Anda di halaman 1dari 23

ABSTRAK

Berdasarkan konsep berhias hendaklah seorang lelaki berhias dengan


tidak menyerupai wanita dan tidak pula berlebih-lebihan. Seorang lelaki
yang berhias dengan menggunakan perhiasan emas maupun pakaian
sutra tidaklah diperbolehkan. Hal ini didasarkan pada berbagai hadist
yang diriwayatkan oleh beberapa wari. Selain itu menurut jumhur ulama
madzhab mailiki, syafii maupun hambali penggunaan emas dan sutra
bagi laki-laki tidaklah dibenarkan. Pelarangan ini didasarkan agar seorang
muslim laki-laki tidak menyerupai seorang wanita serta tidak menyerupai
orang-orang kafir. Hal ini didasrakan atas hadist dan ayat yang
menyatakan bahwa orang muslim diakhirat akan meneirma perhiasan
emas dan sutra sedangkan orang kafir kan menerima kenikmatan itu
didunia saja. Selain itu, cincin dari besi dan perak diperbolehkan atas
dasar hadist, sedangkan cincin emas putih tetap dilarang digunakan
karena emas putih merupakan paduan logam emas dan nikel atau
paladium. Kain semi sutra tetap diperbolehkan bagi laki-laki karena kain
ini bukanlah kain sutra asli melainkan kain kombinasi. Selain itu terdapat
pula rukhshoh yang memperbolehkan penggunaan sutra untuk dijadikan
pembalut pada luka.

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 1

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 2

DAFTAR ISI

Abstrak....................................................................................
.................... 1
Daftar
Isi....................................................................................................
... 2
Bab I
Pendahuluan...................................................................................
..... 3
1.1. Latar
Belakang.........................................................................
.......... 3
1.2. Rumusan
Masalah...........................................................................
... 5
1.3. Tujuan..........................................................................
.... ................. 5
Bab II Kajian
Pustaka...................................................................................
6
2.1. Emas dan
Sutra................................................................................. 6
2.1.1.
Emas..............................................................................
.......... 6

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 4

2.1.2.
Sutra..............................................................................
.......... 8
Bab III
Pembahasan............................................................................
.......... 9
3.1. Larangan Penggunaan Emas dan Sutra bagi Lakilaki................... 9
3.2. Pandangan Islam Mengenai Emas Putih, Semi Sutra
dan Lelaki... 15
3.3.

Hikmah

Pelarangan

Sutra............................................... 16
Bab

Emas

dan
IV

Kesimpulan..............................................................................
. 17
4.1.
Simpulan............................................................................
......... 17
4.2.
Saran.................................................................................
.......... 17
Daftar
Pustaka....................................................................................
........ 18

BAB I
PENDAHULUAN

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 6

1.1.

Latar Belakang

Emas merupakan logam mulia yang banyak digunakan


sebagai perhiasan dari zaman mesir kuno -3000SM-. Dahulu
emas digunakan sebagai alat tukar dan perhiasan, banyak
artefak emas yang ditemukan dalam bentuk perhiasan. Emas
merupakan logam mulia yang berharga tinggi. Emas mudah
sekali diubah dalam berbagai bentuk sehingga tak jarang emas
digunakan sebagai perhiasan bagi wanita dengan beragam
bentuk dan jenis namun sekarang banyak lelaki yang juga
mengenakannya. Banyak lelaki yang menggunakan cincin emas
atau bahkan kalung emas. Emas merupakan lambang dari
kekuasaan dan keabadian. Emas biasa digunakan sebagai
lambang pengikat janji pada pernikahan. Pernikahan adalah jalan
yang

Tuhan

atur

untuk

menyatukan

dua

insan

dalam

menyempurnaan agama dan meneruskan keturunan dengan


jalan yang diridloi. Pernikahan identik dengan penyatuan dua
individu

dengan

meleburkan

berbagai

perbedaan

dan

menyatukan persamaan-persamaan yang biasa dilambangkan


dengan penyematan cincin sebagai wujud pengikatan dua insan
dalam satu jalan. Cincin yang digunakan biasanya terbuat dari
emas. Cincin emas sering digunakan oleh pasangan pengantin,
baik lelaki mapun perempuan. Pernikahan adalah suci namun
bagaimana jika dalam prosesi yang sakral ini mensyaratkan
seorang lelaki harus mengenakan cincin yang berasal dari emas?
Islam adalah agama yang mengatur segala sesuatu dengan
sempurna baik urusan kerohanian (hubungan Tuhan dan hamba)
maupun urusan keduniaan (hubungan manusia dan manusi)
seperti permasalahan politik, ekonomi, muamalah dan lain
sebagainya. Fenomena cincin emas dan lelaki tentu saja tidak
luput dari pembahasan dalam islam. Menurut hadist yang
Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 8

