Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.

K
DENGAN KASUS NEFROTIK SINDROM (NS)
DI RUANG RAWAT INAP DARUSSALAM 3 ANAK RS. AL ISLAM
BANDUNG

1. PENGKAJIAN
A. Identitas anak
Nama
Umur dan tanggal lahir
Jenis kelamin
BB
TB
Pendidikan
Agama
Suku/Bangsa
Alamat Lengkap
Tgl MRS
No Register
Diagnosa Medik
B. Identitas penanggung jawab
Nama Lengkap
Umur
Jenis kelamin
Pendidikan
Pekerjaan
Suku/Bangsa
Alamat Lengkap
Hubungan dengan klien
C. Riwayat kesehatan pasien
1. Keluhan utama :
Saat MRS
Saat Pengkajian
2. Riwayat kesehatan sekarang
P
Q
R
S
T
3. Riwayat kesehatan dulu
4. Riwayat kesehatan keluarga
D. Riwayat anak
1. Masa pre-natal
2. Masa intra-natal
3. Masa post-natal :
Bb
Tb
Sehat
Apgar Scor

: An. K
: 6 tnh, 29-06-2008
: Perempuan
: 22 kg
: 85 cm
: Kls 1 SD
: Islam
: Sunda/Indonesia
: Jl. Ciganitri Rt. 005/007
: 18-02-15
: 639301
: Nefrotik Sindrom (NS)
: Ny. M
: 26 thn
: Perempuan
: SMA
: IRT
: Sunda/Indonesia
: Jl. Ciganitri Rt. 005/007
: Ibu dan Anak
: Perut kembung bengkak dibawa mata
: Perut kembung, odem kaki kiri dan kanan
: Adanya gangguan ginjal
: Tidak ada nyeri
: Abdomen, kaki kiri dan kanan odem
: Tidak terlalu parah
:: Panas,batuk dan filek
: Hipertensi
: RS
: RS dengan dokter
: 3,5 kg
: 4,7 cm
: Sehat
: Langsung menangis

E. Pengetahuan orang tua


1. Tentang makanan sehat
: Daging, ikan, sayur dan dll
2. Tentang personal hygiene
Badan
: Bersih
Rambut
: Hitam bersih
Kuku
: Pendek
Gigi
: Bersih
Mulut
: Bersih
3. Imunisasi
: Lengkap.
Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin) sekali untuk mencegah penyakit
Tuberkulosis. Diberikan segera setelah bayi lahir di tempat pelayanan kesehatan atau
mulai 1 (satu) bulan di Posyandu.
Imunisasi Hepatitis B sekali untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang ditularkan
dari ibu ke bayi saat persalinan.
Imunisasi DPT-HB 3 (tiga) kali untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis (batuk
rejan), Tetanus dan Hepatitis B. Imunisasi ini pertama kali diberikan saat bayi berusia
2 (dua) bulan. Imunisasi berikutnya berjarak waktu 4 minggu. Pada saat ini pemberian
imunisasi DPT dan Hepatitis B dilakukan bersamaan dengan vaksin DPT-HB.
Imunisasi polio untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio. Imunisasi
Polio diberikan 4 (empat) kali dengan jelang waktu (jarak) 4 minggu.
Imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak. Imunisasi campak
diberikan saat bayi berumur 9 bulan.
F. Pertumbuhan dan perkembangan (sesuai pencapaian anak)
No
Usia
TB
BB
1
0 Hingga1 Thn
50 76 cm
3,3 10,2 Kg
2
1 Hingga 2 Thn
76 88 cm
10,2 12,6 Kg
3
2 Hingga 3 Thn
88 97 cm
12,6 14,7 Kg
4
3 Hingga 4 Thn
97 103 cm
14,7 16,4 Kg
G. Pemeriksaan fisik
1. Keadaan umum
Penampilan
Tingkat kesadaran
Vital sign :
TD
N
S
R
Tb
Bb
Ciri-ciri khusus
2. Kebersihan anak (secara umum)
3. Suara anak waktu menangis
4. Keadaan gizi anak
5. Aktivitas
6. Kepala dan leher
Kebersihan

