOCK

Menonaktifkan akses hard disk secara langsung. Perintah ini


Internal hanya dimiliki oleh MS-DOS dalam Windows 95/98.

VER

Internal Menampilkan versi sistem operasi yang digunakan.

VERIFY

Menyuruh sistem operasi agar melakukan verifikasi bahwa


berkas-berkas yang ditulis ke dalam media penyimpanan telah
sempurna ditulis, dan menampilkan status verifikasi. Perintah
Internal ini secara default dinyalakan oleh MS-DOS.

VOL

Internal Menampilkan nama label dari sebuah volumeatau partisi.

PERINTAH-PERINTAH DOS
MELIHAT DAFTAR PERINTAH YANG VALID DI COMMAND PROMPT: HELP
Untuk mengetahui perintah-perintah apa saja yang berlaku di Command Prompt,
cukup ketikkan HELP kemudian tekan Enter. Untuk mengetahui daftar parameter
spesifik untuk perintah tertentu, ketikkan spasi diikuti tanda /? di belakang perintah
utama. Misalnya, untuk mengetahui parameter-parameter apa saja yang dapat
diberikan untuk perintah DIR, cukup ketikkan DIR /? kemudian tekan Enter.

-29-

Materi Ajar Sistem Operasi

Di bawah ini diberikan ringkasan daftar perintah-perintah yang dapat digunakan di


Command Prompt, yang penyajiannya dibagi dalam tiga kategori: dasar, mengenah
dan lanjut. Pembagian ini diharapkan dapat memudahkan pembaca yang masih
pemula untuk memilih prioritas perintah-perintah mana yang perlu dipelajari
terlebih dahulu, terutama perintah-perintah yang paling sering digunakan.
Sebenarnya tidak semua perintah disajikan di sini, hanya seingat dan sesempat
penulis saja (halah).
Perintah dasar:
Perintah-perintah tingkat dasar diperuntukkan bagi mereka yang masih dalam tahap
belajar.
ATTRIB Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah atribut file
CLS Perintah internal. Untuk menghapus layar monitor
COPY Perintah internal. Untuk mengkopi file
DEL Perintah internal. Untuk menghapus file
DIR Perintah internal. Untuk melihat daftar file/folder di folder/direktori tertentu
MD Perintah internal. Untuk membuat direktori/folder baru
RD Perintah internal. Untuk menghapus folder (folder kosong)
REN Perintah internal. Untuk mengubah nama file/folder
TYPE Perintah internal. Untuk melihat isi file
Perintah menengah:
Perintah-perintah tingkat menengah diperuntukkan bagi mereka yang mulai
mempelajari langkah-langkah recovery ringan, seperti format/install ulang, bad
sector recovery.
EDIT Perintah eksternal. Untuk mengedit file teks (interaktif)
FDISK Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/membuat partisi harddisk
FORMAT Perintah eksternal. Untuk memformat disket/harddisk
MORE Untuk mencegah tampilan menggulung terus-menerus
SYS Eksternal apa internal ya? Yang jelas untuk membuat disket/harddisk jadi
bootable
Perintah tingkat lanjut:
DEBUG Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah isi file dalam format
heksadesimal
REG Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/menghapus key/value registry
TASKKILL Perintah eksternal. Untuk menghentikan/membunuh proses yang sedang
berlangsung
TASKLIST Perintah eksternal. Untuk melihat daftar proses yang sedang berlangsung
Perintah-perintah BATCH FILE

Program-program Utilities
QuickBASIC, PASCAL, TURBO C (bahasa pemrograman, program untuk membuat
program)
Partition Magic for DOS (program partisi yang lebih mudah digunakan dibandingkan
FDISK
MELIHAT DAFTAR FILE: DIR
Perintah DIR berfungsi untuk melihat daftar file/folder yang berada di direktori
atau folder tertentu. Sebenarnya perintah DIR mempunyai banyak sekali parameter
perintah yang dapat kita gunakan untuk membatasi daftar file/folder yang kita
inginkan. Di antaranya, parameter-parameter ini dapat kita gunakan untuk
menentukan file, folder atau file dan folder yang ingin kita lihat di direktori/folder
tertentu, kemudian menentukan apakah kita akan menampilkan file-file yang hidden
atau tidak, kemudian mengurutkan berdasarkan nama, tanggal, ukuran, dan
sebagainya. Untuk mengetahui daftar parameter dan cara penggunaannya, ketikkan
DIR /? kemudian tekan Enter.
Melihat daftar file/folder dalam direktori/folder tertentu
-30-

Materi Ajar Sistem Operasi

DIR (tanpa parameter)


Melihat daftar file saja
DIR /a-d
Melihat daftar folder saja
DIR /ad
Melihat daftar file yang tersembunyi
DIR /a-dh
Melihat daftar folder yang tersembunyi
DIR /adh
Melihat daftar file/folder yang tersembunyi
DIR /ah

