Anda di halaman 1dari 10

ROADMAP PENELITIAN

N
O.

PENELITI/ JUDUL
/TAHUN

A.
1.

PENILITIAN SEJENIS

RUMUSAN
MASALAH

TUJUAN
PENELITIAN

SUPARMI A. ASPIAN : Bagaimana pola


untuk optimalisasi
OPTIMASI POLA
pengumpulan
pengelolaan
PENGUMPULAN DAN
sampah di Kota
sampah

PENGANGKUTAN
Muara Teweh
KotaMuara Teweh
SAMPAH
melalui
Bagaimana pola

KOTA MUARA TEWEH


pendekatan
pengangkutan
MELALUI
zonasi
sampah di Kota

PENDEKATAN
berdasarkan pola
Muara Teweh.
ZONASI / TAHUN
pengumpulan
Bagaimana upaya
2009.
danpengangkuta
untuk
n sampah.
mengoptimalkan
pola pengumpulan
dan pengangkutan
sampah di Kota
Muara Teweh
melalui pendekatan
zonasi yangdapat
diterapkan dimasa
yang akan datang
dengan harapan
lebih efektif
danefisien.

METODE PENELITIAN
DATA/
METODE
VARIABEL/
ANALISIS
PARAMETER
Jarak
Analisis
pengangkutan
overlay
Rute
Analisis
pengangkutan
deskriptif
Pola
pengumpulan
Pola
pengangkutan

HASIL DAN
KESIMPULAN
Pola pengumpulan dan
pengangkutan yang sesuai
untuk diterapkan di Kota
Muara Teweh adalah
pengumpulan sampah
dengan pola individual
langsung dan pola
individual tidak langsung.
Sedangkan pola
pengangkutan sampah
yang sesuai sebagai
kelanjutan dari pola
pengumpulan hasil
penilaian adalah pola
pengangkutan langsung
dan pola pengangkutan
dengan sistem kontainer
yang diangkat.
Berdasarkan zonasi pola
pengumpulan dan
pengangkutan sampah
hasil penilaian, sebagian
besar terdapat kesesuaian.
Sedangkan perbedaan
yang ditemui seperti pada
kondisi eksisting belum ada
pelayanan pengelolaan
persampahan, akan tetapi
seharusnya dapat

N
O.

PENELITI/ JUDUL
/TAHUN

RUMUSAN
MASALAH

TUJUAN
PENELITIAN

METODE PENELITIAN
DATA/
METODE
VARIABEL/
ANALISIS
PARAMETER

HASIL DAN
KESIMPULAN
diterapkan pola
pengumpulan dan
pengangkutan sampah
baik pola individual
langsung dengan
pengangkutan langsung
maupun pola individual
tidak langsung dengan
pengangkutan
menggunakan sistem
kontainer yang diganti.
Zonasi pola pengumpulan
dan pengangkutan sampah
hasil penilaian yang
dibandingkan dengan pola
pengumpulan dan
pengangkutan sampah
eksisting lebih optimal
dalam hal jangkauan
pelayanan pengelolaan
persampahan Kota Muara
Teweh. Adapun hasil
optimasi zonasi pola
pengumpulan dan
pengangkutan sampah
hasil penilaian adalah
sebesar 56,931 ha. Angka
tersebut merupakan selisih
dari luas buffer jalan pada
wilayah pelayanan
pengelolaan persampahan
yang dilayani pola
pengumpulan dan

N
O.

2.