: Baik
: Baik/rapi
: Compos mentis
: 90/60 mmHg
: 85x/m
: 36,2 oc
: 22x/m
: 85 cm
: 22 kg
:: Bersih
: Lantang/keras
: Baik
: Baik
: Bersih

Ubun-ubun
: Pusing
: Tdk
Pertumbuhan rambut
: Baik
Pergerakan kepala
: Normal
Pembengkakan kelenjar thyroid
: Tdk ada
Pembengkakan kelenjar limpa
: Tdk ada
7. Mata (penglihatan)
Kebersihan
: Bersih
Palbebra
: Odem
Konjungtiva
: Normal
Selera
: Normal
Ciri-ciri dehidrasi (cekung)
: Tdk ada
Reflek pupil
: Baik
Strabismus
: Normal
Fungsi penglihatan
: Baik
Peradangan
: Tdk ada
Pendarahan
: Tdk ada
8. Telinga (pendengaran)
Kebersihan
: Kotor
Fungsi pendengaran
: Baik
Peradangan
: Tdk ada
Cairan yang keluar
: Tdk ada
9. Hidung (penciuman)
Kebersihan
: Bersih
Polip
: Tdk ada
Kelainan
: Tda ada
10. Mulut (pengecapan)
Kebersihan
: Bersih
Refleks (pada bayi)
:Gigi (jumlah kondisi pertumbuhan)
: Baik
Peradangan
: Tdk ada
Bibir (mukosa)
: Lembab
Fungsi pengecapan
: Baik
Kelainan-kelainan
: Tdk ada
11. Dada (pernapasan)
Kebersihan
: Bersih
Bentuk
: Simetris
Pergerakan dada saat inspirasi / ekspirasi : Normal
Bunyi napas
: Tdk ada kelainan
Perekuensi pernapasan (keteraturannya) : Normal
Batuk
: Tdk ada
Sesak napas
: Tdk
Capillary refilling
: Normal
Kelainan-kelainan
: Tdk ada
12. Kulit
Kebersihan
: Kuning lansat bersih
Luka
: Tdk ada
Turgor
: Baik

Warna kulit
Kelembaban
Tekstur
Integritas
Kelainan-kelainan
13. Abdomen
Kebersihan
Turgor
Peristaltik
Distensi
Luka
Kelainan-kelainan

: Kuning Lansat
: Lembab
: Baik
: Baik
: Tdk ada
: Bersih
: Baik
: Tdk ada
: Tdk ada
: Tdk ada
: Kembung pada bagian abdomen 62 cm, tdk ada
nyeri tekan

14. Ekstremitas atas dan bawah


Kebersihan
Praktur
Gangguan pergerakan
Luka
Refleks-refleks fisiologis
Kontraktur
Kelainan-kelainan

H.
I.
J.
K.

15. Genetalia:
Tdk terkaji.
Pola makan
Di rumah
DRS
Pola eliminasi
Di rumah
DRS
Persentase kehilangan cairan
Penggolongan derajat dehidrasi
Perhitungan kehilangan cairan
Terapi yang didapatkan di Rs
Trapi Injek
- Ranitidin 2 x Amp
- Lasix 15 mg

Trapi oral
- Pretniton
- Infus Nacl 21 Gtt
L. Prosedur Diagnostik
1. Hematologi
Hemoglobin
Lekosit
Hematoksit
Trombosit

: Bersih atas dan bawah


: Tdk ada
: Tdk ada
: Tdk ada
: Tdk ada
: Tdk ada
: Odem pada bagian kaki kiri dan kanan
kedalaman 1-2 mm

: Baik
: Nafsu makan turun
: 2 sampai 4
: 3 sampai 5
::-

Hasil

Satuan

Nilai Rujukan

12.00
7.800
36.3
362.000

g/dl
sel/ul
%
Sel/ul

11.5 15.5
4.500 13.500
35 45
150.000 450.000

2. Kimia klinik
Albumin
Ureum
Kreatinin

1.4
12
0.3

2. Analisa data
No
Data
1 Ds :
Ibu klien mengatakan anaknya
terlihat gemuk, bengkak pada perut
dan kaki.
Do :
- Edema ekstremitas bawah
- Edema abdomen
- Nilai albumin : 1.4
- Ureum : 12
- Peningkatan BB dari 21 kg
menjadi 22 kg.
2 Ds :
Ibu klien mengatakan nafsu makan
anaknya turun dalam 2 hari ini.
Do :
3

