Anda di halaman 1dari 12

ISU LINGKUNGAN (REGIONAL)

PENCEMARAN MINYAK LEPAS PANTAI

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Interaksi Makhluk Hidup
yang dibina oleh Ibu Metri Dian Insani, S.Si., M.Pd.

Oleh
Ghufron Nurpatria Krisna
(130351603582)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Maret 2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pencemaran minyak di perairan paling sering terjadi dibandingkan di darat
dan sangat memprihatinkan. Lingkungan laut merupakan suatu sistem yang terus
menerus berubah secara dinamis, selain menyediakan tempat rekreasi yang indah
dan suatu laboratorium untuk mempelajari segala kahidupan di dunia. Tetapi
dalam persepsi umum sejak dahulu laut selalu dipandang sebagai tempat terakhir
yang cocok untuk pembuangan limbah yang dihasilkan manusia dan anggapan
bahwa volume lautan dunia sangat luas mempunyai kemampuan yang tidak
terbatas untuk menyerap limbah tersebut.
Limbah minyak adalah buangan yang berasal dari hasil eksplorasi
produksi minyak, pemeliharaan fasilitas produksi, fasilitas penyimpanan,
pemrosesan, dan tangki penyimpanan minyak pada kapal laut. Limbah minyak
bersifat mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan
infeksi, dan bersifat korosif. Limbah minyak merupakan bahan berbahaya dan
beracun, karena sifatnya, konsentrasi maupun jumlahnya dapat mencemarkan dan
membahayakan lingkungan hidup, serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk
hidup lainnya.
Polusi dari tumpahnya minyak di laut merupakan sumber pencemaran laut
yang menjadi fokus perhatian masyarakat luas, karena akibatnya sangat cepat
dirasakan oleh masyarakat sekitar pantai dan sangat signifikan merusak makhluk
hidup di sekitar pantai tersebut. Pencemaran minyak semakin banyak terjadi
sejalan dengan semakin meningkatnya permintaan minyak untuk dunia industri
yang harus diangkut dari sumbernya yang cukup jauh, meningkatnya jumlah
pengeboran minyak lepas pantai dan juga karena semakin meningkatnya
transportasi laut.

1.2. Rumusan Masalah


Rumusan masalah dari makalah ini adalah:
a. Apakah pengertian dari pencemaran minyak lepas pantai?
b. Apa saja sumber penyebab terjadinya pencemaran minyak lepas pantai?
c. Apa saja akibat dari terjadinya pencemaran minyak lepas pantai?
d. Bagaimana cara menangani pencemaran minyak lepas pantai?

1.3. Tujuan Penulisan


Tujuan dari makalah ini adalah:
a. Untuk mendeskripsikan pengertian dari pencemaran minyak lepas pantai.
b. Untuk mendeskripsikan sumber penyebab terjadinya pencemaran minyak
lepas pantai.
c. Untuk mendeskripsikan akibat dari terjadinya pencemaran minyak lepas
pantai.
d. Untuk mendeskripsikan cara menangani pencemaran minyak lepas pantai.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pencemaran Minyak Lepas Pantai
Laut merupakan suatu ekosistem yang kaya dengan sumber daya alam
termasuk keanekaragaman sumber daya hayati yang dapat dimanfaatkan untuk
kemakmuran dan kesejahteraan manusia. Kehidupan manusia di bumi ini sangat
bergantung pada lautan, oleh karena itu manusia harus menjaga kebersihan dan
kelangsungan kehidupan organisme yang hidup di dalamnya. Selain itu, lautan
merupakan tempat pembuangan benda-benda asing dan pengendapan barang sisa
yang diproduksi oleh manusia. Lautan juga menerima bahan-bahan yang terbawa
oleh air dari daerah pertanian dan limbah rumah tangga, sampah dan bahan
buangan dari kapal, tumpahan minyak dari kapal tanker dan pengeboran minyak
lepas pantai.
Berdasarkan P.P. No.19/1999, pencemaran laut diartikan sebagai
masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan komponen lain ke
dalam lingkungan laut oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai
ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan laut tidak sesuai lagi dengan
mutu atau fungsinya. Pencemaran laut adalah terjadinya perubahan dalam
lingkungan laut yang menimbulkan akibat yang buruk sehingga dapat merusak
sumber daya hayati laut, bahaya terhadap kesehatan manusia, serta menurunkan
kualitas air laut.
Pencemaran laut yang disebabkan oleh minyak kini makin sering terjadi
seiring dengan banyaknya industri yang melakukan eksplorasi minyak bumi di
lepas pantai. Pada umumnya, pengeboran minyak bumi di laut menyebabkan
terjadinya peledakan di sumur minyak. Ledakan ini mengakibatkan semburan
minyak ke lokasi sekitar laut, sehingga menimbulkan pencemaran.