diriwayatkan dari ibnu Laila, ia berkata,

"Hudzaifah pernah

ditugaskan di al-Mada'in. Pada suatu ketika ia meminta minum,


Dihqaan datang dengan membawa air dalam gelas yang terbuat
dari perak. Hudzaifah melempar Dihqaan dengan gelas perak
tersebut lalu berkata, "Sesungguhnya aku melemparnya karena
ia sudah pernah aku larang namun masih saja ia lakukan.
Sesungguhnya

Rasulullah

sholallohu

'alaihi

wasallam

bersabda, 'Emas, perak, sutra, dan sutra dibaaj untuk mereka


orang kafir di dunia dan untuk kalian nanti di akhirat'," (HR
Bukhari [5632] dan Muslim [2067]).
Selain emas, sutra juga tidak diperbolehkan bagi laki-laki.
Kain sutra bertekstur halus dan biasanya tersedia dengan
berbagai motif yang indah. Kain indah dengan harga tinggi ini
tentu sangat cantik bila dikenakan oleh seorang wanita namun
bagaimana jika kain indah ini digunakan oleh seorang lelaki?
Alasan penggunaan emas mapun sutra bagi kaum lelaki mungkin
sama yakni adanya unsur keinginan terlihat cantik atau dapat
dikatakan bahwa hal tersebut merupakan upaya mempercantik
diri atau berhias. Islam memiliki pandangan tertentu terhadap
konsep berhias seperti yang disebutkan Diriwayatkan oleh
Bukhari:

:
: , , , ,
















:










.
Artinya: Muad bin Fadholah menceritakan kepada kami,
Hisyam menceritakan kepada kami, dari Yahya, dari Ikrimata,
dari Ibnu Abbas berkata: Nabi saw. melaknat kaum pria yang
Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 10

bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah


kelaki-lakian dan Beliau berkata: keluarkan mereka dari rumah
kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan, dan Umar juga
mengeluarkan si fulan. Islam menganjurkan untuk berhias
dengan tidak menyerupai wanita (bagi laki-laki) dan tidak
menyerupai laki-laki (bagi wanita). Lantas pandangan islam
terhadap permasalahan berhias seperti ini apakah berupa
pembenaran atau justru berupa suatu larangan?
Oleh karena itu, penulis memaparkan dalil-dalil pelarangan
emas dan sutra bagi kaum laki-laki dan manfaat pelarangan
tersebut dalam makalah yang berjudul EMAS, SUTRA, LAKI-LAKI
DAN ISLAM.

1.2.
Rumusan Masalah
Pembahasan masalah dalam makalah ini didasarkan
pada beberapa rumusan masalah berikut:
1. bagaimana pandangan islam mengenai lelaki, emas
dan sutra?
2. Bagaimana pandangan islam mengenai emas putih,
semisutra dan lelaki?
3. bagaimana manfaat pelarangan emas atau sutra bagi
laki-laki?

1.3. Tujuan
Penulisan makalah memiliki beberapa tujuan, yakni:
1. mengetahui pandangan islam mengenai lelaki, emas
dan sutra,
2. mengetahui dalil pandangan islam mengenai emas
putih, semisutra dan lelaki, dan
3. mengetahui manfaat pelarangan emas atau sutra bagi
laki-laki.

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 12

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 14

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Emas dan Sutra
2.1.1. Emas
Emas adalah logam mulia dengan nomor atom 79, massa 196.9665
sma,

berbentuk

kubus

dan

memiliki

warna

keemasan. Logam emas mudah ditempa dan


dibentuk serta tidak mudah mengalami korosi.
Selain itu karena warnanya yang khas dan menarik
serta tidak mudah mudar membuat kebanyakan
orang melirik logam mulia ini. Pada pembuatan
perhiasan, logam emas banyak dibuat paduan

Gambar 2.1 struktur


atom emas (Au)

misalnya

dengan

logamnya dengan berbagai macam logam lain

perak,

tembaga,

seng,

platinum,

paladium, dan nikel untuk menghasilkan emas


putih.
Emas

merupakan

logam

dengan konduktivitas yang


dan

bersifat

bereaksi)
digunakan
bahan

inert

(tidak

sehingga

sering

dibidang

industri

semikonduktor.