PENELITI/ JUDUL
/TAHUN

RUMUSAN
MASALAH

TUJUAN
PENELITIAN

METODE PENELITIAN
DATA/
METODE
VARIABEL/
ANALISIS
PARAMETER

HASIL DAN
KESIMPULAN

pengangkutan sampah
eksisting sebesar 240,002
ha dengan zonasi pola
pengumpulan dan
pengangkutan sampah
hasil penilaian sebesar
293,963 ha.
JOSEPH CHRISTIAN
Bagaimana
Mengoptimalkan Pola
Model Vehicle Penggunaan metode savings
S. :
mengoptimalkan
proses
pengangkutan
Routing
mampu mengoptimalkan
ANALISIS SISTEM
proses
pengangkutan
sampah (rute
Problem
proses pengangkutan
PENGANGKUTAN
pengangkutan
dengan satu kali
dan ritasi).
sampah dengan satu kali
SAMPAH KOTA
dengan satu kali
putaran rute
putaran rute di mana
Jarak tempuh.
MAKASSAR DENGAN
putaran rute agar
agartidak terjadi Biaya
penumpukan sampah
METODE
tidak terjadi
penumpukan
padabeberapa wilayah
pengangkutan.
PENYELESAIAN
penumpukan
sampah pada
pelayanan dapat
VEHICLE ROUTING
sampah pada
beberapa
diminimalisir.
PROBLEM
beberapa
wilayah
Rute yang dihasilkan dengan
(VRP) (STUDI KASUS:
wilayahpelayanan.
pelayanan.
menggunakan Algoritma
KECAMATAN
Bagaimana membuat Membuat rute
savings untuk truk I
MAMAJANG) / TAHUN
rute pengangkutan
pengangkutan
berhasil menghemat jarak
2011.
yang efektif dan
yang efektif dan
tempuh sejauh 1,17 Km
efisien padasetiap
efisien pada
dengan jumlah sampah
wilayah pelayanan
setiap
560 liter lebih banyak.
yang ada dengan
wilayahpelayana
Sedangkan untuk truk II
keterbatasan biaya
n yang ada
berhasil membuat rute
bahan bakaryang
dengan
yang lebih efektif dan
tersedia di Kota
keterbatasan
efisien menjadi 2 hari
Makassar,
biaya bahan
pengangkutan dibanding
khususnya pada
bakar yang
rute selamaini yaitu selama
Kecamatan
tersediadi Kota
3 hari.
Mamajang.
Makassar,
Penggunaan metode savings
khususnya pada
dapat menghemat sebesar
Kecamatan
Rp.120.100/tahununtuk

N
O.

PENELITI/ JUDUL
/TAHUN

RUMUSAN
MASALAH

TUJUAN
PENELITIAN

METODE PENELITIAN
DATA/
METODE
VARIABEL/
ANALISIS
PARAMETER

Mamajang.

3.

WIDI HARTANTO :
KINERJA
PENGELOLAAN
SAMPAH DI KOTA
GOMBONG
KABUPATEN
KEBUMEN. TAHUN
2006.

Bagaimanakah
kinerja pengelolaan
sampah di Kota
Gombongyang
dilakukan oleh
Pemerintah.

Untuk mengkaji

kinerja
pengelolaan
sampah di Kota
Gombong dan
faktor-faktoryang
mempengaruhinya
.

HASIL DAN
KESIMPULAN
truk I dan Rp.
8.212.500/tahun untuk truk
II.
Jumlah timbulan sampah
yang dapat terangkut saat
ini hanya sebesar 40
m3/hari sehingga kinerja
pengelolaan sampah
mencapai 36,5 %,
sedangkan luas daerah
terlayani mencapai 36,20
% dan penduduk terlayani
mencapai 30,17 %. Dengan
kondisi tersebut maka
kinerja pengelolaan
sampah masih sangat
kurang atau kurang efektif.
Sistem pengangkutan
sampah, arm roll truck
lebih efisien dibandingkan
dengan dump truck.
Kondisi sarana dan
prasarana persampahan
yang ada saat ini dinilai
masih kurang memadai
seperti penggunaan bak
sampah batu bata dan TPS
batu bata, yang sudah
tidak dianjurkan lagi
sehingga menyebabkan
pengelolaan sampah
menjadi kurang kurang
efisien. Penggunaan sarana

N
O.

4.

PENELITI/ JUDUL
/TAHUN

SILVIA GABRIANA T :
ANALISIS ANGKUTAN
PERSAMPAHAN DI
KECAMATAN KUTA.
TAHUN 2010.

RUMUSAN
MASALAH

Bagaimana system
pengangkutan
sampah di Kecamatan
Kuta.

TUJUAN
PENELITIAN

Untuk
mengoptimalkan
system
pengangkutan
sampah di
Kecamatan Kuta.