Problem
Kelebihan volume
cairan

Ibu anak tdk dapat menjawan


penyakit apa yang sedang
diderita anaknya
Ibu cemas dengan kondisi
anaknya
Ibu bayak bertanya tentang
keadaan anaknya

3.5 5
14 45
0.6 1.1

Etiologi
Retensi natrium renal
Meningkat
Edema
Kelebihan volume
cairan

Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan

Hiperlipidemia
Malnutrisi

Nafsu makan berkurang


Makan yang disediakan tidak
habis
Minum air putih sedikit-sedikit
Bibis lembab

Ds :
Ibu klien mengatakan kaget melihat
kondisi anaknya yang bengkak.
Do :
-

g/dl
mg/dl
mg/dl

Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan

Kecemasan anak dan


ibu

Penatalaksanaan
Hospitalisasi
Kecemasan anak dan
ibu

3. Diagnosa keperawatan
1. Kelebihan volume cairan b.d kehilangan protein sekunder terhadap peningkatan permiabilitas
glomerulus.
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d malnutrisi sekunder terhadap kehilangan protein
dan penurunan napsu makan.

3. Kecemasan anak dan ibu b.d lingkungan perawatan yang asing (dampak hospitalisasi)
4. Plainning
1. Kelebihan volume cairan b.d kehilangan protein sekunder terhadap peningkatan permiabilitas
glomerulus.
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam volume cairan tubuh akan
seimbang.
KH :
- Penurunan edema
- Ascites
- Kadar protein darah meningkat
- Output urine adekuat 600 700 ml/hari
- Tekanan darah dan nadi dalam batas normal.
Intervensi :
1.
2.
3.
4.
5.

Catat intake dan output secara akurat


Kaji dan catat tekanan darah, pembesaran abdomen, BJ urine
Timbang berat badan tiap hari dalam skala yang sama
Berikan cairan secara hati-hati dan diet rendah garam.
Diet protein 1-2 gr/kg BB/hari.
Rasional :
1. Evaluasi harian keberhasilan terapi dan dasar penentuan tindakan
2. Tekanan darah dan BJ urine dapat menjadi indikator regimen terapi
3. Estimasi penurunan edema tubuh
4. Mencegah edema bertambah berat
5. Pembatasan protein bertujuan untuk meringankan beban kerja hepar dan mencegah

bertamabah rusaknya hemdinamik ginjal.


2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d malnutrisi sekunder terhadap kehilangan protein
dan penurunan napsu makan.
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam kebutuhan nutrisi akan terpenuhi.
KH :
- Napsu makan baik
- Tidak terjadi hipoprtoeinemia
- Porsi makan yang dihidangkan dihabiskan
- Edema dan ascites tidak ada.
Intervensi :
1.
Catat intake dan output makanan secara
akurat
2.

Kaji adanya anoreksia, hipoproteinemia,


diare.

3.