Emas

baik
mudah
sebagai
bukanlah

logam yang mudah mengalami korosi atau tidak mudah dioksidasi, emas
lebih mudah bereaksi dengan senyawa yang mengandung unsur halogen
(Flor dan Klor) serta air raja
(campuran asam klorida HCl-

Gambar 2.2 emas sebagai perhiasan

dan asam nitrat NO3-).


Emas telah digunakan sejak 3000SM di eropa tengah, mesir dan Iraq.
Pada awalnya emas digunakan sebagai model fashion dan perhiasan.
Orang mesirlah yang pertama kali diduga menggunakan teknik modern
Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 16

dalam pengolahan emas. Orang-orang mesir menggunakan api untuk


memodifikasi bentuk, serta menggunakan paduan logam lain untuk
meningkatkan kekerasan emas serta membuat variasi warna, sedangkan
orang yunani dan romawilah yang disebut pertama kali menggunakan
teknik kimia dalam pemisahan emas dari logam-logam lainnya. Selain
diguanakan sebagai model fashion dan perhiasan, emas juga diguanakan
sebagai alat tukar atau sebagai mata uang. Hal ini telah dikenal sejak
zaman romawi dan banyak pula digunakan di jazirah arab bahkan tetap
digunakan hingga saat ini. (anonim,2010)

2.2. Sutra
Sutra merupakan jenis kain yang dihaislkan dari benang yang
diperoleh

dari

serangga

yang

disebut

Lepidoptera. Serat sutera berbentuk filamen


dan dihasilkan oleh larva ulat sutera ketika
membentuk kepompong. Species utama ulat
sutera

yang

banyak

dipelihara

untuk

produksi kain sutara adalah bombyx mori.


Pemeliharaan ulat sutera dimulai dari negeri
Cina, kemudian menyebar ke Jepang, Asia
Tenggara, Asia Timur dan ke Eropa. Pada

Gambar 2.3 kepompong

saat ini, negara utama penghasil sutera

bombyx mori (cocon)

adalah Jepang, Italia, Cina dan Perancis. Serat sutera mentah mempunyai
komposisi sebagai berikut yaitu:
1.
2.
3.
4.

Fibroin(serat) 76 %,
serisin (perekat) 22%,
lilin (1,5%) dan
garam-garam mineral (0,5%).

Fibroin adalah protein yang tidak mengandung belerang dan tidak


larut di dalam larutan alkali lemah dan sabun, sedangkan serisin
merupakan protein yang tidak mengandung belerang dan tidak larut
dalam

air

dingin,

tetapi

menjadi

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 18

lunak di dalam air panas, dan larut dalam alkali lemah atau sabun. Fibroin
merupakan suatu protein yang terbentuk dari asam alfa amino (Gly-SerGly-Ala-Gly-Ala) yang membentuk suatu beta sheet. Pada beta sheet ini
satu deret asam amino dengan ikatan peptida akan berinteraksi secara
iakatan hidrogen dengan deret asam amino lain yang berada dibawahnya
sehingga membentuk lembaran-lembaran. Kadar Serin (Ser) dan Alanin
(Ala) yang tinggi membuat sutra semakin kuat dan tidak mudah rusak.
Selain itu kkeuatan serat ini juga bergantung dari jumlah interaksi
hidroegn yang terjadi semakin banyak dan semakin kuat interaksi
hidrogen yang terbentuk maka serat sutara akan semakin baik. Serisin
menyebabkan

sutera

mentah

pegangannya

kaku

dan

kasar,

dan

merupakan pelindung serat selama pengerjaan mekanik. Supaya kain


sutera menjadi lembut, berkilau dan dapat dicelup, serisinnya harus
dihilangkan, biasanya dengan pemasakan di dalam larutan sabun. Dalam
pemasakan ini, lilin dan garam-garam mineral ikut hilang. (anonim, 2013)
Sutra memiliki serat dengan bentuk segitiga. Serat sutra tahan
terhadap ,arutan asam namun tidak dengan asam sulfat. Dalam larutan
sulfat sutra dapat terlarut, selain itu dalam larutan pemutih serat sutra
juga dapat rusak. Oleh karena itu, sutra tidak boleh direndam dalam
pemutih.
Sekarang telah diperjual belikan kain yang merupakan modifikasi
sutra, seperti rayon. Modifikasi sutra dilakukan dengan cara mendapatkan
serat sutra namun bukan berasal dari ulat sutra tapi serat bambu ataupun
kedelai. Selain dengan serat tanaman modifikasi sutra ini juga banyak
dilakukan dengan serat sintetis. (anonim, 2015)