MENGETAHUI/MENGUBAH ATRIBUT FILE: ATTRIB


Untuk mengetahui daftar parameter untuk perintah ATTRIB, ketikkan ATTRIB /?.
Melihat attribut file/folder
Format umum: ATTRIB namafile
Contoh: ATTRIB readme.txt
Untuk melihat attribut dari beberapa file/folder, gunakan wildcards character (*)
pada namafile.
Mengubah attribut file/folder
ATTRIB daftaratribut namafile
Daftar atribut yang valid: H, R, S
Gunakan tanda - di depan kode attribut untuk menonaktifkan atribut tertentu,
gunakan tanda + untuk mengaktifkan atribut tertentu.
Contoh pemakaian:
Mengubah atribut file README.TXT menjadi hidden
ATTRIB +h README.TXT
Mengaktifkan atribut hidden sekaligus atribut system pada fileREADME.TXT
ATTRIB +h +s README.TXT
Menonaktifkan attribut hidden, read-only dan system pada semua file dalam
direktori aktif (current directory). Kombinasi atribut ini dapat digunakan untuk
memunculkan kembali file-file yang disembunyikan, misalnya sebagai dampak
infeksi virus ke komputer:
ATTRIB -h -r -s *.*

Pertemuan 17-19
Prosedure pencarian kesalahan
Kerusakan Pada Sistem Operasi (DI)
Sistem operasi sangat berperan penting dalam penggunaan Komputer anda,
tanpa system operasi, computer anda tidak akan dapat digunakan sebagaimana
mestinya. Berikut gejala-gejala kerusakan yang sering terjadi dalam system
operasi :
1. Booting terhenti setelah berhasil melakukan POST.
Hal ini dapat terjadi karena :
a. Instalasi fisik hardisk, setting device, prioritas boot pada CMOS bermasalah.
b. Kerusakan pada system operasi, mungkin file system file operasi rusak,
hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
-31-

Materi Ajar Sistem Operasi

2. Kinerja booting sampai ke windows berlangsung dengan lambat.


Hal ini dapat terjadi karena :
a. Manajemen memori bermasalah.
b. Kerusakan pada system operasi, mungkin file system file operasi rusak,
hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
3. Windows Explorer tidak dapat dijalankan, tidak dapat meng-copy, mengganti
nama file dan lain-lain.
Hal ini dapat terjadi karena :
a. Kerusakan pada system operasi, mungkin file system file operasi rusak,
hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
4. Start Menu tidak dapat dijalankan.
Hal ini dapat terjadi karena :
a. Kerusakan pada system operasi, mungkin file system file operasi rusak,
hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
5. Prosedur Shutdown tidak dapat dijalakan.
Hal ini dapat terjadi karena :
a. Kerusakan pada system operasi, mungkin file system file operasi rusak,
hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
6. Prosedur Shutdown berhenti sebelum Komputer benar-benar mati.
Hal ini dapat terjadi karena :
a. Terdapat masalah dengan CMOS battery.
b. Kerusakan pada system operasi, mungkin file system file operasi rusak,
hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
Secara umum, penyebab kerusakan sistem operasi Windows adalah hampir
sebagian besar diakibatkan oleh beberapa hal-hal sebagai berikut:

Komputer mati secara tiba-tiba karena listrik padam.

Komputer terlalu sering dimatikan tanpa melalui proses Shut Down.

Proses instalasi gagal (tidak sempurna).

File-file sistem Windows terinfeksi virus.

Program antivirus mencoba memperbaiki file-file sistem Windows yang terinfeksi


virus.

Setting registry Windows berubah (kacau).

File-file sistem Windows hilang (terhapus).


Beberapa petunjuk yang menyiratkan bahwa sistem operasi Windows telah
mengalami suatu gangguan yang sangat serius dan fatal akibat adanya file sistem
yang rusak dapat dilihat dari pesan kesalahan (error messages).
Penyebab umum lainya terjadi kemungkinan masalah pada pc
yang terjadi bisa disebabkan oleh masalah-masalah di bawah ini.
1. Kerusakan pada registry system anda.
Registry ini berfungsi menampilkan informasi serta konfigurasi antara hardware
dan software pada komputer anda. Terlalu banyak sering gonta ganti software,
install dan uninstall software atau driver sering meninggalkan jejak pada registry.
Jika registry system ada yang rusak atau hilang, biasanya pc anda akan sering
hang atau sering terjadi crash pada sistem.
Solusi : Gunakan software untuk maintanance atau memperbaiki dan
membersihkan registry pada system anda, seperti registry cleaner, registry
defrag. Jadi anda tidak perlu membersihkan atau membereskannya secara
manual. Jika permasalahan pada komputer anda masih berlanjut, maka kita
telusuri penyebab kerusakan selanjutnya.
Tips: Bagi orang awam pada masalah sistem komputer, sebaiknya tidak
mengotak-atik registri pada sistem windows anda secara manual. Merubah
sendiri value atau isi registry harus dilakukan oleh orang yang mengerti tentang
system registry pada komputer.
2. File berantakan dan tidak teratur rapi.
-32-

