Anda di halaman 1dari 57

PT.

ISTAKA KARYA (PERSERO)

Foto pelaksanaan
(gelar hotmix)

Foto tampak hasil

MAKALAH OJT
(On the Job Training)

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Proyek Pembangunan Jalan Akses


Bandara - Kebun Sayur Pangeran Ayi

HALAMAN PENGESAHAN
MAKALAH OJT

Makalah OJT ini dibuat oleh :


Peserta OJT

Bangkit Andriyulianto

Judul Makalah

Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara Kebun Sayur Pangeran Ayi

Makalah ini telah diterima sebagai bagian dari persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap
calon pegawai PT. istaka Karya (Persero)

Pembimbing : 1. Ir. M. Sabrudin, M.Tech


2. Ir. Dede Koswara

Jakarta,

Mei 2015

Mengetahui,
Kepala Bagian SDM
PT. Istaka Karya (Persero)

Ir. Edi Prihartanto, MT

KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, karena dengan rahmat dan
karunia-Nya, saya bisa menyelesaikan Laporan Makalah On the Job Training (OJT) pada
Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara - Kebun Sayur - Pangeran Ayin di Kota
Palembang.
Program Kegiatan OJT merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh
setiap calon karyawan PT. Istaka Karya (Persero) sebagai pembekalan ilmu sekaligus evaluasi
dari perusahaan terhadap peserta OJT. Dalam menyelesaikan laporan ini, penulis banyak
dibantu oleh berbagai pihak. Dengan penuh rasa hormat, pada kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bpk. Ir. M. Sabrudin M.Tech, Selaku Project Manager Proyek sekaligus..........
2. Bpk. Ir. Dede Koswara, Selaku Pembimbing.........
3. Bpk........................
4. ..............................
.
Akhir kata, penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat untuk....................
.........................................................................................................................................

Palembang, Mei 2015


Bangkit Andriyulianto

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. i


KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iiii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ........................................................................................


1.2 Maksud dan Tujuan ................................................................................

BAB II TINJAUAN UMUM


2.1 Data Umum ............................................................................................
2.2 Metode Pelaksanaan Pekerjaan...............................................................
2.2.1 Bagan Alir Pelaksanaan ..............................................................
2.2.2 Metode Kerja ..............................................................................
2.2.3 Program Mutu .............................................................................
a) Pengendalian Mutu ....................................................................
b) Prosedur dan Instruksi Kerja ......................................................
2.2.4 Material Konstruksi Perkerasan
a) Material Perkerasan Lapis Aspal Beton .....................................
b) Viskositas dan Temperatur Aspal Beton ....................................
c) Campuran Aspal Beton ...............................................................

BAB III PEMBAHASAN PELAKSANAAN PROYEK


3.1 Asphalt Mixing Plant (AMP) .................................................................
3.1.1

Bagian-bagian AMP ...................................................................

3.1.2

Proses Produksi AMP .................................................................

3.2 Evaluasi Kontrak Proyek .......................................................................


3.2.1 Tinjauan Lapangan dan Pengukuran Bersama ............................
3.2.2 Rencana Awal .............................................................................
3.2.3 Alternatif Perubahan (CCO / Amandemen1)..............................

3.3 Analisa Alat dan Material .......................................................................


3.3.1 Kapasitas Produksi Alat ..............................................................
3.3.2 Analisa Kebutuhan Material .......................................................
3.4 Dokumen/Administrasi Penunjang Proyek ............................................
3.3.3 Dokumen Prakonstruksi ..............................................................
3.3.4 Dokumen Pembayaran Prestasi Pekerjaan ..................................
3.5 Laboratorium Uji Bahan dan Material Pekerjaan Jalan ..........................
3.3.5 CBR Test.....................................................................................
3.3.6 Tes Uji Abrasi Los Angeles ........................................................
3.3.7 Uji Kadar Aspal (ekstrasi) ..........................................................
3.3.8 Marshall Test ..............................................................................

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ............................................................................................
4.2 Saran ......................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BOQ

Dokumen kontrak

CCO/Addendum 1 & back up data perhitungan Quantity

MC (monthly certifikat) & back up data MC

S-Curve

Jadwal alat dan bahan

Grafik penanganan proyek

Data Uji Lab.


- Kadar aspal

- Abrasi los angeles


- Data hasil marshall test
- Komposisi Material agregat base & Perkerasan campuran Aspal

DMF & JMF

Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP)


- Kebutuhan alat
- Analisa kebutuhan bahan bakar alat
- Pengadaan alat
- Kebutuhan material/bahan
- RAP

Format laporan progress & request kerja

Shop drawing

Foto dokumentasi
- Dokumentasi AMP
- Dokumentasi perbaikan alat
- Dokumentasi pelaksanaann pekerjaan

BANGKIT ANDRIYULIANTO

MAKALAH On the Job Training (OJT)


I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam rangka proses penerimaan karyawan baru PT. Istaka Karya (Persero) melakukan
program On the Job Training (OJT) kepada calon karyawan sebagi proses pembekalan dan
pengenalan kepada perusahaan, pembelajaran ilmu bidang perusahaan (bidang konstruksi),
sekaligus evaluasi perusahaan terhadap peserta OJT. Dengan mengikuti kegiatan OJT ini
diharapkan peserta OJT mampu mengembangkan ilmu yang sudah dipelajari dan siap
mengimplementasikan untuk kemajuan perusahaan.

1.2 Maksud dan Tujuan


Pelaksanaan On the Job Training (OJT), bertujuan untuk :
-

Memberikan informasi/pengetahuan mengenai kegiatan dan pelaksanaan pekerjaan dilapangan


sehingga diharapkan peserta OJT mampu menguasai materi mengenai teknik pelaksanaan,
metode kerja, dll. Tidak hanya teori namun juga pelaksanaan dilapangan

Memberikan pengalaman nyata dengan terlibat langsung dan mengikuti semua kegiatan
pekerjaan mulai dari prakonstruksi sampai dengan pelaksanaan kegiatan proyek

Memberikan pembelajaran mengenai cara penanganan suatu proyek, menyelesaikan


permasalahan yang terjadi internal maupun eksternal dalam hubungannya dengan pihak
pemberi jasa, konsultan supervisi, masyarakat sekitar proyek dan pihak-pihak lain yang terlibat.

Mengerti metode perencanaan dan managemen pelaksanaan proyek dengan melakukan analisa
engineering yaitu dengan monitoring pelaksanaan kegiatan proyek berkaitan dengan metode
kerja, schedule pekerjaan, man power, analisa peralatan dan material, dan managemen proyek,
agar pelaksanaan proyek bisa berjalan dengan baik dan efisien

Mengetahui administrasi penunjang proyek, mulai dari pembahasan RMK, PCM, Time
Schedule (S-curve), Justifikasi Teknik - perubahan Kontrak, CCO/amandemen/addendum
pekerjaan, Gambar kerja/shopdrawing, Laporan Proyek (harian,mingguan,bulanan), Back up
data, MC bulanan, dokumentasi proyek, Laporan Laboratorium (tes/uji), dan laporan/suratsurat administrasi lainnya.

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

BANGKIT ANDRIYULIANTO

II.

TINJAUAN UMUM

2.1 Data Umum

Nama Pekerjaan
Lokasi Proyek

Kontraktor Pelaksana
Konsultan Supervisi
Panjang Jalan
Sumber Dana

Waktu Pelaksanaan

Nilai Kontrak

: Pembangunan Akses Bandara Kebun Sayur Pangeran Ayi


: Kota Palembang, Sumatera Selatan
: ISTAKA TRA (KSO)
: CV. CIPTA GIRI MULIA
: 5,250 KM
: APBD Prov. Sumatera Selatan (TA 2014-2015)
: 420 hari Kalender (09 Oktober 2014 s/d 02 Desember 2015)
: Rp. 58.758.284.000

KOTA PALEMBANG

STA.5+250

STA.0+000

Peta Lokasi Pekerjaan

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Typical Penampang Melintang

Akses Bandara Kebun Sayur

AC WC

: sta 0+000 sta 5+250

(L/R)

AC BC

: sta 0+000 sta 5+250

(L/R)

AC Base

: sta 0+000 sta 2+042

(L/R)

sta 3+000 sta 5+250

(L/R)

: sta 0+000 sta 0+100

(L/R)

Agg. Kls A

sta 0+535 sta 0+595,5 (L/R)


sta 3+675 sta 4+124,4 (L/R)

Agg. Kls B

sta 4+950 sta 5+250

(L/R)

: sta 0+000 sta 0+100

(L/R)

sta 0+535 sta 0+595,5 (L/R)


sta 3+675 sta 4+124,4 (L/R)
sta 5+171 sta 5+250

(L/R)

Jalan Pengeran Ayin

Lapis Pond. Agregat Kls B

: sta 0+000 sta 1+120

(L)

Perk. Jalan Beton

: sta 0+000 sta 1+120

(L)

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Grafik Penanganan Pekerjaan Akses Bandara-Kebun Sayur

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Grafik Penanganan Pekerjaan Jalan Pangeran Ayin

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

BANGKIT ANDRIYULIANTO

2.2 Metode Pelaksanaan Pekerjaan


2.2.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan

Mulai

Pengukuran

Rekayasa Lapangan
Tidak

Q1
Ya

Mobilisasi
Tidak

Q2
Ya

Request Kerja
Tidak

Q3
Ya

Galian Tanah Biasa


Tidak

Q4

Galian Selokan / Drainase

Q5

Tidak

Ya

Lapis Pond. Aggregat


Tidak

Q7
Ya

Beton untuk Drainase

Q6

Tidak

Ya

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Ya

Beton Jalan
Tidak

Q9

Prime Coat
Tidak

Q8
Ya

Ya

AC-Base
Tidak

Q10
Ya

Tack Coat
Tidak

Q11
Ya

AC-BC
Tidak

Q12
Ya

Tack Coat

Q12

Tidak

Ya

AC-WC

SELESAI

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

BANGKIT ANDRIYULIANTO

2.2.2 Metode Kerja


Metode kerja / Pelaksanaan pekerjaan tiap divisi kerja :
I.

Pekerjaan Umum
Mencakup penyediaan / membangun base camp, mobilisasi peralatan,
personalia, pengadaan bahan-bahan konstruksi. Pada periode mobilisasi diadakan
survey lapangan untuk keperluan rancang detail bagi masing-masing item pekerjaan.
Pada saat penyerahan lapangan diikuti dengan survey quarry, sumber-sumber
material/bahan bangunan dan pengenalan lingkungan/masyarakat dimana lokasi base
base camp/fasilitas proyek berada. Setelah mendapatkan lokasi dilanjutkan dengan
membangun base camp / fasilitas.

II. Pekerjaan Drainase


Pekerjaan drainase pada proyek ini yaitu pekerjaan Saluran drainase beton
bertulang mutu beton K-250. Tulangan dirangkai kemudian beton dicetak sesuai gambar
kerja yang telah disetujui, Proses pencetakan/produksi beton untuk saluran drainase di
lakukan dengan sistem pracetak (precast). Sebelum penggalian pada pekerjaan Saluran
dipasang patok - patok untuk menentukan elevasi dan kemiringan, kemudian pasangan
bowplank dan dilanjutkan dengan penggalian. Penggalian dapat menggunakan
excavator, langsung dimuat ke Dump Truck untuk dibuang ditempat yang telah
ditentukan oleh Direksi. Pada tempat-tempat tidak memungkinkan manuver excavator
penggalian dilakukan dengan tenaga pekerja.
III. Pekerjaan Tanah
Pekerjaan

ini

mencakup

penggalian, penimbunan, pembuangan dan

pemotongan untuk levelling elevasi sesuai rencana. Tanah yang digali/dipotong berada
pada badan jalan atau sisi jalan, excavator digunakan untuk menggali dan memuat ke
dump truck dan diangkut/dibuang ke tempat yang telah ditentukan/disetujui Direksi.
Pekerjaan ini dilanjutkan dengan pembentukan elevasi dan kemiringan menggunakan
motor grader dan dipadatkan menggunakan vibratory roller.
Pekerjaan timbunan biasa dan timbunan pilihan ditempatkan pada bagian yang
telah disiapkan, material disiapkan dilokasi pencampuran/quarry, wheel loader dipakai
untuk memuat ke dump truck yang mengangkut material kelokasi kerja, material
ditumpuk

kearah

memanjang

jalan

dan

motor

grader

digunakan

untuk

menghampar/meratakan material yang sudah ditumpuk sesuai elevasi dan gambar


rencana, diikuti pemadatan dengan vibrator roller.