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 20

BAB III
PEMBAHASAN
3.1.
Larangan Penggunaan Emas dan Sutra bagi Laki-laki
Lak-laki sebagai makhluk Allah yang diciptakan dengan
maskulinitas diharapkan selalu mampu memancarkan sifat kejantanan ini.
Namun saat ini banyak laki-laki yang justru berdandan maupun bertingkah
layaknya wanita. Islam melarang dengan tegas sikap lelaki yang seperti
ini. Oleh karena itu, laki-laki hendaknya tidak berdandan seperti seorang
wanita. Hal ini berkaitan dengan konsep berhias. Berhias merupakan
sutau tuntunan yang harus dijalankan setiap manusia. Allah berfirman,
"Hai anak-cucu Adam! Sungguh Kami telah menurunkan
untuk kamu pakaian yang dapat menutupi aurat-auratmu dan untuk
perhiasan." (al-A'raf: 26).
Dalam ayat tersebut jelas bahwa dalam berhias hendaknya tetap
menjaga kemaluan dengan cara menutup aurat dari pandangan orang lain
yang bukan mahram.
Allah berfirman,
"Hai anak-cucu Adam! Jangan sampai kamu dapat
diperdayakan oleh syaitan, sebagaimana mereka telah dapat
mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari sorga,
mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu
supaya kelihatan kedua auratnya." (al-A'raf: 27)
Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 22

"Hai anak-cucu Adam! Pakailah perhiasanmu di tiap-tiap


masjid dan makanlah dan minumlah tetapi jangan berlebih-lebihan
(boros)." (al-A'raf: 31).
Dari kedua ayat tersebut diketahui bahwa daam berhias hendaklah
tidak berlebih-lebih karena hal tersebut merupakan godaan syaithan yang
hanya ingin menjerumuskan manusia dalam berbuat maksiat kepada
Allah. Bagi seseorang yang enggan dan tidak menyukai berhias bahkan
mengharamkan berhias justru tidak disukai Allah seperti firman Allah,
"Siapakah yang berani mengharamkan perhiasan Allah
yang telah dikeluarkan untuk hambaNya dan begitu juga rezekirezeki yang baik (halal)?" (al-A'raf: 32).
Selain itu, hendaklah berhias dengan tidak menyerupai wainta (bagi
laki-laki) dan tidak menyerupai laki-laki (bagi wanita), seperti hadist yang
diriwayatkan oleh Bukhori,
:


: , , , ,




:



.

Artinya: Muad bin Fadholah menceritakan kepada kami, Hisyam
menceritakan kepada kami, dari Yahya, dari Ikrimata, dari Ibnu Abbas
berkata: Nabi saw. melaknat kaum pria yang bertingkah kewanitawanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan Beliau
berkata: keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si
fulan, dan Umar juga mengeluarkan si fulan.
Oleh karena itu hendaknya berhias dilakukan dengan cara-cara yang
sesuai dengan aturan agama dan norma-norma. Namun bagaimana
dengan kasus lelaki yang memakai kalung, cincin atau perhiasan lain yang
terbuat dari emas? Padahal emas merupakan lambang kecantikan dan
keabadian yang banyak digunakan oleh wanita. Banyak laki-laki yang
menggunakan
pernikahan.

cincin
Menurut

emas,
islam,

khususnya
lelaki

pada

tidak

saat

prosesi

dalam

diperkenankan

untuk

menggunakan emas. Hal ini didasarkan pada hadist-hadist Rosulullah,


sebagai berikut:
Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 24







-

-




















Artinya : "Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam
memerintahkan kami untuk melakukan tujuh perkara dan melarang
kami dari tujuh perkara. Beliau memerintahkan kami untuk
menengok orang sakit, mengiringi jenazah, menjawab orang bersin,
memenuhi sumpah, menolong orang teraniaya, mendatangi
undangan, dan menyebarkan salam. Beliau melarang kami dari
memakai cincin emas, minum dengan bejana emas, memekai
mayatsir (alas duduk kendaraan dari sutra), memakai sutra dari al
Qassu (daerah di Mesir), memakai sutra halus, memakai sutra tebal,
dan memakai sutra yang kasar." (ShohihMuslim, no.2066)
Terdapat juga hadist lain yang diriwayatkan dari Ali bin Abu Talib r.a.,
Ali berkata:
Rasulullah s.a.w. mengambil sutera, ia letakkan di sebelah
kanannya, dan ia mengambil emas kemudian diletakkan di sebelah
kirinya, lantas ia berkata: Kedua benda ini (emas dan sutra) haram
buat orang laki-laki dari umatku. (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasai,
Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)