METODE PENELITIAN
DATA/
METODE
VARIABEL/
ANALISIS
PARAMETER

Timbulan
Analisis
sampah.
deskriptif.
Jumlah armada
pengangkut
sampah.
Ritasi
pengangkutan.

HASIL DAN
KESIMPULAN
prasarana yang
mempunyai efektifitas
tinggi, dapat meningkatkan
kinerja pengelolaan
sampah.
Hasil kinerja pengelolaan
sampah berdasarkan
persepsi masyarakat,
sebagian besar dinilai oleh
masyarakat masih kurang
baik sehingga belum
sepenuhnya sesuaidengan
kepuasan atau harapan
masyarakat. Hal ini
menunjukan kinerja
pengelolaansampah belum
sepenuhnya berjalan
efektif.
Dari hasil analisis didapatkan
bahwa timbulan sampah di
Kecamatan Kuta pada
tahun 2009 mencapai
272,89 m3/hari. Sampah
ini diangkut oleh DKP
Badung Pangkalan Kuta
setiap hari ke TPA Suwung
menggunakan 23 truk
sampah dalam 4 shift
menggunakan sistem
container tetap dan sistem
kontainer angkat. Sistem
kontainer tetap melayani 2
TPS bertempat di Jl. Wana

N
O.

PENELITI/ JUDUL
/TAHUN

RUMUSAN
MASALAH

TUJUAN
PENELITIAN

METODE PENELITIAN
DATA/
METODE
VARIABEL/
ANALISIS
PARAMETER

HASIL DAN
KESIMPULAN
Segara, Tuban dan di Jl. I
Gusti Ngurah Rai, Kuta,
termasuk titik-titik
pengumpulan sampah di
sepanjang rute
pengambilan. Sistem
kontainer angkatmelayani
2 lokasi penempatan
container sampah yaitu di
Jl. Puri Gerenceng, Tuban
dan Pasar Kuta Unit II,
Kuta.
Untuk mengangkut sampah
yang timbuldi Kecamatan
Kuta setiap harinya,
diperlukan34 ritasi dengan
sistem container tetap
ditambah 2 ritasi untuk
mengosongkankontainer
sampah di Jl. Puri
Gerenceng,dan 3 ritasi
untuk
mengosongkankontainer di
Pasar Kuta Unit II.
Bila tidak dilakukan
penerapan kebijakan3R
(Reduce-Reuse-Recycle)
dalampengelolaan sampah,
proyeksi timbulansampah
di Kecamatan Kuta periode
tahun2010-2015
diramalkan akan terus
meningkatsehingga pada

N
O.

5.

PENELITI/ JUDUL
/TAHUN

MUHAMAD DINUL
BAKTIAN :
EVALUASI TEKNIK

RUMUSAN
MASALAH

Apakah teknik
pengumpulan dan
pengangkutan

TUJUAN
PENELITIAN

Mengevaluasi
teknik
pengumpulan

METODE PENELITIAN
DATA/
METODE
VARIABEL/
ANALISIS
PARAMETER

System
pengumpulan
dan

Analisis
deskriptif

HASIL DAN
KESIMPULAN
tahun 2015
mencapai501,89 m3/hari.
Peningkatan volume
sampahini memerlukan
penambahan ritasiuntuk
sistem kontainer tetap
setiap tahunnya.
Agar dicapai pemerataan
pelayananpengangkutan
sampah di seluruh area
KecamatanKuta, diperlukan
perluasan pelayananDKP
sampai ke Kelurahan
Kedonganan.Untuk ini
diusulkan untuk
menambah2 rute
pengambilan sampah
dengansistem kontainer
tetap sampai
menjangkaukawasan
kelurahan di
sepanjangpantai, yaitu Jl.
Pantai Kedonganan.
Perluasanrute dengan
sistem kontainer
angkatjuga diperlukan
dengan menambahsatu
kontainer sampah untuk
melayaniPasar Ikan
Kedonganan.
Pelaksanaan kegiatan
pengangkutan sampah di
Kecamatan Pelaihari belum

N
O.