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

BANGKIT ANDRIYULIANTO

IV. Pekerjaan Perkerasan Berbutir dan Perkerasan Beton Semen


Pekerjaan ini meliputi pemasokan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan,
pembasahan dan pemadatan agregat yang telah si siapkan dan disetujui direksi.
Pemprosesan meliputi pemecahan, pengayakan, pemisahan, pencampuran untuk
menghasilkan bahan sesuai spesifikasi. Permukaan sub base yang sudah disiapkan,
memenuhi kepadatan dan elevasi sesuai rencana. Material agregat klas A atau klas B,
didatangkan dari tempat pencampuran, dimuat ke dump truck dengan wheel loader,
diangkut kelokasi kerja, ditumpuk memanjang kemudian dihampar menggunakan motor
grader diikuti pemadatan oleh vibrator roller dan tire roller, penyiraman air
menggunakan water tank truck apabila kadar air material perlu ditambah.
Pelaksanaan perkerasan beton semen meliputi pembuatan perkerasan beton
(perkerasan kaku) sesuai dengan ketebalan dan bentuk melintang yang sudah
direncanakan sesuai gambar. Terlebih dahulu lantai kerja dipersiapkan kemudian
pemasangan tulangan longitudinal dan juga tulangan transversal/sengkang serta
sambungan dowel dan pemasangan decking beton untuk pengendali tebal selimut dan
elevasi. Setelah semua terpasang kemudian dicek bersama pengawas dan direksi,
selanjutnya beton Readymix dari truck mixer siap untuk dihamparkan menggunakan
concrete paving machine. Beton dihamparkan secara menerus, merata dan dipadatkan
menggunakan concrete vibrator. Beton kemudian dibentuk, diperhalus dan diratakan
(Floating) dan selanjutnya dibentuk garis grooving (Form grooves) tegak lurus dengan
garis sumbu jalan (centerline) lalu di finishing lagi agar permukaan rapi, sambungan
harus ditutup menggunakan joint sealer yang telah disetujui direksi. Setelah pekerjaan
beton selesai perlu dilakukan perawatan (curing) beton dengan penyemprotan air (bahan
perawatan) secara berkala.
V. Pekerjaan Perkerasan Aspal
Mencakup semua jenis perkerasan lapisan aspal, baik lapis penutup maupun
lapis pondasi. Pekerjaan ini dilaksanakan atas agregat berbutir atau diatas permukaan
aspal lama. Permukaan lapis agregat atau aspal lama dibersihkan dengan air
compressor, dilanjutkan dengan prime coat pada lapisan agregat dan tack coat pada
lapis aspal dengan menggunakan asphalt distributor atau asphalt sprayer. Pekerjaan
lapisan campuran aspal dilanjutkan setelah semua peralatan untuk pekerjaan
penghamparan aspal disiapkan. campuran aspal panas dari Asphalt Mixing Plant (AMP)
diangkut menggunakan dump truck ke lokasi kerja, campuran diatas dump truck di

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

BANGKIT ANDRIYULIANTO

tumpahkan ke asphalt finisher yang langsung dihampar, diikuti dengan pemadatan pada
temperatur tertentu.
Penggilasan pertama menggunakan tandem roller, penggilasan kedua dengan
tire roller. Jumlah lintasan adalah tertentu yang diperoleh dari hasil trial mix.
Penghamparan aspal dilakukan pada setengan badan jalan memanjang ( 2 jalur ) untuk
memungkinkan lalu lintas kendaraan tidak tertutup. Tanda-tanda lalu lintas dipasang
untuk membatasi bagian aspal yang belum dapat dilalui kendaran. Sekelompok pekerja
merapikan tepi dan permukaan hamparan aspal yang belum dipadatkan.

2.2.3 Program Mutu


a) Pengendalian mutu
Pengendalian mutu dimaksud untuk agar kualitas konstruksi dan kuantitas bahan tetap
terjaga, sehingga diharapkan umur rencana konstruksi dapat tercapai :

Mutu Kuantitas

Peralatan Surveyor
pengecekan dan

( Theodolite,Waterpas dan Total Station ) diperlukan untuk

menjaga elevasi

data secara

kuantitas, agar

konstruksi yang

dikerjakan sesuai dengan ketinggian dan elevasi pada gambar rencana. Pengujian
rancang

bangun

DMF/JMF

sebagai

dasar

perhitungan

komposisi

campuran

material/agregat juga harus diukur dengan teliti dengan alat ukur yang sudah di
kalibrasi.

Mutu Kualitas
Untuk menjaga agar struktur awet sesuai umur rencana perlu Quality Control rutin
terhadap bahan-bahan yang dipakai meliputi :
a) Bahan Dasar
- Abrasi batuan
- Kelekatan Terhadap Aspal
- Kandungan Organik
- Plastisitas Tanah
b) Bahan Hasil Rancang Campur ( Job Mix Fomula )
- Plastis Indeks
- Komposisi Campuran
- Kadar Air
- CBR untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas A, B, Timbunan Pilihan
- Marshall Test untuk Laston ( untuk mengetahui Stabilitas )
Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

10

BANGKIT ANDRIYULIANTO

- Ekstraksi untuk Laston ( untuk mengetahui Kadar Aspal )


- Trial mix uji tekan beton (untuk perkerasan beton semen dan drainase saluran)
c) Hasil Pelaksanaan di Site
- Kepadatan dengan Sand Cone
- Kadar Air dengan Speedy Tester
- Core Drill untuk Laston ( untuk mengetahui tebal AC, Berat Isi, dll )
Untuk

pengujian bahan dasar dan JMF menggunakan peralatan

Laboratorium

Lapangan bersama Quality Control dari Proyek.

Mutu Administrasi

Dimaksudkan agar

administrasi menjadi tertib, dan menjamin agar prosedur

pelaksanaan proyek dapat dilaksanakan dengan baik.


a) Setiap pekerjaan, sebelum pelaksanaan, Kontraktor membuat Shop Drawing dan
Request yang disetujui unsur Proyek / konsultan
b) Pekerjaan yang telah selesai diukur bersama ( Kontraktor, Konsultan dan Proyek )
untuk menentukan Kualitas yang disetujui.
c) Membuat Laporan terdiri :
- Laporan harian
- Laporan Mingguan
d) Dokumentasi terhadap pelaksanaan pekerjaan terdiri dari phisik pekerjaan 0%,
50% dan 100%, untuk jalan dibuat per 200 m dan untuk bangunan diambil
dari tiga sisi dengan papan nama yang jelas dan arah bidikan yang sama,
sedangkan

untuk

lokasi yang kritis ( longsoran2 / patahan ), dokumentasi

disesuaikan agar lebih detail.


e) Sertifikat Bulanan dibuat tiap tanggal 25 setiap bulan, dibuat dengan dilengkapi
Back Up Quantity dan Quality yang dibuat rangkap 3 ( untuk Kontraktor,
Konsultan, Proyek )

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

11

BANGKIT ANDRIYULIANTO

b) Prosedur dan Instruksi Kerja


a. Pengukuran
URAIAN

KRITERIA / STANDART

1. Pemasangan Bench
Mark

- Ditetapkan sebagai kerangka dasar existing dan dijadikan sebagai


patokan untuk pengukuran topografi
- Dipasang sebelah kiri kanan sepanjang landasan dan berjarak kurang
lebih 75 meter dari as landasan

2. Pengukuran
Polygon Utama

- Pengukuran sudut dilakukan double seri dengan ketelitian 5" (sekon)


- Kesalahan penutup sudut maksimum 10"Vn, dimana n = jumlah titik
polygon.

b. Galian
URAIAN

KRITERIA / STANDART

1. Pelaksanaan

- Dikerjakan sesuai yang ditunjukkan dalam Spesifikasi Teknis dan


gambar kerja atas persetujuan/petunjuk Direksi

2. Jenis Galian

- Galian tanah biasa yaitu galian tanah yang dikerjakan sesuai yang
ditunjukkan dalam gambar atau atas persetujuan/petunjuk Direksi

3. Material Hasil
Galian

- Hasil galian yang mendapat persetujuan Direksi untuk dijadikan


material timbunan ditumpuk di lokasi Stock Pile
- Hasil galian yang tidak mendapat persetujuan Direksi atau yang
tidak digunakan dibuang kelokasi pembuangan

4. Penampang Galian

- Mengikuti gambar kerja atau atas petunjuk Direksi

c. Sub Base
URAIAN

KRITERIA / STANDART

1. Bahan / Material

- Material Sirtu Saring max. Size 1.5"

2. Kepadatan Base
Course
3. Metode
Pelaksanaan

- Kepadatan kering ( Dry density ) minimal 95% dan CBR min. 60%

4. Pemadatan

- Dipadatkan dengan mesin giling, alat pemadat, penggetar atau


peralatan lainnya yang disetujui oleh Direksi

- Sesuai gambar atau atas petunjuk Direksi


- Dihampar horizontal dengan ketebalan merata secara berlapis - lapis
dengan ketebalan tiap lapis kurang lebih 25 cm atau ketebalan
setelah dipadatkan maksimal 20 cm

d. Base Course
URAIAN

KRITERIA / STANDART

1. Bahan / Material

- Material Batu Pecah 1-2 cm dan 3-5 cm dicampur jadi satu sesuai
hasil Job Mix

2. Kepadatan Base

- Kepadatan kering ( Dry density ) minimal 95% dan CBR min. 60%

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

12

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Course
3. Metode
Pelaksanaan

4. Pemadatan

- Sesuai gambar atau atas petunjuk Direksi


- Dihampar horizontal dengan ketebalan merata secara berlapis - lapis
dengan ketebalan tiap lapis kurang lebih 25 cm atau ketebalan
setelah dipadatkan maksimal 20 cm
- Dipadatkan dengan mesin giling, alat pemadat (Tandem), penggetar
(Vibro) atau peralatan lainnya yang disetujui oleh Direksi

e. Prime Coat
URAIAN

KRITERIA / STANDART

1. Bahan / Material

- Aspal Penetrasi 60/70 dan Minyak Tanah dicampur dengan


komposisi 40% : 60%

2. Kadar Aspal

- 2 - 2.5 ltr / m2

3. Metode
Pelaksanaan

- Sesuai gambar atau atas petunjuk Direksi


- Aspal hasil campuran ( Minyak Tanah dan Aspal ) sesuai komposisi
disiram diatas Base Course ( landasan baru ) setelah dilakukan
pembersihan permukaan dengan menggunakan Compressor dan
Aspal Distributor/Sprayer tekanan 2.6 kg/cm2 secara merata dengan
ketebalan rata 0.5 S/D 1.0 ltr/m2

f. AC-Base / AC- BC / AC-WC


URAIAN

KRITERIA / STANDART

1. Bahan / Material

- Aspal Esso Penetrasi 60/70 dan Agregat Halus ( 0.5 - 0.8 cm),
Agregat Kasar ( 0.9- Max size 3/4") Abu batu ( max size 0.5 mm )
dan pasir dicampur di AMP dengan komposisi sesuai Job Mix
Formula dengan temperatur 145C - 160C

2. Kadar Aspal

- 4.5% - 7.0% atau mengikuti Job Mix Formula yang telah disepakati

3. Metode
Pelaksanaan

- Sesuai gambar atau atas petunjuk Direksi


- Hot Mix ( AC- Base/AC-BC/AC-WC ) Hasil Produksi Aspal Mixing
Plant ( AMP ) diangkut kelapangan dengan menggunakan Dump
Truck, kemudian dihampar dengan menggunakan Asphalt Finisher
sesuai elevasi rencana dipadatkan dengan Tandem Roller dan Tire
Roller
- Pemadatan pertama dengan Tandem Roller dengan berat 8 - 10 ton
saat Hot Mix dalam keadaan min 120C secara berulang - ulang (
sesuai hasil Trial Mix ) yang dimulai dari tepi dan diteruskan kearah
tengah jalur. Dan selanjutnya pemadatan kedua dilanjutkan dengan
Tire Roller dengan berat 8 - 10 ton mengikuti arah kerja Tandem
Roller dengan Passing minimal 8 lintasan ( disesuaikan dengan Trial
Mix ). Final Rolling kembali dengan Tandem Roller untuk
menghilangkan bekas roda Tire Roller hingga permukaan
menunjukkan texture rapat dan licin

4. Pemadatan

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

13

BANGKIT ANDRIYULIANTO

2.2.4 Material Konstruksi Perkerasan


a) Material Perkerasan Lapis Aspal Beton
Material dalam pengerjaan konstruksi perkerasan lapis aspal beton terdiri dari agregat
(agregat kasar dan halus), filler dan aspal.

1) Agregat
Agregat adalah sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, pasir atau mineral lainnya
berupa hasil alam atau buatan (Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga,
2010).
Sifat agregat yang menentukan kualitasnya sebagai bahan konstruksi perkerasan jalan
dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu :

Kekuatan dan keawetan (strength and durability) lapisan perkerasan dipengaruhi oleh gradasi,
ukuran maksimum, kadar lempung, kekerasan dan ketahanan (toughness and durability) bentuk
serta tekstur permukaan.