Selain itu juga terdapat hadist yang ditulis dalam Sunan Nasai,
Musnad Ahmad dan Sunan Kubro lil-Baihaqi sebagai beirkut:

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 26

"Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari umatku dan
diharamkan bagi para lelakinya." (Sunan Nasa'i, no.5148 , Musnad
Ahmad, no. 19503 dan Sunan Kubro Lil-Baihaqi, no.6112).
Dan

hadist

dari

Abu

Musa

Al

Asyari,

ia

berkata

bahwa

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,







Diharamkan bagi laki-laki dari umatku sutera dan emas,
namun dihalalkan bagi perempuan. (HR. Tirmidzi no. 1720).
Dari beberapa hadist tersebut jelas bahwa emas dan sutra (baik sutra
tipis maupun tebal, seluruh jenis sutra yang asli) terlarang bagi seorang
lelaki muslim namun diperbolehkan bagi seorangwanita muslim.
Sedangkan terdapat hadist lain yang diriwayatkan hadist dari
Hudzaifah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,












Janganlah kalian mengenakan pakaian sutera dan juga dibaaj
(sejenis sutera). Janganlah kalian minum di bejana dari emas dan
perak. Jangan pula makan di mangkoknya. Karena wadah semacam
itu adalah untuk orang kafir di dunia, sedangkan bagi kita nanti di
akhirat. (HR. Bukhari no. 5426 dan Muslim no. 2067).
Dan Saiyidina Umar pernah juga berkata:
"Aku pernah mendengar Rasulullah s.a. w. bersabda: 'Jangan
kamu memakai sutera, karena barangsiapa memakai di dunia, nanti
di akhirat tidak lagi memakainya.'" (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Dan dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Nabi shallallahu alaihi wa
sallam bersabda,












Janganlah kalian memakai sutera karena siapa yang
mengenakannya di dunia, maka ia tidak mengenakannya di
akhirat. (HR. Bukhari no. 5633 dan Muslim no. 2069).
Kedua hadist tersebut diperkuat dengan firman Allah sebagai
berikut,









Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan
mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di
Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 28

bawahnya mengalir sungai-sungai. di surga itu mereka diberi


perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan
pakaian mereka adalah sutera. (QS. Al Hajj : 23)
Selain dari alquran dan alhadist juga terdapat pendapat imam, yakni
Imam Nawawi rahimahullah yang berkata, Sesungguhnya orang kafir
mereka bisa mengenakan emas dan perak di dunia. Adapun di akhirat,
mereka tidak akan mendapatkan bagian apa-apa. Sedangkan orang
muslim, mereka akan mengenakan perak dan emas di surga. Dan mereka
akan mendapatkan kenikmatan yang lain yang tidak pernah dilihat oleh
mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah terbetik dalam
hati. (Syarh Shahih Muslim, 14: 36).
Dari hadist, ayat dan pendapat tersebut, maka jelas dapat dikatakan
bahwa Allah melarang seorang mulim untuk menggunakan emas sebagai
perhiasan dan sutra sebagai pakaian karena hal tersebut menyamakan
orang muslim dengan orang kafir. Dan Allah memberikan imbalan kepada
muslim yang beriman dan bertakwa yang patuh dengan atura Allah
tersebut

dengan

memberikannya

kenikmatan

yangtidak

pernah

dirasakannya didunia yakni memberikan emas dan perak serta mutiaramutiara sebagai perhiasana diakhirat (disurga) serta pakian yang indahindah (sutra). Sungguh maha adil Allah atas apa yang teklah diputuskan,
sehingga jelas bagi lelaki muslim tidak boleh menggunakan emas dan
sutra dan bersabar untuk mendapatkan nikmat Allah yang besar kelak
diakhirat.
Berikut adalah hadist yang diriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah,
dari ayahnya, dia berkata:















"Sesungguhnya ada seorang laki- laki datang kepada Nabi
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan cincin terbuat dari kuningan.
Lalu Beliau bersabda kepadanya: "Kenapa saya mencium darimu
aroma

berhala?"

lalu

dia

membuangnya.