2.2 Sumber Pencemaran Minyak Lepas Pantai


Pencemaran minyak di laut dihasilkan dari beberapa sumber utama, yaitu:
1.

Pengeboran minyak lepas pantai.


Seperti sudah disebutkan sebelumnya, eksplorasi minyak bumi yang
banyak terdapat di perairan mengakibatkan semburan minyak yang pada
akhirnya mencemari lautan. Contohnya, ledakan anjungan minyak yang terjadi
di teluk meksiko sekitar 80 kilometer dari Pantai Louisiana pada 22 April
2010. Pencemaran laut yang diakibatkan oleh pengeboran minyak di lepas
pantai itu dikelola perusahaan minyak British Petroleum (BP). Ledakan itu
memompa minyak mentah 8.000 barel atau 336.000 galon minyak ke perairan
di sekitarnya.

Gambar 1. Pengeboran minyak bumi di laut menyebabkan terjadinya pencemaran


laut.
2.

Tumpahan minyak
Tumpahan minyak di laut berasal dari kecelakaan kapal tanker karena

kebocoran lambung, kandas, ledakan, kebakaran maupun tabrakan. Contohnya


tumpahan minyak terbesar yang terjadi pada tahun 2006 di lepas pantai Libanon.
Selain itu, terjadi kecelakaan Prestige pada tahun 2002 di lepas pantai Spanyol.
Bencana alam seperti badai atau banjir juga dapat menyebabkan tumpahan
minyak. Sebagai contoh pada tahun 2007, banjir di Kansas menyebabkan lebih
dari 40.000 galon minyak mentah dari kilang tumpah ke perairan itu.

3.

Sumber dari daratan


Seperti minyak pelumas bekas atau limbah cairan mengandung

hidrokarbon dari perkantoran dan industri yang dibuang ke laut.

2.3 Akibat Pencemaran Minyak Lepas Pantai


Saat minyak terekspos ke lingkungan laut, sifat-sifat fisik, kimia, dan
biologis minyak akan segera berubah. Kelarutan minyak dalam air adalah rendah
sekitar 30 mg/L, tergantung kepada komposisi kimia dan temperatur. Oleh karena
itu, minyak tidak dapat larut di dalam air, melainkan akan mengapung di atas
permukaan air. Bahan buangan cairan berminyak yang dibuang ke air lingkungan
akan mengapung menutupi permukaan air. Lapisan minyak di permukaan air akan
menganggu kehidupan organisme di dalam air.
Secara umum, akibat yang ditimbulkan dari terjadinya pencemaran minyak
bumi di laut adalah:
1. Rusaknya estetika pantai akibat bau dari material minyak. Residu
berwarna gelap yang terdampar di pantai akan menutupi batuan, pasir,
tumbuhan dan hewan.
2. Kerusakan biologis, bisa merupakan efek letal dan efek subletal. Efek letal
yaitu reaksi yang terjadi saat zat-zat fisika dan kimia mengganggu proses
sel ataupun subsel pada makhluk hidup hingga kemungkinan terjadinya
kematian. Efek subletal yaitu mepengaruhi kerusakan fisiologis dan
perilaku namun tidak mengakibatkan kematian secara langsung. Terumbu
karang akan mengalami efek letal dan subletal dimana pemulihannya
memakan waktu lama dikarenakan kompleksitas dari komunitasnya.
3. Pertumbuhan fitoplankton laut akan terhambat akibat keberadaan senyawa
beracun dalam komponen minyak bumi, juga senyawa beracun yang
terbentuk dari proses biodegradasi. Jika jumlah fitoplankton menurun,
maka populasi ikan, udang, dan kerang juga akan menurun. Padahal
hewan-hewan tersebut dibutuhkan manusia karena memiliki nilai ekonomi
dan kandungan protein yang tinggi.
4. Penurunan populasi alga dan protozoa akibat kontak dengan racun slick
(lapisan minyak di permukaan air). Selain itu, terjadi kematian burung-