Kemampuan dilapisi aspal dengan baik, yang dipengaruhi oleh porositas, kemungkinan basah
dan jenis agregat yang digunakan.

Kemudahan dalam pelaksanaan dan menghasilkan lapisan yang nyaman dan aman, yang
dipengaruhi oleh tahanan geser (skid resistance) serta memberikan kemudahan pelaksanaan
(bituminous mix workability).
Berdasarkan ukuran butiran, agregat dapat dibedakan menjadi:
-

Agregat kasar

Agregat kasar adalah material yang tidak lolos pada saringan no.8 (2,36 mm) saat
pengayakan. Agregat kasar harus terdiri dari batu pecah yang bersih, kuat, kering, awet,
bersudut, bebas dari kotoran lempung dan material asing lainnya agar mampu terikat dengan baik
pada campuran aspal. Agregat kasar pada umumnya harus memenuhi persyaratan yang telah
ditetapkan. Berikut ini adalah Tabel 3. yang berisi tentang ketentuan untuk agregat kasar.
Tabel 3. Ketentuan agregat kasar
Pengujian
Kekekalan bentuk agregat terhadap larutan natrium dan
magnesium sulfat
Campuran AC bergradasi
Kasar
Abrasi dengan mesin Los Angeles
Semua jenis campuran
aspal bergradasi lainnya

Standart

Nilai

SNI 3407:2008

Maks. 30%
Maks. 30%

SNI 2417:2008
Maks. 40%

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

14

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Kelekatan agregat terhadap aspal


Partikel Pipih dan Lonjong
Material lolos Ayakan No.200

SNI 03-2439-1991
ASTM D4791
SNI 03-4142-1996

Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Kasar

SNI 03 1969 -1990

Aggregate Impact Value (AIV)


Aggregate Crushing Value (ACV)

BS 812: bag. 3:1975


BS 812: bag. 3:1975

Min. 95%
Maks. 10%
Maks. 1%
Bj Bulk > 2.5
Penyerapan < 3%
Maks. 30%
Maks. 30%

Agregat halus
Agregat halus adalah material yang lolos saringan no.8 (2,36mm) dan tertahan saringan no.
200 (0.075 mm). Agregat dapat meningkatkan stabilitas campuran dengan ikatan yang baik terhadap
campuran aspal. Bahan ini dapat terdiri dari butir-butiran batu pecah atau pasir alam atau campuran
dari keduanya.
agregat halus dapat dilihat pada Tabel 4. berikut ini
Pengujian

Standar

Nilai

Nilai setara pasir

SNI 03-4428-1997

Material Lolos Ayakan No. 200

SNI 03-4428-1997

Min 50% untuk SS, HRS dan


AC bergradasi Halus
Min 70% untuk AC bergradasi
kasar
Maks. 8%

Kadar Lempung

SNI 3423 : 2008

Maks 1%

Berat Jenis dan Penyerapan


Agregat Halus

SNI 031969-1990

Bj Bulk > 2.5


Penyerapan < 5%

2) Bahan pengisi (filler)


Bahan pengisi (filler) merupakan bahan yang 75% lolos ayakan no. 200, dapat terdiri dari abu
batu, abu batu kapur, kapur padam, semen (PC) atau bahan non plastis lainnya. Bahan pengisi harus
kering dan bebas dari bahan lain yang mengganggu. Filler yang digunakan pada penelitian ini adalah
Portland cement.

3) Aspal
Jenis-jenis aspal buatan hasil penyulingan minyak bumi terdiri dari:
Aspal keras (Asphalt Cement)
Aspal keras merupakan aspal hasil destilasi yang bersifat viskoelastis sehingga akan melunak dan
mencair bila mendapat cukup pemanasan dan akan mengeras pada saat penyimpanan (suhu kamar).
Aspal keras/panas (asphalt cement, AC) adalah aspal yang digunakan dalam keadaan cair dan panas
untuk pembuatan Asphalt concrete.

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

15

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Aspal cair (Cut Back Asphalt)


Aspal cair adalah campuran antara aspal keras dengan bahan pencair dari hasil penyulingan minyak
bumi. Aspal cair digunakan untuk keperluan lapis resap pengikat (prime coat).

Aspal emulsi
Aspal emulsi adalah suatu campuran aspal dengan air dan bahan pengemulsi. Pada proses ini
partikel-partikel aspal padat dipisahkan dan didispersikan dalam air.
Spesifikasi Aspal Keras penetrasi 60/70 terlihat pada berikut ini:
No.

Jenis Pengujian

Metode

Persyaratan

Penetrasi, 25 oC, 100 gr, 5 detik; 0,1 mm

SNI 06-2456-1991

60 70

Viskositas 135 oC

SNI 06-6441-1991

385

Titik Lembek; oC

SNI 06-2434-1991

48

Daktilitas pada 25 oC

SNI 06-2432-1991

100

Titik Nyala (oC)

SNI 06-2433-1991

232

Kelarutan dlm Toluene, %

ASTM D 5546

99

Berat Jenis

SNI 06-2441-1991

1,0

Berat yang Hilang, %

SNI 06-2441-1991

0,8

b) Viskositas dan Temperatur Aspal


Aspal merupakan bahan yang bersifat termoplastis, mencair bila memperoleh kenaikan suhu
tertentu dan sebaliknya akan mengeras bila mengalami penurunan. Suhu berpengaruh terhadap
pencampuran dan pemadatan dalam pelaksanaan perkerasan. Suhu pada proses pencampuran lebih
tinggi daripada suhu penghamparan dan suhu pemadatan. Setiap tahap dalam proses pekerjaan
memiliki suhu standar sebagai acuan untuk melakukan pekerjaan perkerasan.
Nilai viskositas aspal dan batasan suhu selama pencampuran, penghamparan, dan
pemadatan pada proses pelaksanaan pekerjaan perkerasan jalan dapat dilihat pada Tabel 6. berikut
ini:
Tabel 6. Ketetentuan Viskositas dan Temperatur Aspal Untuk Pencampuran dan Pemadatan
No

Prosedur Pelaksanaan

Viskositas aspal

Suhu Campuran (oC)

(PA.S)

Pen 60/70

Pencampuran benda uji Marshall

0,2

155 1

Pemadatan benda uji Marshall

0,4

140 1

Pencampuran rentang temperatur sasaran

0,2 0,5

145 155

Menuangkan campuran dari AMP ke dalam truk

0,5

135 150

Pasokan ke alat penghamparan (paver)

0,5 1,0

130 150

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

16

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Penggilasan awal (roda baja)

12

125 145

Penggilasan kedua (roda karet)

2 20

100 125

Penggilasan akhir (roda baja)

< 20

> 95

c) Lapis Aspal Beton (LASTON)


Aspal beton merupakan salah satu jenis dari lapis perkerasan konstruksi perkerasan lentur. Jenis
perkerasan ini merupakan campuran homogen antara agregat dan aspal sebagai bahan pengikat
pada suhu tertentu.
Berdasarkan fungsinya aspal beton campuran panas dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

Sebagai lapis permukaan yang tahan cuaca, gaya geser, dan tekanan roda serta memberikan lapis
kedap air yang dapat melindungi lapis di bawahnya dari rembesan air yaitu Asphalt ConcreteWearing Course (AC-WC)
Sebagai lapis pengikat yaitu Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC)

Sebagai lapis pondasi (sebagai

pekerjaan peningkatan /pemeliharaan jalan), yaitu Asphalt

Concrete-Base (AC-Base)
1) Sifat-sifat campuran aspal
ketentuan sifat-sifat campuran beraspal jenis Laston dapat dilihat pada Tabel, berikut ini :

AC-WC

Sifat-sifat Campuran
Kadar Aspal Efektif (%)
Penyerapan Aspal (%)
Jumlah Tumbukan per Bidang
Rongga dalam Campuran (%)
Rongga dalam Agregat (%)
Rongga Terisi Aspal (%)
Stabilitas Marshall (kg)
Pelelehan (mm)
Marshall Quotient (kg/mm)
Stabilitas Marshall Sisa setelah Perendaman 24
jam , 60 C (%)
Rongga dalam Campuran pada Kepadatan Membal
(%)

Min.
Maks

LASTON
AC-BC

AC-Base

Halus

Kasar

Halus

Kasar

Halus

Kasar

5,1

4,3

4,3

4,0

4,0

3,5

Min.
Maks.
Min.
Min.
Min.
Min.
Min.

1,2
75
3,5
5,0
15
65
800
3,0
250

1,2
7,5
3,5
5,0
14
63
800
3,0
250

1,2
112
3,5
5,0
13
60
1800
4,5
300

Min.

90

90

90

Min.

2,5

2,5

2,5

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

17

BANGKIT ANDRIYULIANTO

2) Gradasi Laston
Laston memiliki 2 jenis gradasi yaitu laston bergradasi halus dan laston bergradasi kasar dimana
kedua gradasi tersebut memiliki perbedaan persentase jumlah agregat. Untuk laston Asphalt
Concrete-Wearing Course (AC-WC) bergradasi halus dan bergradasi kasar memiliki perbedaan
yaitu pada perbedaan jumlah gradasi agregat mulai dari saringan berdiameter 4,3 mm sampai
dengan saringan berdiameter 0,15 mm seperti terlihat pada tabel berikut :
% Berat Yang Lolos
Ukuran Ayakan

LASTON (AC)
Gradasi Halus

Gradasi Kasar

(inch)

(mm)

AC-WC

AC-BC

AC-Base

AC-WC

AC-BC

AC-Base

11/2''

37,5

100

100

1"

25

100

90 - 100

100

90 100

3/4''

19

100

90 100

73 - 90

100

90 100

73 90

1/2''

12.5

90 100

74 90

61 - 79

90 100

71 90

55 76

3/8''

9.5

72 90

64 82

47 - 67

72 90

58 80

45 66

No.4

4.75

54 69

47 64

39,5 - 50

43 63

37 56

28 - 39,5

No.8

2.36

39,1 53

34,6 49

30,8 - 37

28 - 39,1

23 - 34,6

19 - 26,8

No.16

1.18

31,6 40

28,3 38

24,1 - 28

19 - 25,6

15 - 22,3

12 - 18,1

No.30

0.6

23,1 30

20,7 28

17,6 - 22

13 - 19,1

10 - 16,7

7 - 13,6

No.50

0.3

15,5 22

13,7 20

11,4 - 16

9 - 15,5

7 - 13,7

5 - 11,4

No.100

0.15

9 15

4 13

4 - 10

6 13

5 - 11

4,5 9

No.200

0.075

4 10

48

3-6

4 10

48

3-7

d) Uji Campuran Aspal Beton


Kinerja campuran aspal beton dapat diperiksa dengan menggunakan alat
pemeriksaan Marshall yang pertama kali diperkenalkan oleh Bruce Marshall yang
dikembangkan selanjutnya oleh U.S. Corps of Engineer. Uji ini untuk menentukan ketahanan
(stability) terhadap kelelehan plastis (flow) dari campuran aspal dan agregat.
Alat Marshall merupakan alat tekan yang dilengkapi dengan cincin penguji (proving
ring) berkapasitas 22,2 KN (5000 lbs). Proving ring dilengkapi dengan arloji pengukur yang
berguna untuk mengukur stabilitas campuran. Arloji kelelehan (flow meter) untuk mengukur
kelelehan plastis (flow). Benda uji Marshall standart berbentuk silinder berdiamater 4 inchi
(10,16 cm) dan tinggi 2,5 inchi (6,35 cm).

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

18

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Parameter Pengujian Marshall


Sifat-sifat campuran beraspal dapat dilihat dari parameter-parameter pengujian marshall
antara lain :

Stabilitas marshall (Stability)


Nilai stabilitas diperoleh dengan pembacaan langsung pada alat uji dengan pembacaan jarum
dial pada saat marshall test . Stabilitas menunjukkan kekuatan, ketahanan terhadap
terjadinya alur (rutting) dan menunjukkan batas maksimum beban diterima oleh suatu
campuran beraspal saat terjadi keruntuhan yang dinyatakan dalam kilogram. Nilai stabilitas
yang terlalu tinggi akan menghasilkan perkerasan yang terlalu kaku sehingga tingkat
keawetannya berkurang

Kelelehan (flow)

Nilai kelelehan (flow) diperoleh dengan pembacaan langsung pada alat uji dengan
pembacaan jarum dial pada saat marshall test. Suatu campuran yang memiliki kelelehan
yang rendah akan lebih kaku dan cenderung untuk mengalami retak dini pada usia
pelayanannya.