Kemudian

datang

kepadanya yang memakai cincin dari besi, lalu Beliau bersabda


Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 30

kepadanya: "Kenapa saya melihatmu memakai perhiasan penduduk


neraka?" lalu dia membuangnya. (HR. Abu Daud No. 4223 . An
Nasa'i No. 5159, lafaz ini milik Abu Daud) Sementara dalam lafaz
Imam At Tirmidzi, ada redaksi tambahan:

Kemudian datang kepadanya seseorang yang memakai cincin dari
emas. Lalu Beliau bersabda: "Kenapa saya melihat padamu
perhiasan penduduk surga?" (HR. At Tirmidzi No. 1785, katanya:
gharib)
Imam Nawawi rahimahullah berkata tentang hadist tersebut:
Seandainya si pemilik emas tadi mengambil emas itu lagi,
tidaklah haram baginya. Ia boleh memanfaatkannya untuk dijual
dan tindakan yang lain. Akan tetapi, ia bersikap waro (hati-hati)
untuk mengambilnya, padahal ia bisa saja menyedekahkan emas
tadi kepada yang membutuhkan karena Nabi shallallahu alaihi wa
sallam tidaklah melarang seluruh pemanfaatan emas. Yang beliau
larang adalah emas tersebut dikenakan. Namun untuk pemanfaatan
lainnya, dibolehkan, (Syarh Shahih Muslim, 14: 56).
Dari penjelasan tersebut jelas bahwa emas merupakan perhiasan
seorang muslim nanti diakhirat dan dilarang diguanakn didunia (bagi
lelaki), sehingga saat sahabat mengenakannya dan ditegur rosul maka
sahabat tersbeut langsung membuangnya.dan rosul memintanya untuk
mengambilnya kembali untuk dimanfaatkan namun karena takut terhadap
laknat Allah maka sahabat itu tidak mau mengambilnya. Emas memang
dilarang digunakan bagi seorang lelaki namun tidak berarti emas dilarang
dimanfaatkan. Emas dapat dimanfaatkan dengan menggunakan sebagai
investasi, alat tukar, emas bisa dijual dan dimanfaatkan hasil penjualnnya.
Sesungguhnya Allah tidak memberatkan hamba-Nya.
Dalam kitab Al-Mausuah AL-Fiqhiyyah, 5/278: Para ahli fiqih
memperbolehkan

membentangkan

kain

sutera

untuk

para

wanita,

sementara bagi para lelaki diharamkan menurut Jumhur (mayoritas


ulama) Malikiyah, Syafiiyyah dan Hanabilah.

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 32

Hal ini memperkuat larangan sutra bagi lelaki. ketiga madzhab


sepakat tentang larangan ini.
Allah melarang hambanya (lelaki) menggunakan sutra namun Allah
juuga menurunkan kemudahan bagi hambanya. Bagi lelaki muslim yang
sedangang mengalami sakit dan tidak ada kain lain sebagai pembalutnya
maka boleh digunakan sutra sebagai kain pembalutnya seperti yang
dijelaskan bahwa Rasulullah pernah mengizinkan Abdur-Rahman bin 'Auf
dan az-Zubair bin Awwam untuk memakai sutera karena ada luka di
bagian

badannya.

Selain

itu,

terdapat

keringan

lain

yakni

bleh

menggunakan sutra dengan kadar yang sangat sedikit, artinya kain yang
digunakan bukan sepenuhnya sutra namun sutra yang dicampur dengan
serat lain misalnya katun. Bagi seorang lelaki yang mengenakan sesuatu
yang terdapat sedikit sutra didalamnya, sebatas dua atau tiga atau empat
jari saja siperbolehkan, demikian pendapat jumhur ulama berdasarkan
apa yang diriwayatkan dari Umar berkata,Rasulullah saw melarang sutra
kecuali sekedar ukuran dua atau tiga atau empat jari. (Muttafaq Alaih).
Informasi yang sangat luas dan dengan adanya internet membuat
berbagai informasi dapat diakses dengan sangat mudah. Kini, tersebar isu
bahwa larangan emas bagi laki-laki dikarenakan oleh kemudhan emas
masuk didalam tubuh. Menurut berbagai artikel yang tersimpan dalam
server internet disebutkan bahwa menurut pandangan ilmiah, emas
dilarang digunakan oleh lelaki karena partikel emas dapat masuk dalam
tubuh manusia melalui kulit dan dapat mengalir didalam darah. Ukuran
diameter

nanopartikel

emas

20nm

terbukti

mampu

menembus

epidermis kulit namun hal ini hanya terjadi pada lelaki karena dalam
jaringan kulit wanita terdapat jaringan lemak yang tidak dapat tertembus
emas. Partikel emas dalam cincin dapat teroksidasi dan membentuk
senyawa

yang

dapat

membahayakan

sel-sel

gonda

laki-laki

dan

menyebabkan disfungsi pada sel gonad. Cincin emas yang digunakan


terlalu lama akan membuat kadar emas yang masuk dalam tubuh jauh
lebih tinggi dari batas kadar minimal dan kondisi ini disebut sebagai
migrasi emas. Pada kondisi ini potensi terjadinya alzeimer semakin besar.
Alzeimer merupakan penyakit menurunnya kemampuan pengendalian diri
Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 34

terhadap kegiatan fisik

maupun

mental.

