Anda di halaman 1dari 17

DEKONGESTAN

PUTRI SARAH
03010225
KEPANITERAAN KLINIK
ILMU PENYAKIT THT
RSAL MINTOHARDJO
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

Dekongestan merupakan agen simpatomimetik yang


bertindak pada reseptor adrenergik dalam mukosa
nasal yang menyebabkan vasokonstriksi. Selain itu juga
dapat mengurangi pembengkakan mukosa hidung dan
melegakan pernafasan.

efektif menurunkan sensasi kongesti hidung tetapi


memiliki efek minimal terhadap gejala-gejala hidung
lainnya, seperti bersin, mata gatal atau hidung gatal
atau berair.
Ketika diberikan secara oral, obat ini mulai bekerja
dalam waktu 1 sampai 2 jam, dan tergantung pada
bentuk sediaan, dapat bertahan antara 4 dan 24 jam.

Jenis dekongestan

Dekongestan sistemik
Dekongestan topikal

Dekongestan
sistemik
Dekongestan sistemik adalah seperti efedrin,
fenilpropanolamin dan pseudoefedrin.
Dekongestan sistemik diberikan secara oral
(melalui mulut). Meskipun efeknya tidak
secepat topikal tapi kelebihannya tidak
mengiritasi hidung.

Dekongestan sistemik

Obat obat dekongestan sistemik


1. - fenilpropanolamin
2. - fenilefrin
3. - pseudoefedrin
4. - efedrin

Efedrin
Adalah alkaloid yang terdapat dalam tumbuhan efedra. Efektif
pada pemberian oral, masa kerja panjang, efek sentralnya
kuat. Bekerja pada reseptor alfa, beta 1 dan beta 2.
Efek kardiovaskular : tekanan sistolik dan diastolik
meningkat, tekanan nadi membesar. Terjadi peningkatan
tekanan darah karena vasokontriksi dan stimulasi jantung.
Terjadi bronkorelaksasi yang relatif lama.
Efek sentral : insomnia, sering terjadi pada pengobatan kronik
yang dapat diatasi dengan pemberian sedatif.
Dosis.
Dewasa
: 60 mg/4-6 jam
Anak-anak 6-12 than : 30 mg/4-6 jam
Anak-anak 2-5 tahun : 15 mg/4-6 jam

Pseudoephedrine
adalah suatu stereoisomer dari ephedrine. Kerja
pseudoephedrine mirip ephedrine, tetapi tampaknya
memiliki efek lebih sedikit pada tekanan darah dan efek
sistem saraf pusat lebih sedikit.
Pseudoephedrine bekerja langsung pada kedua alpha
dan, pada tingkat lebih rendah, reseptor beta-adrenergik.
Melalui tindakan langsung pada reseptor alfa-adrenergik
pada mukosa saluran pernapasan, pseudoefedrin
menghasilkan vasokonstriksi. Pseudoephedrine
melemaskan otot polos bronkial dengan merangsang
reseptor beta2-adrenergik.

Pasien Pediatrik
Kongesti hidung (nasal), sinus Kongesti, dan Ketentuan Respiratory Lainnya
Oral:
Pengobatan sendiri pada anak-anak <2 tahun:
Konsultasikan dokter anak. Saat ini tidak ada rekomendasi dosis yang disetujui FDA untuk
sediaan batuk dan salesma untuk pasien <2 tahun.
Pengobatan sendiri pada anak-anak 2-5 tahun:
Pseudoephedrine hidroklorida 15 mg setiap 4-6 jam. Atau, beberapa dokter anak
merekomendasikan 4 mg / kg atau 125 mg / m2 hari, diberikan dalam 4 dosis terbagi.
Pengobatan sendiri pada anak-anak 6-11 tahun:
Pseudoephedrine HCl 30 mg setiap 4-6 jam.
Pengobatan sendiri pada anak 12 tahun:
Pseudoephedrine hydrochloride 60 mg (tablet konvensional) setiap 4-6 jam, 120 mg (tablet
extended-release) setiap 12 jam, atau 240 mg (tablet sebagai extended- rilis inti) setelah
sehari.
Menghentikan terapi jika gejala menetap selama> 7 hari atau disertai dengan fever.

DEWASA
Kongesti Hidung, Sinus Kongesti, Dan Ketentuan Respiratory Lainnya
Oral:
Pengobatan sendiri: Pseudoephedrine HCl 60 mg (tablet konvensional) setiap 4-6
jam, 120 mg (sebagai tablet diperpanjang-release) setiap 12 jam, atau 240 mg (tablet
inti diperpanjang-release) sekali sehari.
Menghentikan terapi jika gejala menetap selama> 7 hari atau disertai dengan
demam.
Barotrauma Otitic
Oral:
Perjalanan Udara :
Pseudoephedrine HCl 120 mg (tablet extended-release) 30 menit sebelum
keberangkatan penerbangan,
Penyelam bawah air:
Pseudoephedrine hidroklorida 60 mg 30 menit sebelum menyelam.

Fenilpropanolamin
Dekongestan nasal yang efektif pada pemberian oral. Selain menimbulkan
konstriksi pembuluh darah mukosa hidung, juga menimbulkan konstriksi
pembuluh darah lain sehingga dapat meningkatkan tekanan darah dan
menimbulkan stimulasi jantung.
Efek farmakodinamiknya menyerupai efedrin tapi kurang menimbulkan efek
SSP.
Harus digunakan sangat hati-hati pada pasien hipertensi dan pada pria
dengan hipertrofi prostat.
Kombinasi obat ini dengan penghambat MAO adalah kontraindikasi. Obat ini
jika digunakan dalam dosis besar (>75 mg/hari) pada orang yang obesitas
akan meningkatkan kejadian stroke, sehingga hanya boleh digunakan dalam
dosis maksimal 75 mg/hari sebagai dekongestan.
Dosis.
Dewasa

: 25 mg/4 jam
Anak-anak 6-12 tahun : 12,5 mg/4 jam
Anak-anak 2-5 tahun : 6,25 mg/4 jam

Fenilefrin
Adalah agonis selektif reseptor alfa 1 dan hanya sedikit
mempengaruhi reseptor beta. Hanya sedikit mempengaruhi jantung
secara langsung dan tidak merelaksasi bronkus. Menyebabkan
konstriksi pembuluh darah kulit dan daerah splanknikus sehingga
menaikkan tekanan darah.
Setelah pemberian oral, decongestion hidung dapat terjadi dalam
waktu 15 atau 20 menit dan dapat bertahan sampai 4 jam.
Fenilefrin untuk dewasa 10 mg 3 kali sehari, untuk anak 6-12 tahun
5 mg 3 kali sehari.

Dekongestan
topikal
Bentuk sediaan dekongestan topikal berupa balsam,
inhaler, tetes hidung atau semprot hidung.
Oksimetazolin, nafazoline, fenilefrin
Vasokonstriksi pembuluh darah mukosa
menurunkan peradangan dan sumbatan pada hidung
Efek samping
Rebound congestion
Irregular heartbeat
Headeache
Dizzines
Tremor

Penggunaan dekongestan topikal dilakukan pada pagi dan


menjelang tidur malam, dan tidak boleh lebih dari 2 kali dalam 24
jam.
Dekongestan topikal yang berupa tetes hidung digunakan dengan
cara meneteskan obat ini ke dalam hidung secara hati-hati.
Perhatikan bahwa tetesan obat harus tepat pada lubang hidung,
jumlah tetesan tepat dan tidak mengalir keluar atau tertelan.
Pemakaian obat tetes hidung ini jangan melebihi dosis yang
dianjurkan