Marshall Quotient
Hasil bagi marshall (Marshall Quotient) merupakan hasil pembagian dari stabilitas dengan
kelelehan (flow). Semakin tinggi MQ, maka akan semakin tinggi kekakuan suatu campuran
dan semakin rentan campuran tersebut terhadap keretakan. Berikut ini persamaannya :
MQ = S / F
Keterangan:
MQ = Marshall Quotient (kg/mm)
S = nilai stabilitas terkoreksi (kg)
F = nilai flow (mm)

Rongga terisi aspal / Void Filled with Asphalt (VFA)

Rongga diantara mineral agregat/Voids in Mineral Agregat (VMA) .

Rongga di dalam campuran /Void in Mix (VIM)

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

19

BANGKIT ANDRIYULIANTO

III.

PEMBAHASAN PELAKSANAAN KEGIATAN PROYEK

3.1. Pelaksanaan Erection Asphalt Mixing plant ( AMP)


Asphalt mixing plant/AMP (unit produksi campuran beraspal) adalah seperangkat
peralatan mekanik dan elektronik dimana agregat dipanaskan, dikeringkan dan dicampur
dengan aspal untuk menghasilkan campuran beraspal panas (Hot Mix) yang memenuhi
persyaratan tertentu.
Proses pencampuran campuran beraspal pada AMP dimulai dengan penimbangan
agregat, bahan pengisi (filler) bila diperlukan dan aspal sesuai komposisi yang telah ditentukan
berdasarkan Rencana Campuran Kerja (RCK) dan dicampur pada pencampur (mixer/pugmill)
dalam waktu tertentu. Pengaturan besarnya bukaan pintu bin dingin (Hot bin) dilakukan untuk
menyesuaikan gradasi agregat dengan rencana komposisi campuran, sehingga aliran material ke
masing masing bin pada bin panas (Hot bin) menjadi lancar dan berimbang.
3.1.1 Bagian-bagian AMP
Bagian-bagian AMP diantaranya adalah :

AMP jenis takaran ( batch plant )

Keterangan gambar :
1.

Bin dingin (cold bins)

2.

Pintu pengatur pengeluaran agregat dari bin dingin (cold feed gate)

3.

Sistem pemasok agregat dingin (cold elevator)

4.

Pengering (dryer)

5.

Pengumpul debu (dust collector)

6.

Cerobong pembuangan (exhaust stack)

7.

Sistem pemasok agregat panas (hot elevator)

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

20

BANGKIT ANDRIYULIANTO

8.

Unit ayakan panas (hot screening unit)

9.

Bin panas (hot bins)

10. Timbangan Agregat (weigh box)


11. Pencampur (mixer atau pugmill)
12. Penyimpanan bahan pengisi (mineral filler storage)
13. Tangki aspal (hot asphalt storage)
14. Sistem penimbangan aspal (aspal weigh bucket)

3.1.2 Proses produksi AMP

Typikal tata letak AMP

Proses produksi campuran beraspal panas dimulai dari memasok agregat dingin dari
bin dingin dengan jumlah terkontrol, kemudian dipanaskan dan dikeringkan melalui pengering
(dryer). Selanjutnya agregat disaring dengan unit saringan panas (hot screen) yang akan
memisahkan agregat berdasarkan ukuran fraksinya lalu dimasukkan ke dalam bin panas.
Masing-masing agregat dari bin panas ditimbang sesuai proporsi yang diinginkan. Bila
diperlukan, bahan pengisi (filler) ditambahkan melalui pemasok bahan pengisi. Selanjutnya
dicampur kering dalam pencampur. Aspal dengan jumlah terkontrol ditambahkan setelah
pencampuran kering. Bila pencampuran agregat dengan aspal telah homogen, campuran
selanjutnya dituangkan ke dalam truk pengangkut dan dibawa ke tempat penghamparan.

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

21

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Skema pengoperasian AMP


Berikut Penjelasan mengenai Bagian-bagian inti AMP :
Cold Bin (bin dingin)

Bin dingin / cold bin adalah bak tempat menampung material agregat dari tiap-tiap
fraksi mulai dari agregat halus sampai agregat kasar yang diperlukan dalam memproduksi
campuran aspal panas (hot mix). Bagian pertama dari AMP adalah bin dingin, yaitu tempat
penyimpanan fraksi agregat kasar, agregat sedang, agregat halus dan pasir. Bin dingin terdiri
dari minimum 3 sampai 5 bak penampung (bin). Masing-masing bin berisi agregat dengan
gradasi tertentu. Agregat-agregat tersebut harus terpisah satu sama lain, untuk menjaga keaslian
gradasi dari masing masing bin sesuai dengan rencana gradasi pada formula campuran kerja
(FCK/JMF ). Untuk memisahkannya, dipasang pelat baja pemisah antar bin. Dengan demikian
maka loader (alat pengangkut) yang digunakan mengisi masing-masing bin harus mempunyai
bak (bucket) yang lebih kecil dari mulut pemisah masing-masing bin. Jika pemisah tidak ada
maka pengisian masing-masing bin tidak boleh berlebih yang dapat berakibat tercampurnya
agregat.
Sistim pemasok agregat dingin dipasang pada empat atau lebih bin dingin, melalui
bukaan atau pintu yang dapat diatur, agregat dingin diangkut melalui reciprocating feeder dan
atau ban berjalan (belt conveyor) dan diteruskan menggunakan elevator dingin (cold elevator)
menuju ke drum pengering.

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

22

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Pengering (Dryer)

Dari bin dingin agregat dibawa melalui elevator dingin dinaikkan ke dalam pengering
(dryer) untuk dipanaskan dan dikeringkan pada temperatur yang diminta. Pengering ini
berbentuk silinder dengan panjang dan diameter tertentu berdasarkan kapasitas maksimum
produksi yang direncanakan per jamnya. Pengering mempunyai fungsi : menghilangkan
kandungan air pada agregat; dan memanaskan agregat sampai temperatur yang disyaratkan.
Komponen yang terdapat pada sistim pengering adalah:

Silinder berputar (pengering) yang umumnya berdiameter 91 cm sampai 305 cm dan


panjang 610 cm sampai 1219 cm.
Ketel pembakar (burner) yang berisi gas atau minyak bakar untuk menyalakan pemanas
Kipas (fan) sebagai bagian dari system pengumpul debu dan mempunyai fungsi utama untuk
memberikan udara atau oksigen dalam sistim pemanas.

Dryer

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

23

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Dust Collector (Pengumpul debu)


Alat pengumpul debu (dust collector) harus berfungsi sebagai alat pengontrol polusi
udara di lingkungan lokasi AMP. Gas buang yang keluar dari sistim pengering ditambah
dengan dorongan kipas pengeluar (exhaust fan) akan dialirkan ke pengumpul debu. debu yang
terbawa gas buangan diputar, sehingga partikel berat ke bagian bawah dan gas yang telah
bersih keluar dari cerobong asap. Partikel berat selanjutnya dikembalikan ke bin panas (hot bin)
melalui sistim pengatur udara (air lock damper). Alat pengumpul debu yang tidak berfungsi
dengan baik akan menyebabkan terjadinya polusi udara, dan ini terlihat jelas dari adanya
kotoran atau debu di pohon-pohon atau atap rumah di sekitar lokasi AMP.

dry cyclone dust collector

Unit ayakan panas (hot screening unit)


Agregat yang telah dikeringkan dan dipanaskan diangkut dengan mangkok elevator
panas (hot elevatorbucket) untuk disaring dengan susunan unit ayakan panas dan dipisahkan
dalam beberapa ukuran yang selanjutnya dikirim ke bin panas (hot bin). Umumnya pada proses
penyaringan terjadi pelimpahan agregat, misalnya yang semestinya masuk ke bin panas I tetapi
terbawa ke bin panas II. Pelimpahan ini pada kondisi normal terjadi kurang dari 5 % dan
cenderung konstan sehingga tidak terlalu mengganggu kualitas produksi. Akan tetapi
presentase tersebut dapat bertambah jika : lubang saringan tertutup agregat, kecepatan produksi
ditambah sehingga agregat yang disaring bertambah sementara efisiensi operasi penyaringan
tetap, agregat halus basah sehingga pada saat pengeringan dan pemanasan agregat halus
tersebut akan menggumpal dan masuk ke hot bin yang tidak semestinya. Kemungkinan lain
adalah lubang-lubang pada saringan sudah ada yang rusak, sehingga beberapa agregat masuk
ke bin panas yang tidak semestinya. Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan terjadinya
penyimpangan gradasi dan kadar aspal secara serius. Unit bagian atas dari susunan ayakan

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

24

BANGKIT ANDRIYULIANTO

merupakan penutup dari dek dan merupakan saringan pertama yang biasa disebut pemisah
(scalping). Pada susunan unit ayakan dengan ukuran lubang terbesar berfungsi membuang
agregat yang mempunyai diameter yang lebih besar dari ukuran maksimum yang diminta
(oversize) agar tidak masuk ke bin panas (hot bin) dan membuangnya pada pintu pembuang.

Hot Screening Unit


Hot Bin (bin panas)

Bin panas / hot bin dipasang pada AMP jenis takaran (batch). Pada AMP jenis takaran
umumnya terdapat 4 bin yang dilengkapi dengan pembatas yang rapat dan kuat dan tidak boleh
berlubang serta mempunyai tinggi yang tepat sehingga mampu menampung agregat panas
dalam berbagai ukuran fraksi yang telah dipisah-pisahkan melalui unit ayakan panas. Pada
bagian bawah dari tiap bin panas harus dipasang saluran pipa untuk membuang agregat yang
berlebih dari tiap bin panas yang dapat dioperasikan secara manual atauotomatis. Jika agregat
halus masih menyisakan kadar air (pengering kurang baik) setelah pemanasan, maka agregat
yang sangat halus (debu) akan menempel dan menggumpal pada dinding bin panas dan akan
jatuh setelah cukup berat. Hal tersebut dapat menyebabkan perubahan gradasi agregat, yaitu
penambahan material yang lolos saringan No. 200.
Filler Elevator (sistim pemasok bahan pengisi)
Bahan pengisi (filler) sangat sensitif untuk mengeras karena pengaruh kadar air, oleh
karena itu diperlukan wadah khusus (silo) agar bahan pengisi bebas dari pengaruh air.
Umumnya bahan pengisi dimasukkan ke dalam AMP melalui penimbang yang biasa disediakan
untuk menimbang agregat panas, namun terdapat juga AMP yang menyediakan penimbang
khusus untuk bahan pengisi. Terdapat dua sistim untuk memasok bahan pengisi ke dalam AMP
yaitu sistim pneumatik dan mekanik. Untuk sistim pneumatik, bahan pengisi dimasukkan ke
dalam pencampur dengan cara pengaliran seperti bahan cair, sedangkan untuk sistim makanik
Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

25

BANGKIT ANDRIYULIANTO

bahan pengisi dari silo dimasukkan ke dalam pencampur dengan menggunakan wadah-wadah
yang dirangkai dengan ban berjalan sehingga merupakan elevator bahan pengisi. Karena
pengaruh bahan pengisi dalam campuran cukup besar, maka diperlukan pemeriksaan secara
berkala. Penambahan bahan pengisi akan menyebabkan campuran menjadi lebih kaku (stiff),
akan tetapi penambahan yang terlalu banyak akan berpengaruh negatif, yaitu lapisan beraspal
menjadi getas dan mudah retak.