Biasanya

penderita

akan

kehilangan memorinya serta mengalami kemunduran kemampuan fisik


dan mental. Selain itu ada juga yang menyatakan bahwa hal tersebut
hanya terjadi pada lelaki karena pada lelaki tidak terdapat siklus
menstruasi yang mampu mengeluarkan darah-darah kotor secara berkala.
Namun hal tersbeut bertentangan dengan sifat emas itu sendiri.
Emas bersifat inert dan sulit mengalami reaksi oksidasi atau korosi. Emas
hanya

dapat

bereaksi

dengan

flor,

klor

dan

air

raja,

sehingga

kemungkinan partikel emas terlarut dan masuk dalam tubuh sangatlah


kecil. Selain itu penjelasn-penjelasan tentang pengaruh emas dalam tubuh
tersbeut tidak jelas darimana sumbernya sehingga informasi tersebut
belum dapat dipercaya.
Alasan terkuat larangan tersebut adalah didasarkan atas perintah
Allah dan rosul-Nya serta larangan penyamaan lelaki dan wanita.
3.2.
Pandangan Islam Mengenai Emas Putih, Semi
Sutra dan Lelaki
Bila emas dan sutra telah jelas dilarang oleh agama, maka
bagaimana dengan hukum seorang lelaki muslim yang memakai cincin
emas putih, cincin besi dan cincin perak serta bagaiamana pula hukum
lelaki yang mengenakan baju dengan bahan kain semi sutra? Apakah
tetap haram?
Memakai cincin perak, buat orang laki-laki jelas telah dihalalkan
oleh Rasulullah s.a.w., sebagaimana tersebut dalam hadis riwayat Bukhari,
bahwa Rasulullah sendiri memakai cicin perak, yang kemudian cincin itu
pindah ke tangan Abubakar, kemudian pindah ke tangan Umar dan
terakhir pindah ke tangan Usman sehingga akhirnya jatuh ke sumur Aris
(di Quba'). Selain itu ada yang berpenndapat bahwa larangan penggunaan
perak hanya terbatas pada penggunaanya sebagai perabot rumah tangga
sperti piring, tempat makan, sendok dan lain-lain. Adapun tentang logamlogam yang lain seperti besi dan sebagainya tidak ada satupun nas yang
mengharamkannya, bahkan yang ada adalah sebaliknya, yaitu Rasulullah
s.a.w. pernah menyuruh kepada seorang laki-laki yang hendak kawin
dengan sabdanya:

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 36

"Berilah (si perempuan itu) mas kawin, walaupun dengan satu


cincin dari besi." (Riwayat Bukhari)
Dari hadis inilah, maka Imam Bukhari beristidlal untuk menetapkan
halalnya memakai cincin besi.
Emas putih sendiri belum ada nas yang jelas, namun bila dilihat dari
asal mulanya eas putih merupakan paduan logam emas dengan logam
lain misalnya nikel maupun paladium. Banyak informasi yang beredar
bahwa emas putih merupakan platinum, hal ini tidaklah benar karena
emas putih tetap merupakan emas namun hanya ditambahkan logam lain
sehingga memebrikan warna yang berbeda tapi bahan utamanya tetaplah
emas. Oelh karena itu pembolehan emas putih dipakai oleh lelaki dengan
alasan emas putih terbut dari paladium dan tidak mengandung emas
adalah kurang tepat. Dan emas putih tetap dihukumi tidak boleh. Hal ini
dilakukan untuk menghindari kebathilan yang mungkin ditimbulkan dari
penggunaan cincin emas ini meskipun dalam bentuk campuran. Dan tidak
ada rukhshoh tentang penggunaan cincin dengan kadar emas rendah
sekalipun.
Adapun kain semi sutra merupaan kain sutra yang terbutat dari
campuran sutra dengan serat lain mislanya katun maupun sutra sintesis.
Kain semi sutra ini boleh digunakan oleh lelaki karena dianggap bukan
merupakan sutra asli dan murni, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya
bahwa terdapat keringanan tentang pengggunaan sutra ini. Oelh karena
itu degnan merujuk hal tersebut kain semi sutra ini diperbolehkan.
3.3.
Hikmah Pelarangan Emas dan Sutra
Pelarangan

emas

dan

sutra

untuk

digunakan

oleh

laki-laki

membeirkan hikmah sebagai berikut:


1. tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang kafir,
2. tasyabbuh (penyerupaan) dengan wanita,
3. berlebihan dalam mengenakan sutera bukanlah sifat jantan dari
laki-laki. memang laki-laki dituntut pula untuk berhias diri namun
tidak berlebih-lebihan.
(lihat al minhatul allam fii syarh bulughil marom karya syaikh
abdullah bin sholih al fauzan, 4: 207),
4. sebagai upaya untuk menjaga dari kebathilan,
5. mematuhi perintah allah, dan
6. sebagai upaya mendekatkan diri kepada allah.
Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 38

BAB IV
KESIMPULAN
4.1.
Simpulan
Emas dan sutra dilarang dikenakan oleh lelaki muslim didasarkan dari
ayat

alquran

penyerupaan

dan
pada

alhadist.

Hal

orang-orang

ini
kafir

bertujuan
dan

untuk

kepada

menghindari
wanita

serta

menghindari berlebih-lebihan dalam berhias (bagi lelaki) serta dalam


rangka mematuhi aturan Allah dan mendapatkan nikmatnya kelak
diakhirat. Selain emas, emas putih juga dilarang dipakai oleh laki-laki
namun cincin perak dan besi diperbolehkan sedangkan untuk kain semi
sutra tetap boleh dikenakan.
4.2.
Saran
Sebagai seorang muslim hendaklah mendalami dan

mengkaji

kembali larang-larangan oleh maupun peirntahnya sebagai upaya untuk


memperdalam pengetahuan dan untuk mengindari dalam melakukan halEmas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 40

hal yang terlarang serta agar lebih peka mengamati fenomena yang
terjadi disekitar dan analisis fenomena tersebut dan jawab menurut
pandangan islam maupun pandangan ilmu pengetahuan. Bagi laki-laki
hendaklah mampu menahan diri dari mengenakan apa-apa yang telah
dilarang oleh Allah. Selain itu bagi muslim hendaklah memandang suatu
permasalahan dari berbagai sudut pandang termasuk sudut pandang
ilmiah atau keilmuan namun harus berhati-hati agar tidak terjadi
kesalahan pemahaman tentang pendapat yang tidak kuat.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.

(tanpa

tahun).

Elements

Aurum.

.[Online].

Tersedia:

http://www.chemicalelements.com/elements/au.html[19 Februari 2015]


Anonim.
(tanpa
tahun).Gold,
Aurum.[Online].
Tersedia:http://www.britannica.com/EBchecked/topic/237258/goldAu/2770/Compound [19 Februari 2015]
Anonim.(tanpa tahun).Larangan Pria Memakai Pakaian Sutra. [Online].
Tersedia: http://rumaysho.com/umum/larangan-pria-memakai-pakaiansutera-3297[19 Februari 2015]
Anonim.(tanpa tahun). Muslim Men Allowed Wear Gold. [Online]. Tersedia:
http://people.opposingviews.com/muslim-men-allowed-wear-gold9617.html[19 Februari 2015]

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 42

Anonim.
(2010).
Sejarah
Emas
di
Dunia.[Online].
Tersedia:
http://ailovegold.blogspot.com/2010/02/sejarah-emas-di-dunia.html[19
Februari 2015]
Anonim. (2011). Hukum Memakai Cincin Bagi Laki-laki. [Online]. Tersedia:
http://faisalchoir.blogspot.sg/2011/11/hukum-memakai-cincin-bagi-lakilaki.html[19 Februari 2015]
Anonim.(2012).
Awal
Mula
perhiasan
Emas.[Online].
Tersedia:
http://desfibrar.blogspot.com/2012/04/awal-mula-perhiasan-emasdigunakan.html[19 Februari 2015]
Anonim.(2012). Hukum Islam tentang Laki-laki Memakai Emas. [Online].
Tersedia:http://berbagirasasejutailmu.blogspot.com/2012/06/hukumislam-tentang-laki-laki-memakai.html[19 Februari 2015]
As-Syarawi, M. Mutarwali.(tanpa
Menjawab.Jakarta: Gema Insani

tahun).

Anda

Bertanya

Islam

Salim Shaikh bin Ied Al-Hilali.(2005).Ensiklopedi Larangan Menurut AlQuran dan As-Sunnah.Bogor:Pustaka Iman Asy-Syafii

Emas, Sutra, Laki-Laki dan Islam | 44