PENELITI/ JUDUL
/TAHUN
OPERASIONALPENGU
MPULAN
DANPENGANGKUTAN
SAMPAH DI
KABUPATEN TANAH
LAUT (STUDI
KASUS :KECAMATAN
PELAIHARI). TAHUN
2006.

RUMUSAN
MASALAH

TUJUAN
PENELITIAN

METODE PENELITIAN
DATA/
METODE
VARIABEL/
ANALISIS
PARAMETER

sampah yang ada


dan
pengangkutan.
saat ini sudah
pengangkutan
Biaya
berjalan efisien dan
sampah yang
operasional.
efektif dikaitkan
ada saat ini.
dengan jumlah
Mengevaluasi
sampah yang
teknik
terangkut, waktu,
pengumpulan
rute, dan jumlah
dan
armada yang ada dan
pengangkutan
apakah masih dapat
sampah yang
ditingkatkan ?
ada saat ini
berkaitan dengan
waktu, rute dan
jumlah armada
yang tersedia
serta jumlah
timbulan sampah
terangkut dari
tempat
pembuangan
sementara (TPS)
ke tempat
pembuangan
akhir (TPA).

HASIL DAN
KESIMPULAN
didukung oleh jumlah
sarana pengangkutan yang
memadai sehingga hanya
mampu melayani daerahdaerah pusat kota dan di
sekitar pusat kota dan
belum mampu melakukan
pengembangan daerah
pelayanan. Saat ini
kegiatan pengumpulan dan
pengangkutan sampah di
Kecamatan Pelaihari hanya
didukung oleh 4 unit dump
truck. Hasil analisa teknis
kebutuhan riil kendaraan
pengangkut sampah
adalah 10 unit dump truck
(8m3) sedangkan menurut
SNI kebutuhan kendaraan
pengangkut sampah
adalah 8 unit dump truck
(7-10m3).
Pengangkutan sampah di
Kecamatan Pelaihari masih
belum efisien mengingat
masih dapat
ditingkatkannya jumlah trip
per hari dari total 4
trip/hari menjadi 5 trip/hari
baik tanpa perbaikan
waktu off route maupun
dengan perbaikan waktu
off route, yaitu dengan

N
O.

PENELITI/ JUDUL
/TAHUN

RUMUSAN
MASALAH

TUJUAN
PENELITIAN

METODE PENELITIAN
DATA/
METODE
VARIABEL/
ANALISIS
PARAMETER

HASIL DAN
KESIMPULAN
meningkatkan jumlah trip
dump truck dengan nomor
polisi DA 920 L dari 1
trip/hari menjadi 2 trip/hari.

B.

PENELITIAN
SATRIAWATI
CANGARA:
SISTEM
PENGUMPULAN DAN
PENGANGKUTAN
SAMPAH
BERDASARKAN
ZONASI FUNGSI
KAWASAN (STUDI
KASUS KOTA
SUNGGUMINASA
KABUPATEN GOWA) /
2014.

Bagaimana
Mengidentifikasi
System
Metode

karakteristik
karakteristik
pengumpulan
analisis
sampah pada setiap
sampah pada
dan
data secara
fungsi-fungsi
setiap fungsii
pengangkutan
kuantitatif
pelayanan di Kota
pelayanan di
sampah.
Sungguminasa.
Kota
Waktu dan jarak
Sungguminasa.
Bagaimana efektifitas
tiap rute
pengumpulan dan Menganalisis
pengangkutan
pengangkutan
efektifitas
sampah.
dalam peningkatan
pengumpulan
Volume tiap
pengelolaan
dan
ritasi
persampahan di
pengangkutan
pengangkutan
Kota Sungguminasa.
dalam
tiap kawasan.
peningkatan
Bagaimana
pengelolaan
mengoptimalkan
persampahan di
system
Kota
pengumpulan dan
Sungguminasa
pengangkutan
Mengoptimalkan
sampah
berdasarkan fungsi
system
bagian kawasan
pengumpulan
Sungguminasa.
dan
pengangkutan
sampah
berdasarkan
fungsi bagian
kawasan
Sungguminasa.