Asphalt Storage (tangki aspal)


Tangki aspal pada AMP harus cukup besar sehingga dapat menampung aspal yang
memenuhi kebutuhan aspal saat AMP dioperasikan, dan aspal yang terdapat di dalamnya dapat
dengan mudah terlihat. Pada beberapa AMP terdapat beberapa tangki aspal yang saling
berhubungan satu dengan lainnya.Tangki pertama mempunyai fungsi menampung aspal yang
baru datang dari pemasok, dan tangki lainnya mempunyai fungsi untuk menampung aspal yang
telah dipanaskan dan siap untuk ditimbang dan dimasukkan ke dalam pencampur
(mixer/pugmill). Setiap tangki harus dilengkapi dengan sebuah alat sensor thermometric yang
telah dikalibrasi sehingga temperatur aspal dari tiap tangki akan terkontrol.
Aspal harus cukup cair untuk dapat dialirkan dengan baik, oleh karena itu diperlukan
penangas aspal. Terdapat beberapa jenis penangas aspal di dalam tangki, antara lain dengan
sistim sirkulasi uap panas atau sirkulasi oli panas di dalam tangki aspal atau dapat juga dengan
sistim elektrik.
Pada sirkulasi aspal terdapat dua jenis pipa, yaitu pipa pemasok yang berfungsi
mengalirkan aspal panas untuk ditimbang dan pipa pengembali yang berfungsi mengalirkan
aspal kembali ke dalam tangki.Tangki aspal, pipa pemasok, pipa pengembali, dan timbangan
aspal harus mempunyai pelindung panas sehingga dapat menjamin temperatur aspal sesuai
dengan yang ditentukan.Pada sirkulasi aspal pipa pengembali harus terletak di bawah pipa
pemasok aspal.Untuk mencegah terjadinya kekosongan dalam pipa pengembali aspal, perlu
dipasang dua atau tiga buah lubang pada pipa pengembali di atas ambang atas tertinggi aspal
dalam tangki.
Timbangan agregat (aggregate weight hopper)
Terdapat dua macam timbangan untuk agregat yaitu timbangan untuk agregat dan
timbangan untuk bahan pengisi (filler). Timbangan untuk agregat ditempatkan langsung di
bawah bin panas (hot bin). Hasil penimbangan dari agregat langsung ditransmisikan oleh
mekanisme timbangan pada skala penunjuk tanpa pegas, sehingga berat agregat tiap bin serta
Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

26

BANGKIT ANDRIYULIANTO

jumlah tiap takaran dapat dibaca. Pada bagian ini operator AMP sangat berperan. Jika
keseimbangan waktu pencapaian berat bin panas sulit tercapai, maka operator harus melakukan
pengecekan aliran material mulai dari bin dingin. Akan tetapi jika ketidakseimbangan waktu
tersebut dipaksakan terus berjalan, maka dapat dipastikan akan terjadi penyimpangan gradasi
sebagai akibat proporsi masing-masing hot bin tidak sesuai. Temperatur agregat juga akan
berfluktuasi akibat dari kuantitas aliran agregat pada pengering (dryer) yang tidak stabil.
Timbangan aspal (asphalt weight hopper)

Setelah aspal dipanaskan dalam tangki aspal pada temperatur yang ditentukan
berdasarkan tingkat keencerannya, maka aspal panas dialirkan melalui pipa pemasok untuk
ditimbang beratnya sesuai dengan yang dibutuhkan sebelum dimasukkan ke dalam pencampur
(mixer/pugmill). Kuantitas aspal yang dialirkan ke dalam pencampur (mixer) harus selalu
diamati dan secara berkala timbangannya dikalibrasi, sehingga diperoleh jumlah aspal yang
tepat dengan toleransi sesuai dengan spesifikasi.

Tipikal penimbangan dan aliran aspal

Pencampur (mixer atau pugmill)


Setelah aspal, agregat dan bahan pengisi (bila perlu) ditimbang sesuai dengan komposisi
yang direncanakan, bahan tersebut dimasukkan ke dalam pencampur (mixer/pugmill). Waktu
pencampuran harus sesingkat mungkin untuk mencegah oksidasi yang berlebih namun harus
diperoleh penyelimutan yang seragam pada semua butir agregat. Pencampur terdiri dari ruang
(chamber) dan poros kembar (twin shaft) yang dilengkapi dengan dengan kayuh atau pedal
(paddle). Untuk menghasilkan pengadukan yang baik, pedal harus dalam kondisi baik (tidak
aus) dan posisinya sedemikian rupa sehingga ruang bebas (clearance) antara ujung pedal dan
dinding ruang pencampuran kurang dari 1,5 kali ukuran maksimum agregat. Pengisian yang

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

27

BANGKIT ANDRIYULIANTO

terlalu banyak akan menyebabkan hasil pengadukan menjadi kurang sempurna,sementara


pengisian terlalu sedikit tidak efisien.
Dalam pugmill terjadi dua jenis pencampuran, yaitu pencampuran kering dan
pencampuran basah (setelah ditambah aspal). Lamanya pencampuran kering diusahakan
sesingkat mungkin untuk meminimalkan degradasi agregat, umumnya 1 atau 2 detik.
Pencampuran basah juga diusahakan seminimal mungkin untuk menghindari degradasi dan
oksidasi atau penuaan (aging) dari aspal. Apabila agregat kasar (tertahan saringan No. 8) telah
terselimuti aspal maka pencampuran basah dihentikan, karena dapat dipastikan agregat halus
juga telah terselimuti aspal.Umumnya waktu pencampuran sekitar 30 detik.
Ruang pengendali pengontrol atau ruang pengontrol (Control Room)
Seluruh kegiatan operasi unit peralatan pencampur aspal panas (AMP) dikendalikan dari
ruang pengontrol atau control room ini. Ada 3 cara pengendalian operasi yang dikenal; yaitu
cara manual, cara semi otomatis dan cara otomatis. Pada pengendalian operasi cara manual,
pengaturan/pengoperasian komponen atau bagian-bagian peralatan pencampur aspal panas
(AMP) dilakukan dengan mengatur sakelar atau tombol mengunakan tangan. Yaitu pengaturan
pemasokan agregat, aspal, pembakaran pada burner, penimbangan, pencampuran serta
pengeluaran campuran dari pencampur atau pugmill. Pengendalian secara semi otomatis,
beberapa pengaturan pembukaan dan penimbangan masih dikontrol secara manual, termasuk
bukaan pintu pengeluaran pugmill.
Pengendalian operasi secara otomatis, maka semua operasinya sudah diatur secara
otomatis dengan sistem komputerisasi, termasuk kontrol apabila ada kesalahankesalahan atau
ketidakcocokan dan ketidaklancaran operasi dari satu atau beberapa bagian kegiatan/ operasi,
misalnya temperatur agregat panas rendah maka terkontrol pada burnernya, misalnya
ditingkatkan pemanasannya. Pada pengendalian operasi secara otomatis harus lebih teliti
pengamatan alat-alat ukurnya serta hubungan-hubungan sirkuit dari peralatan pencampur aspal
panas (AMP) ke ruang pengendalian, karena besaran-besaran yang sudah diprogram bisa saja
bersalahan akibat sirkuit yang terganggu, sehingga kemungkinan produk akhir berada di luar
spesifikasi yang sudah dirancang atau diformulasikan sebelumnya.

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

28

BANGKIT ANDRIYULIANTO

3.2. Evaluasi Kontrak Proyek


3.2.1. Tinjauan lapangan dan pengukuran bersama (uitzet)
Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai terlebih dahulu pihak penyedia jasa bersamasama dengan direksi (Pemberi Jasa) dan Konsultan Pengawas (Supervisi) melakukan tinjauan
lapangan untuk mengetahui kondisi lapangan, melakukan pengukuran bersama dan kemudian
mengevaluasi hasilnya. Apabila ditemukan adanya perbedaan terhadap kontrak (Perbedaan
quantity dan atau penambahan item pekerjaan baru) maka perlu dibuat Justifikasi Teknis
terhadap perubahan kontrak tersebut. Tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut :
a) Tahap Persiapan
Sebelum turun ke lapangan pada Lokasi Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara Kebun
sayur Pangeran Ayi, perlu dilakukan Pengumpulan data-data diantaranya adalah Data
Kontrak, Gambar Rencana dan Peta Lokasi.
b) Tahap Survei Lapangan
Pada tahap ini dilakukan peninjauan ke lokasi jalan yaitu pengamatan secara visual pada area
jalan yang akan dikerjakan dan kemudian melakukan pengukuran pekerjaan sesuai dalam
kontrak.
c) Tahap Perhitungan
Tahap ini dilakukan perhitungan kembali volume-volume tiap item pekerjaan dengan mengacu
pada hasil survei lapangan, pengamatan secara visual dan gambar rencana, sehingga didapt
volume yang akurat dan tepat sesuai dengan kebutuhan dilapangan.
d) Tahap Evaluasi
Setelah mendapatkan hasil perhitungan volume yang dibutuhkan dilapangan, maka perlu
dilakukan evaluasi terhadap volume dan item pekerjaan yang terdapat dalam volume kontrak.
Untuk itu dibutuhkan penyesuaian volume sesuai dengan kebutuhan dilapangan terhadap
volume kontrak dengan Balance Budget.
e) Tahap Penggambaran dan Penyusunan Laporan
Gambar rencana yang didapat dari pengumpulan dat-data pada tahap persiapan, harus
dilakukan pengambaran kembali yang merupakan Gambar Kerja ( Shop Drawing ) dan
digunakan panduan dalam melaksanakan pekerjaan serta harus dilegalkan dari tingkat Direksi

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

29

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Pekerjaan, kemudian diakhiri dengan penyusunan Laporan Justifikasi Teknik yang akan
diserahkan dan dibahas dalam Rapat Pembahasan oleh Panitia Peneliti dan Pelaksanaan
Kontrak.
Dari hasil Tinjauan lapangan didapat ketidaksesuain kondisi perencanaan sesuai kontrak
dengan kondisi lapangan, untuk itu perlu di lakukan Justifikasi teknis mengenai perubahan
tersebut.
3.2.2. Rencana Awal
Pada perencanaan awal untuk Kegiatan Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara
Kebun sayur Pangeran Ayi diadakan Perubahan Volume dari Volume Kontrak / Rencana
Awal dimana pekerjaan utamanya sebagai berikut :
1. Divisi 1. Pekerjaan Umum
2. Divisi 2. Pekerjaan Drainase
3. Divisi 5. Perkerasan Berbutir
4. Divisi 6. Perkerasan Aspal
5. Divisi 7. Struktur
6. Divisi 8. Pengembalian Kondisi dan Pekerjaan Minor
Perencanaan awal / Volume Kontrak Awal Kegiatan Kegiatan Pekerjaan Proyek
Pembangunan Jalan Akses Bandara Kebun sayur Pangeran Ayi, untuk pelaksanaannya
meliputi :
No. Item
1.2
1.8.(1)
1.21

2.1.(1)
2.3.(12)

Uraian
DIVISI 1. UMUM
Mobilisasi
Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
Manajemen Mutu
DIVISI 2. DRAINASE
Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
Beton K250 (fc 20) untuk struktur drainase beton
minor

Satuan

Volume

LS
LS
LS

1,00
1,00
1,00

M3
M3

2.049,15
1.689,40

3.1 (1a)
3.2.(1)
3.3.(1)

DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH


Galian Biasa
Timbunan Biasa
Penyiapan Badan Jalan

M3
M3
M2

2.737,00
10.412,22
8.025,00

5.1.(1)
5.1.(2)

DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR


Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Lapis Pondasi Agregat Kelas B

M3
M3

670,60
2.445,90

Keterangan

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

30

BANGKIT ANDRIYULIANTO

5.3.(1)

Perkerasan Jalan Beton semen

M3

2.052,00

6.1 (1a)
6.1 (2a)
6.3(5a)
6.3(6a)
6.3(7a)
6.3.(8a)
6.3.(10b)

DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL


Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair
Lapis Perekat - Aspal Cair
Laston Lapis Aus (AC-WC) (gradasi halus)
Laston Lapis Antara (AC-BC) (gradasi kasar)
Laston Lapis Pondasi (AC-Base) (gradasi kasar)
Aspal Keras
Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Semen

Liter
Liter
Ton
Ton
Ton
Ton
Kg

59.920,00
50.470,00
6.036,04
7.657,20
7.657,06
1.324,35
432.488,98

8.4.(10a)

DIVISI 8. PENGEMBALIAN KONDISI DAN


PEKERJAAN MINOR
Kerb Pracetak Jenis 1(Peninggi/Mountable)

Bh

22.468,00

Dari hasil survey lapangan didapat perbedaan antara volume yang terdapat pada kontrak
dengan kebutuhan volume yang ada di lapangan. Volume pekerjaan dan jenis pekerjaan yang
ada di dalam kontrak diusulkan akan mengalami perubahan. Sehingga perlu adanya pekerjaan
tambah kurang volume pekerjaan sesuai dengan kebutuhan di lapangan saat ini. Permasalahan
yang didapat setelah hasil Survei Lapangan dan hasil perhitungan kembali maka dapat dirinci
sebagai berikut :
1. Untuk Pekerjaan Mobilisasi, Timbunan, Penyiapan Badan Jalan serta Pengembalian
Kondisi dan Pekerjaan Minor, Tidak Berubah ( Tetap ).
2. Untuk Pekerjaan Divisi Drainase, Galian, Agregat A, Lapis Pengikat-Aspal Cair, Laston
Lapis Aus (AC-WC), Laston Lapis Antara (AC-BC), Laston Lapis Pondasi (AC-Base) dan
Bahan Pengisi (Filler), Bertambah.
3. Untuk Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas B, Perkerasan Beton Semen, Lapis Perekat
Aspal Cair dan Aspal Keras, Berkurang.
4. Baja Tulangan untuk Struktur Drainase Beton Minor adalah Item Pekerjaan Baru.