Pastikan anak mendapat makanan


dengan diet yang cukup
Rasional :
1. Monitoring asupan nutrisi bagi tubuh

2. Gangguan nuirisi dapat terjadi secara perlahan. Diare sebagai reaksi edema
intestinal
3. Mencegah status nutrisi menjadi lebih buruk
3. Kecemasan anak dan ibu b.d lingkungan perawatan yang asing (dampak hospitalisasi)
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam kecemasan anak turun atau hilang
KH :
Kooperatif pada tindakan keperawatan
Komunikatif pada perawat
Secara verbal mengatakan tidak takut.
Intervensi :
1.
Validasi perasaan takut atau cemas
2.
Pertahankan kontak dengan klien
3.
Upayakan ada keluarga yang menunggu
4.
Anjurkan orang tua untuk membawakan
mainan atau foto keluarga.
Rasional :
1. Perasaan adalah nyata dan membantu pasien untuk tebuka sehingga dapat
menghadapinya.
2. Memantapkan hubungan, meningkatan ekspresi perasaan
3. Dukungan yang terus menerus mengurangi ketakutan atau kecemasan yang dihadapi.
4. Meminimalkan dampak hospitalisasi terpisah dari anggota keluarga.
4. Implementasi
1. Kelebihan volume cairan b.d kehilangan protein sekunder terhadap peningkatan permiabilitas
glomerulus.
a. Mencatat intake dan output secara akurat
b. Mengkaji dan catat tekanan darah, pembesaran abdomen, BJ urine
c. Menimbang berat badan tiap hari dalam skala yang sama
d. Memberikan cairan secara hati-hati dan diet rendah garam.
e. Memberikan diet protein 1-2 gr/kg BB/hari.
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d malnutrisi sekunder terhadap kehilangan protein
dan penurunan napsu makan.
a. Mencatat intake dan output makanan secara akurat
b. Mengkaji adanya anoreksia, hipoproteinemia, diare.
c. Memastikan anak mendapat makanan dengan diet yang cukup
3. Kecemasan anak dan ibu b.d lingkungan perawatan yang asing (dampak hospitalisasi)
a. Melindungi anak dari orang-orang yang terkena infeksi melalui pembatasan pengunjung.
b. Menempatkan anak di ruangan non infeksi
c. Mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan.
d. Melakukan tindakan invasif secara aseptik
4. Evaluasi
Diagnosa : 1
S : Ibu klien mengatakan anaknya terlihat gemuk, bengkak pada perut dan kaki.
O: -

Edema ekstremitas bawah


Edema abdomen
Nilai albumin : 1.4
Ureum : 12

Peningkatan BB dari 21 kg menjadi 22 kg.


A : Masalah belum teratasi
P : intervensi dilanjutkan
I: -

Catat intake dan output secara akurat

E:-

Kaji dan catat tekanan darah, pembesaran abdomen, BJ urine


Timbang berat badan tiap hari dalam skala yang sama
Berikan cairan secara hati-hati dan diet rendah garam.
Diet protein 1-2 gr/kg BB/hari.
Edema ekstremitas bawah

Edema abdomen (+)


Nilai albumin : 1.4 (+)
Ureum : 12 (+)
Peningkatan BB dari 21 kg menjadi 22 kg. (+)

Diagnosa : II
S : Ibu klien mengatakan anaknya sudah mau makan sedikit-sedikit
O: -

Klien sudah makan


Makan yang disediakan separuh dari makanan yang disediakan habis
Minum air putih sudah mulai bayak
Bibis lembab
Klien selalu BAK

A : Masalah teratasi sebagian


P : Intervensi dilanjutkan
I: E: -

Catat intake dan output makanan secara akurat


Kaji adanya anoreksia, hipoproteinemia, diare.
Pastikan anak mendapat makanan dengan diet yang cukup
Klien sudah makan (+)
Makan yang disediakan separuh dari makanan yang disediakan habis
Minum air putih sudah mulai bayak (+)
Bibis lembab
Klien selalu BAK (+)

Diagnosa III
S : Ibu klien mengatakan sudah biasa melihat kondisi anaknya yang bengkak karna udh 3 hari
dalam keadaan seperti itu.
O:-

Ibu anak sudah mulai mengerti penyakit apa yang diderita anaknya
Ibu dan anak sudah mulai tenang dan cemasnya berkurang
Ibu sudah banyak mengetahui tentang penyakit anaknya

A : Masalah teratasi sebagian


P : Intervensi dilanjutkan

I : - Validasi perasaan takut atau cemas


-

Pertahankan kontak dengan klien


Upayakan ada keluarga yang menunggu
Anjurkan orang tua untuk membawakan
mainan atau foto keluarga.

E: -

Ibu anak sudah mulai mengerti penyakit apa yang diderita anaknya
Ibu dan anak sudah mulai tenang dan cemasnya berkurang
Ibu sudah banyak mengetahui tentang penyakit anaknya

Anda mungkin juga menyukai