burung laut. Hal ini dikarenakan slick membuat permukaan laut lebih
tenang dan menarik burung untuk hinggap di atasnya ataupun menyelam
mencari makanan. Saat kontak dengan minyak, terjadi peresapan minyak
ke dalam bulu dan merusak sistem kekedapan air dan isolasi, sehingga
burung akan kedinginan yang pada akhirnya mati.

Gambar 2. Surf scoter yang terendam dalam laut dan tercemar limbah minyak
bumi.
Dampak yang paling berbahaya dari pencemaran minyak lepas pantai ini
tentu akan dirasakan oleh ekosistem laut. Komponen hidrokarbon yang bersifat
racun berpengaruh pada reproduksi, perkembangan, pertumbuhan dan perilaku
biota laut, terutama plankton, bahkan dapat mematikan ikan, dengan sendirinya
dapat menurunkan produksi ikan.
Dalam jangka pendek, molekul hidrokarbon minyak dapat merusak
membran sel biota laut, mengakibatkan keluarnya cairan sel dan berpenetrasinya
bahan tersebut ke dalam sel. Berbagai jenis udang dan ikan akan berbau minyak
sehingga menurun mutunya. Secara langsung minyak menyebabkan kematian
pada ikan karena kekurangan oksigen, keracunan karbondioksida dan keracunan
langsung oleh bahan berbahaya (Kuncowati, 2010).

2.4 Penanganan Pencemaran Minyak Lepas Pantai


Adapun cara untuk menangani pencemaran minyak di laut, antara lain:
1. Pemantauan.
Tindakan pertama yang dilakukan dalam mengatasi tumpahan minyak
yaitu dengan melakukan pemantauan banyaknya minyak yang mencemari
laut dan kondisi tumpahan. Ada 2 jenis pemantauan yang dilakukan yaitu
dengan pengamatan secara visual dan penginderaan jauh (remote sensing).
a. Pengamatan secara visual.
Pengamatan secara visual merupakan pengamatan yang menggunakan
pesawat. Teknik ini melibatkan banyak pengamat, sehingga laporan yang
diberikan sangat bervariasi. Pada umumnya, pemantauan dengan teknik ini
kurang dapat dipercaya. Sebagai contoh, pada tumpahan jenis minyak
yang ringan akan mengalami penyebaran (spreading ), sehingga menjadi
lapisan sangat tipis di laut. Pada kondisi pencahayaan ideal akan terlihat
warna terang. Namun, penampakan lapisan ini sangat bervariasi
tergantung jumlah cahaya matahari, sudut pengamatan dan permukaan
laut, sehingga laporannya tidak dapat dipercaya.
b. Pengamatan penginderaan jauh.
Metode penginderaan jarak jauh dilakukan dengan berbagai macam
teknik, seperti Side-looking Airborne Radar (SLAR). SLAR dapat
dioperasikan setiap waktu dan cuaca, sehingga menjangkau wilayah yang
lebih luas dengan hasil penginderaan lebih detail. Namun, teknik ini
hanya bisa mendeteksi lapisan minyak yang tebal. Teknik ini tidak bisa
mendeteksi minyak yang berada dibawah air dalam kondisi laut yang
tenang. Selain SLAR digunakan juga teknik Micowave Radiometer,
Infrared-ultraviolet Line Scanner, dan Landsat Satellite System. Berbagai
teknik ini digunakan untuk menghasilkan informasi yang cepat dan akurat.
2. Penanggulangan.
Beberapa teknik penanggulangan tumpahan minyak diantaranya in-situ
burning, penyisihan secara mekanis, bioremediasi, penggunaan sorbent,
penggunaan bahan kimia dispersan, dan washing oil.