3.2.3. Alternatif Perubahan (CCO / Amandemen I)


Dengan adanya perubahan volume kontrak berdasarkan hasil pengukuran lapangan
untuk Rekayasa Lapangan dan perhitungan kembali terhadap Gambar Rencana serta
Permasalahan yang timbul, maka detail jenis pekerjaan ada yang mengalami penambahan
kuantitas dan ada yang mengalami pengurangan kuantitas bahkan ada penambahan item
pekerjaan baru. Pada pekerjaan Kegiatan Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara Kebun
sayur Pangeran Ayi terdapat perubahan volume dari kontrak awal, yaitu :
Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

31

BANGKIT ANDRIYULIANTO

a) Jenis-jenis pekerjaan yang mengalami penambahan volume dari Kontrak Awal adalah :
2.1. (1)
3.1. (1a)
5.1 (1)
6.1 (1a)
6.1 (5a)
6.2 (6a)
6.3 (7a)
6.3 (8a)
6.3 (10b)

Galian Selokan Drainase dan Saluran Air


Galian Biasa
Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Lapis Resap pengikat - Aspal Cair
Laston Lapis Aus (AC-WC)(Gradasi halus)
Laston Lapis Antara (AC-BC)(Gradasi kasar )
Laston Lapis Pondasi (AC-Base)(Gradasi kasar )
Aspal Keras
Bahan Pengisi ( Filler ) Tambahan semen

b) Jenis-jenis pekerjaan yang mengalami pengurangan volume dari Kontrak Awal adalah :
Beton K250 (fc 20) untuk struktur drainase beton minor
Lapis Pondasi Agregat Kelas B
Perkerasan Jalan Beton
Lapis Perekat Aspal Cair

2.3. (13)
5.1. (2)
5.3. (1)
6.1. (2a)

c) Jenis-jenis Pekerjaan yang Tidak Mengalami Perubahan Kuantitas


1.2
1.8.(1)
1.21
3.2 (1)
3.3 (1)
8.4 (10a)

Mobilisasi
Managemen Keselamatan Lalu Lintas
Manajemen Mutu
Timbunan Biasa
Penyiapan badan Jalan
Kerb Pracetak Jenis 1 (Peninggi/Mountable)

d) Jenis-jenis Pekerjaan Penambahan Item Baru :


2.3 (13)

Baja Tulangan untuk struktur drainase beton minor

Amandemen 1
No. Item
1.2
1.8.(1)
1.21

2.1.(1)
2.3.(12)
2.3.(13)

3.1 (1a)
3.2.(1)
3.3.(1)

Uraian
DIVISI 1. UMUM
Mobilisasi
Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
Manajemen Mutu
DIVISI 2. DRAINASE
Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
Beton K250 (fc 20) untuk struktur drainase
beton minor
Baja Tulangan untuk struktur drainase beton
minor
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
Galian Biasa
Timbunan Biasa
Penyiapan Badan Jalan

Satuan

Volume

Keterangan

LS
LS
LS

1,00
1,00
1,00

Tetap
Tetap
Tetap

M3
M3

4.206,94
1.502,48

Tambah
Kurang

Kg

71.217,55

Item Baru

M3
M3
M2

3.814,52
10.412,22
8.025,00

Tambah
Tetap
Tetap

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

32

BANGKIT ANDRIYULIANTO

DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR


Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Lapis Pondasi Agregat Kelas B
Perkerasan Jalan Beton

M3
M3
M3

2.634,16
2.357,07
658,80

Tambah
Kurang
Kurang

6.1 (1a)
6.1 (2a)
6.3(5a)
6.3(6a)
6.3(7a)
6.3.(8a)
6.3.(10b)

DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL


Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair
Lapis Perekat - Aspal Cair
Laston Lapis Aus (AC-WC) (gradasi halus)
Laston Lapis Antara (AC-BC) (gradasi kasar)
Laston Lapis Pondasi (AC-Base) (gradasi kasar)
Aspal Keras
Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Semen

Liter
Liter
Ton
Ton
Ton
Ton
Kg

60.832,80
38.911,00
6.943,48
7.868,76
7.774,17
1.329,87
460.725,43

Tambah
Kurang
Tambah
Tambah
Tambah
Tambah
Tambah

8.4.(10a)

DIVISI 8. PENGEMBALIAN KONDISI DAN


PEKERJAAN MINOR
Kerb Pracetak Jenis 1(Peninggi/Mountable)

Bh

22.468,00

Tetap

5.1.(1)
5.1.(2)
5.3.(1)

3.3. Analisa Alat dan Material


3.3.1. Kapasitas Produksi Alat
Kapasitas Produksi Alat adalah Kemampuan dari suatu alat untuk memproduksi atau
melakukan pekerjaannya tiap waktu (perjam). Faktor yang menentukan nilai Kapasitas Produksi
Alat diantaranya yaitu kondisi alat (banyak dipengaruhi umur alat), jarak tempuh, dan efisiensi
penggunaan alat, untuk itu perlu di perhatikan waktu/penjadwalan alat, kecakapan dari operator
serta perawatan alat yang memadai agar kinerja alat bisa maksimal dan efisien. Metode
perhitungan kapasitas produksi disusun berdasarkan analisa kapasitas alat berat bina marga
dengan penyesuaian hasil dari pengamatan dilapangan.
Dengan mengetahui kapasitas produksi masing-masing alat, kita dapat menganalisa
kebutuhan alat, dan schedule / penjadwalan alat , serta menentukan kebutuhan bahan bakarnya.

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

33

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Macam-macam Alat Berat untuk Pekerjaan Jalan

Beberapa alat yang digunakan pada pekerjaan jalan diantaranya, yaitu :


Excavator
Dump Truck
Vibratory Roller
Motor Grader
Aphalt Distributor
Air Compresor
Whell loader
Asphalt Mixing Plant (AMP)
Asphalt Finisher
Tandem Roller
Pnumatic Tire Roller (PTR)

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

34

BANGKIT ANDRIYULIANTO

1. Excavator
Jenis Pekerjaan
1. Galian Tanah Biasa
2. Galian Tanah untuk Saluran
3. Timbunan Tanah

Kapasitas Produksi
34 m3/jam
25 m3/jam
34 m3/jam

Contoh Perhitungan Kapasitas Produksi Excavator pekerjaan galian tanah biasa


EXCAVATOR

Kode

Koefisien

Satuan

Kapasitas Bucket
Faktor Bucket
Faktor Pengembangan
Bahan
Faktor Efisiensi alat
Waktu siklus = T1 x Fv
- Menggali, memuat dan berputar

V
Fb

0,90
0,80

M3
-

Fk
Fa
Ts1
T1

1,2
0,6
0,27
0,56

menit
menit

Kapasitas Prod. / jam =

Q1

34,2

M3

V x Fb x Fa x 60
Ts1 x Fk

2. Dump truck (3T)

1.
2.
3.
4.

Jenis Pekerjaan
Galian Tanah + Timbunan
kembali (buang di lokasi)
Galian Tanah untuk Saluran
Lapis Pondasi Agregat Kls A/B
Laston

Kapasitas Produksi
28,3 m3/jam
28,3 m3/jam
10,0 m3/jam
14,5 ton/jam

Contoh Perhitungan Kapasitas Produksi Dump Truck pekerjaan Galian tanah + Timbunan Tanah
kembali
DUMP TRUCK

Kode

Koefisien

Satuan

Kapasitas bak
Faktor efisiensi alat
Berat Volume Bahan
Jarak lokasi Buangan
Kecepatan rata-rata bermuatan
Kecepatan rata-rata kosong
Waktu siklus :
- Muat
=
(V x 60) / D x Q1 x Fk
- Waktu buang
- Waktu tempuh isi
=
(L : v1) x 60
- Waktu tempuh kosong =
(L : v2) x 60
- Lain-lain

V
Fa
D
L
v1
v2
Ts2
T1
T
T2
T3
T4

8,00
0,83
1,60
1,00
20,00
30,00

ton
Ton/m3
Km
Km/Jam
Km/Jam

0,82
0,50
3,00
2,00
1,00
7,32

menit
menit
menit
menit
menit
menit

Kapasitas Prod. / Jam =

Q2

28,3

M3

V x Fa x 60
D x Fk x Ts2

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

35

BANGKIT ANDRIYULIANTO

3. Vibro Roller
Jenis Pekerjaan
1. Penyiapan badan Jalan
(pemadatan tanah dasar)
2. Lapis Pondasi Agregat Kls A
3. Lapis Pondasi Agregat Kls B

Kapasitas Produksi
162,00 m2/jam
83,25 m3/jam
83,25 m3/jam

Contoh Perhitungan Kapasitas Produksi Vibro Roller Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat
VIBRATORY ROLLER

Kode

Kecepatan rata-rata alat


Lebar efektif pemadatan
Tebal hamparan padat
Jumlah lintasan
Faktor efisiensi alat
Kapasitas Prod./Jam =

(v x 1000) x b x t x Fa
n

Koefisien

Satuan

v
b
t
n
Fa

4,00
1,48
0,15
8,00
0,75

Km / Jam
M
M
lintasan
-

Q4

83,25

M3

4. Motor Grader

1.
2.
3.
4.

Jenis Pekerjaan
Penyiapan badan Jalan
Lapis Pondasi Agregat Kls A
Lapis Pondasi Agregat Kls B
Timbunan Tanah Biasa

Kapasitas Produksi
280 m2/jam
106 m3/jam
106 m3/jam
150 m3/jam

Contoh Perhitungan Kapasitas Produksi Motor grader pekerjaan Lapis Pondasi Agregat
MOTOR GRADER
Panjang hamparan
Lebar efektif kerja blade
Tebal lapis Agg. pdt
Faktor Efisiensi alat
Kecepatan rata-rata alat
Jumlah lintasan
Waktu Siklus
- Perataan 1 lintasan = (Lh x 60) : (v x 1000)
- Lain-lain

Kap.Prod. / jam =

Lh x b x t x Fa x 60
n x Ts3

Kode
Lh
b
t
Fa
v
n
Ts3
T1
T2
Ts3
Q3

Koeff
50,00
1,00
0,15
0,83
4,00
2,00

Satuan
M
M
M
KM / Jam
lintasan

0,75
1,00
1,75

menit
menit
menit

106

M3

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

36

BANGKIT ANDRIYULIANTO

5. Asphalt Distributor & Air Compresor


Jenis Pekerjaan
1. Lapis Resap Pengikat
2. Lapis Resap Perekat

Kapasitas Produksi
3150 liter/jam
3150 liter/jam

Contoh Perhitungan Kapasitas Produksi Asphalt Distributor & Air Compressor Pekerjaan Lapis
Resap Pengikat

Alat

Kode

ASPHALT DISTRB.
Kecepatan
penyemprotan
Lebar penyemprotan
Kapasitas pompa aspal
Faktor effesiensi kerja
Kap. Prod. / jam =

pas x Fa x 60

Koeff

Satuan

v
b
pas
Fa

30,00
3
75
0,7

M/menit
M
liter/menit

Q1

3150

liter

Q2

3150

liter

AIR COMPRESSOR
Kap. Prod. / jam =Q1

6. Whell Loader
Jenis Pekerjaan

Kapasitas Produksi

1. Loading Material / Agg ke AMP

65,12 Ton/Jam

Contoh Perhitungan Kapasitas Produksi Whell Loader untuk pekerjaan loading material agregat
ke AMP
WHEEL LOADER

Kode

Kapasitas bucket
Faktor bucket
Faktor efisiensi alat
Waktu Siklus
T1 + T2 + T3
- Kecepatan maju rata rata
- Kecepatan kembali rata rata
- Muat ke Bin
=
(l x 60) / Vf
- Kembali ke Stock pile
(l x 60) / Vr
- Lain - lain (waktu pasti)
Kap. Prod. / jam =

D2 x V x Fb x Fa x 60
Ts1 x Fh1 x (Bip/Bil)

V
Fb
Fa
Ts1
Vf
Vr
T1
T2
T3
Ts1
Q1

Koeff

Sat

1,50
0,85
0,83

M3
-

15,00
20,00
0,20
0,15
0,75
1,10
65,12

km/jam
km/jam
menit
menit
menit
menit
ton

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

37

BANGKIT ANDRIYULIANTO

7. Asphalt Mixing Plant (AMP)


Jenis Pekerjaan
1. Laston lapis Aus (AC-WC)
2. Laston lapis Antara (AC-BC)
3. Laston lapis Pondasi (AC-Base)

Kapasitas Produksi
49 ton/jam
49 ton/jam
49 ton/jam

Contoh Perhitungan Kapasitas Produksi Asphalt Mixing Plant (AMP) pekerjaan Lapis Aus (ACWC)
ASPHALT MIXING PLANT (AMP)
Kapasitas produksi
Faktor Efisiensi alat
Kap.Prod. / jam =

V x Fa

Kode

Koeff

Satuan

V
Fa

60,00
0,83

ton / Jam
-

Q2

49,80

ton

8. Asphalt Finisher
Jenis Pekerjaan
1. Laston lapis Aus (AC-WC)
2. Laston lapis Antara (AC-BC)
3. Laston lapis Pondasi (AC-Base)

Kapasitas Produksi
72,8 ton/jam
90,9 ton/jam
109,2 ton/jam

Contoh Perhitungan Kapasitas Produksi Asphalt (Finisher pekerjaan) Lapis Aus (AC-WC), t=4cm
ASPHALT FINISHER