Materi Ajar Sistem Operasi

Begitu banyak file yang anda miliki namun tidak tersimpan rapi dalam harddisk
anda, akan bisa menjadi penyebab komputer anda sering crash atau hang. Kita
sering
memasukkan
dan
mengeluarkan
data,
namun
tidak
rajin
membersihkannya atau menata susunannya. Sistem penempatan data yang
tersimpan pada windows selalu pada memori yang sedang kosong.
Solusi: Gunakan utility dari windows yang dinamakan disk defragment. Atau
anda juga bisa menggunakan software lainnya yang bertujuan sama, merapihkan
penempatan data pada memory harddisk anda. Jika permasalah masih berlanjut,
terlusuri lagi penyebab permasalahan selanjutnya.
Tips : Jangan terlalu sering melakukan defrag, cukup lakukan defrag pada saat
komputer anda sudah mulai lambat atau pada saat diperlukan saja.
3. Terkena virus/malware.
Pastikan komputer anda punya sistem keamanan dari bahaya virus dan malware.
Selalu gunakan antivirus dan anti malware, spyware, pada komputer anda. Virus
sering bekerja untuk merusak sistem dan data pada komputer, ini merupakan
ancaman serius. Tak heran jika terjadi kerusakan karena adanya virus, maka
kinerja komputer akan tidak karuan, registry, sistem dan data-data anda bisa
rusak.
Solusi: Scan komputer anda dengan menggunakan anti virus dan antimalware
yang anda install pada komputer. Sembuhkan penyakitnya dengan antivirus
tersebut.
Tips: Jangan pernah meninggalkan kegiatan update database anti virus anda.
Perkembangan jenis-jenis virus terus berkembang dari hari ke hari, maka
pastikan anda memiliki software anti virus yang punya database virus paling
baru. Jadi, update selalu antivirus pada komputer anda.
4. Kapasitas harddisk sudah terlalu penuh.
Coba cek berapa jumlah sistem dan data yang tersimpan pada harddisk anda.
Jika kapasitas harddisk sudah mendekati penuh, atau sudah terlalu banyak data,
makan tidak menutup kemungkinan sistem komputer anda bekerja lebih berat
dan akan menyebabkan kelambatan pada kinerja komputer anda.
Solusi: Cek data-data anda, yang tidak penting sebaiknya di hapus saja, agar
beban harddisk tidak terlalu berat. Bersihkan harddisk anda dari sampahsampahnya juga. Anda bisa gunakan software seperti CC Cleaner atau yang
lainnya untuk membersihkan sistem anda dari sampah-sampah data, dan
sampah-sampah bekas anda bekerja, dan bekas anda melakukan browsing atau
online.
Tips: Biasakan menempatkan data-data anda di drive terpisah dari drive sistem
anda. Sisakan free space pada sistem anda setidak-tidaknya 25% dari kapasitas
drive sistem anda. Jadi jangan sampai terlalu penuh. Harddisk butuh ruang untuk
bernafas dan bekerja. Jangan terlalu penuh.
5. Suhu komputer terlalu panas (Overheat)
Coba lihat kebersihan CPU anda. Jika terdapat debu yang terlalu tebal pada kipas
atau prosesor anda, itu dapat menyebabkan suhu pada komputer anda
meningkat. Debu-debu itu bisa menghalangi sirkulasi udara di dalam komputer
anda. Hal ini akan membuat komputer dan prosesor anda cepat panas, dan
akhirnya membuat kerja komputer anda menjadi lambat dan sering hang karena
suhunya sudah terlalu panas. Hal ini pun dapat menyebabkan hardware anda
rusak.
Solusi: Bersihkan CPU anda dengan alat-alat pembersih yang aman dan lembut,
terutama kipas prosesor. Cek kecepatan kipas-kipas yang ada. Jika kipas-kipas
anda sudah bekerja lambat, ada baiknya segera ganti kipas-kipas anda dengan
yang baru.
Tips: gunakan alat pembersih seperti penyemprot angin yang kecil, kuas yang
berbulu lembut. Jangan gunakan cairan apapun untuk menghindari konslet pada
mainboard anda. Rapihkan juga susunan kabel-kabel yang ada di dalam cpu
anda.
Kesalahan pada hasil instalasi

-33-

Materi Ajar Sistem Operasi

-34-

Materi Ajar Sistem Operasi