a. In-situ burning
Pembakaran minyak pada permukaan laut, sehingga mengatasi
kesulitan pemompaan minyak dari permukaan laut, penyimpanan dan
pewadahan minyak serta air laut yang terasosiasi. Teknik ini
membutuhkan booms (pembatas untuk mencegah penyebaran minyak)
atau barrier yang tahan api. Namun, pada peristiwa tumpahan minyak
dalam jumlah besar sulit untuk mengumpulkan minyak yang dibakar.
Selain itu, penyebaran api sering tidak terkontrol.
b. Penyisihan minyak secara mekanis melalui 2 tahap, yaitu melokalisir
tumpahan dengan menggunakan booms dan melakukan pemindahan
minyak ke dalam wadah dengan menggunakan peralatan mekanis yang
disebut skimmer.
c. Bioremediasi
Proses pendaurulangan seluruh material organik. Bakteri pengurai
spesifik dapat diisolasi dengan menebarkannya pada daerah yang
terkontaminasi. Selain itu, teknik bioremediasi dapat menambahkan nutrisi
dan oksigen, sehingga mempercepat penurunan polutan.
d. Penggunaan sorbent
Menyisihkan minyak melalui mekanisme adsorpsi (penempelan
minyak pada permukaan sorbent) dan absorpsi (penyerapan minyak ke
dalam sorbent). Sorbent ini berfungsi mengubah fase minyak dari cair
menjadi padat, sehingga mudah dikumpulkan dan disisihkan. Sorbent
harus memiliki karakteristik hidrofobik, oleofobik, mudah disebarkan di
permukaan minyak, dapat diambil kembali dan digunakan ulang.
e. Dispersan kimiawi
Teknik memecah lapisan minyak menjadi tetesan kecil (droplet),
sehingga mengurangi kemungkinan terperangkapnya hewan ke dalam
tumpahan minyak. Dispersan kimiawi adalah bahan kimia dengan zat aktif
yang disebut surfaktan.
f. Washing oil yaitu kegiatan membersihkan minyak dari pantai.

Gambar 3. Pembersihan limbah minyak di kawasan pantai.


3. Peralatan yaitu alat-alat yang digunakan untuk membersihkan tumpahan
minyak adalah:
a. Booms merupakan alat untuk menghambat perluasan hambatan
minyak.

Gambar 4. Booms digunakan untuk menghambat perluasan limbah minyak di


laut.
b. Skimmers yaitu kapal yang mengangkat minyak dari permukaan air.
c. Sorbent merupakan spons besar yang digunakan untuk menyerap
minyak.
d. Vacuums yang khusus untuk mengangkat minyak berlumpur dari
pantai atau permukaan laut.
e. Sekop yang khusus digunakan untuk memindahkan pasir dan kerikil
dari minyak di pantai,

BAB III
PENUTUP

3.1. Simpulan
1. Pencemaran minyak lepas pantai merupakan pencemaran di lingkungan
perairan laut yang disebabkan oleh minyak.
2. Sumber pencemaran ini berasal dari pengeboran minyak lepas pantai, tumpahan
minyak dari kapal tanker, serta dari limbah buangan yang berasal dari daratan
yang dibuang ke laut.
3. Akibat yang ditimbulkan dari pencemaran ini adalah rusaknya estetika pantai,
kerusakan biologis, terhambatnya pertumbuhan fitoplankton, serta penurunan
populasi alga dan protozoa.
4. Penanganan pencemaran ini dapat dilakukan dengan cara pemantauan baik
secara visual maupun penginderaan jarak jauh, penanggulangan dengan cara insitu burning, penyisihan, bioremediasi, penggunaan sorbent, dispersan kimiawi
dan washing oil.
3.2. Saran
Upaya untuk mengurangi pencemaran minyak di laut, maka langkahlangkah baik itu pencegahan maupun penanggulangan harus selalu dilakukan guna
melindungi kelangsungan hidup bagi biota laut.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. _______. Limbah Minyak, (Online),


http://www.id.wikipedia.org/wiki/Limbah_minyak, diakses 16 Maret
2015.
Kuncowati. 2010. Pengaruh Pencemaran Minyak di Laut terhadap Ekosistem
Laut. Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan, Volume 1, Nomor
1, diakses melalui http://www.hangtuah.ac.id, diakses 16 Maret 2015.
R. Soedradjad. 1999. _______. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Environmental education.