Kode

Kecepatan menghampar
Faktor efisiensi alat
Berat isi bahan
Lebar hamparan
Kap.Prod. / jam =
V x b x 60 x Fa x t x D1

V
Fa
D1
b
Q5

Koeff
5,00
0,83
2,32
3,15
72,8

Satuan
m/menit
Ton/m3
meter
Ton/jam

9. Tandem Roller
Jenis Pekerjaan
1. Laston lapis Aus (AC-WC)
2. Laston lapis Antara (AC-BC)
3. Laston lapis Pondasi (AC-Base)

Kapasitas Produksi
74 ton/jam
92 ton/jam
110 ton/jam

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

38

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Contoh Perhitungan Kapasitas Produksi (Tandem Roller) pekerjaan Lapis Aus (AC-WC), t=4cm
TANDEM ROLLER

Kode

Kecepatan rata-rata alat


Lebar efektif pemadatan
Jumlah lintasan
Lajur lintasan
Faktor Efisiensi alat
Lebar Overlap
Kap. Prod. / jam =

Koeff

v
b
n
N
Fa
bo

(v x 1000) x (N(b-bo)+bo) x t x Fa x D1
n

Satuan

1,50
1,48
6,00
3,00
0,83
0,30

Km / Jam
M
lintasan

74,00

Ton/jam

10. Pnumatic Tire Roller (PTR)


Jenis Pekerjaan
1. Laston lapis Aus (AC-WC)
2. Laston lapis Antara (AC-BC)
3. Laston lapis Pondasi (AC-Base)

Kapasitas Produksi
172,36 ton/jam
215,45 ton/jam
258,54 ton/jam

Contoh Perhitungan Kapasitas Produksi PTR pekerjaan Lapis Aus (AC-BC), t=4cm
PNEUMATIC TIRE ROLLER

Kode

Koeff

Satuan

Kecepatan rata-rata
Lebar efektif pemadatan
Jumlah lintasan
Lajur lintasan
Lebar Overlap
Faktor Efisiensi
alat

v
b
n
N
bo

2,50
1,99
6,00
3,00
0,30

KM / jam
M
lintasan

Fa

0,83

Kap.Prod./jam =

Q7

172,34

(v x 1000) x (N(b-bo)+bo) x t x Fa x D1
n

ton

11. Concrete Paving Machine


Jenis Pekerjaan
1. Perkerasan Beton semen

Kapasitas Produksi
134,46 m3/jam

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

39

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Contoh Perhitungan Kapasitas Produksi Cocrete Paving Machine


CONCRETTE PAVING MACHINE

Kode

Kapasitas (lebar hamparan)


Tebal hamparan
Kecepatan menghampar
faktor effesiensi alat
Kap. Prod. / jam =

b x t Fa x v x 60

Koeff

Satuan

3,00

t
v
Fa

0,30
3,00
0,83

M
M/menit

Q6

134,460

M3

3.3.2. Analisa Kebutuhan Material


Nilai Quantity material tiap satuan pekerjaan dihitung berdasarkan Trial Mix Desain
(hasil JMF) yang dilakukan di Laboratorium Istaka Camp Palembang, pengamatan dilapangan,
wawancara dengan staff/teknisi/operator dibasecamp-lapangan, dengan mengacu pada nilai
angka koefisien (pengaruh faktor kepadatan, waste, faktor kehilangan / lost, dll) pada PAHS
dari dinas PU Bina Marga.
Penting sekali untuk mengetahui kabutuhan masing-masing material, diantaranya yaitu
untuk menjadwalkan material agar pelaksanaan pekerjaan bisa efisien. Disamping itu juga
penghitungan jumlah kebutuhan material diperlukan pada saat penyusunan RAP dan kontrol
Quantity material saat pelaksanaan pekerjaan.
a) 1 M3 Lapis Pondasi Kelas A ( CBR 60%)
Satuan

Analisa
Quantity

a. Agregat pecah 20-30 mm

M3

0,25

b. Agregat pecah 5-10 & 10-20 mm

M3

0,44

c. Pasir Urug

M3

0,31

Satuan

Analisa
Quantity

1. Agregat pecah 20-30 mm

M3

0,13

2. Agregat pecah 5-10 & 10-20 mm

M3

0,13

3. Sirtu

M3

0,78

Material

b) 1 M3 Lapis Pondasi Kelas B ( CBR 60%)


Material

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

40

BANGKIT ANDRIYULIANTO

c) 1 Liter Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)


Material

Satuan

Analisa
Quantity

Kg

0,67

Liter

0,37

1. Aspal Pen. 60/70


2. Kerosine

d) 1 Liter Lapis Resap Perekat (Tack Coat)


Material
1. Aspal Pen. 60/70
2. Kerosine

Satuan

Analisa
Quantity

Kg

0,84

Liter

0,20

e) 1 Ton Laston lapis Aus Gradasi Halus (AC-WC)


Satuan

Analisa
Quantity

1. Aspal

Kg

58

2. Agregat halus 0-5 mm /Abu batu


3. Agg. 5- 10 mm (Screening) & Agg.
10-20 mm
4. Filler - Semen

M3

0,33

M3

0,32

Kg

19,95

Material

f) 1 Ton Laston lapis Antara Gradasi Kasar (AC-BC)


Satuan

Analisa
Quantity

1. Aspal

Kg

55

2. Agregat halus 0-5 mm /Abu batu

M3

0,27

3. Agregat Pecah 5-10 & 10-20 mm

M3

0,39

4. Filler - Semen

Kg

20,00

Material

g) 1 Ton Laston lapis Pondasi Gradasi Kasar (AC-Base)


Satuan

Analisa
Quantity

1. Aspal

Kg

51

2. Agregat Halus 0-5 mm / Abu Batu

M3

0,17

3. Agregat Pecah 5-10 & 10-20 mm

M3

0,37

Material

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

41

BANGKIT ANDRIYULIANTO

4. Agregat Pecah 20/30 mm

M3

0,13

5. Filler - Semen

Kg

21,92

Satuan

Analisa
Quantity

1. Beton K 300

M3

1,10

2. Tulangan polos

Kg

15,87

3. Joint Sealent

Kg

0,98

4. Expansion Cap (untuk dowel)

M2

0,17

5. Polytene (plastic) 125 micron

Kg

0,43

6. Curing Compound

Ltr

0,87

7. Cat anti karat

Kg

0,02

Satuan

Analisa
Quantity

1. Beton K 300

M3

0,055

2. Mortar

M3

0,007

h) 1 M3 Perkerasan Jalan beton


Material

i) 1 Bh Kerb Precast (Mountable)


Material

j)

1 M3 Struktur Drainase beton K250 minor


Satuan

Analisa
Quantity

1. Beton K 250

M3

1,05

2. Tulangan polos

Kg

45,5

Material

3.3.3. Hasil Mix Desain Perkerasan Laston


Perhitungan Quantitas Campuran Laston menurut Hasil tes laboratorium sebagai dasar
Perhitungan Perubahan Kontrak CCO (Pek. Laston, Lapis aspal pengikat & perekat, Aspal
Keras, dan Filler) :
Laston Lapis Pondasi (AC-Base), gradasi kasar
- Berat Jenis Campuran Laston, B.J = 2,29 Ton/m3
- Volume Campuran Laston :

Vt = Vol. x B.J (ton)

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

42

BANGKIT ANDRIYULIANTO

- Kadar aspal extrasi

: 5,10 % , Ka = (5,10/100) x Vt (ton)

- Filler semen

: 1,89 % , Fi = (1,89/100) x Vt (ton)

- Lapis Aspal Pengikat : 1 liter/m2


Laston Lapis Antara (AC-BC), gradasi kasar
- Berat Jenis Campuran Laston, B.J = 2,30 Ton/m3
- Volume Campuran Laston :

Vt = Vol. x B.J (ton)

- Kadar aspal extrasi

: 5,50 % , Ka = (5,50/100) x Vt (ton)

- Filler semen

: 1,89 % , Fi = (1,89/100) x Vt (ton)

- Lapis Aspal Perekat

: 0,35 liter/m2

Laston Lapis Aus (AC-WC), gradasi halus


- Berat Jenis Campuran Laston, B.J = 2,30 Ton/m3
- Volume Campuran Laston :

Vt = Vol. x B.J (ton)

- Kadar aspal extrasi

: 5,80 % , Ka = (5,80/100) x Vt (ton)

- Filler semen

: 1,89 % , Fi = (1,89/100) x Vt (ton)

- Lapis Aspal Perekat

: 0,35 liter/m2

3.4. Administrasi / Dokumen-dokumen Penunjang Proyek


3.4.1 Pra konstruksi
Dukumen-dokumen Prakonstruksi diantaranya yaitu :
- Dokumen Kontrak (Formulir Kualifikasi, Kemitraan /KSO, Surat Perjanjian Kerja, Surat
Perintah Mulai kerja (SPMK), dll)
- Program Mutu / Rencana Mutu kontrak (RMK)
- Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak / Pre Construction Meeting (PCM)
- Pemeriksaan Bersama Lapangan (MC 0%)
3.4.2 Pembayaran Prestasi Pekerjaan
Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara: BULANAN (MC). Dokumen penunjang
yang disyaratkan untuk mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan :
a) Pembayaran Uang Muka
- Buku Dokumen Kontrak
- Rincian Penggunaan Uang Muka
- Jaminan Uang Muka
- Foto kegiatan 0%
Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

43

BANGKIT ANDRIYULIANTO

- Berita Acara Uitzet


- Berita Acara Persiapan Pelaksanaan Kontrak (PCM)
- Berita Acara Serah Terima Lapangan
- Surat Setoran Pajak (SSP) dan Faktur Pajak
-

Bukti pembayaran Jamsostek

b) Pengajuan MC (Monthly Certificate)


- Berita Acara Pemeriksaan Kegiatan / Pekerjaan
- Laporan Harian, Mingguan dan Bulanan kemajuan fisik pekerjaan
- Addendum Kontrak dan CCO (bila ada) termasuk justifikasi teknis dan dokumen penunjang
lain
- Gambar kerja (Shop Drawing)
- Back Up data (kuantitas volume prestasi pekerjaan) dan Request kerja
- Foto kegiatan kondisi terakhir (sesuai Berita Acara Pemeriksaan)
- Surat Setoran Pajak (SSP) dan Faktur Pajak
c) Pengajuan Pembayaran Prestasi Pekerjaan 100% (PHO)
Setelah pekerjaan selesai 100% atau Serah Terima Pertama (PHO), pembayaran dilakukan
sebesar 95% dari nilai kontrak, sedangkan yang 5% merupakan retensi selama masa
pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan sebesar 100% dari nilai kontrak dan penyedia
barang/jasa harus menyerahkan jaminan bank sebesar 5% dari nilai kontrak. Serah Terima
Pertama (PHO) dilampiri :
- Berita Acara Pemeriksaan Kegiatan/ Pekerjaan
- Back Up Data dan Request
- As Built Drawing
- Addendum Kontrak dan CCO (bila ada)
- Foto 0 %, 50 % dan 100 %
- Laporan Progress / Kemajuan Fisik Pekerjaan
- Time Schedulle (S-curve)
- Sertifikat Bulanan (MC)
- Buku Direksi yang dilegalisir oleh PPK.
- Laporan mingguan dan laporan bulanan
- Berita Acara Pemeriksaan Prestasi Pekerjaan
- Berita Acara Penyerahan Pertama Pekerjaan (PHO)
- Jaminan Pemeliharaan
- Jaminan Retensi (bila mengambil uang retensi)
Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

44

BANGKIT ANDRIYULIANTO

- SSP disertai Faktur Pajak (PPN dan PPh)


- Berita Acara Pembayaran dan Kwitansi
d) Serah Terima Kedua (FHO)
Pembayaran retensi 5% FHO bisa dilakukan setelah masa pemeliharaan selesai, :
- Berita Acara Serah Terima Pertama (PHO)
- Berita Acara Serah Terima Kedua (FHO)
- Berita Acara Pemeriksaan Kegiatan (setelah masa pemeliharaan selesai)
- Surat Setoran Pajak (SSP) dan Faktur Pajak
3.5. Laboratorium Uji Bahan dan Material pekerjaan Jalan
Sebagai kontrol kualitas/mutu pekerjaan perlu dilakukan pengujian dilaboratorium menyangkut
pengujian material-material yang akan digunakan disemua lapisan, yaitu pada lapisan sub grade
(tanah dasar), sub base (lapis pondasi atas), base course (lapis pondasi bawah), dan surface
(lapis permukaan).
Berikut bagan alir uji laboratorium bahan perkerasan aspal
Persiapan bahan

Pengujian bahan

Aspal AC 60/70
- Penetrasi
- titik nyala dan
titik bakar
- titik lembek
- daktilitas
- kelarutan dalam
CCL4
- berat jenis

