Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Pembangunan kesehatan adalah salah satu upaya Pembangunan
Nasional yang diarahkan guna tercapai kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat setiap penduduk untuk mewujudkan derajat
kesehatan yang optimal. Agar terwujud derajat kesehatan yang optimal
diperlukan penyelenggara yang mampu dalam memberikan pelayanan
kesehatan yang menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan salah satunya
Rumah Sakit 1.
Rumah sakit adalah suatu sistem organisasi yang selalu mengalami
perubahan, berkesinambungan dan dinamis, sehingga perlu adanya
koordinasi

serta

evaluasi

kegiatan

operasional

untuk

menjamin

keberhasilan dan kesinambungan. Agar sistem dapat berjalan dengan baik


di Rumah Sakit diperlukan manajemen sebagai pelaksana operasional
sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing yang ada di Rumah Sakit,
serta perlu didukung oleh adanya ketetapan kebijakan yang berlaku di
Rumah Sakit dalam melaksanakan program kegiatan yaitu upaya
perluasan, pemerataan serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara
menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan 2.
Berdasarkan amanat Pasal 28 H ayat (3) Perubahan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah ditegaskan
bahwa setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan
pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
Kemudian Pasal 34 ayat (2) dinyatakan negara mengembangkan sistem
jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang
lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.
Dengan latar belakang di atas, pemerintah selalu mengupayakan
perubahan demi perubahan dalam rangka mencapai pemerataan pelayanan
kesahatan di seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari pelaksanaan asuransi
yang

dikenal

Akademi Farmasi IKIFA

dengan

asuransi

kesehatan

(ASKES)

kemudian

Page 1

JAMKESMAS, JAMKESDA, ASABRI dan jaminan kesehatan yang


dikelola oleh swasta. Pada tahun 2013, terdapat suatu kebijakan baru yang
sangat berbeda dari sebelumnya bahwa setiap asuransi tersebut kecuali
asuransi swasta digabung dalam suatu Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) menjadi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 3. JKN akan
dimulai dan secara resmi akan diberlakukan pada Januari 2014. JKN
adalah

jaminan

berupa

perlindungan

kesehatan

non

profit

dan

komprehensif agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan


dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang
diberikan setiap orang yang telah membayar iuran/iurannya dibayar oleh
pemerintah. Tujuan JKN secara umum yaitu mempermudah masyarakat
untuk mengakses pelayanan kesehatan dan mendapatkan pelayanan
kesehatan yang bermutu 3,4.
Dalam pelaksanaanya, JKN akan diselenggarakan oleh suatu
Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) kesehatan. Menurut
Undang-Undang No. 24 Tahun 2011, Jaminan Sosian Nasional akan
diselenggarakan oleh BPJS, yang terdiri atas BPJS Kesehatan dan BPJS
Ketenagakerjaan. Untuk program JKN akan diselenggarakan oleh BPJS
kesehatan. Dalam hal ini, PT Askes dipercaya oleh pemerintah menjadi
BPJS Kesehatan. PT Askes selama ini hanya melayani Pegawai Negri Sipil
(PNS) baik yang masih aktif bekerja maupun yang sudah pensiun beserta
keluarganya. Setelah bertransformasi menjadi BPJS kesehatan, maka
mereka akan melayani semua penduduk yang belum ter-cover oleh PT
Askes. BPJS kesehatan merencanakan pada tahun 2014, 70% masyarakat
Indonesia ikut dalam program ini 5,6.
Salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pelayanan
komprehensif dan jumlahnya selalu meningkat setiap tahunnya adalah
diabetes melitus. Indonesia merupakan negara ke empat jumlah penderita
diabetes terbanyak di dunia dengan jumlah penderita 8,43 juta pada tahun
2010 dan akan meningkat menjadi 21,26 juta pada tahun 2030 7. Sehingga
dapat diartikan bahwa biaya pengobatan diabetes melitus juga akan
mengalami peningkatan. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit atau

Akademi Farmasi IKIFA

Page 2

gangguan metabolisme kronis dengan berbagai macam etiologi yang


ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan
metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai insufisiensi fungsi
insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau
defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta langerhans kelenjar pankreas,
atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin 8.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budhi Asih mempunyai
beberapa pelayanan sosial dan pasien jaminan diantaranya adalah pasien
ASKES. Semua asuransi kecuali asuransi swasta digabung dalam suatu
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menjadi Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN) dan secara resmi diberlakukan pada Januari 2014. RSUD
Budhi Asih merupakan salah satu rumah sakit yang mempunyai pasien
dengan diagnosa diabetes melitus cukup banyak, sehingga penggunaan
obat antidiabetes yang tepat dan rasional perlu dikontrol.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan dan dengan
diberlakukan Formularium Rumah Sakit di Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Budhi Asih, maka dilakukan evaluasi mengenai kesesuaian resep
antidiabetik pada pasien rawat jalan di RSUD Budhi Asih dengan
Formularium RSUD Budhi Asih pada bulan Januari-Maret 2015.
1.2

Perumusan Masalah
Bagaimana kesesuaian resep antidiabetik pada pasien rawat jalan di
RSUD Budhi Asih dengan formularium RSUD Budhi Asih pada bulan
Januari-Maret 2015 ?

1.3
1.3.1

Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Tujuan umum dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah untuk
mengetahui kesesuaian resep antidiabetik pada pasien rawat jalan di
RSUD Budhi Asih dengan formularium rumah sakit di RSUD Budhi Asih.

1.3.2

Tujuan Khusus

Akademi Farmasi IKIFA

Page 3

Tujuan khusus dari evaluasi kesesuaian resep antidiabetik pada pasien


rawat jalan di RSUD Budhi Asih dengan formularium RSUD Budhi Asih
pada bulan Januari-Maret 2015 adalah ingin mengetahui :
1. Untuk mengetahui persentase obat DM yang sesuai dengan
formularium rumah sakit
2. Untuk mengetahui golongan obat DM terbanyak yang diresepkan
sesuai dengan formularium
3. Untuk mengetahui persentase obat DM generik dan paten yang banyak
diresepkan
4. Untuk mengetahui kombinasi golongan obat DM yang sering
digunakan
5. Untuk mengetahui kombinasi obat non DM yang sering digunakan
1.4
1.4.1

Manfaat Penelitian
Bagi Akademik
Sebagai sumber informasi mengenai gambaran pelaksanaan,
kebijakan dan manfaat tentang penggunaan obat antidiabetik yang sesuai

1.4.2

dengan formularium rumah sakit.


Bagi Rumah Sakit
Rumah sakit mendapatkan profil penggunaan obat pada pasien

1.4.3

diabetes melitus.
Bagi Penulis
Untuk memperluas

wawasan

mengenai

penggunaan

obat

antidiabetik.

Akademi Farmasi IKIFA

Page 4