Agregat kasar
- Tes abrasi
- Kelekatan
terhadap aspal
- Penyerapan air
- Berat jenis

Agregat halus
- Sand
equivalent
- Penyerapan air
- Berat jenis

Filler
- Berat jenis
- Lolos saringan
200

Pengujian dan perancangan gradasi agregat sesuai


spesifikasi agregat laston

tidak

Bahan sesuai
Spesifikasi
ya
Benda Uji
(campuran) Laston

Pengujian Marshall

tidak

Analisa
Data
ya

selesai
Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

45

BANGKIT ANDRIYULIANTO

Benda uji yang pakai dalam pengujian yaitu dari sampel material yang akan digunakan
sebagai mix design (DMF/JMF) dan benda uji/material dari lapangan misalnya sampel
pengambilan core drill.
Metode-metode pengujian/tes laboratorium yang penting dilakukan pada pekerjaan jalan,
diantaranya yaitu:
3.5.1 CBR test (uji kepadatan tanah/agregat base)
CBR (California Bearing Ratio) yaitu perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan
terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama. Pengujian
CBR dimaksudkan untuk merencanakan dan mengevaluasi tebal lapis perkerasan lentur
(lapis pondasi dan lapis pondasi bawah), kekuatan lapis struktural tanah dasar dan tebal
lapis perkerasan. Pengujian CBR test dilakukan dilaboratorium dan untuk mengevaluasi
bisa dilakukan tes langsung dilapangan.
Metode Pengujian CBR test (laboratorium)
- Ambil contoh tanah / agregat 5 kg, kemudian campur bahan tsb
- Pasang cetakan pada keping alas dan timbang, masukan piringan pemisah (spacer disc)
diatas keping alas dan pasang kertas saring diatasnya.
- Padatkan masing-masing bahan tersebut di dalam cetakan dengan jumlah tumbukan
10,35 dan 65 dengan jumlah lapis dan berat penumbuk sesuai cara pengujian
pemadatan. Buka leher sambung dan ratakan dengan alat perata lalu ditimbang
- Letakan keping pemberat diatas permukaan benda uji seberat minimal 4,5 kg atau 10 lb
atau sesuai dengan perkerasan
- Atur torak penetrasi pada permukaan benda uji sehingga arloji beban menunjukan
beban permulaan sebesar 4,5 kg atau 10 lb. Kemudian arloji penunjuk beban dan arloji
pengukur penetrasi di-nol-kan.
- Berikan pembebanan dengan teratur sehingga kecepatan penetrasi mendekati kecepatan
1,27 mm/menit atau 0,05/menit. Dan catat pembacaan pembebanan pada penetrasi
0,312 mm, 0,62 mm, 1,25 mm, 0,187 mm, 2,5 mm, 3,75 mm, 5 mm, 7,5 mm, 10 mm
dan 12,5 mm.
- Hitung CBR yang dinnyatakan dalam persen dengan membagi tegangan yang telah
dikoreksi terhadap tegangan standar 0,71 kg/mm2 (1000 Psi) dan tegangan standar 1,06
kg/mm2 (1500 Psi)).
Hasil data pengujian CBR Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara-Kebun SayurPangeran Ayi terlampir di lembar lampiran

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

46

BANGKIT ANDRIYULIANTO

3.5.2 Abrasi los angeles (uji keausan Agregat)


Tes abrasi agregat dimaksudkan untuk menentukan ketahanan agregat kasar terhadap
keausan dengan mempergunakan mesin Abrasi Los Angeles. Hasil pengujian bahan ini
dapat digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan bahan perkerasan jalan.
Metode pengujiannya yaitu :
- Benda uji adalah agregat sesuai gradasi (yang sudah ditentukan) dan dikeringkan dalam
oven sampai berat tetap.
- Cara pengujian yaitu agregat kasar dan bola baja di masukan ke mesin abrasi los angeles,
kemudian diputar sampai dengan yang ditentukan sesuai gradasi agregat. Keluarkan benda
uji dari mesin kemudian di saring dengan saringan no. 12 (1,7 mm).
Keausan = a - b x 100%
a
keterangan
a : berat benda uji semula (gram)
b : berat benda uji tertahan saringan no.12 (gram)

Mesin abrasi los angeles


Hasil data Uji Abrasi material agregat kasar yang digunakan di Proyek Pembangunan
Jalan Akses Bandara-Kebun Sayur-Pangeran Ayi terlampir di lembar lampiran
3.5.3 Ekstraksi Aspal (uji kadar aspal)
ekstraksi adalah menguraikan kembali dari suatu campuran menjadi bahan-bahan
pembentuknya melalui proses kimiawi, yaitu kondensasi. Uji kadar aspal dilakukan pada
saat penentuan campuran DMF, JMF dan pengetesan hasil lapangan. Perlunya pengujian
ini adalah untuk membandingkan beton aspal yang telah dibuat dilapangan apakah telah
sesuai dengan hasil yang dilakukan di lab. uji bahan.
ekstraksi campuran aspal menggunakan bensin sebagai cairan pengurai dengan cara
digoyang-goyangkan
Kadar aspal = A1-[A2+(B2-B1)+(C2-C1)] x 100%
A1
Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

47

BANGKIT ANDRIYULIANTO

A1 = Berat Campuran Aspal sebelum diekstrasi (gram)


A2 = Berat Campuran Aspal sesudah diekstrasi (gram)
B1 = Berat kertas saring I sebelum diekstrasi (gram)
B2 = Berat kertas saring I sesudah diekstrasi (gram)
C1 = Berat kertas saring II sebelum diekstrasi (gram)
C2 = Berat kertas saring II sesudah diekstrasi (gram)
Hasil data Uji kadar aspal yang digunakan di Proyek Pembangunan Jalan Akses BandaraKebun Sayur-Pangeran Ayi terlampir di lembar lampiran

3.5.4 Marshall test (uji stabilitas/density & flow lapisan laston)


Prinsip dasar metode Marshall adalah pemeriksaan stabilitas dan kelelehan (flow), serta
analisis kepadatan dan rongga/pori dari campuran padat yang terbentuk. Alat Marshall
merupakan alat tekan yang dilengkapi dengan proving ring (cincin penguji) berkapasitas
22,2 KN (5000 lbs) dan flowmeter. Proving ring digunakan untuk mengukur nilai
stabilitas, dan flowmeter untuk mengukur kelelehan plastis atau flow. Benda uji Marshall
berbentuk silinder berdiameter 4 inchi (10,2 cm) dan tinggi 2,5 inchi (6,35 cm).
Metode pengujiannya yaitu :

Menentukan proporsi agregat dan kadar aspal optimum.


Sebelum membuat briket campuran aspal beton maka perkiraan kadar aspal optimum
dicari dengan menggunakan rumus pendekatan. Setelah menentukan proporsi dari
masing-masing fraksi agregat yang tersedia. selanjutnya menentukan kadar aspal total
dalam campuran. Kadar aspal total dalam campuran beton aspal adalah kadar aspal
efektif yang membungkus atau menyelimuti butir-butir agregat, mengisi pori antara
agregat, ditambah dengan kadar aspal yang akan terserap masuk ke dalam pori masingmasing butir agregat. Setelah diketahui estimasi kadar aspalnya maka dapat dibuat

benda uji
Pembuatan benda uji
Agregat (sesuai gradasi yang sudah ditentukan) yang akan digunakan dalam campuran
dikeringkan di dalam oven pada temperatur 105-110C. Setelah dikeringkan agregat
dipisah-pisahkan sesuai fraksi ukurannya dengan mempergunakan saringan. Temperatur
pencampuran bahan aspal dengan agregat adalah temperatur pada saat aspal mempunyai
viskositas kinematis sebesar 170 20 centistokes, dan temperatur pemadatan adalah
temperatur pada saat aspal mempunyai nilai viskositas kinematis sebesar 280 30

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

48

BANGKIT ANDRIYULIANTO

centistokes. Karena tidak diadakan pengujian viskositas kinematik aspal maka secara
umum ditentukan suhu pencampuran berkisar antara 145 C-155 C, sedangkan suhu

pemadatan antara 110 C-135 C.


Pemadatan benda uji
Cetakan dan muka penumbuk bersihkan, kemudian letakkan selembar kertas saring
sesuai cetakan (mold) kedasar cetakan, lalu masukkan seluruh campuran kedalam
cetakan dengan ditusuk dan ratakan dengan sendok bagian sekelilingnya. Kemudian
tutup lagi dengan kertas saring , baru dilakukan pemadatan seseuai dengan suhu
pemadatannya. Lakukan pemadatan dengan penumbukan yang sesuai, dalam hal ini
dilakukan 75 kali, dengan tinggi jatuh penumbuk sejauh 45 cm. Setelah pemadatan
selesai, keluarkan benda uji dengan ekstrude, dan diamkan/dinginkan dalam suhu kamar

selama kurang lebih 24 jam.


Pengujian
- Ukur dan timbang benda uji
- Rendam dalam water bath pada temperatur 60 C selama 30 menit kemudian keringkan
permukaan benda uji
- letakkan

pada

tempat

yang

tersedia

pada

alat

uji

Marshall,

Setel dial pembacaan stabilitas dan kelehan yang telah terpasang pada alat Marshall
- Lakukan pengujian Marshall dengan menjalankan mesin penekan dengan kecepatan
deformasi konstan 51 mm (2 inc.) per menit sampai terjadi keruntuhan pada benda uji.
Baca dan catat besar angka pada dial untuk memperoleh nilai stabilitas (stability) dan
kelelehan (flow) Dengan faktor koreksi dan kalibrasi proving ring pada alat Marshall
dapat diperoleh nilai stabilitas dan kelelehan (flow) yang lebih akurat.

Hasil data pengujian Marshall test Proyek Pembangunan Jalan Akses BandaraKebun Sayur-Pangeran Ayi terlampir di lembar lampiran.

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

49

BANGKIT ANDRIYULIANTO

IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari pembahasan pekerjaan Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara-Kebun Sayur-Pengeran
Ayi yang telah dibahas dalam bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara - Kebun Sayur - Pengeran Ayi, kota
Pelembang merupakan proyek APBD Prov. Sumatera Selatan TA 2014-2015, dimulai dari
tanggal 09 Nopember 2014 dengan waktu pelaksanan 420 hari kalender dengan nilai
kontrak sebesar Rp. 58.758.284.000,-

Panjang pekerjaan jalan yaitu 5,25 km (akses bandara-kebun sayur) dengan pekerjaan
utama yaitu perkerasan lentur (fleksible pavement) dengan lapis permukaan tipe Laston
(lapis aspal beton) dan lapis pondasi agregat dibawahnya, juga terdapat pekerjaan
perkerasan kaku (rigid pavement) beton semen di area titik sta. 000 (jl. Pengeran ayi),
pekerjaan saluran drainase, dan pekerjaan kerb peninggi.

Setelah dilakukan evaluasi item pekerjaan kontrak terhadap kondisi lapangan dengan
pengukuran kuantitas/volume pekerjaan didapat beberapa perbedaan sehingga dibuat draft
perubahan kontrak/CCO (contract change order)Amandemen 1.

Untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan terutama perkerasan campuran aspal hotmix, PT


Istaka Karya membangun fasilitas base camp sebagai Asphalt Mixing Plant (AMP), stok
material, gudang peralatan,camp alat berat dan laboratorium jalan.

Sebagai langkah monitoring pekerjaan perlu ditentukan standarisasi mengenai kapasitas


produksi masing- masing alat, pemakaian bahan bakar alat dan komposisi material yang
digunakan, sehingga bisa terkontrol penggunaan material/bahan bakar tersebut apakah
sudah sesuai dengan progress pekerjaan yang telah dikerjakan.

untuk mendapatkan produk sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan maka perlu
dilakukan program kontrol mutu / quality control yaitu meliputi pengujian yang dilakukan
selama konstruksi, pengujian bahan, kalibrasi mesin/peralatan pengujian, dan pemeriksaan
hasil pekerjaan.

Patokan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan pekerjaan yaitu berdasarkan


Rencana Anggaran Pekerjaan (RAP) yang telah dibuat, untuk itu RAP sebaiknya dibuat
sedetail mungkin dengan melakukan analisa kebutuhan material, alat-alat kerja (alat berat
dan bahan bakar), man power/tenaga kerja, melakukan penjadwalan/schedulling alat &
material dengan efisien berdasarkan kapasitas produksi dan kuantitas/volume masingmasing item pekerjaan.

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

50

BANGKIT ANDRIYULIANTO

4.2 Saran
Penulis juga bermaksud memberikan beberapa saran yang berkaitan dengan pelaksanaan
pekerjaan Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara-Kebun Sayur-Pengeran Ayi, diantaranya
yaitu :

...........
..........

Makalah OJT
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES BANDARA - KEBUN SAYUR - PANGERAN AYI

51